Bismillahirrohmaanirrohiim

Tampilkan postingan dengan label 12 BINATANG YANG MASUK SURGA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 12 BINATANG YANG MASUK SURGA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Maret 2021

*࿐꧁ اِثْنَا عَشَرَ حَيَوَانَاتٍ أَلَّتِيْ تَدْخُلُ الْجَنًَةَ عِنْدَ السُنِّيْ وَخِلَافًا لِلشِّيْعِيْ | 12 ℍ𝔼𝕎𝔸ℕ 𝕐𝔸ℕ𝔾 𝕄𝔸𝕊𝕌𝕂 𝕊𝕌ℝ𝔾𝔸 𝕄𝔼ℕ𝕌ℝ𝕌𝕋 𝕊𝕌ℕℕ𝕀 (𝔸ℍ𝕃𝕌𝕊𝕊𝕌ℕℕ𝔸ℍ 𝕎𝔸𝕃 𝕁𝔸𝕄𝔸'𝔸ℍ) 𝔻𝔸ℕ 𝕄𝔼ℕ𝕐𝔼𝕃𝕀𝕊𝕀ℍ𝕀 ℙ𝔼ℕ𝔻𝔸ℙ𝔸𝕋 𝕂𝔸𝕌𝕄 𝕊𝕐𝕀'𝕀𝕐 (𝕊𝕐𝕀'𝔸ℍ) ★᭄ꦿꦿ࿐*

 



(tapi kapan, akankah, kita masuk surga sedangkan kita masih marah bahkan murka dan sakit hati kalau dikatai seperti binatang, padahal perlu disadari sudah ada hewan terhormat maupun yang bukan mendahului kita masuk surga)



*🄰]• ꧁༺🄷🄴🅆🄰🄽 🅈🄰🄽🄶 🄼🄰🅂🅄🄺 🅂🅄🅁🄶🄰 🄼🄴🄽🅄🅁🅄🅃 🅂🅄🄽🄽🄸 (🄰🄷🄻🅄🅂🅂🅄🄽🄰🄷 🅆🄰🄻 🄹🄰🄼🄰'🄰🄷).*


*💾🌴• Imam Ibnu Nujaim Al Hanafiy rahimahullAhu ta'ala dalam kitabnya " Al Asybah Wa An Nadzo'ir 'Ala Madzhabi Abi Hanifah An Nu'mani " mengatakan :*

فَائِدَةٌ : مِنْ الْمُسْتَطْرَفِ :  لَيْسَ مِنْ الْحَيَوَانِ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إلَّا خَمْسَةٌ : كَلْبُ أَصْحَابِ الْكَهْفِ وَكَبْشُ إسْمَاعِيلَ ، وَنَاقَةُ صَالِحٍ وَحِمَارُ عُزَيْرٍ ، وَبُرَاقُ النَّبِيِّ –ﷺ💞– .
[انظر كتاب الأشباه والنظائر على مذاهب أبي حنيفة النعمان : ص ١٣١ / الفن الثالث: الجمع والفرق / الفروق / فائدة / للإمام  زين الدين بن إبراهيم بن محمد، المعروف بابن نجيم المصري (المتوفى: ٩٧٠ هـ) / الناشر: دار الكتب العلمية، بيروت - لبنان الطبعة: الأولى، ١٤١٩ هـ = ١٩٩٩ مـ]

Faidah : Dari Kitab Al Mustathraf (Karya Imam Abul Fath Al Isybihiy Asy Syafi'iy, w. 852 H) : Bukan dari binatang - binatang berakal yang masuk surga kecuali 5 ekor : 1)• Anjingnya 🐕 Ashabu Al Kahfi, 2)• Kambing Gibasnya 🐑  Nabi Isma'il, 3)• Untanya 🐫 Nabi Shalih, 4)• Himar (Keledainya) 🦄 Nabi 'Uzair, dan 5)• Buroq Nabi Muhammad –ﷺ💞–.
[Lihat Kitab Al Asybah Wa An Nadzo'ir 'Ala Madzhabi Abi Hanifah An Nu'mani : hal 131 / Al Fannu Ats Tsalitsu : Al Jam'u Wa Al Farqu / Al Furuuqu / Faidatun / Karya Imam Ibnu Nujaim Al Hanafiy / Dar Al Kutub Al 'Ilmiyyah - Beirut Libanon, Cet. Pertama, Th. 1419 H = 1999 M].

*🌴✒️• Imam Mustafa Al-Istambuli Al-Hanafiy Al-Khalutiy  rahimahullAhu ta'ala dalam kitab tafsirnya " Ruhu Al Bayan " bahwa ada 10 binatang di hari kiamat nanti, mereka ini masuk surga, yaitu :*

روى- انه يدخل الجنة مع المؤمنين على ما قال مقاتل : الحيوانات التي تدخل الجنة عشرة :

١)•   ناقة صالح 🐫

٢)•    عجل إبراهيم تكون 🐄

٣)•    كبش إسماعيل 🐑

٤)•    بقرة موسى 🐂

٥)•    حوت يونس 🐳

٦)•    حمار العزيز 🐴

٧)•    نملة سليمان 🐜

٨)•    هدهد بلقيس 🦜

٩)•    كلب أصحاب الكهف🐕

١٠)•    وناقة الرسول  محمد  –ﷺ💞–🐫

فكلهم يصيرون على صورة كبش 🐑 ويدخلون الجنة
(انظر كتاب تفسير روح البيان : ج ٥ ص ٢٢٦ /  تفسير سورة الكهف [سورة الكهف (١٨) : آية ١٨] / للإمام إسماعيل حقي بن مصطفى الإستانبولي الحنفي الخلوتي , المولى أبو الفداء (المتوفى: ١١٢٧ هـ) / الناشر: دار الفكر - بيروت - بدون السنة].

Diriwayatkan bahwasannya akan masuk kedalam surga bersama orang beriman sebagaimana yang disebutkan oleh Muqatil, ia berkata :  hewan-hewan yang masuk surga berjumlah 10 yang diantaranya adalah :

1. Unta 🐫 Nabi Shaleh

2. Anak sapi 🐄 Nabi Ibrahim

3. Domba 🐑 Nabi Ismail

4. Sapi 🐂 Nabi Musa

5. Ikan Paus 🐳 Nabi Yunus

6. Keledainya 🦄 Nabi Uzair as

7. Semut 🐜 Nabi Sulaiman

8. Burung 🐦 Hud-Hud Ratu Balqis

9. Anjing 🐕 Ashabul Kahfi

10. Untanya 🐫 Nabi Muhammad –ﷺ💞–.

Semua menjadi berbentuk  Kambing Gibas 🐑 dan mereka masuk surga.
[Lihat Kitab Tafsir Ruhu Al Bayan : juz 5 hal 226 / Tafsir Surah Al Kahfi (QS. Al Kahfi : 018 Ayat 18) / Karya Imam Mustafa Al-Istambuli Al-Hanafiy Al-Khalutiy / Dar Al Fikri - Beirut Libanon - Tnp. Tahun].


Berdasarkan sumber yang ada, dapat disimpulkan ada 12 hewan yang sudah Allah Ta'ala  jamin akan masuk surga, hal ini berdasarkan Al Qur'an Al Hadits, Atsar, dan sumber terpercaya yang lainnya. Hewan - hewan tersebut adalah :


*1️⃣👌• Unta 🐫 Nabi Shalih (Saleh) 'Alaihissallam.*

Unta ini merupakan mukjizat yang diberikan oleh Allah Ta'ala kepada Nabi Saleh 'Alaihissalam. Mukjizat yang jelas, sebab Nabi Shalih 'Alaihissalam  mengeluarkan unta betina ini dari perut gunung yang keluar dari sebongkah batu besar sebagaimana yang orang-orang kafir minta dan bisa makan dan minum layaknya makhluk hidup bahkan unta itu bisa memberikan minum kepada seluruh penduduk (tsamud)  dari air susunya. Namun, Unta ini dibunuh oleh kaumnya sendiri yang bernama Tsamud mereka menyembelih unta betina itu untuk membuktikan kesungguhan kekufuran mereka.

Karena hal tersebut, maka Allah memberikan azab berupa dihancurkannya kaum Tsamud tersebut dan tidak ada satupun yang tersisa di muka bumi. Kisah mengenai unta Nabi Shalih 'Alaihissalam ini dapat dilihat dalam Firman Allah, Al-Qur’an Surat Huud: 011/ 64-68 :

وَيَا قَوْمِ هَٰذِهِ نَاقَةُ اللَّهِ  آيَةً فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِي أَرْضِ اللَّهِ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ قَرِيبٌ

Arab-Latin: Wa yā qaumi hādżihī nāqatullāhi lakum āyatan fa żarụhā ta`kul fī arḍillāhi wa lā tamassụhā bisū`in fa ya`khużakum 'adżābun  qarīb

Artinya: " Hai kaumku, inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat (yang menunjukkan kebenaran) untukmu, sebab itu biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun yang akan menyebabkan kamu ditimpa adzab yang dekat".
[Al-Qur’an Surat Huud: 011/ 64].

فَعَقَرُوهَا فَقَالَ تَمَتَّعُوا۟ فِى دَارِكُمْ ثَلَٰثَةَ أَيَّامٍ ۖ ذَٰلِكَ وَعْدٌ غَيْرُ مَكْذُوبٍ

Arab-Latin: Fa 'aqarụhā fa qāla tamatta'ụ fī dārikum ṡalāṡata ayyām, dżālika wa'dun ghairu makżụb

Artinya: Mereka membunuh unta itu, maka berkata Shalih: "Bersukarialah kamu sekalian di rumahmu selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan".
[Al-Qur’an Surat Huud: 011/ 65].

فَلَمَّا جَآءَ أَمْرُنَا نَجَّيْنَا صَٰلِحًا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ بِرَحْمَةٍ مِّنَّا وَمِنْ خِزْىِ يَوْمِئِذٍ ۗ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ ٱلْقَوِىُّ ٱلْعَزِيزُ

Arab-Latin: Fa lammā jā`a amrunā najjainā ṣāliḥaw wallażīna āmanụ ma'ahụ biraḥmatim minnā wa min khizyi yaumi`iż, inna rabbaka huwal-qawiyyul-'azīz

Artinya : Maka tatkala datang adzab Kami, Kami selamatkan Shaleh beserta orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat dari Kami dan dari kehinaan di hari itu. Sesungguhnya Tuhanmu Dia-Lah yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
[Al-Qur’an Surat Huud: 011/ 66].

وَأَخَذَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ ٱلصَّيْحَةُ فَأَصْبَحُوا۟ فِى دِيَٰرِهِمْ جَٰثِمِينَ

Arab-Latin: Wa akhażallażīna ẓalamuṣ-ṣaiḥatu fa aṣbaḥụ fī diyārihim jāṡimīn

Artinya : Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya,
[Al-Qur’an Surat Huud: 011/ 67].

كَأَن لَّمْ يَغْنَوْا۟ فِيهَآ ۗ أَلَآ إِنَّ ثَمُودَا۟ كَفَرُوا۟ رَبَّهُمْ ۗ أَلَا بُعْدًا لِّثَمُودَ

Arab-Latin: Ka`al lam yagnau fīhā, alā inna ṡamụda kafarụ rabbahum, alā bu'dal liṡamụd

Artinya : Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud.
[Al-Qur’an Surat Huud: 011/ 68].


*2️⃣👌• 'Ajlun (Anak Sapi) 🐮 Nabi Ibrahim (Abraham) 'Alaihissalam.*

Sapi tersebut hendak dihidangkan kepada tamu Nabi Ibrahim Khalilurrahman yakni para malaikat yang membawa kabar kelahiran anak bagi Nabi Ibrahim yang bernama Ishak.

*📚✍️• Allah Ta'ala  berfirman:*

وَلَقَدْ جَآءَتْ رُسُلُنَآ إِبْرَٰهِيمَ بِٱلْبُشْرَىٰ قَالُوا۟ سَلَٰمًا ۖ قَالَ سَلَٰمٌ ۖ فَمَا لَبِثَ أَن جَآءَ بِعِجْلٍ حَنِيذٍ

Arab-Latin: Wa laqad jā`at rusulunā ibrāhīma bil-busyrā qālụ salāmā, qāla salāmun fa mā labiṡa an jā`a bi'ijlin ḥanīż

Artinya : Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada lbrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan: "Selamat". Ibrahim menjawab: "Selamatlah," maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang.
[Al-Qur’an Surat Huud: 011/ 69].

*📚✍️• Dan Allah Ta'ala berfirman:*

هَلْ أَتَٰكَ حَدِيثُ ضَيْفِ إِبْرَٰهِيمَ ٱلْمُكْرَمِينَ

hal atāka ḥadīṡu ḍaifi ibrāhīmal-mukramīn

24. Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (yaitu malaikat-malaikat) yang dimuliakan?
[QS. Adz Dzariyat: 051/ 24].

إِذْ دَخَلُوا۟ عَلَيْهِ فَقَالُوا۟ سَلَٰمًا ۖ قَالَ سَلَٰمٌ قَوْمٌ مُّنكَرُونَ

iż dakhalụ ‘alaihi fa qālụ salāmā, qāla salām, qaumum mungkarụn

25. (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: “Salaamun”. Ibrahim menjawab: “Salaamun (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal”.
[QS. Adz Dzariyat: 051/ 25].

فَرَاغَ إِلَىٰٓ أَهْلِهِۦ فَجَآءَ بِعِجْلٍ سَمِينٍ

fa rāga ilā ahlihī fa jā`a bi’ijlin samīn

26. Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk.
[QS. Adz Dzariyat: 051/ 26].

 فَقَرَّبَهُۥٓ إِلَيْهِمْ قَالَ أَلَا تَأْكُلُونَ

fa qarrabahū ilaihim, qāla alā ta`kulụn

27. Lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim lalu berkata: “Silahkan anda makan”.
[QS. Adz Dzariyat: 051/ 27].

فَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً ۖ قَالُوا۟ لَا تَخَفْ ۖ وَبَشَّرُوهُ بِغُلَٰمٍ عَلِيمٍ

fa aujasa min-hum khīfah, qālụ lā takhaf, wa basysyarụhu bigulāmin ‘alīm

28. (Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata: “Janganlah kamu takut”, dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak).
[QS. Adz Dzariyat: 051/ 28].

فَأَقْبَلَتِ ٱمْرَأَتُهُۥ فِى صَرَّةٍ فَصَكَّتْ وَجْهَهَا وَقَالَتْ عَجُوزٌ عَقِيمٌ

fa aqbalatimra`atuhụ fī ṣarratin fa ṣakkat waj-hahā wa qālat ‘ajụzun ‘aqīm

29. Kemudian isterinya datang memekik lalu menepuk mukanya sendiri seraya berkata: “(Aku adalah) seorang perempuan tua yang mandul”.
[QS. Adz Dzariyat: 051/ 29].

قَالُوا۟ كَذَٰلِكِ قَالَ رَبُّكِ ۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْحَكِيمُ ٱلْعَلِيمُ

qālụ każāliki qāla rabbuk, innahụ huwal-ḥakīmul-‘alīm

30. Mereka berkata: “Demikianlah Tuhanmu memfirmankan” Sesungguhnya Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui."
[QS. Adz Dzariyat: 051/ 30].


*3️⃣👌• Kambing Gibasnya 🐑 Nabi Isma'il (Ishmael)  'Alaihissalam.*

Allah Ta'ala pernah menguji kesabaran Nabi Ibrahim 'Alahissalam dengan perintah untuk menyembelih anaknya yang tidak lain adalah Nabi Isma'il 'Alaihissalam. Akan tetapi, karena keikhlasan serta kepatuhan Nabi Isma'il kepada Allah, maka Isma'il yang hendak disembelih tersebut berubah menjadi seekor kambing yang gemuk lagi sehat. Malaikat pun menyelamatkan Isma'il dari penyembelihan atas perintah Allah Ta'ala.

Kisah dramatis ini tercantum dengan jelas dalam Surat Ash Shaaffaat : 037 ayat 102-107. Nyata sudah kesabaran dan ketataan yang dimiliki oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

*📚✍️• Allah Ta'ala Telah Berfirman :*

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ

Falamm± balagha ma‘ahus-sa‘ya q±la y± bunayya inn³ ar± fil-man±mi ann³ a©ba¥uka fan§ur m±©± tar±, q±la y± abatif‘al m± tu'mar(u), satajidun³ in sy±'all±hu mina¡-¡±bir³n(a).

Artinya : Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”
[QS. Ash Shaffat : 037/ 102].

فَلَمَّآ اَسْلَمَا وَتَلَّهٗ لِلْجَبِيْنِۚ

Falamm± aslam± wa tallahµ lil-jab³n(i).

Artinya : Maka ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (untuk melaksanakan perintah Allah).
[QS. Ash Shaffat : 037/ 103].

وَنَادَيْنٰهُ اَنْ يّٰٓاِبْرٰهِيْمُ ۙ

Wa n±dain±hu ay y± ibr±h³m(u).

Artinya : Lalu Kami panggil dia, “Wahai Ibrahim!
[QS. Ash Shaffat : 037/ 104].

قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا ۚاِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ

Qad ¡addaqtar-ru'y±, inn± ka©±lika najzil-mu¥sin³n(a).

Artinya : sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.” Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
[QS. Ash Shaffat : 037/ 105].

اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْبَلٰۤؤُا الْمُبِيْنُ

Inna h±©± lahuwal-bal±'ul-mub³n(u).

Artinya : Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
[QS. Ash Shaffat : 037/ 106].

وَفَدَيْنٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ

Wa fadain±hu bi©ib¥in ‘a§³m(in).

Artinya : Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.
[QS. Ash Shaffat : 037/ 107].


🌴✍️• Pada akhirnya, peristiwa ini menjadi dasar disyariatkannya Qurban pada Hari Raya Haji.


*4️⃣👌• Sapi 🐂 Nabi Musa (Moses) 'Alaihissalam.*

Sapi milik Nabi Musa menjadi salah satu binatang yang juga akan masuk surga.

*📚✍️• Allah Ta'ala Telah Berfirman :*

وَإِذْ قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تَذْبَحُواْ بَقَرَةً قَالُواْ أَتَتَّخِذُنَا هُزُوًا قَالَ أَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ

Arab-Latin: Wa iż qāla mụsā liqaumihī innallāha ya`murukum an tażbaḥụ baqarah, qālū a tattakhiżunā huzuwā, qāla a'ụżu billāhi an akụna minal-jāhilīn

Artinya: Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina". Mereka berkata: "Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan?" Musa menjawab: "Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil".
[QS. Al Baqarah : 002/ 67].
 

*💾📚• روى المفسرون رحمهم الله تعالى:*

أنّ رجلاً من بني إسرائيل قتل قريباً له غنياً ، ليرثه ، وأخفى
قتله له ، ورغب اليهود في معرفة قاتله ، فأمرهم الله أن يذبحوا بقرة ، ويضربوا
بعض القتيل ببعض البقرة ، ليحيا ويخبر عن قاتله ، وقد قاموا بذبح هذه البقرة
بعد تساؤلات بينهم وبين موسى تكشف عن لجاجهم وعنادهم ، ثمّ ضربوا بعض
القتيل بها ، فقام حيّاً وأوداجه تشخب دماً ، وقال : «  قتلني فلان ابن عمي » ،

*🌴✒️• Para Ahli Tafsir rahimahumallAhu ta'ala telah  meriwayatkan :*

Bahwasannya konon ada seorang lelaki Bani Israil yang membunuh saudara/kerabatnya yang kaya, supaya bisa mewarisi hartanya, dan ia menyembunyikan peristiwa pembunuhan terhadap kerabatnya tersebut. Kaum Yahudi ingin mengetahui siapakah pembunuh orang tersebut. (alkisah lalu datanglah Bani Israil itu kepada Nabi Musa untuk meminta petunjuk).

Maka Allah Ta'ala  menyuruh mereka supaya menyembelih seekor sapi betina milik seorang yatim dan dipukulkan kepada mayat tersebut, agar ia dapat hidup kembali dan bisa mengabarkan siapa pembunuhnya. (alkisah lalu, hiduplah orang mati itu dalam sekejap untuk mengabarkan siapakah pembunuh yang sebenarnya).

Dan mereka menyembelih sapi ini
setelah terjadi tanya menanya di antara mereka dan Nabi Musa, maka terungkaplah duduk persoalan mereka dan keinginan keras  mereka, lalu mereka memukulkan pada sebagian anggota tubuh orang mati yang dibunuh tersebut dengan sebagian anggota tubuh sapi yang telah disembelih, kemudian dia bangkit hidup kembali dan urat lehernya berlumuran darah, dan iapun  berkata:

"Anu, sepupuku (anak pamanku), telah membunuhku."


*📚✒️• Imam Ibnu Jarir Ath Thabariy rahimahullAhu ta'ala  meriwayatkannya dalam kitab tafsirnya " Jami'u Al Bayan = Tafsir Ath Thabariy " :*

حَدَّثَنَا بِهِ مُحَمَّد بْن عَبْد الْأَعْلَى قَالَ : ثنا الْمُعْتَمِر بْن سُلَيْمَان , قَالَ : سَمِعْت أَيُّوب , عَنْ مُحَمَّد بْن سِيرِينَ , عَنْ عُبَيْدَة , قَالَ :

كَانَ فِي بَنِي إسْرَائِيل رَجُل عَقِيم أَوْ عَاقِر , قَالَ : فَقَتَلَهُ وَلِيّه , ثُمَّ احْتَمَلَهُ , فَأَلْقَاهُ فِي سِبْط غَيْر سَبْطه . قَالَ : فَوَقَعَ بَيْنهمْ فِيهِ الشَّرّ , حَتَّى أَخَذُوا السِّلَاح . قَالَ : فَقَالَ أُولُو النُّهَى : أَتَقْتَتِلُونَ وَفِيكُمْ رَسُول اللَّه –ﷺ💞– ؟ قَالَ : فَأَتَوْا نَبِيّ اللَّه , فَقَالَ : اذْبَحُوا بَقَرَة ! فَقَالُوا : { أَتَتَّخِذُنَا هُزُوًا قَالَ أَعُوذ ! بِاَللَّهِ أَنْ أَكُون مِنْ الْجَاهِلِينَ . (سورة البقرة : ٠٠٢/ ٦٧). قَالُوا اُدْعُ لَنَا رَبّك يُبَيِّن لَنَا مَا هِيَ قَالَ إنَّهُ يَقُول إنَّهَا بَقَرَة ... } (سورة البقرة : ٠٠٢/ ٦٨)... إلَى قَوْله : { ... فَذَبَحُوهَا وَمَا كَادُوا يَفْعَلُونَ } سورة البقرة : ٠٠٢/ ٧١). قَالَ : فَضُرِبَ فَأَخْبَرَهُمْ بِقَاتِلِهِ . قَالَ : وَلَمْ تُؤْخَذ الْبَقَرَة إلَّا بِوَزْنِهَا ذَهَبًا . قَالَ : وَلَوْ أَنَّهُمْ أَخَذُوا أَدْنَى بَقَرَة لَأَجْزَأَتْ عَنْهُمْ , فَلَمْ يُورَث قَاتِل بَعْد ذَلِكَ .
[رواه الطبري في تفسيره جامع البيان : ج ٢ ص ١٨٣ - ١٨٤ / تفسير سورة البقرة : ٠٠٢ الآية ٦٧ / رقم الحديث : ١١٧٢ / للإمام محمد بن جرير بن يزيد بن كثير بن غالب الآملي، أبو جعفر الطبري (المتوفى: ٣١٠ هـ) / الناشر: مؤسسة الرسالة الطبعة: الأولى، ١٤٢٠ هـ = ٢٠٠٠ مـ].

Telah menceritakan kepada kami dengan hadits itu : Muhammad bin Abdul A'la, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami : Al Mu'tamir bin Sulaiman, ia berkata : Aku mendengar dari  Ayyub. Dari Muhammad bin Sirin. Dari 'Ubaidah, ia berkata :

Ada pada zaman Bani Israil seorang lelaki yang mandul atau keranjingan,

Rawi berkata : lalu walinya membunuhnya, kemudian mengangkutnya, dan menjatuhkannya kedalam tanah lapang yang bukan miliknya,

Rawi berkata : maka terjadilah diantara mereka situasi buruk  dalam masalah lelaki ini, sehingga mereka mengangkat senjata (hendak saling berperang).  

Rawi berkata : kemudian orang yang pandai diantara mereka berkata : akankah kalian akan berperang sedangkan kalian mempunyai utusan Allah (Musa) –ﷺ💞–?

Orang yang pandai (diantara mereka)  berkata : maka kalian datangkanlah NabiyyAllah,

(Setelah NabiyyAllah Musa datang), beliau berkata : sembelihlah sapi!?

Mereka menanyakan : {... Mereka berkata: "Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan?" Musa menjawab: "Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil".  (QS. Al Baqarah : 002/ 67).

Mereka menjawab: "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar Dia menerangkan kepada kami; sapi betina apakah itu ...  (QS. Al Baqarah : 002/ 68)

 .... (sampai pada ucapannya)

... Kemudian mereka menyembelihnya dan hampir saja mereka tidak melaksanakan perintah itu. (QS. Al Baqarah : 002/ 71)

Rawi berkata : walaupun mereka hanya mengambil sapi yang buruk pasti aku akan membalasnya darinya, maka setelah itu orang yang membunuh tidak diwarisi harta setelah kejadian itu.
[HR. Thabariy Dalam Kitab Tafsirnya / Tafsir Surah Al Baqarah : 002/ 67 / No. Hadits : 1172 / Karya Imam Abu Ja'far Ibnu Jarir Ath Thabariy / Mu'assasah Ar Risalah, Cet. Pertama, Th. 1420 H = 2000 M].


*5️⃣👌• Ikan Paus 🐳  Nabi Yunus (Jonah)  'Alaihissalam.*

Ikan paus milik Nabi Yunus As juga akan masuk ke dalam surga. Ia adalah ikan paus yang menelan Nabi Yunus ketika beliau dilempar ke laut karena kapal yang ditumpanginya kelebihan muatan. Setelah menelannya, lalu Allah memerintahkan paus tersebut untuk memuntahkannya kembali di daerah yang tandus.

Ketika keluar dari perut ikan paus, Nabi Yunus As bagaikan anak burung yang baru keluar dari telur (menetas) karena terlalu lemah. Kemudian, Allah SWT mengasihinya dan menumbuhkan sebuah ponon dari jenis pohon labu baginya untuk tempat berteduh Nabi Yunus sehingga membuat ia kuat kembali.

*🌴✍️• Allah Ta'ala Telah Berfirman Dalam (QS. Ash Shaaffat : 037/ 139 - 148)  :*

وَإِنَّ يُونُسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ.

Wa inna Yuunusa laminal mursaliin

139. Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul,

إِذْ أَبَقَ إِلَى الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ.

Idz abaqa ilal fulkil mash huun

140. (ingatlah) ketika ia lari, ke kapal yang penuh muatan,


فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ الۡمُدۡحَضِيۡنَ‌ۚ

Fasaahama fakaana minal mudhadiin

141. kemudian diundi ternyata dia termasuk orang-orang yang kalah (dalam undian).

فَالۡتَقَمَهُ الۡحُوۡتُ وَهُوَ مُلِيۡمٌ

Faltaqamahul huutu wa huwa muliim

142. Maka dia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela.

فَلَوۡلَاۤ اَنَّهٗ كَانَ مِنَ الۡمُسَبِّحِيۡنَۙ

Falaw laaa annahuu kaana minal musabbihiin

143. Maka sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berdzikir (bertasbih) kepada Allah,

لَلَبِثَ فِىۡ بَطۡنِهٖۤ اِلٰى يَوۡمِ يُبۡعَثُوۡنَ‌ۚ

Lalabisa fii batnihiii ilaa Yawmi yub'asuun

144. niscaya dia akan tetap tinggal di perut (ikan itu) sampai hari kebangkitan.

فَنَبَذۡنٰهُ بِالۡعَرَآءِ وَهُوَ سَقِيۡمٌ‌ۚ

Fanabaznaahu bil'araaa'i wa huwa saqiim

145. Kemudian Kami lemparkan dia ke daratan yang tandus, sedang dia dalam keadaan sakit.

وَاَنۡۢبَتۡنَا عَلَيۡهِ شَجَرَةً مِّنۡ يَّقۡطِيۡنٍ‌ۚ

Wa ambatnaa 'alaihi shajaratam mai yaqtiin

146. Kemudian untuk dia Kami tumbuhkan sebatang pohon dari jenis labu.

وَاَرۡسَلۡنٰهُ اِلٰى مِائَةِ اَلۡفٍ اَوۡ يَزِيۡدُوۡنَ‌ۚ

Wa arsalnaahu ilaa mi'ati alfin aw yaziiduun

147. Dan Kami utus dia kepada seratus ribu (orang) atau lebih,

فَاٰمَنُوۡا فَمَتَّعۡنٰهُمۡ اِلٰى حِيۡنٍؕ‏

Fa aamanuu famatta' naahum ilaa hiin

148. sehingga mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu tertentu.
(QS. Ash Shaaffat : 037/ 139 - 148)


*🌴✒️• Dan Allah Ta'ala Telah Berfirman Dalam (QS. Al Qalam : 068/ 48 - 50) :*

فَاصۡبِرۡ لِحُكۡمِ رَبِّكَ وَلَا تَكُنۡ كَصَاحِبِ الۡحُوۡتِ‌ۘ اِذۡ نَادٰى وَهُوَ مَكۡظُوۡمٌؕ‏

Fasbir lihkmi rabbika wa laa takun kasaahibil buut; iz naadaa wa huwa makzuum

48. Maka bersabarlah engkau (Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah engkau seperti (Yunus) orang yang berada dalam (perut) ikan ketika dia berdoa dengan hati sedih.

لَوۡلَاۤ اَنۡ تَدٰرَكَهٗ نِعۡمَةٌ مِّنۡ رَّبِّهٖ لَنُبِذَ بِالۡعَرَآءِ وَهُوَ مَذۡمُوۡمٌ‏

Law laaa an tadaara kahuu ni'matum mir rabbihii lanubiza bil'araaa'i wa huwa mazmuum

49. Sekiranya dia tidak segera mendapat nikmat dari Tuhannya, pastilah dia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela.

فَاجۡتَبٰهُ رَبُّهٗ فَجَعَلَهٗ مِنَ الصّٰلِحِيۡنَ

Fajtabaahu rabbuhuu faja'alahuu minas saalihiin

50. Lalu Tuhannya memilihnya dan menjadikannya termasuk orang yang shalih.
(QS. Al Qalam : 068/ 48 - 50).


*6️⃣👌• Keledai 🦄 Nabi Udzair 'Alaihissalam.*

Nabi Uzair As adalah seorang nabi yang diutus untuk bani Israil (bangsa Yahudi). Kisah tentang keledai milik Nabi Uzair As ini terdapat dalam QS. Al-Baqarah ayat 259.

*🌴📚• Allah Ta'ala Telah Berfirman :*

 أَوْ كَٱلَّذِى مَرَّ عَلَىٰ قَرْيَةٍ وَهِىَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا قَالَ أَنَّىٰ يُحْىِۦ هَٰذِهِ ٱللَّهُ بَعْدَ مَوْتِهَا ۖ فَأَمَاتَهُ ٱللَّهُ مِا۟ئَةَ عَامٍ ثُمَّ بَعَثَهُۥ ۖ قَالَ كَمْ لَبِثْتَ ۖ قَالَ لَبِثْتُ يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ ۖ قَالَ بَل لَّبِثْتَ مِا۟ئَةَ عَامٍ فَٱنظُرْ إِلَىٰ طَعَامِكَ وَشَرَابِكَ لَمْ يَتَسَنَّهْ ۖ وَٱنظُرْ إِلَىٰ حِمَارِكَ وَلِنَجْعَلَكَ ءَايَةً لِّلنَّاسِ ۖ وَٱنظُرْ إِلَى ٱلْعِظَامِ كَيْفَ نُنشِزُهَا ثُمَّ نَكْسُوهَا لَحْمًا ۚ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُۥ قَالَ أَعْلَمُ أَنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

Arab-Latin: Au kallażī marra 'alā qaryatiw wa hiya khāwiyatun 'alā 'urụsyihā, qāla annā yuḥyī hāżihillāhu ba'da mautihā, fa amātahullāhu mi`ata 'āmin ṡumma ba'aṡah, qāla kam labiṡt, qāla labiṡtu yauman au ba'ḍa yaụm, qāla bal labiṡta mi`ata 'āmin fanẓur ilā ṭa'āmika wa syarābika lam yatasannah, wanẓur ilā ḥimārik, wa linaj'alaka āyatal lin-nāsi wanẓur ilal-'iẓāmi kaifa nunsyizuhā ṡumma naksụhā laḥmā, fa lammā tabayyana lahụ qāla a'lamu annallāha 'alā kulli syai`ing qadīr

Artinya : Atau tahukah engkau perihal perumpamaan orang yang melewati suatu desa yang atap rumah-rumahnya berjatuhan, dinding-dindingnya hancur berantakan dan penduduknya binasa, sehingga desa itu menjadi desa mati dan gersang. Orang tersebut heran melihat desa itu dan berkata, “Bagaimana Allah akan menghidupkan penduduk desa ini setelah kematiannya?!” Lalu Allah mematikan orang tersebut selama seratus tahun kemudian menghidupkannya kembali. Lalu Allah bertanya kepadanya, “Berapa lama engkau tinggal di sini?” Ia menjawab, “Aku tinggal di sini selama satu hari atau kurang dari satu hari.” Maka Allah berfirman, “Engkau tinggal di sini selama seratus tahun. Maka lihatlah makanan dan minuman yang engkau bawa. Makanan itu tetap seperti sediakala, tidak berubah sedikitpun. Padahal makanan dan minuman itu biasanya cepat sekali berubah (busuk). Lihatlah keledaimu yang mati. Sungguh Kami hendak menjadikanmu sebagai pertanda bagi manusia yang menunjukkan kekuasaan Allah untuk membangkitkan mereka (dari kematian). Lalu lihatlah tulang-belulang keledaimu yang berserakan dan berjauhan, bagaimana cara Kami mengangkatnya dan menggabungkannya satu sama lain, kemudian Kami balut tulang-belulang itu dengan daging dan Kami hidupkan kembali.” Maka tatkala orang itu melihat kejadian tersebut, dia mendapatkan gambaran yang jelas tentang hakikat masalah itu. Dan dia juga mengetahui kekuasaan Allah. Maka dia pun mengakui hal itu dengan mengatakan, “Aku mengetahui bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”
[QS. Al Baqarah : 002/ 259].

*💾✍️• Menurut sebagian riwayat, orang yang dikisahkan tersebut adalah Nabi 'Udzair 'Alaihissalam.


*7️⃣👌• Semutnya 🐜  Nabi Sulaiman (Solomon) 'Alaihissalam.*

Hewan selanjutnya yang juga pasti masuk ke dalam surga adalah semutnya Nabi Sulaiman 'Alaihissalam. Seperti yang diketahui beliau adalah nabi yang bisa berbicara pada binatang, salah satunya adalah semut.

*📚✍️• Allah Ta'ala Telah Berfirman :*

حَتَّىٰٓ إِذَآ أَتَوْا۟ عَلَىٰ وَادِ ٱلنَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّمْلُ ٱدْخُلُوا۟ مَسَٰكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَٰنُ وَجُنُودُهُۥ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

Arab-Latin: Hattā iżā atau 'alā wādin-namli qālat namlatuy yā ayyuhan-namludkhulụ masākinakum, lā yahṭimannakum sulaimānu wa junụduhụ wa hum lā yasy'urụn

Artinya: Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari";

فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّنۡ قَوۡلِهَا وَقَالَ رَبِّ اَوۡزِعۡنِىۡۤ اَنۡ اَشۡكُرَ نِعۡمَتَكَ الَّتِىۡۤ اَنۡعَمۡتَ عَلَىَّ وَعَلٰى وَالِدَىَّ وَاَنۡ اَعۡمَلَ صَالِحًـا تَرۡضٰٮهُ وَاَدۡخِلۡنِىۡ بِرَحۡمَتِكَ فِىۡ عِبَادِكَ الصّٰلِحِيۡنَ
Fatabassama daahikam min qawlihaa wa qoola Rabbi awzi'nii an ashkura ni'mata kal latiii an'amta 'alaiya wa 'alaa waalidaiya wa an a'mala saalihan tardaahu wa adkhilnii birahmatika fii 'ibaadikas saalihiin

Artinya : Maka dia (Sulaiman) tersenyum lalu tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa, "Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shalih."
[QS. An Naml : 027/ 18 -19].

Semut ini pernah membuat Nabi Sulaiman kagum saat bertanya padanya beberapa pertanyaan. Pertanyaan beliau mengenai rezeki: “Wahai semut apakah engkau yakin ada makanan cukup untuk kamu?”. Semut pun menjawab: “Rizki di tangan Allah, aku percaya rizki di tangan Allah, aku yakin di atas batu kering di padang pasir yang tandus ini ada rizki untukku.”


*8️⃣👌• Burung 🦜 Hud-hud Ratu Bilqis.*

Selain semut, Nabi Sulaiman As juga memiliki kemampuan untuk berbicara dengan burung Hud-hud, yakni sejenis burung pelatuk (bawang : jawa). Burung ini dijadikan kurir oleh Nabi Sulaiman 'Alaihissalam  mengantarkan surat kepada Ratu Balqis dan mengajaknya agar beriman kepada Allah Ta'ala.

Ratu Balqis adalah seorang ratu yang memerintah negeri Saba’ yang beribukota di Ma’rib yang letaknya dekat dengan kota San’a ibukota Yaman sekarang. Kisah ini dapat kita lihat di dalam Al-Qur’an Surat An-Naml : 027 Ayat  20-31.

*🌴✒️• Allah Ta'ala Telah Berfirman :*

وَتَفَقَّدَ الطَّيۡرَ فَقَالَ مَا لِىَ لَاۤ اَرَى الۡهُدۡهُدَ ‌ۖ اَمۡ كَانَ مِنَ الۡغَآٮِٕبِيۡنَ‏

Wa tafaqqadat taira faqoola maa liya laaa aral hud hud, am kaana minal ghaaa'ibiin

20. Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata, "Mengapa aku tidak melihat Hud-hud, apakah ia termasuk yang tidak hadir?

لَاُعَذِّبَـنَّهٗ عَذَابًا شَدِيۡدًا اَوۡ لَا۟اَذۡبَحَنَّهٗۤ اَوۡ لَيَاۡتِيَنِّىۡ بِسُلۡطٰنٍ مُّبِيۡنٍ

La-u'azzibanahuu 'azaaban shadiidan aw la azbahannahuu aw layaatiyannii bisultaanim mubiin

21. Pasti akan kuhukum ia dengan hukuman yang berat atau kusembelih ia, kecuali jika ia datang kepadaku dengan alasan yang jelas."

فَمَكَثَ غَيۡرَ بَعِيۡدٍ فَقَالَ اَحَطْتُّ بِمَا لَمۡ تُحِطۡ بِهٖ وَ جِئۡتُكَ مِنۡ سَبَاٍۢ بِنَبَاٍ يَّقِيۡنٍ‏

Famakasa ghaira ba'iidin faqoola ahattu bimaa lam tuhit bihii wa ji'tuka min Sabaim binaba iny-yaqiin

22. Maka tidak lama kemudian (datanglah Hud-hud), lalu ia berkata, "Aku telah mengetahui sesuatu yang belum engkau ketahui. Aku datang kepadamu dari negeri Saba' membawa suatu berita yang meyakinkan.

اِنِّىۡ وَجَدتُّ امۡرَاَةً تَمۡلِكُهُمۡ وَاُوۡتِيَتۡ مِنۡ كُلِّ شَىۡءٍ وَّلَهَا عَرۡشٌ عَظِيۡمٌ

Innii wajattum ra atan tamlikuhum wa uutiyat min kulli shai'inw wa lahaa 'arshun 'aziim

23. Sungguh, kudapati ada seorang perempuan yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta memiliki singgasana yang besar.

وَجَدْتُّهَا وَقَوۡمَهَا يَسۡجُدُوۡنَ لِلشَّمۡسِ مِنۡ دُوۡنِ اللّٰهِ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيۡطٰنُ اَعۡمَالَهُمۡ فَصَدَّهُمۡ عَنِ السَّبِيۡلِ فَهُمۡ لَا يَهۡتَدُوۡنَۙ

Wajattuhaa wa qawmahaa yasjuduuna lishshamsi min duunil laahi wa zaiyana lahumush Shaitaanu a'maalahum fasaddahum 'anis sabiili fahum laa yahtaduun

24. Aku (burung Hud) dapati dia dan kaumnya menyembah matahari, bukan kepada Allah; dan setan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan (buruk) mereka, sehingga menghalangi mereka dari jalan (Allah), maka mereka tidak mendapat petunjuk,

اَلَّا يَسۡجُدُوۡا لِلّٰهِ الَّذِىۡ يُخۡرِجُ الۡخَبۡءَ فِى السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ وَيَعۡلَمُ مَا تُخۡفُوۡنَ وَمَا تُعۡلِنُوۡنَ

Allaa yasjuduu lillaahil lazii yukhrijul khab'a fis samaawaati wal ardi wa ya'lamu maa tukhfuuna wa maa tu'linuun

25. mereka (juga) tidak menyembah Allah yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan yang kamu nyatakan.

اَللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ رَبُّ الۡعَرۡشِ الۡعَظِيۡمِ ۩

Allaahu laaa ilaaha illaa Huwa Rabbul 'Arshil Aziim

26. Allah, tidak ada tuhan melainkan Dia, Tuhan yang mempunyai ‘Arsy yang agung."

قَالَ سَنَـنۡظُرُ اَصَدَقۡتَ اَمۡ كُنۡتَ مِنَ الۡكٰذِبِيۡنَ

Qoola sananzuru asadaqta am kunta minal kaazibiin

27. Dia (Sulaiman) berkata, "Akan kami lihat, apa kamu benar, atau termasuk yang berdusta.

اِذۡهَبْ بِّكِتٰبِىۡ هٰذَا فَاَلۡقِهۡ اِلَيۡهِمۡ ثُمَّ تَوَلَّ عَنۡهُمۡ فَانْظُرۡ مَاذَا يَرۡجِعُوۡنَ

Izhab bikitaabii haaza fa alqih ilaihim summma tawalla 'anhum fanzur maazaa yarji'uun

28. Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkanlah kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan."

قَالَتۡ يٰۤاَيُّهَا الۡمَلَؤُا اِنِّىۡۤ اُلۡقِىَ اِلَىَّ كِتٰبٌ كَرِيۡمٌ

Qoolat yaaa aiyuhal mala'u innii ulqiya ilaiya kitaabun kariim

29. Dia (Balqis) berkata, "Wahai para pembesar! Sesungguhnya telah disampaikan kepadaku sebuah surat yang mulia."

اِنَّهٗ مِنۡ سُلَيۡمٰنَ وَاِنَّهٗ بِسۡمِ اللّٰهِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِيۡمِۙ

Innahuu min Sulaimaana wa innahuu bismil laahir Rahmaanir Rahiim

30. Sesungguhnya (surat) itu dari Sulaiman yang isinya, "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,

اَلَّا تَعۡلُوۡا عَلَىَّ وَاۡتُوۡنِىۡ مُسۡلِمِيۡنَ

Allaa ta'luu 'alaiya waa tuunii muslimiin

31. janganlah engkau berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri."
[QS. An Naml : 027/ 20 - 31].


*9️⃣👌• Qashwa' (Nama Unta) 🐫 Nabi Muhammad –ﷺ💞–.*

Dalam perjalanan dakwahnya, Rasulullah mengendarai seekor unta 🐫 (yang bernama Qashwa') untuk membawanya hijrah ke Madinah untuk pertama kali dengan sahabatnya Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Unta 🐫 tersebut digunakan sebagai petunjuk dimanakah Rasulullah akan tinggal di Madinah. Unta ini pun berhenti di sebuah rumah milik sahabat yang bernama Abu Ayub Al Anshari. Di rumah inilah Rasulullah –ﷺ💞–  menghabiskan hidupnya sampai akhir hayat.

حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا عَوْفٌ عَنْ ثُمَامَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ :

أَنَّ النَّبِيَّ –ﷺ💞– مَرَّ بِبَعْضِ الْمَدِينَةِ فَإِذَا هُوَ بِجَوَارٍ يَضْرِبْنَ بِدُفِّهِنَّ وَيَتَغَنَّيْنَ وَيَقُلْنَ نَحْنُ جَوَارٍ مِنْ بَنِي النَّجَّارِ يَا حَبَّذَا مُحَمَّدٌ مِنْ جَارِ، فَقَالَ النَّبِيُّ–ﷺ💞– :

*_« يَعْلَمُ اللَّهُ إِنِّي لَأُحِبُّكُنَّ»_*
[رواه ابن ماجه /  (٩) - كتاب النكاح / (٢١) - باب الغناء والدف / رقم الحديث : ١٨٩٩].

Telah menceritakan kepada kami : Hisyam bin 'Ammar, ia berkata; Telah menceritakan kepada kami : Isa bin Yunus, ia berkata; Telah menceritakan kepada kami : 'Auf. Dari Tsumamah bin Abdullah. Dari Anas bin Malik, beliau berkata;

"Nabi –ﷺ💞– melewati sebagian kota Madinah dan menemukan gadis-gadis yang sedang menabuh rebana sambil bernyanyi dan bersenandung, 'Kami gadis-gadis Bani Najjar, alangkah indahnya punya tetangga Muhammad'." Lalu Nabi –ﷺ💞– bersabda:

*_"Allah mengetahui, sungguh aku mencintai mereka."_"
[HR. Ibnu Majah / (9) - Kitabu An Nikahi / (21) - Babu Al Ghina'i Wa Ad Duffi / No. Hadits : 1899].


*📚✍️• Hadits Yang Senada :*

أَخْبَرَنَا أَبُو الْحَسَنِ عَلِيُّ بْنُ عُمَرَ الْحَافِظُ ، ثَنَا أَبُو عَبْدِ اللَّهِ مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ الدُّورِيُّ ، ثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سُلَيْمَانَ بْنِ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي الْوَرْدِ ، ثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ صِرْمَةَ ، ثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ ، عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ ، عَنْ أَنَسٍ قَالَ :

قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ –ﷺ💞–  الْمَدِينَةَ ، فَلَمَّا دَخَلْنَا جَاءَ الْأَنْصَارُ بِرِجَالِهَا وَنِسَائِهَا ، فَقَالُوا : إِلَيْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ . فَقَالَ :

*_«دَعُوا النَّاقَةَ فَإِنَّهَا مَأْمُورَةٌ»._*

فَبَرَكَتْ عَلَى بَابِ أَبِي أَيُّوبَ ، فَخَرَجَتْ جَوَارٍ مِنْ بَنِي النَّجَّارِ يَضْرِبْنَ بِالدُّفُوفِ وَهُنَّ يَقُلْنَ :

*نَحْنُ جَوَارٍ مِنْ بَنِي النَّجَّارْ ## يَا حَبَّذَا مُحَمَّدٌ مِنْ جَارْ*

فَخَرَجَ إِلَيْهِمْ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآله وَسَلَّمَ، فَقَالَ:

*_«أَتُحِبُّونِي؟»_*

فَقَالُوا: إِي وَاللهِ يَا رَسُولَ اللهِ، قال:

*_«أنا وَاللهِ أُحِبُّكُمْ، وَأَنَا وَاللهِ أحبكم، أنا وَاللهِ أُحِبُّكُمْ»_"
[رواه البيهقي في الدلائل النبوة : ج ٢ ص ٥٠٨ / جماع أبواب المبعث / باب من استقبل رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم وصاحبه من أصحابه، ثم استقبال الأنصار إياه ودخوله ونزوله وفرح المسلمين بمجيئه والآيات التي ظهرت في نزوله / الناشر: دار الكتب العلمية - بيروت الطبعة: الأولى - ١٤٠٥ هـ].

Telah mengabarkan kepada kami : Abu Hasan 'Aliy bin 'Umar Al Hafidz. Telah menceritakan kepada kami : Abu 'Abdillah bin Muhammad bin Mukhlad Ad Duriy. Telah menceritakan kepada kami : Muhammad bin Sulaiman bin Isma'il bin Abil Wardi. Telah menceritakan kepada kami : Ibrahim bin Shirmah. Telah menceritakan kepada kami : Yahya bin Sa'id. Dari Ishaq bin 'Abdillah bin Abi Thalhah. Dari Anas radhiyyAllahu 'anhu, beliau berkata :

Rasulullah –ﷺ💞– datang kemadinah, ketika kami masuk datanglah kaum Anshar laki-laki maupun perempuannya, mereka mengatakan : singgahlah kepada kami Ya Rasulallah. Maka Rasulullah bersabda :

*_"Biarkanlah unta ini jalan karena ia diperintah Allah"_*

Kemudian unta tersebut berhenti menderum (njerum : jawa) tepat didepan pintu rumah Abi Ayyub, kemudian keluarlah gadis-gadis dari Bani Najjar yang memukul rebana sambil bernyanyi dan bersenandung :

*"Kami gadis-gadis Bani Najjar ## alangkah indahnya punya tetangga Muhammad'."*

Lalu Rasulullah shallAllahu 'alaihi wa 'alihi wa sallama keluar menemui mereka, kemudian beliau bersabda :

*_"Apakah kalian mencintaiku?_*

Mereka menjawab : Ya,  Demi Allah wahai RasulAllah. Kemudian Rasulullah bersabda :

*_"Demi Allah, aku juga mencintai kalian, Demi Allah, aku juga mencintai kalian, Demi Allah, aku juga mencintai kalian"._*
[HR. Baihaqiy Dalam Kitabnya Ad Dala'ilu An Nubuwwatu : juz 2 hal 508 / Juma'u Abwabi Al Mub'atsi / Babu Man Istaqbala RasulallAhi ShallAllahu 'Alaihi Wa 'Alihi Wa  Sallama Wa Shahibahu Min Ashhabihi, Tsumma Istiqbaali Al Anshari Wa Dukhulihi Wa Nuzulihi Wa Farhi Al Muslimin Bimaji'ihi Wa Al Ayyati Al Latiy Dzhoharat Fi Nuzulihi / Dar Al Kutub Al 'Ilmiyyah, Cet. Pertama, Th. 1405 M].


*💾✒️• Imam Ibnu Hisyam dalam al-Sirah al-Nabawiyyah menuliskan:*

Bahwa ketika Rasulullah –ﷺ💞– sampai di Yatsrib (Madinah), para sahabat Anshor berebut memegang tali kendali unta yang ditunggangi Nabi untuk menjadi tuan rumah bagi tempat singgahnya. Namun Nabi –ﷺ💞– menghendaki agar untanya dibiarkan hingga berhenti sendiri. Pada akhirnya unta itu berhenti tepat di depan rumah dua lantai milik Abu Ayyub al-Anshari.

Tanpa berpikir panjang, Abu Ayyub langsung mengangkat barang bawaan Nabi ke dalam rumahnya. Ia dan keluarganya mempersilahkan Nabi untuk tinggal di bawah, agar Nabi tidak capek naik turun tangga bila ada berbagai keperluan.

Sekali waktu, air tumpah tanpa sengaja di lantai dua. Ummu Ayyub khawatir air itu akan rembes hingga mengenai Nabi. Karena tidak ada kain lain selain sehelai sutera, tanpa pikir panjang Ummu Ayyub menggunakan itu untuk mengeriingkan air.

Seiring waktu Abu Ayyub dan keluarga seringkali berjalan merambat ke pinggir-pinggir lantai karena merasa takut bila mereka berpijak di atas Nabi. Karena merasa tidak nyaman untuk berjalan di atas Nabi, akhirnya Nabi dipersilahkan untuk tinggal di lantai dua dan Abu Ayyub beserta keluarga pindah ke lantai satu.


*🔟👌• Qithmiir  (Anjingnya) 🐕  Ashhabul Kahfi.*

Termasuk hewan yang dijanjikan masuk surga adalah Qithmiir anjing 🐕 milik Ashhabul Kahfi. Ashhabul Kahfi merupakan sosok-sosok pemuda tangguh yang menjaga keimanannya mereka dari raja kafir. Demi menyelamatkan iman, mereka rela mengasingkan diri dan bersembunyi di dalam gua.

Pemuda-pemuda tersebut ditemani oleh seekor anjing 🐶 yang setia. Karena merasa terlalu lelah, akhirnya mereka semua tertidur di dalam gua tersebut. Dikira hanya beberapa saat tertidur, ternyata mereka sudah tertidur selama 300 tahun (309 tahun hijriyah). Kisah para Ashhabul Kahfi ini dapat ditemukan di Surat Al-Kahfi : 018 Ayat 9-22.

*💾🌴• Allah Ta'ala Telah Berfirman :*

اَمۡ حَسِبۡتَ اَنَّ اَصۡحٰبَ الۡـكَهۡفِ وَالرَّقِيۡمِۙ كَانُوۡا مِنۡ اٰيٰتِنَا عَجَبًا

Am hasibta anna Ashaabal Kahfi war Raqiimi kaanuu min Aayaatinaa 'ajabaa

9. Apakah engkau mengira bahwa orang yang mendiami gua, dan (yang mempunyai) raqim itu, termasuk tanda-tanda (kebesaran) Kami yang menakjubkan?

اِذۡ اَوَى الۡفِتۡيَةُ اِلَى الۡـكَهۡفِ فَقَالُوۡا رَبَّنَاۤ اٰتِنَا مِنۡ لَّدُنۡكَ رَحۡمَةً وَّهَيِّئۡ لَـنَا مِنۡ اَمۡرِنَا رَشَدًا

Iz awal fityatu ilal Kahfi faqooluu Rabbanaaa aatinaa mil ladunka rahmatanw wa haiyi' lanaa min amrinaa rashadaa

10. (Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, "Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami."

فَضَرَبۡنَا عَلٰٓى اٰذَانِهِمۡ فِى الۡـكَهۡفِ سِنِيۡنَ عَدَدًا ۙ‏

Fadarabnaa 'alaaa aazaanihim fil Kahfi seniina 'adadaa

11. Maka Kami tutup telinga mereka di dalam gua itu, selama beberapa tahun.

ثُمَّ بَعَثۡنٰهُمۡ لِنَعۡلَمَ اَىُّ الۡحِزۡبَيۡنِ اَحۡصٰى لِمَا لَبِثُوۡۤا اَمَدًا

Summa ba'asnaahum lina'lama ayyul hizbaini ahsaa limaa labisuuu amadaa

12. Kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah di antara ke dua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal (dalam gua itu).

نَحۡنُ نَقُصُّ عَلَيۡكَ نَبَاَهُمۡ بِالۡحَـقِّ‌ؕ اِنَّهُمۡ فِتۡيَةٌ اٰمَنُوۡا بِرَبِّهِمۡ وَزِدۡنٰهُمۡ هُدًى‌ۖ

Nahnu naqussu 'alaika naba ahum bilhaqq; innahum fityatun aamanuu bi Rabbihim wa zidnaahum hudaa

13. Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka.

وَّرَبَطۡنَا عَلٰى قُلُوۡبِهِمۡ اِذۡ قَامُوۡا فَقَالُوۡا رَبُّنَا رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ لَنۡ نَّدۡعُوَا۫ مِنۡ دُوۡنِهٖۤ اِلٰهًـا‌ لَّـقَدۡ قُلۡنَاۤ اِذًا شَطَطًا‏

Wa rabatnaa 'alaa quluu bihim iz qoomuu faqooluu Rabbunaa Rabbus samaawaati wal ardi lan nad'uwa min duunihiii ilaahal laqad qulnaaa izan shatataa

14. Dan Kami teguhkan hati mereka ketika mereka berdiri lalu mereka berkata, "Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi; kami tidak menyeru tuhan selain Dia. Sungguh, kalau kami berbuat demikian, tentu kami telah mengucapkan perkataan yang sangat jauh dari kebenaran."

هٰٓؤُلَاۤءِ قَوۡمُنَا اتَّخَذُوۡا مِنۡ دُوۡنِهٖۤ اٰلِهَةً‌ ؕ لَوۡ لَا يَاۡتُوۡنَ عَلَيۡهِمۡ بِسُلۡطٰنٍۢ بَيِّنٍ‌ ؕ فَمَنۡ اَظۡلَمُ مِمَّنِ افۡتَـرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا

Haaa'ulaaa'i qawmunat takhazuu min duunihiii aalihatal law laa yaatuuna 'alaihim bisultaanim baiyin; faman azlamu mimmaniftaraa 'alal laahi kazibaa

15. Mereka itu kaum kami yang telah menjadikan tuhan-tuhan (untuk disembah) selain Dia. Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang jelas (tentang kepercayaan mereka)? Maka siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah?

وَاِذِ اعۡتَزَلۡـتُمُوۡهُمۡ وَمَا يَعۡبُدُوۡنَ اِلَّا اللّٰهَ فَاۡوٗۤا اِلَى الۡـكَهۡفِ يَنۡشُرۡ لَـكُمۡ رَبُّكُمۡ مِّنۡ رَّحۡمَتِهٖ وَيُهَيِّئۡ لَـكُمۡ مِّنۡ اَمۡرِكُمۡ مِّرۡفَقًا

Wa izi'tazal tumuuhum wa maa ya'buduuna illal laaha faawuuu ilal kahfi yanshur lakum Rabbukum mir rahmatihii wa yuhaiyi' lakum min amrikum mirfaqa

16. Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusanmu.

وَتَرَى الشَّمۡسَ اِذَا طَلَعَتۡ تَّزٰوَرُ عَنۡ كَهۡفِهِمۡ ذَاتَ الۡيَمِيۡنِ وَاِذَا غَرَبَتۡ تَّقۡرِضُهُمۡ ذَاتَ الشِّمَالِ وَهُمۡ فِىۡ فَجۡوَةٍ مِّنۡهُ‌ ؕ ذٰ لِكَ مِنۡ اٰيٰتِ اللّٰهِ‌ ؕ مَنۡ يَّهۡدِ اللّٰهُ فَهُوَ الۡمُهۡتَدِ ‌ۚ وَمَنۡ يُّضۡلِلۡ فَلَنۡ تَجِدَ لَهٗ وَلِيًّا مُّرۡشِدًا

Wa tarash shamsa izaa tala'at tazaawaru 'an kahfihim zaatal yamiini wa izaa gharabat taqriduhum zaatash shimaali wa hum fii fajwatim minh; zaalika min Aayaatillaah; mai yahdil laahu fahuwal muhtad, wa mai yudlil falan tajida lahuu waliyyam murshidaa

17. Dan engkau akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan apabila matahari itu terbenam, menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas di dalam (gua) itu. Itulah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa disesatkan-Nya, maka engkau tidak akan mendapatkan seorang penolong yang dapat memberi petunjuk kepadanya.

وَ تَحۡسَبُهُمۡ اَيۡقَاظًا وَّهُمۡ رُقُوۡدٌ ‌‌ۖ وَنُـقَلِّبُهُمۡ ذَاتَ الۡيَمِيۡنِ وَ ذَاتَ الشِّمَالِ‌‌ ۖ وَكَلۡبُهُمۡ بَاسِطٌ ذِرَاعَيۡهِ بِالۡوَصِيۡدِ‌ ؕ لَوِ اطَّلَعۡتَ عَلَيۡهِمۡ لَوَلَّيۡتَ مِنۡهُمۡ فِرَارًا وَّلَمُلِئۡتَ مِنۡهُمۡ رُعۡبًا

Wa tahsabuhum ayqoozanw wa hum ruquud; wa nuqallibuhum zaatal yamiini wa zaatash shimaali wa kalbuhum baasitun ziraa'ayhi bilwasiid; lawit tala'ta 'alaihim la wallaita minhum firaaranw wa lamuli'ta minhum rubaa

18. Dan engkau mengira mereka itu tidak tidur, padahal mereka tidur; dan Kami bolak-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka membentangkan kedua lengannya di depan pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentu kamu akan berpaling melarikan (diri) dari mereka dan pasti kamu akan dipenuhi rasa takut terhadap mereka.

وَكَذٰلِكَ بَعَثۡنٰهُمۡ لِيَتَسَآءَلُوۡا بَيۡنَهُمۡ‌ ؕ قَالَ قَآٮِٕلٌ مِّنۡهُمۡ كَمۡ لَبِثۡتُمۡ ؕ قَالُوۡا لَبِثۡنَا يَوۡمًا اَوۡ بَعۡضَ يَوۡمٍ‌ ؕ قَالُوۡا رَبُّكُمۡ اَعۡلَمُ بِمَا لَبِثۡتُمۡ ؕ فَابۡعَثُوۡۤا اَحَدَكُمۡ بِوَرِقِكُمۡ هٰذِهٖۤ اِلَى الۡمَدِيۡنَةِ فَلۡيَنۡظُرۡ اَيُّهَاۤ اَزۡكٰى طَعَامًا فَلۡيَاۡتِكُمۡ بِرِزۡقٍ مِّنۡهُ وَلۡيَتَلَطَّفۡ وَلَا يُشۡعِرَنَّ بِكُمۡ اَحَدًا

Wa kazaalika ba'asnaahum liyatasaaa'aluu bainahum; qoola qooa'ilum minhum kam labistum qooluu labisnaa yawman aw ba'da yawm; qooluu Rabbukum a'almu bimaa labistum fab'asuuu ahadakum biwariqikum haazihii ilal madiinati falyanzur ayyuhaaa azkaa ta'aaman fal

19. Dan demikianlah Kami bangunkan mereka, agar di antara mereka saling bertanya. Salah seorang di antara mereka berkata, "Sudah berapa lama kamu berada (di sini)?" Mereka menjawab, "Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari." Berkata (yang lain lagi), "Tuhanmu lebih mengetahui berapa lama kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, dan bawalah sebagian makanan itu untukmu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan jangan sekali-kali menceritakan halmu kepada siapa pun.

اِنَّهُمۡ اِنۡ يَّظۡهَرُوۡا عَلَيۡكُمۡ يَرۡجُمُوۡكُمۡ اَوۡ يُعِيۡدُوۡكُمۡ فِىۡ مِلَّتِهِمۡ وَلَنۡ تُفۡلِحُوۡۤا اِذًا اَبَدًا‏

Innahum iny yazharuu 'alaikum yarjumuukum aw yu'iiduukum fii millatihim wa lan tuflihuuu izan abadaa

20. Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melempari kamu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama-lamanya."

وَكَذٰلِكَ اَعۡثَرۡنَا عَلَيۡهِمۡ لِيَـعۡلَمُوۡۤا اَنَّ وَعۡدَ اللّٰهِ حَقٌّ وَّاَنَّ السَّاعَةَ لَا رَيۡبَ فِيۡهَا ‌ۚ اِذۡ يَتَـنَازَعُوۡنَ بَيۡنَهُمۡ اَمۡرَهُمۡ‌ فَقَالُوۡا ابۡنُوۡا عَلَيۡهِمۡ بُنۡيَانًـا ‌ ؕ رَبُّهُمۡ اَعۡلَمُ بِهِمۡ‌ؕ قَالَ الَّذِيۡنَ غَلَبُوۡا عَلٰٓى اَمۡرِهِمۡ لَـنَـتَّخِذَنَّ عَلَيۡهِمۡ مَّسۡجِدًا

Wa kazaalika a'sarnaa 'alaihim liya'lamuuu anna wa'dal laahi haqqunw wa annas Saa'ata laa raiba fiihaa iz yatanaaza'uuna bainahum amrahum faqoolub nuu 'alaihim bunyaanaa; Rabbuhum a'lamu bihim; qoolal laziina ghalabuu 'alaaa amrihim lanat takhizanna 'alai

21. Dan demikian (pula) Kami perlihatkan (manusia) dengan mereka, agar mereka tahu, bahwa janji Allah benar, dan bahwa (kedatangan) hari Kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika mereka berselisih tentang urusan mereka, maka mereka berkata, "Dirikanlah sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka." Orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata, "Kami pasti akan mendirikan sebuah rumah ibadah di atasnya."

سَيَـقُوۡلُوۡنَ ثَلٰثَةٌ رَّابِعُهُمۡ كَلۡبُهُمۡ‌ۚ وَيَقُوۡلُوۡنَ خَمۡسَةٌ سَادِسُهُمۡ كَلۡبُهُمۡ رَجۡمًۢا بِالۡغَيۡبِ‌ۚ وَيَقُوۡلُوۡنَ سَبۡعَةٌ وَّثَامِنُهُمۡ كَلۡبُهُمۡ‌ؕ قُلْ رَّبِّىۡۤ اَعۡلَمُ بِعِدَّتِهِمۡ مَّا يَعۡلَمُهُمۡ اِلَّا قَلِيۡلٌ فَلَا تُمَارِ فِيۡهِمۡ اِلَّا مِرَآءً ظَاهِرًا وَّلَا تَسۡتَفۡتِ فِيۡهِمۡ مِّنۡهُمۡ اَحَدًا

Sa yaquuluuna salaasatur raabi'uhum kalbuhum wa yaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajmam bilghaib; wa yaquuluuna sab'atunw wa saaminuhum kalbuhum; qur Rabbiii a'lamu bi'iddatihim maa ya'lamuhum illaa qaliil; falaa tumaari fiihim illaa miraaa'an zaa

22. Nanti (ada orang yang akan) mengatakan, "(Jumlah mereka) tiga (orang), yang ke empat adalah anjingnya," dan (yang lain) mengatakan, "(Jumlah mereka) lima (orang), yang ke enam adalah anjingnya," sebagai terkaan terhadap yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan, "(Jumlah mereka) tujuh (orang), yang ke delapan adalah anjingnya." Katakanlah (Muhammad), "Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit." Karena itu janganlah engkau (Muhammad) berbantah tentang hal mereka, kecuali perbantahan lahir saja dan jangan engkau menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada siapa pun.
[QS. Al Kahfi : 018/ 9 - 22].


*1️⃣1️⃣👌• Srigala 🐺 Nabi Yusuf (Josef) 'Alaihissalam.*

Yang jadi kambing 🐐 hitam tentang kematian Nabi Yusuf 'Alaihissalam, padahal dia tidak tahu apa2.

*📚✒️• Allah Ta'ala Telah Berfirman :*

قَالُوْا يٰٓاَبَانَآ اِنَّا ذَهَبْنَا نَسْتَبِقُ وَتَرَكْنَا يُوْسُفَ عِنْدَ مَتَاعِنَا فَاَكَلَهُ الذِّئْبُۚ وَمَآ اَنْتَ بِمُؤْمِنٍ لَّنَا وَلَوْ كُنَّا صٰدِقِيْنَ

qālụ yā abānā innā żahabnā nastabiqu wa taraknā yụsufa ‘inda matā’inā fa akalahuż-żi`b, wa mā anta bimu`minil lanā walau kunnā ṣādiqīn

Artinya : Mereka berkata, “Wahai ayah kami! Sesungguhnya kami pergi berlomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala; dan engkau tentu tidak akan percaya kepada kami, sekalipun kami berkata benar.”

وَجَاۤءُوْ عَلٰى قَمِيْصِهٖ بِدَمٍ كَذِبٍۗ قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ اَنْفُسُكُمْ اَمْرًاۗ فَصَبْرٌ جَمِيْلٌ ۗوَاللّٰهُ الْمُسْتَعَانُ عَلٰى مَا تَصِفُوْنَ

wa jā`ụ ‘alā qamīṣihī bidaming każib, qāla bal sawwalat lakum anfusukum amrā, fa ṣabrun jamīl, wallāhul-musta’ānu ‘alā mā taṣifụn

Artinya : Dan mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) darah palsu. Dia (Yakub) berkata, “Sebenarnya hanya dirimu sendirilah yang memandang baik urusan yang buruk itu; maka hanya bersabar itulah yang terbaik (bagiku). Dan kepada Allah saja memohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan.”
[QS. Yusuf : 012/ 17 - 18].


*📚✍️• وأفاد الدكتور على جمعة :

أن أخوة يوسف - عليه السلام- عندما ألقوه في بئر يسمي بجب الأحزان وجاءوا إلى أبيهم بالقميص الملطخ بالدم وكذبهم أتوا إليه بالذئب فنطق بين يديه على سبيل المعجزة، فسأله لأنه لم يكن يصدق ما فعلوه: " لما تأكل ابني؟" ، فأجابه: " ما أكلت ابنك وأبناء الأنبياء محرمون علي" فأذن له بالذهاب، ونادي لأولاده وقال لهم: " بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنفُسُكُمْ أَمْرًا ۖ فَصَبْرٌ جَمِيلٌ ۖ وَاللَّهُ الْمُسْتَعَانُ عَلَىٰ مَا تَصِفُونَ"، ( سورة يوسف: ٠١٢ الآية ١٨).

*🌴✒️• DR. Syaikh Aliy Jum'ah memberikan faidah :*

Bahwa saudara - saudara Nabi Yusuf -'Alaihissalam- ketika mereka menjatuhkannya kedalam sumur yang dinamakan sumur Ahzan, dan mereka mendatangi bapak mereka dengan membawa gamis yang diolesi darah, mereka berdusta, mereka datang pada Nabi Ya'qub dengan membawa seekor  srigala, dengan jalan mu'jizat srigala tersebut dapat bicara dihadapan Nabi Ya'qub, kemudian Nabi Ya'qub bertanya kepadanya karena beliau tidak percaya dengan apa yang dilakukan saudara-saudara Nabi Yusuf terhadapnya. Nabi Ya'qub bertanya kepada srigala tersebut :

*_"Kenapa kamu memakan anakku?"_*

Maka srigala tersebut menjawabnya :

*"Aku tidak memakan anak anda atau anak-anak para nabi yang mulia-mulia dihadapanku."*

Maka Nabi Ya'qub mengizinkan srigala  tersebut untuk pergi, dan beliau memanggil putra-putranya, beliau berkata kepada mereka :

*_" ... "Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu; maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan"._*(QS. Yusuf : 012/ 18).
 [Faidah Oleh DR. Syaikh Aliy Jum'ah].


*1️⃣2️⃣👌• Buroq Ar Rasul Muhammad –ﷺ💞–.

Diantara bentuk dan sifat buraq yang disebutkan dalam hadis shahih,

Bentuknya seperti binatang tunggangan

Ukurannya lebih tinggi dari keledai dan lebih pendek dari bighal. (Bighal adalah peranakan hasil perkawinan antara kuda dengan keledai)

Berwarna putih

Langkah kakinya, sejauh ujung pandangannya.

Bisa diikat sebagaimana layaknya hewan tunggangan

Diantara hadis yang menceritakan sifat-sifat di atas,

*1] 👌• Hadits dari Malik bin Sha’sha’ah radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan kejadian isra mi’raj. Salah satu cuplikan kisahnya, dalam hadits yang panjang :

« ... وَأُتِيتُ بِدَابَّةٍ أَبْيَضَ، دُونَ البَغْلِ وَفَوْقَ الحِمَارِ: البُرَاقُ ... الحديث.
[رواه البخاري / كتاب مناقب الأنصار     / بَاب الْمِعْرَاجِ / رقم الحديث: ٣٦٧٤].
 
"... dibawakan kepadaku hewan tunggangan berwarna putih, lebih pendek dari bighal dan lebih tinggi dari pada keledai. Yaitu buraq... Al Hadits.
[HR. Bukhariy / Kitabu Manaqibi Al Anshari / Babu Al Mi'raji / No. Hadits : 3674].


*2]👌• Hadits dari Malik radhiyyAllahu 'anhu, diriwayatkan bahwasannya  –ﷺ💞– bersabda, dalam hadits yang panjang pula :

« ... ثُمَّ أُتِيتُ بِدَابَّةٍ أَبْيَضَ، يُقَالُ لَهُ: الْبُرَاقُ، فَوْقَ الْحِمَارِ، وَدُونَ الْبَغْلِ، يَقَعُ خَطْوُهُ عِنْدَ أَقْصَى طَرْفِهِ، فَحُمِلْتُ عَلَيْه ...» الحديث.
[رواه أحمد. ومسلم واللفظ له / كتاب الإيمان / بَاب الْإِسْرَاءِ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى السَّمَاوَاتِ وَفَرْضِ الصَّلَوَاتِ / رقم الحديث : ٢٣٨].

" ... kemudian dibawakan kepadaku seekor hewan tunggangan putih, namanya Buraq. Lebih tinggi dari pada keledai dan lebih pendek dari bighal. Satu langkah kakinya di ujung pandangannya. Lalu aku dinaikkan di atasnya ...." Al Hadits.
(HR. Ahmad No. Hadits : 17835. Muslim Dan Teks Hadits Miliknya / Kitabu Al Imani / Babu Al Isra'i Birasulillahi ShallAllahu 'Alaihi Wa Sallama Ila As Samawati Wa Fardhi  Ash Shalawati / No. Hadits : 238].


*3] 👌• Sesampainya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di masjidil aqsha, beliau shallallahu ’alai wa salam mengikat buraqnya di tempat yang biasa digunakan para nabi untuk mengikat tunggangannya. Beliau mengatakan :

«... فَرَبَطْتُهُ بِالْحَلْقَةِ الَّتِي يَرْبِطُ بِهِ الْأَنْبِيَاءُ ... » الحديث.
[رواه مسلم / كتاب الإيمان / بَاب الْإِسْرَاءِ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى السَّمَاوَاتِ وَفَرْضِ الصَّلَوَاتِ / رقم الحديث : ١٦٢].

" ... Aku mengikat buraq di salah satu pintu masjid baitul maqdis, tepat di mana para nabi mengikatkan hewan tunggangan mereka ... " Al Hadits.
[HR. Muslim Dan Teks Hadits Miliknya / Kitabu Al Imani / Babu Al Isra'i Birasulillahi ShallAllahu 'Alaihi Wa Sallama Ila As Samawati Wa Fardhi  Ash Shalawati / No. Hadits : 162. Dan Abu Ya’la Dalam Kitab  Musnadnya No. Hadits : 3375].


Buraq berasal dari kata 'barqu' yang memiliki arti "kilat". Jika 'barqu' adalah kilat, maka Buraq diasumsikan sebagai kendaraan yang kecepatannya diatas kilat atau kecepatannya melebihi gerakan cahaya.


*🌴✍️• Imam An Nawawiy Asy Syafi'iy rahimahumallAhu ta'ala dalam kitabnya " Al Minhaj Syarhu Shahih Muslim "  mengatakan :*

قَالَ أَهْلُ اللُّغَةِ : الْبُرَاقُ اسْمُ الدَّابَّةِ الَّتِي رَكِبَهَا رَسُولُ اللَّهِ –ﷺ💞– لَيْلَةَ الْإِسْرَاءِ ...

وَقِيلَ سُمِّيَ بِذَلِكَ لِشِدَّةِ صَفَائِهِ وَتَلَأْلُئِهِ وَبَرِيقِهِ وَقِيلَ لِكَوْنِهِ أَبْيَضَ
[انظر كتاب المنهاج شرح صحيح مسلم: ج ٢ ص ٢١٠ / كتاب الايمان / (باب الإسراء برسول الله صلى الله عليه وسلم (إلى / للإمام أبو زكريا محيي الدين يحيى بن شرف النووي (المتوفى: ٦٧٦ هـ) / الناشر: دار إحياء التراث العربي - بيروت الطبعة: الثانية، ١٣٩٢ هـ].

Ahli Lughah (bahasa) berkata : Al Buraq adalah nama binatang yang dikendarai oleh Rasulullah –ﷺ💞– pada malam isra' ....

Dikatakan : dinamakan begitu karena sangat mengkilat warnanya, menyilaukannya,  dan cepatnya. Dikatakan : dikarenakan adanya Buraq warnanya sangat putih.
[Lihat Kitab Al Minhaj Syarhu Shahih Muslim : juz 2 hal 210 / Kitabu Al Imani / Babu Al Isra'i Birasulillahi –ﷺ💞– Ila As Samawati Wa Fardhi Ash Shalawati / Karya Imam An Nawawiy Asy Syafi'iy / Dar Ihya'i At Turats Al 'Arabiy - Beirut, Cet. Pertama, Th. 1392 H].


*💾✍️• Imam Ibnu Hajar Al-Asqolaniy Asy Syafi'iy rahimahumallAhu ta'ala dalam kitabnya " Fathu Al Bariy Syarhu Shahih Al Bukhariy " mengatakan :*

سمي بذلك إِمَّا لاشتقاقه من الْبَرْق لسرعته وَإِمَّا لشدَّة بياضه.
[انظر كتاب فتح الباري شرح صحيح البخاري : ج ١ ص ٨٧ /  المقدمة / قوله إنما البدل / للإمام أحمد بن علي بن حجر أبو الفضل العسقلاني الشافعي / الناشر: دار المعرفة - بيروت، ١٣٧٩ هـ].

Dinamakan demikian (Buraq) adakalanya  karena kecepatan melesatnya seperti kilat ( بَرْقٌ barq), dan  adakalanya dinamakan buraq karena warna badannya yang putih.
[Lihat Kitab Fathu Al Bariy Syarhu Shahih Al Bukhariy : juz 1 hal 78 / Al Muqaddimah / Qauluhu : Innama Al Badlu / Karya Imam Ahmad Bin Hajar Al-Asqolaniy Asy Syafi'iy / Dar Al Ma'rifah - Beirut, Th. 1379 H].


*📚✍️• Hadits Selanjutnya Yang Menjelaskan Buroq Dalam Peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad –ﷺ💞– :*

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ: أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ: أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسٍ :

" أَنَّ النَّبِيَّ –ﷺ💞– أُتِيَ بِالبُرَاقِ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِهِ مُلْجَمًا مُسْرَجًا، فَاسْتَصْعَبَ عَلَيْهِ، فَقَالَ لَهُ جِبْرِيلُ: أَبِمُحَمَّدٍ تَفْعَلُ هَذَا؟ فَمَا رَكِبَكَ أَحَدٌ أَكْرَمُ عَلَى اللَّهِ مِنْهُ "، قَالَ: «فَارْفَضَّ عَرَقًا»

هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ، وَلَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ حَدِيثِ عَبْدِ الرَّزَّاقِ.
[رواه أحمد رقم الحديث : ٢١٢١١. والترمذي واللفظ له /  (٤٤) - أبواب تفسير القرآن / باب: ومن سورة بني إسرائيل / رقم الحديث : ٣١٣١].

Telah menceritakan kepada kami : Ishaq bin Manshur. Telah mengkhabarkan kepada kami :  Abdurrazzaq. Telah mengkhabarkan kepada kami :  Ma'mar. Dari Qatadah. Dari Anas radhiyyAllahu 'anhu :

*"Bahwa Nabi –ﷺ💞– ketika di Isra`kan, beliau diberi Buraq yang lengkap dengan tali (kendali) dan pelana, tetapi ia mempersulit beliau (tidak mau ditunggangi) lalu Jibril berkata padanya: Patutkah kamu lakukan ini pada Muhammad, padahal belum ada yang menunggangimu paling mulia disisi Allah selain Muhammad? Beliau bersabda: Lantas mengalirlah keringatnya."*

Abu Isa (At Tirmidziy) mengatakan bahwa hadis ini hasan gharib., kami hanya mengetahuinya dari hadis Abdurrazzaq.
[HR. Ahmad No. Hadits : 12211. Teks Hadits Riwayat Tirmidziy / (44) - Abwabu Tafsiri Al Qur'ani / Babu : Wa Min Surati Bani Isra'il / No. Hadits : 3131].


*🌴✒️• Mengenai sosok Buraq seperti disebutkan dalam hadits berikut yakni berwarna putih dan tingginya lebih tinggi dari hewan keledai.

حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ حَدَّثَنَا ثَابِتٌ الْبُنَانِيُّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ :

*«أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ –ﷺ💞–  قَالَ أُتِيتُ بِالْبُرَاقِ وَهُوَ دَابَّةٌ أَبْيَضُ طَوِيلٌ فَوْقَ الْحِمَارِ وَدُونَ الْبَغْلِ يَضَعُ حَافِرَهُ عِنْدَ مُنْتَهَى طَرْفِهِ قَالَ فَرَكِبْتُهُ حَتَّى أَتَيْتُ بَيْتَ الْمَقْدِسِ قَالَ فَرَبَطْتُهُ بِالْحَلْقَةِ الَّتِي يَرْبِطُ بِهِ الْأَنْبِيَاءُ قَالَ ثُمَّ دَخَلْتُ الْمَسْجِدَ فَصَلَّيْتُ فِيهِ رَكْعَتَيْنِ ... الحديث».*
[رواه مسلم / كتاب الايمان / بَاب الْإِسْرَاءِ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى السَّمَاوَاتِ وَفَرْضِ الصَّلَوَاتِ / رقم الحديث : ١٦٢].

Telah menceritakan kepada kami Syaiban bin Farrukh(1) telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah(2) telah menceritakan kepada kami Tsabit al-Bunani(3) dari Anas bin Malik radhiyyAllahu 'anhu :

*"Bahwa Rasulullah –ﷺ💞– pernah bersabda seperti berikut: Didatangkan kepadaku Buraq, yaitu seekor hewan yang berwarna putih; tubuhnya lebih tinggi dari keledai, tetapi lebih rendah dari begal. Ia meletakkan kedua kaki depannya di ufuk batas jangkauan penglihatannya. Aku menaikinya dan Jibril membawaku berjalan hingga sampailah aku di Baitul Muqaddas. Lalu aku menambatkan hewan itu di lingkaran tempat para nabi biasa menambatkan hewan tunggangannya. Aku mema­suki masjid dan melakukan shalat dua rakaat di dalamnya, sesudah itu aku keluar ... Al Hadits.
[HR. Muslim / Kitabu Al Imani / Babu Al Isra'i Birasulillahi –ﷺ💞– Ila As Samawati Wa Fardhi Ash Shalawati / No. Hadits : 162].


*💾✍️• Imam An Nawawiy Asy Syafi'iy rahimahumallAhu ta'ala dalam kitabnya " Al Minhaj Syarhu Shahih Muslim "  mengatakan :*

قَالَ أَهْلُ اللُّغَةِ الْبُرَاقُ اسْمُ الدَّابَّةِ الَّتِي رَكِبَهَا رَسُولُ اللَّهِ –ﷺ💞– لَيْلَةَ الْإِسْرَاءِ,

قَالَ الزَّبِيدِيُّ فِي مُخْتَصَرِ الْعَيْنِ وَصَاحِبُ التَّحْرِيرِ : هِيَ دَابَّةٌ كَانَ الْأَنْبِيَاءُ صَلَوَاتُ اللَّهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِمْ يركبونها
[انظر كتاب المنهاج شرح صحيح مسلم: ج ٢ ص ٢١٠ / كتاب الايمان / (باب الإسراء برسول الله صلى الله عليه وسلم (إلى / للإمام أبو زكريا محيي الدين يحيى بن شرف النووي (المتوفى: ٦٧٦ هـ) / الناشر: دار إحياء التراث العربي - بيروت الطبعة: الثانية، ١٣٩٢ هـ].

Ahli Lughah (bahasa) berkata : Al Buraq adalah nama binatang yang dikendarai oleh Rasulullah –ﷺ💞– pada malam isra'.

Imam Az Zabidiy dalam kitab " Al Mukhtashar Al 'Aini " dan Pengarang kitab " At Tahrir " mengatakan : ia (Buroq) adalah binatang para Nabi Shalawatullahi Wa Salamuhu 'Alaihim yang mereka mengendarainya ...
[Lihat Kitab Al Minhaj Syarhu Shahih Muslim : juz 2 hal 210 / Kitabu Al Imani / Babu Al Isra'i Birasulillahi –ﷺ💞– Ila As Samawati Wa Fardhi Ash Shalawati / Karya Imam An Nawawiy Asy Syafi'iy / Dar Ihya'i At Turats Al 'Arabiy - Beirut, Cet. Pertama, Th. 1392 H].


*💾✍️• Imam Ibnu Ishaq, dalam biografi RasulullAh –ﷺ💞– menyebutkan :*

"Suatu malam, Malaikat Jibril membawa Muhammad naik kendaraan samawi yang disebut Buraq; kemudian, Muhammad mengadakan perjalanan bersama Jibril, dan dalam peristiwa Isra ini, kepada Nabi –ﷺ💞–
diperlihatkan pelbagai keajaiban di langit dan di bumi, dalam perjalanan ke Yerusalem."


*💾✍️•Al 'Alamah Imam Abu Barkah Sayyidi Ahmad Ad Dardir Al Malikiy rahimahullAhu ta'ala dalam kitab " Hasyiyyah Ad Dardir 'Ala Qishati Al Mi'raj Lil Imam Najmuddin Al Ghaithiy " mengatakan :*

قالوا : الدوبُّ التي تدخل الجنة من ذوات الدنيا عشرة :

q       البراق

q       ناقة صالح

q       حمار العزيز

q       عجل الخليل

q       كبش إسماعيل

q       هدهد سليمان

q       نملة سليمان

q       كلب اهل الكهف

q       حوت يونس

q       (وبقرة بني إسرائيل) ، فأبدل ناقة النبي (–ﷺ💞–) بالبراق،
[انظر كتاب حاشية أبي البركات سيدي أحمد الدردير على قصة المعراج للإمام العلامة نجم الدين الغيطي].

Mereka mengatakan binatang yang masuk surga dari jenis binatang didunia berjumlah 10 : 1). Al Buraq, 2). Unta 🐫 Nabi Shalih, 3). Himar (Keledai) 🦄Nabi 'Uzair, 4). 'Ajlun (Anak Sapi) 🐄 Nabi Ibrahim,  5). Kambing Gibas 🐑Nabi Isma'il, 6). Burung Hud Hud 🦜 Nabi Sulaiman, 7). Semut 🐜 Nabi Sulaiman, 8). Anjing 🐕 Ashabul Kahfi, 9). Hut (Ikan Paus) 🐳 Nabi Yunus, 10). Sapi 🐄 Bani Isra'il, maka menggantikan unta Nabi –ﷺ💞– dengan Al Buraq.
[Lihat Kitab Hasyiyyah Abi Barkah Ahmad Ad Dardir 'Ala Qishatu Al Mi'raj Lil Imam Al 'Alamah Najmuddin Al 'Ghaithiy].


*📚👌• Sebagian Dari Para Ulama' Tentang Hewan Hewan Yang Telah Masuk Surga Menggubahnya Dalam Bentuk Bait Bait Syair Yang Bunyinya :*

بُراقُ شفيعِ الخلق ناقةُ صالح * وعجل لإبراهيم كبشٌ لنجلِهِ

وهُدْهُد بلقيسٍ ونملةُ بَعْلِها * حمارُ عُزَيْرٍ كلب كهفٍ كمثله

وحوتُ ابنِ متَّى ثم باقورةُ لمن * يَبَرُّ بأمٍّ في رَخَاهُ ومَحْلهِ

فهاتيك عَشرُ في الجنانِ وغيرُها * يصير تُراباً يومَ حشرٍ لكلِّهِ


*🄱]• ★᭄ꦿ᭄ꦿ
🄷🄴🅆🄰🄽 🅈🄰🄽🄶 🄼🄰🅂🅄🄺 🅂🅄🅁🄶🄰 🄼🄴🄽🅄🅁🅄🅃 🅂🅈🄸'🄰🄷 (🅁🄰🄵🄸🄳🄷🄸).*

*🌴👌• Namun Imam Kaum Rafidhi (Syi'ah) Ja'far Shadiq Menurut Penuturan Dalam Kitab Kitab Mereka " Biharu Al Anwar Karya Al Majlisiy Asy Syii'iy "  Mengatakan:*

قال الصادق عليه السلام: فلا يدخل الجنة من البهائم إلا ثلاثة: حمار بلعم بن باعوراء، و ذئب يوسف، وكلب أصحاب الكهف
[انظر كتاب بحار الأنوار : ج ١٤ - الصفحة ٤٢٣ / للشيخ محمّد باقر بن محمّد تقي المجلسي الشيعي].

Ash Shodiq 'Alaihissalam berkata : tidak akan masuk surga dari jenis binatang, kecuali tiga jenis : 1). Himar (Keledainya) Bal'am bin Ba'ura', 2). Dzi'b (Srigalanya) Nabi Yusuf, dan 3). Qithmiir (Anjingnya) Ashabu Al Kahfi.
[Lihat Kitab Kaum Syi'ah " Biharu Al Anwar " : juz 14 hal 423. Karya Taqiy Al Majlisiy Asy Syii'iy].


جمعها ورتبها " طالب العلم " عبد الحكيم الجاوي الماجلانجي

Selesai, Selasa pon MTsN 1 Magelang :

٢٣ مارس ٢٠٢١ مـ | ٩ شعبان ١٤٤٢ هـ



PALING DIMINATI

Kategori

SHALAT (8) HADITS (5) WANITA (5) ADAB DAN HADITS (3) FIQIH HADIST (3) WASHIYYAT DAN FAWAID (3) 5 PERKARA SEBELUM 5 PERKARA (2) AQIDAH DAN HADITS (2) CINTA (2) PERAWATAN JENAZAH BAG VII (2) SIRAH DAN HADITS (2) TAUSHIYYAH DAN FAIDAH (2) TAWAJUHAT NURUL HARAMAIN (2) (BERBHAKTI (1) 11 BAYI YANG BISA BICARA (1) 12 BINATANG YANG MASUK SURGA (1) 25 NAMA ARAB (1) 7 KILOGRAM UNTUK RAME RAME (1) ADAB DAN AKHLAQ BAGI GURU DAN MURID (1) ADAB DAN HADITS (SURGA DIBAWAH TELAPAK KAKI BAPAK DAN IBU) (1) ADAT JAWA SISA ORANG ISLAM ADALAH OBAT (1) AIR KENCING DAN MUNTAHAN ANAK KECIL ANTARA NAJIS DAN TIDAKNYA ANTARA CUKUP DIPERCIKKI AIR ATAU DICUCI (1) AJARAN SUFI SUNNI (1) AKIBAT SU'UDZON PADA GURU (1) AL QUR'AN (1) AMALAN KHUSUS JUMAT TERAKHIR BULAN ROJAB DAN HUKUM BERBICARA DZIKIR SAAT KHUTBAH (1) AMALAN NISFHU SYA'BAN HISTORY (1) AMALAN SUNNAH DAN FADHILAH AMAL DIBULAN MUHARRAM (1) AMALAN TANPA BIAYA DAN VISA SETARA HAJI DAN UMRAH (1) APAKAH HALAL DAN SAH HEWAN YANG DISEMBELIH ULANG? (1) AQIDAH (1) ASAL MULA KAUM KHAWARIJ (MUNAFIQ) DAN CIRI CIRINYA (1) ASAL USUL KALAM YANG DISANGKA HADITS NABI (1) AYAT PAMUNGKAS (1) BELAJAR DAKWAH YANG BIJAK MELALUI BINATANG (1) BERITA HOAX SEJARAH DAN AKIBATNYA (1) BERSENGGAMA ITU SEHAT (1) BERSIKAP LEMAH LEMBUT KEPADA SIAPA SAJA KETIKA BERDAKWAH (1) BIRRUL WALIDAIN PAHALA DAN MANFAATNYA (1) BOLEH SHALAT SUNNAH SETELAH WITIR (1) BOLEHNYA MENDEKTE IMAM DAN MEMBAWA MUSHAF DALAM SHALAT (1) BOLEHNYA MENGGABUNG DUA SURAT SEKALIGUS (1) BOLEHNYA PATUNGAN DAN MEWAKILKAN PENYEMBELIHAN KEPADA KAFIR DZIMMI ATAU KAFIR KITABI (1) BULAN ROJAB DAN KEUTAMAANNYA (1) DAGING KURBAN AQIQAH UNTUK KAFIR NON MUSLIM (1) DAN FAKHR (1) DAN YANG BERHUBUNGAN DENGANNYA) (1) DARIMANA SEHARUSNYA UPAH JAGAL DAN BOLEHKAH MENJUAL DAGING KURBAN (1) DASAR PERAYAAN MAULID NABI (1) DEFINISI TINGKATAN DAN PERAWATAN SYUHADA' (1) DO'A MUSTAJAB (1) DO'A TIDAK MUSTAJAB (1) DOA ASMAUL HUSNA PAHALA DAN FAIDAHNYA (1) DOA DIDALAM SHALAT DAN SHALAT DENGAN SELAIN BAHASA ARAB (1) DOA ORANG MUSLIM DAN KAFIR YANG DIDZALIMI MUSTAJAB (1) DOA SHALAT DLUHA MA'TSUR (1) DONGO JOWO MUSTAJAB (1) DURHAKA (1) FADHILAH RAMADHAN DAN DOA LAILATUL QADAR (1) FAIDAH MINUM SUSU DIAWWAL TAHUN BARU HIJRIYYAH (1) FENOMENA QURBAN/AQIQAH SUSULAN BAGI ORANG LAIN DAN ORANG MATI (1) FIKIH SHALAT DENGAN PENGHALANG (1) FIQIH MADZAHIB (1) FIQIH MADZAHIB HUKUM MEMAKAN SERANGGA (1) FIQIH MADZAHIB HUKUM MEMAKAN TERNAK YANG DIBERI MAKAN NAJIS (1) FIQIH QURBAN SUNNI (1) FUNGSI ZAKAT FITRAH DAN CARA IJAB QABULNYA (1) GAYA BERDZIKIRNYA KAUM CERDAS KAUM SUPER ELIT PAPAN ATAS (1) HADITS DAN ATSAR BANYAK BICARA (1) HADITS DLO'IF LEBIH UTAMA DIBANDINGKAN DENGAN PENDAPAT ULAMA DAN QIYAS (1) HALAL BI HALAL (1) HUKUM BERBUKA PUASA SUNNAH KETIKA MENGHADIRI UNDANGAN MAKAN (1) HUKUM BERKURBAN DENGAN HEWAN YANG CACAT (1) HUKUM BERSENGGAMA DIMALAM HARI RAYA (1) HUKUM DAN HIKMAH MENGACUNGKAN JARI TELUNJUK KETIKA TASYAHUD (1) HUKUM FAQIR MISKIN BERSEDEKAH (1) HUKUM MEMASAK DAN MENELAN IKAN HIDUP HIDUP (1) HUKUM MEMELIHARA MENJUALBELIKAN DAN MEMBUNUH ANJING (1) HUKUM MEMUKUL DAN MEMBAYAR ONGKOS UNTUK PENDIDIKAN ANAK (1) HUKUM MENCIUM MENGHIAS DAN MENGHARUMKAN MUSHAF AL QUR'AN (1) HUKUM MENGGABUNG NIAT QODLO' ROMADLAN DENGAN NIAT PUASA SUNNAH (1) HUKUM MENINGGALKAN PUASA RAMADLAN MENURUT 4 MADZHAB (1) HUKUM MENYINGKAT SHALAWAT (1) HUKUM PUASA SYA'BAN (NISHFU SYA'BAN (1) HUKUM PUASA SYAWWAL DAN HAL HAL YANG BERHUBUNGAN DENGANNYA (1) HUKUM PUASA TARWIYYAH DAN 'ARAFAH BESERTA KEUTAMAAN - KEUTAMAANNYA (1) HUKUM SHALAT IED DIMASJID DAN DIMUSHALLA (1) HUKUM SHALAT JUM'AT BERTEPATAN DENGAN SHALAT IED (1) IBADAH JIMA' (BERSETUBUH) DAN MANFAAT MANFATNYA (1) IBADAH TERTINGGI PARA PERINDU ALLAH (1) IBRANI (1) IMAM YANG CERDAS YANG FAHAM MEMAHAMI POSISINYA (1) INDONESIA (1) INGAT SETELAH SALAM MENINGGALKAN 1 ATAU 2 RAKAAT APA YANG HARUS DILAKUKAN? (1) ISLAM (1) JANGAN GAMPANG MELAKNAT (1) JUMAT DIGANDAKAN 70 KALI BERKAH (1) KAIFA TUSHLLI (XX) - (1) KAIFA TUSHOLLI (III) - MENEPUK MENARIK MENGGESER DALAM SHALAT SETELAH TAKBIRATUL IHRAM (1) KAIFA TUSHOLLI (XV) - SOLUSI KETIKA LUPA DALAM SHALAT JAMAAH FARDU JUM'AH SENDIRIAN MASBUQ KETINGGALAN (1) KAIFA TUSHOLLI (I) - SAHKAH TAKBIRATUL IHROM DENGAN JEDA ANTARA KIMAH ALLAH DAN AKBAR (1) KAIFA TUSHOLLI (II) - MENEMUKAN SATU RAKAAT ATAU KURANG TERHITUNG MENEMUKAN SHALAT ADA' DAN SHALAT JUM'AT (1) KAIFA TUSHOLLI (IV) - SOLUSI KETIKA LUPA MELAKUKAN SUNNAH AB'ADH DAN SAHWI BAGI IMAM MA'MUM MUNFARID DAN MA'MUM MASBUQ (1) KAIFA TUSHOLLI (IX) - BASMALAH TERMASUK FATIHAH SHALAT TIDAK SAH TANPA MEMBACANYA (1) KAIFA TUSHOLLI (V) - (1) KAIFA TUSHOLLI (VI) - TAKBIR DALAM SHALAT (1) KAIFA TUSHOLLI (VII) - MENARUH TANGAN BERSEDEKAP MELEPASKANNYA ATAU BERKACAK PINGGANG SETELAH TAKBIR (1) KAIFA TUSHOLLI (VIII) - BACAAN FATIHAH DALAM SHOLAT (1) KAIFA TUSHOLLI (XI) - LOGAT BACAAN AMIN SELESAI FATIHAH (1) KAIFA TUSHOLLI (XII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XIV) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XIX) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XVI) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XVII) - BACAAN TASBIH BAGI IMAM MA'MUM DAN MUNFARID KETIKA RUKU' (1) KAIFA TUSHOLLI (XVIII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XX1V) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXI) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXIII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXIX) - BACAAN SALAM SETELAH TASYAHUD MENURUT PENDAPAT ULAMA' MADZHAB MENGUSAP DAHI ATAU WAJAH DAN BERSALAM SALAMAN SETELAH SHALAT DIANTARA PRO DAN KONTRA (1) KAIFA TUSHOLLI (XXV) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXVI) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXVII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXVIII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXX) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXXI) - DZIKIR JAHRI (KERAS) MENURUT ULAMA' MADZHAB (1) KAIFA TUSHOLLI (XXXII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (x) - (1) KEBERSIHAN DERAJAT TINGGI DALAM SHALAT (1) KEMATIAN ULAMA' DAN AKIBATNYA (1) KEPADA ORANGTUA (1) KESUNNAHAN TAHNIK/NYETAKKI ANAK KECIL (1) KEUTAMAAN ILMU DAN ADAB (1) KEWAJIBAN SABAR DAN SYUKUR BERSAMAAN (1) KHUTBAH JUM'AT DAN YANG BERHUBUNGAN (1) KIFARAT SUAMI YANG MENYERUBUHI ISTRI DISIANG BULAN RAMADHAN (1) KISAH INSPIRATIF AHLU BAIT (SAYYIDINA IBNU ABBAS) DAN ULAMA' BESAR (SAYYIDINA ZAID BIN TSABIT) (1) KISAH PEMABUK PINTAR YANG MEMBUAT SYAIKH ABDUL QADIR AL JAILANIY MENANGIS (1) KRETERIA UCAPAN SUNNAH MENJAWAB KIRIMAN SALAM (1) KULLUHU MIN SYA'BAN (1) KURBAN DAN AQIQAH UNTUK MAYYIT (1) LARANGAN MENYINGKAT SHALAWAT NABI (1) LEBIH UTAMA MANA GURU DAN ORANGTUA (1) MA'MUM BOLEH MEMBENARKAN BACAAN IMAM DAN WAJIB MEMBENARKAN BACAAN FATIHAHNYA (1) MA'MUM MEMBACA FATIHAH APA HUKUMNYA DAN KAPAN WAKTUNYA? (1) MACAM DIALEK AAMIIN SETELAH FATIHAH (1) MACAM MACAM NIAT ZAKAT FITRAH (1) MAKAN MINUM MEMBUNUH BINATANG BERBISA MEMAKAI PAKAIAN BERGAMBAR DAN MENJAWAB PANGGILAN ORANGTUA DALAM SHALAT (1) MALAIKAT SETAN JIN DAPAT DILIHAT SETELAH MENJELMA SELAIN ASLINYA (1) MELAFADZKAN NIAT NAWAITU ASHUMU NAWAITU USHALLI (1) MELEPAS TALI POCONG DAN MENEMPELKAN PIPI KANAN MAYYIT KETANAH (1) MEMBAYAR FIDYAH BAGI ORANG ORANG YANG TIDAK MAMPU BERPUASA (1) MEMPERBANYAK DZIKIR SAMPAI DIKATAKAN GILA/PAMER (1) MENDIRIKAN SHALAT JUM'AT DALAM SATU DESA KARENA KAWATIR TERSULUT FITNAH DAN PERMUSUHAN (1) MENGAMBIL UPAH DALAM IBADAH (1) MENGHADIAHKAN MITSIL PAHALA AMAL SHALIH KEPADA NABI ﷺ (1) MENGIRIM MITSIL PAHALA KEPADA YANG MASIH HIDUP (1) MERAWAT JENAZAH MENURUT QUR'AN HADITS MADZAHIB DAN ADAT JAWS (1) MUHASABATUN NAFSI INTEROPEKSI DIRI (1) MUTIARA HIKMAH DAN FAIDAH (1) Manfaat Ucapan Al Hamdulillah (1) NABI DAN RASUL (1) NIAT PUASA SEKALI UNTUK SEBULAN (1) NISHFU AKHIR SYA'BAN (1) ORANG GILA HUKUMNYA MASUK SURGA (1) ORANG SHALIHPUN IKUT TERKENA KESULITAN HUJAN DAN GEMPA BUMI (1) PAHALA KHOTMIL QUR'AN (1) PENIS DAN PAYUDARA BERGERAK GERAK KETIKA SHALAT (1) PENYELEWENGAN AL QUR'AN (1) PERAWATAN JENAZAH BAG I & II & III (1) PERAWATAN JENAZAH BAG IV (1) PERAWATAN JENAZAH BAG V (1) PERAWATAN JENAZAH BAG VI (1) PREDIKSI LAILATUL QADAR (1) PUASA SUNNAH 6 HARI BULAN SYAWAL DISELAIN BULAN SYAWWAL (1) PUASA SYAWWAL DAN PUASA QADLO' (1) QISHOH ISLAMI (1) RAHASIA BAPAK PARA NABI DAN PILIHAN PARA NABI DALAM TASYAHUD SHALAT (1) RAHASIA HURUF DHOD PADA LAMBANG NU (1) RESEP MENJADI WALI (1) SAHABAT QULHU RADLIYYALLAHU 'ANHUM (1) SANAD SILSILAH ASWAJA (1) SANG GURU ASLI (1) SEDEKAH SHALAT (1) SEDEKAH TAK SENGAJA (1) SEJARAH TAHNI'AH (UCAPAN SELAMAT) IED (1) SERBA SERBI PENGGUNAAN INVENTARIS MASJID (1) SETIAP ABAD PEMBAHARU ISLAM MUNCUL (1) SHADAQAH SHALAT (1) SHALAT DAN FAIDAHNYA (1) SHALAT IED DIRUMAH KARENA SAKIT ATAU WABAH (1) SHALAT JUM'AT DISELAIN MASJID (1) SILSILAH SYAIKH JUMADIL KUBRA TURGO JOGJA (1) SIRAH BABI DAN ANJING (1) SIRAH DAN FAIDAH (1) SIRAH DZIKIR BA'DA MAKTUBAH (1) SIRAH NABAWIYYAH (1) SIRAH NIKAH MUT'AH DAN NIKAH MISYWAR (1) SIRAH PERPINDAHAN QIBLAT (1) SIRAH THAHARAH (1) SIRAH TOPI TAHUN BARU MASEHI (1) SUHBAH HAQIQAH (1) SUM'AH (1) SUNNAH MENCERITAKAN NIKMAT YANG DIDAPAT KEPADA YANG DIPERCAYA TANPA UNSUR RIYA' (1) SURGA IMBALAN YANG SAMA BAGI PENGEMBAN ILMU PENOLONG ILMU DAN PENYEBAR ILMU HALAL (1) SUSUNAN MURAQIY/BILAL SHALAT TARAWIH WITIR DAN DOA KAMILIN (1) SYAIR/DO'A BAGI GURU MUROBBI (1) SYAIR/DO'A SETELAH BERKUMPUL DALAM KEBAIKKAN (1) SYARI'AT DARI BID'AH (1) TA'JIL UNIK LANGSUNG BERSETUBUH TANPA MAKAN MINUM DAHULU (1) TAAT PADA IMAM ATAU PEMERINTAH (1) TAKBIR IED MENURUT RASULULLAH DAN ULAMA' SUNNI (1) TALI ALLAH BERSATU DAN TAAT (1) TATACARA SHALAT ORANG BUTA ATAU BISU DAN HUKUM BERMAKMUM KEPADA KEDUANYA (1) TEMPAT SHALAT IED YANG PALING UTAMA AKIBAT PANDEMI (WABAH) CORONA (1) TIDAK BOLEH KURBAN DENGAN KUDA NAMUN HALAL DIMAKAN (1) TREND SHALAT MEMAKAI SARUNG TANGAN DAN KAOS KAKI DAN HUKUMNYA (1) UCAPAN HARI RAYA MENURUT SUNNAH (1) UCAPAN NATAL ANTARA YANG PRO DAN KONTRA (1) ULANG TAHUN RASULILLAH (1) URUTAN SILSILAH KETURUNAN ORANG JAWA (1) Ulama' Syafi'iyyah Menurut Lintas Abadnya (1) WAJIB BERMADZHAB UNTUK MENGETAHUI MATHLA' TEMPAT MUNCULNYA HILAL (1) YAUMU SYAK) (1) ZAKAT DIBERIKAN SEBAGAI SEMACAM MODAL USAHA (1) ZAKAT FITRAH 2 (1) ZAKAT FITRAH BISA UNTUK SEMUA KEBAIKKAN DENGAN BERBAGAI ALASAN (1)
Back To Top