Bismillahirrohmaanirrohiim

Tampilkan postingan dengan label DARIMANA SEHARUSNYA UPAH JAGAL DAN BOLEHKAH MENJUAL DAGING KURBAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DARIMANA SEHARUSNYA UPAH JAGAL DAN BOLEHKAH MENJUAL DAGING KURBAN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Mei 2023

أَجْرُ الْجَازِرِ ‏أو السِلاَخِ وَ لَمْ يَجُزْ بَيْعُ لَحْمِهِ لَمْ يَجُزْ بَيْعُ جِلْدِهِ وَغَيْرِهِمَا | UPAH JAGAL ATAU TUKANG MENGULITI HEWAN KURBAN DAN PENJUALAN BAGIAN TUBUH HEWAN KURBAN

 *━•⊰❁🌦️༄ ﷽ ༄🌤️❁⊱•━*


(edisi keumuman masalah kurban dalam masyarakat yang perlu sedikit dibenahi dan difahami)

A]*─⃟ꦽ⃟𖧷۪۪‌ᰰ᪇ 💫DASAR AL QUR'AN

Ketika hewan ternak telah disembelih menjadi daging hewan kurban, maka seluruh bagian tubuh dari hewan kurban tersebut harus segera dibagikan atau diberikan sebagai hadiah. Allah Ta’ala berfirman :

لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الأنْعَامِ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ

“Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.”
(QS. Al Hajj: 28)

ꦽ⃟𖧷۪۪‌ᰰ᪇Berkata Ibnu Katsir di dalam tafsirnya ( 5/416  ) :

استدل بهذه الآية من ذهب إلى وجوب الأكل من الأضاحي وهو قول غريب، والذي عليه الأكثرون أنه من باب الرخصة أو الاستحباب

“ Sebagian orang berdalil dengan ayat ini bahwa memakan daging hewan qurban hukumnya wajib, ini adalah pendapat yang aneh. Adapun mayoritas ulama berpendapat bahwa ( memakan daging qurban bagi yang berqurban ) adalah keringanan dari Allah atau dikatakan bahwa hukumnya dianjurkan. “

*─⃟ꦽ⃟𖧷۪۪‌ᰰ᪇ 💫Allah juga berfirman :

وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ كَذَلِكَ سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“ Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi'ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan untua-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.
( Qs al-Hajj : 36 )

ꦽ⃟𖧷۪۪‌ᰰ᪇Berkata Ibnu Katsir di dalam tafsirnya ( 5/429 ) :

وقد احتج بهذه الآية الكريمة مَن ذهب من العلماء إلى أن الأضحية تُجزَّأ ثلاثة أجزاء: فثلث لصاحبها يأكله [منها] ، وثلث يهديه لأصحابه، وثلث يتصدق به على الفقراء

“ Sebagian ulama menjadikan ayat di atas sebagai dalil  bahwa daging hewan qurban dibagi menjadi tiga bagian : 1/3 untuk yang berqurban agar ikut memakannya, 1/3  untuk dihadiahkan kepada teman-temannya, dan 1/3 terakhir untuk disedekahkan kepada fakir miskin. “

B]*─⃟ꦽ⃟𖧷۪۪‌ᰰ᪇ 💫DASAR HADITS

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ عَنْ عَبْدِ الْكَرِيمِ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ عَلِيٍّ قَالَ :

«أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَنْ أَقُومَ عَلَى بُدْنِهِ وَأَنْ أَتَصَدَّقَ بِلَحْمِهَا وَجُلُودِهَا وَأَجِلَّتِهَا وَأَنْ لَا أُعْطِيَ الْجَزَّارَ مِنْهَا قَالَ نَحْنُ نُعْطِيهِ مِنْ عِنْدِنَا»

و حَدَّثَنَاه ‏ ‏أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ ‏ ‏وَعَمْرٌو النَّاقِدُ ‏ ‏وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ ‏ ‏قَالُوا حَدَّثَنَا ‏ ‏ابْنُ عُيَيْنَةَ ‏ ‏عَنْ ‏ ‏عَبْدِ الْكَرِيمِ الْجَزَرِيِّ ‏ ‏بِهَذَا الْإِسْنَادِ ‏ ‏مِثْلَهُ ‏ ‏و حَدَّثَنَا ‏ ‏إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ ‏ ‏أَخْبَرَنَا ‏ ‏سُفْيَانُ ‏ ‏وَقَالَ ‏ ‏إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ ‏ ‏أَخْبَرَنَا ‏ ‏مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ ‏ ‏قَالَ أَخْبَرَنِي ‏ ‏أَبِي ‏ ‏كِلَاهُمَا ‏ ‏عَنْ ‏ ‏ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ ‏ ‏عَنْ ‏ ‏مُجَاهِدٍ ‏ ‏عَنْ ‏ ‏ابْنِ أَبِي لَيْلَى ‏ ‏عَنْ ‏ ‏عَلِيٍّ ‏ ‏عَنْ النَّبِيِّ ‏ ‏ﷺ ‏ ‏وَلَيْسَ فِي حَدِيثِهِمَا أَجْرُ الْجَازِرِ ‏
[رواه مسلم / كتاب الحج / باب في الصدقة بلحوم الهدي وجلودهم وجلالها / حديث رقم: ٢٢٢٨].

Telah menceritakan kepada kami : Yahya bin Yahya. Telah mengabarkan kepada kami : Abu Khaitsamah. Dari Abdul Karim. Dari Mujahid. Dari Abdurrahman bin Abu Laila. Dari 'Aliy radliyyAllahu 'anhu, beliau berkata;

"Aku disuruh Rasulullah ﷺ  mengurus penyembelihan hewan kurban, menyedekahkan daging dan kulitnya, serta mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan kesempurnaan kurban. Tetapi aku dilarang oleh beliau mengambil upah untuk tukang potong (jagal) dari hewan kurban itu. Maka untuk upahnya kami ambilkan dari uang kami sendiri."

Dan Telah menceritakannya kepada kami : Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Amru An Naqid  dan Zuhair bin Harb mereka berkata : Telah menceritakan kepada kami : Ibnu Uyainah. Dari Abdul Karim Al Jazari dengan isnad ini, semisalnya. Dan Telah menceritakan kepada kami : Ishaq bin Ibrahim. Telah mengabarkan kepada kami : Sufyan - [Ishaq bin Ibrahim] berkata- Telah mengabarkan kepada kami : Mu'adz bin Hisyam, ia berkata : Telah mengabarkan kepadaku bapakku  keduanya dari [Ibnu Abu Najih. Dari Mujahid. Dari Ibnu Abu Laila. Dari Aliy radliyyAllahu 'anhu. Dari Nabi ﷺ. Dan di dalam hadits keduanya tidak tercantum;

_*"Ajrul Jazir (ongkos untuk tukang potong)."*_
[HR. Muslim]

*─⃟ꦽ⃟𖧷۪۪‌ᰰ᪇Dalam menjelaskan hadits ini, Imam An-Nawawiy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'ala  dalam kitabnya Al Minhaj Syarhu Shahih Muslim Ibnu Al Hajjaj menuliskan:

وأن لا يعطى الجزار منها لِأَنَّ عَطِيَّتَهُ عِوَضٌ عَنْ عَمَلِهِ فَيَكُونُ فِي مَعْنَى بَيْعِ جُزْءٍ مِنْهَا وَذَلِكَ لَا يَجُوزُ وَفِيهِ جَوَازُ الِاسْتِئْجَارِ عَلَى النَّحْرِ وَنَحْوِهِ

وَمَذْهَبنَا أَنَّهُ لَا يَجُوز بَيْع جِلْد الْهَدْي وَلَا الْأُضْحِيَّة وَلَا شَيْء مِنْ أَجْزَائِهِمَا ; لِأَنَّهَا لَا يُنْتَفَع بِهَا فِي الْبَيْت وَلَا بِغَيْرِهِ , سَوَاء كَانَا تَطَوُّعًا أَوْ وَاجِبَتَيْنِ , لَكِنْ إِنْ كَانَا تَطَوُّعًا فَلَهُ الِانْتِفَاع بِالْجِلْدِ وَغَيْره بِاللُّبْسِ وَغَيْره , وَلَا يَجُوز إِعْطَاء الْجَزَّار مِنْهَا شَيْئًا بِسَبَبِ جِزَارَته , هَذَا مَذْهَبنَا وَبِهِ قَالَ عَطَاء وَالنَّخَعِيُّ وَمَالِك وَأَحْمَد وَإِسْحَاق ,

وَحَكَى اِبْن الْمُنْذِر عَنْ اِبْن عُمَر وَأَحْمَد وَإِسْحَاق : أَنَّهُ لَا بَأْس بِبَيْعِ جِلْد هَدْيه , وَيَتَصَدَّق بِثَمَنِهِ ,

قَالَ : وَرَخَّصَ فِي بَيْعه أَبُو ثَوْر ,

وَقَالَ النَّخَعِيُّ وَالْأَوْزَاعِيُّ : لَا بَأْس أَنْ يَشْتَرِي بِهِ الْغِرْبَال وَالْمُنْخُل وَالْفَأْس وَالْمِيزَان وَنَحْوهَا ,

وَقَالَ الْحَسَن الْبَصْرِيّ : يَجُوز أَنْ يُعْطِي الْجَزَّار جِلْدهَا , وَهَذَا مُنَابِذ لِلسُّنَّةِ.
وَاَللَّه أَعْلَم.
[انظر كتاب المنهاج شرح صحيح مسلم بن الحجاج : ج ٩ ص ٦٥ / كتاب الحج الحج بفتح الحاء هو المصدر وبالفتح / باب الصدقة بلحوم الهدايا وجلودها وجلالها / للامام أبو زكريا محيي الدين يحيى بن شرف النووي الشافعي (ت ٦٧٦هـ) / الناشر: دار إحياء التراث العربي - بيروت، الطبعة: الثانية، ١٣٩٢ ه‍ـ]

Tukang potong hewan (Jazair, jagal) TIDAK BOLEH DIBERI UPAH DARI HEWAN QURBAN, karena upah tersebut artinya sebagai ganti dari pekerjaannya, maka yang demikian sama halnya dengan menjual bagian dari hewan qurban, Ini tidak diperbolehkan, dan di dalamnya diperbolehkan menyewa untuk menjagal dan sejenisnya.

Menurut Madzhab kami (Syafi'iyyah) TIDAK BOLEH MENJUAL KULIT HEWAN, dan TIDAK BOLEH MENJUAL BAGIAN APAPUN DARINYA, baik qurban tersebut wajib atau qurban sunnah, namun khusus untuk qurban yang sifatnya sunnah, maka boleh memanfaatkan kulitnya untuk untuk dijadikan paikaian, dll, dan TIDAK BOLEH MEMBERI UPAH TUKANG JAGAL DARINYA ATAS NAMA UPAH, inilah adzhab kami (Syafi'iyyah) dan ini jugalah pendapat Atho’, An-Nakho’i, Malik, Ahmad, dan Ishaq.

Ibnu al-Mundzir meriwayatkan dari Ibnu Umar, Ahmad dan Ishaq bahwa tidak mengapa menjual kulit hewan kurbannya, dan memberikan harganya sebagai sedekah.

Imam Abu Tsaur memberikan rukhshoh untuk menjualnya.

Al-Nakha’i dan Al-Awza’i berkata: Tidak mengapa dengan harganya untuk membeli ayakan, jala, kapak, timbangan dan sejenisnya.

Walaupun, lanjut Imam An-Nawawi, Imam Hasan Al-Bashri berpendapat bahwa boleh hukumnya memberi kulit kepada tukang jagal (atas nama upah), akan tetapi yang demikian dinilai berbeda dengan penjelasan hadits diatas.
[Lihat Kitab Al Minhaj Syarhu Shahih Muslim Ibnu Al Hajjaj menuliskan: Juz 9 Hal 65. Karya Imam An Nawawiy Asy Syafi'iy].

*─⃟ꦽ⃟𖧷۪۪‌ᰰ᪇ 💫Riwayat Hadits Yang Lain :

 أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ يَعْقُوبَ بْنِ يُوسُفَ الْعَدْلُ، ثنا يَحْيَى بْنُ أَبِي طَالِبٍ، ثنا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَيَّاشٍ الْمِصْرِيِّ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:

" مَنْ بَاعَ جِلْدَ أُضْحِيَّتِهِ فَلا أُضْحِيَّةَ لَهُ "

هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ مِثْلُ الْأَوَّلِ وَلَمْ يُخْرِجَاهُ "
[رواه الحاكم / كتاب التفسير بسم الله الرحمن الرحيم قد بدأنا في هذا الكتاب بنزول القرآن، في ما روي في المسند من القراءات، وذكر الصحابة الذين جمعوا القرآن وحفظوه، هذا قبل تفسير. السور / تفسير سورة الحج بسم الله الرحمن الرحيم. ورواه البيهقي والديامي في الفردوس].

Telah mengkhabarkan kepada kami Al-Hasan bin Ya’quub bin Yuusuf Al-‘Adl : Telah menceritakan kepada kami Yahyaa bin Abi Thaalib : Telah menceritakan kepada kami Zaid bin Al-Hubaab, dari ‘Abdullah bin ‘Ayyaasy Al-Mishriy, dari ‘Abdurrahmaan Al-A’raj, dari Abu Hurairah RadliyyAllaahu ‘anhu, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah ﷺ :

“Barangsiapa menjual kulit bintang kurbannya, maka tidak ada kurban baginya.”
[Diriwayatkan oleh Al-Haakim 2/389-390; dan ia berkata : “INI ADALAH HADITS SHAHIH”. Baihaqiy Dan Dailamiy].

*─⃟ꦽ⃟𖧷۪۪‌ᰰ᪇ 💫Riwayat Hadits Yang Lain :

أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ عَبْدَانَ، أنبأ أَحْمَدُ بْنُ عُبَيْدٍ، ثنا سَعِيدُ بْنُ عُثْمَانَ الْأَهْوَازِيُّ، ثنا عَلِيُّ بْنُ بَحْرٍ الْقَطَّانُ، ثنا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، ثنا ابْنُ مَهْدِيٍّ، عَنْ عُقْبَةَ بْنِ الْأَصَمِّ، عَنِ ابْنِ بُرَيْدَةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ:

" كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ إِذَا كَانَ يَوْمُ الْفِطْرِ لَمْ يَخْرُجْ حَتَّى يَأْكُلَ شَيْئًا، وَإِذَا كَانَ الْأَضْحَى لَمْ يَأْكُلْ شَيْئًا حَتَّى يَرْجِعَ، وَكَانَ إِذَا رَجَعَ أَكَلَ مِنْ كَبِدِ أُضْحِيَّتِهِ "
[رواه البيهقي في سننه / كتاب صلاة العيدين / باب: يترك الأكل يوم النحر حتى يرجع / رقم الحديث : ٦١٦١].

Telah mengabarkan kepada kami : Ali bin Ahmed bin Abdan. Telah memberi tahu kami, Ahmed bin Ubaid. Telah menceritakan kepada kami : Sa'id bin Utsman Al-Ahwaziy.  Telah menceritakan kepada kami : Ali bin Bahr Al-Qattan. Telah menceritakan kepada kami : Al-Walid bin Muslim. Telah menceritakan kepada kami : Ibn Mahdi. Dari Uqbah bin Al-Asham. Dari Ibn Buraidah. Dari Ayahnya, dia berkata:

Rasulullah ﷺ ketika  hari al-Fitr, beliau  tidak keluar sampai beliau makan sesuatu, dan jika ketika itu adalah hari Idul Adha, beliau tidak akan makan apa-apa sampai beliau kembali, dan ketika beliau kembali beliau  AKAN MAKAN DARI HATI/LIMPA HEWAN  KURBANNYA.”
[HR. Baihaqiy No. Hadits: 1616]

C].*─⃟ꦽ⃟𖧷۪۪‌ᰰ᪇ 💫 PENDAPAT ULAMA' MADZHAB

1)• 💫᪇𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟    Menurut Pengikut Madzhab Imam Imam Asy Syafi'iy (عند الشافعية)

*•⊰𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟  ༄ Imam An-Nawawiy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'ala menuliskan dalam  kitabnya Al-Majmu’ Syarhu Al Muhadzab :

وَاتَّفَقَتْ نُصُوصُ الشَّافِعِيِّ وَالْأَصْحَابِ عَلَى أَنَّهُ لَا يجوز بيع شئ مِنْ الْهَدْيِ وَالْأُضْحِيَّةِ نَذْرًا كَانَ أَوْ تَطَوُّعًا سَوَاءٌ فِي ذَلِكَ اللَّحْمُ وَالشَّحْمُ وَالْجِلْدُ وَالْقَرْنُ وَالصُّوفُ وَغَيْرُهُ وَلَا يَجُوزُ جَعْلُ الْجِلْدِ وَغَيْرِهِ أُجْرَةً لِلْجَزَّارِ بَلْ يَتَصَدَّقُ بِهِ الْمُضَحِّي وَالْمُهْدِي أَوْ يَتَّخِذُ مِنْهُ مَا يَنْتَفِعُ بِعَيْنِهِ كَسِقَاءٍ أَوْ دَلْوٍ أَوْ خُفٍّ وَغَيْرِ ذَلِكَ
[انظر كتاب المجموع شرح المهذب : ج ٨ ص ٤١٩ - ٤٢٠ /  كتاب الحج / باب الاضحية / للامام أبو زكريا محيي الدين بن شرف النووي الشافعي (ت ٦٧٦ هـ) / الناشر: (إدارة الطباعة المنيرية، مطبعة التضامن الأخوي) - القاهرة
عام النشر:١٣٤٤ - ١٣٤٧ هـ]

Nash-nash dari Imam As-Syafii juga dari ulama-ulama Syafiiyah telah sepakat bahwa tidak boleh menjual bagian apapun dari hewan qurban, baik qurban (yang hukumnya wajib) karena nadzar, atau qurban sunnah, baik menjual gadingnya, lemaknya, kulitnya, tanduknya, bulunya, dan lainnya. Dan tidak boleh menjadikan kulit ataupun yang lainnya sebagai upah tukang jagal, akan tetapi (semuanya) disedekahkan oleh dia yang berqurban, atau (bagian hewan tersebut) dimanfaatkan sebagai wadah air, ember, sepatu, atau lainnya, yang sifatnya tidak menghilangkan wujud asli bagian hewan qurban tersebut.
[Lihat Kitab Al Majmu'Syarhu Al Muhadzab : Juz 8 Hal 419 - 420. Karya Imam An Nawawiy Asy Syafi'iy].

*•⊰𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟  ༄Imam Al-Mawawiy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'ala dalam kitabnya Al-Hawi Al-Kabir  menuliskan:

فَقَسَّمَ الْجُلُودَ كَمَا قَسَّمَ اللَّحْمَ، فَدَلَّ عَلَى اشْتِرَاكِهِمَا فِي الْحُكْمِ. ... (الى ان قال)...

وَلِأَنَّ مَا لَمْ يَجُزْ بَيْعُ لَحْمِهِ لَمْ يَجُزْ بَيْعُ جِلْدِهِ كَدَمِ التَّمَتُّعِ وَالْقِرَانِ.
[انظر كتاب الحاوي الكبير في فقه مذهب الإمام الشافعي وهو شرح مختصر المزني : ج ١٥ ص ١٢٠ / للإمام أبو الحسن علي بن محمد بن محمد بن حبيب البصري البغدادي، الشهير بالماوردي الشافعي (ت ٤٥٠هـ) / الناشر: دار الكتب العلمية، بيروت - لبنان،والطبعة: الأولى، ١٤١٩ هـ -١٩٩٩ مـ].

(dari hadits tersebut jelaslah) bahwa Ali bin Abi Thalib membagikan kulit sebagaimana beliau membagikan daging, maka yang demikian berarti hukum kulit itu sama dengan hukum daging ...(sampai ia berkata)....

Karena tidak boleh menjual dagingnya maka tidak boleh pula menjual kulitnya seperti hewan dam (denda) haji tamattu' dan haji qiran.
[Lihat Kitab Al Hawiy Al Kabir = Syarhu Mukhtashar Al Muzaniy : Juz 15 Hal 120. Karya Imam Abul Hasan Al Mawardiy Asy Syafi'iy].

*•⊰𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟  ༄Imam Syaikh Sayyid Taqiyyuddin Al Hashniy Al Husainiy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'ala menjelaskan dalam kitabnya Kifayatu Al Akhyar Fi Hilli Ghayatu Al Ikhtishar :

وَاعْلَمْ أَنَّ مَوْضِعَ الْأُضْحِيَةِ الْاِنْتِفَاعُ فَلَا يَجُوْزُ بِيْعُهَا بَلْ وَلَا بَيْعُ جِلْدِهَا، وَلَا يَجُوْزُ جَعْلُهُ أُجْرَةً لِلْجِزَارِ وَإِنْ كَانَتْ تَطَوُّعاً، بَلْ يَتَصَدَّقُ بِهِ الْمُضَحِي أَوْ يَتَخِذُ مِنْهُ مَا يَنْتَفِعُ بِهِ مِنْ خَفٍّ أَوْ نَعْلٍ أَوْ دَلْوٍ أَوْ غَيْرِهِ : وَلَا يُؤْجِرُهُ وَالْقَرْنُ كَالْجِلْدِ

وَعِنْدَ أَبِيْ حَنِيْفَةَ رَحِمَهُ اللهُ أَنَّهُ يَجُوْزُ بَيْعُهُ وَيَتَصَدَّقُ بِثَمَنِهِ وَأَنْ يَشْتَرِيَ بِعَيْنِهِ مَا يَنْتَفِعُ بِهِ فِي الْبَيْتِ، لَنَا الْقِيَاسُ عَلَى اللَّحْمِ وَعَنْ صَاحِبِ الْتَقْرِيْبِ حِكَايَةٌ قَوْلٌ غَرِيْبٌ أَنَّهُ يَجُوْزُ بِيْعُ الْجِلْدِ وَيُصْرَفُ ثَمَنُهُ مَصْرَفَ الْأُضْحِيَةِ ، والله اعلم
[انظر كتاب كفاية الأخيار في حل غاية الإختصار : ص ٥٣٣ / كتاب الصيد والذبائح والضحايا والأطعمة / باب الأضحية / للامام أبو بكر بن محمد بن عبد المؤمن بن حريز بن معلى الحسيني الحصني، تقي الدين الشافعي (ت ٨٢٩هـ) / الناشر: دار الخير - دمشق، الطبعة: الأولى، ١٩٩٤ ه‍ـ].

“ Ketahuilah bahwa obyek hewan qurban adalah pemanfaatan, maka tidak boleh diperjual-belikan, bahkan tidak dijual kulitnya juga, serta tidak boleh kulit tersebut dijadikan upah untuk penjagal, walaupun itu qurban sunnah ( bukan nadzar), tetapi yang benar bahwa kulit tersebut disedekahkan oleh yang berqurban, atau dimanfaatkan untuk membuat khuf, atau sandal, atau ember atau yang lainnya dan tidak boleh disewakan. Adapun tanduk ( hewan qurban ) hukumnya seperti hukum kulitnya.”   

Menurut Abu Hanifah rahimahullah; Boleh menjual qurban, dan kemudian menyedekahkan uang hasil penjualannya, dengan uang itu juga boleh dibelikan apa yang dapat dimanfaatkannya di rumah. Kita boleh mengkias Abu Hanifah pada daging, dan dari pengarang At-Taqrib pula diberitakan suatu qaul yangb gharib, yaitu boleh menjual kulit binatang qurban, dan harganya dibelanjakan untuk kepentingan qurban, yakni penerimanya. Wallahu a’lam
[Lihat Kitab Kifayatu Al Akhyar Fi Hilli Ghayatu Al Ikhtishar : Hal 533. Karya Syaikh Sayyid Taqiyyuddin Al Hashniy Al Husainiy Asy Syafi'iy].

*•⊰𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟  ༄💫Adapun mengirim hewan qurban mempunyai dua cara :

(Pertama) : Mengirim sejumlah uang kepada seseorang yang berada di luar kota, untuk disembelih di tempat tersebut.  

(Kedua) : Mengirim daging hewan qurban yang sudah disembelih ke luar daerah.

Dalam  masalah ini para ulama berbeda pendapat :

*•⊰𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟  ༄Menurut  Syaikh Sayyid Abu Bakar bin Muhammad Syatho Ad-Dimyatiy Asy Syafi'iy di dalam kitabnya I’anatu ath-Thalibin Syarhu Fathu Al Mu'in :

وأما نقل دراهم من بلد إلى بلد أخرى ليشتري بها أضحية فيها فهو جائز
[انظر كتاب إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين (هو حاشية على فتح المعين بشرح قرة العين بمهمات الدين) : ج ٢ ص ٣٨٠ / باب الحج / للامام السيد أبو بكر (المشهور بالبكري) عثمان بن محمد شطا الدمياطي الشافعي (ت ١٣١٠هـ) / الناشر: دار الفكر، الطبعة: الأولى، ١٤١٨ هـ - ١٩٩٧ مـ]

“ Adapun mengirim sejumlah uang ( dirham ) dari satu daerah ke daerah lain, agar uang tersebut dibelikan hewan qurban di daerah tersebut, maka *HUKUMNYA BOLEH.* “
[Lihat Kitab I'anatu At Thalibin Syarhu Fathu Al Mu'in : Juz 2 Hal 380. Karya Syaikh Sayyid Abu Bakr Bin Muhammad Syatho Ad Dimyathiy Asy Syafi'iy].

*•⊰𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟  ༄Dikuatkan oleh Syaikh Sayyid Taqiyyuddin Al Hashniy Al Husainiy Asy Syafi'iy di dalam kitabnya Kifayatu Al Akhyar Fi Hilli Ghayatu Al Ikhtishar :

(فَرْعٌ) : مَحَلُّ التَّضْحِيَةِ بَلَدُ الْمُضَحِّي وَفِي نَقْلِ الْأُضْحِيَّةِ وَجْهَانِ تَخْرِيْجًا مِنْ نَقْلِ الزَّكَاةِ وَالصَّحِيْحُ هُنَا الْجَوَازُ والله أعلم
[انظر كتاب كفاية الأخيار في حل غاية الإختصار : ص ٥٣٤ / كتاب الصيد والذبائح والضحايا والأطعمة / باب الأضحية / للامام أبو بكر بن محمد بن عبد المؤمن بن حريز بن معلى الحسيني الحصني، تقي الدين الشافعي (ت ٨٢٩هـ) / الناشر: دار الخير - دمشق، الطبعة: الأولى، ١٩٩٤ ه‍ـ].

“ Adapun hukum mengirim hewan qurban, maka (di dalam  madzhab asy-Syafi’I ) ada dua pendapat, diambil dari masalah memindahkan zakat,tetapi pendapat yang shahih ( dalam madzhab ) adalah boleh.“
[Lihat Kitab Kifayatu Al Akhyar Fi Hilli Ghayatu Al Ikhtishar : Hal 534. Karya Syaikh Sayyid Taqiyyuddin Al Hashniy Al Husainiy Asy Syafi'iy].

*•⊰𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟  ༄💫Bagimana seandainya bila daging qurban itu dihadiahkan kepada orang kaya atau sebagiannya saja?. Terkait dengan masalah tersebut dijelaskan dalam kitab  Kifayatul-Akhyar sebagai berikut:.

(فَرْعٌ) : لَوْ وَهَبَ غَنِياً مِنَ الْأُضْحِيَةِ هِبَةً تَمْلِيْكُ قَالَ الْاِمَامُ: فَالْأَظْهَرُ أَنَّهُ مُمْتَنِعٌ فَإِنَّ الْهِبَةَ لَيْسَتْ صَدَقَةً وَالْأُضْحِيَةُ يَنْبَغِيْ أَنْ تَكُوْنَ مُتَرَدِدَةً بَيْنَ الصَّدَقَةِ وَالْاِطْعَامِ، والله أعلم
[انظر كتاب كفاية الأخيار في حل غاية الإختصار : ص ٥٣٤ / كتاب الصيد والذبائح والضحايا والأطعمة / باب الأضحية / للامام أبو بكر بن محمد بن عبد المؤمن بن حريز بن معلى الحسيني الحصني، تقي الدين الشافعي (ت ٨٢٩هـ) / الناشر: دار الخير - دمشق، الطبعة: الأولى، ١٩٩٤ ه‍ـ].

(Cabang)  Permasalahan.  Kalau orang yang berqurban menghadiahkan sebagian dari qurbannya kepada orang kaya sebagai pemberian untuk dimiliki, kata Imam Haramain, menurut qaul yang adzhhar dilarang, sebab hadiah itu bukan sedekah, sedangkan qurban seyogianya bertempat di antara sedekah dan memberi makan. Wallahu a’lam.
[Lihat Kitab Kifayatu Al Akhyar Fi Hilli Ghayatu Al Ikhtishar : Hal 534. Karya Syaikh Sayyid Taqiyyuddin Al Hashniy Al Husainiy Asy Syafi'iy].

*•⊰𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟  ༄💫Adapun kesunnahan orang yang berkurban memakan sedikit hati/limpa hewan kurbannya :

*•⊰𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟  ༄ Tersebut dalam kitab Al Umm karya Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi'iy :

(قَالَ الشَّافِعِيُّ): وَإِذَا سَمَّى اللَّهَ عَلَى النَّسِيكَةِ أَجْزَأَ عَنْهُ وَإِنْ قَالَ : اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنِّي أَوْ تَقَبَّلْ عَنْ فُلَانٍ الَّذِي أَمَرَهُ بِذَبْحِهِ فَلَا بَأْسَ، وَأُحِبُّ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ كَبِدِ ذَبِيحَتِهِ قَبْلَ أَنْ يُفِيضَ أَوْ لَحْمِهَا، وَإِنْ لَمْ يَفْعَلْ فَلَا بَأْسَ
[انظر كتاب الأم : ج ٢ ص ٢٣٩ /  مختصر الحج المتوسط / ما يفسد الحج / للامام أبو عبد الله محمد بن إدريس الشافعي (١٥٠ - ٢٠٤ هـ) / الناشر: دار الفكر - بيروت, الطبعة: الثانية ١٤٠٣ هـ - ١٩٨٣ مـ]

(Asy Syafi'iy berkata): Dan ketika menyebut nama Allah atas binatang kurbannya, maka itu sudah cukup untuknya. Dan apabila berkata : Allahumma Taqabbal Minni atau Taqabbal 'An Fulanin yaitu orang yang telah memerintahkannya untuk menyembelih, maka itu tidak  apa-apa, DAN AKU LEBIH SUKA apabila dia MEMAKAN HATI/LIMPA BINATANG KURBANNYA sebelum menyebarkannya, atau dagingnya, dan jika dia tidak melakukannya, itu tidak menjadi  masalah.
[Lihat Kitab Al Umm : Juz 2 Hal 239. Karya Imam Muhammad Bin Idris Asy Syafi'iy].

*•⊰𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟  ༄💫Adapun perintah untuk memakan daging hewan kurbannya adalah perintah Sunnah bukan perintah wajib :

*•⊰𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟  ༄Imam An Nawawiy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'ala menjelaskan dalam kitabnya Al Minhaj Syarhu Shahih Muslim Ibnu Al Hajjaj :

الْبَضْعَةِ بِفَتْحِ الْبَاءِ لَا غَيْرَ وَهِيَ الْقِطْعَةُ مِنَ اللَّحْمِ وَفِيهِ اسْتِحْبَابُ الْأَكْلِ مِنْ هَدْيِ التَّطَوُّعِ وَأُضْحِيَّتِهِ قَالَ الْعُلَمَاءُ لَمَّا كَانَ الْأَكْلُ مِنْ كُلِّ وَاحِدَةٍ سُنَّةً، وَفِي الْأَكْلِ مِنْ كُلِّ وَاحِدَةٍ مِنَ الْمِائَةِ مُنْفَرِدَةً كُلْفَةٌ جُعِلَتْ فِي قِدْرٍ لِيَكُونَ آكِلًا مِنْ مَرَقِ الْجَمِيعِ الَّذِي فِيهِ جُزْءٌ مِنْ كُلِّ وَاحِدَةٍ، انتهى
[انظر كتاب " المنهاج شرح صحيح مسلم ابن الحجاج " : ج ٨ ص ١٨٢ / كتاب الحج الحج بفتح الحاء هو المصدر وبالفتح / باب حجة النبي صلى الله عليه وسلم / للامام أبو زكريا محيي الدين يحيى بن شرف النووي (ت ٦٧٦هـ) / الناشر: دار إحياء التراث العربي - بيروت، الطبعة: الثانية، ١٣٩٢ ه‍ـ].

Imam Abu Zakariyya Muhyiddin An Nawawiy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'ala  berkata:

“Al Bidh’ah adalah sepotong daging, hal ini menunjukkan bahwa SUNNAH HUKUMNYA MEMAKAN SEBAGIAN DAGING SEMBELIHAN HADY YANG SUNNAH DAN HEWAN KURBAN. Para ulama berkata: “Ketika memakan sebagian daging dari setiap ekornya adalah sunnah, dan memakan sebagian daging dari 100 ekor akan menyulitkan. Sebagian daging tersebut diletakkan di sebuah wadah, agar bisa dikonsumsi kuah dari sebagian daging dari setiap ekornya”.
[Lihat Kitab Al Minhaj Syarah Shahih Muslim Ibnu Al Hajjaj: Juz 8 Hal 192. Karya Imam Abu Zakariyya Muhyiddin An Nawawiy Asy Syafi'iy].

*•⊰𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟  ༄Imam Abu Zakariyya Muhyiddin An Nawawiy Asy Syafi'iy juga mengatakan dalam kitabnya Al Majmu' Syarhu Al Muhadzab :

وَإِنَّمَا أَخَذَ بَضْعَةً مِنْ كُلِّ بَدَنَةٍ وَشَرِبَ مِنْ مَرَقِهَا لِيَكُونَ قَدْ تَنَاوَلَ مِنْ كُلِّ وَاحِدَةٍ شَيْئًا.  انتهى
[انظر كتاب " المجموع شرح المهذب " : ج ٨ ص ٤١٤ / كتاب الحج / باب الاضحية / للامام أبو زكريا محيي الدين بن شرف النووي الشافعي (ت ٦٧٦ هـ) / الناشر: (إدارة الطباعة المنيرية، مطبعة التضامن الأخوي) - القاهرة، عام النشر:١٣٤٤ - ١٣٤٧ هـ].

“Bahwa beliau mengambil sebagian daging dari tiap ekor unta dan meminum kuahnya; untuk memastikan bahwa beliau telah mengkonsumsi dari tiap ekornya”.
[Lihat Kitab Al Majmu’ Syarhu Al Muhadzab: Juz 8 Hal 414. Karya Imam Abu Zakariyya Muhyiddin An Nawawiy Asy Syafi'iy].

*•⊰𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟  ༄💫Adapun jika memakan semua daging kurbannya dia wajib mengganti sebesar yang bisa dinamakan seekor hewan :

*•⊰𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟  ༄ Tersebut dalam kitab Raudlotu Ath Thalibin Wa 'Umdatu Al Muftin :

يَجِبُ التَّصَدُّقُ بِقَدْرٍ يَنْطَلِقُ عَلَيْهِ الِاسْمُ؛ لِأَنَّ الْمَقْصُودَ إِرْفَاقُ الْمَسَاكِينِ. فَعَلَى هَذَا، إِنْ أَكَلَ الْجَمِيعَ لَزِمَهُ ضَمَانُ مَا يَنْطَلِقُ عَلَيْهِ الِاسْمُ، انتهى  
[أنطر كتاب روضة الطالبين وعمدة المفتين : ج ٣ ص ٢٢٣ / فصل / فصل / للامام  أبو زكريا محيي الدين يحيى بن شرف النووي الشافعي (ت ٦٧٦هـ) / الناشر: المكتب الإسلامي، بيروت- دمشق- عمان، الطبعة: الثالثة : ١٤١٢هـ  - ١٩٩١مـ].

“WAJIB untuk disedekahkan sebesar yang bisa dinamakan seekor hewan (lebih banyak yang disedekahkan); karena tujuannya adalah memberikan kemaslahatan bagi orang-orang miskin, atas dasar itulah maka konsekuensinya adalah JIKA DIA MENGKONSUMSI SEMUANYA MAKA DIA WAJIB MENGGANTI SEBESAR YANG BISA DINAMAKAN SEEKOR HEWAN”.
[Lihat Kitab Raudhatu Ath Thalibin Wa ‘Umdatu Al Muftiin: 3/223. Karya Imam Abu Zakariyya Muhyiddin An Nawawiy Asy Syafi'iy].

*•⊰𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟  ༄Syaikh Sayyid Abu Bakr bin Sayyid Muhammad Syatho Ad Dimyathiy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'ala menjelaskan dalam kitabnya I'anatu At Thalibin :

(قوله: ويجب التصدق إلخ) أي فيحرم عليه أكل جميعها، لقوله تعالى في هدى التطوع وأضحية ...
[انظر كتاب إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين (هو حاشية على فتح المعين بشرح قرة العين بمهمات الدين) : ج ٢ ص ٣٧٩ / باب الحج / للشيخ السيد أبو بكر (المشهور بالبكري) عثمان بن محمد شطا الدمياطي الشافعي (ت ١٣١٠هـ) / الناشر: دار الفكر للطباعة والنشر والتوريع، الطبعة: الأولى، ١٤١٨ هـ - ١٩٩٧ مـ]

(Ungkapannya: Wajib bersedekah dst) Artinya, HARAM BAGINYA UNTUK MEMAKAN SEMUANYA, berdasarkan firman Allah dalam Hady tathawwu' (denda sunnah) dan kurban.
[Lihat Kitab I'anatu Ath Thalibin Syarhu Fathu Al Mu'in : Juz 2 Hal 379. Karya Syaikh Sayyid Abu Bakr Bin Muhammad Syatho Ad Dimyathiy Asy Syafi'iy].

2)• 💫᪇𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟    Menurut Pengikut Madzhab Imam Abu Hanifah (عند الحنفية)

*•⊰𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟  ༄Imam As-Sarakhsiy Al Hanafiy rahimahullahu ta'ala menjelaskan dalam kitabnya   Al-Mabsuth:

فَكَمَا يُكْرَهُ لَهُ أَنْ يُعْطِيَ جِلْدَهَا الْجَزَّارَ. فَكَذَلِكَ يُكْرَهُ لَهُ أَنْ يَبِيعَ الْجِلْدَ فَإِنْ فَعَلَ ذَلِكَ تَصَدَّقَ بِثَمَنِهِ كَمَا لَوْ بَاعَ شَيْئًا مِنْ لَحْمِهَا.
[انظر كتاب المبسوط : ج ١٢ ص ١٤ / باب الأضحية / بيع جلد الأضحية بعد الذبح / للامام محمد بن أحمد بن أبي سهل شمس الأئمة السرخسي الحنفي (ت ٤٨٣ هـ) / الناشر: مطبعة السعادة - مصر - بدون السنة ].

Sebagaimana makruh hukumnya memberi kulit hewan qurban untuk tukang jagal,maka pun demikian makruh hukumnya menjula kulitnya, namun jika yang demikian terjadi (menjualnya) maka hasil penjualan tersebut harus disedekahkan, sebagaimana jika seandainya terjadi jual beli pada dagingnya.
[Lihat Kitab Al Mabsuth : Juz 12 Hal 14. Karya Imam As Sarakhsiy Al Hanafiy].

*•⊰𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟  ༄Imam 'Alauddin Al-Kasaniy Al Hanafiy dalam kitabnya Badai'u Ash Shanai' Fi Tartibi Asy Syarai' menjelasakan:

وَلَا يَحِلُّ بَيْعُ جِلْدِهَا وَشَحْمِهَا وَلَحْمِهَا وَأَطْرَافِهَا وَرَأْسِهَا وَصُوفِهَا وَشَعْرِهَا وَوَبَرِهَا وَلَبَنِهَا الَّذِي يَحْلُبُهُ مِنْهَا بَعْدَ ذَبْحِهَا بِشَيْءٍ لَا يُمْكِنُ الِانْتِفَاعُ بِهِ إلَّا بِاسْتِهْلَاكِ عَيْنِهِ مِنْ الدَّرَاهِمِ وَالدَّنَانِيرِ وَالْمَأْكُولَاتِ وَالْمَشْرُوبَاتِ، وَلَا أَنْ يُعْطِيَ أَجْرَ الْجَزَّارِ وَالذَّابِحِ مِنْهَا

لِمَا رُوِيَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ - ﷺ - أَنَّهُ قَالَ «مَنْ بَاعَ جِلْدَ أُضْحِيَّتِهِ فَلَا أُضْحِيَّةَ لَهُ»

وَرُوِيَ أَنَّ النَّبِيَّ - عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ - قَالَ لِعَلِيٍّ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ -: " تَصَدَّقْ بِجِلَالِهَا وَخِطَامِهَا، وَلَا تُعْطِي أَجْرًا لِجَزَّارٍ مِنْهَا " ...(إلى أن قال)...

فَإِنْ بَاعَ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ نَفَذَ عِنْدَ أَبِي حَنِيفَةَ وَمُحَمَّدٍ.
[انظر كتاب بدائع الصنائع في ترتيب الشرائع : ج ٥ ص ٨١ / كتاب النذر / للإمام علاء الدين، أبو بكر بن مسعود الكاساني الحنفي الملقب بـ «بملك العلماء» (ت ٥٨٧ هـ)، الطبعة: الأولى ١٣٢٧ - ١٣٢٨ هـ].

Tidak boleh menjual kulitnya, lemaknya, dagingnya, kepalanya, bulunya, rambutnya, susunya dengan sesuatu yang tidak bisa dimanfaatkan, dan tidak boleh memberi bagian apapun dari hewan qurban tersebut sebagai upah kepada tukang jagal.

Bedasarkan hadits dari Rasulillah ﷺ :

"Barangsiapa yang menjual kulit binatang kurbannya, maka tidak ada kurban baginya.

Dan diriwayatkan badannya Nabi 'Alaihi Ash Shalatu Wa As Salamu berkata kepada Imam Aliy radliyyAllahu 'anhu :

Sedekahkanlah penutupnya dan tali kekangnya dan jangan kau beri upah untuk tukang potong (jagal) dari hewan kurban itu...(sampai ia berkata):...

Jika seandainya menjualnya (terjadi), maka yang demikian tetap sah menurut Imam Abu Hanifah dan Muhammad.
[Lihat Kitab Bada'iu Ash Shanai' Fi Tartibi Asy Syarai' : Juz 5 Hal 81. Karya Imam 'Alauddin Al Kasaniy Al Hanafiy].

*•⊰𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟  ༄Imam 'Utsman 'Aliy Az Zaila'iy Al Hanafiy rahimahullahu ta'ala menjelaskan dalam kitabnya Tabyinu Al Haqaiq Syarhu Kanzu Ad Daqaiq Wa Hasyiyyah Asy Syibliy :

وَلَوْ بَاعَهُمَا بِالدَّرَاهِمِ لِيَتَصَدَّقَ بِهَا جَازَ؛ لِأَنَّهُ قُرْبَةٌ كَالتَّصَدُّقِ بِالْجِلْدِ وَاللَّحْمِ.
[انظر كتاب تبيين الحقائق شرح كنز الدقائق وحاشية الشِّلْبِيِّ : ج ٦ ص ٩ / كتاب الأضحية / التصدق بجلد الأضحية / للإمام عثمان بن علي الزيلعي الحنفي / الناشر: المطبعة الكبرى الأميرية - بولاق، القاهرة، الطبعة: الأولى، ١٣١٤ هـ].

Dan jika dia menjual keduanya seharga beberapa dirham untuk disedekahkan, maka itu diperbolehkan, karena itu adalah ibadah mendekatkan diri kepada Allah, seperti layaknya sedekah dengan kulit dan daging kurban.
[Lihat Kitab Tabyinu Al Haqaiq Syarhu Kanzu Ad Daqaiq Wa Hasyiyyah Asy Syibliy :Juz 6 Hal 9. Karya Imam 'Utsman 'Aliy Az Zaila'iy Al Hanafiy].

3)• 💫᪇𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟    Menurut Pengikut Madzhab Imam Malik (عند المالكية)

Semuanya disedekahkan atau dimanfaatkan untuk sebuah kepentingan

᪇𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟    Imam Malik sendiri memberikan penjeasan singkatnya dalam kitabnya Al-Mudawwanah :

لَا يَشْتَرِي بِهِ شَيْئًا وَلَا يَبِيعُهُ وَلَكِنْ يَتَصَدَّقُ بِهِ أَوْ يَنْتَفِعُ بِهِ
[انظر كتاب المدونة : ج ١ ص ٥٤٨ / كتاب الضحايا / للامام  مالك بن أنس بن مالك بن عامر الأصبحي المدني (ت ١٧٩هـ) / الناشر: دار الكتب العلمية، الطبعة: الأولى، ١٤١٥هـ - ١٩٩٤مـ].
.
Tidak boleh membeli suatu barang dengannya, tidak juga menjual hewan qurban tersebut, akan tetapi semuanya disedekahkan atau dimanfaatkan (untuk sebuah kepentingan)
[Lihat Kitab Al Mudawwanah : Juz 1 Hal 548. Karya Imam Malik Bin Anas Al Madaniy Al Ashbahiy].

᪇𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟   Imam Al-Qarafiy Al-Malikiy rahimahullahu ta'ala  menegaskan, seperti yang beliau tulis dalam kitabnya Az-Dzakhirah :

وَالْقُرُبَاتُ لَا تَقْبَلُ الْمُعَاوَضَةَ وَإِنَّمَا اللَّهُ تَعَالَى أَذِنَ فِي الِانْتِفَاعِ بِهَا
[انظر كتاب الذخيرة : ج ٤ ص ١٥٧ / فرع / فرع / للامام   أبو العباس شهاب الدين أحمد بن إدريس بن عبد الرحمن المالكي الشهير بالقرافي المالكي (ت ٦٨٤هـ) / الناشر: دار الغرب الإسلامي- بيروت، الطبعة: الأولى، ١٩٩٤ مـ].

Apa yang dipersembahkan untuk ibadah maka tidak boleh ada timbal balik (semacam upah/jual beli), namun Allah swt hanya mengizinkan untuk dimanfaatkan (saja)
[Lihat Kitab Adz Dzakhirah : Juz 4 Hal 154. Karya Imam

᪇𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟   Imam Al Bajiy Al Andalusiy Al Malikiy rahimahullahu ta'ala menjelaskan dalam kitabnya Al Muntaqa Syarhu Al Muwatho' :

فَإِنْ بَاعَ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ شَيْئًا فَقَدْ قَالَ ابْنُ حَبِيبٍ: مَنْ بَاعَ جِلْدَ أُضْحِيَّتِهِ جَهْلًا فَلَا يَنْتَفِعُ بِالثَّمَنِ وَعَلَيْهِ أَنْ يَتَصَدَّقَ بِهِ. انتهى.
[انظر كتاب المنتقى شرح الموطإ : ج ٣ ص ٩٢ / كتاب الضحايا / ما يستحب من الضحايا / للإمام  أبو الوليد سليمان بن خلف بن سعد بن أيوب بن وارث التجيبي القرطبي الباجي الأندلسي المالكي (ت ٤٧٤هـ) / الناشر: مطبعة السعادة - بجوار محافظة مصر، الطبعة: الأولى، ١٣٣٢ هـ]

Jika ia menjual sesuatu dari hasil kurbannya, maka Ibnu Habib berkata: Barangsiapa menjual kulit kurbannya karena kebodohan, maka ia tidak mendapat keuntungan dari harganya, dan ia harus mensedekahkannya.
[Lihat Kitab Al Muntaqa Syarhu Al Muwatho' : Juz 2 Hal 92. Karya Imam Al Bajiy Al Andalusiy Al Malikiy].

4)• 💫᪇𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟    Menurut Pengikut Madzhab Imam Ahmad Bin Hanbal (عند الحنابلة)

Jagal tidak boleh diberi upah dengan sesuatu dari hewan qurban tidak boleh menjualnya, tidak juga menjual bagian darinya

᪇𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟  Imam Ahmad berkomentar, seperti yang ditulis oleh Imam Ibnu Qudamah Al Maqdisiy Al Hanbaliy dalam kitabnya  Al-Mughniy :

وَلَا يُعْطَى الْجَازِرُ بِأُجْرَتِهِ شَيْئًا مِنْهَا. وَبِهَذَا قَالَ مَالِكٌ، وَالشَّافِعِيُّ وَأَصْحَابُ الرَّأْيِ. وَرَخَّصَ الْحَسَنُ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُبَيْدِ بْنِ عُمَيْرٍ، فِي إعْطَائِهِ الْجِلْدَ

قَالَ أَحْمَدُ: لَا يَبِيعُهَا، وَلَا يَبِيعُ شَيْئًا مِنْهَا. وَقَالَ: سُبْحَانَ اللَّهِ كَيْفَ يَبِيعُهَا، وَقَدْ جَعَلَهَا لِلَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى

وَلِأَنَّهُ جَعَلَهُ لِلَّهِ - تَعَالَى، فَلَمْ يَجُزْ بَيْعُهُ، كَالْوَقْف
[انظر كتاب المغني : ج ٩ ص ٤٥٠ / مسألة الاستحباب أن يأكل ثلث أضحيته ويهدي ثلثها ويتصدق بثلثها / فصل يجوز إطعام الكافر من الأضحية / للامام أبو محمد عبد الله بن أحمد بن محمد بن قدامة (٥٤١ - ٦٢٠ ه) على مختصر: أبي القاسم عمر بن حسين بن عبد الله بن أحمد الخرقي (المتوفى ٣٣٤ ه) / الناشر: مكتبة القاهرة، الطبعة: الأولى، (١٣٨٨ هـ = ١٩٦٨ مـ) - (١٣٨٩ هـ = ١٩٦٩ مـ)]

Tukang jagal tidak boleh diberi upah dengan sesuatu dari hewan qurban, ini juga pendapat Malik, Syafii, dan ulama-ulama ra’yi, walaupun ada juga yang membolehkan seperti pendapat Al-Hasan, Abdullah bin Ubaid bin Umair.

Tidak boleh menjualnya, tidak juga menjual bagian darinya. Beliau berkata: Subhanallah, bagaimana mungkin ada yang menjualnya padahal hewan qurban tersebut sudah dipersembahkan untuk Allah swt.

Sebagaimana wakaf, maka apa yang sudah diperuntukkan untuk Allah swt tidak boleh dijual (lagi).
[Lihat Kitab Al Mughniy : Juz 9 Hal 450. Karya Imam Ibnu Qudamah Al Maqdisiy Al Hanbaliy].

᪇𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟  Imam Ibnu Al Qayyim Al Jauziyyah Al Hanbaliy rahimahullahu ta'ala menjelaskan dalam kitabnya Tuhfatu al-Maudud BI Ahkami al-Maulud :

وَقَالَ أَبُو عبد الله بن حمدَان فِي رعايته وَيجوز بيع جلودها وسواقطها ورأسها وَالصَّدَََقَة بِثمن ذَلِك نَص عَلَيْهِ [أي الإمام أحمد]... (إلى أن قال)...

وَقَالَ الْخلال بَاب اسْتِحْبَابه لبيع جلد الْبَقَرَة وَيتَصَدَّق بِثمنِهِ أَخْبرنِي مَنْصُور بن الْوَلِيد أَن جَعْفَر بن مُحَمَّد حَدثهمْ أَن أَبَا عبد الله [يعني الإمام أحمد]  قيل لَهُ جلد الْبَقَرَة قَالَ قد رُوِيَ عَن ابْن عمر أَنه قَالَ يَبِيعهُ وَيتَصَدَّق بِهِ ...(إلى أن قال) ...

وَقَالَ إِسْحَاق بن مَنْصُور قلت لأبي عبد الله جُلُود الْأَضَاحِي مَا يصنع بهَا قَالَ ينْتَفع بهَا وَيتَصَدَّق بهَا وتباع وَيتَصَدَّق بِثمنِهَا قلت تبَاع وَيتَصَدَّق بِثمنِهَا قَالَ نعم، حديث ابن عمر " انتهى .
[انظر كتاب تحفة المودود بأحكام المولود : ص ٨٩ و  ٩٢ / الباب السادس في العقيقة وأحكامها / الفصل العشرون في حكم جلدها وسواقطها / للامام محمد بن أبي بكر بن أيوب بن سعد شمس الدين ابن قيم الجوزية الحنبلي (ت ٧٥١هـ) / الناشر: مكتبة دار البيان - دمشق، الطبعة: الأولى، ١٣٩١ ه‍ـ - ١٩٧١ مـ]

“Berkata Abu Abdullah bin Hamdan, dalam al-Ri’ayah: “Tidak masalah menjual kulit, kaki, dan kepala hewan kurban, lalu hasil jualnya disedekahkan. Ini juga pendapat Imam Ahmad.”

“Sampai kepadaku kabar dari Abdul Malik bin Humaid bahwa Imam Ahmad mengatakan bahwa Sahabat Ibnu Umar (radhiyallahu’anhuma) menjual kulit sapinya lalu menyedekahkan hasil jualnya.”

Aku bertanya kepada Abu Abdullah (Imam Ahmad). Kulit hewan kurban mau diapakan?. Ishaq bin Manshur: “dijual lalu uangnya disedekahkan, boleh?” Imam Ahmad: “iya.”
[Lihat Kitab Tuhfatu al-Maudud BI Ahkami al-Maulud : Hal 89 & 92. Karya Imam Ibnu Al Qayyim Al Jauziyyah Al Hanbaliy].

᪇𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟  Imam Al Mardawiy Al Hanbaliy rahimahullahu ta'ala menjelaskan dalam kitabnya Al Inshaf Fi Ma'rifati Ar Rajih Min Al Khilafi :

وَقَالَ: نَصَّ عَلَيْهِ وَعَنْهُ يَجُوزُ بَيْعُهَا وَيَتَصَدَّقُ بِثَمَنِهِ وَعَنْهُ يَجُوزُ وَيَشْتَرِي بِثَمَنِهِ أُضْحِيَّةً وَعَنْهُ يُكْرَهُ وَعَنْهُ يَجُوزُ بَيْعُهُمَا مِنْ الْبَدَنَةِ وَالْبَقَرَةِ وَيَتَصَدَّقُ بِثَمَنِهِ دُونَ الشَّاةِ اخْتَارَهُ الْخَلَّالُ وَقَالَ فِي الرِّعَايَةِ، وَقِيلَ: لَهُ بَيْعُ سَوَاقِطِ الْأُضْحِيَّةِ، وَالصَّدَقَةُ بِالثَّمَنِ قَالَ قُلْت: وَكَذَا الْهَدْيُ انْتَهَى
[انظر كتاب الإنصاف في معرفة الراجح من الخلاف : ج ٤ ص ٩٣ / كتاب المناسك / باب الهدي والأضاحي / للإمام علاء الدين أبو الحسن علي بن سليمان المرداوي الحنبلي (٧١٧ - ٨٨٥ هـ) / الناشر: مطبعة السنة المحمدية، الطبعة: الأولى، ١٣٧٤ هـ - ١٩٥٥ مـ].

᪇𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟  Terkait jika mengkonsumsi semua dagingnya Imam Al Mardawiy Al Hanbaliy rahimahullahu ta'ala menjelaskan dalam kitabnya Al Inshaf Fi Ma'rifati Ar Rajih Min Al Khilafi :

" وَإِنْ أَكَلَهَا كُلَّهَا ، ضَمِنَ أَقَلَّ مَا يُجْزِئُ فِي الصَّدَقَةِ مِنْهَا " انتهى
[انظر كتاب  الإنصاف في معرفة الراجح من الخلاف : ج ٤ ص ١٠٨ /  كتاب المناسك / باب الهدي والأضاحي / للإمام علاء الدين أبو الحسن علي بن سليمان المرداوي الحنبلي (٧١٧ - ٨٨٥ هـ) / الناشر: مطبعة السنة المحمدية، الطبعة: الأولى، ١٣٧٤ هـ - ١٩٥٥ مـ].

“Dan jika dia memakan semuanya, dia harus mengganti sebesar yang dinyatakan cukup untuk disedekahkan”.
[Lihat Kitab Al Inshaf Fi Ma'rifati Ar Rajih Min Al Khilafi : Juz 6 Hal 108. Karya Imam 'Alauddin Al Mardawiy Al Hanbaliy].

᪇𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟  Terkait boleh memakan sebagian hewan kurbannya memakan sedikit dari hati atau yang lainnya dari hewan kurbannya untuk tabarrukkan mendapatkan berkah dan menghidupkan syiar kaum Shalihin.

Imam Manshur Al Buhutiy Al Hanbaliy rahimahullahu ta'ala menjelaskan dalam kitabnya Kasyafu Al Qina' 'An Matni Al Iqna' :

ذَكَرُهُ بَعْضُهُمْ (وَكَانَ مِنْ شِعَارِ الصَّالِحِينَ: تَنَاوُلُ لُقْمَةٍ مِنْ الْأُضْحِيَّةِ مِنْ كَبِدِهَا أَوْ غَيْرِهَا تَبَرُّكًا) وَخُرُوجًا مِنْ الْخِلَافِ مِنْ وَاجِبِ الْأَكْلِ ...(الى ان قال)...

(فَإِنْ لَمْ يَتَصَدَّقْ بِشَيْءٍ) نِيءٍ مِنْهَا (ضَمِنَ أَقَلَّ مَا يَقَعُ عَلَيْهِ الِاسْمُ) كَالْأُوقِيَّةِ. انتهى
[انظر كتاب  كشاف القناع عن متن الإقناع : ج ٣ ص ٢٣ /  باب الهدي والأضاحي والعقيقة وما يتعلق بها / فصل الأضحية مشروعة إجماعا / للإمام منصور بن يونس بن إدريس البهوتي الحنبلي / الناشر: مكتبة النصر الحديثة بالرياض، لصاحبَيها: عبدالله ومحمد الصالح الراشد - بدون السنة].

Dan sebagian dari mereka menyebutkannya (dan itu adalah salah satu semboyan/syiar orang-orang Shalih  memakan sepotong hewan kurban dari hatinya atau selainnya  untuk mendapatkan  berkah) dan keluar dari perselisihan tentang kewajiban makan...(sampai ia berkata):...

Jika dia tidak mensedekahkan sedikit saja darinya, maka DIA WAJIB MENGGANTI SEBESAR YANG BISA DIANGGAP CUKUP (tidak harus satu ekor penuh), seperti satu auqiyah”.
[Lihat Kitab Kasyafu Al Qina' 'An Matni Al Iqna' : Juz 3 Hal 23. Karya Imam Manshur Al Buhutiy Al Hanbaliy].

᪇𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟  Dan boleh mensedekahkan semuanya atau sebagian besar dagingnya sebagaimana Imam Ibnu Qudamah Al Maqdisiy Al Hanbaliy rahimahullahu ta'ala menjelaskan dalam kitabnya Al Mughniy :

" فَلَوْ تَصَدَّقَ بِهَا كُلِّهَا ، أَوْ بِأَكْثَرِهَا ، جَازَ " انتهى
[انظر كتاب " المغني " : ج ٩ ص ٤٤٩ / مسألة الاستحباب أن يأكل ثلث أضحيته ويهدي ثلثها ويتصدق بثلثها / فصل يجوز ادخار لحوم الأضاحي فوق ثلاث / للامام أبو محمد عبد الله بن أحمد بن محمد بن قدامة (٥٤١ - ٦٢٠ ه) على مختصر: أبي القاسم عمر بن حسين بن عبد الله بن أحمد الخرقي (المتوفى ٣٣٤ ه) / الناشر: مكتبة القاهرة
الطبعة: الأولى، (١٣٨٨ هـ = ١٩٦٨ مـ) - (١٣٨٩ هـ = ١٩٦٩ مـ)].

Dan apabila  mensedekahkan semuanya atau sebagian besar dagingnya, maka diperbolehkan.
[Lihat Kitab Al Mughniy : Juz 9 Hal 449. Karya Imam Ibnu Qudamah Al Maqdisiy Al Hanbaliy].

᪇𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟  Syaikh Muhammad Mukhtar As Sinqithiy (Mairutania: w. 1974 M), dalam kitabnya Syarhu Zada Al Mustaqni' :

جلد الأضحية والدماء الواجبة يجب أن يتصدق به، ولا يجوز أن يعطى ضمن الأجرة، ولا يعطى للسلاخ، .. (الى ان قال)...

أما إذا كان هناك شركة تشتري الجلد في نفس المسلخ ، وأعطيته الفقير ، ثم ذهب الفقير وباعه لهذه الشركة أو لهذه المؤسسة ، فلا بأس " انتهى
[انظر كتاب شرح زاد المستقنع : ج ١٣ ص ١٣١ /  الأسئلة / حكم جلد الأضحية والدماء الواجبة / المؤلف : الشيخ محمد بن محمد المختار الشنقيطي].

Kulit kurban dan darah wajib harus diberikan dalam sedekah, dan tidak boleh memberikannya sebagai bagian dari sewa, juga tidak diberikan kepada penyembelih (jagal), atau diberikan untuk tukang menguliti (kelet : Jawa) ... (sampai ia berkata)...

Adapun jika ada perusahaan yang membeli kulit di rumah jagal yang sama, dan Anda memberikannya kepada orang miskin, maka orang miskin itu pergi dan menjualnya ke perusahaan atau lembaga ini, maka tidak ada yang salah dengan itu.”
[Lihat Kitab Syarhu Zada Al Mustaqni' : Juz 13 Hal 313. Karya Syaikh Muhammad Mukhtar As Sinqithiy].

5)• 💫᪇𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟    Menurut Ahli Hadits (عند أهل الحديث)

᪇𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟    Imam Asy Syaukaniy rahimahullahu ta'ala menjelaskan dalam kitabnya Nailu Al Author :

وَقَدْ اتَّفَقُوا عَلَى أَنَّ لَحْمَهَا لَا يُبَاعُ فَكَذَا الْجُلُودُ وَالْجِلَالُ. وَأَجَازَهُ الْأَوْزَاعِيُّ وَأَحْمَدُ وَإِسْحَاقُ وَأَبُو ثَوْرٍ وَهُوَ وَجْهٌ عِنْدَ الشَّافِعِيَّةِ قَالُوا: وَيُصْرَفُ ثَمَنُهُ مَصْرِفَ الْأُضْحِيَّةِ. انتهى .
[انظر كتاب نيل الأوطار  من أسرار منتقى الأخبار : ج ٥ ص ١٥٣ / أبواب الهدايا والضحايا / باب الصدقة بالجلود والجلال والنهي عن بيعها / للامام المحدث محمد بن علي بن محمد بن عبد الله الشوكاني اليمني (ت ١٢٥٠هـ) / الناشر: دار الحديث، مصر، الطبعة: الأولى، ١٤١٣هـ - ١٩٩٣مـ].

 “Para ulama bersepakat, bahwa tidak boleh menjual daging dan juga kulit hewan kurban, akan tetapi Auza’i, Ahmad, Ishaq dan Abu Tsaur demikian juga salah satu pendapat madzhab Syafi’iy  membolehkan hal tersebut, mereka berkata : “dan uangnya dibagikan kepada yang menerima daging kurban”
[Lihat Kitab Nailu Al Author Min Asrari Muntaqa Al Akhbar : Juz 5 Hal 153. Karya Imam Asy Syaukaniy Al Yamaniy].

DENGAN DEMIKIAN MAKA:

1)• 💫    Mayoritas ulama menilai tidak boleh memberi bagian apapun dari hewan qurban kepada tukang jagal, atau panitia qurban secara umum atas nama panitia, namun memberi mereka atas niat sedekah maka hukumnya boleh.

2)• 💫     Segala biaya untuk pemotongan hewan qurban harus diambilkan dari harta yang lain, bukan dari hewan qurban itu sendiri. Karenanya bagi panitia boleh meminta biaya tambahan untuk pemotongan bagi yang menitipkan hewan qurbannya kepada panitia qurban.

 3)• 💫    Kepada seluruh panitia atau siapa saja yang terlibat dalam pemotongan hewan qurban ini juga harus sadar dengan atauran ini, jangan sampai ada kesan bahwa panitia meminta jatah kepala, atau paha atas nama gaji panitia. Mari bekerja sama yang baik agar qurban tersebut bernilai ibadah disisi Allah swt.

4)• 💫    Mayoritas ulama menilai bahwa tidak boleh menjual bagian apapun dari hewan qurban, termasuk kulitnya, karena apa yang sudah dipersembahkan untuk Allah maka penggunaanya tidak boleh dijual lagi, sama seperti wakaf.

5)• 💫  Jika kulitnya tidak ada yang mau menerimanya sebagai sedekah, maka manfaatkan kulit tersebut untuk beduk, rebana, atau yang lainnya. Atau sedekahkan kulit tersebut dengan seseorang dan setelah itu terserah dia mau menjualnya atau tidak, yang jelas aqad dari dia yang berqurban kepada penerima adalah sedekah.

6)• 💫     Jikapun terpaksa menjualnya, bagi para ulama yang membolehkannya, menilai bahwa kalau bisa menjualnya bukan dengan harta atau makanan dan minuman yang akan habis wujudnya, bisa dijual degan ganti barang lainnya, yang wujudnya ada.

7)• 💫    Atau jikapun harus menjualnya dengan ganti harta, walaupun yang demikian tidak boleh menurut mayoritas ulama, akan tetapi sebagian ulama Hanafiyah hanya menilainya  makruh, maka hasil penjualannya tetap harus disedekahkan lagi.

Selesai dinukil Rabu pahing malam Kamis pon

Dikradenan selatan oo3 oo1 Kradenan Srumbung Magelang Jateng 56483

الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات

١١ ذو الحجـــٕة ١٤٤٤ ه‍ـ
٣١ مايـــــــــــو ٢٠٢٣ مـ



PALING DIMINATI

Kategori

SHALAT (8) HADITS (5) WANITA (5) ADAB DAN HADITS (3) FIQIH HADIST (3) WASHIYYAT DAN FAWAID (3) 5 PERKARA SEBELUM 5 PERKARA (2) AQIDAH DAN HADITS (2) CINTA (2) PERAWATAN JENAZAH BAG VII (2) SIRAH DAN HADITS (2) TAUSHIYYAH DAN FAIDAH (2) TAWAJUHAT NURUL HARAMAIN (2) (BERBHAKTI (1) 11 BAYI YANG BISA BICARA (1) 12 BINATANG YANG MASUK SURGA (1) 25 NAMA ARAB (1) 7 KILOGRAM UNTUK RAME RAME (1) ADAB DAN AKHLAQ BAGI GURU DAN MURID (1) ADAB DAN HADITS (SURGA DIBAWAH TELAPAK KAKI BAPAK DAN IBU) (1) ADAT JAWA SISA ORANG ISLAM ADALAH OBAT (1) AIR KENCING DAN MUNTAHAN ANAK KECIL ANTARA NAJIS DAN TIDAKNYA ANTARA CUKUP DIPERCIKKI AIR ATAU DICUCI (1) AJARAN SUFI SUNNI (1) AKIBAT SU'UDZON PADA GURU (1) AL QUR'AN (1) AMALAN KHUSUS JUMAT TERAKHIR BULAN ROJAB DAN HUKUM BERBICARA DZIKIR SAAT KHUTBAH (1) AMALAN NISFHU SYA'BAN HISTORY (1) AMALAN SUNNAH DAN FADHILAH AMAL DIBULAN MUHARRAM (1) AMALAN TANPA BIAYA DAN VISA SETARA HAJI DAN UMRAH (1) APAKAH HALAL DAN SAH HEWAN YANG DISEMBELIH ULANG? (1) AQIDAH (1) ASAL MULA KAUM KHAWARIJ (MUNAFIQ) DAN CIRI CIRINYA (1) ASAL USUL KALAM YANG DISANGKA HADITS NABI (1) AYAT PAMUNGKAS (1) BAGAIMANAPUN BENTUKNYA VAGINA RASANYA TUNGGAL (1) BAHASA ALAM AKHIRAT (1) BELAJAR DAKWAH YANG BIJAK MELALUI BINATANG (1) BERITA HOAX SEJARAH DAN AKIBATNYA (1) BERSENGGAMA ITU SEHAT (1) BERSIKAP LEMAH LEMBUT KEPADA SIAPA SAJA KETIKA BERDAKWAH (1) BIRRUL WALIDAIN PAHALA DAN MANFAATNYA (1) BOLEH SHALAT SUNNAH SETELAH WITIR (1) BOLEHNYA MENDEKTE IMAM DAN MEMBAWA MUSHAF DALAM SHALAT (1) BOLEHNYA MENGGABUNG DUA SURAT SEKALIGUS (1) BOLEHNYA PATUNGAN DAN MEWAKILKAN PENYEMBELIHAN KEPADA KAFIR DZIMMI ATAU KAFIR KITABI (1) BULAN ROJAB DAN KEUTAMAANNYA (1) DAGING KURBAN AQIQAH UNTUK KAFIR NON MUSLIM (1) DAN FAKHR (1) DAN YANG BERHUBUNGAN DENGANNYA) (1) DARIMANA SEHARUSNYA UPAH JAGAL DAN BOLEHKAH MENJUAL DAGING KURBAN (1) DASAR PERAYAAN MAULID NABI (1) DEFINISI TINGKATAN DAN PERAWATAN SYUHADA' (1) DO'A MUSTAJAB (1) DO'A TIDAK MUSTAJAB (1) DOA ASMAUL HUSNA PAHALA DAN FAIDAHNYA (1) DOA DIDALAM SHALAT DAN SHALAT DENGAN SELAIN BAHASA ARAB (1) DOA KHUSUS (1) DOA ORANG MUSLIM DAN KAFIR YANG DIDZALIMI MUSTAJAB (1) DOA SHALAT DLUHA MA'TSUR (1) DONGO JOWO MUSTAJAB (1) DSB) (1) DURHAKA (1) FADHILAH RAMADHAN DAN DOA LAILATUL QADAR (1) FAIDAH MINUM SUSU DIAWWAL TAHUN BARU HIJRIYYAH (1) FENOMENA QURBAN/AQIQAH SUSULAN BAGI ORANG LAIN DAN ORANG MATI (1) FIKIH SHALAT DENGAN PENGHALANG (1) FIQIH MADZAHIB (1) FIQIH MADZAHIB HUKUM MEMAKAN SERANGGA (1) FIQIH MADZAHIB HUKUM MEMAKAN TERNAK YANG DIBERI MAKAN NAJIS (1) FIQIH QURBAN SUNNI (1) FUNGSI ZAKAT FITRAH DAN CARA IJAB QABULNYA (1) GAHARU (1) GAYA BERDZIKIRNYA KAUM CERDAS KAUM SUPER ELIT PAPAN ATAS (1) HADITS DAN ATSAR BANYAK BICARA (1) HADITS DLO'IF LEBIH UTAMA DIBANDINGKAN DENGAN PENDAPAT ULAMA DAN QIYAS (1) HALAL BI HALAL (1) HUKUM BERBUKA PUASA SUNNAH KETIKA MENGHADIRI UNDANGAN MAKAN (1) HUKUM BERKURBAN DENGAN HEWAN YANG CACAT (1) HUKUM BERSENGGAMA DIMALAM HARI RAYA (1) HUKUM DAN HIKMAH MENGACUNGKAN JARI TELUNJUK KETIKA TASYAHUD (1) HUKUM FAQIR MISKIN BERSEDEKAH (1) HUKUM MEMASAK DAN MENELAN IKAN HIDUP HIDUP (1) HUKUM MEMELIHARA MENJUALBELIKAN DAN MEMBUNUH ANJING (1) HUKUM MEMUKUL DAN MEMBAYAR ONGKOS UNTUK PENDIDIKAN ANAK (1) HUKUM MENCIUM MENGHIAS DAN MENGHARUMKAN MUSHAF AL QUR'AN (1) HUKUM MENGGABUNG NIAT QODLO' ROMADLAN DENGAN NIAT PUASA SUNNAH (1) HUKUM MENINGGALKAN PUASA RAMADLAN MENURUT 4 MADZHAB (1) HUKUM MENYINGKAT SHALAWAT (1) HUKUM PUASA SYA'BAN (NISHFU SYA'BAN (1) HUKUM PUASA SYAWWAL DAN HAL HAL YANG BERHUBUNGAN DENGANNYA (1) HUKUM PUASA TARWIYYAH DAN 'ARAFAH BESERTA KEUTAMAAN - KEUTAMAANNYA (1) HUKUM SHALAT IED DIMASJID DAN DIMUSHALLA (1) HUKUM SHALAT JUM'AT BERTEPATAN DENGAN SHALAT IED (1) IBADAH JIMA' (BERSETUBUH) DAN MANFAAT MANFATNYA (1) IBADAH TERTINGGI PARA PERINDU ALLAH (1) IBRANI (1) IMAM YANG CERDAS YANG FAHAM MEMAHAMI POSISINYA (1) INDONESIA (1) INGAT SETELAH SALAM MENINGGALKAN 1 ATAU 2 RAKAAT APA YANG HARUS DILAKUKAN? (1) INOVASI BID'AH OLEH ULAMA' YANG DITUDUH MEMBID'AH BID'AHKAN (1) ISLAM (1) JANGAN GAMPANG MELAKNAT (1) JUMAT DIGANDAKAN 70 KALI BERKAH (1) KAIFA TUSHLLI (XX) - (1) KAIFA TUSHOLLI (III) - MENEPUK MENARIK MENGGESER DALAM SHALAT SETELAH TAKBIRATUL IHRAM (1) KAIFA TUSHOLLI (XV) - SOLUSI KETIKA LUPA DALAM SHALAT JAMAAH FARDU JUM'AH SENDIRIAN MASBUQ KETINGGALAN (1) KAIFA TUSHOLLI (I) - SAHKAH TAKBIRATUL IHROM DENGAN JEDA ANTARA KIMAH ALLAH DAN AKBAR (1) KAIFA TUSHOLLI (II) - MENEMUKAN SATU RAKAAT ATAU KURANG TERHITUNG MENEMUKAN SHALAT ADA' DAN SHALAT JUM'AT (1) KAIFA TUSHOLLI (IV) - SOLUSI KETIKA LUPA MELAKUKAN SUNNAH AB'ADH DAN SAHWI BAGI IMAM MA'MUM MUNFARID DAN MA'MUM MASBUQ (1) KAIFA TUSHOLLI (IX) - BASMALAH TERMASUK FATIHAH SHALAT TIDAK SAH TANPA MEMBACANYA (1) KAIFA TUSHOLLI (V) - (1) KAIFA TUSHOLLI (VI) - TAKBIR DALAM SHALAT (1) KAIFA TUSHOLLI (VII) - MENARUH TANGAN BERSEDEKAP MELEPASKANNYA ATAU BERKACAK PINGGANG SETELAH TAKBIR (1) KAIFA TUSHOLLI (VIII) - BACAAN FATIHAH DALAM SHOLAT (1) KAIFA TUSHOLLI (XI) - LOGAT BACAAN AMIN SELESAI FATIHAH (1) KAIFA TUSHOLLI (XII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XIV) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XIX) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XVI) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XVII) - BACAAN TASBIH BAGI IMAM MA'MUM DAN MUNFARID KETIKA RUKU' (1) KAIFA TUSHOLLI (XVIII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XX1V) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXI) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXIII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXIX) - BACAAN SALAM SETELAH TASYAHUD MENURUT PENDAPAT ULAMA' MADZHAB MENGUSAP DAHI ATAU WAJAH DAN BERSALAM SALAMAN SETELAH SHALAT DIANTARA PRO DAN KONTRA (1) KAIFA TUSHOLLI (XXV) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXVI) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXVII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXVIII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXX) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXXI) - DZIKIR JAHRI (KERAS) MENURUT ULAMA' MADZHAB (1) KAIFA TUSHOLLI (XXXII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (x) - (1) KAJIAN TINGKEPAN NGAPATI MITONI KEHAMILAN (1) KEBERSIHAN DERAJAT TINGGI DALAM SHALAT (1) KEMATIAN ULAMA' DAN AKIBATNYA (1) KEPADA ORANGTUA (1) KESUNNAHAN TABKHIR EMBAKAR DUPA (1) KESUNNAHAN TAHNIK/NYETAKKI ANAK KECIL (1) KETIKA HAJAT TERCAPAI SEMBELIHLAH SYAHWAT DAN MENDEKATLAH KEPADA ALLAH (1) KETIKA ORANG ALIM SAMA DENGAN ANJING (1) KEUTAMAAN ILMU DAN ADAB (1) KEWAJIBAN SABAR DAN SYUKUR BERSAMAAN (1) KHUTBAH JUM'AT DAN YANG BERHUBUNGAN (1) KIFARAT SUAMI YANG MENYERUBUHI ISTRI DISIANG BULAN RAMADHAN (1) KISAH INSPIRATIF AHLU BAIT (SAYYIDINA IBNU ABBAS) DAN ULAMA' BESAR (SAYYIDINA ZAID BIN TSABIT) (1) KISAH PEMABUK PINTAR YANG MEMBUAT SYAIKH ABDUL QADIR AL JAILANIY MENANGIS (1) KRETERIA UCAPAN SUNNAH MENJAWAB KIRIMAN SALAM (1) KUFUR AKIBAT MENCELA NASAB KETURUNAN (1) KULLUHU MIN SYA'BAN (1) KURBAN DAN AQIQAH UNTUK MAYYIT (1) LARANGAN MENYINGKAT SHALAWAT NABI (1) LEBIH UTAMA MANA GURU DAN ORANGTUA (1) MA'MUM BOLEH MEMBENARKAN BACAAN IMAM DAN WAJIB MEMBENARKAN BACAAN FATIHAHNYA (1) MA'MUM MEMBACA FATIHAH APA HUKUMNYA DAN KAPAN WAKTUNYA? (1) MACAM DIALEK AAMIIN SETELAH FATIHAH (1) MACAM MACAM NIAT ZAKAT FITRAH (1) MAKAN MINUM MEMBUNUH BINATANG BERBISA MEMAKAI PAKAIAN BERGAMBAR DAN MENJAWAB PANGGILAN ORANGTUA DALAM SHALAT (1) MALAIKAT SETAN JIN DAPAT DILIHAT SETELAH MENJELMA SELAIN ASLINYA (1) MELAFADZKAN NIAT NAWAITU ASHUMU NAWAITU USHALLI (1) MELEPAS TALI POCONG DAN MENEMPELKAN PIPI KANAN MAYYIT KETANAH (1) MEMBAYAR FIDYAH BAGI ORANG ORANG YANG TIDAK MAMPU BERPUASA (1) MEMBELI KITAB ULAMA' MENARIK RIZQI DAN KEKAYAAN (1) MEMPERBANYAK DZIKIR SAMPAI DIKATAKAN GILA/PAMER (1) MENDIRIKAN SHALAT JUM'AT DALAM SATU DESA KARENA KAWATIR TERSULUT FITNAH DAN PERMUSUHAN (1) MENGAMBIL UPAH DALAM IBADAH (1) MENGHADIAHKAN MITSIL PAHALA AMAL SHALIH KEPADA NABI ﷺ (1) MENGIRIM MITSIL PAHALA KEPADA YANG MASIH HIDUP (1) MERAWAT JENAZAH MENURUT QUR'AN HADITS MADZAHIB DAN ADAT JAWS (1) MUHASABATUN NAFSI INTEROPEKSI DIRI (1) MUTIARA HIKMAH DAN FAIDAH (1) Manfaat Ucapan Al Hamdulillah (1) NABI DAN RASUL (1) NIAT PUASA SEKALI UNTUK SEBULAN (1) NISHFU AKHIR SYA'BAN (1) ORANG GILA HUKUMNYA MASUK SURGA (1) ORANG SHALIHPUN IKUT TERKENA KESULITAN HUJAN DAN GEMPA BUMI (1) PAHALA KHOTMIL QUR'AN (1) PENIS DAN PAYUDARA BERGERAK GERAK KETIKA SHALAT (1) PENYELEWENGAN AL QUR'AN (1) PERAWATAN JENAZAH BAG I & II & III (1) PERAWATAN JENAZAH BAG IV (1) PERAWATAN JENAZAH BAG V (1) PERAWATAN JENAZAH BAG VI (1) PREDIKSI LAILATUL QADAR (1) PUASA SUNNAH 6 HARI BULAN SYAWAL DISELAIN BULAN SYAWWAL (1) PUASA SYAWWAL DAN PUASA QADLO' (1) QISHOH ISLAMI (1) RAHASIA BAPAK PARA NABI DAN PILIHAN PARA NABI DALAM TASYAHUD SHALAT (1) RAHASIA HURUF DHOD PADA LAMBANG NU (1) RESEP MENJADI WALI (1) SAHABAT QULHU RADLIYYALLAHU 'ANHUM (1) SANAD SILSILAH ASWAJA (1) SANG GURU ASLI (1) SEDEKAH SHALAT (1) SEDEKAH TAK SENGAJA (1) SEJARAH TAHNI'AH (UCAPAN SELAMAT) IED (1) SEMBELIHAN (1) SERBA SERBI PENGGUNAAN INVENTARIS MASJID (1) SETIAP ABAD PEMBAHARU ISLAM MUNCUL (1) SHADAQAH SHALAT (1) SHALAT DAN FAIDAHNYA (1) SHALAT IED DIRUMAH KARENA SAKIT ATAU WABAH (1) SHALAT JUM'AT DISELAIN MASJID (1) SILSILAH SYAIKH JUMADIL KUBRA TURGO JOGJA (1) SIRAH BABI DAN ANJING (1) SIRAH DAN FAIDAH (1) SIRAH DZIKIR BA'DA MAKTUBAH (1) SIRAH NABAWIYYAH (1) SIRAH NIKAH MUT'AH DAN NIKAH MISYWAR (1) SIRAH PERPINDAHAN QIBLAT (1) SIRAH THAHARAH (1) SIRAH TOPI TAHUN BARU MASEHI (1) SUHBAH HAQIQAH (1) SUM'AH (1) SUNNAH MENCERITAKAN NIKMAT YANG DIDAPAT KEPADA YANG DIPERCAYA TANPA UNSUR RIYA' (1) SURGA IMBALAN YANG SAMA BAGI PENGEMBAN ILMU PENOLONG ILMU DAN PENYEBAR ILMU HALAL (1) SUSUNAN MURAQIY/BILAL SHALAT TARAWIH WITIR DAN DOA KAMILIN (1) SYAIR/DO'A BAGI GURU MUROBBI (1) SYAIR/DO'A SETELAH BERKUMPUL DALAM KEBAIKKAN (1) SYARI'AT DARI BID'AH (1) TA'JIL UNIK LANGSUNG BERSETUBUH TANPA MAKAN MINUM DAHULU (1) TAAT PADA IMAM ATAU PEMERINTAH (1) TAHALLUL CUKUR GUNDUL ATAU POTONG RAMBUT SELESAI HAJI DAN UMROH (1) TAKBIR IED MENURUT RASULULLAH DAN ULAMA' SUNNI (1) TALI ALLAH BERSATU DAN TAAT (1) TATACARA SHALAT ORANG BUTA ATAU BISU DAN HUKUM BERMAKMUM KEPADA KEDUANYA (1) TEMPAT SHALAT IED YANG PALING UTAMA AKIBAT PANDEMI (WABAH) CORONA (1) TIDAK BOLEH KURBAN DENGAN KUDA NAMUN HALAL DIMAKAN (1) TIDAK PERLU TEST DNA SEBAGAI BUKTI DZURRIYYAH NABI -ﷺ- (1) TREND SHALAT MEMAKAI SARUNG TANGAN DAN KAOS KAKI DAN HUKUMNYA (1) T̳I̳P̳ ̳C̳E̳P̳E̳T̳ ̳J̳A̳D̳I̳ ̳W̳A̳L̳I̳ ̳A̳L̳L̳O̳H̳ (1) UCAPAN HARI RAYA MENURUT SUNNAH (1) UCAPAN NATAL ANTARA YANG PRO DAN KONTRA (1) ULANG TAHUN RASULILLAH (1) URUTAN SILSILAH KETURUNAN ORANG JAWA (1) Ulama' Syafi'iyyah Menurut Lintas Abadnya (1) WAJIB BERMADZHAB UNTUK MENGETAHUI MATHLA' TEMPAT MUNCULNYA HILAL (1) YAUMU SYAK) (1) ZAKAT DIBERIKAN SEBAGAI SEMACAM MODAL USAHA (1) ZAKAT FITRAH 2 (1) ZAKAT FITRAH BISA UNTUK SEMUA KEBAIKKAN DENGAN BERBAGAI ALASAN (1)
Back To Top