Bismillahirrohmaanirrohiim

Tampilkan postingan dengan label AMALAN TANPA BIAYA DAN VISA SETARA HAJI DAN UMRAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AMALAN TANPA BIAYA DAN VISA SETARA HAJI DAN UMRAH. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Maret 2021

*★★᭄ꦿ ثَمَانِيًَةُ الأَعْمَالِ فَهِيَ كَحَجًَةٍ وَعـُمْرَةٍ بِلَا سَفَرٍ وَلَا تَأْشِيْرَةٍ | 8️⃣⃣ 𝕬𝖒𝖆𝖑𝖆𝖓 𝖄𝖆𝖓𝖌 𝕻𝖆𝖍𝖆𝖑𝖆𝖓𝖞𝖆 𝕾𝖊𝖙𝖆𝖗𝖆 𝕳𝖆𝖏𝖎 𝕯𝖆𝖓 '𝖀𝖒𝖗𝖆𝖍 𝕿𝖆𝖓𝖕𝖆 𝕻𝖊𝖗𝖌𝖎 𝕯𝖆𝖓 𝕿𝖆𝖓𝖕𝖆 𝖁𝖎𝖘𝖆*༻꧂ ★★

 




(edisi 29 maret 2021 M genap setahun covid 19 ketika beribadah masih mengharapkan pahala dan imbalan tetap disediakan namun belum masuk ibadah yang level pertama)

Ada delapan amalan yang jika diamalkan bisa berpahala haji dan 'umrah tanpa repot pergi ke Makkah dan Madinah dan repot membuat Visa. Amalan ini ringan bahkan bisa melakukannya setiap waktu terutama bagi orang-orang yang punya niatan berhaji atau 'umroh, lebih - lebih bagi kaum dhu'afa wal masakin yang tidak cukup hartanya untuk berhaji atau umrah. Walau dipandang ringan, namun pahalanya sangat luar biasa. Amalan - amalan tersebut adalah :


 *1️⃣&2️⃣• ★᭄ꦿ Shalat Lima Waktu Berjama’ah Dan Shalat Sunnah Di Masjid.*

👌• Seperti diriwayatkan oleh Imam Thabaraniy dalam kitabnya " Al Mu'jam Al Kabir " dari Sahabat Abu Hurairah radliyyAllahu 'anhu :

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ خَالَوَيْهِ الْوَاسِطِيُّ، ثنا عَلِيُّ بْنُ بَحْرٍ، ثنا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، ثنا حَفْصُ بْنُ غَيْلَانَ، عَنْ مَكْحُولٍ، عَنْ أَبِي أُمَامَةَ عَنِ النَّبِيِّ –ﷺ💞–، قَالَ:

*_«مَنْ مَشَى إِلَى صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ فِي الْجَمَاعَةِ، فَهِي كَحَجَّةٍ، وَمَنْ مَشَى إِلَى صَلَاةِ تَطَوُّعٍ فَهِي كَعُمْرَةٍ تَامَّةٍ»._*
[رواه الطبراني / باب الصاد / مكحول الشامي، عن أبي أمامة / رقم الحديث : ٧٥٧٨. وحسنه الألباني الوهابي في الصحيح والضعيف الجامع الصغير : ١١٥٠٢].

Telah menceritakan kepada kami : Ishaq bin Khalawaih Al Wasithiy. Telah menceritakan kepada kami : 'Aliy bin Bahr. Telah menceritakan kepada kami : Al Walid bin Muslim. Telah menceritakan kepada kami : Hafsh bin Ghailan. Dari Makhul. Dari Abi Umamah. Dari Nabi –ﷺ💞–, beliau pernah bersabda :

*_“Siapa yang berjalan menuju shalat wajib berjama’ah, maka ia seperti berhaji. Siapa yang berjalan menuju shalat sunnah, maka ia seperti melakukan umrah yang sempurna.”_*
[HR. Thabaraniy Dalam Al-Mu’jam Al-Kabir / Babu Ash Shaddi / Makhul Asy Syaamiy, 'An Abi 'Umamah / No. Hadits : 7578.
Tokoh Wahhabiy Al-Albani dalam Shahih wa Dha’if Al-Jami’ Ash-Shagir, no. 11502 menyatakan bahwa HADITS INI  HASAN].


👌• Dalam hadits lainnya, riwayat Imam Abu Dawud dari SahabatvAbu Umamah radhiyyAllahu ‘anhu:

حَدَّثَنَا أَبُو تَوْبَةَ حَدَّثَنَا الْهَيْثَمُ بْنُ حُمَيْدٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ الْحَارِثِ عَنْ الْقَاسِمِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ :

*_«مَنْ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ مُتَطَهِّرًا إِلَى صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْحَاجِّ الْمُحْرِمِ وَمَنْ خَرَجَ إِلَى تَسْبِيحِ الضُّحَى لَا يَنْصِبُهُ إِلَّا إِيَّاهُ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْمُعْتَمِرِ وَصَلَاةٌ عَلَى أَثَرِ صَلَاةٍ لَا لَغْوَ بَيْنَهُمَا كِتَابٌ فِي عِلِّيِّينَ»._*
[رواه ابو داود /  (٢) - كتاب الصلاة / باب ما جاء في فضل المشي إلى الصلاة / رقم الحديث : ٥٥٨].

Telah menceritakan kepada kami : Abu Taubah. Telah menceritakan kepada kami : Al-Haitsam bin Humaid. Dari Yahya bin Al-Harits. Dari Al-Qasim, Abu Abdurrahman. Dari Abu Umamah bahwasanya Rasulullah –ﷺ💞– pernah bersabda:

*_"Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan suci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti pahala orang yang haji yang sedang ihram, dan barangsiapa yang keluar dari rumahnya untuk melaksanakan shalat Dluha, dia tidak mempunyai niat kecuali itu, maka pahalanya seperti orang yang sedang umrah. Dan menunggu shalat hingga datang waktu shalat yang lain yang tidak ada main-main di antara keduanya, maka pahalanya ditulis di surga 'Iliyyin."_*
(HR. Ahmad. Teks Hadits Riwayat Abu Dawud / (2) - Kitabu Ash Shalati / Babu Ma Ja'a Fi Fadhli Al Masyi Ilaa Ash Shalati / No. Hadits : 558. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa SANAD HADITS INI HASAN].


*💾🌴• Syaikh Syarafu Al Haq Ash Shiddiqiy Al 'Adzim Al Abadiy rahimahullAhu ta'ala dalam kitabnya " 'Aunu Al Ma'bud Syarhu Sunan Abi Dawud " mengatakan :*

قَالَهُ فِي الْمِرْقَاةِ : (الْمُحْرِمِ) شُبِّهَ بِالْحَاجِّ الْمُحْرِمِ لِكَوْنِ التَّطَهُّرِ مِنَ الصَّلَاةِ بِمَنْزِلَةِ الْإِحْرَامِ مِنَ الْحَجِّ لِعَدَمِ جَوَازِهِمَا بِدُونِهِمَا ثُمَّ إِنَّ الْحَاجَّ إِذَا كَانَ مُحْرِمًا كَانَ ثَوَابُهُ أَتَمَّ فَكَذَلِكَ الْخَارِجُ إِلَى الصَّلَاةِ إِذَا كَانَ مُتَطَهِّرًا كَانَ ثَوَابُهُ أَفْضَلَ.
[انظر كتاب عون المعبود شرح سنن ابي داود : ج ٢ ص ١٨٥ /  (٢) - كتاب الصلاة / باب ما جاء في فضل المشي إلى الصلاة / رقم الحديث : ٥٥٨ / للشيخ محمد أشرف بن أمير بن علي بن حيدر، أبو عبد الرحمن، شرف الحق، الصديقي، العظيم آبادي (المتوفى: ١٣٩٢ هـ) الناشر: / دار الكتب العلمية - بيروت الطبعة: الثانية، ١٤١٥ هـ].

Imam Al 'Ainiy Al Hanafiy telah mengatakannya didalam kitab " Al Mirqat " : (Al Muhrimi)  diserupakan dengan orang yang berhaji yang sedang ihram, karena adanya bersuci dari shalat menempati tempat ihram dari ibadah haji, karena ketidakbolehan keduanya tanpa keduanya (bersuci dalam shalat dan ihram dalam haji), kemudian sesungguhnya orang yang haji ketika ihram, maka pahalanya bisa sempurna, begitu juga orang yang keluar (menuju masjid untuk shalat jama'ah), ketika ia saat itu dalam keadaan orang yang bersuci, maka pahalanya lebih utama
[Lihat Kitab 'Aunu Al Ma'bud Syarhu Sunan Abi Dawud : juz 2 hal 185 / (2) - Kitabu Ash Shalati / Babu Ma Ja'a Fi Fadhli Al Masyi Ilaa Ash Shalati / No. Hadits : 558 / Karya Syaikh Syarafu Al Haq Ash Shiddiqiy Al 'Adzim Al Abadiy / Dar Al Kutub Al 'Ilmiyyah - Beirut, Cet. Kedua, Th. 1415 H].


*3️⃣• ꧂★ Melakukan Shalat  Isyraq.*

Cara melakukannya:

a]- Shalat shubuh berjamaah di masjid

b]- Berdiam untuk berdzikir dan melakukan kegiatan yang manfaat

c]- Ketika matahari setinggi tombak (15 menit setelah matahari terbit) melakukan shalat dua raka’at (disebut shalat isyraq atau shalat Dhuha di awal waktu).

👌• Dalilnya adalah dari hadits dari Abu Umamah radhiyyAllahu ‘anhu:

حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْحَاقَ التُّسْتَرِيُّ، ثنا سَهْلُ بْنُ عُثْمَانَ، ثنا الْمُحَارِبِيُّ، عَنِ الْأَحْوَصِ بْنِ حَكِيمٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ غَابِرٍ، عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ –ﷺ💞– :

*_«مَنْ صَلَّى صَلَاةَ الصُّبْحِ فِي مَسْجِدِ جَمَاعَةٍ يَثْبُتُ فِيهِ حَتَّى يُصَلِّيَ سُبْحَةَ الضُّحَى، كَانَ كَأَجْرِ حَاجٍّ، أَوْ مُعْتَمِرٍ تَامًّا حَجَّتُهُ وَعُمْرَتُهُ»_*
[رواه الطبراني في المعجم الكبير : ج ٨ ص ١٥٤ / باب الصاد / عبد الله بن غابر، عن أبي أمامة / رقم الحديث : ٧٦٦٢].

Telah menceritakan kepada kami : Al Husain bin Ishaq At Tustariy. Telah menceritakan kepada kami : Sahl bin 'Utsman. Telah menceritakan kepada kami : Al Muharibiy. Dari Al Ahwash bin Hakim. Dari 'Abdillah bin Ghabir. Dari Abi Umamah, beliau berkata : RasulullAh –ﷺ💞– pernah bersabda :

*_“Barangsiapa yang mengerjakan shalat shubuh dengan berjama’ah di masjid, lalu dia tetap berdiam dimasjid sampai melaksanakan shalat Sunnah Dhuha, maka ia seperti mendapat pahala orang yang berhaji atau berumroh secara sempurna.”_*
[HR. Thabaraniy Dalam Al Mu'jam Al Kabir : juz 8 hal 154 / Babu Ash Shaddi / 'Abdullah Bin 'Ghabir, 'An Abi Umamah / No. Hadits : 7663. Tokoh Wahhabiy Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, no. 469 mengatakan bahwa HADITS INI SHAHIH LIGHAIRIHI ATAU SHAHIH DILIHAT DARI JALUR LAINNYA].


👌• Hadits Dari Sahabat Anas bin Malik radhiyyAllahu ‘anhu:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاوِيَةَ الْجُمَحِيُّ الْبَصْرِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا أَبُو ظِلَالٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ –ﷺ💞– :

*_«مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ»_"._*

قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ  –ﷺ💞– :

*_«تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ»_*.

قَالَ أَبُو عِيسَى : هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ، قَالَ وَسَأَلْتُ مُحَمَّدَ بْنَ إِسْمَعِيلَ عَنْ أَبِي ظِلَالٍ فَقَالَ هُوَ مُقَارِبُ الْحَدِيثِ قَالَ مُحَمَّدٌ وَاسْمُهُ هِلَالٌ
[رواه الترمذي /  أبواب السفر / باب ذكر ما يستحب من الجلوس في المسجد بعد صلاة الصبح حتى تطلع الشمس / رقم الحديث : ٥٨٦].

Telah menceritakan kepada kami : 'Abdullah bin Mu’awiyah Al Jumahi Al Bashri. Telah menceritakan kepada kami : 'Abdul ‘Aziz bin Muslim. Telah menceritakan kepada kami : Abu Zhilal dari Anas bin Malik, beliau  berkata : Rasulullah –ﷺ💞– pernah bersabda:

*_“Barang siapa yang shalat subuh berjama’ah kemudian duduk berdzikir sampai matahari terbit yang dilanjutkan dengan shalat dua raka’at, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah.”_"

Beliau (Anas radliallahu ‘anhu) berkata, Rasulullah bersabda:

*_“Sempurna, sempurna, sempurna.”_*

Dia Abu ‘Isa (At Tirmidziy) berkata :  INI ADALAH HADITS HASAN GHARIB, saya bertanya kepada Muhammad bin Isma’il tentang Abu Zhilal, dia menjawab, dia muqaribul hadits (termasuk lafazh ta’dil.
Pent), dia juga berkata, namanya adalah Hilal.
[HR. Tirmidziy / Abwabu As Safari / Babu Dzikri Ma Yustahabbu Min Al Julusi Fi Al Masjidi Ba'da Shalati Ash Shubhi Hatta Tathlu'a Asy Syamsu / No. Hadits : 586].


*👌• Hadits Senada Riwayat Imam Thabaraniy Dalam Kitabnya Al Mu'jam Al Kabir Dari Sahabat Abu Umamah Al Bahiliy RadhiyyAllahu 'Anhu:

حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْحَاقَ التُّسْتَرِيُّ، ثنا الْمُغِيرَةُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحَرَّانِيُّ، ثنا عُثْمَانُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ مُوسَى بْنِ عَلِيٍّ، عَنْ يَحْيَى بْنِ الْحَارِثِ، عَنِ الْقَاسِمِ، عَنْ أَبِي أُمَامَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ –ﷺ💞–:

*_«مَنْ صَلَّى صَلَاةَ الْغَدَاةِ فِي جَمَاعَةٍ، ثُمَّ جَلَسَ يَذْكُرُ اللهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ، ثُمَّ قَامَ فَرَكَعَ رَكْعَتَيْنِ، انْقَلَبَ بِأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ»._*
[رواه الطبراني في المعجم الكبير : ج ٨ ص ١٧٨ / باب الصاد /  القاسم بن عبد الرحمن بن يزيد الشامي مولى معاوية، عن أبي أمامة، يكنى أبو عبد الرحمن يحيى بن الحارث الذماري، عن القاسم / رقم الحديث : ٧٧٤١].

Telah menceritakan kepada kami : Al Husain bin Ishaq At Tustariy. Telah menceritakan kepada kami : Al Mughirah bin 'Abdirrahman Al Harraniy. Telah menceritakan kepada kami : 'Utsman bin 'Abdirrahman. Dari Musa bin 'Aliy. Dari Yahya bin Al Harits. Dari Al Qasim. Dari Abi Umamah radhiyyAllahu 'anhu,  beliau berkata : RasulullAh –ﷺ💞– pernah bersabda :

*_“Barangsiapa yang mengerjakan shalat shubuh dengan berjama’ah di masjid, lalu dia tetap berdiam berdzikir kepada Allah  dimasjid sampai munculnya matahari, lalu berdiri  melaksanakan shalat 2 rakaat, maka ia kembali seperti mendapat pahala orang yang berhaji atau berumroh (secara sempurna).”_*
[HR. Thabaraniy Dalam Al Mu'jam Al Kabir : juz 8 hal 178 / Babu Ash Shaddi / Al Qasim Bin 'Abdirrahman Bin Yazid Asy Syamiy Maula Mu'awwiyyah, 'An Abi Umamah, Yukna Abu 'Abdirrahman Yahya Bin Al Harits Adz Dzumariy, 'An Al Qasim / No. Hadits : 7741].


*4️⃣•꧂★Menghadiri Majelis Ilmu Di Masjid.*

Hal ini seperti dijelaskan dalam riwayat hadits dari Sahabat Abu Umamah radhiyyAllahu ‘anhu:

حَدَّثَنَا عَبْدَانُ بْنُ أَحْمَدَ، ثنا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ شُعَيْبٍ، ثنا ثَوْرُ بْنُ يَزِيدَ، عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ، عَنْ أَبِي أُمَامَةَ، عَنِ النَّبِيِّ –ﷺ💞–  قَالَ:

*_«مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لَا يُرِيدُ إِلَّا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ»_*
[رواه الطبراني في المعجم الكبير : ج ٨ ص ٩٤ / باب الصاد / خالد بن معدان، عن أبي أمامة رضي الله عنه / رقم الحديث : ٧٤٧٣].

Telah menceritakan kepada kami : 'Abdan bin Ahmad. Telah menceritakan kepada kami : Hisyam bin 'Ammar. Telah menceritakan kepada kami : Muḥammad bin Syu'aib. Telah menceritakan kepada kami : Tsaur bin Yazid. Dari Abi Umamah. Dari Nabi –ﷺ💞–, beliau bersabda :

*_“Siapa yang berangkat ke masjid yang ia inginkan hanyalah untuk belajar kebaikan atau mengajarkan kebaikan, ia akan mendapatkan pahala haji yang sempurna hajinya.”_*
[HR. Thabaraniy Dalam Al Mu'jam Al Kabir : juz 8 hal 154 / Babu Ash Shaddi / 'Abdullah Bin 'Ghabir, 'An Abi Umamah / No. Hadits : 7473. Tokoh Wahhabiy Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, no. 86 menyatakan bahwa HADITS INI HASAN SHAHIH].


*🌴✒️• Al 'Alamah Mula 'Aliy Al Qariy Al Hanafiy rahimahullAhu ta'ala dalam kitabnya " Mirqatu Al Mafatih Syarhu Misykat Al Mashabih " mengatakan :*

(وَعَنْهُ) ، أَيْ: عَنْ أَنَسٍ (قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ –ﷺ💞–:

" «مَنْ صَلَّى الْفَجْرَ فِي جَمَاعَةٍ، ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ» ) ، أَيِ: اسْتَمَرَّ فِي مَكَانِهِ وَمَسْجِدِهِ الَّذِي صَلَّى فِيهِ، فَلَا يُنَافِيهِ الْقِيَامُ لِطَوَافٍ أَوْ لِطَلَبِ عِلْمٍ أَوْ مَجْلِسِ وَعْظٍ فِي الْمَسْجِدِ، بَلْ وَكَذَا لَوْ رَجَعَ إِلَى بَيْتِهِ وَاسْتَمَرَّ عَلَى الذِّكْرِ، ( «وَحَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ» ") ,

قَالَ الطِّيبِيُّ: أَيْ ثُمَّ صَلَّى بَعْدَ أَنْ تَرْتَفِعَ الشَّمْسُ قَدْرَ رُمْحٍ حَتَّى يَخْرُجَ وَقْتُ الْكَرَاهَةِ، وَهَذِهِ الصَّلَاةُ تُسَمَّى صَلَاةَ الْإِشْرَاقِ وَهِيَ أَوَّلُ الضُّحَى (" كَانَتْ ") ، أَيِ: الْمَثُوبَةُ،

وَأَبْعَدَ ابْنُ حَجَرٍ فَقَالَ: أَيْ هَذِهِ الْحَالَةُ الْمُرَكَّبَةُ مِنْ تِلْكَ الْأَوْصَافِ كُلِّهَا (" لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ " قَالَ) : أَيْ: أَنَسٌ ( «قَالَ رَسُولُ اللَّهِ –ﷺ💞–: " تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ» ) : صِفَةٌ لِحَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ كَرَّرَهَا ثَلَاثًا لِلتَّأْكِيدِ،
[انظر كتاب مرقاة المفاتيح شرح مشكاة المصابيح : ج ٢ ص ٧٧٠ / كتاب الصلاة / باب الذكر بعد الصلاة / للعلامة الشيخ علي بن (سلطان) محمد، أبو الحسن نور الدين الملا الهروي القاري (المتوفى: ١٠١٤ هـ) / الناشر: دار الفكر، بيروت - لبنان الطبعة: الأولى، ١٤٢٢ هـ = ٢٠٠٢ مـ].

Dan juga diriwayatkan dari Sahabat Anas radhiyyAllahu 'anhu, beliau berkata : RasulullAh –ﷺ💞–, pernah bersabda :

*_("Barangsiapa shalat subuh berjama'ah lalu duduk berdzikir kepada Allah.")_*

Artinya ia langsung meneruskan berdzikir ditempatnya dan masjidnya yang ia gunakan untuk shalat berjama'ah, dan tidak bertentangan dengannya seperti berdiri untuk melaksanakan thawwaf, ATAU UNTUK MENCARI ILMU, atau MAJLIS PETUAH/NASIHAT, didalam masjid, begitu juga ketika ia pulang (dari masjid) kerumahnya, ia  langsung meneruskan berdzikir.

*_("Sampai thulu' (terbitnya matahari), lalu ia shalat 2 raka'at.")_*

Imam Ath Thibiy berkata : Artinya ia shalat setelah matahari naik kira-kira 1 tombak, sampai berlalu waktu karahah, dan shalat ini dinamakan SHALAT ISYRAQ, yaitu ia diawal waktu Dhuha.

*_("Maka ada")_*

Artinya : pahala yang diberikan ,

Dan Imam Ibnu Hajar mengeluarkannya  kemudian ia berkata : dan kondisi inilah yang harus dijalani dari keseluruhan karakter  (sifat-sifatnya mulai dari shalat berjamaah subuh dimasjid sampai melaksanakan shalat isyroq diawwal waktu Dhuha, jika ia ingi pahala haji dan umrah yang sempurna).

*_("baginya diberikan pahala seperti orang yang berhaji dan umrah, berkata : ...")_*, yakni Sahabat Anas radhiyyAllahu 'anhu : RasulullAh –ﷺ💞–, pernah bersabda :

*_("Yang sempurna, yang sempurna, yang sempurna.")_*

Yakni karakteristik/sifat bagi haji dan umrah, dan beliau mengulang-ulangnya untuk mengukuhkannya.
[Lihat Kitab Mirqatu Al Mafatih Syarhu Misykat Al Mashabih : juz 2 hal 770 / Kitabu Ash Shalati / Babu Dzikri Ba'da Ash Shalati / Karya Al 'Alamah Syaikh Mula 'Aliy Al Qariy Al Hanafiy / Dar Al Fikri - Beirut Libanon, Cet. Pertama, Th. 1422 H = 2002 M].


*5️⃣• ★᭄ꦿ Membaca Tasbih, Tahmid Dan Takbir Setelah Shalat.*

Diriwayatkan dan dijelaskan dalam hadits dari Sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ سُمَيٍّ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ :

جَاءَ الْفُقَرَاءُ إِلَى النَّبِيِّ –ﷺ💞–, فَقَالُوا: ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ مِنْ الْأَمْوَالِ بِالدَّرَجَاتِ الْعُلَا وَالنَّعِيمِ الْمُقِيمِ يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّي وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ وَلَهُمْ فَضْلٌ مِنْ أَمْوَالٍ يَحُجُّونَ بِهَا وَيَعْتَمِرُونَ وَيُجَاهِدُونَ وَيَتَصَدَّقُونَ , قَالَ :

*_«أَلَا أُحَدِّثُكُمْ إِنْ أَخَذْتُمْ أَدْرَكْتُمْ مَنْ سَبَقَكُمْ وَلَمْ يُدْرِكْكُمْ أَحَدٌ بَعْدَكُمْ وَكُنْتُمْ خَيْرَ مَنْ أَنْتُمْ بَيْنَ ظَهْرَانَيْهِ إِلَّا مَنْ عَمِلَ مِثْلَهُ تُسَبِّحُونَ وَتَحْمَدُونَ وَتُكَبِّرُونَ خَلْفَ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ»_*

فَاخْتَلَفْنَا بَيْنَنَا فَقَالَ بَعْضُنَا : نُسَبِّحُ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَنَحْمَدُ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَنُكَبِّرُ أَرْبَعًا وَثَلَاثِينَ فَرَجَعْتُ إِلَيْهِ، فَقَالَ :

*_«تَقُولُ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ حَتَّى يَكُونَ مِنْهُنَّ كُلِّهِنَّ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ»._*
[رواه البخاري /  (١٠) - كتاب الأذان / باب الذكر بعد الصلاة / رقم الحديث : ٨٤٣].

Telah menceritakan kepada kami : Muhammad bin Abu Bakar, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami : Mu'tamir. Dari 'Ubaidullah. Dari Sumayyah. Dari Abu Shalih. Dari Abu Hurairah, beliau  berkata :

"Pernah datang para fuqara kepada Nabi –ﷺ💞– seraya berkata : "Orang-orang kaya, dengan harta benda mereka itu, mereka mendapatkan kedudukan yang tinggi, juga kenikmatan yang abadi. Karena mereka melaksanakan shalat seperti juga kami melaksanakan shalat. Mereka puasa  sebagaimana kami juga puasa. Namun mereka memiliki kelebihan disebabkan harta mereka, sehingga mereka dapat menunaikan 'ibadah haji dengan harta tersebut, juga dapat melaksnakan 'umrah bahkan dapat berjihad dan bersedekah." Maka beliau pun bersabda:

*_"Maukah aku sampaikan kepada kalian sesuatu yang apabila kalian ambil (sebagai amal ibadah) kalian akan dapat melampaui (derajat) orang-orang yang sudah mengalahkan kalian tersebut, dan tidak akan ada yang dapat mengalahkan kalian dengan amal ini sehingga kalian menjadi yang terbaik di antara kalian dan di tengah-tengah mereka kecuali bila ada orang yang mengerjakan seperti yang kalian amalkan ini. Yaitu kalian membaca tasbih (Subhaanallah), membaca tahmid (Alhamdulillah) dan membaca takbir (Allahu Akbar) setiap selesai dari shalat sebanyak tiga puluh tiga kali."_*

Kemudian setelah itu di antara kami terdapat perbedaan pendapat. Di antara kami ada yang berkata : "Kita bertasbih 33x, lalu bertahmid 33x, lalu bertakbir 43x." Kemudian aku kembali menemui Beliau –ﷺ💞–, beliau lalu bersabda:

*_"Bacalah 'Subhaanallah wallahu Akbar' hingga dari itu semuanya berjumlah 33x."_*
[HR. Bukhariy / (10) - Kitabu Al Adzani / Babu Adz Dzikri Ba'da Ash Shalati / No. Hadits : 843].


🌴• Abu Shalih yang meriwayatkan hadits tersebut dari Abu Hurairah radliyyAllahu 'anhu :

حَدَّثَنَا عَاصِمُ بْنُ النَّضْرِ التَّيْمِيُّ حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ قَالَ ح و حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ ابْنِ عَجْلَانَ كِلَاهُمَا عَنْ سُمَيٍّ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَهَذَا حَدِيثُ قُتَيْبَةَ :

أَنَّ فُقَرَاءَ الْمُهَاجِرِينَ أَتَوْا رَسُولَ اللَّهِ –ﷺ💞– فَقَالُوا : ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالدَّرَجَاتِ الْعُلَى وَالنَّعِيمِ الْمُقِيمِ, فَقَالَ : وَمَا ذَاكَ قَالُوا يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّي وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ وَيَتَصَدَّقُونَ وَلَا نَتَصَدَّقُ وَيُعْتِقُونَ وَلَا نُعْتِقُ, فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ –ﷺ💞– :  

*_«أَفَلَا أُعَلِّمُكُمْ شَيْئًا تُدْرِكُونَ بِهِ مَنْ سَبَقَكُمْ وَتَسْبِقُونَ بِهِ مَنْ بَعْدَكُمْ وَلَا يَكُونُ أَحَدٌ أَفْضَلَ مِنْكُمْ إِلَّا مَنْ صَنَعَ مِثْلَ مَا صَنَعْتُمْ؟»_*,

قَالُوا : بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ ، قَالَ :

*_«تُسَبِّحُونَ وَتُكَبِّرُونَ وَتَحْمَدُونَ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ مَرَّةً»_*,

قَالَ أَبُو صَالِحٍ : فَرَجَعَ فُقَرَاءُ الْمُهَاجِرِينَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ –ﷺ💞– فَقَالُوا : سَمِعَ إِخْوَانُنَا أَهْلُ الْأَمْوَالِ بِمَا فَعَلْنَا فَفَعَلُوا مِثْلَهُ, فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ –ﷺ💞–:

*_«ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِهِ مَنْ يَشَاءُ»_",

وَزَادَ غَيْرُ قُتَيْبَةَ فِي هَذَا الْحَدِيثِ عَنْ اللَّيْثِ عَنْ ابْنِ عَجْلَانَ قَالَ : سُمَيٌّ فَحَدَّثْتُ بَعْضَ أَهْلِي هَذَا الْحَدِيثَ، فَقَالَ : وَهِمْتَ إِنَّمَا قَالَ :

*«تُسَبِّحُ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَتَحْمَدُ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَتُكَبِّرُ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ»*

فَرَجَعْتُ إِلَى أَبِي صَالِحٍ فَقُلْتُ لَهُ ذَلِكَ فَأَخَذَ بِيَدِي فَقَالَ :

*اللَّهُ أَكْبَرُ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ , اللَّهُ أَكْبَرُ وَسُبْحَانَ اللَّهِ  وَالْحَمْدُ لِلَّهِ حَتَّى تَبْلُغَ مِنْ جَمِيعِهِنَّ ثَلَاثَةً وَثَلَاثِينَ*,

قَالَ ابْنُ عَجْلَانَ : فَحَدَّثْتُ بِهَذَا الْحَدِيثِ رَجَاءَ بْنَ حَيْوَةَ فَحَدَّثَنِي بِمِثْلِهِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ –ﷺ💞– و حَدَّثَنِي أُمَيَّةُ بْنُ بِسْطَامَ الْعَيْشِيُّ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا رَوْحٌ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ–ﷺ💞– أَنَّهُمْ قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالدَّرَجَاتِ الْعُلَى وَالنَّعِيمِ الْمُقِيمِ بِمِثْلِ حَدِيثِ قُتَيْبَةَ عَنْ اللَّيْثِ إِلَّا أَنَّهُ أَدْرَجَ فِي حَدِيثِ أَبِي هُرَيْرَةَ قَوْلَ أَبِي صَالِحٍ ثُمَّ رَجَعَ فُقَرَاءُ الْمُهَاجِرِينَ إِلَى آخِرِ الْحَدِيثِ ،

وَزَادَ فِي الْحَدِيثِ يَقُولُ سُهَيْلٌ :

إِحْدَى عَشْرَةَ إِحْدَى عَشْرَةَ فَجَمِيعُ ذَلِكَ كُلِّهِ ثَلَاثَةٌ وَثَلَاثُونَ.
[رواه مسلم / (٥) - كتاب المساجد ومواضع الصلاة / (٢٦) - باب استحباب الذكر بعد الصلاة وبيان صفته / رقم الحديث : ٥٩٥].

Telah menceritakan kepada kami : Ashim bin Nadhr At Tamimi. Telah menceritakan kepada kami : Al Mu'tamir. Telah menceritakan kepada kami : 'Ubaidullah, dia berkata : -(Dan diriwayatkan dari jalur lain)- Telah menceritakan kepada kami : Qutaibah bin Sa'id. Telah menceritakan kepada kami : Laits. Dari Ibn 'Ajlan, keduanya dari Sumay. Dari Ibnu Shalih. Dari Abu Hurairah radliyyAllahu 6 -(dan ini adalah hadis Qutaibah)- Bahwa orang-orang fakir Muhajirin menemui Rasulullah –ﷺ💞– sambil berkata;

"Orang-orang kaya telah memborong derajat-derajat ketinggian dan kenikmatan yang abadi."

Rasulullah –ﷺ💞– bertanya:

*_"Maksud kalian?"_*

Mereka menjawab: "Orang-orang kaya shalat sebagaimana kami shalat, dan mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, namun mereka bersedekah dan kami tidak bisa melakukannya, mereka bisa membebaskan tawanan dan kami tidak bisa melakukannya." Maka Rasulullah –ﷺ💞– bersabda:

*_"Maukah aku ajarkan kepada kalian sesuatu yang karenanya kalian bisa menyusul orang-orang yang mendahului kebaikan kalian, dan kalian bisa mendahului kebaikan orang-orang sesudah kalian, dan tak seorang pun lebih utama daripada kalian selain yang berbuat seperti yang kalian lakukan?"_"

Mereka menjawab; "Baiklah wahai Rasulullah?" Beliau bersabda:

*_"Kalian bertasbih, bertakbir, dan bertahmid setiap habis shalat sebanyak tiga puluh tiga kali."_*

[Abu shalih] berkata; "Tidak lama kemudian para fuqara' Muhajirin kembali ke Rasulullah –ﷺ💞– dan berkata; "Ternyata teman-teman kami yang banyak harta telah mendengar yang kami kerjakan, lalu mereka mengerjakan seperti itu!" Rasulullah –ﷺ💞– bersabda:

*_"Itu adalah keutamaan Allah yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya!"_*

Dan selain Qutaibah menambahkan dalam hadis ini dari Al Laits  dari Ibn 'Ajlan. [Sumay] mengatakan;

"Lalu aku ceritakan hadits ini kepada beberapa keluargaku, maka keluargaku berkata; "Engkau salah, yang benar beliau bersabda:

*_"Engkau bertasbih kepada Allah sebanyak 33x, bertahmid kepada Allah sebanyak 33x, bertakbir kepada Allah sebanyak 33x."_*

Aku lalu kembali menemui Abu Shalih dan aku katakan kepadanya, Abu Shalih menarik tanganku dan berkata;

*"Allahu akbar, subhanallah, Alhamdulillah, dan Allahu akbar, subhanallah, Alhamdulillah, hingga semuanya berjumlah tiga puluh tiga."*

Kata [Ibn 'Ajlan]; "Lalu kuceritakan hadits ini kepada [Raja` bin Haiwah], ia menceritakan kepadaku hadits seperti di atas dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah] dari Rasulullah –ﷺ💞– Dan telah menceritakan kepadaku : Umayyah bin Bustham Al 'Aisyi. Telah menceritakan kepada kami : Yazid bin Zurai'. Telah menceritakan kepada kami : Rauh. Dari Suhail. Dari Ayahnya.  Dari Abu Hurairah. Dari Rasulullah –ﷺ💞–, bahwa para sahabat berkata; "Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah memborong derajat tinggi dan kenikmatan yang tiada habis…" seperti hadis Qutaibah dari Al Laits, hanya ia memudrajkan ucapan Abu Shalih dalam hadis Abu Hurairah. "Kemudian orang faqir muhajirin kembali, hingga akhir hadis." Dalam hadis itu ia tambahkan, Suhail mengatakan;

*"Sebelas sebelas, hingga semuanya berjumlah tiga puluh tiga."*
[HR. Muslim / (5) - Kitabu Al Masajidi Wa Mawadhi'i Ash Shalati / (26) - Babu Istihbabi Adz Dzikri Ba'da Ash Shalati Wa Bayani Shifatihi / No. Hadits : 595].


*6️⃣• ★᭄ꦿ᭄ꦿ Umrah Di Bulan Ramadhan.*

Dijelaskan dan diriwayatkan dalam hadits dari Sahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya pada seorang wanita yang tidak ikut berhaji bersama - sama beliau, berikut kisahnya :

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ عَطَاءٍ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يُخْبِرُنَا يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ –ﷺ💞– لِامْرَأَةٍ مِنْ الْأَنْصَارِ سَمَّاهَا ابْنُ عَبَّاسٍ فَنَسِيتُ اسْمَهَا :

*_«مَا مَنَعَكِ أَنْ تَحُجِّينَ مَعَنَا؟»

قَالَتْ : كَانَ لَنَا نَاضِحٌ فَرَكِبَهُ أَبُو فُلَانٍ وَابْنُهُ لِزَوْجِهَا وَابْنِهَا وَتَرَكَ نَاضِحًا نَنْضَحُ عَلَيْهِ قَالَ :

*_«فَإِذَا كَانَ رَمَضَانُ اعْتَمِرِي فِيهِ فَإِنَّ عُمْرَةً فِي رَمَضَانَ حَجَّةٌ»._*

أَوْ نَحْوًا مِمَّا قَالَ.
[رواه البخاري / (٢٦) - أبواب العمرة / باب عمرة في رمضان / رقم الحديث : ١٧٨٢].

Telah menceritakan kepada kami : Musaddad. Telah menceritakan kepada kami : Yahya. Dari Ibnu Juraij. Dari 'Atho', ia  berkata; Aku mendengar Ibnu 'Abbas radliyyAllahu 'anhuma mengabarkan kepada kami, katanya: Rasulullah –ﷺ💞–  berkata kepada seorang wanita dari Kaum Anshar yang disebut namanya oleh Ibnu 'Abbas radliyyAllahu 'anhuma namun kami lupa siapa namanya:

*_"Apa yang menghalangimu untuk menunaikan haji bersama kami?"._*

Wanita itu berkata: "Dahulu kami memiliki seekor unta yang selalu digunakan oleh ayah fulan dan anaknya, maksudnya adalah suami dan anak dari perempuan itu, kemudian dia membiarkan unta tersebut untuk mengangkut air. Beliau –ﷺ💞– bersabda :

*_"Apabila datang bulan Ramadhan, laksanakanlah 'umrah karena 'umrah pada bulan Ramadhan seperti 'ibadah haji"._*

atau seperti itu (haji) sebagaimana Beliau sabdakan.
 (HR. Bukhariy /(26)- Abwabu Al 'Umrati / Babu 'Umratin Fi Ramadhana / No. Hadits : 1782. Dan Muslim, No. Hadits : 1256].


🌴• Dalam Lafadz Muslim Disebutkan,

و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمِ بْنِ مَيْمُونٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ قَالَ : سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ يُحَدِّثُنَا قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ –ﷺ💞– لِامْرَأَةٍ مِنْ الْأَنْصَارِ سَمَّاهَا ابْنُ عَبَّاسٍ فَنَسِيتُ اسْمَهَا :

*_«مَا مَنَعَكِ أَنْ تَحُجِّي مَعَنَا؟»،

قَالَتْ : لَمْ يَكُنْ لَنَا إِلَّا نَاضِحَانِ فَحَجَّ أَبُو وَلَدِهَا وَابْنُهَا عَلَى نَاضِحٍ وَتَرَكَ لَنَا نَاضِحًا نَنْضِحُ عَلَيْهِ، قَالَ :

*_«فَإِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فَاعْتَمِرِي فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً»._*
[رواه مسلم / (١٥) - كتاب الحج / (٣٦) - باب فضل العمرة في رمضان / رقم الحديث : ١٢٥٦].

Dan telah menceritakan kepadaku : Muhammad bin Hatim bin Maimun. Telah menceritakan kepada kami : Yahya bin Sa'id. Dari Ibnu Juraij, ia berkata: Telah mengabarkan kepadaku : 'Atha`, ia berkata : saya mendengar Ibnu Abbas menceritakan kepada kami, beliau  berkata; Rasulullah –ﷺ💞– bertanya kepada seorang wanita dari kalangan Anshar -Ibnu Abbas menyebutkan namnya, tetapi aku lupa:

*_"Apa yang menghalangimu untuk melaksanakan haji bersama kami?"_*

Wanita itu menjawab, "Kami tidak mempunyai apa-apa kecuali dua ekor Unta, yang satu ekor dipakai suamiku pergi haji bersama anaknya sedangkan yang satu lagi ia tinggalkan agar dipakai menyiram kebun."

Beliau bersabda:

*_"Kalau bulan Ramadlan tiba, maka tunaikanlah umrah, sebab umrah di bulan Ramadlan menyamai ibadah haji."_*
[HR. Muslim / (15) - Kitabu Al Hajji / (36) - Babu Fadhli Al 'Umrati Fi Ramadhana / No. Hadits : 1256].


*🌴• Dalam lafazh Bukhari Yang Lain Disebutkan :*

حَدَّثَنَا عَبْدَانُ أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ أَخْبَرَنَا حَبِيبٌ الْمُعَلِّمُ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ لَمَّا رَجَعَ النَّبِيُّ –ﷺ💞– مِنْ حَجَّتِهِ قَالَ لِأُمِّ سِنَانٍ الْأَنْصَارِيَّةِ :

*_«مَا مَنَعَكِ مِنْ الْحَجِّ؟»،_*

قَالَتْ أَبُو فُلَانٍ تَعْنِي زَوْجَهَا كَانَ لَهُ نَاضِحَانِ حَجَّ عَلَى أَحَدِهِمَا وَالْآخَرُ يَسْقِي أَرْضًا لَنَا، قَالَ :

*_«فَإِنَّ عُمْرَةً فِي رَمَضَانَ تَقْضِي حَجَّةً أَوْ حَجَّةً مَعِي»._*

رَوَاهُ ابْنُ جُرَيْجٍ عَنْ عَطَاءٍ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ –ﷺ💞–، وَقَالَ عُبَيْدُ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ الْكَرِيمِ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ جَابِرٍ عَنْ النَّبِيِّ –ﷺ💞–.
[رواه البخاري / (٢٨) - كتاب جزاء الصيد / باب حج النساء / رقم الحديث : ١٨٦٣.  ومسلم رقم الحديث : ١٢٥٦].

Telah menceritakan kepada kami : 'Abdan. Telah mengabarkan kepada kami : Yazid bin Zurai'. Telah mengabarkan kepada kami : Habib Al Mu'allim. Dari 'Atho'. Dari Ibnu 'Abbas radliyyAllahu 'anhuma, beliau berkata:

"Ketika Nabi –ﷺ💞– kembali dari pelaksanaan hajinya, Beliau berkata kepada Ummu Sinan Al Anshariyyah:

*_"Apa yang menghalangimu untuk menunaikan haji?"._*

Wanita itu berkata: "Bapak si fulan, yang ia maksud suaminya, memiliki dua ekor unta yang salah satunya sering digunakan untuk menunaikan haji sedangn unta yang satunya lagi digunakan untuk mencari air minum buat kami".

Beliau bersabda:

*_"Umrah pada bulan Ramadhan sebanding dengan haji atau haji bersamaku"._*

Ini diriwayatkan oleh Ibnu Juraij. Dari 'Atho' : Aku mendengar Ibnu 'Abbas radliyyAllahu 'anhuma. Dari Nabi –ﷺ💞–. Dan 'Ubaidullah berkata :  Dari 'Abdul Karim. Dari 'Atho'. Dari Jabir. Dari Nabi –ﷺ💞–.
[HR. Bukhari / (28) - Kitabu Jaza'i Ash Shaidi / No. Hadits :  1863. Dan Muslim No. Hadits : 1256].


*📓✍️• Imam Nawawiy Asy Syafi'iy  rahimahullah ta'ala dalam kitabnya " Al Minhaj Syarhu Shahih Muslim " berkata :*

(فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ) أَيْ فِي رَمَضَانَ (تَعْدِلُ حَجَّةً) وَفِي الرِّوَايَةِ الْأُخْرَى تَقْضِي حَجَّةً أَيْ تَقُومُ مَقَامَهَا فِي الثَّوَابِ لَا أَنَّهَا تَعْدِلُهَا فِي كُلِّ شَيْءٍ فَإِنَّهُ لَوْ كَانَ عَلَيْهِ حَجَّةٌ فَاعْتَمَرَ فِي رَمَضَانَ لَا تُجْزِئُهُ عَنِ الْحَجَّةِ
[انظر كتاب المنهاج شرح صحيح مسلم : ج ٩ ص ٢ /  كتاب الحج الحج بفتح الحاء هو المصدر وبالفتح / باب فضل العمرة في رمضان / للإمام أبو زكريا محيي الدين يحيى بن شرف النووي (المتوفى: ٦٧٦ هـ) / الناشر: دار إحياء التراث العربي - بيروت الطبعة: الثانية، ١٣٩٢ هـ].

 “Yang dimaksud adalah umrah Ramadhan mendapati pahala seperti pahala haji. Namun bukan berarti umrah Ramadhan sama dengan haji secara keseluruhan. Sehingga jika seseorang punya kewajiban haji, lalu ia berumrah di bulan Ramadhan, maka umrah tersebut tidak bisa menggantikan haji tadi.”
[Lihat Kitab Al Minhaj Syarhu Shahih Muslim : juz 9 hal 2 / Kitabu Al Hajji : ... / Babu Fadhli Al 'Umrati Fi Ramadhana / Karya Imam An Nawawiy Asy Syafi'iy / Dar Ihya'i At Turats Al 'Arabiy - Beirut, Cet. Kedua, Th. 1392 H].


*7️⃣• ࿐ ★᭄ Berbakti Pada Orang Tua (Birrul Walidain).*

Hal ini telah diriwayatkan dan dijelaskan dalam hadits dari Sahabat Anas bin Malik radhiyyAllahu ‘anhu:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْعَبَّاسِ الضَّبِّيُّ , قَالَ : حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْحَجَّاجِ السَّامِيُّ , قَالَ : حَدَّثَنَا مَيْمُونُ بْنُ نَجِيحٍ أَبُو الْحَسَنِ , قَالَ : حَدَّثَنَا الْحَسَنُ ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ :

أَتَى رَجُلٌ النَّبِيَّ –ﷺ💞– فَقَالَ : إِنِّي أَشْتَهِي الْجِهَادَ ، وَإِنِّي لَا أَقْدِرُ عَلَيْهِ ؟ قَالَ :

*_«هَلْ بَقِيَ أَحَدُ وَالِدَيْكَ ؟»،

قَالَ : أُمِّي، قَالَ :

*_«فَأَبْلِ اللَّهَ عُذْرًا فِي بِرِّهَا ، فَإِذَا فَعَلْتَ ذَلِكَ فَأَنْتَ حَاجٌّ وَمُعْتَمِرٌ وَمُجَاهِدٌ ، إِذَا رَضِيتْ أُمُّكَ ، فَاتَّقِ اللَّهَ وَبَرَّهَا»._*

لَمْ يَرْوِ هَذَا الْحَدِيثَ عَنِ الْحَسَنِ إِلَّا مَيْمُونُ بْنُ نَجِيحٍ ، تَفَرَّدَ بِهِ : إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْحَجَّاجِ ، وَلَا يُرْوَى عَنْ أَنَسٍ إِلَّا بِهَذَا الْإِسْنَادِ " .
[رواه الطبراني في المعجم الأوسط : ج ٥ ص ٢٣٤ / باب العين    / من اسمه عبد الله    / عبد الله بن محمد بن العباس الضبي / رقم الحديث : ٤٤٦٣].

Telah menceritakan kepada kami : 'Abdullah bin Muhammad bin Al 'Abbas Adh Dhobiy, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami : Ibrahim bin Al Hajjaj As Syaamiy, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami : Maimun bin Najih Abu Al Hasan, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami : Al Hasan. Dari Anas bin Malik radhiyyAllahu 'anhu, beliau berkata :

“Ada seseorang yang mendatangi Rasululah –ﷺ💞– dan ia sangat ingin pergi berjihad namun tidak mampu. Rasulullah –ﷺ💞– bertanya padanya :  

*_"Apakah salah satu dari kedua orang tuanya masih hidup?"_*,

Ia jawab, ibunya masih hidup.

Rasul pun berkata padanya :

*_“Bertakwalah pada Allah dengan berbuat baik pada ibumu. Jika engkau berbuat baik padanya, maka statusnya adalah SEPERTI BERHAJI, BERUMRAH DAN BERJIHAD.”_*
[HR. Ath-Thabaraniy  Dalam Al-Mu’jam Al-Ausath : juz  5 hal 234 / Bau Al 'Aini / Man Ismuhu 'Abdullah / 'Abdullah Bin Muhammad Bin Al 'Abbas Adh Dhobiy / No. Hadits : 4463. Dan Al-Baihaqi dalam Syu’abu Al-Iman : juz  6 hal 179 No. Hadits : 7835. Ada nukilan dari At-Targhib 3/214 yang menyatakan bahwa sanad hadits ini JAYYID –ANTARA HASAN DAN SHAHIH-. Lihat penjelasan Tokoh Wahh6 Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah, no. 3195. Al-Albani menyatakan bahwa mulai dari kalimat “Jika engkau berbuat baik padanya, …”, tambahan ini termasuk riwayat munkar].


*✒️• Bagaimana Kalau Orang Tua Sudah Meninggal Dunia?.*

Ada enam hal yang bisa disimpulkan dari berbagai dalil:

*_1)•    Mendo’akan kedua orang tua._*

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ أَنْبَأَنَا الْعَلَاءُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ –ﷺ💞– قَالَ:

*_«إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ»._*
[رواه أحمد / مسند المكثرين من الصحابة / مسند أبي هريرة رضي الله عنه / رقم الحديث : ٨٨٤٤].

Telah menceritakan kepada kami : Sulaiman bin Dawud, ia berkata; Telah menceritakan kepada kami Isma'il. Telah memberitakan kepada kami Al 'Ala`. Dari bapaknya. Dari Abu Hurairah, beliau  berkata; Bahwasanya Rasulullah –ﷺ💞– bersabda:

*_"Apabila anak Adam meninggal maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang berdoa untuknya."_*
[HR. Ahmad / Musnad Al Muktsirin Min Ash Shahabati / Musnad Abi Hurairah RadliyyAllahu 'Anhu / No. Hadits : 8844].

Juga berdasarkan hadist Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu:

حَدَّثَنَا يَزِيدُ، أَخْبَرَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ عَاصِمِ بْنِ أَبِي النَّجُودِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ –ﷺ💞–:

*_«إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَرْفَعُ الدَّرَجَةَ لِلْعَبْدِ الصَّالِحِ فِي الْجَنَّةِ، فَيَقُولُ: يَا رَبِّ، أَنَّى لِي هَذِهِ؟ فَيَقُولُ: بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ»._*
[رواه أحمد /  مسند المكثرين من الصحابة / مسند أبي هريرة رضي الله عنه / رقم الحديث : ١٠٦١٠].

Telah menceritakan kepada kami : Yazid, dia berkata; Telah mengabarkan kepada kami : Hammad bin Salamah. Dari 'Ashim bin Abu An Nujud. Dari Abu Shalih. Dari Abu Hurairah, beliau  berkata; Rasulullah –ﷺ💞–, beliau pernah  bersabda:

*_"Sesungguhnya Allah 'azza wajalla akan mengangkat derajat seorang hamba yang shalih di surga, hamba itu kemudian berkata; 'Wahai Rabb, dari mana semua ini? ' maka Allah berfirman; 'Dari istighfar anakmu."_*
[HR Ahmad / Musnad Al Muktsirin Min Ash Shahabati / Musnad Abi Hurairah Radhiyallahu Anhu / No. Hadits : 10610. Dann al-Baihaqi.  Berkata Imam  al-Munawi: Berkata Imam Adz-Dzahabi di dalam al-Muhadzab: SANADNYA KUAT. Berkata al-Haitsami: “Diriwayatkan oleh al-Bazzar dan ath-Thabari dengan sanad yang para perawinya adalah perawi shahih, kecuali ‘Ashim bin Bahdalah dia adalah hasan haditsnya].


*✒️• Adapun Hadits Yang Menjelaskan Tentang Mustajabnya Doa Kedua Orangtua Kepada Anaknya Diantaranya Adalah :*

حَدَّثَنَا يَزِيدُ، أَخْبَرَنَا هِشَامٌ، عَنْ يَحْيَى، عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللهِ –ﷺ💞–:

*_«ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ، لَا شَكَّ فِيهِنَّ: دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ»._*
[رواه أحمد / مسند المكثرين من الصحابة / مسند أبي هريرة رضي الله عنه / رقم الحديث : ٧٥١٠. وحسنه الألباني في "سلسلة الأحاديث الصحيحة" (٥٩٦)].

Telah menceritakan kepada kami : Yazid. Telah mengabarkan kepada kami : Hisyam. Dari Yahya. Dari Abi Ja'far, bahwa ia mendengar Abu Hurairah radliyyAllahu 'anhu berkata : RasulullAh –ﷺ💞– pernah bersabda :

*_"Tiga doa yang pasti dikabulkan oleh Allah; doa orang yang terzhalimi, doa seorang musafir dan doa orangtua kepada anaknya."_*
[HR. Ahmad / Musnad Al Muktsirin Min Ash Shahabati / Musnad Abi Hurairah radliyyAllahu 'anhu / No. Hadits: 7510. Dan DIHASANKAN Oleh Al Albaniy Tokoh Wahhabiy Dalam Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah No. 596].


*✍️• Hadits Yang Senada :*

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ حَدَّثَنَا الْحَجَّاجُ الصَّوَّافُ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ –ﷺ💞– :  

*_«ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ»._*

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ هِشَامٍ الدَّسْتُوَائِيِّ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ نَحْوَهُ وَزَادَ فِيهِ :

*_«مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ»_*

قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ وَأَبُو جَعْفَرٍ الرَّازِيُّ هَذَا الَّذِي رَوَى عَنْهُ يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ يُقَالُ لَهُ أَبُو جَعْفَرٍ الْمُؤَذِّنُ وَلَا نَعْرِفُ اسْمَهُ وَقَدْ رَوَى عَنْهُ يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ غَيْرَ حَدِيثٍ.
[رواه الترمذي / (٤٥) - أبواب الدعوات / باب / رقم الحديث : ٣٤٤٨].

Telah menceritakan kepada kami : Muhammad bin Basysyar. Telah menceritakan kepada kami : Abu 'Ashim. Telah menceritakan kepada kami : Al Hajjaj Ash Shawwaf. Dari Yahya bin Abu Katsir. Dari Abu Ja'far. Dari Abu Hurairah  radliyyAllahu 'anhu, beliau berkata; Rasulullah –ﷺ💞– bersabda:

*_"Tiga doa yang terkabulkan, yaitu: doa orang yang teraniaya, doa orang musafir, doa orang tua untuk anaknya."_*

Telah menceritakan kepada kami : Ali bin Hujr. Telah menceritakan kepada kami : Isma'il bin Ibrahim. Dari Hisyam Ad Dastuwai. Dari Yahya bin Abu Katsir  dengan sanad ini seperti hadits tersebut, dan ia menambahkan padanya;

*_"dikabulkan, tidak diragukan padanya."_*

Abu Isa (At Tirmidziy) berkata; HADITS INI ADALAH HADITS HASAN dan Abu Ja'far Ar Razi ini adalah orang yang darinya Yahya bin Abu Katsir meriwayatkan hadits, ia dipanggil Abu Ja'far Al Muadzdzin dan kami tidak mengetahui namanya. Dan Yahya bin Katsir telah meriwayatkan darinya selain hadits ini.
[HR. Tirmidziy / (45) - Abwabu Ad Da'awati / Bab / No. Hadits : 3448].


*_2)•    Banyak Meminta Ampunan Pada Allah Untuk Kedua Orang Tua._*

قَالَ حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ الْغَسِيلِ قَالَ حَدَّثَنِي أَسِيدُ بْنُ عَلِيٍّ عَنْ أَبِيهِ عَلِيِّ بْنِ عُبَيْدٍ عَنْ أَبِي أُسَيْدٍ صَاحِبِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ بَدْرِيًّا وَكَانَ مَوْلَاهُمْ قَالَ قَالَ أَبُو أُسَيْدٍ بَيْنَمَا أَنَا جَالِسٌ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ جَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ بَقِيَ عَلَيَّ مِنْ بِرِّ أَبَوَيَّ شَيْءٌ بَعْدَ مَوْتِهِمَا أَبَرُّهُمَا بِهِ قَالَ نَعَمْ خِصَالٌ أَرْبَعَةٌ الصَّلَاةُ عَلَيْهِمَا وَالِاسْتِغْفَارُ لَهُمَا وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِي لَا رَحِمَ لَكَ إِلَّا مِنْ قِبَلِهِمَا فَهُوَ الَّذِي بَقِيَ عَلَيْكَ مِنْ بِرِّهِمَا بَعْدَ مَوْتِهِمَا
[رواه أحمد في مسنده /  مسند المكيين / حديث أبي أسيد الساعدي رضي الله عنه / رقم الحديث : ١٦٠٥٩].

(Ahmad bin Hanbal radliyallhu'anhu) berkata; Telah menceritakan kepada kami : Yunus bin Muhammad, ia  berkata; Telah menceritakan kepada kami : Abdurrohman bin Al Ghasil, ia  berkata; Telah menceritakan kepadaku : Asid bin 'Aliy. Dari Bapaknya, 'Ali bin 'Ubaid. Dari Abu Usaid, sahabat Rasulullah –ﷺ💞–, Ahli Badar, dan beliau  termasuk maula (budak merdeka)  mereka, berkata; Abu Usaid radliyyAllahu 'anhu berkata;

Ketika aku duduk di samping Rasulullah –ﷺ💞–, tiba-tiba seorang laki-laki Anshar datang dan berkata; Wahai Rasulullah –ﷺ💞–  apakah masih tersisa kewajiban atasku untuk berbuat baik kepada orang tuaku setelah kematian mereka berdua?. Beliau menjawab:

*_"Ya', masih tersisa empat perkara yaitu: mendoakan untuk mereka berdua, MEMINTA AMPUNAN MEREKA, memenuhi janji mereka yang belum terselesaikan dan memuliakan  teman-teman mereka serta silaturrahim yang sebenarnya tidak berhubungan dengan kamu kecuali dari jalur mereka. Itulah semua yang tersisa dari kewajibanmu untuk berbuat kebaikan kepada orang tuamu setelah mereka meninggal."_*
[HR. Ahmad / Musnad Al Makiyyiin / Hadits Abi Usaid As Saa'idiy RadhiyyAllahu 'Anhu / No. Hadits : 16059].


*🌴✒️• Adapun Hadits Yang Menjelaskan Tentang Anak Durhaka Yang Memintakan Ampunan Untuk Kedua Orangtuanya Sepeninggal Mereka Diantaranya Adalah :*

 أَخْبَرَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ السُّلَمِيُّ، أنا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ الْحُسَيْنِ بْنِ مَنْصُورٍ، نا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ خَالِدٍ الْبَراثِيُّ، وَأَخْبَرَنَا أَبُو مُحَمَّدٍ عَبْدُ اللهِ بْنُ عَلِيِّ بْنِ أَحْمَدَ الْمُعَاذِيُّ، أنا عُبَيْدُ اللهِ بْنُ الْعَبَّاسِ بْنِ الْوَلِيدِ بْنِ مُسْلِمٍ الْبَزَّارُ، نا أَبُو الْحَسَنِ أَحْمَدُ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ إِسْحَاقَ الصُّوفِيُّ، قَالَا: نا الرَّبِيعُ بْنُ ثَعْلَبَةَ، نا يَحْيَى بْنُ عُقْبَةَ بْنِ أَبِي الْعَيْزَارِ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُحَادَةَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ –ﷺ💞–:

*_«إِنَّ الْعَبْدَ لَيَمُوْتُ وَالِدَاهُ أَوْ أَحَدُهُمَا، وَإِنَّهُ لَهُمَا لَعَاقٌّ، فَلَا يَزَالُ يَدْعُوْ لَهُمَا، وَيَسْتَغْفِرُ لَهُمَا حَتَّى يَكْتُبَهُ اللهُ بَارًّا»._*

وَفِي رِوَايَةِ السُّلَمِيِّ: " بَرًّا "، الْأَوَّلُ مَعَ إِرْسَالِهِ أَصَحُّ
[رواه البيهقي في شعب الإيمان : ج ١٠ ص ٢٩٨ / (٥٥) - بر الوالدين / فصل في حفظ حق الوالدين بعد موتهما / رقم الحديث : ٧٥٢٤].

Telah mengabarkan kepada kami : Abu 'Abdirrahman As Sulamiy. Telah mengabarkan kepada kami : Muḥammad bin Al Hasan bin Al Husain bin Manshur. Telah mengabarkan kepada kami : Ahmad bin Muhammad bin Khalid Al Baratsiy. Telah mengabarkan kepada kami : Abu Muhammad 'Abdillah bin 'Aliy bin Ahmad Al Mu'adziy. Telah mengabarkan kepada kami : 'Ubaidillah bin Al 'Abbas bin Al Walid bin Muslim Al Bazzar. Telah mengabarkan kepada kami : Abu Al Hasan Ahmad bin Al Husain bin Ishaq Ash Shufiy, -keduanya berkata- : Telah mengabarkan kepada kami : Ar Rabi' bin Tsa'labah. Telah mengabarkan kepada kami : Yahya bin 'Uqbah bin Abi Al 'Aizar. Dari Muḥammad bin Hujadah. Dari Anas bin Malik, beliau berkata : Rasulullah –ﷺ💞– pernah bersabda:

*_"Sesungguhnya seorang hamba yang ibu-bapaknya telah meninggal dunia atau salah satunya, hamba itu (dahulunya) durhaka kepada mereka berdua. Lalu ia selalu mendoakan kebaikan kepada mereka berdua dan selalu memohonkan ampunan untuk mereka berdua, sehingga Allah mencatatnya sebagai orang yang berbhakti"._*
[HR. Baihaqiy Dalam Syu'abu Al Iman : juz 10 hal 298 / (55)- Birru Al Walidaini / Fashlun : Fi Hifdzi Haqqi Al Walidaini Ba'da Mautihima / No. Hadits : 7524].


*_🌴• Hadits Yang Selanjutnya :_*

أَخْبَرَنَا أَبُو عَبْدِ اللهِ الْحَافِظُ، نا أَبُو الْعَبَّاسِ الْأَصَمُّ، نا الْعَبَّاسُ بْنُ الْوَلِيدِ، أَخْبَرَنِي أَبِي، نا الْأَوْزَاعِيُّ، قَالَ:

*" بَلَغَنِي أَنَّ مَنْ عَقَّ وَالِدَيْهِ فِي حَيَاتِهِمَا، ثُمَّ قَضَى دَيْنًا إِنْ كَانَ عَلَيْهِمَا، وَاسْتَغْفَرَ لَهُمَا وَلَمْ يسْتَسِبَّ لَهُمَا كُتِبَ بَارًّا، وَمَنْ بَرَّ وَالِدَيْهِ فِي حَيَاتِهِمَا، ثُمَّ لَمْ يَقْضِ دَيْنًا إِذَا كَانَ عَلَيْهِمَا، وَلَمْ يَسْتَغْفِرْ لَهُمَا، واسْتَسَبَّ لَهُمَا كُتِبَ عَاقًّا ".*
[رواه البيهقي في شعب الإيمان : ج ١٠ ص ٣٠٢ / (٥٥) - بر الوالدين / فصل في حفظ حق الوالدين بعد موتهما / رقم الحديث : ٧٥٢٩].

Telah mengabarkan kepada kami : Abu 'Abdillah Al Hafidz. Telah mengabarkan kepada kami : Abu Al 'Abbas Al Asham. Telah mengabarkan kepada kami : Al 'Abbas bin Al Walid. Telah mengabarkan kepada kami : Ayahku. Telah mengabarkan kepada kami : Al Auza'iy, ia berkata :

*"Telah sampai kepada kami bahwa seseorang yang durhaka kepada kedua orangtuanya semasa hidup mereka, lalu ia membayar hutang jika ada pada keduanya, dan memohonkan ampunan bagi keduanya, dan tidak mencaci maki keduanya, maka ia dicatat menjadi orang yang telah berbuat baik kepada orang tua, dan barangsiapa  yang berbuat baik kepada kedua orangtuanya semasa hidup mereka, lalu ia tidak mau membayar hutang jika ada pada keduanya, dan tidak mau memohonkan ampunan bagi keduanya, dan  mencaci maki keduanya, maka ia dicatat menjadi orang yang telah berbuat durhaka kepada orang tua."*
[HR. Baihaqiy Dalam Syu'abu Al Iman : juz 10 hal 302 / (55)- Birru Al Walidaini / Fashlun : Fi Hifdzi Haqqi Al Walidaini Ba'da Mautihima / No. Hadits : 7529].

 
*📓✍️• Hadits Selanjutnya Dalam Kitab Al-Mustadrak Karya Al-Hakim, Dari Sahabat Abu Bakrah RadhiyyAllahu 'Anhu :*

 أَخْبَرَنَا أَبُو الْحَسَنِ الْمُقْرِئُ بْنُ السَّقَا الْإِسْفَرَايِينِيُّ، نا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ يُوسُفَ الْفَقِيهُ، نا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الصَّائِغُ، نا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ وَاقِدٍ، نا بَكَّارُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ، أَخْبَرَنِي أَبِي، عَنْ أَبِي بَكْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ –ﷺ💞–:

*_«كُلُّ الذُّنُوبِ يَغْفِرُ اللهُ مِنْهَا مَا شَاءَ، إِلَّا عُقُوقَ الْوَالِدَيْنِ، فَإِنَّهُ يُعَجَّلُ لِصَاحِبِهِ فِي الْحَيَاةِ قَبْلَ الْمَمَاتِ»._*
[رواه البيهقي في شعب الإيمان : ج ١٠ ص ٢٨٩ / (٥٥) - بر الوالدين / حديث جريج العابد في فضل حفظ قلب الأم / رقم الحديث : ٧٥٠٦. والحاكم في مستدركه : هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحُ الْإِسْنَادِ وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ].

Telah mengabarkan kepada kami : Abul Hasan Al Muqriy bin As Saqa Al Isfarayiniy. Telah mengabarkan kepada kami : Muḥammad bin Ahmad bin Yusuf Al Faqih. Telah mengabarkan kepada kami : Ja'far bin Muhammad Ash Shani'. Telah mengabarkan kepada kami : Ahmad bin 'Abdil Malik bin Waqid. Telah mengabarkan kepada kami : Bakkar bin 'Abdil 'Aziz. Telah  mengabarkan kepadaku : Ayahku. Dari Abi Bakrah radliyyAllahu 'anhu, beliau berkata : RasulullAh –ﷺ💞–, pernah bersabda :

*_“Setiap  dosa akan di akhirkan (ditunda) balasannya oleh Allah subhanahu wa ta'ala  hingga hari kiamat, kecuali  DURHAKA KEPADA ORANGTUA, Allah akan menyegerakan di dunia sebelum kematian menjemput.”_*
[HR. Baihaqiy Dalam Syu'abu Al Iman : juz 10 hal 289 / (55) - Birru Al Walidaini / Hadits Juraij Al 'Abid Fi Fadhli Hifdzi Qalbi Al Ummi / No. Hadits : 7506. Dan Al Hakim, Dalam Al Mustadrak No. Hadits : 7345. Ia berkata : HADITS INI SHAHIH SANADNYA,  Imam Bukhariy Dan Muslim Tidak Mengeluarkannya].


*📓✍️• Imam Al-Nawawiy Asy Syafi'iyyah rahimahullAhu ta'ala  dalam kumpulan fatwanya, " Al Fatawa An Nawawiyyah = Al Masa'il Al Ma'tsurah "  berpendapat:*

مسألة : إذا كان الإنسان عاقا لوالديه وماتا ساخطين عليه فما طريقه إلى إزالة ذلك وإسقاط مطالبتهما له في الآخرة ؟

الجواب : أما مطالبتهما له في الآخرة . . فلا طريق إلى إبطالها ، ولكن ينبغي له بعد الندم على ذلك أن يكثر من الاستغفار لهما والدعاء ، وأن يتصدق عنهما إن أمكن وأن يكرم من كانا يحبان إكرامه من صديق لهما ونحوه وأن يصل رحمهما ، وأن يقضي دينهما أو ما يتيسر له من ذلك
[انظر كتاب الفتاوى النووية المُسمَّاةِ: "بالمَسَائِل المنْثورَةِ" :ص ٩٦ /  كتاب الحج / طريقة إزالة عقوق الوالدين بعد موتهما / للإمام أبو زكريا محيي الدين يحيى بن شرف النووي الشافعي (المتوفى: ٦٧٦ هـ) ترتيبُ: تلميذه الشيخ عَلَاء الدِّين بن العَطّار تحقِيق وتعلِيق: محمَّد الحجَّار / الناشر: دَارُ البشائرِ الإسلاميَّة للطبَاعَة وَالنشرَ والتوزيع، بَيروت - لبنان الطبعة: السَادسَة، ١٤١٧ هـ = ١٩٩٦ مـ].  

Persoalan :
"Ketika ada orang durhaka kepada kedua orangtuanya dan mereka meninggal dalam keadaan murka kepadanya, tidak ada jalan baginya untuk menghilangkan hal tersebut dan menggugurkan apa yang dituntut kedua orangtuanya kepadanya diakhirat?

Jawaban :
“Tuntutan kedua orang tua kepada anak durhaka di akhirat, tidak ada jalan untuk membatalkannya. Tapi sebaiknya, anak durhaka yang sudah tobat dan menyesal, memperbanyak istighfar (minta ampun) dan berdo’a untuk kedua orang tuanya. Kalau mampu, perbanyak sedekah atas nama orang tua, mengormati orang yang dihormati oleh kedua orang tua semasa beliau masih hidup, seperti temannya. Menyambung tali silaturahmi (dengan saudara atau teman orang tua), membayar hutangnya, atau melakukan apapun yang mudah baginya.”
[Lihat Kitab Al Fatawa An Nawawiyyah = Al Masa'il Al Matsurah : hal. 96 / Kitabu Al Hajj / Thariqatu Izalati 'Uquqi Al Walidaini Ba'da Mautihima / Karya Imam An Nawawiy Asy Syafi'iy / Dar Al Basya'ir Al Islamiyyah - Beirut Libanon, Cet. 1417 H = 1996 M].


*🌴✒️• seyogyanya orang tua dan penghuni rumah kembali mengevaluasi kondisinya (hubungannya) dengan Allah. karena kebanyakan kendalanya berasal dari kemaksiatan yang mendatangkan kerusakan kepada penghuni rumah.


*📚🎙️• Imam Ibnul Hajj Al Malikiy rahimahullAhu ta'ala  mengatakan –ketika beliau membahas tentang penyimpangan agama terkadang terjadi kepada suami istri atau salah satunya, hal tersebut semestinya sangat tidak diinginkan, dan kalau sudah tidak ada penyimpangan agama diantara pasutri, nanti  harapannya bisa mencetak keturunan yang Shalih yang mau berbuat baik kepada orangtu bukan malah durhaka kepada orang tua:*

 لَا جَرَمَ أَنَّ التَّوْفِيقَ بَيْنَهُمَا قَلَّ أَنْ يَقَعَ، وَإِنْ دَامَتْ الْأُلْفَةُ بَيْنَهُمَا فَعَلَى دَخَنٍ، وَإِنْ قُدِّرَ بَيْنَهُمَا مَوْلُودٌ فَالْغَالِبُ عَلَيْهِ إنْ نَشَأَ الْعُقُوقُ، وَارْتِكَابُ مَا لَا يَنْبَغِي كُلُّ ذَلِكَ بِسَبَبِ تَرْكِ مُرَاعَاةِ مَا يَجِبُ مِنْ حَقِّ اللَّهِ تَعَالَى مِنْهُمَا مَعًا،
[انظر كتاب المدخل : ج ٢ ص ١٧٠ /  فصل في آداب العالم والمتعلم في بيته مع أهله / للإمام أبو عبد الله محمد بن محمد بن محمد العبدري الفاسي المالكي الشهير بابن الحاج المالكي  (المتوفى: ٧٣٧ هـ) / الناشر: دار التراث - بدون السنة].

“Tidak diragukan lagi sedikit sekali keduanya mendapatkan taufiq, kalau sekiranya keduanya masih tetap dalam keakraban, maka masih ada awan kegelapan (masalah). Kalau keduanya dikarunia anak, kebanyakan akan tumbuh dengan kenakalan/kedurhakaan. Dan terjerumus kepada sesuatu yang tidak layak. Hal itu dikarenakan meninggalkan hak-hak Allah yang seharusnya dijaga bersama. Selesai.
[Lihat Kitab Al Madkhol : juz 2 hal 170 / Fashlun Fi Adabi Al 'Alimi Wa Al Muta'allimi Fi Baitihi Ma'a Ahlihi / Karya Imam Ibnu Al Hajj Al Malikiy / Dar At Turats - Tnp. Tahun].


*_3)•   Memenuhi Janji Mereka Setelah Meninggal Dunia._*
 
أنَّ امرأةً رَكِبتِ البَحرَ فنذرَت، إنِ اللهُ تبارَكَ وتعالى أنجاها أن تَصومَ شَهْرًا، فأنجاها اللهُ عزَّ وجلَّ، فلَم تَصُمْ حتَّى ماتَت، فجاءَتْ قَرابةٌ لَها إمَّا أُختَها أو ابنتَها إلى النَّبيِّ – صلَّى اللَّهُ علَيهِ وسلَّمَ – فذَكَرَت ذلِكَ لهُ، فقالَ: أرأيتَكِ لَو كانَ علَيها دَينٌ كُنتِ تَقضينَهُ؟ قالَت: نعَم. قال: فدَينُ اللَّهِ أحقُّ أن يُقضَى، فَاقضِ عَن أمِّكِ


حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مَهْدِيٍّ وَعُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَمُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ الْمَعْنَى قَالُوا حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ إِدْرِيسَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سُلَيْمَانَ عَنْ أَسِيدِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ عُبَيْدٍ مَوْلَى بَنِي سَاعِدَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي أُسَيْدٍ مَالِكِ بْنِ رَبِيعَةَ السَّاعِدِيِّ قَالَ بَيْنَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ جَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ بَنِي سَلَمَةَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ بَقِيَ مِنْ بِرِّ أَبَوَيَّ شَيْءٌ أَبَرُّهُمَا بِهِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا قَالَ نَعَمْ الصَّلَاةُ عَلَيْهِمَا وَالِاسْتِغْفَارُ لَهُمَا وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِي لَا تُوصَلُ إِلَّا بِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا

Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Mahdi(1) dan Utsman bin Abu Syaibah(2) dan Muhammad Ibnul 'Ala`(3) secara makna, mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Idris(4) dari 'Abdurrahman bin Sulaiman(5) dari Asid bin Ali bin Ubaid(6) -mantan budak (yang telah dimerdekakan oleh) bani Sa'idah- dari Bapaknya(7) dari Abu Usaid Malik bin Rabi'ah As Sa'idi(8) ia berkata, "Ketika kami sedang bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, tiba-tiba ada seorang laki-laki dari bani Salamah datang kepada beliau. Laki-laki bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah masih ada ruang untuk aku berbuat baik kepada kedua orang tuaku setelah mereka meninggal?" beliau menjawab: "Ya. Mendoakan dan memintakan ampunan untuk keduanya, melaksanakan wasiatnya, menyambung jalinan silaturahmi mereka dan memuliakan teman mereka."
[HR. Abu Dawud /


*_4)•   Menjalin Hubungan Silaturahim Dengan Keluarga Dekat Keduanya Yang Tidak Pernah Terjalin._*

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ إِدْرِيسَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سُلَيْمَانَ عَنْ أَسِيدِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ عُبَيْدٍ مَوْلَى بَنِي سَاعِدَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي أُسَيْدٍ مَالِكِ بْنِ رَبِيعَةَ قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ عِنْدَ النَّبِيِّ –ﷺ💞–: إِذْ جَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ بَنِي سَلَمَةَ فَقَالَ:  يَا رَسُولَ اللَّهِ أَبَقِيَ مِنْ بِرِّ أَبَوَيَّ شَيْءٌ أَبَرُّهُمَا بِهِ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِمَا؟, قَالَ :

*_«نَعَمْ الصَّلَاةُ عَلَيْهِمَا وَالِاسْتِغْفَارُ لَهُمَا وَإِيفَاءٌ بِعُهُودِهِمَا مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِي لَا تُوصَلُ إِلَّا بِهِمَا»._*
[رواه ابن ماجة / (٣٣) - كتاب الأدب / (٢) - بَاب صِلْ مَنْ كَانَ أَبُوكَ يَصِلُ/ رقم الحديث : ٣٦٦٤].

Telah menceritakan kepada kami : Aliy bin Muhammad. Telah menceritakan kepada kami : 'Abdullah bin Idris. Dari 'Abdurrahman bin Sulaiman. Dari Sa'id bin Ali bin 'Ubaid -(mantan budak Bani Sa'idah)-, Dari Ayahnya. Dari Abu Usaid Malik bin Rabi'ah radhiyyAllahu 'anhu bel beliau berkata : "Ketika kami berada di samping Nabi –ﷺ💞–, tiba-tiba seorang laki-laki dari Bani Salamah datang kepada beliau dan bertanya, Wahai Rasulullah, apakah masih tersisa sesuatu untuk berbakti kepada kedua orang tuaku setelah keduanya meninggal?" Beliau menjawab:

*_"Ya, yaitu berdo'a kepada keduanya, meminta ampun untuk keduanya, melaksanakan janji-janji keduanya setelah keduanya meninggal, memuliakan teman keduanya dan tidak menyambung silaturrahim kecuali karena keduanya."_*
[HR. Ibnu Majah / (33) - Kitabu Al Adabi / (2) - Babu Shil Man Kana Abuka Yashilu / No. Hadits : 3664].


*_5)•    Memuliakan Teman Dekat Kedua Orangtuanya._*
 
حَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ أَحْمَدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ سَرْحٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ أَبِي أَيُّوبَ عَنْ الْوَلِيدِ بْنِ أَبِي الْوَلِيدِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ :

أَنَّ رَجُلًا مِنْ الْأَعْرَابِ لَقِيَهُ بِطَرِيقِ مَكَّةَ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ عَبْدُ اللَّهِ وَحَمَلَهُ عَلَى حِمَارٍ كَانَ يَرْكَبُهُ وَأَعْطَاهُ عِمَامَةً كَانَتْ عَلَى رَأْسِهِ فَقَالَ ابْنُ دِينَارٍ : فَقُلْنَا لَهُ أَصْلَحَكَ اللَّهُ إِنَّهُمْ الْأَعْرَابُ وَإِنَّهُمْ يَرْضَوْنَ بِالْيَسِيرِ فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ:

إِنَّ أَبَا هَذَا كَانَ وُدًّا لِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ وَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ –ﷺ💞– يَقُولُ :

*_«إِنَّ أَبَرَّ الْبِرِّ صِلَةُ الْوَلَدِ أَهْلَ وُدِّ أَبِيهِ»._*
[رواه مسلم / (٤٥) - كتاب البر والصلة والآداب / (٤) - باب صلة أصدقاء الأب والأم، ونحوهما / رقم الحديث : ٢٥٥٢].

Telah menceritakan kepadaku : Abu Ath Thahir Ahmad bin 'Amru bin Sarh. Telah mengabarkan kepada kami : 'Abdullah bin Wahb. Telah mengabarkan kepadaku : Sa'id bin Abu Ayyub. Dari Al Walid bin Abu Al Walid. Dari 'Abdullah bin Dinar. Dari 'Abdullah bin 'Umar, radhiyyAllahu 'anhuma, beliau  berkata;

"Seorang laki-laki desa bertemu dengannya di salah satu jalan di kota Mekkah. Lalu 'Abdullah memberi salam kepadanya dan menaikkannya ke atas keledai yang dikendarainya, dan diberinya serban yang sedang dipakainya di kepala."

Kata Ibnu Dinar;

"Maka kami berkata kepada 'Abdullah bin 'Umar; 'semoga Allah ta'ala membalas kebaikan Anda. Sesungguhnya orang desa itu lebih suka yang sederhana."

Jawab 'Abdullah; "Bapak orang ini adalah sahabat baik 'Umar bin Khaththab. Aku mendengar Rasulullah –ﷺ💞– bersabda:

*_"Sesungguhnya kebajikan yang utama ialah apabila seorang anak melanjutkan hubungan (silaturrahim) dengan keluarga sahabat baik ayahnya."_*
[HR. Muslim / (45)- Kitab Al Birri Wa Ash Shilati Wa Al Adabi / (4)- Babu Shillati Ashdiqaa'i Al Abi Wa Al Ummi / No. Hadits :  2552]


*🌴📓• Hadits Senada Selanjutnya :*

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أُسَامَةَ بْنِ الْهَادِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ –ﷺ💞–:
*_«إِنَّ أَبَرَّ الْبِرِّ صِلَةُ الْمَرْءِ أَهْلَ وُدِّ أَبِيهِ بَعْدَ أَنْ يُوَلِّيَ»._*
[رواه ابو داود /  أبواب النوم / باب في بر الوالدين / رقم الحديث : ٥١٤٣].

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Mani', ia berkata: Telah menceritakan kepada kami : Abu An Nadhr, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami: Al Laits bin Sa'd. Dari Yazid bin Abdullah bin Usamah Ibnul had. Dari Abdullah bin Dinar. Dari Ibnu Umar, beliau  berkata :

"Rasulullah –ﷺ💞– pernah bersabda:

*_"Sesungguhnya sebaik-baik bakti adalah seseorang menyambung tali silaturahmi kepada orang-orang yang dicintai oleh bapaknya sepeninggalnya."_*
[HR. Abu Dawud / Abwaabu An Naumi / Babu Fi Birri Al Walidaini / No. Hadits : 5143].


 *📚✒️• Hadits Senada Selanjutnya :*

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ أَخْبَرَنَا حَيْوَةُ بْنُ شُرَيْحٍ أَخْبَرَنِي الْوَلِيدُ بْنُ أَبِي الْوَلِيدِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ أَبَرَّ الْبِرِّ أَنْ يَصِلَ الرَّجُلُ أَهْلَ وُدِّ أَبِيهِ قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ أَبِي أَسِيدٍ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا إِسْنَادٌ صَحِيحٌ وَقَدْ رُوِيَ هَذَا الْحَدِيثُ عَنْ ابْنِ عُمَرَ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ.
[رواه الترمذي /  (٢٥) - أبواب البر والصلة / باب ما جاء في إكرام صديق الوالد / رقم الحديث : ١٩٠٣].

Telah menceritakan kepada kami : Ahmad bin Muhammad. Telah mengabarkan kepada kami : 'Abdullah bin Mubarak. Telah mengabarkan kepada kami : Haiwah bin Syuraih. Ttelah mengabarkan kepadaku : Al Walid bin Abul Walid. Dari Abdullah bin Dinar. Dari Ibnu Umar radhiyyAllahu 'anhuma , beliau  berkata; Saya mendengar Rasulullah –ﷺ💞–, pernah bersabda:

*_"Sesungguhnya kebaikan yang paling utama adalah manakala seseorang menyambung hubungan silaturahmi kepada kerabat dan teman dekat bapaknya."_*

Hadits semakna juga diriwayatkan dari Abu Sa'id. Abu Isa (At Tirmidziy) berkata; INI ADALAH ISNAD YANG SHAHIH. Dan Hadits ini juga telah diriwayatkan dari Ibnu Umar lebih dari satu jalur.
[HR. Tirmidziy / (25)- Abwabu Al Birri Wa Ash Shilati / Babu Ma Ja'a Fi Ikrami Shadiqi Al Walidi / No. Hadits : 1903].


*_6)•   Bersedekah Atas Nama Orang Tuanya Yang Sudah Meninggal._*

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَامٍ أَخْبَرَنَا مَخْلَدُ بْنُ يَزِيدَ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي يَعْلَى أَنَّهُ سَمِعَ عِكْرِمَةَ يَقُولُ أَنْبَأَنَا ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا :

أَنَّ سَعْدَ بْنَ عُبَادَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ تُوُفِّيَتْ أُمُّهُ وَهُوَ غَائِبٌ عَنْهَا فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّي تُوُفِّيَتْ وَأَنَا غَائِبٌ عَنْهَا أَيَنْفَعُهَا شَيْءٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ بِهِ عَنْهَا؟, قَالَ :

*_«نَعَمْ قَالَ فَإِنِّي أُشْهِدُكَ أَنَّ حَائِطِيَ الْمِخْرَافَ صَدَقَةٌ عَلَيْهَا»._*
[رواه البخاري / (٥٥) - كتاب الوصايا / بَاب إِذَا قَالَ أَرْضِي أَوْ بُسْتَانِي صَدَقَةٌ لِلَّهِ عَنْ أُمِّي فَهُوَ جَائِزٌ وَإِنْ لَمْ يُبَيِّنْ لِمَنْ ذَلِكَ  / رقم الحديث : ٢٧٥٦].

Telah bercerita kepada kami : Muhammad bin Salam. Telah mengabarkan kepada kami : Makhlad bin Yazid. Telah mengabarkan kepada kami : Ibnu Juraij, ia  berkata : Telah bercerita kepadaku :  Ya'laa, bahwa dia mendengar 'Ikrimah berkata; Telah memberitakan kepada kami Ibnu 'Abbas radliyyAllahu 'anhuma : bahwa Sa'ad bin 'Ubadah radliyyAllahu 'anhu ibunya meninggal dunia saat dia tidak ada disisinya. Kemudian dia berkata:

"Wahai Rasulullah, ibuku meninggal dunia saat aku tidak ada. Apakah akan bermanfaat baginya bila aku menshadaqahkan sesuatu?"

Beliau bersabda:

*_"Ya". Dia berkata: "Aku bersaksi kepada Tuan bahwa kebunku yang penuh dengan bebuahannya ini aku shadaqahkan atas (nama) nya"._*
[HR. Bukhariy / (55)- Kitabu Al Washaya / Babu Idza Qala : Ardhiy Au Bustaniy Shadaqatun Lillahi 'An Ummiy Fahuwa Ja'izun Wa Ini Lam Yubayyin Liman Dzalika / No. Hadits : 2756].


*💾👌• Hadits Senada Selanjutnya :*

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ وَهْبِ بْنِ عَطِيَّةَ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا مَرْزُوقُ بْنُ أَبِي الْهُذَيْلِ حَدَّثَنِي الزُّهْرِيُّ حَدَّثَنِي أَبُو عَبْدِ اللَّهِ الْأَغَرُّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ –ﷺ💞–:

*_«إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ أَوْ بَيْتًا لِابْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ»._*
[رواه ابن ماجة / افتتاح الكتاب في الإيمان وفضائل الصحابة والعلم / (٢٠)- باب ثواب معلم الناس الخير / رقم الحديث : ٢٤٢].

Telah menceritakan kepada kami: Muhammad bin Yahya, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami : Muhammad bin Wahb bin 'Athiyyah, ia  berkata: Telah menceritakan kepada kami : Al Walid bin Muslim, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami : Marzuq bin Abu Hudzail, ia  berkata: Telah menceritakan kepadaku : Az Zuhriy, ia berkata : Telah menceritakan kepadaku : Abu Abdullah Al Aghar. Dari Abu Hurairah radliyyAllahu 'anhu, ia  berkata; Rasulullah –ﷺ💞– pernah bersabda:

*_"Sesungguhnya kebaikan yang akan mengiringi seorang mukmin setelah ia meninggal adalah ilmu yang ia ajarkan dan sebarkan, anak shalih yang ia tinggalkan dan Al Qur`an yang ia wariskan, atau masjid yang ia bangun, atau rumah yang ia bangun untuk ibnu sabil, atau sungai yang ia alirkan (untuk orang lain), atau sedekah yang ia keluarkan dari harta miliknya dimasa sehat dan masa hidupnya, semuanya akan mengiringinya setelah meninggal."_*
[HR. Ibnu Majah / Iftitahu Al Kitabi Fi Al Imani Wa Fadhaili Ash Shahabati Wa Al 'Ilmi /  (20)- Babu Tsawabi Mu'allimi An Nasi Al Khaira / No. Hadits : 242].


*🌴✒️• Tersebut Dalam Kitab " Minahu As Saniyyah = Washiyyatu Al Mushthafa ":*
 
يَا عَلِيُّ ، تَصَدَّقْ عَلَى مَوْتَاكَ ، فَإِنَّ اللهَ تَعَالَى قَدْ وَكَّلَ مَلَآئِكَةً يَحْمِلُوْنَ صَدَقَاتِ الْأَحْيَآءِ إِلَيْهِمْ فَيَفْرَحُوْنَ بِهَا أَشَدَّ مَا كَانُوْا يَفْرَحُوْنَ فِى الدُّنْيَا ، وَيَقُوْلُوْنَ : اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِمَنْ نَوَّر قَبْرَنَا وَبَشِّرْهُ بِالْجَنَّةِ كَمَا بَشَّرْنَا بِهَا .
[انظر كتاب المنح السنية على الوصية المتبولية =  وصية المصطفى –ﷺ💞– / فَصْلٌ فِى الصَّدَقَةِ / للشيخ عبد الوهاب بن احمد الشعراني (٨٩٨ - ٩٧٣ هـ).

Wahai Ali, bershodaqohlah atas orang orang wafatmu, maka sesungguhnya Allah ta'ala mewakilkan kepada malaikat untuk membawa shodaqoh orang orang yang hidup kepada yang telah mati, maka mereka (orang yang wafat) merasa sangat bahagia melebihi kebahagian mereka yang dirasakan ketika di dunia, dan mereka pun berdo'a : Ya Allah, ampuni dosa orang yang telah menerangi kubur kami dan bahagiakan mereka dengan syurga sebagaimana kami bahagia dengan mendapat syurga
[Lihat Kitab Al Minahu As Saniyyah 'Ala Al Washiyyah Al Matbuliyyah = Washiyyatu Al Musthofa –ﷺ💞– : hal 7 / Fashlun Fi Ash Shadaqati / Karya Imam 'Abdul Wahhab Bin Ahmad Asy Sya'roniy Asy Syafi'iy].

 

*8️⃣• ★꧁༺  Bertekad Untuk Pergi Berhaji.*

Karena siapa yang memiliki uzur/halangan namun punya tekad kuat dan sudah ada usaha untuk melakukannya, maka dicatat seperti melakukannya. Contoh misalnya, ada yang sudah mendaftarkan diri untuk berhaji, namun ia meninggal dunia sebelum keberangkatan, maka ia akan mendapatkan pahala haji.

Kenapa sampai yang punya uzur terhitung melakukan amalan?

Hal ini dijelaskan dan diriwayatkan dalam hadits dari Sahabat Jabir radhiyyAllahu 'anhuma :

 حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ جَابِرٍ قَالَ:

كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ –ﷺ💞– فِي غَزَاةٍ فَقَالَ:

*_«إِنَّ بِالْمَدِينَةِ لَرِجَالًا مَا سِرْتُمْ مَسِيرًا وَلَا قَطَعْتُمْ وَادِيًا إِلَّا كَانُوا مَعَكُمْ حَبَسَهُمْ الْمَرَضُ»._"

و حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ ح و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَأَبُو سَعِيدٍ الْأَشَجُّ قَالَا : حَدَّثَنَا وَكِيعٌ ح و حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ كُلُّهُمْ عَنْ الْأَعْمَشِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ غَيْرَ أَنَّ فِي حَدِيثِ وَكِيعٍ :

*_«إِلَّا شَرِكُوكُمْ فِي الْأَجْرِ»._*
[رواه مسلم / (٣٣) - كتاب الإمارة / (٤٨) - باب ثواب من حبسه عن الغزو مرض أو عذر آخر / رقم الحديث : ١٩١١].

Telah menceritakan kepada kami : Utsman bin Abu Syaibah. Telah menceritakan kepada kami : Jarir. Dari Al A'masy. Dari Abu Sufyan. Dari Jabir, beliau berkata :

"Kami pernah ikut berperang bersama Nabi –ﷺ💞– dalam suatu peperangan, ketika itu beliau bersabda:

*_"Ada beberapa orang laki-laki di Madinah yang mereka tidak ikut serta dalam peperangan, biasanya jika kalian pergi berperang sedangkan kalian melewati suatu lembah, mereka tetap turut bersama-sama kamu, namun mereka sekarang terhalang karena sakit."_*

Dan telah menceritakan kepada kami : Yahya bin Yahya. Telah mengabarkan kepada kami : Abu Mu'awiyah -(dalam jalur lain disebutkan)-  Telah menceritakan kepada kami : Abu Bakar bin Abu Syaibah dan Abu Sa'id Al Asyaj, keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Waki' -(dalam jalur lain disebutkan)- Telah menceritakan kepada kami : Ishaq bin Ibrahim. Telah mengabarkan kepada kami : Isa bin Yunus, semuanya dari Al A'masy dengan sanad ini, namun dalam haditsnya Waki' disebutkan;

*_"Melainkan mereka juga mendapatkan pahala seperti kalian."_*
(HR. Muslim / (33)- Kitabu Al 'Imarati / (48)- Babu Man Habasahu 'An Al Ghazwi Maradhun Au 'Udzrun Aakhar / No. Hadits : 1911].


*📓✍️• Dalam Lafadz Hadits Yang Lain Disebutkan:*

 حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ جَابِرٍ قَالَ
: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ –ﷺ💞– :  

*_«لَقَدْ خَلَّفْتُمْ بِالْمَدِينَةِ رِجَالًا مَا قَطَعْتُمْ وَادِيًا وَلَا سَلَكْتُمْ طَرِيقًا إِلَّا شَرَكُوكُمْ فِي الْأَجْرِ حَبَسَهُمْ الْمَرَضُ»._*
[رواه أحمد في مسنده /  مسند المكثرين من الصحابة / مسند جابر بن عبد الله رضي الله عنه / رقم الحديث : ١٤٢٠٨].

Telah bercerita kepada kami Waki'. Telah bercerita kepada kami:  Al 'A'masy. Dari Abu Sufyan. Dari Jabir radhiyyAllahu 'anhu, beliau berkata; Rasulullah –ﷺ💞– pernah bersabda:

*_"Sungguh kalian telah meninggalkan orang-orang di Madinah, tidaklah kalian mengarungi suatu lembah dan menempuh sebuah jalan melainkan mereka ikut mendapatkan pahala seperti pahala kalian, mereka adalah orang-orang yang mendapat halangan karena sakit"._"
[HR. Ahmad Dalam Kitab Musnadnya / Musnad Al Muktsirin Min Ash Shahabati / Musnad Jabir Bin 'Abdillah RadhiyyAllahu 'Anhu / No. Hadits : 14208].


*📚✍️• Juga Ada Riwayat Hadits Dari Sahabat Anas bin Malik radhiyyAllahu ‘anhu :*

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ هُوَ ابْنُ زَيْدٍ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ فِي غَزَاةٍ فَقَالَ إِنَّ أَقْوَامًا بِالْمَدِينَةِ خَلْفَنَا مَا سَلَكْنَا شِعْبًا وَلَا وَادِيًا إِلَّا وَهُمْ مَعَنَا فِيهِ حَبَسَهُمْ الْعُذْرُ وَقَالَ مُوسَى حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ مُوسَى بْنِ أَنَسٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ الْأَوَّلُ أَصَحُّ
[رواه البخاري / (٥٦) - كتاب الجهاد والسير / باب من حبسه العذر عن الغزو / رقم الحديث : ٢٨٣٩].

Telah bercerita kepada kami : Sulaiman bin Harb. Telah bercerita kepada kami : Hammad (dia adalah putranya Zaid) Dari Humaid. Dari Anas radliyyAllahu 'anhu : Bahwa Nabi –ﷺ💞–  dalam suatu peperangan pernah bersabda:

*_"Sesungguhnya ada kaum yang berada di Madinah tidak ikut berperang bersama kita, tidaklah kita mendaki bukit, tidak pula menyusuri lembah melaikan mereka bersama kita (dalam mendapat) pahala berperang karena mereka tertahan oleh udzur (alasan) yang benar"._*

Dan berkata Musa telah bercerita kepada kami Hammad. Dari Humaid. Dari Musa bin Anas. Dari Bapaknya,  Nabi –ﷺ💞– pernah bersabda.

Berkata Abu 'Abdullah Al Bukhariy; "(Sanad) yang pertama lebih benar".
[HR. Bukhariy / (56)- Kitabu Al Jihad Wa As Siyari / Babu Man Hasabahu Al 'Uszru  'An Al Ghazwi / No. Hadits : 2839].


*💾🌴• Hadits Yang Senada Dari Sahabat Abu Musa Al Asy'ariy RadhiyyAllahu 'Anhu :*

حَدَّثَنَا مَطَرُ بْنُ الْفَضْلِ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا الْعَوَّامُ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ أَبُو إِسْمَاعِيلَ السَّكْسَكِيُّ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا بُرْدَةَ وَاصْطَحَبَ هُوَ وَيَزِيدُ بْنُ أَبِي كَبْشَةَ فِي سَفَرٍ فَكَانَ يَزِيدُ يَصُومُ فِي السَّفَرِ فَقَالَ لَهُ أَبُو بُرْدَةَ : سَمِعْتُ أَبَا مُوسَى مِرَارًا يَقُولُ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ–ﷺ💞–:

*_«إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا»._*
[رواه البخاري /  (٥٦) - كتاب الجهاد والسير / باب يكتب للمسافر مثل ما كان يعمل في الإقامة / رقم الحديث : ٢٩٩٦].

Telah bercerita kepada kami : Mathar bin Al Fadhl. Telah bercerita kepada kami : Yazid bin Harun. Telah bercerita kepada kami : 'Al 'Awwam. Telah bercerita kepada kami : Ibrahim Abu Isma'il As-Saksakiy, ia  berkata; Aku mendengar Abu Burdah pernah bersama dengan Yazid bin Abi Kabsyah dalam suatu perjalanan dimana Yazid tetap berpuasa dalam safar, lalu Abu Burdah berkata;

"Aku sering mendengar berkali-kali Abu Musa  berkata; Rasulullah –ﷺ💞– telah bersabda:

*_"Jika seorang hamba sakit atau bepergian (lalu beramal) ditulis baginya (pahala) seperti ketika dia beramal sebagai muqim dan dalam keadaan sehat"._*
(HR. Bukhariy / / (56)- Kitabu Al Jihad Wa As Siyari / Babu Yuktabu Lil Musaafiri Mitslu Ma  Kana Ya'malu Fi Al Iqamati / No. Hadits : 2996].


جمعها ورتبها "طالب العلم" عبد الحكيم الجاوي الماجلانجي

Selesai Kamis Paing MTsN 1 Magelang :

١ أبريل ٢٠٢١ مـ | ١٨ شعبان ١٤٤٢ هـ

PALING DIMINATI

Kategori

SHALAT (8) HADITS (5) WANITA (5) ADAB DAN HADITS (3) FIQIH HADIST (3) WASHIYYAT DAN FAWAID (3) 5 PERKARA SEBELUM 5 PERKARA (2) AQIDAH DAN HADITS (2) CINTA (2) PERAWATAN JENAZAH BAG VII (2) SIRAH DAN HADITS (2) TAUSHIYYAH DAN FAIDAH (2) TAWAJUHAT NURUL HARAMAIN (2) (BERBHAKTI (1) 11 BAYI YANG BISA BICARA (1) 12 BINATANG YANG MASUK SURGA (1) 25 NAMA ARAB (1) 7 KILOGRAM UNTUK RAME RAME (1) ADAB DAN AKHLAQ BAGI GURU DAN MURID (1) ADAB DAN HADITS (SURGA DIBAWAH TELAPAK KAKI BAPAK DAN IBU) (1) ADAT JAWA SISA ORANG ISLAM ADALAH OBAT (1) AIR KENCING DAN MUNTAHAN ANAK KECIL ANTARA NAJIS DAN TIDAKNYA ANTARA CUKUP DIPERCIKKI AIR ATAU DICUCI (1) AJARAN SUFI SUNNI (1) AKIBAT SU'UDZON PADA GURU (1) AL QUR'AN (1) AMALAN KHUSUS JUMAT TERAKHIR BULAN ROJAB DAN HUKUM BERBICARA DZIKIR SAAT KHUTBAH (1) AMALAN NISFHU SYA'BAN HISTORY (1) AMALAN SUNNAH DAN FADHILAH AMAL DIBULAN MUHARRAM (1) AMALAN TANPA BIAYA DAN VISA SETARA HAJI DAN UMRAH (1) APAKAH HALAL DAN SAH HEWAN YANG DISEMBELIH ULANG? (1) AQIDAH (1) ASAL MULA KAUM KHAWARIJ (MUNAFIQ) DAN CIRI CIRINYA (1) ASAL USUL KALAM YANG DISANGKA HADITS NABI (1) AYAT PAMUNGKAS (1) BAGAIMANAPUN BENTUKNYA VAGINA RASANYA TUNGGAL (1) BAHASA ALAM AKHIRAT (1) BELAJAR DAKWAH YANG BIJAK MELALUI BINATANG (1) BERITA HOAX SEJARAH DAN AKIBATNYA (1) BERSENGGAMA ITU SEHAT (1) BERSIKAP LEMAH LEMBUT KEPADA SIAPA SAJA KETIKA BERDAKWAH (1) BIRRUL WALIDAIN PAHALA DAN MANFAATNYA (1) BOLEH SHALAT SUNNAH SETELAH WITIR (1) BOLEHNYA MENDEKTE IMAM DAN MEMBAWA MUSHAF DALAM SHALAT (1) BOLEHNYA MENGGABUNG DUA SURAT SEKALIGUS (1) BOLEHNYA PATUNGAN DAN MEWAKILKAN PENYEMBELIHAN KEPADA KAFIR DZIMMI ATAU KAFIR KITABI (1) BULAN ROJAB DAN KEUTAMAANNYA (1) DAGING KURBAN AQIQAH UNTUK KAFIR NON MUSLIM (1) DAN FAKHR (1) DAN YANG BERHUBUNGAN DENGANNYA) (1) DARIMANA SEHARUSNYA UPAH JAGAL DAN BOLEHKAH MENJUAL DAGING KURBAN (1) DASAR PERAYAAN MAULID NABI (1) DEFINISI TINGKATAN DAN PERAWATAN SYUHADA' (1) DO'A MUSTAJAB (1) DO'A TIDAK MUSTAJAB (1) DOA ASMAUL HUSNA PAHALA DAN FAIDAHNYA (1) DOA DIDALAM SHALAT DAN SHALAT DENGAN SELAIN BAHASA ARAB (1) DOA KHUSUS (1) DOA ORANG MUSLIM DAN KAFIR YANG DIDZALIMI MUSTAJAB (1) DOA SHALAT DLUHA MA'TSUR (1) DONGO JOWO MUSTAJAB (1) DSB) (1) DURHAKA (1) FADHILAH RAMADHAN DAN DOA LAILATUL QADAR (1) FAIDAH MINUM SUSU DIAWWAL TAHUN BARU HIJRIYYAH (1) FENOMENA QURBAN/AQIQAH SUSULAN BAGI ORANG LAIN DAN ORANG MATI (1) FIKIH SHALAT DENGAN PENGHALANG (1) FIQIH MADZAHIB (1) FIQIH MADZAHIB HUKUM MEMAKAN SERANGGA (1) FIQIH MADZAHIB HUKUM MEMAKAN TERNAK YANG DIBERI MAKAN NAJIS (1) FIQIH QURBAN SUNNI (1) FUNGSI ZAKAT FITRAH DAN CARA IJAB QABULNYA (1) GAHARU (1) GAYA BERDZIKIRNYA KAUM CERDAS KAUM SUPER ELIT PAPAN ATAS (1) HADITS DAN ATSAR BANYAK BICARA (1) HADITS DLO'IF LEBIH UTAMA DIBANDINGKAN DENGAN PENDAPAT ULAMA DAN QIYAS (1) HALAL BI HALAL (1) HUKUM BERBUKA PUASA SUNNAH KETIKA MENGHADIRI UNDANGAN MAKAN (1) HUKUM BERKURBAN DENGAN HEWAN YANG CACAT (1) HUKUM BERSENGGAMA DIMALAM HARI RAYA (1) HUKUM DAN HIKMAH MENGACUNGKAN JARI TELUNJUK KETIKA TASYAHUD (1) HUKUM FAQIR MISKIN BERSEDEKAH (1) HUKUM MEMASAK DAN MENELAN IKAN HIDUP HIDUP (1) HUKUM MEMELIHARA MENJUALBELIKAN DAN MEMBUNUH ANJING (1) HUKUM MEMUKUL DAN MEMBAYAR ONGKOS UNTUK PENDIDIKAN ANAK (1) HUKUM MENCIUM MENGHIAS DAN MENGHARUMKAN MUSHAF AL QUR'AN (1) HUKUM MENGGABUNG NIAT QODLO' ROMADLAN DENGAN NIAT PUASA SUNNAH (1) HUKUM MENINGGALKAN PUASA RAMADLAN MENURUT 4 MADZHAB (1) HUKUM MENYINGKAT SHALAWAT (1) HUKUM PUASA SYA'BAN (NISHFU SYA'BAN (1) HUKUM PUASA SYAWWAL DAN HAL HAL YANG BERHUBUNGAN DENGANNYA (1) HUKUM PUASA TARWIYYAH DAN 'ARAFAH BESERTA KEUTAMAAN - KEUTAMAANNYA (1) HUKUM SHALAT IED DIMASJID DAN DIMUSHALLA (1) HUKUM SHALAT JUM'AT BERTEPATAN DENGAN SHALAT IED (1) IBADAH JIMA' (BERSETUBUH) DAN MANFAAT MANFATNYA (1) IBADAH TERTINGGI PARA PERINDU ALLAH (1) IBRANI (1) IMAM YANG CERDAS YANG FAHAM MEMAHAMI POSISINYA (1) INDONESIA (1) INGAT SETELAH SALAM MENINGGALKAN 1 ATAU 2 RAKAAT APA YANG HARUS DILAKUKAN? (1) INOVASI BID'AH OLEH ULAMA' YANG DITUDUH MEMBID'AH BID'AHKAN (1) ISLAM (1) JANGAN GAMPANG MELAKNAT (1) JUMAT DIGANDAKAN 70 KALI BERKAH (1) KAIFA TUSHLLI (XX) - (1) KAIFA TUSHOLLI (III) - MENEPUK MENARIK MENGGESER DALAM SHALAT SETELAH TAKBIRATUL IHRAM (1) KAIFA TUSHOLLI (XV) - SOLUSI KETIKA LUPA DALAM SHALAT JAMAAH FARDU JUM'AH SENDIRIAN MASBUQ KETINGGALAN (1) KAIFA TUSHOLLI (I) - SAHKAH TAKBIRATUL IHROM DENGAN JEDA ANTARA KIMAH ALLAH DAN AKBAR (1) KAIFA TUSHOLLI (II) - MENEMUKAN SATU RAKAAT ATAU KURANG TERHITUNG MENEMUKAN SHALAT ADA' DAN SHALAT JUM'AT (1) KAIFA TUSHOLLI (IV) - SOLUSI KETIKA LUPA MELAKUKAN SUNNAH AB'ADH DAN SAHWI BAGI IMAM MA'MUM MUNFARID DAN MA'MUM MASBUQ (1) KAIFA TUSHOLLI (IX) - BASMALAH TERMASUK FATIHAH SHALAT TIDAK SAH TANPA MEMBACANYA (1) KAIFA TUSHOLLI (V) - (1) KAIFA TUSHOLLI (VI) - TAKBIR DALAM SHALAT (1) KAIFA TUSHOLLI (VII) - MENARUH TANGAN BERSEDEKAP MELEPASKANNYA ATAU BERKACAK PINGGANG SETELAH TAKBIR (1) KAIFA TUSHOLLI (VIII) - BACAAN FATIHAH DALAM SHOLAT (1) KAIFA TUSHOLLI (XI) - LOGAT BACAAN AMIN SELESAI FATIHAH (1) KAIFA TUSHOLLI (XII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XIV) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XIX) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XVI) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XVII) - BACAAN TASBIH BAGI IMAM MA'MUM DAN MUNFARID KETIKA RUKU' (1) KAIFA TUSHOLLI (XVIII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XX1V) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXI) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXIII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXIX) - BACAAN SALAM SETELAH TASYAHUD MENURUT PENDAPAT ULAMA' MADZHAB MENGUSAP DAHI ATAU WAJAH DAN BERSALAM SALAMAN SETELAH SHALAT DIANTARA PRO DAN KONTRA (1) KAIFA TUSHOLLI (XXV) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXVI) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXVII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXVIII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXX) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXXI) - DZIKIR JAHRI (KERAS) MENURUT ULAMA' MADZHAB (1) KAIFA TUSHOLLI (XXXII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (x) - (1) KAJIAN TINGKEPAN NGAPATI MITONI KEHAMILAN (1) KEBERSIHAN DERAJAT TINGGI DALAM SHALAT (1) KEMATIAN ULAMA' DAN AKIBATNYA (1) KEPADA ORANGTUA (1) KESUNNAHAN TABKHIR EMBAKAR DUPA (1) KESUNNAHAN TAHNIK/NYETAKKI ANAK KECIL (1) KETIKA HAJAT TERCAPAI SEMBELIHLAH SYAHWAT DAN MENDEKATLAH KEPADA ALLAH (1) KETIKA ORANG ALIM SAMA DENGAN ANJING (1) KEUTAMAAN ILMU DAN ADAB (1) KEWAJIBAN SABAR DAN SYUKUR BERSAMAAN (1) KHUTBAH JUM'AT DAN YANG BERHUBUNGAN (1) KIFARAT SUAMI YANG MENYERUBUHI ISTRI DISIANG BULAN RAMADHAN (1) KISAH INSPIRATIF AHLU BAIT (SAYYIDINA IBNU ABBAS) DAN ULAMA' BESAR (SAYYIDINA ZAID BIN TSABIT) (1) KISAH PEMABUK PINTAR YANG MEMBUAT SYAIKH ABDUL QADIR AL JAILANIY MENANGIS (1) KRETERIA UCAPAN SUNNAH MENJAWAB KIRIMAN SALAM (1) KUFUR AKIBAT MENCELA NASAB KETURUNAN (1) KULLUHU MIN SYA'BAN (1) KURBAN DAN AQIQAH UNTUK MAYYIT (1) LARANGAN MENYINGKAT SHALAWAT NABI (1) LEBIH UTAMA MANA GURU DAN ORANGTUA (1) MA'MUM BOLEH MEMBENARKAN BACAAN IMAM DAN WAJIB MEMBENARKAN BACAAN FATIHAHNYA (1) MA'MUM MEMBACA FATIHAH APA HUKUMNYA DAN KAPAN WAKTUNYA? (1) MACAM DIALEK AAMIIN SETELAH FATIHAH (1) MACAM MACAM NIAT ZAKAT FITRAH (1) MAKAN MINUM MEMBUNUH BINATANG BERBISA MEMAKAI PAKAIAN BERGAMBAR DAN MENJAWAB PANGGILAN ORANGTUA DALAM SHALAT (1) MALAIKAT SETAN JIN DAPAT DILIHAT SETELAH MENJELMA SELAIN ASLINYA (1) MELAFADZKAN NIAT NAWAITU ASHUMU NAWAITU USHALLI (1) MELEPAS TALI POCONG DAN MENEMPELKAN PIPI KANAN MAYYIT KETANAH (1) MEMBAYAR FIDYAH BAGI ORANG ORANG YANG TIDAK MAMPU BERPUASA (1) MEMBELI KITAB ULAMA' MENARIK RIZQI DAN KEKAYAAN (1) MEMPERBANYAK DZIKIR SAMPAI DIKATAKAN GILA/PAMER (1) MENDIRIKAN SHALAT JUM'AT DALAM SATU DESA KARENA KAWATIR TERSULUT FITNAH DAN PERMUSUHAN (1) MENGAMBIL UPAH DALAM IBADAH (1) MENGHADIAHKAN MITSIL PAHALA AMAL SHALIH KEPADA NABI ﷺ (1) MENGIRIM MITSIL PAHALA KEPADA YANG MASIH HIDUP (1) MERAWAT JENAZAH MENURUT QUR'AN HADITS MADZAHIB DAN ADAT JAWS (1) MUHASABATUN NAFSI INTEROPEKSI DIRI (1) MUTIARA HIKMAH DAN FAIDAH (1) Manfaat Ucapan Al Hamdulillah (1) NABI DAN RASUL (1) NIAT PUASA SEKALI UNTUK SEBULAN (1) NISHFU AKHIR SYA'BAN (1) ORANG GILA HUKUMNYA MASUK SURGA (1) ORANG SHALIHPUN IKUT TERKENA KESULITAN HUJAN DAN GEMPA BUMI (1) PAHALA KHOTMIL QUR'AN (1) PENIS DAN PAYUDARA BERGERAK GERAK KETIKA SHALAT (1) PENYELEWENGAN AL QUR'AN (1) PERAWATAN JENAZAH BAG I & II & III (1) PERAWATAN JENAZAH BAG IV (1) PERAWATAN JENAZAH BAG V (1) PERAWATAN JENAZAH BAG VI (1) PREDIKSI LAILATUL QADAR (1) PUASA SUNNAH 6 HARI BULAN SYAWAL DISELAIN BULAN SYAWWAL (1) PUASA SYAWWAL DAN PUASA QADLO' (1) QISHOH ISLAMI (1) RAHASIA BAPAK PARA NABI DAN PILIHAN PARA NABI DALAM TASYAHUD SHALAT (1) RAHASIA HURUF DHOD PADA LAMBANG NU (1) RESEP MENJADI WALI (1) SAHABAT QULHU RADLIYYALLAHU 'ANHUM (1) SANAD SILSILAH ASWAJA (1) SANG GURU ASLI (1) SEDEKAH SHALAT (1) SEDEKAH TAK SENGAJA (1) SEJARAH TAHNI'AH (UCAPAN SELAMAT) IED (1) SEMBELIHAN (1) SERBA SERBI PENGGUNAAN INVENTARIS MASJID (1) SETIAP ABAD PEMBAHARU ISLAM MUNCUL (1) SHADAQAH SHALAT (1) SHALAT DAN FAIDAHNYA (1) SHALAT IED DIRUMAH KARENA SAKIT ATAU WABAH (1) SHALAT JUM'AT DISELAIN MASJID (1) SILSILAH SYAIKH JUMADIL KUBRA TURGO JOGJA (1) SIRAH BABI DAN ANJING (1) SIRAH DAN FAIDAH (1) SIRAH DZIKIR BA'DA MAKTUBAH (1) SIRAH NABAWIYYAH (1) SIRAH NIKAH MUT'AH DAN NIKAH MISYWAR (1) SIRAH PERPINDAHAN QIBLAT (1) SIRAH THAHARAH (1) SIRAH TOPI TAHUN BARU MASEHI (1) SUHBAH HAQIQAH (1) SUM'AH (1) SUNNAH MENCERITAKAN NIKMAT YANG DIDAPAT KEPADA YANG DIPERCAYA TANPA UNSUR RIYA' (1) SURGA IMBALAN YANG SAMA BAGI PENGEMBAN ILMU PENOLONG ILMU DAN PENYEBAR ILMU HALAL (1) SUSUNAN MURAQIY/BILAL SHALAT TARAWIH WITIR DAN DOA KAMILIN (1) SYAIR/DO'A BAGI GURU MUROBBI (1) SYAIR/DO'A SETELAH BERKUMPUL DALAM KEBAIKKAN (1) SYARI'AT DARI BID'AH (1) TA'JIL UNIK LANGSUNG BERSETUBUH TANPA MAKAN MINUM DAHULU (1) TAAT PADA IMAM ATAU PEMERINTAH (1) TAHALLUL CUKUR GUNDUL ATAU POTONG RAMBUT SELESAI HAJI DAN UMROH (1) TAKBIR IED MENURUT RASULULLAH DAN ULAMA' SUNNI (1) TALI ALLAH BERSATU DAN TAAT (1) TATACARA SHALAT ORANG BUTA ATAU BISU DAN HUKUM BERMAKMUM KEPADA KEDUANYA (1) TEMPAT SHALAT IED YANG PALING UTAMA AKIBAT PANDEMI (WABAH) CORONA (1) TIDAK BOLEH KURBAN DENGAN KUDA NAMUN HALAL DIMAKAN (1) TIDAK PERLU TEST DNA SEBAGAI BUKTI DZURRIYYAH NABI -ﷺ- (1) TREND SHALAT MEMAKAI SARUNG TANGAN DAN KAOS KAKI DAN HUKUMNYA (1) T̳I̳P̳ ̳C̳E̳P̳E̳T̳ ̳J̳A̳D̳I̳ ̳W̳A̳L̳I̳ ̳A̳L̳L̳O̳H̳ (1) UCAPAN HARI RAYA MENURUT SUNNAH (1) UCAPAN NATAL ANTARA YANG PRO DAN KONTRA (1) ULANG TAHUN RASULILLAH (1) URUTAN SILSILAH KETURUNAN ORANG JAWA (1) Ulama' Syafi'iyyah Menurut Lintas Abadnya (1) WAJIB BERMADZHAB UNTUK MENGETAHUI MATHLA' TEMPAT MUNCULNYA HILAL (1) YAUMU SYAK) (1) ZAKAT DIBERIKAN SEBAGAI SEMACAM MODAL USAHA (1) ZAKAT FITRAH 2 (1) ZAKAT FITRAH BISA UNTUK SEMUA KEBAIKKAN DENGAN BERBAGAI ALASAN (1)
Back To Top