Bismillahirrohmaanirrohiim

Tampilkan postingan dengan label DAGING KURBAN AQIQAH UNTUK KAFIR NON MUSLIM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DAGING KURBAN AQIQAH UNTUK KAFIR NON MUSLIM. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Juni 2023

وَمُقْتَضَى الْمَذْهَبِ أَنَّهُ يَجُوزُ إطْعَامُ كَافِرٍ مِنْ أُضْحِيَّةِ التَّطَوُّعِ دُونَ الْوَاجِبَةِ | KETENTUAN MADZHAB BOLEH MEMBERIKAN DAGING KURBAN SUNNAH KEPADA NON MUSLIM

 *━•⊰❁🌦️༄ ﷽ ༄🌤️❁⊱•━*



(edisi perbedaan ulama tentang boleh dan tidaknya memberikan daging kurban sunnah kurban wajib atau aqiqah kepada orang kafir atau non muslim)

A].*─⃟ꦽ⃟𖧷۪۪‌ᰰ᪇ 💫DASAR AL QUR'AN


*━•⊰❁🌦️ Allah Ta'ala berfirman :

وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا۝

Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.
[QS. Al Insan : 076  Ayat 8].

*━•⊰❁🌦️Imam Al Baghawiy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'ala menjelaskan dalam kitab tafsirnya :

وَهَذَا قَوْلُ الْحَسَنِ وَقَتَادَةَ، أَنَّ الْأَسِيرَ كَانَ مِنْ أَهْلِ الشِّرْكِ، وَفِيهِ دَلِيلٌ عَلَى أَنَّ إِطْعَامَ الْأَسَارَى، وَإِنْ كَانُوا مَنْ أَهْلِ الشِّرْكِ، حَسَنٌ يُرْجَى ثَوَابُهُ
[انظر كتاب معالم التنزيل في تفسير القرآن = تفسير البغوي : ج ٨ ص ٢٩٥ / الانسان / ٩ / للإمام محيي السنة، أبو محمد الحسين بن مسعود البغوي (ت ٥١٠هـ) / الناشر: دار طيبة للنشر والتوزيع، الطبعة: الرابعة، ١٤١٧ هـ - ١٩٩٧ مـ]

Inilah yang dikatakan al-Hasan dan Qatadah, bahwa tawanan itu termasuk orang-orang yan musyrik, dan di dalamnya terdapat dalil bahwa memberi makan para tawanan, meskipun mereka termasuk orang-orang musyrik, adalah baik yang bisa diharapkan pahalanya.
[Lihat Kitab Mu'alimu At Tanzil Fi Tafsiiri Al Qur'an = Tafsir Al Baghawiy : Juz 8 Hal 295. Karya Imam Al Baghawiy Asy Syafi'iy].


B].*─⃟ꦽ⃟𖧷۪۪‌ᰰ᪇ 💫 PENDAPAT ULAMA' MADZHAB


1)• *━•⊰❁🌦️  Menurut Pengikut Madzhab Imam Imam Asy Syafi'iy (عند الشافعية)


a).⊰❁ MUTLAQ TIDAK BOLEH (BAIK DARI  QURBAN SUNAT MAUPUN WAJIB), sebab, hewan kurban adalah jamuan Allah (dhiyafatullah) untuk mereka kaum muslimin yang fakir miskin pada hari raya Idul Adha.

•⊰❁🌦️Sebagaimana keterangan yang terdapat dalam kitab Nihayatul Muhtaj Ila Syarhi Al Minhaj oleh Imam Syamsuddin Ar Ramliy Asy Syafi'iy :

 لَوْ ضَحَّى عَنْ غَيْرِهِ أَوْ ارْتَدَّ فَلَا يَجُوزُ لَهُ الْأَكْلُ مِنْهَا كَمَا لَا يَجُوزُ إطْعَامُ كَافِرٍ مِنْهَا مُطْلَقًا , وَيُؤْخَذُ مِنْ ذَلِكَ امْتِنَاعُ إعْطَاءِ الْفَقِيرِ وَالْمُهْدَى إلَيْهِ مِنْهَا شَيْئًا لِلْكَافِرِ , إذْ الْقَصْدُ مِنْهَا إرْفَاقُ الْمُسْلِمِينَ بِالْأَكْلِ لِأَنَّهَا ضِيَافَةُ اللَّهِ لَهُمْ فَلَمْ يَجُزْ لَهُمْ تَمْكِينُ غَيْرِهِمْ مِنْهُ لَكِنْ فِي الْمَجْمُوعِ أَنَّ مُقْتَضَى الْمَذْهَبِ الْجَوَازُ
[انظر كتاب  نهاية المحتاج إلى شرح المنهاج : ج ٨ ص ١٤١ / كتاب الأضحية / للإمام  شمس الدين محمد بن أبي العباس أحمد بن حمزة شهاب الدين الرملي الشافعي (ت ١٠٠٤هـ) / الناشر: دار الفكر، بيروت، الطبعة: ط أخيرة - ١٤٠٤هـ/١٩٨٤مـ].

“Apabila seseorang berkurban untuk orang lain atau ia menjadi murtad, maka ia tidak boleh memakan daging kurban tersebut sebagaimana tidak boleh memberikan makan dengan daging kurban kepada orang kafir SECARA MUTLAK. Dari sini dapat dipahami bahwa orang fakir atau orang (kaya, pent) diberi yang kurban tidak boleh memberikan sedikitpun kepada orang kafir. Sebab, tujuan dari kurban adalah memberikan belas kasih kepada kaum Muslim dengan memberi makan kepada mereka, karena kurban itu sendiri adalah jamuan Allah untuk mereka. Maka tidak boleh bagi mereka memberikan kepada selain mereka. AKAN TETAPI MENURUT PENDAPAT KETENTUAN MADZHAB SYAFI’I CENDERUNG MEMBOLEHKANYA,”
[Lihat Kitab Nihayatu Al Muhtaj ila Syarhi Al Minhaj : Juz VIII, Hal 141. Karya Imam Syamsuddin Ar Ramliy Asy Syafi'iy].

Pendukung pendapat ini adalah bahwa tujuan kurban itu sendiri adalah untuk menunjukkan belas kasih kepada orang-orang Muslim dengan cara memberi makan kepada mereka. Sebab, hewan kurban adalah jamuan Allah (dhiyafatullah) untuk mereka pada hari raya Idul Adha. Konsekuensi logis dari cara pandangan seperti ini adalah TIDAK DIPERBOLEHKAN MEMBERIKAN DAGINg KURBAN KEPADA NON-MUSLIM.

•⊰❁🌦️Dijelaskan oleh Imam Ibnu Hajar Al Haitamiy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'ala dalam kitabnya  Tuhfatu Al-Muhtaj:

( وَلَهُ ) أَيْ الْمُضَحِّي عَنْ نَفْسِهِ مَا لَمْ يَرْتَدَّ إذْ لَا يَجُوزُ لِكَافِرٍ الْأَكْلُ مِنْهَا مُطْلَقًا وَيُؤْخَذُ مِنْهُ أَنَّ الْفَقِيرَ وَالْمُهْدَى إلَيْهِ لَا يُطْعِمُهُ مِنْهَا وَيُوَجَّهُ بِأَنَّ الْقَصْدَ مِنْهَا إرْفَاقُ الْمُسْلِمِينَ بِأَكْلِهَا فَلَمْ يَجُزْ لَهُمْ تَمْكِينُ غَيْرِهِمْ مِنْهُ
[انظر كتاب تحفة المحتاج في شرح المنهاج : ج ٩ ص ٣٦٣ / كتاب الأضحية / للإمام أحمد بن محمد بن علي بن حجر الهيتمي الشافعي/ الناشر: المكتبة التجارية الكبرى بمصر لصاحبها مصطفى محمد، الطبعة: بدون طبعة، عام النشر: ١٣٥٧ هـ - ١٩٨٣ مـ].

(Dan baginya) yaitu, orang yang berkurban atasnama dirinya sendiri, selama dia tidak murtad, karena orang kafir TIDAK BOLEH MEMAKANNYA SAMA SEKALI (SECARA MUTLAK), yang  diambil dari sembelihannya, dan diambil dari situ bahwa orang miskin dan orang yang diberikan hadiah kepadanya tidak boleh makan darinya, dan niatnya adalah untuk mengikat umat Islam untuk memakannya, maka tidak diperbolehkan bagi mereka untuk memberikan kesempatan/celah kemungkinan orang lain memakannya.
[Lihat Kitab Tuhfatu Al Muhtaj Fi Syarhi Al Minhaj : Juz 9 Hal 363. Karya Imam Ibnu Hajar Al Haitamiy Asy Syafi'iy].


•⊰❁🌦️Disebutkan dalam Kitab Al-Majmu’ Syarhul Muhadzab akan bolehnya memberikan daging KURBAN SUNNAH bukan KURBAN WAJIB kepada kafir dzimmi :

 وَمُقْتَضَى الْمَذْهَبِ أَنَّهُ يَجُوزُ إطْعَامُهُمْ مِنْ أُضْحِيَّةِ التَّطَوُّعِ دُونَ الْوَاجِبَةِ وَاَللَّهُ تَعَالَى أَعْلَمُ .
[انظر كتاب المجموع شرح المهذب ؛ ج ٨ ص ٤٢٥ / باب الأضحية / نذر أضحية بعينها / هل يجوز لولي اليتيم والسفيه أن يضحي عن الصبي والسفيه من مالهما / للامام أبو زكريا محيي الدين بن شرف النووي (ت ٦٧٦ هـ) / الناشر: (إدارة الطباعة المنيرية، مطبعة التضامن الأخوي) - القاهرة، عام النشر:١٣٤٤ - ١٣٤٧ هـ].

Dan ketentuan Madzhab (Asy Syafi'iy) BOLEH memberikan sebagian KURBAN SUNAH kepada kafir Dzimmi yang miskin.
[Lihat Kitab Al Majmu' Syarhu Al Muhadzab Syarhu Al Muhadzab : Juz 8 Hal 425. Karya Imam An Nawawiy Asy Syafi'iy].


•⊰❁🌦️Syaikh Ibrahim Al Baijuriy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'ala menjelaskan dalam kitab Hasyiyyahnya :

ووقع في المجموع جواز إطعام فقراء أهل الذمة من أضحية التطوع دون الواجبة ... (الى ان قال)...

(ولو كانت الأضحية تطوعا) أي سواء كانت واجبة أو تطوعا فهو غاية في عدم صحة بيع شيئ منها حتى جلدها وحرمة جعله أجرة للجزار
[انظر كتاب حاشية الشيخ ابراهيم البيجوري على شرح العلامة ابن القاسم الغزي : ج ٢ ص ٦٢٦ - ٦٢٧ / فصل في أحكام الأضحية / للشيخ ابراهيم البيجوري الشافعي / الناشر : دار الحديث القاهرة - بدون السنة]

Dan terdapat dalam kitab Al Majmu' : atas  DIPERBOLEHKANNYA  untuk memberi makan orang miskin dhimmi dari KURBAN SUNNAH  (sukarela) bukan dari KURBAN WAJIB ...(sampai ia berkata)...

(Ungkapannya Dan jika kurban itu kurban Sunnah), yakni baik kurban wajib atau sunnah sukarela, maka SANGAT TIDAK SAH untuk menjual apa pun darinya, hingga kulitnya, dan HARAMNYA  menjadikan upah bagi tukang potong (jagal).
[Lihat Kitab Hasyiyah Al Baijuri : Juz 2 Hal 626 - 627. Karya Syaikh Ibrahim Al Baijuriy Asy Syafi'iy].

•⊰❁🌦️Syaikh Sayyid Abu Bakr bin Sayyid Muhammad Syatho Ad Dimyathiy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'ala menjelaskan dalam kitabnya
I’anatu Ath Tholibiin :

ويشترط فيهم أن يكونوا من المسلمين. أما غيرهم فلا يجوز إعطاؤهم منها شيئا ... (الى ان قال) ...

(وقوله: يتبرك بأكلها) أي يقصد بأكلها البركة.(قوله: وأن تكون من الكبد) أي والأفضل أن تكون اللقمات من كبد الأضحية،
[انظر كتاب  إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين (هو حاشية على فتح المعين بشرح قرة العين بمهمات الدين) : ج ٢ ص ٣٧٩ / باب الحج / للشيخ السيد أبو بكر (المشهور بالبكري) عثمان بن محمد شطا الدمياطي الشافعي (ت ١٣١٠هـ) / الناشر: دار الفكر للطباعة والنشر والتوريع، الطبعة: الأولى، ١٤١٨ هـ - ١٩٩٧ مـ].

“Dan disyaratkan pada mereka adalah dari orang-orang Islam, adapun selain mereka maka tidak boleh memberikan kepada mereka dari kurban sedikitpun...(sampai ia berkata)...

(Dan ucapannya: Dia akan mencari berkah dengan memakannya) artinya, dengan memakannya, dia menyengaja mencari  berkah.

(Perkataannya: dan itu berasal dari hati) yaitu lebih baik potongan-potongan itu berasal dari hati hewan kurban.
[Lihat Kitab I'anatu Ath Thalibin Syarhu Fathu Al Mu'in : Juz 2 Hal 379. Karya Syaikh Sayyid Abu Bakr Bin Muhammad Syatho Ad Dimyathiy Asy Syafi'iy].


b). ⊰❁ BOLEH JIKA DARI KURBAN SUNNAH, BANGET KEFAKIRANNYA, dan BOLEH memberikan makanan kepada para tawanan, karena hal itu baik, dan pahala bisa diharapkan.

Yang memperbolehkan disyaratkan orang kafirnya harus faqiier sekali jikalau tidak memakannya bisa mati

•⊰❁🌦️Sebagaimana penjelasan Syaikh Sulaiman Al Bujairamiy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'ala dalam kitab Hasyiyyahnya :

لَكِنْ فِي الْمَجْمُوعِ أَنَّ مُقْتَضَى الْمَذْهَبِ الْجَوَازُ وَفِي ع ش عَلَى م ر.

(قَوْلُهُ: كَمَا لَا يَجُوزُ إطْعَامُ كَافِرٍ) دَخَلَ فِي الْإِطْعَامِ مَا لَوْ ضَيَّفَ الْفَقِيرُ أَوْ الْمُهْدَى إلَيْهِ الْغَنِيُّ كَافِرًا فَلَا يَجُوزُ، نَعَمْ لَوْ اضْطَرَّ الْكَافِرُ وَلَمْ يَجِدْ مَا يَدْفَعُ ضَرُورَتَهُ إلَّا لَحْمَ الْأُضْحِيَّةِ فَيَنْبَغِي أَنْ يَدْفَعَ لَهُ مِنْهُ مَا يَدْفَعُ ضَرُورَتَهُ وَيَضْمَنُهُ الْكَافِرُ بِبَدَلِهِ لِلْفُقَرَاءِ وَلَوْ كَانَ الدَّافِعُ لَهُ غَنِيًّا كَمَا لَوْ أَكَلَ الْمُضْطَرُّ طَعَامَ غَيْرِهِ فَإِنَّهُ يَضْمَنُهُ بِالْبَدَلِ، وَلَا تَكُونُ الضَّرُورَةُ مُبِيحَةً لَهُ إيَّاهُ مَجَّانًا (قَوْلُهُ: مُطْلَقًا) أَيْ فَقِيرًا أَوْ غَنِيًّا مَنْدُوبَةٌ أَوْ وَاجِبَةٌ
[انظر كتاب تحفة الحبيب على شرح الخطيب = حاشية البجيرمي على الخطيب : ج ٤ ص ٣٤٠ / كتاب الصيد والذبائح / فصل في الأضحية / للإمام سليمان بن محمد بن عمر البُجَيْرَمِيّ المصري الشافعي (ت ١٢٢١هـ) / الناشر: دار الفكر، تاريخ النشر: ١٤١٥هـ - ١٩٩٥مـ].

Akan tetapi dalam kitab Al Majmu' disebutkan ketentuan Madzhab Asy Syafi'iy adalah BOLEH memberikan daging kurban kepada non-Muslim

"Pendapat yang mengatakan non muslim tidak boleh diberikan qurban, larangan tersebut termasuk juga ketika orang faqir atau orang muslim kaya yang diberikan hadiah daging qurban kedatangan tamu orang kafir maka dilarang memberikan jamuan qurban kepadanya. Tetapi bila orang kafir tersebut bertamu dan ia kelaparan sampai tidak ada makanan untuk menolong nyawanya melainkan daging qurban, maka BOLEH DIBERIKAN KEPADANYA SEUKURAN YANG DAPAT MENOLONG IA AGAR TIDAK MATI. Dan si non muslim tersebut harus memberikan ganti rugi uang sebesar harga daging yang ia makan, sekalipun yang memberikan makan kepadanya orang kaya. Sebagaimana orang yang mengalami dharurat (terpaksa) mencuri atau makan makanan orang lain tanpa izin, maka ia harus berikan ganti rugi (untuk menghalalkannya). Kondisi darurat (terpakasa) yang dialami seseorang tidak begitu saja menjadikan gratis barang yang ia makan. Perkataan kafir dilarang secara mutlak, yang dimaksud kafir adalah seluruhnya baik ia faqir atau kaya. Baik qurban sunnah atau juga qurban wajib.
[Lihat Kitab Hasyiyah Bujairomi Alaa al-Khothib = Tuhfatu Al Habib 'Ala Syarhi Al Khatib : Juz 4 Hal 430. Karya Imam Sulaiman Al Bujairamiy Asy Syafi'iy].

•⊰❁🌦️Imam An Nawawiy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'ala menjelaskan dalam kitabnya Al Majmu' Syarhu Al Muhadzab :

قَالَ ابْنُ الْمُنْذِرِ : أَجْمَعَتْ الْأُمَّةُ عَلَى جَوَازِ إطْعَامِ فُقَرَاءِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ الْأُضْحِيَّةِ ،

و اخْتَلَفُوا فِي إطْعَامِ فُقَرَاءِ أَهْلِ الذِّمَّةِ فَرَخَّصَ فِيهِ الْحَسَنُ الْبَصْرِيُّ وَأَبُو حَنِيفَةَ وَأَبُو ثَوْرٍ وَقَالَ مَالِكٌ غَيْرُهُمْ أَحَبُّ إلَيْنَا وَكَرِهَ مَالِكٌ إعْطَاءَ النَّصْرَانِيِّ جِلْدَ الْأُضْحِيَّةَ أَوْ شَيْئًا مِنْ لَحْمِهَا وَكَرِهَهُ اللَّيْثُ قَالَ فَإِنْ طُبِخَ لَحْمُهَا فَلَا بَأْسَ بِأَكْلِ الذِّمِّيِّ مَعَ الْمُسْلِمِينَ مِنْهُ مَا نَصُّهُ هَذَا كَلَامُ ابْنِ الْمُنْذِر وَلَمْ أَرَ لِأَصْحَابِنَا كَلَامًا فِيهِ وَمُقْتَضَى الْمَذْهَبِ أَنَّهُ يَجُوزُ إطْعَامُهُمْ مِنْ ضَحِيَّةِ التَّطَوُّعِ دُونَ الْوَاجِبَةِ ا هـ
[انظر كتاب المجموع شرح المهذب ؛ ج ٨ ص ٤٢٥ / باب الأضحية / نذر أضحية بعينها / هل يجوز لولي اليتيم والسفيه أن يضحي عن الصبي والسفيه من مالهما / للامام أبو زكريا محيي الدين بن شرف النووي (ت ٦٧٦ هـ) / الناشر: (إدارة الطباعة المنيرية، مطبعة التضامن الأخوي) - القاهرة، عام النشر:١٣٤٤ - ١٣٤٧ هـ].

Ibnu Al Mundzir berkata : Para Ulama' sepakat akan bolehnya memberikan daging kurban kepada orang miskin.

Dan para ulama berbeda pendapat pada masalah memberikan makanan kepada ORANG FAQIR KAFIR DZIMMI (tidak memusuhi Islam). Imam Hasan al-Bashri, Imam Abu Hanifah, Imam Abu Tsaur membolehkan.

Sedangkan imam Malik berkata: Memberikan qurban kepada kaum muslimin aku lebih sukai, imam malik dan imam Laits memakruhkan memberikan kulit atau bagian daging qurban kepada orang Nashrani.

Imam Laist berkata: Bila dagingnya dimasak terlebih dahulu, maka boleh diberikan buat makan kafir dzimmi bersama-sama orang-orang muslim. Pendapat ini dipopulerkan oleh Imam Ibn al-Mundzir, tetapi aku tidak menemukan pengikut mazhab Imam Syafii yang membicarakan hal tersebut. sedangkan pendapat yang selaras dengan mazhab Imam Syafii adalah BOLEH memberikan daging qurban buat non muslim dengan qurban sunnah bukan qurban wajib.”
[[Lihat Kitab Al Majmu' Syarhu Al Muhadzab Syarhu Al Muhadzab : Juz 8 Hal 425. Karya Imam An Nawawiy Asy Syafi'iy].


2)• *━•⊰❁🌦️ Menurut Pengikut Madzhab Imam Abu Hanifah (عند الحنفية)

TIDAK BOLEH mengalokasikan denda kifarat, nadzar, sedekah zakat fitrah, dan daging kurban kepada orang kafir harbi (orang kafir yang memerangi Islam). Dan BOLEH MEMBERIKAN KEPADA KAFIR DZIMMI (kafir yang tidak memerangi orang Islam).


•⊰❁🌦️Imam 'Alauddin Al Kasaniy Al Hanafiy rahimahullahu ta'ala menjelaskan dalam kitabnya Badai'u Ash Shanai' Fi Tartibi Asy Syarai' :

وَرُوِيَ عَنْ أَبِي حَنِيفَةَ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ - أَنَّهُ لَا يَجُوزُ، وَهَذِهِ الرِّوَايَةُ بِقَوْلِ أَصْحَابِنَا - رَحِمَهُمُ اللَّهُ -: أَشْبَهُ فَإِنَّهُمْ قَالُوا: إنَّهُ لَا يَجُوزُ صَرْفُ الْكَفَّارَةِ وَالنَّذْرِ وَصَدَقَةِ الْفِطْرِ وَالْأُضْحِيَّةِ إلَى الْحَرْبِيِّ الْمُسْتَأْمَنِ لِمَا فِيهِ مِنْ الْإِعَانَةِ عَلَى الْحِرَابِ، وَيَجُوزُ صَرْفُهَا إلَى الذِّمِّيِّ؛ لِأَنَّا مَا نُهِينَا عَنْ بِرِّ أَهْلِ الذِّمَّةِ
[انظر كتاب بدائع الصنائعفي ترتيب الشرائع : ج ٧ ص ٣٤١ / فصل في شرائط ركن الوصية / الشرط الذي يرجع إلى الموصى له / للامام علاء الدين، أبو بكر بن مسعود الكاساني الحنفي الملقب بـ «بملك العلماء» (ت ٥٨٧ هـ) ، الطبعة: الأولى ١٣٢٧ - ١٣٢٨ هـ].

Dan diriwayatkan dari Abu Hanifah rahimahullahu  bahwa itu tidak diperbolehkan, dan narasi ini sesuai dengan kata-kata sahabat kita (Hanafiyyah) - rahimahumullahu -:  Mereka berkata: TIDAK BOLEH mengalokasikan denda kifarat, nadzar, sedekah zakat fitrah, dan daging kurban kepada orang kafir harbi (orang kafir yang memerangi Islam) yang diharapkan keamanannya, karena hali itu bisa membantu mereka memerangi (orang Islam). Dan BOLEH MEMBERIKAN KEPADA KAFIR DZIMMI (yang tidak memerangi orang Islam), karena kami tidak dilarang untuk berbuat kebaikan kepada orang-orang kafir dzimmi.
[Lihat Kitab Badai'u Ash Shanai' Fi Tartibi Asy Syarai' : Juz 7 Hal 347. Karya Imam 'Alauddin Al Kasaniy Al Hanafiy].


•⊰❁🌦️Didalam kitab Al-Fatawa Al-'Alamgiriyya atau Al-Fatawa Al-Hindiyya, dijelaskan :

وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ وَيُطْعِمَ مِنْهَا غَيْرَهُ، وَالْأَفْضَلُ أَنْ يَتَصَدَّقَ بِالثُّلُثِ وَيَتَّخِذَ الثُّلُثَ ضِيَافَةً لِأَقَارِبِهِ وَأَصْدِقَائِهِ، وَيَدَّخِرَ الثُّلُثَ، وَيُطْعِمَ الْغَنِيَّ وَالْفَقِيرَ جَمِيعًا، كَذَا فِي الْبَدَائِعِ. وَيَهَبُ مِنْهَا مَا شَاءَ لِلْغَنِيِّ وَالْفَقِيرِ وَالْمُسْلِمِ وَالذِّمِّيِّ، كَذَا فِي الْغِيَاثِيَّةِ.
[انظر كتاب الفتاوى العالمكيرية المعروفة بالفتاوى الهندية : ج ٥ ص ٣٠٠ /  كتاب الأضحية وفيه تسعة أبواب الباب السادس في بيان ما يستحب في الأضحية والانتفاع بها / المؤلف: جماعة من العلماء
برئاسة الشيخ: نظام الدين البرنهابوري البلخي
بأمر السلطان: محمد أورنك زيب عالمكير، الطبعة: الثانية، ١٣١٠ هـ / الناشر: المطبعة الكبرى الأميرية ببولاق مصر - بدون السنة]

“DISUNNAHKAH agar dia memakan sendiri kurbannya dan memberikan kepada orang lain. Yang paling afdhol adalah dia bersedekah dengan sepertiganya, mengambil sepertiganya lagi untuk memberi makan tamu dan keluarganya, dan menyimpan sepertiga lagi. Dia juga boleh memberikannya kepada yang kaya maupun miskin, demikian dari kitab Al-Bada`i’. Atau dia BOLEH MEMBERIKANNYA SEMAUNYA DIA KEPADA ORANG FAKIR DAN KAYA, MUSLIM MAPUN DZIMMI.”
[Lihat kitab Al-Fatawa Al-'Alamgiriyya atau Al-Fatawa Al-Hindiyya, dijelaskan : Juz 5 Hal 300. Disusun Oleh Para Ulama’ India Yang Diketuai Oleh Al-Sheikh Nizam Al-Din Al-Balkhi Dengan Perintah  Sultan Abu Al-muzaffar Muhammad Aurangzeb Alamgiriyya. Ia Adalah Fatwa Yang Berlandaskan Madzhab Hanafiy].


3)• *━•⊰❁🌦️  Menurut Pengikut Madzhab Imam Malik (عند المالكية)

MAKRUH memberikan daging kurban kepada kafir dzimmi ataupun yang lainnya kecuali mereka masih kerabatnya

•⊰❁🌦️Imam Al Kharsyi Al Malikiy rahimahullahu ta'ala menjelaskan dalam kitabnya Syarhu Al Kharsyi 'Ala Mukhtashar Khalil :

الْمَشْهُورُ مِنْ الْمَذْهَبِ أَنَّهُ يُكْرَهُ لِلْمُضَحِّي أَنْ يُطْعِمَ الْكَافِرَ سَوَاءٌ كَانَ ذِمِّيًّا أَوْ غَيْرَهُ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ لِأَنَّهَا قُرْبَةٌ وَلَيْسَ هُوَ مِنْ أَهْلِ الْقُرَبِ وَهَلْ مَحَلُّ الْكَرَاهَةِ أَيْ كَرَاهَةِ إطْعَامِ الْكَافِرِ مِنْهَا إذَا بَعَثَ لَهُ مِنْهَا إلَى مَنْزِلِهِ أَمَّا إنْ كَانَ فِي عِيَالِ الْمُضَحِّي كَالظِّئْرِ وَعَبْدِهِ النَّصْرَانِيِّ أَوْ وَلَدِهِ النَّصْرَانِيِّ فَلَا كَرَاهَةَ وَهُوَ قَوْلُ ابْنِ حَبِيبٍ أَوْ الْكَرَاهَةُ مُطْلَقًا
[انظر كتاب شرح الخرشي على مختصر خليل : ج ٣ ص ٤١ / للامام أبو عبد الله محمد الخرشي المالكي / الناشر: المطبعة الكبرى الأميرية ببولاق مصر، الطبعة: الثانية، ١٣١٧ هـ].

Pandangan mazhab yang terkenal adalah tidak disukainya orang yang menyembelih kurban untuk memberi makan orang kafir, baik dia dzimmi atau orang lain dari kurbannya, karena itu termasuk ibadah dan dia bukan salah satu  dari kerabat

Dan objek makruh yaitu makrooh memberi makan sebagian kepada orang kafir jika sebagian dikirim kepadanya ke rumahnya, tetapi jika ada di antara anak-anak kurban seperti lumbung dan budaknya yang beragama Kristen atau anak laki-lakinya yang beragama Kristen , maka tidak ada makrooh, kata Ibnu Habib atau makruh sama sekali


•⊰❁🌦️Imam Muhammad 'Ulaisy Al Malikiy Fathu Al 'Aliy Al Maliki Fi Fatwa 'Ala Madzhabi Al Imam Malik :

وَمَا فِي الْمُخْتَصَرِ مِنْ كَرَاهَةِ أَكْلِ الْكَافِرِ إلَّا إذَا كَانَ فِي عِيَالِ الْمُضَحِّي،
[انظر كتاب فتح العلي المالك في الفتوى على مذهب الإمام مالك : ج ١ ص ٤٦١ / مسائل الضحية / للإمام محمد بن أحمد بن محمد عليش، أبو عبد الله المالكي (ت ١٢٩٩هـ) / الناشر: دار المعرفة - بدون السنة].

Dan perkara yang berada didalam Al Mukhtashar bahwa orang kafir MAKRUH  makan kecuali dia termasuk keluarga orang yang berkurban.
[Lihat Kitab Fathu Al 'Aliy Al Maliki Fi Fatwa 'Ala Madzhabi Al Imam Malik : Juz 1 Hal 188. Karya Syaikh Muhammad 'Ulaisy Al Malikiy]


•⊰❁🌦️Imam Al Hathab Ar Ru'ainiy Al Malikiy rahimahullahu ta'ala menjelaskan dalam kitabnya Mawahibu Al Jalil Syarhu Mukhtashar Khalil :

قَالَ فِي الْعُتْبِيَّةِ فِي أَوَّلِ رَسْمٍ مِنْ سَمَاعِ أَشْهَبَ مِنْ كِتَابِ الضَّحَايَا: وَسَأَلْتُهُ عَنْ الضَّحِيَّةِ وَالْعَقِيقَةِ أَيُطْعَمُ مِنْهَا أَحَدٌ مِنْ النَّصَارَى أَوْ غَيْرِهِمْ مِمَّنْ عَلَى غَيْرِ الْإِسْلَامِ فَقَالَ: مَا سَمِعْت ذَلِكَ وَأَحَبُّ إلَيَّ أَنْ لَا يُطْعِمَ أَحَدًا مِنْهُمْ شَيْئًا

قَالَ ابْنُ رُشْدٍ: مَضَتْ هَذِهِ الْمَسْأَلَةُ فِي رَسْمِ سُنَّ مِنْ سَمَاعِ ابْنِ الْقَاسِمِ، وَيُشِيرُ بِذَلِكَ لِمَا تَقَدَّمَ عَنْهُ فِي الْأُضْحِيَّة عِنْدَ قَوْلِ الْمُصَنِّفِ وَإِطْعَامُ كَافِرٍ فَرَاجِعْهُ هُنَاكَ وَاَللَّهُ أَعْلَمُ.
[انظر كتاب مواهب الجليل شرح مختصر خليل : ج ٣ ص ٢٥٨ /  العقيقة الثاني وافق يوم عقيقة ولده يوم الأضحى ولا يملك إلا شاة / للامام شمس الدين أبو عبد الله محمد بن محمد بن عبد الرحمن الطرابلسي المغربي، المعروف بالحطاب الرُّعيني المالكي (ت ٩٥٤هـ) / الناشر: دار الفكر، الطبعة: الثالثة، ١٤١٢هـ - ١٩٩٢مـ]

Imam Muhammad Al 'Utbiy Al Malikiy dalam kitabnya Al 'Utbiyyah pada awal resmi dari tatap muka para pendengar Imam Asyhab (Al Malikiy) dari Kitab Dlohaya (sembelihan kurban).

Dan saya bertanya kepadanya : dari masalah kurban dan aqiqah apakah boleh diberikan makanan darinya kepada salah satu orang Nasrani atau selain mereka  dari non-islam?

Ia menjawab : Aku tidak pernah mendengar akan hal itu, dan aku lebih suka apabila TIDAK MEMBERIKAN SEDIKITPUN kepada salah seorangpun dari mereka.

Imam Ibnu Rusyd (Al Malikiy) berkata : Masalah ini sudah lewat sejak pertemuan resmi para pendengar Abul Qasim (Al Malikiy), dan dia mengacu pada apa yang sebelumnya dikatakan tentang kurban menurut ucapan penyusun, dan memberi makan orang kafir, rujukkannya kembali ke sana.
[Lihat Kitab Mawahibu Al Jalil Syarhu Mukhtashar Khalil : Juz 3 Hal 58. Karya Imam Alhathab Ar Ru'ainiy Al Malikiy].


•⊰❁🌦️Imam Al Mawwaq Al Malikiy rahimahullahu ta'ala menjelaskan dalam kitabnya Al Taj Wa Al Iklil Li Mukhtashar Khalil :

ابْنُ الْمَوَّازِ: لَا يَنْبَغِي لِمُسْلِمٍ أَنْ يُمَكِّنَ ذَبِيحَتَهُ مِنْ كِتَابِيٍّ وَإِنْ كَانَ شَرِيكَهُ، فَإِنْ فَعَلَ أُكِلَتْ. انْتَهَى
[انظر كتاب التاج والإكليل لمختصر خليل : ج ٤ ص ٣١٩ - ٣٢٠ / باب الذكاة / شروط الذكاة / للإمام محمد بن يوسف بن أبي القاسم بن يوسف العبدري الغرناطي، أبو عبد الله المواق المالكي (ت ٨٩٧هـ) / الناشر: دار الكتب، الطبعة: الأولى، ١٤١٦هـ-١٩٩٤مـ].

Ibn Al-Mawwaz berkata: Seorang Muslim tidak seyogyanya  membiarkan hewan sembelihannya diberikan kepada kafir kitabi, sekalipun dia  adalah rekannya, dan jika dia melakukannya, maka dimakan.
[Lihat Kitab Al Taj Wa Al Iklil Li Mukhtashar Khalil : Juz 4 Hal 319 - 320. Karya Imam Al Mawwaq Al Malikiy].


4)• *━•⊰❁🌦️Menurut Pengikut Madzhab Imam Ahmad Bin Hanbal (عند الحنابلة)

BOLEH karena berkurban itu merupakan sedekah. Sedangkan tidak ada larangan untuk memberikan sedekah kepada pihak non-Muslim. Namun kebolehan memberikan daging kurban kepada non-Muslim tidak bisa dipahami secara mutlak. Tetapi harus dibaca dalam konteks non-Muslim yang bukan harbi (non-Muslim yang tidak memusuhi orang Islam). Dan bukan kurban wajib, tetapi kurban sunnah.

•⊰❁🌦️Imam Ibnu Qudamah Al Maqdisiy Al Hanbaliy rahimahullahu ta'ala menjelaskan dalam kitabnya Al Mughniy :

 فَصْلٌ : وَيَجُوزُ أَنْ يُطْعِمَ مِنْهَا كَافِرًا .وَبِهَذَا قَالَ الْحَسَنُ ، وَأَبُو ثَوْرٍ ، وَأَصْحَابُ الرَّأْيِ وَقَالَ مَالِكٌ : غَيْرُهُمْ أَحَبُّ إلَيْنَا .وَكَرِهَ مَالِكٌ وَاللَّيْثُ إعْطَاءَ النَّصْرَانِيِّ جِلْدَ الْأُضْحِيَّةِ . وَلَنَا أَنَّهُ طَعَامٌ لَهُ أَكْلُهُ فَجَازَ إطْعَامُهُ لِلذِّمِّيِّ ، كَسَائِرِ طَعَامِهِ ، وَلِأَنَّهُ صَدَقَةُ تَطَوُّعٍ ، فَجَازَ إطْعَامُهَا الذِّمِّيَّ وَالْأَسِيرَ ، كَسَائِرِ صَدَقَةِ التَّطَوُّعِ .فَأَمَّا الصَّدَقَةُ الْوَاجِبَةُ مِنْهَا ، فَلَا يُجْزِئُ دَفْعُهَا إلَى كَافِرٍ لِأَنَّهَا صَدَقَةٌ وَاجِبَةٌ ، فَأَشْبَهَتْ الزَّكَاةَ ، وَكَفَّارَةَ الْيَمِينِ
[انظر كتاب المغني : ج ٩ ص ٤٥٠ /  مسألة الاستحباب أن يأكل ثلث أضحيته ويهدي ثلثها ويتصدق بثلثها / فصل يجوز إطعام الكافر من الأضحية / للإمام أبو محمد عبد الله بن أحمد بن محمد بن قدامة (٥٤١ - ٦٢٠ ه) على مختصر: أبي القاسم عمر بن حسين بن عبد الله بن أحمد الخرقي (المتوفى ٣٣٤ ه) / الناشر: مكتبة القاهرة، الطبعة: الأولى، (١٣٨٨ هـ = ١٩٦٨ مـ) - (١٣٨٩ هـ = ١٩٦٩ مـ)].

(Pasal): DAN BOLEH MEMBERIKAN MAKAN DARI HEWAN KURBAN KEPADA ORANG KAFIR. Inilah pandangan yang yang dikemukakan oleh Al-Hasanul Bashri, Abu Tsaur, dan kelompok rasionalis (ashhabur ra’yi). Imam Malik berkata, ‘Selain mereka (orang kafir) lebih kami sukai’. Menurut Imam Malik dan Al-Laits, makruh memberikan kulit hewan kurban kepada orang Nasrani. Sedang menurut kami, itu adalah makanan yang boleh dimakan karenanya boleh memberikan kepada kafir dzimmi sebagaimana semua makanannya,
[Lihat Kitab Al Mughniy : Juz 9 Hal 450. Karya Imam Ibnu Qudamah Al Maqdisiy Al Hanbaliy].

•⊰❁🌦️Imam Ibnu Najjar Al Fatuhiy Al Hanbaliy rahimahullahu ta'ala menjelaskan dalam kitabnya Muntaha Al Iradat Ma'a Hasyiyyah Ibnu Qa'id :

وَسُنَّ أَنْ يَأْكُلَ مِنْهَا وَيُهْدِيَ وَيَتَصَدَّقُ أَثْلَاثًا حَتَّى مِنْ وَاجِبَةٍ ولِكَافِرٍ مِنْ تَطَوُّعٍ
[انظر كتاب منتهى الإرادات مع حاشية ابن قائد : ج ٢ ص ١٩٦ / كتاب الحج / باب الهدي والأضاحي للإمام تقي الدين محمد بن أحمد الفتوحي الحنبلي الشهير بابن النجار (٩٧٢ هـ) / الناشر: مؤسسة الرسالة، الطبعة: الأولى، ١٤١٩ هـ - ١٩٩٩ مـ].

Dan sunnah baginya memakan dari hewan kurbannya dan memberi sebagai hadiah dan mensedekahkan sepetiganya, hingga  dari kurban wajib DAN UNTUK ORANG KAFIR BOLEH DISEDEKAHI DARI KURBAN SUNNAH (sukarela).
[Lihat Kitab Muntaha Al Iradat Ma'a Hasyiyyah Ibnu Qa'id : Juz 9 Hal 196. Karya Imam Ibnu Najjar Al Fatuhiy Al Hanbaliy].



الإنصاف 4/78-


5)• *━•⊰❁🌦️ Menurut  Harakah Wahhabiy

Boleh memberikan hewan kurban kepada non muslim yang tidak memerangi Islam

•⊰❁🌦️Shalih Al Utsaimin berkata :

يجوز للإنسان أن يعطي الكافر من لحم أضحيته صدقة بشرط أن لا يكون هذا الكافر ممن يقتلون المسلمين فإن كان ممن يقتلونهم فلا يعطى شيئاً

Ibnu Utsaimin  berkata:

 “Seseorang boleh memberikan daging kurbannya kepada orang kafir sebagai sadaqah dengan syarat bahwa orang kafir tersebut bukan orang yang membunuhi kaum muslimin. Jika mereka adalah orang-orang yang suka membunuh kaum muslimin, maka mereka tidak boleh diberikan sedikitpun,

•⊰❁🌦️Ibnu Baz berkata :

" الكافر الذي ليس بيننا وبينه حرب ، كالمستأمن أو المعاهد : يعطى من الأضحية ، ومن الصدقة." انتهى
[انظر "مجموع فتاوى ابن باز" (18/ 48)].

bnu Baz rahimahullah mengatakan, “Orang kafir yang tidak ada antara kita dengan mereka peperangan seperti musta’min (dalam perlindungan) atau mu’ahid (dalam perjanjian dengan Negara Islam). Diberikan dari daging kurban dan dari shodaqah.” Selesai
[Lihat Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, (18/48)].


Selesai dinukil Jum'at Wage malam Sabtu Kliwon

Dikradenan selatan oo3 oo1 Kradenan Srumbung Magelang Jateng 56483

الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات

١٣ ذو القعدة ١٤٤٤ ه‍ـ
٢ يـــــــونــي ٢٠٢٣ مـ


PALING DIMINATI

Kategori

SHALAT (8) HADITS (5) WANITA (5) ADAB DAN HADITS (3) FIQIH HADIST (3) WASHIYYAT DAN FAWAID (3) 5 PERKARA SEBELUM 5 PERKARA (2) AQIDAH DAN HADITS (2) CINTA (2) PERAWATAN JENAZAH BAG VII (2) SIRAH DAN HADITS (2) TAUSHIYYAH DAN FAIDAH (2) TAWAJUHAT NURUL HARAMAIN (2) (BERBHAKTI (1) 11 BAYI YANG BISA BICARA (1) 12 BINATANG YANG MASUK SURGA (1) 25 NAMA ARAB (1) 7 KILOGRAM UNTUK RAME RAME (1) ADAB DAN AKHLAQ BAGI GURU DAN MURID (1) ADAB DAN HADITS (SURGA DIBAWAH TELAPAK KAKI BAPAK DAN IBU) (1) ADAT JAWA SISA ORANG ISLAM ADALAH OBAT (1) AIR KENCING DAN MUNTAHAN ANAK KECIL ANTARA NAJIS DAN TIDAKNYA ANTARA CUKUP DIPERCIKKI AIR ATAU DICUCI (1) AJARAN SUFI SUNNI (1) AKIBAT SU'UDZON PADA GURU (1) AL QUR'AN (1) AMALAN KHUSUS JUMAT TERAKHIR BULAN ROJAB DAN HUKUM BERBICARA DZIKIR SAAT KHUTBAH (1) AMALAN NISFHU SYA'BAN HISTORY (1) AMALAN SUNNAH DAN FADHILAH AMAL DIBULAN MUHARRAM (1) AMALAN TANPA BIAYA DAN VISA SETARA HAJI DAN UMRAH (1) APAKAH HALAL DAN SAH HEWAN YANG DISEMBELIH ULANG? (1) AQIDAH (1) ASAL MULA KAUM KHAWARIJ (MUNAFIQ) DAN CIRI CIRINYA (1) ASAL USUL KALAM YANG DISANGKA HADITS NABI (1) AYAT PAMUNGKAS (1) BELAJAR DAKWAH YANG BIJAK MELALUI BINATANG (1) BERITA HOAX SEJARAH DAN AKIBATNYA (1) BERSENGGAMA ITU SEHAT (1) BERSIKAP LEMAH LEMBUT KEPADA SIAPA SAJA KETIKA BERDAKWAH (1) BIRRUL WALIDAIN PAHALA DAN MANFAATNYA (1) BOLEH SHALAT SUNNAH SETELAH WITIR (1) BOLEHNYA MENDEKTE IMAM DAN MEMBAWA MUSHAF DALAM SHALAT (1) BOLEHNYA MENGGABUNG DUA SURAT SEKALIGUS (1) BOLEHNYA PATUNGAN DAN MEWAKILKAN PENYEMBELIHAN KEPADA KAFIR DZIMMI ATAU KAFIR KITABI (1) BULAN ROJAB DAN KEUTAMAANNYA (1) DAGING KURBAN AQIQAH UNTUK KAFIR NON MUSLIM (1) DAN FAKHR (1) DAN YANG BERHUBUNGAN DENGANNYA) (1) DARIMANA SEHARUSNYA UPAH JAGAL DAN BOLEHKAH MENJUAL DAGING KURBAN (1) DASAR PERAYAAN MAULID NABI (1) DEFINISI TINGKATAN DAN PERAWATAN SYUHADA' (1) DO'A MUSTAJAB (1) DO'A TIDAK MUSTAJAB (1) DOA ASMAUL HUSNA PAHALA DAN FAIDAHNYA (1) DOA DIDALAM SHALAT DAN SHALAT DENGAN SELAIN BAHASA ARAB (1) DOA ORANG MUSLIM DAN KAFIR YANG DIDZALIMI MUSTAJAB (1) DOA SHALAT DLUHA MA'TSUR (1) DONGO JOWO MUSTAJAB (1) DURHAKA (1) FADHILAH RAMADHAN DAN DOA LAILATUL QADAR (1) FAIDAH MINUM SUSU DIAWWAL TAHUN BARU HIJRIYYAH (1) FENOMENA QURBAN/AQIQAH SUSULAN BAGI ORANG LAIN DAN ORANG MATI (1) FIKIH SHALAT DENGAN PENGHALANG (1) FIQIH MADZAHIB (1) FIQIH MADZAHIB HUKUM MEMAKAN SERANGGA (1) FIQIH MADZAHIB HUKUM MEMAKAN TERNAK YANG DIBERI MAKAN NAJIS (1) FIQIH QURBAN SUNNI (1) FUNGSI ZAKAT FITRAH DAN CARA IJAB QABULNYA (1) GAYA BERDZIKIRNYA KAUM CERDAS KAUM SUPER ELIT PAPAN ATAS (1) HADITS DAN ATSAR BANYAK BICARA (1) HADITS DLO'IF LEBIH UTAMA DIBANDINGKAN DENGAN PENDAPAT ULAMA DAN QIYAS (1) HALAL BI HALAL (1) HUKUM BERBUKA PUASA SUNNAH KETIKA MENGHADIRI UNDANGAN MAKAN (1) HUKUM BERKURBAN DENGAN HEWAN YANG CACAT (1) HUKUM BERSENGGAMA DIMALAM HARI RAYA (1) HUKUM DAN HIKMAH MENGACUNGKAN JARI TELUNJUK KETIKA TASYAHUD (1) HUKUM FAQIR MISKIN BERSEDEKAH (1) HUKUM MEMASAK DAN MENELAN IKAN HIDUP HIDUP (1) HUKUM MEMELIHARA MENJUALBELIKAN DAN MEMBUNUH ANJING (1) HUKUM MEMUKUL DAN MEMBAYAR ONGKOS UNTUK PENDIDIKAN ANAK (1) HUKUM MENCIUM MENGHIAS DAN MENGHARUMKAN MUSHAF AL QUR'AN (1) HUKUM MENGGABUNG NIAT QODLO' ROMADLAN DENGAN NIAT PUASA SUNNAH (1) HUKUM MENINGGALKAN PUASA RAMADLAN MENURUT 4 MADZHAB (1) HUKUM MENYINGKAT SHALAWAT (1) HUKUM PUASA SYA'BAN (NISHFU SYA'BAN (1) HUKUM PUASA SYAWWAL DAN HAL HAL YANG BERHUBUNGAN DENGANNYA (1) HUKUM PUASA TARWIYYAH DAN 'ARAFAH BESERTA KEUTAMAAN - KEUTAMAANNYA (1) HUKUM SHALAT IED DIMASJID DAN DIMUSHALLA (1) HUKUM SHALAT JUM'AT BERTEPATAN DENGAN SHALAT IED (1) IBADAH JIMA' (BERSETUBUH) DAN MANFAAT MANFATNYA (1) IBADAH TERTINGGI PARA PERINDU ALLAH (1) IBRANI (1) IMAM YANG CERDAS YANG FAHAM MEMAHAMI POSISINYA (1) INDONESIA (1) INGAT SETELAH SALAM MENINGGALKAN 1 ATAU 2 RAKAAT APA YANG HARUS DILAKUKAN? (1) ISLAM (1) JANGAN GAMPANG MELAKNAT (1) JUMAT DIGANDAKAN 70 KALI BERKAH (1) KAIFA TUSHLLI (XX) - (1) KAIFA TUSHOLLI (III) - MENEPUK MENARIK MENGGESER DALAM SHALAT SETELAH TAKBIRATUL IHRAM (1) KAIFA TUSHOLLI (XV) - SOLUSI KETIKA LUPA DALAM SHALAT JAMAAH FARDU JUM'AH SENDIRIAN MASBUQ KETINGGALAN (1) KAIFA TUSHOLLI (I) - SAHKAH TAKBIRATUL IHROM DENGAN JEDA ANTARA KIMAH ALLAH DAN AKBAR (1) KAIFA TUSHOLLI (II) - MENEMUKAN SATU RAKAAT ATAU KURANG TERHITUNG MENEMUKAN SHALAT ADA' DAN SHALAT JUM'AT (1) KAIFA TUSHOLLI (IV) - SOLUSI KETIKA LUPA MELAKUKAN SUNNAH AB'ADH DAN SAHWI BAGI IMAM MA'MUM MUNFARID DAN MA'MUM MASBUQ (1) KAIFA TUSHOLLI (IX) - BASMALAH TERMASUK FATIHAH SHALAT TIDAK SAH TANPA MEMBACANYA (1) KAIFA TUSHOLLI (V) - (1) KAIFA TUSHOLLI (VI) - TAKBIR DALAM SHALAT (1) KAIFA TUSHOLLI (VII) - MENARUH TANGAN BERSEDEKAP MELEPASKANNYA ATAU BERKACAK PINGGANG SETELAH TAKBIR (1) KAIFA TUSHOLLI (VIII) - BACAAN FATIHAH DALAM SHOLAT (1) KAIFA TUSHOLLI (XI) - LOGAT BACAAN AMIN SELESAI FATIHAH (1) KAIFA TUSHOLLI (XII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XIV) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XIX) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XVI) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XVII) - BACAAN TASBIH BAGI IMAM MA'MUM DAN MUNFARID KETIKA RUKU' (1) KAIFA TUSHOLLI (XVIII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XX1V) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXI) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXIII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXIX) - BACAAN SALAM SETELAH TASYAHUD MENURUT PENDAPAT ULAMA' MADZHAB MENGUSAP DAHI ATAU WAJAH DAN BERSALAM SALAMAN SETELAH SHALAT DIANTARA PRO DAN KONTRA (1) KAIFA TUSHOLLI (XXV) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXVI) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXVII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXVIII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXX) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXXI) - DZIKIR JAHRI (KERAS) MENURUT ULAMA' MADZHAB (1) KAIFA TUSHOLLI (XXXII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (x) - (1) KEBERSIHAN DERAJAT TINGGI DALAM SHALAT (1) KEMATIAN ULAMA' DAN AKIBATNYA (1) KEPADA ORANGTUA (1) KESUNNAHAN TAHNIK/NYETAKKI ANAK KECIL (1) KETIKA ORANG ALIM SAMA DENGAN ANJING (1) KEUTAMAAN ILMU DAN ADAB (1) KEWAJIBAN SABAR DAN SYUKUR BERSAMAAN (1) KHUTBAH JUM'AT DAN YANG BERHUBUNGAN (1) KIFARAT SUAMI YANG MENYERUBUHI ISTRI DISIANG BULAN RAMADHAN (1) KISAH INSPIRATIF AHLU BAIT (SAYYIDINA IBNU ABBAS) DAN ULAMA' BESAR (SAYYIDINA ZAID BIN TSABIT) (1) KISAH PEMABUK PINTAR YANG MEMBUAT SYAIKH ABDUL QADIR AL JAILANIY MENANGIS (1) KRETERIA UCAPAN SUNNAH MENJAWAB KIRIMAN SALAM (1) KULLUHU MIN SYA'BAN (1) KURBAN DAN AQIQAH UNTUK MAYYIT (1) LARANGAN MENYINGKAT SHALAWAT NABI (1) LEBIH UTAMA MANA GURU DAN ORANGTUA (1) MA'MUM BOLEH MEMBENARKAN BACAAN IMAM DAN WAJIB MEMBENARKAN BACAAN FATIHAHNYA (1) MA'MUM MEMBACA FATIHAH APA HUKUMNYA DAN KAPAN WAKTUNYA? (1) MACAM DIALEK AAMIIN SETELAH FATIHAH (1) MACAM MACAM NIAT ZAKAT FITRAH (1) MAKAN MINUM MEMBUNUH BINATANG BERBISA MEMAKAI PAKAIAN BERGAMBAR DAN MENJAWAB PANGGILAN ORANGTUA DALAM SHALAT (1) MALAIKAT SETAN JIN DAPAT DILIHAT SETELAH MENJELMA SELAIN ASLINYA (1) MELAFADZKAN NIAT NAWAITU ASHUMU NAWAITU USHALLI (1) MELEPAS TALI POCONG DAN MENEMPELKAN PIPI KANAN MAYYIT KETANAH (1) MEMBAYAR FIDYAH BAGI ORANG ORANG YANG TIDAK MAMPU BERPUASA (1) MEMPERBANYAK DZIKIR SAMPAI DIKATAKAN GILA/PAMER (1) MENDIRIKAN SHALAT JUM'AT DALAM SATU DESA KARENA KAWATIR TERSULUT FITNAH DAN PERMUSUHAN (1) MENGAMBIL UPAH DALAM IBADAH (1) MENGHADIAHKAN MITSIL PAHALA AMAL SHALIH KEPADA NABI ﷺ (1) MENGIRIM MITSIL PAHALA KEPADA YANG MASIH HIDUP (1) MERAWAT JENAZAH MENURUT QUR'AN HADITS MADZAHIB DAN ADAT JAWS (1) MUHASABATUN NAFSI INTEROPEKSI DIRI (1) MUTIARA HIKMAH DAN FAIDAH (1) Manfaat Ucapan Al Hamdulillah (1) NABI DAN RASUL (1) NIAT PUASA SEKALI UNTUK SEBULAN (1) NISHFU AKHIR SYA'BAN (1) ORANG GILA HUKUMNYA MASUK SURGA (1) ORANG SHALIHPUN IKUT TERKENA KESULITAN HUJAN DAN GEMPA BUMI (1) PAHALA KHOTMIL QUR'AN (1) PENIS DAN PAYUDARA BERGERAK GERAK KETIKA SHALAT (1) PENYELEWENGAN AL QUR'AN (1) PERAWATAN JENAZAH BAG I & II & III (1) PERAWATAN JENAZAH BAG IV (1) PERAWATAN JENAZAH BAG V (1) PERAWATAN JENAZAH BAG VI (1) PREDIKSI LAILATUL QADAR (1) PUASA SUNNAH 6 HARI BULAN SYAWAL DISELAIN BULAN SYAWWAL (1) PUASA SYAWWAL DAN PUASA QADLO' (1) QISHOH ISLAMI (1) RAHASIA BAPAK PARA NABI DAN PILIHAN PARA NABI DALAM TASYAHUD SHALAT (1) RAHASIA HURUF DHOD PADA LAMBANG NU (1) RESEP MENJADI WALI (1) SAHABAT QULHU RADLIYYALLAHU 'ANHUM (1) SANAD SILSILAH ASWAJA (1) SANG GURU ASLI (1) SEDEKAH SHALAT (1) SEDEKAH TAK SENGAJA (1) SEJARAH TAHNI'AH (UCAPAN SELAMAT) IED (1) SERBA SERBI PENGGUNAAN INVENTARIS MASJID (1) SETIAP ABAD PEMBAHARU ISLAM MUNCUL (1) SHADAQAH SHALAT (1) SHALAT DAN FAIDAHNYA (1) SHALAT IED DIRUMAH KARENA SAKIT ATAU WABAH (1) SHALAT JUM'AT DISELAIN MASJID (1) SILSILAH SYAIKH JUMADIL KUBRA TURGO JOGJA (1) SIRAH BABI DAN ANJING (1) SIRAH DAN FAIDAH (1) SIRAH DZIKIR BA'DA MAKTUBAH (1) SIRAH NABAWIYYAH (1) SIRAH NIKAH MUT'AH DAN NIKAH MISYWAR (1) SIRAH PERPINDAHAN QIBLAT (1) SIRAH THAHARAH (1) SIRAH TOPI TAHUN BARU MASEHI (1) SUHBAH HAQIQAH (1) SUM'AH (1) SUNNAH MENCERITAKAN NIKMAT YANG DIDAPAT KEPADA YANG DIPERCAYA TANPA UNSUR RIYA' (1) SURGA IMBALAN YANG SAMA BAGI PENGEMBAN ILMU PENOLONG ILMU DAN PENYEBAR ILMU HALAL (1) SUSUNAN MURAQIY/BILAL SHALAT TARAWIH WITIR DAN DOA KAMILIN (1) SYAIR/DO'A BAGI GURU MUROBBI (1) SYAIR/DO'A SETELAH BERKUMPUL DALAM KEBAIKKAN (1) SYARI'AT DARI BID'AH (1) TA'JIL UNIK LANGSUNG BERSETUBUH TANPA MAKAN MINUM DAHULU (1) TAAT PADA IMAM ATAU PEMERINTAH (1) TAKBIR IED MENURUT RASULULLAH DAN ULAMA' SUNNI (1) TALI ALLAH BERSATU DAN TAAT (1) TATACARA SHALAT ORANG BUTA ATAU BISU DAN HUKUM BERMAKMUM KEPADA KEDUANYA (1) TEMPAT SHALAT IED YANG PALING UTAMA AKIBAT PANDEMI (WABAH) CORONA (1) TIDAK BOLEH KURBAN DENGAN KUDA NAMUN HALAL DIMAKAN (1) TREND SHALAT MEMAKAI SARUNG TANGAN DAN KAOS KAKI DAN HUKUMNYA (1) T̳I̳P̳ ̳C̳E̳P̳E̳T̳ ̳J̳A̳D̳I̳ ̳W̳A̳L̳I̳ ̳A̳L̳L̳O̳H̳ (1) UCAPAN HARI RAYA MENURUT SUNNAH (1) UCAPAN NATAL ANTARA YANG PRO DAN KONTRA (1) ULANG TAHUN RASULILLAH (1) URUTAN SILSILAH KETURUNAN ORANG JAWA (1) Ulama' Syafi'iyyah Menurut Lintas Abadnya (1) WAJIB BERMADZHAB UNTUK MENGETAHUI MATHLA' TEMPAT MUNCULNYA HILAL (1) YAUMU SYAK) (1) ZAKAT DIBERIKAN SEBAGAI SEMACAM MODAL USAHA (1) ZAKAT FITRAH 2 (1) ZAKAT FITRAH BISA UNTUK SEMUA KEBAIKKAN DENGAN BERBAGAI ALASAN (1)
Back To Top