Bismillahirrohmaanirrohiim

Tampilkan postingan dengan label FIQIH MADZAHIB HUKUM MEMAKAN SERANGGA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FIQIH MADZAHIB HUKUM MEMAKAN SERANGGA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 November 2016

حُكْمُ أَكْلِ الْحَشَرَاتِ فِي الْأَرْضِ وَأَكْلِ كُلِّ ذِي نَابٍ وَذِ ظُفْرٍ | Hukum Memakan Binatang Serangga Di Bumi Dan Memakan Setiap Yang Bertaring Dan Berkuku Tajam

A}• AL QUR'AN

ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
يَتَّبِعُونَ
(mereka) mengikuti
ٱلرَّسُولَ
Rasul
ٱلنَّبِىَّ
Nabi
ٱلْأُمِّىَّ
ummi
ٱلَّذِى
yang
يَجِدُونَهُۥ
mereka mendapatkannya
مَكْتُوبًا
tertulis
عِندَهُمْ
disisi mereka
فِى
di dalam
ٱلتَّوْرَىٰةِ
Taurat
وَٱلْإِنجِيلِ
dan Injil
يَأْمُرُهُم
(Nabi) menyuruh mereka
بِٱلْمَعْرُوفِ
dengan yang ma'ruf
وَيَنْهَىٰهُمْ
dan melarang mereka
عَنِ
dari
ٱلْمُنكَرِ
yang mungkar
وَيُحِلُّ
dan menghalalkan
لَهُمُ
bagi mereka
ٱلطَّيِّبَٰتِ
yang baik-baik
وَيُحَرِّمُ
dan mengharamkan
عَلَيْهِمُ
atas mereka
ٱلْخَبَٰٓئِثَ
yang buruk-buruk
وَيَضَعُ
dan meletakkan/membuang
عَنْهُمْ
dari mereka
إِصْرَهُمْ
beban-beban mereka
وَٱلْأَغْلَٰلَ
dan belenggu-belenggu
ٱلَّتِى
yang
كَانَتْ
adalah
عَلَيْهِمْ
atas mereka
فَٱلَّذِينَ
maka orang-orang yang
ءَامَنُوا۟
beriman
بِهِۦ
dengannya
وَعَزَّرُوهُ
dan mereka memuliakannya
وَنَصَرُوهُ
dan mereka menolongnya
وَٱتَّبَعُوا۟
dan mereka mengikuti
ٱلنُّورَ
cahaya terang
ٱلَّذِىٓ
yang
أُنزِلَ
diturunkan
مَعَهُۥٓ
kepadanya
أُو۟لَٰٓئِكَ
mereka itulah
هُمُ
mereka
ٱلْمُفْلِحُونَ
orang-orang yang beruntung

alladziina yattabi'uuna alrrasuula alnnabiyya al-ummiyya alladzii yajiduunahu maktuuban 'indahum fii alttawraati waal-injiili ya/muruhum bialma'ruufi wayanhaahum 'ani almunkari wayuhillu lahumu alththhayyibaati wayuharrimu 'alayhimu alkhabaa-itsa wayadha'u 'anhum ishrahum waal-aghlaala allatii kaanat 'alayhim faalladziina aamanuu bihi wa'azzaruuhu wanasharuuhu waittaba'uu alnnuura alladzii unzila ma'ahu ulaa-ika humu almuflihuuna

Artinya : (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka (dalam syari'at yang dibawa oleh Muhammad itu tidak ada lagi beban-beban yang berat yang dipikulkan kepada Bani Israil. Umpamanya: mensyari'atkan membunuh diri untuk sahnya taubat, mewajibkan kisas pada pembunuhan baik yang disengaja atau tidak tanpa membolehkan membayar diat, memotong anggota badan yang melakukan kesalahan, membuang atau menggunting kain yang kena najis). Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.
{QS. Al A'raf : 157}.

قُل لَّا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَىٰ طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلَّا أَن يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَّسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ أَوْ فِسْقًا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ رَبَّكَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Artinya : Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi, karena sesungguhnya semua itu kotor atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barang siapa yang dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
{QS. Al An'am : 145}

وَعَلَى الَّذِينَ هَادُوا حَرَّمْنَا كُلَّ ذِي ظُفُرٍ ۖ وَمِنَ الْبَقَرِ وَالْغَنَمِ حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ شُحُومَهُمَا إِلَّا مَا حَمَلَتْ ظُهُورُهُمَا أَوِ الْحَوَايَا أَوْ مَا اخْتَلَطَ بِعَظْمٍ ۚ ذَٰلِكَ جَزَيْنَاهُم بِبَغْيِهِمْ ۖ وَإِنَّا لَصَادِقُونَ

Artinya : Dan kepada orang-orang Yahudi, Kami haramkan segala binatang yang berkuku; dan dari sapi dan domba, Kami haramkan atas mereka lemak dari kedua binatang itu, selain lemak yang melekat di punggung keduanya atau yang di perut besar dan usus atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami hukum mereka disebabkan kedurhakaan mereka; dan sesungguhnya Kami adalah Maha Benar.
{QS. Al An'am : 146}

B}• AL HADITS

حَدَّثَنَا عَتَّابٌ ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ ، قَالَ : أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ ، عَنِ الْحَكَمِ ، عَنْ مَيْمُونِ بْنِ مِهْرَانَ ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ : أَنَّهُ نَهَى عَنْ كُلِّ ذِي نَابٍ مِنَ السِّبَاعِ ، وَذِي مِخْلَبٍ مِنَ الطَّيْرِ قَالَ : رَفَعَهُ الْحَكَمُ ، قَالَ شُعْبَةُ : وَأَنَا أَكْرَهُ أَنْ أُحَدِّثَ بِرَفْعِهِ قَالَ : وَحَدَّثَنِي غَيْلانُ وَالْحَجَّاجُ ، عَنْ مَيْمُونِ بْنِ مِهْرَانَ ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ، لَمْ يَرْفَعْهُ
{رواه أحمد » وَمِنْ مُسْنَدِ بَنِي هَاشِمٍ مُسْنَدُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ المُطَّلِبِ ، عَنِ النَّبِيِّ حديث رقم 2549}

Telah menceritakan kepada kami 'Attab. Telah menceritakan kepada kami Abdullah, ia berkata; Telah mengabarkan kepada kami Syu'bah. Dari Al Hakam. Dari Maimun bin Mihran. Dari Ibnu Abbas; bahwasanya beliau melarang (memakan) setiap binatang buas yang bertaring dan setiap burung yang bercakar (tajam). Abdullah berkata; dan Al Hakam memarfu'kannya. Syu'bah berkata; dan aku tidak suka menceritakan hadits ini dengan memarfu'kannya. Ia berkata; dan telah menceritakan kepadaku Ghailan dan Al Hajjaj. Dari Maimun bin Mihran. Dari Ibnu Abbas; tidak memarfu'kannya.
{HR. Ahmad. Dari Musnad Bani Hasyim. Musnad Abdullah Bin Al 'Abbas Bin Abdul Muthalib Dari Nabi ShalAllahu 'Alaihi Wasallama. No. 2549}

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيِّ عَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ أَكْلِ كُلِّ ذِي نَابٍ مِنْ السِّبَاعِ تَابَعَهُ يُونُسُ وَمَعْمَرٌ وَابْنُ عُيَيْنَةَ وَالْمَاجِشُونُ عَنْ الزُّهْرِيِّ
{رواه البخاري / 72 - كتاب الذبائح والصيد / باب أكل كل ذي ناب من السباع/ رقم الحديث : 5530}

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf. Telah mengabarkan kepada kami Malik. Dari Ibnu Syihab. Dari Abu Idris Al Khaulani. Dari Abu Tsa'labah radliyyAllahu 'anhu bahwa Rasulullah shalAllahu 'alaihi wasallama melarang makan daging binatang buas yang bertaring." Hadits ini juga dikuatkan oleh riwayat Yunus, Ma'mar, Ibnu 'Uyainah dan Al Majisyun. Dari Az Zuhri.
{HR. Bukhariy / Kitab Adz Dzabaaihi Wash Shaidi / Babu Akli Dzi Naabin Minas Sibaa'i / No. 5530}

و حَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيِّ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيَّ يَقُولُا نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَكْلِ كُلِّ ذِي نَابٍ مِنْ السِّبَاعِ قَالَ ابْنُ شِهَابٍ وَلَمْ أَسْمَعْ ذَلِكَ مِنْ عُلَمَائِنَا بِالْحِجَازِ حَتَّى حَدَّثَنِي أَبُو إِدْرِيسَ وَكَانَ مِنْ فُقَهَاءِ أَهْلِ الشَّامِ.
{رواه مسلم / 34 - كِتَابُ الصَّيْدِ وَالذَّبَائِحِ وَمَا يُؤْكَلُ مِنَ الْحَيَوَانِ / بَابُ تَحْرِيمِ أَكْلِ كُلِّ ذِي نَابٍ مِنَ السِّبَاعِ ، وَكُلِّ ذِي مِخْلَبٍ مِنَ الطَّيْرِ / رقم الحديث : 3685}

Dan telah menceritakan kepadaku Harmalah bin Yahya. Telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb. Telah mengabarkan kepadaku Yunus. Dari Ibnu Shihab. Dari Abu Idris Al Khaulani bahwa dia mendengar Abu Tsa'labah Al Khusni berkata, "Rasulullah shalAllahu 'alaihi wasallama melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." Ibnu Shihab berkata, "Saya belum pernah mendengar hadits tersebut dari ulama-ulama kami di Hijaz hingga Abu Idris menceritakan kepadaku, sedangkan dia termasuk dari ulama negeri Syam."
{HR. Muslim / 34-Kitabush Shaidi Wadz Dzabaaihi Wa Maa Yu'kalu Minal Hayawani / Baabu Tahrimi Akli Dzi Naabin Minas Sibaa'i Wa Dzi Mikhlabin Minath Thairi. No. 3685}.

حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ عَنْ مَالِكٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيِّ عَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ أَكْلِ كُلِّ ذِي نَابٍ مِنْ السَّبُعِ.
{رواه أبو داود / 26 - كتاب الأطعمة / باب النهي عن أكل السباع / رقم الحديث : 3802}

Telah menceritakan kepada kami Al Qa'nabi. Dari Malik. Dari Ibnu Syihab. Dari Abu Idris Al Khaulani. Dari Abu Tsa'labah Al Khusyani bahwa Rasulullah shalAllahu 'alaihi wasallama melarang makan semua binatang buas yang bertaring."
{HR. Abu Dawud / 26 - Kitabul Ath'imah / Baabun Nahyi 'An Aklis Sibaa'i / No. 3802}.

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْحَسَنِ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيِّ عَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيِّ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ كُلِّ ذِي نَابٍ مِنْ السِّبَاعِ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمَخْزُومِيُّ وَغَيْرُ وَاحِدٍ قَالُوا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ الْخَو?ْلَانِيِّ نَحْوَهُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَأَبُو إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيُّ اسْمُهُ عَائِذُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ.
{رواه الترمذي / أبواب الأطعمة / باب ما جاء في كراهية كل ذي ناب وذي مخلب / رقم الحديث : 1477}.

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Al Hasan. Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah. Dari Malik bin Anas. Dari Ibnu Syihab. Dari Abu Idris Al Khaulani. Dari Abu Tsa'labah Al Khusyani beliau berkata; Rasulullah shallAllahu 'alaihi wasallama melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring. Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Abdurrahman Al Makhzumi dan selainnya, mereka mengatakan; Telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Uyainah. Dari Az Zuhri. Dari Abu Idris Al Khaulani seperti itu. Abu Isa berkata; Hadits ini Hasan Shahih. Abu Idris Al Khaulani bernama 'A`idzullah bin Abdullah.
{HR. Tirmidzi / Abwaabul Ath'immah / Baabu Maa Jaa'a Karaahiyyatu Kulli Dzi Naabin Wa Dzi Mikhlabin. No. 1477}.

»• Didalam Kitab Tafsir Al Qurthubiy disebutkan beberapa riwayat hadits menafsiri Surah Al An'am ayat. 145 diatas, yaitu mengenai keharaman dan kehalalan beberapa jenis binatang, yang secara langsung diharamkan atau dihalalkan oleh Allah dan Rasul-Nya dengan jelas menyebutkan jenis apa binatangnya ataupun sama sekali tidak menyebutkannya, yang mana konskwensi hukumnyapun akan berbeda. Riwayat-riwayat tersebut redaksinya diantaranya berbunyi :

روى عمرو بن دينار عن أبي الشعثاء عن ابن عباس قال : كان أهل الجاهلية يأكلون أشياء ويتركون أشياء ، فبعث الله نبيه عليه السلام وأنزل كتابه وأحل حلاله وحرم حرامه ; فما أحل فهو حلال وما حرم فهو حرام وما سكت عنه فهو عفو ، وتلا هذه الآية قل لا أجد الآية . يعني ما لم يبين تحريمه فهو مباح بظاهر هذه الآية .

'Amru bin Dinar telah meriwayatkan : Dari Abi Asy Saya'syaa'. Dari Ibnu Abbas, beliau berkata : Adalah Kaum Jahiliyyah mereka memakan sesuatu dan meninggalkan sesuatu, maka Allah mengutus Nabi-Nya 'alaihis salamu, menurunkan kitab-Nya, menghalalkan perkara halal-Nya, dan mengharamkan perkara haram-Nya, maka perkara yang telah dihalalkan hukumnya adalah HALAL, lalu perkara yang telah diharamkan hukumnya adalah HARAM, adapun perkara yang Allah diam darinya hukumnya adalah DIAMPUNI (ma'fu). Dan Ibnu Abbas kemudian membaca "Qul Laa Ajidu...al ayah" {QS. Al An'am : 145}. Artinya segala sesuatu yang tidak dijelaskan akan keharamannya hukumnya adalah MUBAH (boleh), berdasarkan dzahir (tekstual) ayat ini.

وروى الزهري عن عبيد الله بن عبد الله بن عباس أنه قرأ قل لا أجد في ما أوحي إلي محرما قال : إنما حرم من الميتة أكلها ، ما يؤكل منها وهو اللحم ; فأما الجلد والعظم والصوف والشعر فحلال .

Dan Az Zuhriy meriwayatkan : Dari 'Ubadillah bin 'Abdillah bin 'Abbas beliau membaca : "Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan...al ayah". {QS. Al An'am : 145}. Adapun yang diharamkan dari bangkai adalah sesuatu yang dapat dimakan yaitu dagingnya, maka status hukum kulitnya, tulangnya, wolnya, dan rambutnya adalah HALAL.

وروى أبو داود عَنْ مِلْقَامُ بْنُ التَّلِبِّ ،. عَنْ أَبِيهِ ، قَالَ : صَحِبْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ أَسْمَعْ لِحَشَرَةِ الْأَرْضِ تَحْرِيمًا . الحشرة : صغار دواب الأرض كاليرابيع والضباب والقنافذ . ونحوها

Dan Abu Dawud meriwayatkan : Dari Milqam bin At Talibi. Dari Ayahnya, beliau berkata : Aku menemani Nabi shalAllahu 'alaihi wasallama dan aku tidak pernah mendengar akan keharaman hasyarat (serangga). Al Hasyarat adalah hewan kecil yang merambat diatas bumi, seperti hewan sejenis tikus, biawak, landak, (dikatakan : tikus), dan sebangsanya.

C}• DEFINISI HASYARAT SECARA UMUM DAN KHUSUS

1. Hasyarat Bermakna Khusus (Serangga).

Menurut Imam Ibnu Manzhur dalam kitab Lisan Al Arab ia berkata :

الحَشَرَةُ: واحدة صغار دواب الأَرض، كاليرابيع والقنافذ والضِّبابِ ونحوها
{انظر كتاب لسان العربي للإمام ابن منظور المصري : 4/ 191}.

Al Hasyarat yaitu binatang-binatang tanah yang kecil seperti jerboa, landak, dhab dan yang semisalnya
{Lihat Kitab Lisanu Al 'Arabi karya Ibnu Al Mandzur : juz. 4 hal. 191}.

Menurut Syaikh Khaliil bin Ahmad Al Farahidiy dalam kitab Al ‘Ain ia berkata :

والحَشَرة : ما كان من صِغار دَوابِّ الأرض مثل اليَرابيع والقَنافِذ والضبِّاب ونحوها . وهو اسمٌ جامعٌ لا يُفرَد منه الواحد إلاّ أن يقولوا هذا من الحشرة قال الضرير : الَجَرادُ والأرانِبُ والكَمْأة من الحَشَرة قد يكون دَوابَّ وغير ذلك.
{انظر كتاب العين للشيخ الخليل بن احمد الفراهيدي : 1/ 319}.

Al Hasyarat yaitu apa saja yang termasuk binatang-binatang tanah yang kecil seperti jerboa, landak, dhab dan yang semisalnya. Dan ia [Al Hasyarat] adalah nama bagi kumpulan yang tidak bisa digolongkan menjadi satu kecuali bahwa [mereka] mengatakan itu termasuk Hasyarat, Adh Dhariir berkata “belalang, kelinci, jamur termasuk Hasyarat, mencakup binatang dan selain itu”
{Lihat Kitab Al 'Ain karya Syaikh Al Khalil bin Ahmad Al Farahidiy : juz. 1 hal. 319}

Menurut Syaikh Abu Hasan ‘Aliy bin Isma’iil An Nahawiy yang dikenal Ibnu Siidah dalam kitab Al Mukhashshash ia berkata :

قال أبو خيرة حشرة الأرض الدواب الصغار منها اليربوع والضب والورل والقنفذ والفأرة والزبابة والجرذ والحرباء والعظاية وأم حبين والعضرفوط والطحن وسام أبرص والدساسة وهي العنمة والشقذان والثعلب والهر والأرنب
{انظر كتاب المخصص للشيخ أبو الحسن علي بن إسماعيل النخوي الأندلسي المعروف بابن سيدة : 8/ 91}.

Abu Khairah berkata Hasyarat binatang tanah yang kecil seperti jerboa, dhab, biawak, landak, tikus, lalat, belalang, bunglon, kadal, tokek gurun, ‘adhrafuuth [sejenis kadal], ath thuhan [sejenis kadal], tokek, ad dassaasah yaitu ‘anamah [sejenis kadal], asy syiqdzaan [sejenis kadal], garangan, kucing, kelinci…
{Lihat Kitab Al Mukhashshash karya Syaikh Abu Al Hasan 'Aliy bin Isma'il An Nahawiy Al Andalusiy (Ibnu Sidah) : juz. 8 hal. 91}

2. Hasyarat Bermakna Umum :

Imam Nawawiy dalam Majmu’ Syarh Al Muhadzdzab, dimana ia menukil perkataan Imam Syaikh Asy Syiiraaziy, menjelaskan secara global makna binatang hasyarat :

ولا يحل أكل حشرات الارض كالحيات والعقارب والفار والخنافس والعظاء والصراصير والعناكب والوزغ وسام أبرص والجعلان والديدان وبنات وردان وحمار قبان لقوله تعالى يحرم عليهم الخبائث

Dan tidak dihalalkan memakan hasyaraat (binatang tanah yang kecil) seperti ular, kalajengking, tikus, kumbang, kadal, jangkrik, laba-laba, cicak, tokek, kumbang kotoran, cacing, kecoa dan kutu kayu, sebagaimana firman Allah ta’ala “diharamkan atas mereka segala yang buruk”
{Lihat Kitab Al Majmu' Syarhu Al Muhadzab : juz. 9 hal. 14}

Adapun Imam Ibnu Hazm Adz Dzahiriy menyebutkan dalam kitabnya Al Muhalla tentang keharaman hasyarat secara global :

ولا يحل أكل الحلزون البري , ولا شيء من الحشرات كلها : كالوزغ ، والخنافس , والنمل , والنحل , والذباب , والدبر , والدود كله

Tidak dihalalkan memakan bekicot, dan tidak pula hasyarat (binatang tanah yang kecil) seluruhnya seperti cicak, kumbang, semut, lebah, lalat, dan seluruh cacing
{Lihat Kitab Al Muhalla karya Ibnu Hazm Al Andalusiy Adz Dzahiriy : juz. 7 hal. 405 no 995}.

D}• AQWAL AL ULAMA'

ولا يحل أكل حشرات الأرض كالحيات والعقارب والفأر والخنافس والعظاء والصراصير والعناكب والوزغ وسام أبرص والجعلان والديدان وبنات وردان وحمار قبان لقوله تعالى : { ويحرم عليهم الخبائث }
{انظر المجموع شرح المهذب » كتاب الأطعمة » حكم أكل ما يتقوى بنابه ويعدو على الناس وعلى البهائم » فرع في أكل حشرات الأرض كالحيات والعقارب والجعلان ونحوها}

Haram memakan binatang hasyarat (binatang tanah yang kecil) seperti ular, kalajengking, tikus, kumbang, kadal (bengkarung), jangkrik, laba-laba, cicak, tokek, kepik (sejenis kumbang), ulat (cacing, lintah), kecoa (coro : jawa), dan kuda (keledai, atau kuda piaraan, yg liar boleh dimakan).
{Lihat Kitab Al Majmu' Syarhu Al Muhadzab. Kitab Al Ath'immah. Hukmu Akli Maa Yataqawwa....Far'un Fi Akli Hasyaratil Ardli Kalhayati Wal 'Aqaribi Wal Ju'lani Wa Nahwiha)

»• Adapun Kepompong hukumnya HARAM, ia termasuk jenis serangga yang berdaging kotor dan tidak baik.

الاساريع : بفتح الهمزة دود احمر يكون فى البقل ينسلخ فيصير فراشا. قال ابن مالك قال ابن السكيت و الاصل يسرع بالفتح الا انه ليس فى الكلام يفعل. و قال قوم الاساريع دود حمر الرؤوس، بيض الاجساد تكون فى الرمل يشبه بها اصابع النساء. انتهى

Al-asari' ( larva) adalah ulat merah yang berada di sayur sayuran yg akan bermetamorfosis menjadi kupu-kupu. Orang banyak berkata : Bentuknya mirip dengan jari-jari wanita, berkepala merah dan berbadan putih

الحكم : يحرم اكلها لانها من الحشرات

Hukumnya HARAM dimakan karena termasuk jenis serangga.
{Lihat Kitab Hayatul Hayawan Kubro : juz. 1 hal. 42. Cet. Maktabah Darul Kutub Al-ilmiyah}

و يحرم اكل حشرات الارض صغار دوابها كعقرب و ثعبان و فارة و ضفدع و نمل و نحو ذلك.
{انظر كتاب الفقه على المذاهب الاربعة للشيخ الجزيري}.

Dan haram memakan hasyarat (binatang tanah yang kecil) Seperti : Kalajengking (ketunggeng : jawa), ular, tikus, katak, semut, dan lain sebagainya.
{Lihat Kitab Al Fiqhu 'Ala Madzhabi Al Arba'ati karya Imam Al Jaziriy}

ﻗﻮﻟﻪ: ﻭﺩﻭﺩ ﻣﻴﺘﺘﻬﻤﺎ ﺃﻱ ﺍﻟﻜﻠﺐ ﻭﺍﻟﺨﻨﺰﻳﺮ ﻭﻗﻮﻟﻪ: ﻃﺎﻫﺮ ﻻ ﻳﺸﻜﻞ ﺑﻤﺎ ﻣﺮ ﻣﻦ ﺃﻥ ﺍﻟﻤﺘﻮﻟﺪ ﻣﻨﻬﻤﺎ ﻧﺠﺲ، ﻷﻧﺎ ﻧﻤﻨﻊ ﺃﻧﻪ ﻣﺘﻮﻟﺪ ﻣﻦ ﻣﻴﺘﺘﻬﻤﺎ ﻭﺇﻧﻤﺎ ﺗﻮﻟﺪ ﻓﻴﻬﻤﺎ، ﻛﺪﻭﺩ ﺍﻟﺨﻞ ﻻ ﻳﺘﻮﻟﺪ ﻣﻦ ﻧﻔﺲ ﺍﻟﺨﻞ ﻭﺇﻧﻤﺎ ﻳﺘﻮﻟﺪ ﻓﻴﻪ. ﻭﻓﺮﻕ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﻤﺘﻮﻟﺪ ﻣﻨﻬﻤﺎ ﻭﺍﻟﻤﺘﻮﻟﺪ ﻓﻴﻬﻤﺎ.
{انظر كتاب ﺇﻋﺎﻧﺔ ﺍﻟﻄﺎﻟﺒﻴﻦشرح فنح المعين للشيخ السيد - ﺍﻟﺒﻜﺮﻱ ﺍﻟﺪﻣﻴﺎﻃﻲ : 1/ 112}.

(Perkataan mushannif) : Dan belatung (set, singgat : jawa) dari bangkai anjing dan babi. (Perkataan mushannif) : Hukumnya suci tanpa dipungkiri lagi seperti perkara yang sudah lewat, bahwa sesuatu yang dilahirkan dari keduanya hukumnya adalah najis. Akan tetapi aku menyangkal bahwa hal tersebut (belatung, set, singgat) dilahirkan dari bangkai keduanya, akan tetapi hanya muncul didalam bangkai keduanya, seperti belatung cuka, ia tidak dilahirkan dari dirinya akan tetapi muncul didalamnya. Dan hukumnya berbeda sesuatu yang lahir darinya, dan sesuatu yang muncul didalamnya.
{Lihat Kitab I'anatuth Thalibin syarhu Fathul Mu'in : juz. 1 hal. 112}

(وَكَكَلْبٍ وَخِنْزِيْرٍ) وَفَرْعِ كُلٍّ مِنْهُمَا مَعَ الآَخَرِ أَوْ مَعَ غَيْرِهِ، وَدُوْدُ مَيْتَتِهِمَا طَاهِرٌ، وَكَذَا نَسْجُ عَنْكَبُوْتِ عَلَى المَشْهُوْرِ :كَماَ قاَلَهُ السُّبْكِي وَالاَذْرَعِي، وَجَزَمَ صَاحِبُ العِدَّةِ وَالحَاوِيْ بِنَجَاسَتِهِ , وَمَا يَخْرُجُ مِنْ جِلْدِ نَحْوِ حَيَةٍ فيِ حَيَاتِهَا كَ?العِرْقِ عَلَى مَا أَفْتَى بِهِ بَعْضُهُمْ , لَكِنْ قاَلَ شَيْخُنَا فِيْهِ نَظْرٌ، بَلْ الاَقْرَبُ أَنَّهُ نَجْسٌ ِلاَنَّهُ جُزْءٌ مُتَجَسِدٌ مُنْفَصِلٌ مِنْ حَيٍّ ، فَهُوَ كَمَيْتَتِهِ.
{انظر كتاب فتح المعين للشيخ زين الدّين المليبري : صحيفة : 12}.

Di antara yang termasuk najis dan tentunya haram dikonsumsi ialah anjing dan babi, termasuk anak dari salah satu keduanya yang kawin dengan yang lainnya atau bersama selain keduanya. Namun ulat bangkai dari anjing dan babi adalah suci (namun tidak boleh di konsumsi). Demikian juga sama halnya menyandang suci ialah sarang laba-laba, ini menurut pendapat masyhur Ulama, sebagaiman diungkapkan oleh Syekh As-Subki dan Syekh Al-Adra’i. Namun penyusun kitab Al-Iddah dan Al-hawi menyatakan najis (sarang laba-aba). Dan (termasuk suci) apa yang keluar dari kulit seumpama ular di saat hidupnya seperti keringat sebagaimana fatwa sebagian Ulama. Akan tetapi guru kami (ibnu Hajar Al-Haetami) menyatakan perlu pembahasan rinci. Dan pendapat yang paling dekat layak ialah najis, karena ia merupakan bagian terpisah dari hidupnya,dan hal itu ialah sama dengan bangkainya.
{Lihat Kitab Fathul Mu'in karya Syaikh Zainuddin Al Malibary : hal. 12}

والحيوان كله طاهر الا الكلب والخنزير وما تولد منهما أو من أحدهما مع حيوان طاهر والحيوان كله طاهر يشمل مالو تخلق من النجاسة ولو مغلظة.
{انظر كتاب الباجوري شرج فتح القريب المجيب : 1/ 105 }.

Dan semua binatang itu suci kecuali anjing dan babi, dan anak dari keduanya, atau peranakan (blasteran) salah satu dari keduanya dengan binatang yang suci. Dan semua binatang itu suci termasuk binatang yang tercipta dari perkara najis sekalipun tercipta dari najis mughaladzoh.
{Lihat Kitab Al Baajuriy syarhu Fathul Qarib Al Mujib : juz. 1 hal. 105}

Magelang, rabu kliwon : 10 Februari 2016 M | 01 Jumadil Ula 1437 H —  di ‎Srumbung Magelang | افادة واستفادة | Memmberi Faidah & Mengambil Faidah‎

PALING DIMINATI

Kategori

SHALAT (8) HADITS (5) WANITA (5) ADAB DAN HADITS (3) FIQIH HADIST (3) WASHIYYAT DAN FAWAID (3) 5 PERKARA SEBELUM 5 PERKARA (2) AQIDAH DAN HADITS (2) CINTA (2) PERAWATAN JENAZAH BAG VII (2) SIRAH DAN HADITS (2) TAUSHIYYAH DAN FAIDAH (2) TAWAJUHAT NURUL HARAMAIN (2) (BERBHAKTI (1) 11 BAYI YANG BISA BICARA (1) 12 BINATANG YANG MASUK SURGA (1) 25 NAMA ARAB (1) 7 KILOGRAM UNTUK RAME RAME (1) ADAB DAN AKHLAQ BAGI GURU DAN MURID (1) ADAB DAN HADITS (SURGA DIBAWAH TELAPAK KAKI BAPAK DAN IBU) (1) ADAT JAWA SISA ORANG ISLAM ADALAH OBAT (1) AIR KENCING DAN MUNTAHAN ANAK KECIL ANTARA NAJIS DAN TIDAKNYA ANTARA CUKUP DIPERCIKKI AIR ATAU DICUCI (1) AJARAN SUFI SUNNI (1) AKIBAT SU'UDZON PADA GURU (1) AL QUR'AN (1) AMALAN KHUSUS JUMAT TERAKHIR BULAN ROJAB DAN HUKUM BERBICARA DZIKIR SAAT KHUTBAH (1) AMALAN NISFHU SYA'BAN HISTORY (1) AMALAN SUNNAH DAN FADHILAH AMAL DIBULAN MUHARRAM (1) AMALAN TANPA BIAYA DAN VISA SETARA HAJI DAN UMRAH (1) APAKAH HALAL DAN SAH HEWAN YANG DISEMBELIH ULANG? (1) AQIDAH (1) ASAL MULA KAUM KHAWARIJ (MUNAFIQ) DAN CIRI CIRINYA (1) ASAL USUL KALAM YANG DISANGKA HADITS NABI (1) AYAT PAMUNGKAS (1) BAGAIMANAPUN BENTUKNYA VAGINA RASANYA TUNGGAL (1) BAHASA ALAM AKHIRAT (1) BELAJAR DAKWAH YANG BIJAK MELALUI BINATANG (1) BERITA HOAX SEJARAH DAN AKIBATNYA (1) BERSENGGAMA ITU SEHAT (1) BERSIKAP LEMAH LEMBUT KEPADA SIAPA SAJA KETIKA BERDAKWAH (1) BIRRUL WALIDAIN PAHALA DAN MANFAATNYA (1) BOLEH SHALAT SUNNAH SETELAH WITIR (1) BOLEHNYA MENDEKTE IMAM DAN MEMBAWA MUSHAF DALAM SHALAT (1) BOLEHNYA MENGGABUNG DUA SURAT SEKALIGUS (1) BOLEHNYA PATUNGAN DAN MEWAKILKAN PENYEMBELIHAN KEPADA KAFIR DZIMMI ATAU KAFIR KITABI (1) BULAN ROJAB DAN KEUTAMAANNYA (1) DAGING KURBAN AQIQAH UNTUK KAFIR NON MUSLIM (1) DAN FAKHR (1) DAN YANG BERHUBUNGAN DENGANNYA) (1) DARIMANA SEHARUSNYA UPAH JAGAL DAN BOLEHKAH MENJUAL DAGING KURBAN (1) DASAR PERAYAAN MAULID NABI (1) DEFINISI TINGKATAN DAN PERAWATAN SYUHADA' (1) DO'A MUSTAJAB (1) DO'A TIDAK MUSTAJAB (1) DOA ASMAUL HUSNA PAHALA DAN FAIDAHNYA (1) DOA DIDALAM SHALAT DAN SHALAT DENGAN SELAIN BAHASA ARAB (1) DOA KHUSUS (1) DOA ORANG MUSLIM DAN KAFIR YANG DIDZALIMI MUSTAJAB (1) DOA SHALAT DLUHA MA'TSUR (1) DONGO JOWO MUSTAJAB (1) DSB) (1) DURHAKA (1) FADHILAH RAMADHAN DAN DOA LAILATUL QADAR (1) FAIDAH MINUM SUSU DIAWWAL TAHUN BARU HIJRIYYAH (1) FENOMENA QURBAN/AQIQAH SUSULAN BAGI ORANG LAIN DAN ORANG MATI (1) FIKIH SHALAT DENGAN PENGHALANG (1) FIQIH MADZAHIB (1) FIQIH MADZAHIB HUKUM MEMAKAN SERANGGA (1) FIQIH MADZAHIB HUKUM MEMAKAN TERNAK YANG DIBERI MAKAN NAJIS (1) FIQIH QURBAN SUNNI (1) FUNGSI ZAKAT FITRAH DAN CARA IJAB QABULNYA (1) GAHARU (1) GAYA BERDZIKIRNYA KAUM CERDAS KAUM SUPER ELIT PAPAN ATAS (1) HADITS DAN ATSAR BANYAK BICARA (1) HADITS DLO'IF LEBIH UTAMA DIBANDINGKAN DENGAN PENDAPAT ULAMA DAN QIYAS (1) HALAL BI HALAL (1) HUKUM BERBUKA PUASA SUNNAH KETIKA MENGHADIRI UNDANGAN MAKAN (1) HUKUM BERKURBAN DENGAN HEWAN YANG CACAT (1) HUKUM BERSENGGAMA DIMALAM HARI RAYA (1) HUKUM DAN HIKMAH MENGACUNGKAN JARI TELUNJUK KETIKA TASYAHUD (1) HUKUM FAQIR MISKIN BERSEDEKAH (1) HUKUM MEMASAK DAN MENELAN IKAN HIDUP HIDUP (1) HUKUM MEMELIHARA MENJUALBELIKAN DAN MEMBUNUH ANJING (1) HUKUM MEMUKUL DAN MEMBAYAR ONGKOS UNTUK PENDIDIKAN ANAK (1) HUKUM MENCIUM MENGHIAS DAN MENGHARUMKAN MUSHAF AL QUR'AN (1) HUKUM MENGGABUNG NIAT QODLO' ROMADLAN DENGAN NIAT PUASA SUNNAH (1) HUKUM MENINGGALKAN PUASA RAMADLAN MENURUT 4 MADZHAB (1) HUKUM MENYINGKAT SHALAWAT (1) HUKUM PUASA SYA'BAN (NISHFU SYA'BAN (1) HUKUM PUASA SYAWWAL DAN HAL HAL YANG BERHUBUNGAN DENGANNYA (1) HUKUM PUASA TARWIYYAH DAN 'ARAFAH BESERTA KEUTAMAAN - KEUTAMAANNYA (1) HUKUM SHALAT IED DIMASJID DAN DIMUSHALLA (1) HUKUM SHALAT JUM'AT BERTEPATAN DENGAN SHALAT IED (1) IBADAH JIMA' (BERSETUBUH) DAN MANFAAT MANFATNYA (1) IBADAH TERTINGGI PARA PERINDU ALLAH (1) IBRANI (1) IMAM YANG CERDAS YANG FAHAM MEMAHAMI POSISINYA (1) INDONESIA (1) INGAT SETELAH SALAM MENINGGALKAN 1 ATAU 2 RAKAAT APA YANG HARUS DILAKUKAN? (1) INOVASI BID'AH OLEH ULAMA' YANG DITUDUH MEMBID'AH BID'AHKAN (1) ISLAM (1) JANGAN GAMPANG MELAKNAT (1) JUMAT DIGANDAKAN 70 KALI BERKAH (1) KAIFA TUSHLLI (XX) - (1) KAIFA TUSHOLLI (III) - MENEPUK MENARIK MENGGESER DALAM SHALAT SETELAH TAKBIRATUL IHRAM (1) KAIFA TUSHOLLI (XV) - SOLUSI KETIKA LUPA DALAM SHALAT JAMAAH FARDU JUM'AH SENDIRIAN MASBUQ KETINGGALAN (1) KAIFA TUSHOLLI (I) - SAHKAH TAKBIRATUL IHROM DENGAN JEDA ANTARA KIMAH ALLAH DAN AKBAR (1) KAIFA TUSHOLLI (II) - MENEMUKAN SATU RAKAAT ATAU KURANG TERHITUNG MENEMUKAN SHALAT ADA' DAN SHALAT JUM'AT (1) KAIFA TUSHOLLI (IV) - SOLUSI KETIKA LUPA MELAKUKAN SUNNAH AB'ADH DAN SAHWI BAGI IMAM MA'MUM MUNFARID DAN MA'MUM MASBUQ (1) KAIFA TUSHOLLI (IX) - BASMALAH TERMASUK FATIHAH SHALAT TIDAK SAH TANPA MEMBACANYA (1) KAIFA TUSHOLLI (V) - (1) KAIFA TUSHOLLI (VI) - TAKBIR DALAM SHALAT (1) KAIFA TUSHOLLI (VII) - MENARUH TANGAN BERSEDEKAP MELEPASKANNYA ATAU BERKACAK PINGGANG SETELAH TAKBIR (1) KAIFA TUSHOLLI (VIII) - BACAAN FATIHAH DALAM SHOLAT (1) KAIFA TUSHOLLI (XI) - LOGAT BACAAN AMIN SELESAI FATIHAH (1) KAIFA TUSHOLLI (XII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XIV) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XIX) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XVI) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XVII) - BACAAN TASBIH BAGI IMAM MA'MUM DAN MUNFARID KETIKA RUKU' (1) KAIFA TUSHOLLI (XVIII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XX1V) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXI) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXIII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXIX) - BACAAN SALAM SETELAH TASYAHUD MENURUT PENDAPAT ULAMA' MADZHAB MENGUSAP DAHI ATAU WAJAH DAN BERSALAM SALAMAN SETELAH SHALAT DIANTARA PRO DAN KONTRA (1) KAIFA TUSHOLLI (XXV) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXVI) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXVII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXVIII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXX) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXXI) - DZIKIR JAHRI (KERAS) MENURUT ULAMA' MADZHAB (1) KAIFA TUSHOLLI (XXXII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (x) - (1) KAJIAN TINGKEPAN NGAPATI MITONI KEHAMILAN (1) KEBERSIHAN DERAJAT TINGGI DALAM SHALAT (1) KEMATIAN ULAMA' DAN AKIBATNYA (1) KEPADA ORANGTUA (1) KESUNNAHAN TABKHIR EMBAKAR DUPA (1) KESUNNAHAN TAHNIK/NYETAKKI ANAK KECIL (1) KETIKA HAJAT TERCAPAI SEMBELIHLAH SYAHWAT DAN MENDEKATLAH KEPADA ALLAH (1) KETIKA ORANG ALIM SAMA DENGAN ANJING (1) KEUTAMAAN ILMU DAN ADAB (1) KEWAJIBAN SABAR DAN SYUKUR BERSAMAAN (1) KHUTBAH JUM'AT DAN YANG BERHUBUNGAN (1) KIFARAT SUAMI YANG MENYERUBUHI ISTRI DISIANG BULAN RAMADHAN (1) KISAH INSPIRATIF AHLU BAIT (SAYYIDINA IBNU ABBAS) DAN ULAMA' BESAR (SAYYIDINA ZAID BIN TSABIT) (1) KISAH PEMABUK PINTAR YANG MEMBUAT SYAIKH ABDUL QADIR AL JAILANIY MENANGIS (1) KRETERIA UCAPAN SUNNAH MENJAWAB KIRIMAN SALAM (1) KUFUR AKIBAT MENCELA NASAB KETURUNAN (1) KULLUHU MIN SYA'BAN (1) KURBAN DAN AQIQAH UNTUK MAYYIT (1) LARANGAN MENYINGKAT SHALAWAT NABI (1) LEBIH UTAMA MANA GURU DAN ORANGTUA (1) MA'MUM BOLEH MEMBENARKAN BACAAN IMAM DAN WAJIB MEMBENARKAN BACAAN FATIHAHNYA (1) MA'MUM MEMBACA FATIHAH APA HUKUMNYA DAN KAPAN WAKTUNYA? (1) MACAM DIALEK AAMIIN SETELAH FATIHAH (1) MACAM MACAM NIAT ZAKAT FITRAH (1) MAKAN MINUM MEMBUNUH BINATANG BERBISA MEMAKAI PAKAIAN BERGAMBAR DAN MENJAWAB PANGGILAN ORANGTUA DALAM SHALAT (1) MALAIKAT SETAN JIN DAPAT DILIHAT SETELAH MENJELMA SELAIN ASLINYA (1) MELAFADZKAN NIAT NAWAITU ASHUMU NAWAITU USHALLI (1) MELEPAS TALI POCONG DAN MENEMPELKAN PIPI KANAN MAYYIT KETANAH (1) MEMBAYAR FIDYAH BAGI ORANG ORANG YANG TIDAK MAMPU BERPUASA (1) MEMBELI KITAB ULAMA' MENARIK RIZQI DAN KEKAYAAN (1) MEMPERBANYAK DZIKIR SAMPAI DIKATAKAN GILA/PAMER (1) MENDIRIKAN SHALAT JUM'AT DALAM SATU DESA KARENA KAWATIR TERSULUT FITNAH DAN PERMUSUHAN (1) MENGAMBIL UPAH DALAM IBADAH (1) MENGHADIAHKAN MITSIL PAHALA AMAL SHALIH KEPADA NABI ﷺ (1) MENGIRIM MITSIL PAHALA KEPADA YANG MASIH HIDUP (1) MERAWAT JENAZAH MENURUT QUR'AN HADITS MADZAHIB DAN ADAT JAWS (1) MUHASABATUN NAFSI INTEROPEKSI DIRI (1) MUTIARA HIKMAH DAN FAIDAH (1) Manfaat Ucapan Al Hamdulillah (1) NABI DAN RASUL (1) NIAT PUASA SEKALI UNTUK SEBULAN (1) NISHFU AKHIR SYA'BAN (1) ORANG GILA HUKUMNYA MASUK SURGA (1) ORANG SHALIHPUN IKUT TERKENA KESULITAN HUJAN DAN GEMPA BUMI (1) PAHALA KHOTMIL QUR'AN (1) PENIS DAN PAYUDARA BERGERAK GERAK KETIKA SHALAT (1) PENYELEWENGAN AL QUR'AN (1) PERAWATAN JENAZAH BAG I & II & III (1) PERAWATAN JENAZAH BAG IV (1) PERAWATAN JENAZAH BAG V (1) PERAWATAN JENAZAH BAG VI (1) PREDIKSI LAILATUL QADAR (1) PUASA SUNNAH 6 HARI BULAN SYAWAL DISELAIN BULAN SYAWWAL (1) PUASA SYAWWAL DAN PUASA QADLO' (1) QISHOH ISLAMI (1) RAHASIA BAPAK PARA NABI DAN PILIHAN PARA NABI DALAM TASYAHUD SHALAT (1) RAHASIA HURUF DHOD PADA LAMBANG NU (1) RESEP MENJADI WALI (1) SAHABAT QULHU RADLIYYALLAHU 'ANHUM (1) SANAD SILSILAH ASWAJA (1) SANG GURU ASLI (1) SEDEKAH SHALAT (1) SEDEKAH TAK SENGAJA (1) SEJARAH TAHNI'AH (UCAPAN SELAMAT) IED (1) SEMBELIHAN (1) SERBA SERBI PENGGUNAAN INVENTARIS MASJID (1) SETIAP ABAD PEMBAHARU ISLAM MUNCUL (1) SHADAQAH SHALAT (1) SHALAT DAN FAIDAHNYA (1) SHALAT IED DIRUMAH KARENA SAKIT ATAU WABAH (1) SHALAT JUM'AT DISELAIN MASJID (1) SILSILAH SYAIKH JUMADIL KUBRA TURGO JOGJA (1) SIRAH BABI DAN ANJING (1) SIRAH DAN FAIDAH (1) SIRAH DZIKIR BA'DA MAKTUBAH (1) SIRAH NABAWIYYAH (1) SIRAH NIKAH MUT'AH DAN NIKAH MISYWAR (1) SIRAH PERPINDAHAN QIBLAT (1) SIRAH THAHARAH (1) SIRAH TOPI TAHUN BARU MASEHI (1) SUHBAH HAQIQAH (1) SUM'AH (1) SUNNAH MENCERITAKAN NIKMAT YANG DIDAPAT KEPADA YANG DIPERCAYA TANPA UNSUR RIYA' (1) SURGA IMBALAN YANG SAMA BAGI PENGEMBAN ILMU PENOLONG ILMU DAN PENYEBAR ILMU HALAL (1) SUSUNAN MURAQIY/BILAL SHALAT TARAWIH WITIR DAN DOA KAMILIN (1) SYAIR/DO'A BAGI GURU MUROBBI (1) SYAIR/DO'A SETELAH BERKUMPUL DALAM KEBAIKKAN (1) SYARI'AT DARI BID'AH (1) TA'JIL UNIK LANGSUNG BERSETUBUH TANPA MAKAN MINUM DAHULU (1) TAAT PADA IMAM ATAU PEMERINTAH (1) TAHALLUL CUKUR GUNDUL ATAU POTONG RAMBUT SELESAI HAJI DAN UMROH (1) TAKBIR IED MENURUT RASULULLAH DAN ULAMA' SUNNI (1) TALI ALLAH BERSATU DAN TAAT (1) TATACARA SHALAT ORANG BUTA ATAU BISU DAN HUKUM BERMAKMUM KEPADA KEDUANYA (1) TEMPAT SHALAT IED YANG PALING UTAMA AKIBAT PANDEMI (WABAH) CORONA (1) TIDAK BOLEH KURBAN DENGAN KUDA NAMUN HALAL DIMAKAN (1) TIDAK PERLU TEST DNA SEBAGAI BUKTI DZURRIYYAH NABI -ﷺ- (1) TREND SHALAT MEMAKAI SARUNG TANGAN DAN KAOS KAKI DAN HUKUMNYA (1) T̳I̳P̳ ̳C̳E̳P̳E̳T̳ ̳J̳A̳D̳I̳ ̳W̳A̳L̳I̳ ̳A̳L̳L̳O̳H̳ (1) UCAPAN HARI RAYA MENURUT SUNNAH (1) UCAPAN NATAL ANTARA YANG PRO DAN KONTRA (1) ULANG TAHUN RASULILLAH (1) URUTAN SILSILAH KETURUNAN ORANG JAWA (1) Ulama' Syafi'iyyah Menurut Lintas Abadnya (1) WAJIB BERMADZHAB UNTUK MENGETAHUI MATHLA' TEMPAT MUNCULNYA HILAL (1) YAUMU SYAK) (1) ZAKAT DIBERIKAN SEBAGAI SEMACAM MODAL USAHA (1) ZAKAT FITRAH 2 (1) ZAKAT FITRAH BISA UNTUK SEMUA KEBAIKKAN DENGAN BERBAGAI ALASAN (1)
Back To Top