Bismillahirrohmaanirrohiim

Tampilkan postingan dengan label HUKUM MEMASAK DAN MENELAN IKAN HIDUP HIDUP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HUKUM MEMASAK DAN MENELAN IKAN HIDUP HIDUP. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 September 2020

*🌴🦑• H꙰U꙰K꙰U꙰M꙰ M꙰E꙰M꙰A꙰S꙰A꙰K꙰ I꙰K꙰A꙰N꙰/H꙰E꙰W꙰A꙰N꙰ S꙰E꙰M꙰B꙰E꙰L꙰I꙰H꙰A꙰N꙰ Y꙰A꙰N꙰G꙰ M꙰A꙰S꙰I꙰H꙰ A꙰D꙰A꙰ T꙰A꙰N꙰D꙰A꙰ T꙰A꙰N꙰D꙰A꙰ K꙰E꙰H꙰I꙰D꙰U꙰P꙰A꙰N꙰*











(edisi masak memasak tahun covid - 19, September 2020 M, hukumnya  makruh dan termasuk menyiksa kalau benar benar belum mati langsung digodok , dipanggang , atau digoreng walaupun sudah disembelih atau dibersihkan)

Rasulullah –ﷺ💞– mengajarkan kepada untuk bersikap baik kepada binatang,  hingga hendak  memakannya, beliau mengajarkan agar binatang yang halal itu, dimatikan dengan cara terbaik. Tidak ada unsur penyiksaan dan cepat mematikan. Hal ini berdasarkan riwayat hadits :

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ ، عَنْ خَالِدٍ الْحَذَّاءِ ، عَنْ أَبِي قِلَابَةَ ، عَنْ أَبِي الْأَشْعَثِ ، عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ ، قَالَ : ثِنْتَانِ حَفِظْتُهُمَا عَنْ رَسُولِ اللَّهِ  –ﷺ💞– قَالَ :

*_« إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ ، فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ ، وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَ ، وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ ، فَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ  »_*

وَحَدَّثَنَاهُ يَحْيَى بْنُ يَحْيَى ، حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ ، ح وحَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ الثَّقَفِيُّ ، ح وحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ نَافِعٍ ، حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ ، ح وحَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الدَّارِمِيُّ ، أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ ، عَنْ سُفْيَانَ ، ح وحَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ ، أَخْبَرَنَا جَرِيرٌ ، عَنْ مَنْصُورٍ ، كُلُّ هَؤُلَاءِ عَنْ خَالِدٍ الْحَذَّاءِ ، بِإِسْنَادِ حَدِيثِ ابْنِ عُلَيَّةَ ، وَمَعْنَى حَدِيثِهِ
{رواه احمد ومسلم / كِتَابُ الصَّيْدِ وَالذَّبَائِحِ وَمَا يُؤْكَلُ مِنَ الْحَيَوَانِ / بَابُ الْأَمْرِ بِإِحْسَانِ الذَّبْحِ وَالْقَتْلِ ، وَتَحْدِيدِ الشَّفْرَةِ / حديث رقم : ٣٧٢٩، واللفظ له. والنساىٔي}

Telah menceritakan kepada kami : Abu Bakar bin Abu Syaibah. Telah menceritakan kepada kami ' Isma’il bin ‘Ulayyah. Dari Khalid Al Khaddza`. Dari Abu Qilabah. Dari Abu Al Asy’ats. Dari Syaddad bin Aus, dia berkata :  “Dua perkara yang selalu saya ingat dari Rasulullah –ﷺ💞–, beliau bersabda:

*_“Sesungguhnya Allah telah mewajibkan supaya selalu bersikap baik terhadap setiap sesuatu, jika kamu membunuh maka bunuhlah dengan cara yang baik, jika kamu menyembelih maka sembelihlah dengan cara yang baik, tajamkan pisaumu dan senangkanlah hewan sembelihanmu.”_*

Dan telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Yahya] telah menceritakan kepada kami [Husyaim]. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] telah mengabarkan kepada kami [Abdul Wahhab At Tsaqafi]. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Nafi’] telah menceritakan kepada kami [Ghundar] telah menceritakan kepada kami [Syu’bah]. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Abdurrahman Ad Darimi] telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Yusuf] dari [Sufyan]. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] telah mengabarkan kepada kami [Jarir] dari [Manshur] mereka semua dari [Khalid Al Khaddza`] dengan sanad dan makna yang sama dengan hadits Ibnu ‘Ulayyah.”
{HR. Ahmad. Teks Hadits Milik Muslim / Kitabu Ash Shaidi Wa Adz Dzabaihi Wa Ma Yu'kalu Mi Al Hayawani / Babu Al Amri Biihsani Adz Dzabhi Wa Al Qatli Wa Tahdidi As Safrati / No. 3729. Dan Nasa'i}.


Termasuk bentuk kasih sayang RasulallAh –ﷺ💞– beliau  melarang umatnya untuk mematikan sesuatu *DENGAN CARA DIBAKAR.* Beliau sebut, ini cara menghukum yang hanya boleh dilakukan oleh Allah. Perintah ini terdapat dalam penjelasan hadits :

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ بُكَيْرٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ : بَعَثَنَا رَسُولُ اللَّهِ –ﷺ💞–  فِي بَعْثٍ فَقَالَ :

*_« إِنْ وَجَدْتُمْ فُلَانًا وَفُلَانًا فَأَحْرِقُوهُمَا بِالنَّارِ »_*

ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ –ﷺ💞– حِينَ أَرَدْنَا الْخُرُوجَ :

*_« إِنِّي أَمَرْتُكُمْ أَنْ تُحْرِقُوا فُلَانًا وَفُلَانًا وَإِنَّ النَّارَ لَا يُعَذِّبُ بِهَا إِلَّا اللَّهُ فَإِنْ وَجَدْتُمُوهُمَا فَاقْتُلُوهُمَا»_*
{رواه احمد. والبخاري / كتاب الجهاد والسير / باب: لا يعذب بعذاب الله / حديث رقم : ٢٨٨٢، واللفظ له}

Telah bercerita kepada kami : Qutaibah bin Sa'id. Telah bercerita kepada kami : Al Laits. Dari Bukair. Dari Sulaiman bin Yasar. Dari Abu Hurairah radliyyAllah 'anhu bahwa beliau  berkata; Rasulullah –ﷺ💞– mengutus kami dalam pengiriman pasukan, maka Beliau bersabda:

*_"Jika kalian menemukan si anu dan si anu maka bakarlah keduanya dengan api"._*

Kemudian Rasulullah –ﷺ💞– bersabda ketika kami hendak berangkat (keesokan harinya):

*_"Sungguh aku telah memerintahkan kalian agar membakar si anu dan si anu DAN SESUNGGUHNYA  TIDAK BOLEH ada YANG MENYIKSA DENGAN API kecuali Allah.. Maka itu, bila kalian menemukan keduanya maka bunuhlah keduanya"._*
{HR. Ahmad 8461. Teks Hadits Milik  Bukhariy​ / Kitabu Al Jihad Wa As Sairi / Babu : La Yu'adzdzibu Bi'adazabillAh / No. 2882. Dan Yang Lainnya}


*🍒👌• Haram Hukumnya Menggoreng Ikan Yang Masih Hidup Kedalam Minyak Panas Seperti Tertera Didalam Kitab " Kifayatu Al Akhyar ":*

وَيحرم القاء السّمك فِي الزَّيْت الْحَار قبل مَوته عَافَانَا الله من عَذَابه
{انظر كتاب كفاية الأخيار في حل غاية الإختصار : ص ٥٢٧ / كتاب الصيد والذبائح والضحايا والأطعمة / باب الأضحية / للإمام  أبو بكر بن محمد بن عبد المؤمن بن حريز بن معلى الحسيني الحصني، تقي الدين الشافعي (المتوفى: ٨٢٩ هـ) / الناشر: دار الخير - دمشق الطبعة: الأولى، ١٩٩٤ مـ}.

*DAN HARAM* menaruh ikan kedalam minyak panas sebelum jelas  kematiannya, kami memohon perlindungan kepada Allah dari siksaNya.
{Lihat Kitab Kifayatu Al Akhyar Fi Hilli Ghayatu Al Ìkhtishari : hal 527 / Kitabu Ash Shaidi Wa Adz Dzaba'ihi Wa Adh Dhohaya Wa Al Ath'mmah / Karya Imam Sayyid Taqiyyuddin Al Husainiy Al Hishniy Asy Syafi'iy / Dar Al Khair - Damaskus, Cet. Pertama, Th. 1994}.


*🌴✍• Begitu Juga Dalam Kitab Masail Imam Ahmad Riwayat Abi Dawud As Sijistaniy  dinyatakan :*

سَمِعْتُ أَحْمَدَ، " سُئِلَ عَنِ السَّمَكَةِ تُلْقَى فِي النَّارِ وَهِيَ حَيَّةٌ؟ قَالَ: لَا «.
{انظر كتاب مسائل الإمام أحمد رواية أبي داود السجستاني : ص ٣٤٥ / باب الأطعمة / رقم المسىٔلة : ١٦٤٧ / للإمام أبو داود سليمان بن الأشعث بن إسحاق بن بشير بن شداد بن عمرو الأزدي السَِّجِسْتاني (المتوفى: ٢٧٥ هـ) / الناشر: مكتبة ابن تيمية، مصر الطبعة: الأولى، ١٤٢٠ هـ = ١٩٩٩ مـ}.

Saya mendengar Imam Ahmad ditanya tentang ikan yang dipanggang dalam kondisi masih hidup? Jawab beliau, “Jangan.”
{Lihat Kitab Masail Imam Ahmad Riwayat  Abi Dawud As Sijistaniy : hal 345 / Babu Al Ath'mmah / No. Masalah : 1647 / Karya Imam Abu Dawud As Sijistaniy / Maktabah Ibnu Taimiyyah - Mesir, Cet. Pertama, Th. 1420 H = 1999 M}.


🍒👌• Berdasarkan keterangan di atas, memasak dengan model seperti dalam  video, tidak disarankan dalam islam bahkan ada yang sampai  *MENGHARAMKANNYA* karena takut kepada adzab Allah. Islam agama yang mengajarkan kasih sayang. Sekalipun kita butuh untuk memakannya, dengan tidak boleh menyiksanya.


Konsekuensi dari adanya larangan masak dengan model seperti di atas, sebagian ulama melarang  kita makan ikan yang masih hidup (nguntal mentah mentah : jawa). Ada yang mengatakan *HARAM* dan ada yang mengatakan bahwa larangan ini hanya *MAKRUH*, tidak sampai haram.


*📚🌴• Dalam Ensiklopedi Islam " Kitab Al Mausu'ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah " dinyatakan :*

وَيُكْرَهُ عِنْدَ الشَّافِعِيَّةِ ابْتِلاَعُ السَّمَكِ حَيًّا إِذَا لَمْ يَضُرَّ، وَكَذَا أَكْل السَّمَكِ الصَّغِيرِ بِمَا فِي جَوْفِهِ، وَيَجُوزُ قَلْيُهُ وَشَيُّهُ مِنْ غَيْرِ شَقِّ بَطْنِهِ، لَكِنْ يُكْرَهُ ذَلِكَ إِنْ كَانَ حَيًّا، وَأَيًّا مَا كَانَ فَلاَ يَتَنَجَّسُ بِهِ الدُّهْنُ ...

وَإِذَا أُخِذَ السَّمَكُ حَيًّا لَمْ يَجُزْ أَكْلُهُ حَتَّى يَمُوتَ أَوْ يُمَاتَ، كَمَا يَقُول الْحَنَفِيَّةُ وَالْحَنَابِلَةُ. وَيُكْرَهُ شَيُّهُ حَيًّا، لأَِنَّهُ تَعْذِيبٌ بِلاَ حَاجَةٍ، فَإِنَّهُ يَمُوتُ سَرِيعًا فَيُمْكِنُ انْتِظَارُ مَوْتِهِ.
{انظر كتاب الموسوعة الفقهية الكويتية : ج ٥ ص ١٣١ / حرف الألف أطعمة الحيوان المائي: حلاله وحرامه / صادر عن: وزارة الأوقاف والشئون الإسلامية - الكويت عدد الأجزاء: ٤٥ جزءا الطبعة: (من ١٤٠٤ - ١٤٢٧ هـ) ..الأجزاء ١ - ٢٣ : الطبعة الثانية، دارالسلاسل - الكويت}.

Menurut Syafi'iyyah (pengikut Imam Syafi'iy) *DIMAKRUHKAN* menelan ikan hidup - hidup , ketika tidak membahayakan, begitu juga *MAKRUH* memakan ikan kecil bersama isi perutnya, dan *BOLEH* menggoreng dan memanggangnya tanpa membelah mengeluarkan isi perutnya, namun hal ini *MAKRUH* jika ikan kecilnya masih dalam keadaan hidup, dan minyak gorengnya *TIDAK MENJADI NAJIS* sebab bekas untuk menggorengnya ...

Jika ada ikan yang diambil hidup-hidup, tidak boleh langsung dimakan sampai ia mati atau dimatikan. Sebagaimana yang ditegaskan dalam madzhab Hånåfiy​ dan Hanbaliy​. *DIMAKRUHKAN* untuk memanggangnya hidup-hidup. Karena berarti menyiksa binatang tanpa ada kebutuhan. Karena ikan bisa cepat mati, sehingga mungkin untuk ditunggu kematiannya.
{Lihat Kitab al-Mausu’ah al-Fiqhiyah : juz 5 hal 131 / Harfu Al Alif / Ath'mmah / Al Hayawanu Al Ma'i : Halaluhu Wa Haramuhu / Dikeluarkan Oleh Kementerian Urusan Wakaf Dan Islam - Negara Kuwait , Jumlah 45 juz, juz 1 - 23 , Cet. Kedua , Dar As Salasil - Kuwait}.


*🌴✍• Diantara Yang Menyampaikan Hal Ini (Hanya MAKRUH) Adalah Imam An-Nawawiy Asy Syafi'iy rahimahullAhu ta'ala :*

وَلَوْ ابْتَلَعَ سَمَكَةً حَيَّةً أَوْ قَطَعَ فِلْقَةً مِنْهَا وَأَكَلَهَا أَوْ ابْتَلَعَ جَرَادَةً حَيَّةً أَوْ فِلْقَةً مِنْهَا فَوَجْهَانِ :

(أَصَحُّهُمَا) يُكْرَهُ وَلَا يَحْرُمُ

(وَالثَّانِي)يَحْرُمُ وَبِهِ قَطَعَ الشَّيْخُ أَبُو حَامِدٍ
{انظر كتاب المجموع شرح المهذب : ج ٩ ص ٧٣ / كتاب الأطعمة / باب الصيد والذبائح / للإمام أبو زكريا محيي الدين يحيى بن شرف النووي (المتوفى: ٦٧٦ هـ) / الناشر: دار الفكر - بدون السنة}

Jika ada orang yang makan ikan masih hidup atau mengambil sepotong daging ikan hidup lalu dia makan atau menelan belalang yang masih hidup, di sana ada 2 pendapat :

(Pendapat yang lebih benar), hukumnya *_MAKRUH dan TIDAK HARAM_*.

(Pendapat kedua), hukumnya *_HARAM_*. Ini merupakan pendapat Imam Abu Hamid (al-Ghazaliy).
{Lihat Kitab Al-Majmu’ Syarh Muhadzab : juz  9 hal 73 / Kitabu Al Ath'mmah / Babu Ash Shaidi Wa Adz Dzaba'ihi / Karya Imam An Nawawiy Asy Syafi'iy / Dar Al Fikri - Tnp. Tahun}.


*📚🍒• Imam An-Nawawiy Asy Syafi'iy – rahimahullAhu​ ta'ala – juga  berkata dalam Kitabnya " Raudlotu Ath Thalibin ":*

وٙلٙوْ قَلَى السَّمَكَ قَبْلَ مَوْتِهِ، فَطَرْحَهُ فِي الزَّيْتِ الْمَغْلِيِّ وَهُوَ يَضْطَرِبٌ،

قَالَ الشَّيْخُ أَبُو حَامِدٍ: لَا يَحِلُّ فِعْلُهُ؛ لِأَنَّهُ تَعْذِيبٌ. وَهَذَا تَفْرِيعٌ عَلَى اخْتِيَارِهِ فِي ابْتِلَاعِ السَّمَكَةِ حَيَّةً: أَنَّهُ حَرَامٌ. وَعَلَى إِبَاحَةِ ذَلِكَ، يُبَاحُ هَذَا. وَاللَّهُ أَعْلَمُ.
{انظر كتاب روضة الطالبين وعمدة المفتين : ج ٣ ص ٢٣٩ - ٢٤٠ / كتاب الصيد والذباىٔح / للإمام أبو  زكريا محيي الدين يحيى بن شرف النووي (المتوفى: ٦٧٦ هـ) /  الناشر: المكتب الإسلامي، بيروت- دمشق- عمان الطبعة: الثالثة، ١٤١٢ هـ = ١٩٩١ مـ}.

“Jika seorang menggoreng ikan belum mati, ia memasukkannya ke dalam minyak yang mendidih dan ia megap-megap (nggronjal nggronjal : Jawa),   

Syaikh Abu Hamid (Al Ghazaliy Asy Syafi'iy) berkata:

*“TIDAK HALAL MELAKUKANNYA*, karena hal itu adalah penyiksaan, dan ini adalah pencabangan atas pilihannya dalam masalah menelan ikan dalam keadaan hidup bahwa hal itu *HARAM.*
{Lihat Kitab Raudlatu Ath-Thalibin Wa 'Umdatu Al Muttaqin : juz 3 hal 239 - 240 / Kitabu Ash Shaidi Wa Adz Dzaba'ihi / Karya Imam Nawawiy Asy Syafi'iy / Al Maktab Al Islamiy - Beirut -  Damasykus 'Aman, Cet. Ketiga , Th. 1412 H = 1991 M}.


🌴🎙️• Menurut Syaikh Nawawi al-Bantani Al Indonisiy Asy Syafi'iy  menggoreng atau membakar ikan dalam keadaan masih hidup *HUKUMNYA BOLEH*. Ini sebagaimana beliau katakan dalam kitab Kasyifatus Saja berikut;

يجوز قلي السمك حيا وكذا ابتلاعه إذا كان صغيرا ويعفى عما في باطنه

Boleh menggoreng ikan hidup-hidup. Demikian juga boleh menelannya bilamana ikan itu kecil. Dan dimaafkan mengenai najis yang ada di dalam perutnya.
{Lihat Kitab Kasyifatus Saja. Karya Syaikh Nawawiy Banten}.


🌴✍•™Ada juga ulama yang menilainya *HALAL/BOLEH.* Artinya, mereka membedakan antara hukum memasak dan hukum memakannya. Selama hewan itu halal bangkainya, baik dimakan sesudah mati atau dimakan masih hidup, statusnya *HALAL*.

Yang bermasalah adalah sengaja menunda kematiannya, dan dimasak dalam keadaan dia tetap hidup. Jika unsur ini tidak ada, maka tidak ada hukum *MAKRUH/HARAM* (menurut perbedaan ulama') disana.

Sebagai contoh, ada orang makan ikan kecil yang bisa langsung mati dengan dikunyah, berarti hukumnya *HALAL/BOLEH* (karena tidak sampai menyiksanya).


*🌴🎙️•™Keterangan tersebut seperti yang disampaikan Ibnu Qudamah Al Hanbaliy rahimahullAhu ta'ala :*

وَسُئِلَ أَحْمَدُ عَنْ السَّمَكِ يُلْقَى فِي النَّارِ؟ فَقَالَ: مَا يُعْجِبُنِي. وَالْجَرَادُ أَسْهَلُ، فَإِنَّ هَذَا لَهُ دَمٌ. وَلَمْ يَكْرَهْ أَكْلَ السَّمَكِ إذَا أُلْقِيَ فِي النَّارِ، إنَّمَا كَرِهَ تَعْذِيبَهُ بِالنَّارِ.

Imam Ahmad ditanya tentang ikan hidup yang dipanggang. Beliau mengatakan, ‘Aku tidak suka.’ Bagaimana dengan belalang? Jawab beliau, ‘Aku tidak suka. Meskipun belalang lebih ringan. Karena ikan punya darah.’ Kemudian, tidak dimakruhkan makan ikan yang dipanggang hidup-hidup. Yang dimakruhkan adalah menyiksanya dengan api ...

✍• Kemudian Ibnu Qudamah menyebutkan riwayat dari Ibnu Umar :

كَانَ الْجَرَادُ يُقْلَى لَهُ. فَقَالَ: إنَّمَا يُؤْخَذُ الْجَرَادُ فَتُقْطَعُ أَجْنِحَتُهُ، ثُمَّ يُلْقَى فِي الزَّيْتِ وَهُوَ حَيٌّ.
{انظر كتاب المغني : ج ٩ ص ٣٩٥ / كتاب الصيد والذبائح / مسألة ما مات من الحيتان في الماء / فصل يباح أكل الجراد / للإمام أبو محمد موفق الدين عبد الله بن أحمد بن محمد بن قدامة الجماعيلي المقدسي ثم الدمشقي الحنبلي، الشهير بابن قدامة المقدسي (المتوفى: ٦٢٠ هـ) / الناشر: مكتبة القاهرة ، تاريخ النشر: ١٣٨٨ هـ - ١٩٦٨ مـ}.

Ada belalang goreng yang disuguhkan kepada beliau. Kemudian Ibnu Umar mengatakan, ‘Cara memasak belalang, dia dipangkas sayapnya, kemudian dimasukkan ke minyak (digoreng) dalam keadaan hidup.’
{Lihat Kitab Al-Mughniy​ : juz 9 hal 395 / Kitabu Ash Shaidi Wa Adz Dzaba'ihi / Mas'alatun : Ma Matat Al Hayatani Fi Al Maa'i / Fashlun : Yubahu Aklu Al Jaradi / Karya Imam Ibnu Qudamah Al Maqdisiy Al Hanbaliy / Al Maktabah Al Qahirah , Th. 1388 H = 1968 M}.


*📚✍• WALHASIL MENURUT SYAFI'IYYAH (PENGIKUT IMAM SYAFI'IY)*

Memasak atau menelan ikan dalam keadaan hidup ada 2 pendapat :

*1️⃣• HARAM DILAKUKAN* menurut Imam Abu Hamid Al Ghazaliy dan Imam Sayyid  Taqiyyuddin Al Hishniy Al Husainiy, dll, karena ada unsur *PENYIKSAAN*

*2️⃣• MAKRUH TIDAK HARAM* menurut Imam Abu Zakariyya Muhyiddin Yahya  An Nawawiy dan Syaikh Nawawiy Banten, dll.

جمعها ورتبها " طالب العلم " عبد الحكيم الجاوي

Kamis pon, MTsN 1 Magelang

٦ صفر ١٤٤٢ هـ
٢٤ سبتمبر ٢٠٢٠ هـ








PALING DIMINATI

Kategori

SHALAT (8) HADITS (5) WANITA (5) ADAB DAN HADITS (3) FIQIH HADIST (3) WASHIYYAT DAN FAWAID (3) 5 PERKARA SEBELUM 5 PERKARA (2) AQIDAH DAN HADITS (2) CINTA (2) PERAWATAN JENAZAH BAG VII (2) SIRAH DAN HADITS (2) TAUSHIYYAH DAN FAIDAH (2) TAWAJUHAT NURUL HARAMAIN (2) (BERBHAKTI (1) 11 BAYI YANG BISA BICARA (1) 12 BINATANG YANG MASUK SURGA (1) 25 NAMA ARAB (1) 7 KILOGRAM UNTUK RAME RAME (1) ADAB DAN AKHLAQ BAGI GURU DAN MURID (1) ADAB DAN HADITS (SURGA DIBAWAH TELAPAK KAKI BAPAK DAN IBU) (1) ADAT JAWA SISA ORANG ISLAM ADALAH OBAT (1) AIR KENCING DAN MUNTAHAN ANAK KECIL ANTARA NAJIS DAN TIDAKNYA ANTARA CUKUP DIPERCIKKI AIR ATAU DICUCI (1) AJARAN SUFI SUNNI (1) AKIBAT SU'UDZON PADA GURU (1) AL QUR'AN (1) AMALAN KHUSUS JUMAT TERAKHIR BULAN ROJAB DAN HUKUM BERBICARA DZIKIR SAAT KHUTBAH (1) AMALAN NISFHU SYA'BAN HISTORY (1) AMALAN SUNNAH DAN FADHILAH AMAL DIBULAN MUHARRAM (1) AMALAN TANPA BIAYA DAN VISA SETARA HAJI DAN UMRAH (1) APAKAH HALAL DAN SAH HEWAN YANG DISEMBELIH ULANG? (1) AQIDAH (1) ASAL MULA KAUM KHAWARIJ (MUNAFIQ) DAN CIRI CIRINYA (1) ASAL USUL KALAM YANG DISANGKA HADITS NABI (1) AYAT PAMUNGKAS (1) BAGAIMANAPUN BENTUKNYA VAGINA RASANYA TUNGGAL (1) BAHASA ALAM AKHIRAT (1) BELAJAR DAKWAH YANG BIJAK MELALUI BINATANG (1) BERITA HOAX SEJARAH DAN AKIBATNYA (1) BERSENGGAMA ITU SEHAT (1) BERSIKAP LEMAH LEMBUT KEPADA SIAPA SAJA KETIKA BERDAKWAH (1) BIRRUL WALIDAIN PAHALA DAN MANFAATNYA (1) BOLEH SHALAT SUNNAH SETELAH WITIR (1) BOLEHNYA MENDEKTE IMAM DAN MEMBAWA MUSHAF DALAM SHALAT (1) BOLEHNYA MENGGABUNG DUA SURAT SEKALIGUS (1) BOLEHNYA PATUNGAN DAN MEWAKILKAN PENYEMBELIHAN KEPADA KAFIR DZIMMI ATAU KAFIR KITABI (1) BULAN ROJAB DAN KEUTAMAANNYA (1) DAGING KURBAN AQIQAH UNTUK KAFIR NON MUSLIM (1) DAN FAKHR (1) DAN YANG BERHUBUNGAN DENGANNYA) (1) DARIMANA SEHARUSNYA UPAH JAGAL DAN BOLEHKAH MENJUAL DAGING KURBAN (1) DASAR PERAYAAN MAULID NABI (1) DEFINISI TINGKATAN DAN PERAWATAN SYUHADA' (1) DO'A MUSTAJAB (1) DO'A TIDAK MUSTAJAB (1) DOA ASMAUL HUSNA PAHALA DAN FAIDAHNYA (1) DOA DIDALAM SHALAT DAN SHALAT DENGAN SELAIN BAHASA ARAB (1) DOA KHUSUS (1) DOA ORANG MUSLIM DAN KAFIR YANG DIDZALIMI MUSTAJAB (1) DOA SHALAT DLUHA MA'TSUR (1) DONGO JOWO MUSTAJAB (1) DSB) (1) DURHAKA (1) FADHILAH RAMADHAN DAN DOA LAILATUL QADAR (1) FAIDAH MINUM SUSU DIAWWAL TAHUN BARU HIJRIYYAH (1) FENOMENA QURBAN/AQIQAH SUSULAN BAGI ORANG LAIN DAN ORANG MATI (1) FIKIH SHALAT DENGAN PENGHALANG (1) FIQIH MADZAHIB (1) FIQIH MADZAHIB HUKUM MEMAKAN SERANGGA (1) FIQIH MADZAHIB HUKUM MEMAKAN TERNAK YANG DIBERI MAKAN NAJIS (1) FIQIH QURBAN SUNNI (1) FUNGSI ZAKAT FITRAH DAN CARA IJAB QABULNYA (1) GAHARU (1) GAYA BERDZIKIRNYA KAUM CERDAS KAUM SUPER ELIT PAPAN ATAS (1) HADITS DAN ATSAR BANYAK BICARA (1) HADITS DLO'IF LEBIH UTAMA DIBANDINGKAN DENGAN PENDAPAT ULAMA DAN QIYAS (1) HALAL BI HALAL (1) HUKUM BERBUKA PUASA SUNNAH KETIKA MENGHADIRI UNDANGAN MAKAN (1) HUKUM BERKURBAN DENGAN HEWAN YANG CACAT (1) HUKUM BERSENGGAMA DIMALAM HARI RAYA (1) HUKUM DAN HIKMAH MENGACUNGKAN JARI TELUNJUK KETIKA TASYAHUD (1) HUKUM FAQIR MISKIN BERSEDEKAH (1) HUKUM MEMASAK DAN MENELAN IKAN HIDUP HIDUP (1) HUKUM MEMELIHARA MENJUALBELIKAN DAN MEMBUNUH ANJING (1) HUKUM MEMUKUL DAN MEMBAYAR ONGKOS UNTUK PENDIDIKAN ANAK (1) HUKUM MENCIUM MENGHIAS DAN MENGHARUMKAN MUSHAF AL QUR'AN (1) HUKUM MENGGABUNG NIAT QODLO' ROMADLAN DENGAN NIAT PUASA SUNNAH (1) HUKUM MENINGGALKAN PUASA RAMADLAN MENURUT 4 MADZHAB (1) HUKUM MENYINGKAT SHALAWAT (1) HUKUM PUASA SYA'BAN (NISHFU SYA'BAN (1) HUKUM PUASA SYAWWAL DAN HAL HAL YANG BERHUBUNGAN DENGANNYA (1) HUKUM PUASA TARWIYYAH DAN 'ARAFAH BESERTA KEUTAMAAN - KEUTAMAANNYA (1) HUKUM SHALAT IED DIMASJID DAN DIMUSHALLA (1) HUKUM SHALAT JUM'AT BERTEPATAN DENGAN SHALAT IED (1) IBADAH JIMA' (BERSETUBUH) DAN MANFAAT MANFATNYA (1) IBADAH TERTINGGI PARA PERINDU ALLAH (1) IBRANI (1) IMAM YANG CERDAS YANG FAHAM MEMAHAMI POSISINYA (1) INDONESIA (1) INGAT SETELAH SALAM MENINGGALKAN 1 ATAU 2 RAKAAT APA YANG HARUS DILAKUKAN? (1) INOVASI BID'AH OLEH ULAMA' YANG DITUDUH MEMBID'AH BID'AHKAN (1) ISLAM (1) JANGAN GAMPANG MELAKNAT (1) JUMAT DIGANDAKAN 70 KALI BERKAH (1) KAIFA TUSHLLI (XX) - (1) KAIFA TUSHOLLI (III) - MENEPUK MENARIK MENGGESER DALAM SHALAT SETELAH TAKBIRATUL IHRAM (1) KAIFA TUSHOLLI (XV) - SOLUSI KETIKA LUPA DALAM SHALAT JAMAAH FARDU JUM'AH SENDIRIAN MASBUQ KETINGGALAN (1) KAIFA TUSHOLLI (I) - SAHKAH TAKBIRATUL IHROM DENGAN JEDA ANTARA KIMAH ALLAH DAN AKBAR (1) KAIFA TUSHOLLI (II) - MENEMUKAN SATU RAKAAT ATAU KURANG TERHITUNG MENEMUKAN SHALAT ADA' DAN SHALAT JUM'AT (1) KAIFA TUSHOLLI (IV) - SOLUSI KETIKA LUPA MELAKUKAN SUNNAH AB'ADH DAN SAHWI BAGI IMAM MA'MUM MUNFARID DAN MA'MUM MASBUQ (1) KAIFA TUSHOLLI (IX) - BASMALAH TERMASUK FATIHAH SHALAT TIDAK SAH TANPA MEMBACANYA (1) KAIFA TUSHOLLI (V) - (1) KAIFA TUSHOLLI (VI) - TAKBIR DALAM SHALAT (1) KAIFA TUSHOLLI (VII) - MENARUH TANGAN BERSEDEKAP MELEPASKANNYA ATAU BERKACAK PINGGANG SETELAH TAKBIR (1) KAIFA TUSHOLLI (VIII) - BACAAN FATIHAH DALAM SHOLAT (1) KAIFA TUSHOLLI (XI) - LOGAT BACAAN AMIN SELESAI FATIHAH (1) KAIFA TUSHOLLI (XII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XIV) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XIX) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XVI) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XVII) - BACAAN TASBIH BAGI IMAM MA'MUM DAN MUNFARID KETIKA RUKU' (1) KAIFA TUSHOLLI (XVIII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XX1V) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXI) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXIII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXIX) - BACAAN SALAM SETELAH TASYAHUD MENURUT PENDAPAT ULAMA' MADZHAB MENGUSAP DAHI ATAU WAJAH DAN BERSALAM SALAMAN SETELAH SHALAT DIANTARA PRO DAN KONTRA (1) KAIFA TUSHOLLI (XXV) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXVI) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXVII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXVIII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXX) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXXI) - DZIKIR JAHRI (KERAS) MENURUT ULAMA' MADZHAB (1) KAIFA TUSHOLLI (XXXII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (x) - (1) KAJIAN TINGKEPAN NGAPATI MITONI KEHAMILAN (1) KEBERSIHAN DERAJAT TINGGI DALAM SHALAT (1) KEMATIAN ULAMA' DAN AKIBATNYA (1) KEPADA ORANGTUA (1) KESUNNAHAN TABKHIR EMBAKAR DUPA (1) KESUNNAHAN TAHNIK/NYETAKKI ANAK KECIL (1) KETIKA HAJAT TERCAPAI SEMBELIHLAH SYAHWAT DAN MENDEKATLAH KEPADA ALLAH (1) KETIKA ORANG ALIM SAMA DENGAN ANJING (1) KEUTAMAAN ILMU DAN ADAB (1) KEWAJIBAN SABAR DAN SYUKUR BERSAMAAN (1) KHUTBAH JUM'AT DAN YANG BERHUBUNGAN (1) KIFARAT SUAMI YANG MENYERUBUHI ISTRI DISIANG BULAN RAMADHAN (1) KISAH INSPIRATIF AHLU BAIT (SAYYIDINA IBNU ABBAS) DAN ULAMA' BESAR (SAYYIDINA ZAID BIN TSABIT) (1) KISAH PEMABUK PINTAR YANG MEMBUAT SYAIKH ABDUL QADIR AL JAILANIY MENANGIS (1) KRETERIA UCAPAN SUNNAH MENJAWAB KIRIMAN SALAM (1) KUFUR AKIBAT MENCELA NASAB KETURUNAN (1) KULLUHU MIN SYA'BAN (1) KURBAN DAN AQIQAH UNTUK MAYYIT (1) LARANGAN MENYINGKAT SHALAWAT NABI (1) LEBIH UTAMA MANA GURU DAN ORANGTUA (1) MA'MUM BOLEH MEMBENARKAN BACAAN IMAM DAN WAJIB MEMBENARKAN BACAAN FATIHAHNYA (1) MA'MUM MEMBACA FATIHAH APA HUKUMNYA DAN KAPAN WAKTUNYA? (1) MACAM DIALEK AAMIIN SETELAH FATIHAH (1) MACAM MACAM NIAT ZAKAT FITRAH (1) MAKAN MINUM MEMBUNUH BINATANG BERBISA MEMAKAI PAKAIAN BERGAMBAR DAN MENJAWAB PANGGILAN ORANGTUA DALAM SHALAT (1) MALAIKAT SETAN JIN DAPAT DILIHAT SETELAH MENJELMA SELAIN ASLINYA (1) MELAFADZKAN NIAT NAWAITU ASHUMU NAWAITU USHALLI (1) MELEPAS TALI POCONG DAN MENEMPELKAN PIPI KANAN MAYYIT KETANAH (1) MEMBAYAR FIDYAH BAGI ORANG ORANG YANG TIDAK MAMPU BERPUASA (1) MEMBELI KITAB ULAMA' MENARIK RIZQI DAN KEKAYAAN (1) MEMPERBANYAK DZIKIR SAMPAI DIKATAKAN GILA/PAMER (1) MENDIRIKAN SHALAT JUM'AT DALAM SATU DESA KARENA KAWATIR TERSULUT FITNAH DAN PERMUSUHAN (1) MENGAMBIL UPAH DALAM IBADAH (1) MENGHADIAHKAN MITSIL PAHALA AMAL SHALIH KEPADA NABI ﷺ (1) MENGIRIM MITSIL PAHALA KEPADA YANG MASIH HIDUP (1) MERAWAT JENAZAH MENURUT QUR'AN HADITS MADZAHIB DAN ADAT JAWS (1) MUHASABATUN NAFSI INTEROPEKSI DIRI (1) MUTIARA HIKMAH DAN FAIDAH (1) Manfaat Ucapan Al Hamdulillah (1) NABI DAN RASUL (1) NIAT PUASA SEKALI UNTUK SEBULAN (1) NISHFU AKHIR SYA'BAN (1) ORANG GILA HUKUMNYA MASUK SURGA (1) ORANG SHALIHPUN IKUT TERKENA KESULITAN HUJAN DAN GEMPA BUMI (1) PAHALA KHOTMIL QUR'AN (1) PENIS DAN PAYUDARA BERGERAK GERAK KETIKA SHALAT (1) PENYELEWENGAN AL QUR'AN (1) PERAWATAN JENAZAH BAG I & II & III (1) PERAWATAN JENAZAH BAG IV (1) PERAWATAN JENAZAH BAG V (1) PERAWATAN JENAZAH BAG VI (1) PREDIKSI LAILATUL QADAR (1) PUASA SUNNAH 6 HARI BULAN SYAWAL DISELAIN BULAN SYAWWAL (1) PUASA SYAWWAL DAN PUASA QADLO' (1) QISHOH ISLAMI (1) RAHASIA BAPAK PARA NABI DAN PILIHAN PARA NABI DALAM TASYAHUD SHALAT (1) RAHASIA HURUF DHOD PADA LAMBANG NU (1) RESEP MENJADI WALI (1) SAHABAT QULHU RADLIYYALLAHU 'ANHUM (1) SANAD SILSILAH ASWAJA (1) SANG GURU ASLI (1) SEDEKAH SHALAT (1) SEDEKAH TAK SENGAJA (1) SEJARAH TAHNI'AH (UCAPAN SELAMAT) IED (1) SEMBELIHAN (1) SERBA SERBI PENGGUNAAN INVENTARIS MASJID (1) SETIAP ABAD PEMBAHARU ISLAM MUNCUL (1) SHADAQAH SHALAT (1) SHALAT DAN FAIDAHNYA (1) SHALAT IED DIRUMAH KARENA SAKIT ATAU WABAH (1) SHALAT JUM'AT DISELAIN MASJID (1) SILSILAH SYAIKH JUMADIL KUBRA TURGO JOGJA (1) SIRAH BABI DAN ANJING (1) SIRAH DAN FAIDAH (1) SIRAH DZIKIR BA'DA MAKTUBAH (1) SIRAH NABAWIYYAH (1) SIRAH NIKAH MUT'AH DAN NIKAH MISYWAR (1) SIRAH PERPINDAHAN QIBLAT (1) SIRAH THAHARAH (1) SIRAH TOPI TAHUN BARU MASEHI (1) SUHBAH HAQIQAH (1) SUM'AH (1) SUNNAH MENCERITAKAN NIKMAT YANG DIDAPAT KEPADA YANG DIPERCAYA TANPA UNSUR RIYA' (1) SURGA IMBALAN YANG SAMA BAGI PENGEMBAN ILMU PENOLONG ILMU DAN PENYEBAR ILMU HALAL (1) SUSUNAN MURAQIY/BILAL SHALAT TARAWIH WITIR DAN DOA KAMILIN (1) SYAIR/DO'A BAGI GURU MUROBBI (1) SYAIR/DO'A SETELAH BERKUMPUL DALAM KEBAIKKAN (1) SYARI'AT DARI BID'AH (1) TA'JIL UNIK LANGSUNG BERSETUBUH TANPA MAKAN MINUM DAHULU (1) TAAT PADA IMAM ATAU PEMERINTAH (1) TAHALLUL CUKUR GUNDUL ATAU POTONG RAMBUT SELESAI HAJI DAN UMROH (1) TAKBIR IED MENURUT RASULULLAH DAN ULAMA' SUNNI (1) TALI ALLAH BERSATU DAN TAAT (1) TATACARA SHALAT ORANG BUTA ATAU BISU DAN HUKUM BERMAKMUM KEPADA KEDUANYA (1) TEMPAT SHALAT IED YANG PALING UTAMA AKIBAT PANDEMI (WABAH) CORONA (1) TIDAK BOLEH KURBAN DENGAN KUDA NAMUN HALAL DIMAKAN (1) TIDAK PERLU TEST DNA SEBAGAI BUKTI DZURRIYYAH NABI -ﷺ- (1) TREND SHALAT MEMAKAI SARUNG TANGAN DAN KAOS KAKI DAN HUKUMNYA (1) T̳I̳P̳ ̳C̳E̳P̳E̳T̳ ̳J̳A̳D̳I̳ ̳W̳A̳L̳I̳ ̳A̳L̳L̳O̳H̳ (1) UCAPAN HARI RAYA MENURUT SUNNAH (1) UCAPAN NATAL ANTARA YANG PRO DAN KONTRA (1) ULANG TAHUN RASULILLAH (1) URUTAN SILSILAH KETURUNAN ORANG JAWA (1) Ulama' Syafi'iyyah Menurut Lintas Abadnya (1) WAJIB BERMADZHAB UNTUK MENGETAHUI MATHLA' TEMPAT MUNCULNYA HILAL (1) YAUMU SYAK) (1) ZAKAT DIBERIKAN SEBAGAI SEMACAM MODAL USAHA (1) ZAKAT FITRAH 2 (1) ZAKAT FITRAH BISA UNTUK SEMUA KEBAIKKAN DENGAN BERBAGAI ALASAN (1)
Back To Top