Bismillahirrohmaanirrohiim

Tampilkan postingan dengan label BELAJAR DAKWAH YANG BIJAK MELALUI BINATANG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BELAJAR DAKWAH YANG BIJAK MELALUI BINATANG. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Desember 2022

SETIAP NABI PERNAH MENGGEMBALA KAMBING/DOMBA

 




(edisi metode n retorika dakwah dengan media menggembala kambing)


Allah ﷻ berfirman :

قَالَ هِيَ عَصَايَ أَتَوَكَّأُ عَلَيْهَا وَأَهُشُّ بِهَا عَلَى غَنَمِي وَلِيَ فِيهَا مَآرِبُ أُخْرَى.

“Musa berkata, “Ini adalah tongkatku. Aku bertekanan/bertelekan  padanya, dan aku pukul (daun) dengannya untuk kambingku, dan bagiku ada lagi keperluan yang lain padanya.”
[QS. Thaha: 18].


Dalam beberapa riwayat hadits diriwayatkan :

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْمَكِّيُّ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ يَحْيَى عَنْ جَدِّهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ :

_*«مَا بَعَثَ اللَّهُ نَبِيًّا إِلَّا رَعَى الْغَنَمَ فَقَالَ أَصْحَابُهُ وَأَنْتَ فَقَالَ نَعَمْ كُنْتُ أَرْعَاهَا عَلَى قَرَارِيطَ لِأَهْلِ مَكَّةَ*_
[رواه البخاري /  كتاب الإجارة / باب رعي الغنم على قراريط / رقم الحديث : ٢٢٦٢].

Telah menceritakan kepada kami : Ahmad bin Muhammad Al Makkiy. Telah menceritakan kepada kami : 'Amru bin Yahya. Dari kakeknya. Dari Abu Hurairah radliyyAllahu 'anhu. Dari Nabi ﷺ beliau pernah bersabda:

_*"Tidaklah Allah mengutus seorang Nabi melainkan dia mengembalakan kambing". Para sahabat bertanya: "Termasuk engkau juga?" Maka Beliau menjawab: "Ya, aku pun mengembalakannya dengan upah beberapa qirat (keping dinar) milik penduduk Makkah".*_
[HR. Bukhariy / Kitabu Al Ijarah / Babu Ra'yi Al Ghanami 'Ala Qararith / No. Hadits : 2262].


Didalam riwayat hadits yang lainnya diriwayatkan :

حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ الْقُرَشِيُّ عَنْ جَدِّهِ سَعِيدِ بْنِ أَبِي أُحَيْحَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:  

_*«مَا بَعَثَ اللَّهُ نَبِيًّا إِلَّا رَاعِيَ غَنَمٍ قَالَ لَهُ أَصْحَابُهُ وَأَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَأَنَا كُنْتُ أَرْعَاهَا لِأَهْلِ مَكَّةَ بِالْقَرَارِيطِ»*_

قَالَ سُوَيْدٌ يَعْنِي كُلَّ شَاةٍ بِقِيرَاطٍ
[رواه ابن ماجه / ١٢ - كتاب التجارات / (٥) باب الصناعات / رقم الحديث : ٢١٤٩].

Telah menceritakan kepada kami : Suwaid bin Sa'id, ia berkata, Telah menceritakan kepada kami : 'Amru bin Yahya bin Sa'id Al Qurasyi. Dari kakeknya Sa'id bin Abu Uhaihah. Dari Abu Hurairah RadhiyyAllahu 'Anhu, beliau berkata : Rasulullah ﷺ pernah  bersabda:

_*"Tidaklah Allah mengutus seorang Nabi kecuali sebagai pengembala kambing." Para sahabatnya bertanya, "Engkau sendiri bagaimana?" Beliau menjawab: "Aku adalah seorang penggembala kambing bagi penduduk Mekkah dengan upah beberapa qirath."*_

Suwaid berkata, "Yang dimaksudnya adalah setiap satu kambing dengan satu qirath."
[HR. Ibnu Majah / 12 - Kitabu At Tijarat / 5 - Babu Ash Shana'ati / No. Hadits : 2149].


Dalam riwayat hadits yang lainnya diriwayatkan :

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، سَمِعْتُ أَبَا إِسْحَاقَ، سَمِعْتُ عَبْدَةَ بْنَ حَزْنٍ يَقُولُ:

تَفَاخَرَ أَهْلُ الْإِبِلِ وَأَصْحَابُ الشَّاءِ، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ:

_*«بُعِثَ مُوسَى وَهُوَ رَاعِي غَنَمٍ، وَبُعِثَ دَاوُدُ وَهُوَ رَاعٍ، وَبُعِثْتُ أَنَا وَأَنَا أَرْعَى غَنَمًا لِأَهْلِي بِالْأَجْيَادِ»*_
[رواه البخاري في تاريخه الآداب المفراد : ٢٠٢ /  بَابُ الإبِلُ عِزٌّ لأهْلِهَا / للإمام محمد بن إسماعيل البخاري (ت ٢٥٦ هـ)، المحقق: محمد فؤاد عبد الباقي / الناشر: المطبعة السلفية ومكتبتها - القاهرة
الطبعة: الثانية،١٣٧٩ م
ثم صورتها وأضافت لها فهارس: دار البشائر الإسلامية، ١٤٠٩ هـ - ١٩٨٩ مـ].

Telah menceritakan kepada kami : Muhammad bin Basyar, ia berkata : Telah menceritakan kepada : Muhammad bin Ja'far, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami : Syu'bah Aku mendengar Aba Ishaq pernah mendengar 'Abdah bin Hazm berkata :

Pemilik unta dan pemilik domba saling  bersaing satu sama lain untuk kemuliaan, maka Nabi ﷺ bersabda :

“Musa diutus sementara dia seorang pengembala kambing, dan Dawud diutus sementara dia seorang pengembala, serta aku diutus dan aku mengembala kambing kepada keluargaku dengan imbalan beberapa uang.”
[HR. Al-Bukhari Dalam al-Adâb al-Mufrâd : 202 / Babu Al Ibilu 'Izzun Liahliha / No. Hadits : 577. Dan an-Nasa`i (no. 11262) Dalam as-Sunan al-Kubrâ dari ‘Abdah bin Hazn radhiyallahu ‘anhu. Dinilai SHAHIH ole  al-Albani Tokoh Wahhabiy].


Ima As-Sindiy Al Hanafiy (w. 1138 H) menjelaskan ;  

وَلَعَلَّ ذَلِكَ لِأَنَّ الْغَنَمَ أَكْثَرُ مِنَ الْمَوَاشِي انْتِشَارًا وَضَعْفًا فَرَاعِيهَا يَكُونُ أَقْدَرَ لِجَمْعِ الْمُتَفَرِّقِ وَأَعْرَفَ بِتَدْبِيرِهِ، وَيَكُونُ أَرَقَّ قَلْبًا يُرَاعِي الضَّعِيفَ وَجَمْعَ الْمُتَفَرِّقِ
[انظر كتاب  حاشية السندي على سنن ابن ماجه = كفاية الحاجة في شرح سنن ابن ماجه  : ج ٢ ص ٦ / كتاب التجارات / باب الصناعات / للإمام محمد بن عبد الهادي التتوي، أبو الحسن، نور الدين السندي الحنفي (ت ١١٣٨هـ) / الناشر: دار الجيل - بيروت، بدون طبعة].

“Mungkin boleh jadi  karena sesungguhnya  kambing merupakan binatang yang banyak tersebar dan lemah (sehingga menyerupai manusia). Pengembala mampu mengumpulkan sekawanan kambing yang berbeda-beda (tabiatnya) dan mengetahui cara mengaturnya. Dia juga memiliki hati yang lembut karena mengembala hewan lemah dan mampu mengumpulkannya yang tercerai-berai.”
[Lihat Kitab Hâsyiyah As-Sindî 'Ala Sunan Ibnu Majah = Kifayatu Al Hajah 'Ala Sunan Ibnu Majah : juz 2 hal 6 / Kitabu At Tijarat / Babu Ash Shana'ati / Karya Imam Muhammad Nuruddin As Sindiy Al Hanafiy / Cet. Dar Al Jiil - Beirut Tnp. Tahun].


Penjelasan Imam As-Sindîy ini mungkin merujuk pada hadits Nabi ﷺ :

«وَالسَّكِينَةُ فِي أَهْلِ الْغَنَمِ»

“Dan ketenangan (santun) ada di pemilik kambing.”
[Muttafaqun ‘Alaih: HR. Al-Bukhari No. 3301. Dan Muslim No. 52. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu].


Dan dalam riwayat hadits yang lainnya dijelaskan :

حَدَّثَنَا ‌عَبْدُ اللهِ بْنُ مَسْلَمَةَ، عَنْ ‌مَالِكٍ، عَنْ ‌عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي صَعْصَعَةَ، عَنْ ‌أَبِيهِ، عَنْ ‌أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ:

_*«يُوشِكُ أَنْ يَكُونَ خَيْرَ مَالِ الْمُسْلِمِ غَنَمٌ يَتْبَعُ بِهَا شَعَفَ الْجِبَالِ وَمَوَاقِعَ الْقَطْرِ، يَفِرُّ بِدِينِهِ مِنَ الْفِتَنِ».*_
[رواه البخاري /  كتاب الإيمان / باب من الدين الفرار من الفتن / رقم الحديث : ١٩].

Telah menceritakan kepada kami : 'Abdullah bin Maslamah. Dari Malik. Dari 'Abdurrahman bin Abdullah bin Abdurrahman bin Abu Sha'Sha'ah. Dari Bapaknya. Dari Abu Sa'id Al Khudri radhiyyAllahu 'anhu bahwa berkata :  Rasulullah ﷺ pernah  bersabda:

_*"Hampir saja terjadi (suatu zaman) harta seorang muslim yang paling baik adalah kambing yang digembalakannya di puncak gunung dan tempat-tempat terpencil, dia pergi menghindar dengan membawa agamanya disebabkan takut terkena fitnah".*_
[HR. Bukhariy / Kitabu Al Iman / Babu Min Ad Dini Al Furar Min Al Fitani / No. Hadits : 19. Dan Abu Dawud (no. 4267), an-Nasa`i (no. 5036), dan Ibnu Majah (no. 3980) dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu].


📚Imam At-Thibiy rahimahullah berkata :

تَخْصِيصُ الْخُيَلَاءِ بِأَصْحَابِ الْإِبِلِ، وَالْوَقَارُ بِأَهْلِ الْغَنَمِ يَدُلُّ عَلَى أَنَّ مُخَالَطَةَ الْحَيَوَانِ تُؤَثِّرُ فِي النَّفْسِ وَتُعَدِّي إِلَيْهَا هَيْئَاتٍ وَأَخْلَاقًا تُنَاسِبُ طِبَاعَهَا وَتُلَائِمُ أَحْوَالَهَا،
[انظر كتاب شرح الطيبي على مشكاة المصابيح المسمى بـ (الكاشف عن حقائق السنن) : ج ١٢ ص ٩٥٧ /  كتاب المناقب / (١٣) باب ذكر اليمن والشام / للإمام شرف الدين الحسين بن عبد الله الطيبي الشافعي (٧٤٣ هـ)، المحقق: د. عبد الحميد هنداوي / الناشر: مكتبة نزار مصطفى الباز (مكة المكرمة - الرياض) - بون السنة].

“Dikhususkannya kesombongan untuk para penggembala onta dan dikhususkannya ketenangan bagi para penggembala kambing, menunjukkan bahwa KEDEKATAAN/PERGAULAN DENGAN HEWAN AKAN MEMPENGARUHI JIWA dan menularkan kepada jiwa kondisi dan perangai yang sesuai dengan tabi’at dan kondisi jiwa tersebut.”
[Lihat Kitab Syarh Misykat Al-Mashabih = Al Kasyif 'An Haqaiqi As Sunan : juz 12 hal 957 / Kitabu Al Manaqibi / 13 - Babu Dzikri Al Yamani Wa Asy Syami / Karya Imam Syarofuddin Al Husain Ath Thibiy Asy Syafi'iy / Cet. Maktabah Nizar Mushtafa Al Bazz Makkah Al Mukaromah - Riyadh Tnp. Tahun].


📚• Imam Mula 'Aliy  Al-Qariy Al Hanafiy  mengomentari perkataan di atas :

قُلْتُ: وَلِهَذَا قِيلَ الصُّحْبَةُ تُؤَثِّرُ فِي النَّفْسِ، وَلَعَلَّ هَذَا أَيْضًا وَجْهُ الْحِكْمَةِ فِي أَنَّ كُلَّ نَبِيٍّ رَعَى الْغَنَمَ
[انظر كتاب مرقاة المفاتيح شرح مشكاة المصابيح : ج ٩ ص ٤٠٩٧ / كتاب المناقب والفضائل / باب ذكر اليمن والشام وذكر أويس القرني / للإمام ملا علي بن (سلطان) محمد، أبو الحسن نور الدين الملا الهروي القاري الحنفي  (ت ١٠١٤هـ) / الناشر: دار الفكر، بيروت - لبنان
الطبعة: الأولى، ١٤٢٢هـ - ٢٠٠٢مـ].

“Karenanya dikatakan bahwasanya persahabatan itu akan memberi pengaruh terhadap jiwa. Dan mungkin saja ini juga salah satu hikmah mengapa semua Nabi menggembalakan kambing”
[Lihat Kitab Mirqatu Al Mafatihi Syarhu Misykat Al Mashabih : juz 9 hal 4097 / Kitabu Al Manaqibi Wa Al Fadha'ili / Babu Dzikri Al Yamani Wa Asy Syami Wa Dzikri Uwais Al Qaraniy / Karya Imam Mula Aliy Al Qariy Al Hanafiy / Cet. Pertama : Dar Al Fikr - Beirut Lebanon Th. 1422 H - 2002 M].


📚•Imam Ibnu Hajar Al Asqalaniy Al Mishriy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'ala menjelaskan :

قَالَ الْعُلَمَاءُ : الْحِكْمَةُ فِي إِلْهَامِ الْأَنْبِيَاءِ مِنْ رَعْيِ الْغَنَمِ قَبْلَ النُّبُوَّةِ أَنْ يَحْصُلَ لَهُمُ التَّمَرُّنُ بِرَعْيِهَا عَلَى مَا يُكَلَّفُونَهُ مِنَ الْقِيَامِ بِأَمْرِ أُمَّتِهِمْ ، وَلِأَنَّ فِي مُخَالَطَتِهَا مَا يُحَصِّلُ لَهُمُ الْحِلْمَ وَالشَّفَقَةَ ؛ لِأَنَّهُمْ إِذَا صَبَرُوا عَلَى رَعْيِهَا وَجَمْعِهَا بَعْدَ تَفَرُّقِهَا فِي الْمَرْعَى وَنَقْلِهَا مِنْ مَسْرَحٍ إِلَى مَسْرَحٍ وَدَفْعِ عَدُوِّهَا مِنْ سَبُعٍ وَغَيْرِهِ كَالسَّارِقِ ، وَعَلِمُوا اخْتِلَافَ طِبَاعَهَا وَشِدَّةَ تَفَرُّقِهَا مَعَ ضَعْفِهَا وَاحْتِيَاجِهَا إِلَى الْمُعَاهَدَةِ أَلِفُوا مِنْ ذَلِكَ الصَّبْرَ عَلَى الْأُمَّةِ وَعَرَفُوا اخْتِلَافَ طِبَاعَهَا وَتَفَاوُتَ عُقُولِهَا فَجَبَرُوا كَسْرَهَا وَرَفَقُوا بِضَعِيفِهَا وَأَحْسَنُوا التَّعَاهُدَ لَهَا فَيَكُونُ تَحَمُّلُهُمْ لِمَشَقَّةِ ذَلِكَ أَسْهَلَ مِمَّا لَوْ كُلِّفُوا الْقِيَامَ بِذَلِكَ مِنْ أَوَّلِ وَهْلَةٍ لِمَا يَحْصُلُ لَهُمْ مِنَ التَّدْرِيجِ عَلَى ذَلِكَ بِرَعْيِ الْغَنَمِ ، وَخُصَّتِ الْغَنَمُ بِذَلِكَ لِكَوْنِهَا أَضْعَفَ مِنْ غَيْرِهَا ، وَلِأَنَّ تَفَرُّقَهَا أَكْثَرُ مِنْ تَفَرُّقِ الْإِبِلِ وَالْبَقَرِ لِإِمْكَانِ ضَبْطِ الْإِبِلِ وَالْبَقَرِ بِالرَّبْطِ دُونَهَا فِي الْعَادَةِ الْمَأْلُوفَةِ ، وَمَعَ أَكْثَرِيَّةِ تَفَرُّقِهَا فَهِيَ أَسْرَعُ انْقِيَادًا مِنْ غَيْرِهَا .

وَفِي ذِكْرِ النَّبِيِّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - لِذَلِكَ بَعْدَ أَنْ عُلِمَ كَوْنُهُ أَكْرَمَ الْخَلْقِ عَلَى اللَّهِ مَا كَانَ عَلَيْهِ مِنْ عَظِيمِ التَّوَاضُعِ لِرَبِّهِ وَالتَّصْرِيحِ بِمِنَّتِهِ عَلَيْهِ وَعَلَى إِخْوَانِهِ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ صَلَوَاتُ اللَّهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى سَائِرِ الْأَنْبِيَاءِ .
[انظر كتاب فتح الباري شرح صحيح البخاري / كتاب الإجارة     / بَاب رَعْيِ الْغَنَمِ عَلَى قَرَارِيطَ /  للإمام أحمد بن علي بن حجر العسقلاني الشافعي  (٧٧٣ - ٨٥٢ هـ) / الناشر: دار المعرفة - بيروت، ١٣٧٩ هـ].

“Para ulama berkata bahwasanya :

HIKMAH dari diilhamkannya para Nabi untuk _*MENGGEMBALAKAN KAMBING SEBELUM DIANGKAT MENJADI NABI*_ yaitu agar mereka terlatih dalam menggembalakan kambing sehingga mampu menjalankan segala yang dibebankan kepada mereka dalam menjalankan urusan umat mereka. Dan juga dengan bercampur/bergaul dengan kambing akan menimbulkan kesabaran dan kasih saying. Dan jika mereka bersabar dalam menggembalakan kambing, mengumpulkan kambing-kambing setelah terpencarnya di daerah penggembalaan serta memindahkannya dari satu kawasan gembala ke kawasan yang lain, melindungi mereka dari musuhnya seperti hewan buas dan pencuri dan yang lainnya, kemudian mengetahui akan bervariasinya perangai  kambing-kambing dan begitu cepatnya kambing-kambing terpencar-pencar padahal begitu lemahnya, serta kebutuhan kambing-kambing tersebut terus diperhatikan, maka para Nabi akan terbiasa dengan kesabaran tersebut agar kelak bisa bersabar atas umat mereka. Mereka akan mengetahui betapa bervariasinya perangai umat dan bertingkat-tingkatnya akal mereka, mereka akan mudah menambal kekurangan umat, mereka akan bersikap lemah lembut kepada yang lemah diantara umatnya, dan mereka akan lebih baik dalam memperhatikan umatnya. Sehingga jadilah tugas para Nabi untuk mengurusi umatnya menjadi lebih ringan dibanding jika para Nnabi langsung dibebani untuk mengurusi umat tanpa tahapan sebelumnya yakni dengan menggembalakan kambing. Dan dikhususkan kambing, karena kambing lebih lemah dari pada yang lainnya (dari pada sapi dan onta-pen) serta berpencarnya kambing lebih sering daripada bepencarnya onta dan sapi, karena onta dan sapi mungkin untuk diikat tidak seperti kambing yang pada umumnya dilepas. Namun meskipun kambing sering berpencar, mereka lebih mudah patuh dibandingkan onta dan sapi.”

“Nabi ﷺ menceritakan tentang dirinya bahwa beliau adalah penggembala kambing setelah diketahui (oleh para sahabat-pen) jika dirinya adalah makhluk termulia di sisi Allah, menunjukan akan besarnya tawadhu’ beliau terhadap Rabbnya, dan dengan tegasnya beliau menyebutkan karunia Allah (yaitu menjadikannya sebagai penggembala kambing -pen) terhadapnya dan terhadap saudara-saudaranya dari para Nabi”
[Lihat Kitab Fathu Al Bari Syarhu Shahih Al Bukhariy : juz 11 hal 332 / Qauluhu : Babu Al 'Uzlatu Rahatun Lilmu'mini Min Khilathi As Suu'i / Karya Imam Ahmad Bin Hajar Al Asqalaniy Al Mishriy Asy Syafi'iy / Cet. Dar Al Ma'rifah - Beirut Th. 1379 H].


📚• Dalam kesempatan yang lain Imam Ahmad Bin  Hajar Al Asqalaniy Al Mishriy Asy Syafi'iy  juga berkata :

قَالُوا وَالْحِكْمَةُ فِي رِعَايَةِ الْأَنْبِيَاءِ صَلَوَاتُ اللَّهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِمْ لَهَا لِيَأْخُذُوا أَنْفُسَهُمْ بِالتَّوَاضُعِ وَتَصْفَى قُلُوبُهُمْ بِالْخَلْوَةِ وَيَتَرَقَّوْا مِنْ سِيَاسَتِهَا بِالنَّصِيحَةِ إِلَى سِيَاسَةِ أُمَمِهِمْ بِالْهِدَايَةِ وَالشَّفَقَةِ
[انظر كتاب فتح الباري بشرح صحيح البخاري : ج ٦ ص ٤٣٩ / ٦ - (قوله باب يعكفون على أصنام لهم) / للإمام  أحمد بن علي بن حجر العسقلاني الشافعي (٧٧٣ - ٨٥٢ هـ) / الناشر: دار المعرفة - بيروت، ١٣٧٩ مـ].

“Para ulama berkata bahwasanya hikmah para Nabi menggembalakan kambing yaitu agar mereka bersikap tawadhu’ dan agar hati mereka menjadi bersih dengan cara berkhalwat  (bersendirian) dan agar kemampuannya semakin meningkat dengan bersiasat/mengatur kambing-kambing dengan yang terbaik untuk kelak diterapkan kepada umat-umat mereka dalam mengatur mereka, dalam memberi petunjuk kepada mereka, dan mengasihi mereka”
[Lihat Kitab Fathu Al Baari Syarhu Shahih Al Bukhariy : juz 6 hal 439 / Qauluhu : Babu Ya'kufuna 'Ala Ashnamin Lahum / Karya Imam Ahmad Bin Hajar Al Asqalaniy Al Mishriy Asy Syafi'iy / Cet. Pertama: Dar Al Ma'rifah - Beirut Th. 1373 H].


📚• Imam Ibnu Baththal Al Malikiy rahimahullah berkata :

معنى قوله عليه السلام: (ما بعث الله نبيا إلا رعى الغنم) – والله أعلم – أن ذلك توطئة وتقدمةً فى تعريفه سياسة العباد، واعتبارًا بأحوال رعاة الغنم، وما يجب على راعيها من اختيار الكلأ لها، وإيرادها أفضل مواردها، واختيار المسرح والمراح لها، وجبر كسيرها، والرفق بضعيفها، ومعرفة أعيانها وحسن تعهدها، فإذا وقف على هذه الأمور كانت مثالاً لرعاية العباد، وهذه حكمة بالغة
[انظر كتاب شرح صحيح البخارى لابن بطال : ج ٦ ص ٣٨٦ /  ٣٢ - كتاب الإجارات /  باب رعى الغنم على قراريط / للإمام ابن بطال أبو الحسن علي بن خلف بن عبد الملك المالكي (ت ٤٤٩هـ)، تحقيق: أبو تميم ياسر بن إبراهيم / دار النشر: مكتبة الرشد - السعودية، الرياض، الطبعة: الثانية، ١٤٢٣هـ - ٢٠٠٣مـ].

“Makna sabda Nabi “Tidaklah Allah mengutus seorang nabi-pun kecuali pernah menggembalakan kambing” –Wallahu a’lam– adalah ini sebagai pembukaan dan muqaddimah untuk mengenali cara mengatur para hamba. Dan untuk mengambil pelajaran dari kondisi para penggembala kambing, apa yang wajib bagi penggembala kambing dengan memilihkan rumput yang baik bagi kambing, menggiring kambing ke kawasan yang terbaik, memilih daerah gembalaan yang terbaik dan tempat istirahat yang terbaik, mengobati kambing yang sakit, lembut terhadap kambing yang lemah, mengenali pribadi setiap kambing, serta memberi perhatian yang baik terhadap mereka. Maka jika seorang nabi melakukan hal-hal tersebut, jadilah ia seorang teladan dalam mengurusi umat. Dan ini merupakan hikmah yang tinggi”
[Lihat Kitab Syarhu Shahih Al Bukhariy Liibni Bathal : juz 6 hal 386 / 32 - Kitabu Al Ijarat / Babu Ra'yi Al Ghanami 'Ala Al Qararith / Cet. Kedua : Maktabah Ar Rasyad - As Su'udiyyah Riyadh Th. 1423 H - 2003 M].

Hal ini disebabkan kambing merupakan makhluk hidup sehingga bisa dikembangbiakkan dan dimakan, berbeda dengan harta mati seperti mobil atau lainnya yang akan rusak dengan berjalannya waktu. Begitu juga dalam segi perawatan dan pemandangan, kambing lebih mudah daripada harta mati lainnya.

Kambing membawa berkah dan kebaikan saat digembalakan maupun saat dikandangkan. Sebagaimana penjelasan riwayat hadits :

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ خَالِدٍ، قَالَ: حَدَّثَنِي رَبَاحٌ، عَنْ مَعْمَرٍ، عَنْ أَبِي عُثْمَانَ الْجَحْشِيِّ، عَنْ مُوسَى، أَوْ فُلَانِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي رَبِيعَةَ، عَنْ أُمِّ هَانِئٍ، قَالَ لَهَا النَّبِيُّ ﷺ :

_*«اتَّخِذِي غَنَمًا يَا أُمَّ هَانِئٍ، فَإِنَّهَا تَرُوحُ بِخَيْرٍ، وَتَغْدُو بِخَيْرٍ »*_
[رواه أحمد /  مسند النساء / حديث أم هانئ بنت أبي طالب رضي الله عنها واسمها فاختة / رقم الحديث : ٢٦٩٠١].

Telah menceritakan kepada kami : Ibrahim bin Khalid, ia berkata : Telah menceritakan kepadaku : Rabbah. Dari Ma'mar. Dari Abi 'Utsman Al Jahsyiy. Dari Musa atau Fulan bin 'Abdirrahman bin Abi Rabi'ah. Dari Ummi Hani', telah berkata kepadanya Nabi ﷺ :

_*"Ambilah kambing wahai ummi Hani' karena sesungguhnya ia pulang dengan (membawa) kebaikan dan pergi dengan (membawa) kebaikan"*_
[HR. Ahmad / Musnad An Nisa' / Haditsu Ummi Hani' Bintu Abi Thalib RadhiyyAllahu 'Anha Wa Ismuha Fakhitah / No. Hadits : 26901. DINILAI SHAHIH Oleh  al-Haitsami, al-Albani, dan al-Arna`uth].


حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أُمِّ هَانِئٍ قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ :

_*«اتَّخِذُوا الْغَنَمَ فَإِنَّ فِيهَا بَرَكَةً»*_
[رواه أحمد /  مسند القبائل / ومن حديث أم هانئ بنت أبي طالب / رقم الحديث : ٢٧٣٨١].

Telah menceritakan kepada kami : Abu Mu'awwiyyah, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami : Hisyam bin 'Urwah. Dari Bapaknya. Dari Ummi Hani' radliyyAllahu 'anha, beliau berkata : Rasulullah ﷺ pernah bersabda :

“Ambillah kambing karena di dalamnya ada keberkahan  
[HR. Ahmad No. Hadits 26901 Dan  27381. Dan Ibnu Majah No. 2304. Dari Ummu Hani` RadhiyyAllahu ‘Anha].


📚•Di akhirat, kambing termasuk binatang surga. Dalam riwayat hadits dijelaskan :

فَأَخْبَرَنَاهُ أَبُو سَعِيدٍ الْمَالِينِيُّ، أنبأ أَبُو أَحْمَدَ بْنُ عَدِيٍّ الْحَافِظُ، ثنا عُمَرُ بْنُ سِنَانٍ، ثنا يَعْقُوبُ بْنُ كَاسِبٍ، ثنا ابْنُ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ كَثِيرِ بْنِ زَيْدٍ، عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ رَبَاحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ نَبِيَّ اللهِ ﷺ قَالَ:

_*«صَلُّوا فِي مُرَاحِ الْغَنَمِ، وَامْسَحُوا رُغَامَهَا فَإِنَّهَا مِنْ دَوَابِّ الْجَنَّةِ»*_
[رواه البيهقي في سنن الكبرى /  كتاب الصلاة / باب ذكر المعنى في كراهية الصلاة في أحد هذين الموضعين دون الآخر / رقم الحديث : ٤٣٥٩].

Telah mengabarkan kepadanya Abu Sa'id Al Maliniy. Telah menceritakan Abu Ahmad bin 'Adiy Al Hafidz. Telah menceritakan kepada kami : 'Umar bin Sinan. Telah menceritakan kepada kami ; Ya'qub bin Kasib. Telah menceritakan kepada kami : Ibnu Abi Hazm. Dari Katsir bin Zaid. Dari Al Walid bin Rabbah. Dari Abi Hurairah RadhiyyAllahu 'Anhu : Sesungguhnya Nabi ﷺ pernah bersabda :

_*“Shalatlah di tempat tidur kambing dan usaplah ia dari debu, karena ia termasuk binatang surga."*_
[HR. Al-Baihaqi Dalam As-Sunan Al-Kubrâ / Kitabu Ash Shalati / Babu Dzikri Ma'na Fi Karahiyyati Ash Shalati Fi Ahadi Hadzaini Al Maudhi'aini / No. Hadits : 4359. Dan Ahmad No. 9625. Dari Abu Huriarah RadhiyyAllahu ‘Anhu. DINILAI SHAHIH oleh Al-Albaniy Tokoh Wahhabiy]


📚• Imam Al-Hafizh Ibnul Qayyim Al Jauziyyah Al Hanbaliy  (w. 597 H) menjelaskan :

 أَنَّهُ كَانَ كَبْشًا أَقْرَنَ قَدْ رَعَى فِي الْجَنَّةِ قَبْلَ ذَلِكَ أَرْبَعِينَ عَامًا. قَالَهُ ابْنُ عَبَّاسٍ فِي رِوَايَةِ مُجَاهِدٍ. و [قال] فِي رِوَايَةِ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ: هُوَ الْكَبْشُ الَّذِي قَرَّبَهُ ابْنُ آدَمَ فَتُقُبِّلَ مِنْهُ , كَانَ فِي الْجَنَّةِ حَتَّى فُدِيَ بِهِ.
[انظر كتاب التبصرة لابن الجوزي : ج ١ ص ١٤٤ /  المجلس التاسع في ذكر إسحاق وقصة الذبح / للإمام  جمال الدين أبو الفرج عبد الرحمن بن علي بن محمد الجوزي (ت ٥٩٧هـ) / الناشر: دار الكتب العلمية، بيروت - لبنان، الطبعة: الأولى، ١٤٠٦ هـ - ١٩٨٦ مـ].

Sa’id bin Jubair dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa kambing gibas Habil yang diterima Allah sebagai qurbannya disimpan di surga selama 40 kharif (tahun), inilah kambing yang disembelih Ibrahim. [Lihat Kitab At Tabshirah Dan Zâdul Masîr (II/196) Karya  Ibnul Jauzi]


Allah mengganti qurban Ibrahim terhadap Isma’il yang akan disembelihnya dengan kambing jantang yang besar (kabsy), sebagaimana yang dikisahkan-Nya:

«وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ»

“Dan kami menggantinya dengan sesembelihan  yang besar.” [QS. Ash-Shaffât [37]: 107]


📚• Imam Al-Hafizh Ibnu Katsir (w. 774 H) menjelaskan :

“Seekor kambing jantan (kabsy) dari surga keluar kepada Ibrahim. Ia dipelihari di surga selama 40 kharif (tahun).”
[Liha Tafsîr Ibnu Katsîr (VII/29)]


Imam Ahmad bin Hajar Al Asqalaniy Al Mishriy Asy Syafi'iy menjelaskan dalam kitabnya Fathu Al Bari Syarhu Shahih Al Bukhariy :

وَلَفْظُهُ هُنَا صَرِيحٌ فِي أَنَّ الْمُرَاد بِخَيْرِيَّةِ الْعُزْلَةِ أَنْ تَقَعَ فِي آخِر الزَّمَانِ , انتهـى.
[انظر كتاب فتح الباري شرح صحيح البخاري: ج ١١ ص ٣٣٢ /  (قوله باب العزلة راحة للمؤمن من خلاط السوء) / للإمام أحمد بن علي بن حجر العسقلاني الشافعي  (٧٧٣ - ٨٥٢ هـ) / الناشر: دار المعرفة - بيروت، ١٣٧٩ هـ].

Kata-katanya di sini jelas bahwa yang dimaksud dengan kebaikan 'uzlah/menyepi (pergi ketempat terpencil membawa agamanya agar terhindar dari fitnah) akan  terjadi di akhir zaman.
[Lihat Kitab Fathu Al Bari Syarhu Shahih Al Bukhariy : juz 11 hal 332 / Qauluhu : Babu Al 'Uzlatu Rahatun Lilmu'mini Min Khilathi As Suu'i / Karya Imam Ahmad Bin Hajar Al Asqalaniy Al Mishriy Asy Syafi'iy / Cet. Dar Al Ma'rifah - Beirut Th. 1379 H].


Dalam kesempatan lain beliau juga menjelaskan :

وَالْخَبَرُ دَالٌّ عَلَى فَضِيلَةِ الْعُزْلَةِ لِمَنْ خَافَ عَلَى دِينِهِ وَقَدِ اخْتَلَفَ السَّلَفُ فِي أَصْلِ الْعُزْلَةِ

فَقَالَ الْجُمْهُورُ : الِاخْتِلَاطُ أَوْلَى لِمَا فِيهِ مِنَ اكْتِسَابِ الْفَوَائِدِ الدِّينِيَّةِ لِلْقِيَامِ بِشَعَائِرِ الْإِسْلَامِ وَتَكْثِيرِ سَوَادِ الْمُسْلِمِينَ وَإِيصَالِ أَنْوَاعِ الْخَيْرِ إِلَيْهِمْ مِنْ إِعَانَةٍ وَإِغَاثَةٍ وَعِيَادَةٍ وَغَيْرِ ذَلِكَ وَقَالَ قَوْمٌ الْعُزْلَةُ أَوْلَى لِتَحَقُّقِ السَّلَامَةِ بِشَرْطِ مَعْرِفَةِ مَا يَتَعَيَّنُ ..

وَقَالَ النَّوَوِيُّ الْمُخْتَارُ تَفْضِيلُ الْمُخَالَطَةِ لِمَنْ لَا يَغْلِبُ عَلَى ظَنِّهِ أَنَّهُ يَقَعُ فِي مَعْصِيَةٍ فَإِنْ أَشْكَلَ الْأَمْرُ فَالْعُزْلَةُ أَوْلَى
[انظر كتاب فتح الباري شرح صحيح البخاري: ج ١٣ ص ٤٢ - ٤٣ / كتاب الفتن / (قوله بَاب التَّعَرُّبِ فِي الْفِتْنَةِ ) / للإمام أحمد بن علي بن حجر العسقلاني الشافعي  (٧٧٣ - ٨٥٢ هـ) / الناشر: دار المعرفة - بيروت، ١٣٧٩ هـ].

Dan berita itu menunjukkan keutamaan 'uzlah/kesendirian bagi orang yang takut akan agamanya, dan para ulama salaf/pendahulu berbeda pendapat dalam asal usul 'uzlah/kesendirian.

Al-Jumhur (Mayoritas Ulama') berkata: Hidup berbaur itu lebih utama, karena membawa manfaat-manfaat  agama untuk melakukan penegakkan syiar-syiar Islam,  meningkatkan jumlah umat Islam, dan menghubungan pada  jenis-jenis kebaikan kepada mereka dari memberikan pertolongan, melegakan,  perintisan, dan lain sebagainya, dan sebagian orang-orang mengatakan mengisolasi diri/'uzlah itu lebih utama untuk mencapai keselamatan, dengan syarat harus mengetahui apa yang telah ditetapkan ...

Dan Imam An Nawawiy berpendapat: Pendapat yang dipilih adalah lebih suka bergaul/berbaur  dengan orang yang tidak berpikir kemungkinan besar dia akan jatuh ke dalam kemaksiatan, akan tetapi jika perintah tersebut meragukan maka melakukan uzlah/mengisolasi diri itu lebih utama.
[Lihat Kitab Fathu Al Bari Syarhu Shahih Al Bukhariy : juz 13 hal 42 - 43 / Kitabu Al Fitani / Qauluhu : Babu At Ta'arrubi Fi Al Fitnati / Karya Imam Ahmad Bin Hajar Al Asqalaniy Al Mishriy Asy Syafi'iy / Cet. Dar Al Ma'rifah - Beirut Th. 1379 H].


Walau praktiknya berbeda, tradisi ‘uzlah atau mengisolasi diri sejatinya sudah ada sejak zaman Para Nabi terdahulu, terutama yang dikisahkan Al-Qur’an seperti uzlah-nya Nabi Ibrahim, Ashabul Kahfi, atau Nabi Musa ‘alaihimas salam.

 وَأَعْتَزِلُكُمْ وَمَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَأَدْعُو رَبِّي عَسَى أَلَّا أَكُونَ بِدُعَاءِ رَبِّي شَقِيًّا

“Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang kamu seru selain Allah, dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku,”
[QS. Maryam : 48].


Selesai hari Senin pahing malam Selasa pon

Dinukil di Kradenan selatan 003 001 Kradenan Srumbung Magelang Jateng


٢٢ جمادى الٱخير ١٤٤٤ هـ
١٢ دسمبير ٢٠٢٢ مـ


PALING DIMINATI

Kategori

SHALAT (8) HADITS (5) WANITA (5) ADAB DAN HADITS (3) FIQIH HADIST (3) WASHIYYAT DAN FAWAID (3) 5 PERKARA SEBELUM 5 PERKARA (2) AQIDAH DAN HADITS (2) CINTA (2) PERAWATAN JENAZAH BAG VII (2) SIRAH DAN HADITS (2) TAUSHIYYAH DAN FAIDAH (2) TAWAJUHAT NURUL HARAMAIN (2) (BERBHAKTI (1) 11 BAYI YANG BISA BICARA (1) 12 BINATANG YANG MASUK SURGA (1) 25 NAMA ARAB (1) 7 KILOGRAM UNTUK RAME RAME (1) ADAB DAN AKHLAQ BAGI GURU DAN MURID (1) ADAB DAN HADITS (SURGA DIBAWAH TELAPAK KAKI BAPAK DAN IBU) (1) ADAT JAWA SISA ORANG ISLAM ADALAH OBAT (1) AIR KENCING DAN MUNTAHAN ANAK KECIL ANTARA NAJIS DAN TIDAKNYA ANTARA CUKUP DIPERCIKKI AIR ATAU DICUCI (1) AJARAN SUFI SUNNI (1) AKIBAT SU'UDZON PADA GURU (1) AL QUR'AN (1) AMALAN KHUSUS JUMAT TERAKHIR BULAN ROJAB DAN HUKUM BERBICARA DZIKIR SAAT KHUTBAH (1) AMALAN NISFHU SYA'BAN HISTORY (1) AMALAN SUNNAH DAN FADHILAH AMAL DIBULAN MUHARRAM (1) AMALAN TANPA BIAYA DAN VISA SETARA HAJI DAN UMRAH (1) APAKAH HALAL DAN SAH HEWAN YANG DISEMBELIH ULANG? (1) AQIDAH (1) ASAL MULA KAUM KHAWARIJ (MUNAFIQ) DAN CIRI CIRINYA (1) ASAL USUL KALAM YANG DISANGKA HADITS NABI (1) AYAT PAMUNGKAS (1) BAGAIMANAPUN BENTUKNYA VAGINA RASANYA TUNGGAL (1) BAHASA ALAM AKHIRAT (1) BELAJAR DAKWAH YANG BIJAK MELALUI BINATANG (1) BERITA HOAX SEJARAH DAN AKIBATNYA (1) BERSENGGAMA ITU SEHAT (1) BERSIKAP LEMAH LEMBUT KEPADA SIAPA SAJA KETIKA BERDAKWAH (1) BIRRUL WALIDAIN PAHALA DAN MANFAATNYA (1) BOLEH SHALAT SUNNAH SETELAH WITIR (1) BOLEHNYA MENDEKTE IMAM DAN MEMBAWA MUSHAF DALAM SHALAT (1) BOLEHNYA MENGGABUNG DUA SURAT SEKALIGUS (1) BOLEHNYA PATUNGAN DAN MEWAKILKAN PENYEMBELIHAN KEPADA KAFIR DZIMMI ATAU KAFIR KITABI (1) BULAN ROJAB DAN KEUTAMAANNYA (1) DAGING KURBAN AQIQAH UNTUK KAFIR NON MUSLIM (1) DAN FAKHR (1) DAN YANG BERHUBUNGAN DENGANNYA) (1) DARIMANA SEHARUSNYA UPAH JAGAL DAN BOLEHKAH MENJUAL DAGING KURBAN (1) DASAR PERAYAAN MAULID NABI (1) DEFINISI TINGKATAN DAN PERAWATAN SYUHADA' (1) DO'A MUSTAJAB (1) DO'A TIDAK MUSTAJAB (1) DOA ASMAUL HUSNA PAHALA DAN FAIDAHNYA (1) DOA DIDALAM SHALAT DAN SHALAT DENGAN SELAIN BAHASA ARAB (1) DOA KHUSUS (1) DOA ORANG MUSLIM DAN KAFIR YANG DIDZALIMI MUSTAJAB (1) DOA SHALAT DLUHA MA'TSUR (1) DONGO JOWO MUSTAJAB (1) DSB) (1) DURHAKA (1) FADHILAH RAMADHAN DAN DOA LAILATUL QADAR (1) FAIDAH MINUM SUSU DIAWWAL TAHUN BARU HIJRIYYAH (1) FENOMENA QURBAN/AQIQAH SUSULAN BAGI ORANG LAIN DAN ORANG MATI (1) FIKIH SHALAT DENGAN PENGHALANG (1) FIQIH MADZAHIB (1) FIQIH MADZAHIB HUKUM MEMAKAN SERANGGA (1) FIQIH MADZAHIB HUKUM MEMAKAN TERNAK YANG DIBERI MAKAN NAJIS (1) FIQIH QURBAN SUNNI (1) FUNGSI ZAKAT FITRAH DAN CARA IJAB QABULNYA (1) GAHARU (1) GAYA BERDZIKIRNYA KAUM CERDAS KAUM SUPER ELIT PAPAN ATAS (1) HADITS DAN ATSAR BANYAK BICARA (1) HADITS DLO'IF LEBIH UTAMA DIBANDINGKAN DENGAN PENDAPAT ULAMA DAN QIYAS (1) HALAL BI HALAL (1) HUKUM BERBUKA PUASA SUNNAH KETIKA MENGHADIRI UNDANGAN MAKAN (1) HUKUM BERKURBAN DENGAN HEWAN YANG CACAT (1) HUKUM BERSENGGAMA DIMALAM HARI RAYA (1) HUKUM DAN HIKMAH MENGACUNGKAN JARI TELUNJUK KETIKA TASYAHUD (1) HUKUM FAQIR MISKIN BERSEDEKAH (1) HUKUM MEMASAK DAN MENELAN IKAN HIDUP HIDUP (1) HUKUM MEMELIHARA MENJUALBELIKAN DAN MEMBUNUH ANJING (1) HUKUM MEMUKUL DAN MEMBAYAR ONGKOS UNTUK PENDIDIKAN ANAK (1) HUKUM MENCIUM MENGHIAS DAN MENGHARUMKAN MUSHAF AL QUR'AN (1) HUKUM MENGGABUNG NIAT QODLO' ROMADLAN DENGAN NIAT PUASA SUNNAH (1) HUKUM MENINGGALKAN PUASA RAMADLAN MENURUT 4 MADZHAB (1) HUKUM MENYINGKAT SHALAWAT (1) HUKUM PUASA SYA'BAN (NISHFU SYA'BAN (1) HUKUM PUASA SYAWWAL DAN HAL HAL YANG BERHUBUNGAN DENGANNYA (1) HUKUM PUASA TARWIYYAH DAN 'ARAFAH BESERTA KEUTAMAAN - KEUTAMAANNYA (1) HUKUM SHALAT IED DIMASJID DAN DIMUSHALLA (1) HUKUM SHALAT JUM'AT BERTEPATAN DENGAN SHALAT IED (1) IBADAH JIMA' (BERSETUBUH) DAN MANFAAT MANFATNYA (1) IBADAH TERTINGGI PARA PERINDU ALLAH (1) IBRANI (1) IMAM YANG CERDAS YANG FAHAM MEMAHAMI POSISINYA (1) INDONESIA (1) INGAT SETELAH SALAM MENINGGALKAN 1 ATAU 2 RAKAAT APA YANG HARUS DILAKUKAN? (1) INOVASI BID'AH OLEH ULAMA' YANG DITUDUH MEMBID'AH BID'AHKAN (1) ISLAM (1) JANGAN GAMPANG MELAKNAT (1) JUMAT DIGANDAKAN 70 KALI BERKAH (1) KAIFA TUSHLLI (XX) - (1) KAIFA TUSHOLLI (III) - MENEPUK MENARIK MENGGESER DALAM SHALAT SETELAH TAKBIRATUL IHRAM (1) KAIFA TUSHOLLI (XV) - SOLUSI KETIKA LUPA DALAM SHALAT JAMAAH FARDU JUM'AH SENDIRIAN MASBUQ KETINGGALAN (1) KAIFA TUSHOLLI (I) - SAHKAH TAKBIRATUL IHROM DENGAN JEDA ANTARA KIMAH ALLAH DAN AKBAR (1) KAIFA TUSHOLLI (II) - MENEMUKAN SATU RAKAAT ATAU KURANG TERHITUNG MENEMUKAN SHALAT ADA' DAN SHALAT JUM'AT (1) KAIFA TUSHOLLI (IV) - SOLUSI KETIKA LUPA MELAKUKAN SUNNAH AB'ADH DAN SAHWI BAGI IMAM MA'MUM MUNFARID DAN MA'MUM MASBUQ (1) KAIFA TUSHOLLI (IX) - BASMALAH TERMASUK FATIHAH SHALAT TIDAK SAH TANPA MEMBACANYA (1) KAIFA TUSHOLLI (V) - (1) KAIFA TUSHOLLI (VI) - TAKBIR DALAM SHALAT (1) KAIFA TUSHOLLI (VII) - MENARUH TANGAN BERSEDEKAP MELEPASKANNYA ATAU BERKACAK PINGGANG SETELAH TAKBIR (1) KAIFA TUSHOLLI (VIII) - BACAAN FATIHAH DALAM SHOLAT (1) KAIFA TUSHOLLI (XI) - LOGAT BACAAN AMIN SELESAI FATIHAH (1) KAIFA TUSHOLLI (XII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XIV) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XIX) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XVI) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XVII) - BACAAN TASBIH BAGI IMAM MA'MUM DAN MUNFARID KETIKA RUKU' (1) KAIFA TUSHOLLI (XVIII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XX1V) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXI) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXIII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXIX) - BACAAN SALAM SETELAH TASYAHUD MENURUT PENDAPAT ULAMA' MADZHAB MENGUSAP DAHI ATAU WAJAH DAN BERSALAM SALAMAN SETELAH SHALAT DIANTARA PRO DAN KONTRA (1) KAIFA TUSHOLLI (XXV) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXVI) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXVII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXVIII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXX) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXXI) - DZIKIR JAHRI (KERAS) MENURUT ULAMA' MADZHAB (1) KAIFA TUSHOLLI (XXXII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (x) - (1) KAJIAN TINGKEPAN NGAPATI MITONI KEHAMILAN (1) KEBERSIHAN DERAJAT TINGGI DALAM SHALAT (1) KEMATIAN ULAMA' DAN AKIBATNYA (1) KEPADA ORANGTUA (1) KESUNNAHAN TABKHIR EMBAKAR DUPA (1) KESUNNAHAN TAHNIK/NYETAKKI ANAK KECIL (1) KETIKA HAJAT TERCAPAI SEMBELIHLAH SYAHWAT DAN MENDEKATLAH KEPADA ALLAH (1) KETIKA ORANG ALIM SAMA DENGAN ANJING (1) KEUTAMAAN ILMU DAN ADAB (1) KEWAJIBAN SABAR DAN SYUKUR BERSAMAAN (1) KHUTBAH JUM'AT DAN YANG BERHUBUNGAN (1) KIFARAT SUAMI YANG MENYERUBUHI ISTRI DISIANG BULAN RAMADHAN (1) KISAH INSPIRATIF AHLU BAIT (SAYYIDINA IBNU ABBAS) DAN ULAMA' BESAR (SAYYIDINA ZAID BIN TSABIT) (1) KISAH PEMABUK PINTAR YANG MEMBUAT SYAIKH ABDUL QADIR AL JAILANIY MENANGIS (1) KRETERIA UCAPAN SUNNAH MENJAWAB KIRIMAN SALAM (1) KUFUR AKIBAT MENCELA NASAB KETURUNAN (1) KULLUHU MIN SYA'BAN (1) KURBAN DAN AQIQAH UNTUK MAYYIT (1) LARANGAN MENYINGKAT SHALAWAT NABI (1) LEBIH UTAMA MANA GURU DAN ORANGTUA (1) MA'MUM BOLEH MEMBENARKAN BACAAN IMAM DAN WAJIB MEMBENARKAN BACAAN FATIHAHNYA (1) MA'MUM MEMBACA FATIHAH APA HUKUMNYA DAN KAPAN WAKTUNYA? (1) MACAM DIALEK AAMIIN SETELAH FATIHAH (1) MACAM MACAM NIAT ZAKAT FITRAH (1) MAKAN MINUM MEMBUNUH BINATANG BERBISA MEMAKAI PAKAIAN BERGAMBAR DAN MENJAWAB PANGGILAN ORANGTUA DALAM SHALAT (1) MALAIKAT SETAN JIN DAPAT DILIHAT SETELAH MENJELMA SELAIN ASLINYA (1) MELAFADZKAN NIAT NAWAITU ASHUMU NAWAITU USHALLI (1) MELEPAS TALI POCONG DAN MENEMPELKAN PIPI KANAN MAYYIT KETANAH (1) MEMBAYAR FIDYAH BAGI ORANG ORANG YANG TIDAK MAMPU BERPUASA (1) MEMBELI KITAB ULAMA' MENARIK RIZQI DAN KEKAYAAN (1) MEMPERBANYAK DZIKIR SAMPAI DIKATAKAN GILA/PAMER (1) MENDIRIKAN SHALAT JUM'AT DALAM SATU DESA KARENA KAWATIR TERSULUT FITNAH DAN PERMUSUHAN (1) MENGAMBIL UPAH DALAM IBADAH (1) MENGHADIAHKAN MITSIL PAHALA AMAL SHALIH KEPADA NABI ﷺ (1) MENGIRIM MITSIL PAHALA KEPADA YANG MASIH HIDUP (1) MERAWAT JENAZAH MENURUT QUR'AN HADITS MADZAHIB DAN ADAT JAWS (1) MUHASABATUN NAFSI INTEROPEKSI DIRI (1) MUTIARA HIKMAH DAN FAIDAH (1) Manfaat Ucapan Al Hamdulillah (1) NABI DAN RASUL (1) NIAT PUASA SEKALI UNTUK SEBULAN (1) NISHFU AKHIR SYA'BAN (1) ORANG GILA HUKUMNYA MASUK SURGA (1) ORANG SHALIHPUN IKUT TERKENA KESULITAN HUJAN DAN GEMPA BUMI (1) PAHALA KHOTMIL QUR'AN (1) PENIS DAN PAYUDARA BERGERAK GERAK KETIKA SHALAT (1) PENYELEWENGAN AL QUR'AN (1) PERAWATAN JENAZAH BAG I & II & III (1) PERAWATAN JENAZAH BAG IV (1) PERAWATAN JENAZAH BAG V (1) PERAWATAN JENAZAH BAG VI (1) PREDIKSI LAILATUL QADAR (1) PUASA SUNNAH 6 HARI BULAN SYAWAL DISELAIN BULAN SYAWWAL (1) PUASA SYAWWAL DAN PUASA QADLO' (1) QISHOH ISLAMI (1) RAHASIA BAPAK PARA NABI DAN PILIHAN PARA NABI DALAM TASYAHUD SHALAT (1) RAHASIA HURUF DHOD PADA LAMBANG NU (1) RESEP MENJADI WALI (1) SAHABAT QULHU RADLIYYALLAHU 'ANHUM (1) SANAD SILSILAH ASWAJA (1) SANG GURU ASLI (1) SEDEKAH SHALAT (1) SEDEKAH TAK SENGAJA (1) SEJARAH TAHNI'AH (UCAPAN SELAMAT) IED (1) SEMBELIHAN (1) SERBA SERBI PENGGUNAAN INVENTARIS MASJID (1) SETIAP ABAD PEMBAHARU ISLAM MUNCUL (1) SHADAQAH SHALAT (1) SHALAT DAN FAIDAHNYA (1) SHALAT IED DIRUMAH KARENA SAKIT ATAU WABAH (1) SHALAT JUM'AT DISELAIN MASJID (1) SILSILAH SYAIKH JUMADIL KUBRA TURGO JOGJA (1) SIRAH BABI DAN ANJING (1) SIRAH DAN FAIDAH (1) SIRAH DZIKIR BA'DA MAKTUBAH (1) SIRAH NABAWIYYAH (1) SIRAH NIKAH MUT'AH DAN NIKAH MISYWAR (1) SIRAH PERPINDAHAN QIBLAT (1) SIRAH THAHARAH (1) SIRAH TOPI TAHUN BARU MASEHI (1) SUHBAH HAQIQAH (1) SUM'AH (1) SUNNAH MENCERITAKAN NIKMAT YANG DIDAPAT KEPADA YANG DIPERCAYA TANPA UNSUR RIYA' (1) SURGA IMBALAN YANG SAMA BAGI PENGEMBAN ILMU PENOLONG ILMU DAN PENYEBAR ILMU HALAL (1) SUSUNAN MURAQIY/BILAL SHALAT TARAWIH WITIR DAN DOA KAMILIN (1) SYAIR/DO'A BAGI GURU MUROBBI (1) SYAIR/DO'A SETELAH BERKUMPUL DALAM KEBAIKKAN (1) SYARI'AT DARI BID'AH (1) TA'JIL UNIK LANGSUNG BERSETUBUH TANPA MAKAN MINUM DAHULU (1) TAAT PADA IMAM ATAU PEMERINTAH (1) TAHALLUL CUKUR GUNDUL ATAU POTONG RAMBUT SELESAI HAJI DAN UMROH (1) TAKBIR IED MENURUT RASULULLAH DAN ULAMA' SUNNI (1) TALI ALLAH BERSATU DAN TAAT (1) TATACARA SHALAT ORANG BUTA ATAU BISU DAN HUKUM BERMAKMUM KEPADA KEDUANYA (1) TEMPAT SHALAT IED YANG PALING UTAMA AKIBAT PANDEMI (WABAH) CORONA (1) TIDAK BOLEH KURBAN DENGAN KUDA NAMUN HALAL DIMAKAN (1) TIDAK PERLU TEST DNA SEBAGAI BUKTI DZURRIYYAH NABI -ﷺ- (1) TREND SHALAT MEMAKAI SARUNG TANGAN DAN KAOS KAKI DAN HUKUMNYA (1) T̳I̳P̳ ̳C̳E̳P̳E̳T̳ ̳J̳A̳D̳I̳ ̳W̳A̳L̳I̳ ̳A̳L̳L̳O̳H̳ (1) UCAPAN HARI RAYA MENURUT SUNNAH (1) UCAPAN NATAL ANTARA YANG PRO DAN KONTRA (1) ULANG TAHUN RASULILLAH (1) URUTAN SILSILAH KETURUNAN ORANG JAWA (1) Ulama' Syafi'iyyah Menurut Lintas Abadnya (1) WAJIB BERMADZHAB UNTUK MENGETAHUI MATHLA' TEMPAT MUNCULNYA HILAL (1) YAUMU SYAK) (1) ZAKAT DIBERIKAN SEBAGAI SEMACAM MODAL USAHA (1) ZAKAT FITRAH 2 (1) ZAKAT FITRAH BISA UNTUK SEMUA KEBAIKKAN DENGAN BERBAGAI ALASAN (1)
Back To Top