Bismillahirrohmaanirrohiim

Tampilkan postingan dengan label MENDIRIKAN SHALAT JUM'AT DALAM SATU DESA KARENA KAWATIR TERSULUT FITNAH DAN PERMUSUHAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MENDIRIKAN SHALAT JUM'AT DALAM SATU DESA KARENA KAWATIR TERSULUT FITNAH DAN PERMUSUHAN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Juli 2023

جَوَازُ تعدُّدُ الجُمعَةِ بِأَنْ يَكُونَ بَيْنَ أَهْلِ الْبَلَدِ عَدَاوَةٌ، فَيُخْشَى إثَارَةُ الْفِتْنَةِ بِاجْتِمَاعِهِمْ فِي مَسْجِدٍ وَاحِدٍ | BOLEHNYA MENDIRIKAN BEBERAPA JUM'AT DISATU TEMPAT SEBAB PENDUDUKNYA SALING BERMUSUHAN



.*╾╌╌─⃟ꦽ⃟𖧷۪۪‌ᰰ᪇ 💫﷽💫᪇𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟  ─╌╌╸*


(edisi shalat jum'at bermasalah gara gara hal yang tidak penting yang seharusnya tidak terjadi diantara orang orang yang tuhanya sama nabinya sama kiblatnya sama shalat puasanya sama)


.   人

. (___)

. ┃口┃

. ┃口┃

. ┃口┃

. ┃口┃.      人.            

. ┃口┃. .-:'''"''";-.  人

. ┃口┃(*(*(*|*)*))(__)

  ┃ - ┃║∩∩∩║. |口||┃

. ┃┃┃┃┃┃┃┃┃┃. |三||┃

. ┃┃┃┃┃┃┃┃┃┃. |三||┃



A].*─⃟ꦽ⃟𖧷۪۪‌ᰰ᪇ 💫DASAR HADITS


حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْ :


مَا خُيِّرَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ بَيْنَ أَمْرَيْنِ قَطُّ إِلَّا أَخَذَ أَيْسَرَهُمَا مَا لَمْ يَكُنْ إِثْمًا فَإِنْ كَانَ إِثْمًا كَانَ أَبْعَدَ النَّاسِ مِنْهُ وَمَا انْتَقَمَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ لِنَفْسِهِ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلَّا أَنْ تُنْتَهَكَ حُرْمَةُ اللَّهِ فَيَنْتَقِمَ بِهَا لِلَّهِ

[رواه البخاري / كتاب الأدب / باب قول النبي ﷺ يسروا ولا تعسروا / حديث رقم: ٦١٢٦].


Telah menceritakan kepada kami : 'Abdullah bin Maslamah. Dari Malik. Dari Ibnu Syihab. Dari 'Urwah. Dari 'Aisyah  radliyyAllahu 'anha bahwa beliau berkata; 


_*"Tidaklah Rasulullah ﷺ merasa bingung terhadap dua pilihan melainkan beliau akan memilih perkara yang lebih mudah (ringan) selama hal itu tidak mengandung dosa. Jika perkara itu mengandung dosa, maka beliau adalah orang yang paling menjauhkan diri dari padanya. Dan tidaklah Rasulullah ﷺ marah terhadap suatu perkara, melainkan bila beliau melihat larangan Allah dilanggar, maka beliau akan marah karena Allah."*_

[HR. Bukhari No. Hadits: 6126] 



*─⃟ꦽ⃟𖧷۪۪‌ᰰ᪇ 💫DASAR HADITS SHALAT JUM'AT SAH HANYA DIIKUTI OLEH 12 ORANG


حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ كِلَاهُمَا عَنْ جَرِيرٍ قَالَ عُثْمَانُ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ حُصَيْنِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ : 


أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ كَانَ يَخْطُبُ قَائِمًا يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَجَاءَتْ عِيرٌ مِنْ الشَّامِ فَانْفَتَلَ النَّاسُ إِلَيْهَا حَتَّى لَمْ يَبْقَ إِلَّا اثْنَا عَشَرَ رَجُلًا فَأُنْزِلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ الَّتِي فِي الْجُمُعَةِ { وَإِذَا رَأَوْا تِجَارَةً أَوْ لَهْوًا انْفَضُّوا إِلَيْهَا وَتَرَكُوكَ قَائِمًا } و حَدَّثَنَاه أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ إِدْرِيسَ عَنْ حُصَيْنٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ قَالَ وَرَسُولُ اللَّهِ ﷺ  يَخْطُبُ وَلَمْ يَقُلْ قَائِمًا

[رواه مسلم / كتاب الجمعة / باب في قوله تعالى: {وإذا رأوا تجارة أو لهوا انفضوا إليها وتركوك قائما}  / حديث رقم: ١٩٩٧].


Telah menceritakan kepada kami : Utsman bin Abu Syaibah dan Ishaq bin Ibrahim  keduanya dari Jarir - [Utsman] berkata- :  Telah menceritakan kepada kami : Jarir. Dari Hushain bin Abdurrahman. Dari Salim bin Abul Ja'd.  Dari Jabir bin Abdullah radliyyAllahu 'anhu :  


_*"Bahwa Nabi ﷺ  menyampaikan khutbah dengan berdiri pada hari Jum'at, tiba-tiba datanglah suatu Kafilah dagang dari negeri Syam; maka jama'ah pun berlarian menjemput Kafilah itu, hingga yang tinggal di Masjid hanya 12 orang lagi. Maka diturunkanlah ayat ini (yakni pada surat Al Jumu'ah): "Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhutbah)." {QS. Al Jum'ah : 11}*_


Dan telah menceritakan kepada kami : Abu Bakar bin Abu Syaibah. Telah menceritakan kepada kami : Abdullah bin Idris. Dari Hushain  dengan isnad ini, ia berkata; Rasulullah ﷺ  berkhutbah. -ia tidak mengatakan; berdiri.

[HR. Muslim No. Hadits : 1997] 



*─⃟ꦽ⃟𖧷۪۪‌ᰰ᪇ Imam Abu Zakariyya Muhyiddin An Nawawiy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'ala menjelaskan dalam kitabnya Al Minhaj Syarhu Shahih Muslim Ibnu Al Hajjaj : 


وَفِيهِ دَلِيلٌ لِمَالِكٍ وَغَيْرِهِ مِمَّنْ قَالَ تَنْعَقِدُ الْجُمُعَةُ بِاثْنَيْ عَشَرَ رَجُلًا 


وَأَجَابَ أَصْحَابُ الشَّافِعِيِّ وَغَيْرُهُمْ مِمَّنْ يَشْتَرِطُ أَرْبَعِينَ بِأَنَّهُ مَحْمُولٌ عَلَى أَنَّهُمْ رَجَعُوا أَوْ رَجَعَ مِنْهُمْ تَمَامُ أَرْبَعِينَ فَأَتَمَّ بِهِمُ الْجُمُعَةَ  " انتهى.

[انظر كتاب المنهاج شرح صحيح مسلم ابن الحجاج : ج ٦ ص ١٥١ /  كتاب الجمعة يقال بضم الميم وإسكانها وفتحها حكاهن / للامام أبو زكريا محيي الدين يحيى بن شرف النووي الشافعي (ت ٦٧٦هـ) / الناشر: دار إحياء التراث العربي - بيروت، الطبعة: الثانية، ١٣٩٢ ه‍ـ].


Didalamnya menunjukkan dalil bagi Imam Malik dan selainnya yang mengatakan bahwa jamaah Jum'at SAH  diadakan dengan 12  orang laki-laki.


Dan para sahabat Asy Syafi'iy dan selain mereka menjawab, dari orang yang menetapkan 40 orang,  bahwa harus dipahami bahwa mereka telah kembali (kemasjid) atau semuanya telah kembali genap 40 orang, maka beliau  menyelesaikan shalat  Jumat bersama mereka (yang tadinya tinggal 12 orang  kembali utuh menjadi 40 orang).

[Lihat Kitab Al Minhaj Syarhu Shahih Muslim Ibnu Al Hajjaj ; Juz 6 Hal 151. Karya Imam Abu Zakariyya Muhyiddin An Nawawiy Asy Syafi'iy].


*─⃟ꦽ⃟𖧷۪۪‌ᰰ᪇ Imam Ibnu Rajab Al Hanbaliy rahimahullahu ta'ala menjelaskan dalam kitabnya Fathu Al Bari Syarhu Shahih Al Bukhariy : 


وَقَدِ اسْتَدَلَّ الْبُخَارِيُّ وَخَلْقٌ مِنَ الْعُلَمَاءِ عَلَى أَنَّ النَّاسَ إِذَا نَفَرُوا عَنِ الْإِمَامِ، وَهُوَ يَخْطُبُ لِلْجُمْعَةِ، وَصَلَّى الْجُمْعَةَ بِمَنْ بَقِيَ، جَازَ ذَلِكَ، وَصَحَّتْ جُمْعَتُهُمْ. 


وَهَذَا يَرْجِعُ إِلَى أَصْلٍ مُخْتَلَفٍ فِيهِ، وَهُوَ: الْعَدَدُ الَّذِي تَنْعَقِدُ بِهِ الْجُمْعَةُ ، وَقَدِ اخْتُلِفَ فِي ذَلِكَ:  ....(إلى أن قال)....


وَإِذَا تَقَرَّرَ هَذَا الْأَصْلُ، فَمَنْ قَالَ: إِنَّ الْجُمْعَةَ تَنْعَقِدُ بِاثْنَيْ عَشَرَ رَجُلًا أَوْ بِدُونِهِمْ، فَلَا إِشْكَالَ عِنْدَهُ فِي مَعْنَى حَدِيثِ جَابِرٍ ؛ فَإِنَّهُ يَحْمِلُهُ عَلَى أَنَّ النَّبِيَّ -ﷺ- صَلَّى الْجُمْعَةَ بِمَنْ بَقِيَ مَعَهُ، وَصَحَّتْ جُمْعَتُهُمْ. 


وَمَنْ قَالَ: لَا تَصِحُّ الْجُمْعَةُ بِدُونِ أَرْبَعِينَ، فَإِنَّهُ يُشْكِلُ عَلَيْهِ حَدِيثُ جَابِرٍ . 


وَقَدْ أَجَابَ بَعْضُهُمْ: بِأَنَّ الصَّحِيحَ أَنَّهُمُ انْفَضُّوا، وَهُوَ فِي الْخُطْبَةِ. قَالَ: فَيُحْتَمَلُ أَنَّهُمْ رَجَعُوا قَبْلَ الصَّلَاةِ، أَوْ رَجَعَ مَنْ تَمَّ بِهِ الْأَرْبَعُونَ، فَجَمَعَ بِهِمْ. انتهى.

[انظر كتاب فتح الباري شرح صحيح البخاري : ج ٨ ص ٣١٠ و ٣١٣ /  كتاب الجمعة / ٣٨- باب إذا نفر الناس عن الإمام في صلاة الجمعة فصلاة الإمام ومن بقي تامة / للامام 


Imam Al-Bukhariy (Asy Syafi'iy) dan sebagian dari ulama mengambil dalil bahwa jika orang lari keluar dari imam ketika dia sedang berkhotbah untuk shalat Jumat, dan dia memimpin shalat Jumat dengan orang-orang yang tetap (tersisa), HAL ITU DIPERBOLEHKAN, dan SHALAT JUMAT MEREKA SAH.


Hal ini kembali pada  asal yang berbeda, yaitu: jumlah bilangan yang bisa mengesahkan shalat Jumat, dan mereka berbeda dengan semua itu ...(sampai ia berkata)...


Dan jika prinsip ini tetap, maka orang yang mengatakan: Shalat Jum'at SAH  dengan 12 orang atau kurang, maka tidak ada masalah baginya dengan makna hadits Jaber; Hal ini didasarkan pada fakta bahwa Nabi ﷺ shalat Jumat bersama orang-orang yang tersisa tinggal bersama beliau ﷺ,  DAN SHALAT MEREKA SAH. 


Dan orang yang  berkata: TIDAK SAH SHALAT JUM'ATNYA KURANG DARI 40 ORANG, dan hal tersebut juga berdasarkan Hadits Jabir.


Dan sebagian merespon : BAHWA YANG BENAR, mungkin saja mereka kembali sebelum shalat Jum'at, saat beliau ﷺ berkhutbah. Dia berkata : kemungkinan mereka kembali sebelum shalat, atau seseorang kembali yang dengannya genap  menjadi 40 orang dan bergabung dengan mereka.

[Lihat Kitab Fathu Al Bari Syarhu Shahih Al Bukhariy : Juz 8 Hal 310 & 313. Karya Imam Ibnu Rajab Al Hanbaliy].



B].*─⃟ꦽ⃟𖧷۪۪‌ᰰ᪇ 💫 PENDAPAT ULAMA' MADZHAB


1)• 💫᪇𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟    Menurut Pengikut Madzhab Imam Abu Hanifah (عند الحنفية)


BOLEH DAN SAH jika sulit berkumpulnya karena luasnya kota


᪇𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟    Imam Ibnu Hubairah Al Hanbaliy rahimahullahu ta'ala menjelaskan tentang pendapat pengikut Imam Abu Hanifah : 


قَالَ الطَّحَاوِيّ: وَالصَّحِيح من مَذْهَبنَا أَنه لَا يجوز إِقَامَة الْجُمُعَة فِي أَكثر من مَوضِع وَاحِد من الْمصر إِلَّا أَن يشق الِاجْتِمَاع لكبر الْمصر فَيجوز فِي موضِعين، وَإِن دعت الْحَاجة إِلَى أَكثر جَازَ.

[انظر كتاب اختلاف الأئمة العلماء : ج ١ ص ١٥٧ - ١٥٨ / وقراءة آية والموعظة وعن مالك روايتان كالمذهبين وقال اللغويون الخطبة مشتقة من المخاطبة /  يحيى بن (هُبَيْرَة بن) محمد بن هبيرة الذهلي الشيبانيّ، أبو المظفر، عون الدين (ت ٥٦٠ هـ) / الناشر: دار الكتب العلمية - لبنان بيروت، الطبعة: الأولى، ١٤٢٣ هـ - ٢٠٠٢ مـ]  


Imam Ath Thahawiy (Al Hanafiy) berkata :


Dan pendapat Madzhab kami (Hanafiyyah) yang benar adalah bahwa tidak boleh melaksanakan shalat Jum'at lebih dari satu di satu tempat di sebuah kota, kecuali jamaahnya sulit berkumpul karena luasnya kota, maka diperbolehkan di dua tempat, dan jika diperlukan lebih dari satu tempat, maka  DIPERBOLEHKAN. .

[Lihat Kitab Ikhtilafu Al A'immati Al 'Ulama' : Juz 1 Hal 157. Karya Imam Ibnu Hubairah Al Hanbaliy].



᪇𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟    Imam As Sarkhasiy Al Hanafiy rahimahullahu ta'ala menjelaskan dalam kitabnya Al Mabsuth :


وَاخْتَلَفَتْ الرِّوَايَاتُ فِي إقَامَةِ الْجُمُعَةِ فِي مَوْضِعَيْنِ فِي مِصْرٍ وَاحِدٍ فَالصَّحِيحُ مِنْ قَوْلِ أَبِي حَنِيفَةَ وَمُحَمَّدٍ رَحِمَهُمَا اللَّهُ تَعَالَى أَنَّهُ يَجُوزُ إقَامَةُ الْجُمُعَةِ فِي مِصْرٍ وَاحِدٍ فِي مَوْضِعَيْنِ وَأَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ 


وَعَنْ أَبِي يُوسُفَ - رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى - فِيهِ رِوَايَتَانِ : 


فِي إحْدَى الرِّوَايَتَيْنِ : تَجُوزُ فِي مَوْضِعَيْنِ وَلَا تَجُوزُ فِي أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ 


وَفِي الرِّوَايَةِ الْأُخْرَى : لَا يَجُوزُ إقَامَةُ الْجُمُعَةِ فِي مِصْرٍ وَاحِدٍ فِي مَوْضِعَيْنِ إلَّا أَنْ يَكُونَ فِي وَسَطِ الْمِصْرِ نَهْرٌ عَظِيمٌ كَمَا هُوَ بِبَغْدَادَ فَحِينَئِذٍ يَكُونُ كُلُّ جَانِبٍ فِي حُكْمٍ مِصْرٍ عَلَى حِدَةٍ 

[انظر كتاب المبسوط : ج ٢ ص ١٢٠ / كتاب الصلاة / باب الجمعة / للامام محمد بن أحمد بن أبي سهل شمس الأئمة السرخسي الحنفي (ت ٤٨٣ هـ) / الناشر: مطبعة السعادة - مصر, بدون السنة].


Dan riwayat berbeda tentang mendirikan shalat Jumat dalam  dua tempat di satu kota, maka yang benar dari perkataan Imam Abu Hanifah dan Muhammad, (semoga Tuhan Yang Maha Esa merahmati mereka), adalah bahwa DIPERBOLEHKAN mendirikan shalat Jumat di satu kota pada dua tempat, dan boleh lebih dari itu. 


Dan dari Abu Yusuf (sahabat Imam Abu Hanifah) rahimahullahu, ada dua riwayat didalamnya .Di dalamnya ada dua riwayat, 


Di salah satu riwayat DIBOLEHKAN di dua tempat dan tidak boleh lebih dari itu, 


Dan di riwayat yang lain tidak boleh menyelenggarakan shalat Jumat dalam  satu kota di dua tempat kecuali ada sungai besar di tengah-tengah kota  seperti halnya di kota  Baghdad, maka masing-masing pihak dalam hukum kota menjadi  terpisah-pisah.

[Lihat Kitab Al Mabsuth : Juz 2 Hal 120. Karya Imam As Sarkhasiy Al Hanafiy].


᪇𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟    Imam Ibnu 'Abidin Al Hanafiy rahimahullahu ta'ala menjelaskan dalam kitabnya Raddu Al Muhtar 'Ala Ad Durri Al Mukhtar : 


(وَتُؤَدَّى فِي مِصْرٍ وَاحِدٍ بِمَوَاضِعَ كَثِيرَةٍ) مُطْلَقًا على المذهب، وعليه الفتوى ... (قَوْلُهُ دَفْعًا لِلْحَرَجِ)...لِأَنَّ فِي إلْزَامِ اتِّحَادِ الْمَوْضِعِ حَرَجًا بَيِّنًا لِاسْتِدْعَائِهِ تَطْوِيلَ الْمَسَافَةِ عَلَى أَكْثَرِ الْحَاضِرِينَ وَلَمْ يُوجَدْ دَلِيلُ عَدَمِ جَوَازِ التَّعَدُّدِ 

[انظر كتاب حاشية ابن عابدين = رد المحتار : ج ٢ ص ٢٤٥ / كتاب الصلاة / باب باب الجمعة / للامام محمد أمين، الشهير بابن عابدين الحنفي [ت ١٢٥٢ هـ] / الناشر: شركة مكتبة ومطبعة مصطفى البابي الحلبي وأولاده بمصر، الطبعة: الثانية ١٣٨٦ هـ = ١٩٦٦ مـ].


Dan itu boleh  dilakukan di satu kota, pada banyak tempat, secara  mutlak menurut Madzhab (Hanafiyyah), dan atasnya memiliki fatwa ... (untuk menghindari kesukaran)... karena dalam mewajibkan penyatuan tempat menjadi kesulitan yang jelas, karena  menyerukan jarak jauh untuk sebagian besar yang hadir, dan tidak ditemukannya dalil akan tidak adanya kebolehan ta'addud (mendirikan beberapa shalat Jum'at dalam satu tempat).

[Lihat Kitab Raddu Al Muhtar 'Ala Ad Durri Al Mukhtar : Juz 2 Hal 245. Karya Imam Ibnu 'Abidin Al Hanafiy].



2)• 💫᪇𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟    Menurut Pengikut Madzhab Imam Malik (عند المالكية)


BOLEH DAN SAH ketika terjadi pertengkaran fisik diantara 2 kubu dan tidak ada hakim/aparat yang dapat menyatukannya, maka sah juma'atnya jika salahsatunya sudah mencapai 12 orang atau lebih, apabila tidak demikian maka gugur shalat Jumatnya.


᪇𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟  Syaikh Muhammad 'Ulaisy Al Malikiy rahimahullahu ta'ala menjelaskan dalam kitabnya Fathu Al 'Aliy Al Maliki Fi Al Fatwa 'Ala Madzhabi Al Imam Malik :


(مَا قَوْلُكُمْ) فِي بَلْدَةٍ حَدَثَتْ فِيهَا عَدَاوَةٌ ظَاهِرَةٌ وَلَيْسَ عِنْدَهُمْ غَيْرُ جَامِعٍ وَاحِدٍ وَزَاوِيَةٌ وَأَهْلُ الزَّاوِيَةِ يَخَافُونَ إنْ ذَهَبُوا لِلْجَامِعِ فَهَلْ يَسُوغُ لَهُمْ إحْدَاثُ خُطْبَةٍ فِي تِلْكَ الزَّاوِيَةِ أَفِيدُوا الْجَوَابَ.


فَأَجَبْت بِمَا نَصُّهُ: الْحَمْدُ لِلَّهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُولِ اللَّهِ 


نَعَمْ يَسُوغُ لَهُمْ إحْدَاثُ خُطْبَةٍ فِي تِلْكَ الزَّاوِيَةِ إنْ خَافُوا بِذَهَابِهِمْ لِلْجَامِعِ الْقِتَالَ وَلَمْ يَكُنْ هُنَاكَ حَاكِمٌ يَمْنَعُهُمْ مِنْهُ وَإِلَّا فَلَا، وَلَا بُدَّ أَيْضًا أَنْ يَكُونُوا اثْنَيْ عَشَرَ فَأَكْثَرَ مُسْتَوْفِينَ لِشُرُوطِ وُجُوبِهَا وَإِلَّا فَهِيَ سَاقِطَةٌ عَنْهُمْ وَلَا يَسُوغُ لَهُمْ الْأَحْدَاثُ 


قَالَ -(سيدي محمد الأمير المالكي)- فِي ضَوْءِ الشُّمُوعِ : وَاعْلَمْ أَنَّ خَشْيَةَ الْفِتْنَةِ بَيْنَ الْقَوْمِ إنْ اجْتَمَعُوا فِي مَسْجِدٍ تُبِيحُ التَّعَدُّدَ كَالضَّيِّقِ وَأَمَّا خَوْفُ شَخْصٍ وَاحِدٍ فَهُوَ مِنْ الْأَعْذَارِ الْآتِيَةِ وَلَا يُحْدَثُ لَهُ مَسْجِدٌ أَوْ يَأْخُذُ مَعَهُ جَمَاعَةٌ اهـ وَالظَّاهِرُ أَنَّ مِثْلَ الْوَاحِدِ أَحَدَ عَشَرَ فَأَقَلُّ، وَاَللَّهُ أَعْلَمُ.

[انظر كتاب فتح العلي المالك في الفتوى على مذهب الإمام مالك : ج ١ ص ١٤٤ / مسائل الجمعة / إمام صلى الجمعة وترتب عليه سجود قبلي عن ثلاث سنن وسجده المأموم دون الإمام جهلا / للشيخ محمد بن أحمد بن محمد عليش، أبو عبد الله المالكي (ت ١٢٩٩هـ) / الناشر: دار المعرفة - بدون السنة].


(Pendapat apa yang Anda katakan) di kota di mana ada permusuhan yang nyata, dan mereka tidak memiliki apa-apa selain satu masjid Jami' dan satu masjid kecil, dan orang-orang di masjid kecil itu takut jika mereka pergi ke masjid Jami', maka apakah disahkan bagi mereka untuk  menyampaikannya. khutbah dimasjid kecil tersebut? Mohon saran jawabannya. 


Maka saya menjawab dengan teksnya sebagai berikut: Segala puji bagi Allah, dan shalawat dan salam atas junjungan kita Muhammad, Utusan Allah. 


YA, KHUTBAHNYA SAH dimasjid kecil tersebut jika mereka kawatir dengan sebab kepergian mereka kemasjid Jami' dapat menimbulkan peperangan/perseteruan dan tidak ada hakim/pejabat disana yang dapat mencegah mereka darinya, dan jika tidak demikian kasusnya, maka khutbahnya TIDAK SAH, dan juga wajib jumlah mereka harus 12 orang atau lebih, yang menetap untuk memenuhi syarat-syarat wajibnya Jum'at, dan jika tidak demikian, maka shalat Jum'at gugur bagi mereka dan TIDAK SAH bagi mereka mendirikan shalat Jum'at yang baru,


Berkata (Syaikh Muhammad Amir Al Malikiy) dalam kitabnya Dlou'u As Samu' Syarhu Al Majmu' : Ketahuilah bahwa fitnah yang ditakutkan diantara kaum adalah apabila mereka berkumpul dalam satu  masjid, maka BOLEH TA'ADDUD (mendirikan beberapa shalat Jum'at dalam satu tempat) seperti karena sempitnya tempat, adapun ketakutan terhadap satu orang, maka itu adalah salah satu dari alasan-alasan berikut ini, dan masjid tidak bisa diciptakan baginya atau membawa jama'ah  bersamanya, dan yang jelas satu  perbandingannya pada 11 orang atau kurang, dan Allah Maha Tahu.

[Lihat Kitab Fathu Al 'Aliy Al Maliki Fi Al Fatwa 'Ala Madzhabi Al Imam Malik : Juz 1 Hal 144. Karya Syaikh Muhammad 'Ulaisy Al Malikiy].


᪇𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟  Syaikh Mayarrah Al Fasi Al Malikiy rahimahullahu ta'ala menjelaskan dalam kitabnya Ad Durru Ats Tsamiin Wa Al Maurid Al Mu'in :


ظاهر كلام أئمة المذهب أن المصر الصغير لا يختلف في منع إقامة الجمعة في جامعين، والخلاف مخصوص بالمصر الكبير... المشهور المنع رعاية لفعل الأولين، والعمل عند الناس اليوم على الجواز؛ لما في جمع أهل المصر الكبير في مسجد واحد من المشقة" 

[انظر كتاب الدر الثمين والمورد المعين شرح المرشد المعين على الضروري من علوم الدين : ص ٣٦٣ / كتاب الصلاة / للشيخ محمد بن أحمد بن محمد، أبو عبد الله، ميارة الفاسي المالكي (المتوفى بعد 1072هـ) / الناشر: دار الحديث - القاهرة / سنة النشر: ١٤٢٩هـ - ٢٠٠٨مـ].


Makna yang tampak dari perkataan para imam madzhab adalah bahwa kota kecil tidak ada perbedaan pendapat  dalam larangan mendirikan shalat Jumat di dua masjid, dan ketidaksepakatan itu khusus untuk kota besar... 


Larangan yang terkenal adalah menjaga karena   tindakan orang-orang terdahulu, dan menjalankannya menurut orang-orang saat ini bersifat permisif (serba diperbolehkan); Saat mengumpulkan orang-orang kota  besar dalam satu masjid adalah termasuk hal yang  sulit.

[Lihat Kitab Ad Durru Ats Tsamiin Wa Al Maurid Al Mu'in : Hal 363. Karya Syaikh  Mayarrah Al Fasi Al Malikiy].



3)• 💫᪇𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟    Menurut Pengikut Madzhab Imam Imam Asy Syafi'iy (عند الشافعية)


BOLEH DAN SAH jika terjadi masyaqqah (kesulitan) termasuk pertengkaran diantara para jamaah dan salahsatunya harus berjmlh 40 orang, jika tidak demikian gugur shalat Jumatnya dan wajib shalat dzuhur


᪇𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟   Imam Ibnu Hajar Al Haitamiy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'ala menjelaskan dalam kitabnya Tuhfatu Al Muhtaj Fi  Syarhi Al Minhaj Wa Hawasyai Asy Syarwaniy Wa Al 'Ubadiy : 


(وَعَسُرَ اجْتِمَاعُهُمْ إلَخْ) أَيْ بِأَنْ لَمْ يَكُنْ فِي مَحَلِّ الْجُمُعَةِ مَوْضِعٌ يَسَعُهُمْ بِلَا مَشَقَّةٍ مُغْنِي -(الى أن قال)-


وَإِنَّ ضَابِطَ العُسْرِ اَنْ تَكُوْنَ فِي الاِجْتِمَاعِ فِي مَكَانٍ وَاحِدٍ مِنَ البَلَدِ مَشَقَّةٌ اِمَّا لِكَثْرَتِهِمْ اَوِ لقِتَالِ بَيْنَهُمْ اَوْ لِبُعْدِ اَطْرَافِ البَلَدِ. اهـ

[انظر كتاب كتاب تحفة المحتاج في شرح المنهاج وحواشي الشرواني والعبادي (ولفظه في حاشية الشرواني) : ج ٢ ص ٤٢٥ - ٤٢٦ / كتاب الصلاة / باب صلاة الجمعة / للامام أحمد بن محمد بن علي بن حجر الهيتمي الشافعي / الناشر: المكتبة التجارية الكبرى بمصر لصاحبها مصطفى محمد / عام النشر: ١٣٥٧ هـ - ١٩٨٣ مـ].


(Ungkapannya: sulit mereka berkumpul) artinya tidak ada didalam tempat shalat Jumat yang dapat  menampung mereka tanpa kesulitan yang menyeluruh - (sampai dia berkata) -


Dan ukuran kesulitannya adalah dalam berkumpulnya disatu tempat dalam negara itu, baik karena jumlah mereka yang besar, atau karena perkelahian di antara mereka atau karena jarak jauhnya pelosok negeri.

[Lihat Kitab Tuhfatu Al Muhtaj Fi  Syarhi Al Minhaj Wa Hawasyai Asy Syarwaniy Wa Al 'Ubadiy : Juz 2 Hal 425 - 426. Karya Imam Ibnu Hajar Al Haitamiy Al Makkiy Asy Syafi'iy].


᪇𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟   Syaikh Sayyid Abdurrahman bin Muhammad bin Husain Al Masyhur  Ba 'Alawiy Al Hadlromiy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'ala menjelaskan dalam kitabnya Bughyatu Al Mustarsyidin Fi Talkhish Fatawa Ba'dli Al A'immati Min Al 'Ulama'i Al Muta'akhirin :


وَالحَاصِلُ مِنْ كَلاَمِ الأَئِمَّةِ اَنَّ اَسْبَابَ جَوَازِ تَعَدُّدِهَا ثَلاَثَةٌ ضَيِّقُ مَحَلِّ الصَّلاَةِ بِحَيْثُ لاَيَسَعُ المُجْتَمِعِيْنَ لَهَا غَالِبًا وَالقِتَالُ بَيْنَ الفِئَتَيْنِ 

[انظر كتاب بغية المشترشدين في تلخيص فتاوى بعض الأئمة من العلماء المتأخرين : ص ١٠٠ / كتاب الصلاة / صلاة الجمعة / للشيخ السيد عبد الرحمن بن محمد بن حسين المشهور با علوي الشافعي / الناشر : دار الكتب العلمية - بييروت، الطبعة السابعة، السنة : ١٤٤٢ هـ - ٢٠٢١ مـ].


Walhasil: Dari apa yang dikatakan para imam adalah bahwa alasan kebolehan ta"adud Jum"ah ada tiga: sempitnya tempat sholat, sehingga tidak bisa menampung jamaah secara umum, dan karena adanya  pertengkaran antara dua faksi (kelompok).

[Lihat Kitab Bughyatu Al Mustarsyidin Fi Talkhish Fatawa Ba'dli Al A'immati Min Al 'Ulama'i Al Muta'akhirin : Hal 78. Karya Syaikh Abdurrahman bin Muhammad bin Husain Al Masyhur Ba 'Alawiy Al Hadlromiy Asy Syafi'iy].


᪇𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟   Tersebut dalam kitab Qurratu Al 'Aini Lifatawa Asy Syaikh Ismail Al Yamaniy :


وَالحَنَابِلَةُ مَعَ الشَّافِعِيَّةِ وَالمَالِكِيَّةِ فِيْمَا ذُكِرَ وَهُوَ اِنْ كَانَ البَلَدُ كَبِيْرًا يَحْتَاجُ اِلَى جَوَامِعَ اَوْ فِي حَالِ خَوْفِ الفِتْنَةِ بِأَنْ يَكُوْنَ بَيْنِ أَهْلِ البَلَدِ عَدَاوَةٌ اَوْ فِي حَالِ سَعَةِ البَلَدِ وَتَبَاعَدَ اَطْرَافُهُ فَصَلاَةُ الجُمْعَةِ فِي جَمِيْعِهَا جَائِزَةٌ لِأَنَّهَا صَلاَةٌ شُرِعَ لَهَا الإِجْتِمَاعُ وَالخُطْبَةُ فَجَازَتْ فِيْمَا يُحْتَاجُ اِلَيْهِ مِنَ المَوَاضِعِ كَصَلاَةِ العِيْدِ. 


مَسْئَلَةٌ: مَا قَوْلُكُمْ فِي تَعَدُّدِ الجُمْعَةِ فِي بَلْدَةٍ وَاحِدَةٍ اَوْ قَرْيَةٍ وَاحِدَةٍ مَعَ تَحَقُّقِ العَدَدِ المُعْتَبَرِ؟ 


الجواب: اَمَّا مَسْئَلَةُ تَعَدُّدِ الجُمْعَةِ فَالظَّاهِرُ جَوَازُ ذَلِكَ مُطْلَقًا بِشَرْطِ اَنْ لاَيَنْقُصَ عَدَدُ كُلٍّ عَنْ اَرْبَعِيْنَ رَجُلاً فَإِنْ نَقَصَ عَنْ ذَلِكَ اِنْضَمُّوا اِلَى اَقْرَبِ جُمْعَةٍ اِلَيْهِمْ اِذْ لَمْ يُنْقَلْ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ اَنَّهُ جَمَعَ بِأَقَلَّ مِنْ ذَلِكَ. وَكَذَلِكَ السَّلَفُ الصَّالِحُ مِنْ بَعْدِهِ. 

[انظر كتاب قرة العين لفتاوى الشيخ اسماعيل اليماني : ص ٨٢. للشيخ العلامة إسماعيل عثمان زين اليمني المكي الشافعي]. 


Pengikut Madzhab Imam Ahmad bersama Syafi'iy dan Malik didalam apa yang telah disebutkan, yaitu jika negara itu besar dan membutuhkan beberapa masjid Jami, atau jika ada ketakutan timbulnya fitnah, sebab adanya  permusuhan antara orang-orang di negara itu, atau didalam keadaan negaranya besar dan bagian-bagian pelosoknya saling berjauhan, maka shalat Jum'at  dilakukan di seluruhnya diperbolehkan. Hal itu diperbolehkan karena merupakan shalat yang disyariatkan pertemuan dan khutbah, maka diperbolehkan dalam hal yang dibutuhkan,  dari beberapa tempat, seperti shalat Ied.


Pertanyaan: Apa yang Anda katakan tentang jumlah shalat Jum'at lebih dari satu, di satu kota atau satu desa, bersamaan dengan tercapainya jumlah yang divalidasi?


Jawaban: Adapun masalah shalat  Jum'at lebih dari satu, nampaknya hal itu diperbolehkan secara mutlak, asalkan jumlah setiap tempat  tidak kurang dari 40 orang, jika kurang dari itu maka mereka ikut shalat Jum'at yang paling dekat dengan mereka, sebagaimana tidak diriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa beliau menggabungkannya dengan yang kurang dari ijzmlah itu, demikian juga para pendahulu yang shalih setelahnya.

[Lihat Kitab Qurratu Al 'Aini Lifatawa Asy Syaikh Ismail Al Yamaniy : Hal 82. Karya Syaikh Isma'il  'Utsman Zain Al Yamaniy Al Makkiy Asy Syafi'iy].



᪇𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟   Syaikh Khatib Asy Syirbiniy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'ala menjelaskan dalam kitabnya Mughniy Al Muhtaj Ila Syarhi Al Minhaj : 


الثَّالِثُ: أَنْ لَا يَسْبِقَهَا وَلَا يُقَارِنَهَا جُمُعَةٌ فِي بَلْدَتِهَا إلَّا إذَا كَبُرَتْ وَعَسُرَ اجْتِمَاعُهُمْ فِي مَكَان،..(إلى أن قال)...


بِأَنْ لَمْ يَكُنْ فِي مَحَلِّ الْجُمُعَةِ مَوْضِعٌ يَسَعُهُمْ بِلَا مَشَقَّةٍ وَلَوْ غَيْرَ مَسْجِدٍ فَيَجُوزُ التَّعَدُّدُ لِلْحَاجَةِ بِحَسَبِهَا، 

[انظر كتاب  مغني المحتاج إلى معرفة معاني ألفاظ المنهاج : ج ١ ص ٥٤٣ - ٥٤٤ / كتاب الصلاة / باب صلاة الجمعة / للامام شمس الدين، محمد بن محمد، الخطيب الشربيني الشافعي [ت ٩٧٧ هـ] / الناشر: دار الكتب العلمية، الطبعة: الأولى، ١٤١٥ هـ - ١٩٩٤ مـ].


Ketiga: Agar tidak mendahuluinya atau  membarenginya pada shalat Jumat di kotanya, kecuali jika kotanya luas dan sulit bagi mereka untuk berkumpul di suatu tempat, sehingga tidak ada tempat di tempat Jum'at yang dapat menampung mereka tanpa kesulitan, meskipun itu bukan masjid, maka boleh mendirikan beberapa shalat Jum'at dengan pertimbangannya.

[Lihat Kitab Mughniy Al Muhtaj Ila Syarhi Al Minhaj : Juz 1 Hal 543 - 544. Karya Imam Khatib Asy Syirbiniy Asy Syafi'iy].


᪇𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟   Tersebut dalam kitab 'Umdatu Al Muftin Wa Al Mustaftiy :


من المقرر انه لا يجوز تعدد الجمعة حيث امكن اقامتها فى موضع واحد من البلد قال فى التحفة ولو غير مسجد فان عسر اجتماعهم جاز التعدد خلافا لقول التقي السبكى : انه لا يجوز التعدد وان عسر وعظمت المشقة والضرر . 

[انظر كتاب عمدة المفتى والمستفتى : ج ١ ص ٢٠٧].


Termasuk hal yang telah ditetapkan  bahwa shalat Jum'at tidak boleh dilakukan dibeberapa tempat, sekiranya masih  memungkinkan untuk diadakan di satu tempat dari suatu  negara.

Dia mengatakan dalam At Tuhfah, meskipun bukan masjid, jika sulit bagi mereka untuk berkumpul, mendirikan beberapa shalat Jum'at  diperbolehkan, bertentangan dengan apa yang dikatakan At-Taqi As-Subhi: Tidak boleh mendirikan beberapa shalat Jum'at, meskipun sulit dan besar bahaya dan kedaruratannya.

[Lihat Kitab Umdatu Al Muftin Wa Al Mustaftiy : Juz 1 Hal 207].



᪇𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟    Imam Asy Sya'roniy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'ala menjelaskan dalam kitabnya Al Mizan Al Kubro :


فلما ذهب هذا المعنى الذى هو خوف الفتنة من تعدد الجمعة جاز التعدد على الأصل في إقامة الجماعة

[انظر كتاب الميزان الكبرى : ج ١ ص ٢٠٩. للامام عبد الوهاب الشعراني الشافعي].


Apabila makna yang merupakan ketakutan akan fitnah dari banyaknya shalat Jum'at ini hilang, maka mendirikan beberapa shalat Jum'at tersebut diperbolehkan atas dasar mendirikan jamaah.

[Lihat Kitab Al Mizan Al Kubro : Juz 1 Hal 209. Karya Imam Abdul Wahhab Asy Sya'roniy Asy Syafi'iy].



᪇𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟   Syaikh Nawawi bin 'Umar Al Bantaniy Al Jawiy Al Indonisisiy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'ala menjelaskan dalam kitabnya Kasyifatu As Saja Syarhu Safinati An Naja :


واعلم أنه إذا تعددت الجمعة لحاجة بأن عسر الاجتماع بمكان جاز له العدد بقدرها وصحت صلاة الجميع على الأصح سواء وقع إحرام الأئمة معاً أو مرتباً، وسن الظهر مراعاة للخلاف

[انظر كتاب كاشفة السجا شرح سفينة النجا : ص ٢٧٠ / فصل في شروط صحة فعل الجمعة / فرع / للشيخ محمد نووي بن عمر البنتني الجاوي الاندونيسي الشافعي / الدار العلمية للنشر والتجليد - القاهرة، الطبعة الأولى, السنة : ١٤٢٩ ه‍ - ٢٠١٨ مـ].


Dan ketahuilah bahwa jika shalat jumat berjumlah banyak karena kebutuhan, digambarkan karena  sulit berkumpul di suatu tempat, maka boleh mendirikan beberapa shalat Jum'at dengan kadar ukurannya, dan semua shalat Jum'at nya SAH MENURUT PANDANGAN YANG PALING BENAR, baik para imam masuk ihram bersama atau secara berurutan, dan DISUNNAHKAN SHALAT DZUHUR untuk menjaga khilaf  perbedaannya.

[Lihat Kitab Kasyifatu As Saja Syarhu Safinati An Naja : Hal 270. Karya Syaikh Nawawi Bin 'Umar Al Bantaniy Al Jawiy Al Indonisisiy Asy Syafi'iy].


᪇𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟   Syaikh DR. Wahbah Bin Musthofa Az Zuhailiy menjelaskan dalam kitabnya Al Fiqhu Al Islamiy Wa Adillatuhu :


وَالقَوْلُ بِعَدَمِ الجَوَازِ اِلاَّ عِنْدَ تَعَذُّرِ الإِجْتِمَاعِ فِي مَكَانٍ وَاحِدٍ لَيْسَ عَلَيْهِ دَلِيْلٌ صَرِيْحٌ وَلاَ َمَا يَقْرُبُ مِنَ الصَّرِيْحِ لاَ نَصًّا وَلاَ شِبْهَهُ بَلْ اِنَّ سِرَّ مَقْصُوْدِ الشَّارِعِ هُوَ فِي اِظْهَارِ الشِّعَارِ فِي ذَلِكَ اليَوْمِ وَاَنْ تُرْفَعَ الأَصْوَاتُ عَلَى المَنَابر بِالدَّعْوَةِ اِلَى اللهِ وَالنُّصْحِ لِلْمُسْلِمِيْنَ. فَلَمَّا كَانَتْ المَناَبِرُ اَكْثَرَ كَانَتْ الشِعَارَاتُ اَظْهَرَ وَتَبَلْوَرَتْ عِزَّةُ دِيْنِ الإِسْلاَمِ فِي آنٍ وَاحِدٍ فِي اَمَاكِنَ مُتَعَدِّدَةٍ اِذَا كَانَ كُلُّ مَسْجِدٍ عَامِرًا بِأَرْبَعِيْنَ فَأَكْثَرَ هَذَا هُوَ الظَّاهِرُ لِي. وَاللهُ وَلِيُّ  

[انظر كتاب الفقه الاسلامي : ج ٢ ص ٢٨٠]


Dan pandangan bahwa tidak boleh kecuali jika tidak memungkinkan untuk bertemu di satu tempat, tidak ada dalil yang tegas untuk itu, dan tidak ada yang mendekatinya, akan tetapi tujuan rahasia syari' (pembawa syari'at) adalah untuk menampilkan slogan pada hari itu dan untuk mengangkat suara di mimbar, dengan menyeru kepada Tuhan dan memberikan nasihat kepada umat Islam. 


Ketika ada lebih banyak platform, slogan-slogan muncul, dan martabat agama Islam mengkristal secara bersamaan di banyak tempat, jika setiap masjid dihuni oleh 40  orang atau lebih, dan  inilah yang tampak bagi saya.

[Lihat Kitab Al Fiqhu Al Islamiy Wa Adillatuhu : Juz 2 Hal 280. Karya Syaikh DR. Wahbah Bin Musthofa Az Zuhailiy].



4)• 💫᪇𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟    Menurut Pengikut Madzhab Imam Ahmad Bin Hanbal (عند الحنابلة)


BOLEH DAN SAH jika penduduknya sedang terjadi permusuhan takut terjadi fitnah dengan berkumpulnya mereka dalam satu masjid


᪇𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟    Imam Manshur bin Yunus Al Buhutiy  Al Hanbaliy rahimahullahu ta'ala menjelaskan dalam kitabnya Kasyafu Al Qina' 'An Matni Al Iqna' : 


(وَتَجُوزُ إقَامَتُهَا) أَيْ الْجُمُعَةِ (فِي أَكْثَرَ مِنْ مَوْضِعٍ مِنْ الْبَلَدِ، لِحَاجَةٍ إلَيْهِ كَضِيقِ) مَسْجِدِ الْبَلَدِ عَنْ أَهْلِهِ (وَخَوْفِ فِتْنَةٍ) بِأَنْ يَكُونَ بَيْنَ أَهْلِ الْبَلَدِ عَدَاوَةٌ، فَيُخْشَى إثَارَةُ الْفِتْنَةِ بِاجْتِمَاعِهِمْ فِي مَسْجِدٍ وَاحِدٍ (وَبُعْدٌ) لِلْجَامِعِ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْ الْبَلَدِ.(وَنَحْوِهِ) كَسِعَةِ الْبَلَدِ وَتَبَاعُدِ أَقْطَارِهِ (فَتَصِحُّ) الْجُمُعَةُ (السَّابِقَةُ وَاللَّاحِقَةُ) لِأَنَّهَا تُفْعَلُ فِي الْأَمْصَارِ الْعَظِيمَةِ فِي مَوَاضِعَ مِنْ غَيْرِ نَكِيرٍ فَكَانَ إجْمَاعًا ...(الى ان قال)...


(وَيَحْرُمُ) إقَامَةُ الْجُمُعَةِ وَالْعِيدِ بِأَكْثَرَ مِنْ مَوْضِعٍ مِنْ الْبَلَدِ (لِغَيْرِ حَاجَةٍ) قَالَ فِي الْمُبْدِعِ: لَا نَعْلَمُ فِيهِ خِلَافًا ...(الى ان قال)...


(وَ) يَحْرُمُ (إذْنُ إمَامٍ فِيهَا) أَيْ فِي إقَامَةِ مَا زَادَ عَلَى وَاحِدَةٍ (إذَنْ) أَيْ عِنْدَ عَدَمِ الْحَاجَةِ إلَيْهِ وَكَذَا الْإِذْنُ فِيمَا زَادَ عَلَى قَدْرِ الْحَاجَةِ (فَإِنْ فَعَلُوا) أَيْ أَقَامُوا الْجُمُعَةَ فِي مَوْضِعَيْنِ فَأَكْثَرَ، مَعَ عَدَمِ الْحَاجَةِ (فَجُمُعَةُ الْإِمَامِ الَّتِي بَاشَرَهَا أَوْ أَذِنَ فِيهَا: هِيَ الصَّحِيحَةُ) لِأَنَّ فِي تَصْحِيحِ غَيْرِهَا افْتِيَاتًا عَلَيْهِ، وَتَفْوِيتًا لِجُمُعَتِهِ ...(الى ان قال)...


(فَإِنْ اسْتَوَيَا فِي الْإِذْنِ وَعَدَمِهِ) أَيْ أَوْ عَدَمِ إذْنِ الْإِمَامِ فِيهِمَا (فَالثَّانِيَةُ بَاطِلَةٌ، وَلَوْ كَانَتْ) الْمَسْبُوقَةُ (فِي الْمَسْجِدِ الْأَعْظَمِ، 

[انظر كتاب كشاف القناع عن متن الإقناع : ج ٢ ص ٣٩ /  باب صلاة الجمعة / فصل صلاة الجمعة ركعتان / للامام منصور بن يونس بن إدريس البهوتي الحنبلي / الناشر: مكتبة النصر الحديثة بالرياض، لصاحبَيها/ عبدالله ومحمد الصالح الراشد - بدون السنة]. 


Dibolehkan mendirikannya (yakni shalat Jum'at) di lebih dari satu tempat di suatu negara, karena kebutuhannya, seperti kesempitan (masjid negara memuat dari penduduknya) dan ditakutan akan terjadi  fitnah (akan adanya  permusuhan antara penduduk negara tersebut, dan dikhawatirkan akan terjadi efek fitnah  dengan pertemuan mereka di satu masjid) dan jarak yang jauh (menuju masjid jami dari sebagian kelompok penduduk negara tersebut), (dan sejenisnya), seperti luasnya ukuran negara tersebut dan jauhnya  jarak wilayahnya (Maka) shalat Jum'atnya SAH  (sebelum dan sesudahnya), karena dilakukan di kota-kota besar di beberapa tempat tanpa ada  kecaman, dan itu adalah Ijma' kesepakatan Ulama' ...(sampai dia berkata)...


(Dan HARAM) mendirikan hari shalat  Jumat dan shalat Ied  di lebih dari satu tempat di suatu negara (tanpa ada hajat keperluan). Berkata dalam Al Mubdi' : kami tidak melihat perbedaan pendapat didalamnya ...(sampai dia berkata)...


(Dan) HARAM untuk mengizinkan seorang imam di dalamnya (yaitu untuk sesuatu  yang lebih dari satu),  (yaitu, ketika tidak ada kebutuhan untuk itu, dan juga izin untuk apa yang lebih dari jumlah kebutuhan).


(Dan jika mereka melakukannya) yaitu mereka melakukan shalat Jumat di dua tempat atau lebih, ketika tidak ada kebutuhan (maka shalat Jumat imam yang memulainya atau mengumandangkan azan di dalamnya: itu adalah yang benar) karena dalam mengoreksi orang lain ada fatwa padanya, dan dia melewatkan sholat Jum'atnya ...(sampai dia berkata)...


(jika mereka sama dalam izin atau tidak ada izinnya) yaitu atau tidak ada izin dari  imam (pejabat) didalam keduanya, maka YANG KEDUA TIDAK SAH, meskipun (yang didahului) di Masjid Agung

[Lihat Kitab Kasyafu Al Qina' 'An Matni Al Iqna' : Juz 2 Hal 39. Karya Imam Manshur Al Buhutiy Al Hanbaliy].


᪇𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟    Syaikh Abdul Qadir At Taghlabiy Asy Syaibaniy Al Hanbaliy rahimahullahu ta'ala menjelaskan dalam kitabnya Nailu Al Ma'arib Bisyarhi Dalil Ath Thalib :


(وخوفِ فتنةٍ) فأن يكون بين بعضٍ وبعضٍ من أهل البلد عداوة، ويخشى إثارةُ الفتنة بصلاة الجمعةِ في مسجدٍ واحدٍ.

[انظر كتاب نَيْلُ المَآرِب بشَرح دَلِيلُ الطَّالِب : ج ١ ص ٢٠١ / باب صلاة الجمعة / تعدد صلاة الجمعة في البلد / للامام عبد القادر بن عمر بن عبد القادر ابن عمر بن أبي تغلب بن سالم التغلبي الشَّيْبَاني الحنبلي (ت ١١٣٥هـ) / الناشر: مكتبة الفلاح، الكويت

الطبعة: الأولى، ١٤٠٣ هـ - ١٩٨٣ مـ].


(Dan kawatir akan terjadi fitnah) sehingga di antara sebagian dan sebagian penduduk negeri yang lainnya akan timbul permusuhan, dan dikhawatirkan akan tersulut fitnah dengan melaksanakan shalat Jum'at di satu masjid.

[Lihat Kitab Nailu Al Ma'arib Bisyarhi Dalil Ath Thalib : Juz 1 Hal 201. Karya Syaikh Abdul Qadir At Taghlabiy Asy Syaibaniy Al Hanbaliy].


᪇𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟    Imam 'Alauddin Al Mardawiy Al Hanbaliy rahimahullahu ta'ala menjelaskan dalam kitabnya Al Inshaf Fi Ma'rifati Ar Rajih Min Al Khilaf : 


لَا يَجُوزُ إقَامَتُهَا فِي أَكْثَرِ مِنْ مَوْضِعٍ وَاحِدٍ إذَا لَمْ يَكُنْ حَاجَةٌ، وَهَذَا الْمَذْهَبُ، وَعَلَيْهِ الْأَصْحَابُ قَالَ فِي النُّكَتِ: هَذَا هُوَ الْمَعْرُوفُ فِي الْمَذْهَبِ، وَعَنْهُ: يَجُوزُ مُطْلَقًا، وَهُوَ مِنْ الْمُفْرَدَاتِ، وَحَمَلَهُ الْقَاضِي عَلَى الْحَاجَةِ. فَائِدَتَانِ. إحْدَاهُمَا: الْحَاجَةُ هُنَا الضِّيقُ، أَوْ الْخَوْفُ مِنْ فِتْنَةٍ أَوْ بُعْدٍ،

[انظر كتاب  الإنصاف في معرفة الراجح من الخلاف : ج ٢ ص ٤٠٠ - ٤٠١ / كتاب الصلاة / باب صلاة الجمعة / للامام علاء الدين أبو الحسن علي بن سليمان المرداوي الحنبلي (٧١٧ - ٨٨٥ هـ) / الناشر: مطبعة السنة المحمدية، الطبعة: الأولى، ١٣٧٤ هـ - ١٩٥٥ مـ].


Tidak boleh mendirikannya di lebih dari satu tempat jika tidak ada kebutuhan, dan ini adalah Al Madzhab (Imam Ahmad), dan atas para sahabatnya  (Hanabillah). Berkata dalam An Nukat : Dan ini yang terkenal dalam Al Madzhab Imam Ahmad.


Dan atas kewenangannya [maksudnya atas kewenangan Imam  Ahmad]: Mutlak diperbolehkan, dan merupakan salah satu mufradat, dan Qodli/hakim memasukkannya pada hajat keperluan, atas  dua faidah (salahsatunya) :  Kebutuhan di sini adalah kesempitan tempat, atau takut tersulut fitnah, atau karena jauh jaraknya.

[Lihat Kitab Al Inshaf Fi Ma'rifati Ar Rajih Min Al Khilaf : Juz 2 Hal 400 - 401. Karya Imam 'Alauddin Al Mardawiy Al Hanbaliy].



5)• 💫᪇𖧷۪۪‌ᰰ⃟ꦽ⃟    Menurut Pengikut Madzhab Imam Dawud Adz Dzahiriy (عند الظاهرية)


وَعَنْ ابْنِ الْمُنْكَدِرِ: تُؤْتَى الْجُمُعَةُ عَلَى أَرْبَعَةِ أَمْيَالٍ؟ 


وَقَالَ مَالِكٌ، وَاللَّيْثُ: تَجِبُ الْجُمُعَةُ عَلَى مَنْ كَانَ مِنْ الْمِصْرِ عَلَى ثَلَاثَةِ أَمْيَالٍ، وَلَا تَجِبُ عَلَى مَنْ كَانَ عَلَى أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ؟ 


وَقَالَ الشَّافِعِيُّ: تَجِبُ عَلَى أَهْلِ الْمِصْرِ وَإِنْ عَظُمَ، وَأَمَّا مَنْ كَانَ خَارِجَ الْمِصْرِ، فَمَنْ كَانَ بِحَيْثُ يَسْمَعُ النِّدَاءَ فَعَلَيْهِ أَنْ يُجِيبَ وَمَنْ كَانَ بِحَيْثُ لَا يَسْمَعُ النِّدَاءَ لَمْ تَلْزَمْهُ الْجُمُعَةُ؟ 


وَقَالَ أَبُو حَنِيفَةَ وَأَصْحَابُهُ: تَلْزَمُ الْجُمُعَةُ جَمِيعَ أَهْلِ الْمِصْرِ - سَمِعُوا النِّدَاءَ أَوْ لَمْ يَسْمَعُوا - وَلَا تَلْزَمُ مَنْ كَانَ خَارِجَ الْمِصْرِ، سَمِعَ النِّدَاءَ أَوْ لَمْ يَسْمَعْ؟

[انظر كتاب المحلى بالآثار : ج ٣ ص ٢٦٠ /  صلاة الجمعة / مسألة المجيء إلى الجمعة / للامام أبو محمد علي بن أحمد بن سعيد بن حزم الأندلسي [الظاهري] / الناشر: دار الفكر - بيروت، بدون السنة].


Dan dari Ibnu  Al-Munkadir: Shalat Jumat wajib bagi mereka yang datang hingga jarak empat mil (1 mil = 1609,344 Meter x 4 = 64.001,376 km)? 


Imam Malik dan Al-Laits berkata: Sholat Jum'at wajib bagi mereka yang bepergian tiga mil (48.001 km) dari suatu kota, tetapi tidak wajib bagi mereka yang mengemudi lebih dari itu? 


Dan Imam Asy-Syafi'iy  berkata: Itu wajib bagi orang-orang disuatu kota walaupun kota itu luas, dan siapa pun yang berada di luar kota, siapa pun yang dapat mendengar panggilan harus menjalankannya, dan siapa pun yang tidak mendengar panggilan tidak diwajibkan untuk menjalankan shalat  Jumat? 


Imam Abu Hanifah dan para sahabatnya berkata: Sholat Jum'at itu wajib bagi seluruh penduduk suatu kota - baik yang mendengar adzan atau tidak - dan tidak wajib bagi mereka yang berada di luar kota, baik yang mendengar adzan atau tidak?

[Lihat Kitab Al Muhalla Bi Al Atsar : Juz 3 Hal 260. Karya Imam Ibnu Hazm Al Andalusiy Adz Dzahiriy].


Selesai dinukil Jum'at pon malam Sabtu Wage


Dikradenan selatan oo3 oo1 Keadaan Srumbung Magelang Jateng 56483


الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات


٣ محــــــرًم ١٤٤٥ ه‍ـ

٢١ يولـــــي ٢٠٣٣ مـ

PALING DIMINATI

Kategori

SHALAT (8) HADITS (5) WANITA (5) ADAB DAN HADITS (3) FIQIH HADIST (3) WASHIYYAT DAN FAWAID (3) 5 PERKARA SEBELUM 5 PERKARA (2) AQIDAH DAN HADITS (2) CINTA (2) PERAWATAN JENAZAH BAG VII (2) SIRAH DAN HADITS (2) TAUSHIYYAH DAN FAIDAH (2) TAWAJUHAT NURUL HARAMAIN (2) (BERBHAKTI (1) 11 BAYI YANG BISA BICARA (1) 12 BINATANG YANG MASUK SURGA (1) 25 NAMA ARAB (1) 7 KILOGRAM UNTUK RAME RAME (1) ADAB DAN AKHLAQ BAGI GURU DAN MURID (1) ADAB DAN HADITS (SURGA DIBAWAH TELAPAK KAKI BAPAK DAN IBU) (1) ADAT JAWA SISA ORANG ISLAM ADALAH OBAT (1) AIR KENCING DAN MUNTAHAN ANAK KECIL ANTARA NAJIS DAN TIDAKNYA ANTARA CUKUP DIPERCIKKI AIR ATAU DICUCI (1) AJARAN SUFI SUNNI (1) AKIBAT SU'UDZON PADA GURU (1) AL QUR'AN (1) AMALAN KHUSUS JUMAT TERAKHIR BULAN ROJAB DAN HUKUM BERBICARA DZIKIR SAAT KHUTBAH (1) AMALAN NISFHU SYA'BAN HISTORY (1) AMALAN SUNNAH DAN FADHILAH AMAL DIBULAN MUHARRAM (1) AMALAN TANPA BIAYA DAN VISA SETARA HAJI DAN UMRAH (1) APAKAH HALAL DAN SAH HEWAN YANG DISEMBELIH ULANG? (1) AQIDAH (1) ASAL MULA KAUM KHAWARIJ (MUNAFIQ) DAN CIRI CIRINYA (1) ASAL USUL KALAM YANG DISANGKA HADITS NABI (1) AYAT PAMUNGKAS (1) BAGAIMANAPUN BENTUKNYA VAGINA RASANYA TUNGGAL (1) BAHASA ALAM AKHIRAT (1) BELAJAR DAKWAH YANG BIJAK MELALUI BINATANG (1) BERITA HOAX SEJARAH DAN AKIBATNYA (1) BERSENGGAMA ITU SEHAT (1) BERSIKAP LEMAH LEMBUT KEPADA SIAPA SAJA KETIKA BERDAKWAH (1) BIRRUL WALIDAIN PAHALA DAN MANFAATNYA (1) BOLEH SHALAT SUNNAH SETELAH WITIR (1) BOLEHNYA MENDEKTE IMAM DAN MEMBAWA MUSHAF DALAM SHALAT (1) BOLEHNYA MENGGABUNG DUA SURAT SEKALIGUS (1) BOLEHNYA PATUNGAN DAN MEWAKILKAN PENYEMBELIHAN KEPADA KAFIR DZIMMI ATAU KAFIR KITABI (1) BULAN ROJAB DAN KEUTAMAANNYA (1) DAGING KURBAN AQIQAH UNTUK KAFIR NON MUSLIM (1) DAN FAKHR (1) DAN YANG BERHUBUNGAN DENGANNYA) (1) DARIMANA SEHARUSNYA UPAH JAGAL DAN BOLEHKAH MENJUAL DAGING KURBAN (1) DASAR PERAYAAN MAULID NABI (1) DEFINISI TINGKATAN DAN PERAWATAN SYUHADA' (1) DO'A MUSTAJAB (1) DO'A TIDAK MUSTAJAB (1) DOA ASMAUL HUSNA PAHALA DAN FAIDAHNYA (1) DOA DIDALAM SHALAT DAN SHALAT DENGAN SELAIN BAHASA ARAB (1) DOA KHUSUS (1) DOA ORANG MUSLIM DAN KAFIR YANG DIDZALIMI MUSTAJAB (1) DOA SHALAT DLUHA MA'TSUR (1) DONGO JOWO MUSTAJAB (1) DSB) (1) DURHAKA (1) FADHILAH RAMADHAN DAN DOA LAILATUL QADAR (1) FAIDAH MINUM SUSU DIAWWAL TAHUN BARU HIJRIYYAH (1) FENOMENA QURBAN/AQIQAH SUSULAN BAGI ORANG LAIN DAN ORANG MATI (1) FIKIH SHALAT DENGAN PENGHALANG (1) FIQIH MADZAHIB (1) FIQIH MADZAHIB HUKUM MEMAKAN SERANGGA (1) FIQIH MADZAHIB HUKUM MEMAKAN TERNAK YANG DIBERI MAKAN NAJIS (1) FIQIH QURBAN SUNNI (1) FUNGSI ZAKAT FITRAH DAN CARA IJAB QABULNYA (1) GAHARU (1) GAYA BERDZIKIRNYA KAUM CERDAS KAUM SUPER ELIT PAPAN ATAS (1) HADITS DAN ATSAR BANYAK BICARA (1) HADITS DLO'IF LEBIH UTAMA DIBANDINGKAN DENGAN PENDAPAT ULAMA DAN QIYAS (1) HALAL BI HALAL (1) HUKUM BERBUKA PUASA SUNNAH KETIKA MENGHADIRI UNDANGAN MAKAN (1) HUKUM BERKURBAN DENGAN HEWAN YANG CACAT (1) HUKUM BERSENGGAMA DIMALAM HARI RAYA (1) HUKUM DAN HIKMAH MENGACUNGKAN JARI TELUNJUK KETIKA TASYAHUD (1) HUKUM FAQIR MISKIN BERSEDEKAH (1) HUKUM MEMASAK DAN MENELAN IKAN HIDUP HIDUP (1) HUKUM MEMELIHARA MENJUALBELIKAN DAN MEMBUNUH ANJING (1) HUKUM MEMUKUL DAN MEMBAYAR ONGKOS UNTUK PENDIDIKAN ANAK (1) HUKUM MENCIUM MENGHIAS DAN MENGHARUMKAN MUSHAF AL QUR'AN (1) HUKUM MENGGABUNG NIAT QODLO' ROMADLAN DENGAN NIAT PUASA SUNNAH (1) HUKUM MENINGGALKAN PUASA RAMADLAN MENURUT 4 MADZHAB (1) HUKUM MENYINGKAT SHALAWAT (1) HUKUM PUASA SYA'BAN (NISHFU SYA'BAN (1) HUKUM PUASA SYAWWAL DAN HAL HAL YANG BERHUBUNGAN DENGANNYA (1) HUKUM PUASA TARWIYYAH DAN 'ARAFAH BESERTA KEUTAMAAN - KEUTAMAANNYA (1) HUKUM SHALAT IED DIMASJID DAN DIMUSHALLA (1) HUKUM SHALAT JUM'AT BERTEPATAN DENGAN SHALAT IED (1) IBADAH JIMA' (BERSETUBUH) DAN MANFAAT MANFATNYA (1) IBADAH TERTINGGI PARA PERINDU ALLAH (1) IBRANI (1) IMAM YANG CERDAS YANG FAHAM MEMAHAMI POSISINYA (1) INDONESIA (1) INGAT SETELAH SALAM MENINGGALKAN 1 ATAU 2 RAKAAT APA YANG HARUS DILAKUKAN? (1) INOVASI BID'AH OLEH ULAMA' YANG DITUDUH MEMBID'AH BID'AHKAN (1) ISLAM (1) JANGAN GAMPANG MELAKNAT (1) JUMAT DIGANDAKAN 70 KALI BERKAH (1) KAIFA TUSHLLI (XX) - (1) KAIFA TUSHOLLI (III) - MENEPUK MENARIK MENGGESER DALAM SHALAT SETELAH TAKBIRATUL IHRAM (1) KAIFA TUSHOLLI (XV) - SOLUSI KETIKA LUPA DALAM SHALAT JAMAAH FARDU JUM'AH SENDIRIAN MASBUQ KETINGGALAN (1) KAIFA TUSHOLLI (I) - SAHKAH TAKBIRATUL IHROM DENGAN JEDA ANTARA KIMAH ALLAH DAN AKBAR (1) KAIFA TUSHOLLI (II) - MENEMUKAN SATU RAKAAT ATAU KURANG TERHITUNG MENEMUKAN SHALAT ADA' DAN SHALAT JUM'AT (1) KAIFA TUSHOLLI (IV) - SOLUSI KETIKA LUPA MELAKUKAN SUNNAH AB'ADH DAN SAHWI BAGI IMAM MA'MUM MUNFARID DAN MA'MUM MASBUQ (1) KAIFA TUSHOLLI (IX) - BASMALAH TERMASUK FATIHAH SHALAT TIDAK SAH TANPA MEMBACANYA (1) KAIFA TUSHOLLI (V) - (1) KAIFA TUSHOLLI (VI) - TAKBIR DALAM SHALAT (1) KAIFA TUSHOLLI (VII) - MENARUH TANGAN BERSEDEKAP MELEPASKANNYA ATAU BERKACAK PINGGANG SETELAH TAKBIR (1) KAIFA TUSHOLLI (VIII) - BACAAN FATIHAH DALAM SHOLAT (1) KAIFA TUSHOLLI (XI) - LOGAT BACAAN AMIN SELESAI FATIHAH (1) KAIFA TUSHOLLI (XII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XIV) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XIX) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XVI) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XVII) - BACAAN TASBIH BAGI IMAM MA'MUM DAN MUNFARID KETIKA RUKU' (1) KAIFA TUSHOLLI (XVIII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XX1V) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXI) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXIII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXIX) - BACAAN SALAM SETELAH TASYAHUD MENURUT PENDAPAT ULAMA' MADZHAB MENGUSAP DAHI ATAU WAJAH DAN BERSALAM SALAMAN SETELAH SHALAT DIANTARA PRO DAN KONTRA (1) KAIFA TUSHOLLI (XXV) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXVI) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXVII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXVIII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXX) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXXI) - DZIKIR JAHRI (KERAS) MENURUT ULAMA' MADZHAB (1) KAIFA TUSHOLLI (XXXII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (x) - (1) KAJIAN TINGKEPAN NGAPATI MITONI KEHAMILAN (1) KEBERSIHAN DERAJAT TINGGI DALAM SHALAT (1) KEMATIAN ULAMA' DAN AKIBATNYA (1) KEPADA ORANGTUA (1) KESUNNAHAN TABKHIR EMBAKAR DUPA (1) KESUNNAHAN TAHNIK/NYETAKKI ANAK KECIL (1) KETIKA HAJAT TERCAPAI SEMBELIHLAH SYAHWAT DAN MENDEKATLAH KEPADA ALLAH (1) KETIKA ORANG ALIM SAMA DENGAN ANJING (1) KEUTAMAAN ILMU DAN ADAB (1) KEWAJIBAN SABAR DAN SYUKUR BERSAMAAN (1) KHUTBAH JUM'AT DAN YANG BERHUBUNGAN (1) KIFARAT SUAMI YANG MENYERUBUHI ISTRI DISIANG BULAN RAMADHAN (1) KISAH INSPIRATIF AHLU BAIT (SAYYIDINA IBNU ABBAS) DAN ULAMA' BESAR (SAYYIDINA ZAID BIN TSABIT) (1) KISAH PEMABUK PINTAR YANG MEMBUAT SYAIKH ABDUL QADIR AL JAILANIY MENANGIS (1) KRETERIA UCAPAN SUNNAH MENJAWAB KIRIMAN SALAM (1) KUFUR AKIBAT MENCELA NASAB KETURUNAN (1) KULLUHU MIN SYA'BAN (1) KURBAN DAN AQIQAH UNTUK MAYYIT (1) LARANGAN MENYINGKAT SHALAWAT NABI (1) LEBIH UTAMA MANA GURU DAN ORANGTUA (1) MA'MUM BOLEH MEMBENARKAN BACAAN IMAM DAN WAJIB MEMBENARKAN BACAAN FATIHAHNYA (1) MA'MUM MEMBACA FATIHAH APA HUKUMNYA DAN KAPAN WAKTUNYA? (1) MACAM DIALEK AAMIIN SETELAH FATIHAH (1) MACAM MACAM NIAT ZAKAT FITRAH (1) MAKAN MINUM MEMBUNUH BINATANG BERBISA MEMAKAI PAKAIAN BERGAMBAR DAN MENJAWAB PANGGILAN ORANGTUA DALAM SHALAT (1) MALAIKAT SETAN JIN DAPAT DILIHAT SETELAH MENJELMA SELAIN ASLINYA (1) MELAFADZKAN NIAT NAWAITU ASHUMU NAWAITU USHALLI (1) MELEPAS TALI POCONG DAN MENEMPELKAN PIPI KANAN MAYYIT KETANAH (1) MEMBAYAR FIDYAH BAGI ORANG ORANG YANG TIDAK MAMPU BERPUASA (1) MEMBELI KITAB ULAMA' MENARIK RIZQI DAN KEKAYAAN (1) MEMPERBANYAK DZIKIR SAMPAI DIKATAKAN GILA/PAMER (1) MENDIRIKAN SHALAT JUM'AT DALAM SATU DESA KARENA KAWATIR TERSULUT FITNAH DAN PERMUSUHAN (1) MENGAMBIL UPAH DALAM IBADAH (1) MENGHADIAHKAN MITSIL PAHALA AMAL SHALIH KEPADA NABI ﷺ (1) MENGIRIM MITSIL PAHALA KEPADA YANG MASIH HIDUP (1) MERAWAT JENAZAH MENURUT QUR'AN HADITS MADZAHIB DAN ADAT JAWS (1) MUHASABATUN NAFSI INTEROPEKSI DIRI (1) MUTIARA HIKMAH DAN FAIDAH (1) Manfaat Ucapan Al Hamdulillah (1) NABI DAN RASUL (1) NIAT PUASA SEKALI UNTUK SEBULAN (1) NISHFU AKHIR SYA'BAN (1) ORANG GILA HUKUMNYA MASUK SURGA (1) ORANG SHALIHPUN IKUT TERKENA KESULITAN HUJAN DAN GEMPA BUMI (1) PAHALA KHOTMIL QUR'AN (1) PENIS DAN PAYUDARA BERGERAK GERAK KETIKA SHALAT (1) PENYELEWENGAN AL QUR'AN (1) PERAWATAN JENAZAH BAG I & II & III (1) PERAWATAN JENAZAH BAG IV (1) PERAWATAN JENAZAH BAG V (1) PERAWATAN JENAZAH BAG VI (1) PREDIKSI LAILATUL QADAR (1) PUASA SUNNAH 6 HARI BULAN SYAWAL DISELAIN BULAN SYAWWAL (1) PUASA SYAWWAL DAN PUASA QADLO' (1) QISHOH ISLAMI (1) RAHASIA BAPAK PARA NABI DAN PILIHAN PARA NABI DALAM TASYAHUD SHALAT (1) RAHASIA HURUF DHOD PADA LAMBANG NU (1) RESEP MENJADI WALI (1) SAHABAT QULHU RADLIYYALLAHU 'ANHUM (1) SANAD SILSILAH ASWAJA (1) SANG GURU ASLI (1) SEDEKAH SHALAT (1) SEDEKAH TAK SENGAJA (1) SEJARAH TAHNI'AH (UCAPAN SELAMAT) IED (1) SEMBELIHAN (1) SERBA SERBI PENGGUNAAN INVENTARIS MASJID (1) SETIAP ABAD PEMBAHARU ISLAM MUNCUL (1) SHADAQAH SHALAT (1) SHALAT DAN FAIDAHNYA (1) SHALAT IED DIRUMAH KARENA SAKIT ATAU WABAH (1) SHALAT JUM'AT DISELAIN MASJID (1) SILSILAH SYAIKH JUMADIL KUBRA TURGO JOGJA (1) SIRAH BABI DAN ANJING (1) SIRAH DAN FAIDAH (1) SIRAH DZIKIR BA'DA MAKTUBAH (1) SIRAH NABAWIYYAH (1) SIRAH NIKAH MUT'AH DAN NIKAH MISYWAR (1) SIRAH PERPINDAHAN QIBLAT (1) SIRAH THAHARAH (1) SIRAH TOPI TAHUN BARU MASEHI (1) SUHBAH HAQIQAH (1) SUM'AH (1) SUNNAH MENCERITAKAN NIKMAT YANG DIDAPAT KEPADA YANG DIPERCAYA TANPA UNSUR RIYA' (1) SURGA IMBALAN YANG SAMA BAGI PENGEMBAN ILMU PENOLONG ILMU DAN PENYEBAR ILMU HALAL (1) SUSUNAN MURAQIY/BILAL SHALAT TARAWIH WITIR DAN DOA KAMILIN (1) SYAIR/DO'A BAGI GURU MUROBBI (1) SYAIR/DO'A SETELAH BERKUMPUL DALAM KEBAIKKAN (1) SYARI'AT DARI BID'AH (1) TA'JIL UNIK LANGSUNG BERSETUBUH TANPA MAKAN MINUM DAHULU (1) TAAT PADA IMAM ATAU PEMERINTAH (1) TAHALLUL CUKUR GUNDUL ATAU POTONG RAMBUT SELESAI HAJI DAN UMROH (1) TAKBIR IED MENURUT RASULULLAH DAN ULAMA' SUNNI (1) TALI ALLAH BERSATU DAN TAAT (1) TATACARA SHALAT ORANG BUTA ATAU BISU DAN HUKUM BERMAKMUM KEPADA KEDUANYA (1) TEMPAT SHALAT IED YANG PALING UTAMA AKIBAT PANDEMI (WABAH) CORONA (1) TIDAK BOLEH KURBAN DENGAN KUDA NAMUN HALAL DIMAKAN (1) TIDAK PERLU TEST DNA SEBAGAI BUKTI DZURRIYYAH NABI -ﷺ- (1) TREND SHALAT MEMAKAI SARUNG TANGAN DAN KAOS KAKI DAN HUKUMNYA (1) T̳I̳P̳ ̳C̳E̳P̳E̳T̳ ̳J̳A̳D̳I̳ ̳W̳A̳L̳I̳ ̳A̳L̳L̳O̳H̳ (1) UCAPAN HARI RAYA MENURUT SUNNAH (1) UCAPAN NATAL ANTARA YANG PRO DAN KONTRA (1) ULANG TAHUN RASULILLAH (1) URUTAN SILSILAH KETURUNAN ORANG JAWA (1) Ulama' Syafi'iyyah Menurut Lintas Abadnya (1) WAJIB BERMADZHAB UNTUK MENGETAHUI MATHLA' TEMPAT MUNCULNYA HILAL (1) YAUMU SYAK) (1) ZAKAT DIBERIKAN SEBAGAI SEMACAM MODAL USAHA (1) ZAKAT FITRAH 2 (1) ZAKAT FITRAH BISA UNTUK SEMUA KEBAIKKAN DENGAN BERBAGAI ALASAN (1)
Back To Top