Bismillahirrohmaanirrohiim

Tampilkan postingan dengan label KETIKA ORANG ALIM SAMA DENGAN ANJING. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KETIKA ORANG ALIM SAMA DENGAN ANJING. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Mei 2024

DI𝗗𝗜𝗔𝗡𝗧𝗔𝗥𝗔 𝗦𝗜𝗙𝗔𝗧 𝗠𝗔𝗡𝗨𝗦𝗜𝗔 𝗬𝗔𝗡𝗚 𝗦𝗘𝗣𝗘𝗥𝗧𝗜 𝗔𝗡𝗝𝗜𝗡𝗚 𝗠𝗨𝗗𝗔𝗛 𝗠𝗘𝗡𝗘𝗥𝗜𝗠𝗔 𝗜𝗟𝗠𝗨 (𝗖𝗘𝗥𝗗𝗔𝗦) 𝗗𝗔𝗡 𝗧𝗔𝗠𝗔𝗞 (𝗧𝗜𝗗𝗔𝗞 𝗣𝗘𝗥𝗡𝗔𝗛 𝗠𝗘𝗥𝗔𝗦𝗔 𝗣𝗨𝗔𝗦)

 *•••⊰✿ৡৢ˚❁ ١٥ ذو القعدة ١٤٤٥ ه‍ـ ❁˚ৡ✿⊱•••*


─═हই• ⃟  ⃟ •⊰❂͜͡✯━━━━━━━━━━━━━┓

•⊰❂͜͡✯﷽✯͜͡❂⊱• | 𝗗𝗜𝗔𝗡𝗧𝗔𝗥𝗔 𝗦𝗜𝗙𝗔𝗧 𝗠𝗔𝗡𝗨𝗦𝗜𝗔 𝗬𝗔𝗡𝗚 𝗦𝗘𝗣𝗘𝗥𝗧𝗜 𝗔𝗡𝗝𝗜𝗡𝗚 𝗠𝗨𝗗𝗔𝗛 𝗠𝗘𝗡𝗘𝗥𝗜𝗠𝗔 𝗜𝗟𝗠𝗨 (𝗖𝗘𝗥𝗗𝗔𝗦) 𝗗𝗔𝗡 𝗧𝗔𝗠𝗔𝗞 (𝗧𝗜𝗗𝗔𝗞 𝗣𝗘𝗥𝗡𝗔𝗛 𝗠𝗘𝗥𝗔𝗦𝗔 𝗣𝗨𝗔𝗦)

┗━━━━━━━━━━━━━✯͜͡❂⊱• ⃟  ⃟ •ইह═─




❁˚ৡ✿⊱•𝔸𝕃 ℚ𝕌ℝ'𝔸ℕ


ৡ✿⊱•Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman:


وَمَا عَلَّمْتُم مِّنَ الْجَوَارِحِ مُكَلِّبِينَ تُعَلِّمُونَهُنَّ مِمَّا عَلَّمَكُمُ اللَّهُ ۖ

﴿سورة المائدة : ٠٠٥/ ٤﴾


dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang buas yang telah kamu ajar dengan melatih nya untuk berburu; kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. (QS. Al Maidah: 005/ 4)


ৡ✿⊱•Dan Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman:


وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنٰهُ بِهَا وَلٰكِنَّهٗٓ اَخْلَدَ اِلَى الْاَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوٰىهُ ۚ فَمَثَلُهٗ كَمَثَلِ الْكَلْبِ ۚ اِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ اَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ ۗ ذٰلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا ۚ فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ ﴿سورة الأعراف : ٠٠٧/ ۱۷۶﴾


Dan sekiranya Kami menghendaki niscaya Kami tinggikan (derajat)nya dengan (ayat-ayat) itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan mengikuti keinginannya (yang rendah), MAKA PERUMPAMAANNYA SEPERTI ANJING, jika kamu menghalaunya dijulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia menjulurkan lidahnya (juga). Demikianlah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir. (QS. Al-A’raf: 007/ 176)


ৡ✿⊱•Dan Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman:


ۖوَكَلْبُهُمْ بَاسِطٌ ذِرَاعَيْهِ بِالْوَصِيْدِ ۗ لَوِ اطَّلَعْتَ عَلَيْهِمْ لَوَلَّيْتَ مِنْهُمْ فِرَارًا وَّلَمُلِئْتَ مِنْهُمْ رُعْبًا ﴿سورة الكهف : ٠١٨/ ۱۸﴾


Sedang anjing mereka (Ashabul Kahfi)  membentangkan kedua lengannya di depan pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentu kamu akan berpaling melarikan (diri) dari mereka dan pasti kamu akan dipenuhi rasa takut terhadap mereka. (QS. Al-Kahf: 018/  18)


ৡ✿⊱•Imam Al Hafidz Fakhruddin Ar Raziy berkata dalam kitab tafsirnya Mafatihu Al Ghaib = Tafsir Al Kabir (Juz. 15 Hal. 405):


وَاعْلَمْ أَنَّ هَذَا التَّمْثِيلَ مَا وَقَعَ بِجَمِيعِ الْكِلَابِ ، وَإِنَّمَا وَقَعَ بِالْكَلْبِ اللَّاهِثِ ، وَأَخَسُّ الْحَيَوَانَاتِ هُوَ الْكَلْبُ ، وَأَخَسُّ الْكِلَابِ هُوَ الْكَلْبُ اللَّاهِثُ ، فَمَنْ آتَاهُ اللَّهُ الْعِلْمَ وَالدِّينَ فَمَالَ إِلَى الدُّنْيَا ، وَأَخْلَدَ إِلَى الْأَرْضِ ، كَانَ مُشَبَّهًا بِأَخَسِّ الْحَيَوَانَاتِ ، وَهُوَ الْكَلْبُ اللَّاهِثُ ، وَفِي تَقْرِيرِ هَذَا التَّمْثِيلِ وُجُوهٌ : 


الْأَوَّلُ : أَنَّ كُلَّ شَيْءٍ يَلْهَثُ فَإِنَّمَا يَلْهَثُ مِنْ إِعْيَاءٍ أَوْ عَطَشٍ إِلَّا الْكَلْبَ اللَّاهِثَ فَإِنَّهُ يَلْهَثُ فِي حَالِ الْإِعْيَاءِ ، وَفِي حَالِ الرَّاحَةِ ، وَفِي حَالِ الْعَطَشِ ، وَفِي حَالِ الرِّيِّ ، فَكَانَ ذَلِكَ عَادَةً مِنْهُ وَطَبِيعَةً ، وَهُوَ مُوَاظِبٌ عَلَيْهِ كَعَادَتِهِ الْأَصْلِيَّةِ ، وَطَبِيعَتِهِ الْخَسِيسَةِ ، لَا لِأَجْلِ حَاجَةٍ وَضَرُورَةٍ ، فَكَذَلِكَ مَنْ آتَاهُ اللَّهُ الْعِلْمَ وَالدِّينَ وَأَغْنَاهُ عَنِ التَّعَرُّضِ لِأَوْسَاخِ أَمْوَالِ النَّاسِ ، ثُمَّ إِنَّهُ يَمِيلُ إِلَى طَلَبِ الدُّنْيَا ، وَيُلْقِي نَفْسَهُ فِيهَا ، كَانَتْ حَالُهُ كَحَالِ ذَلِكَ اللَّاهِثِ ، حَيْثُ وَاظَبَ عَلَى الْعَمَلِ الْخَسِيسِ ، وَالْفِعْلِ الْقَبِيحِ ، لِمُجَرَّدِ نَفْسِهِ الْخَبِيثَةِ ، وَطَبِيعَتِهِ الْخَسِيسَةِ ، لَا لِأَجْلِ الْحَاجَةِ وَالضَّرُورَةِ . 


وَالثَّانِي : أَنَّ الرَّجُلَ الْعَالِمَ إِذَا تَوَسَّلَ بِعِلْمِهِ إِلَى طَلَبِ الدُّنْيَا ، فَذَاكَ إِنَّمَا يَكُونُ لِأَجْلِ أَنَّهُ يُورِدُ عَلَيْهِمْ أَنْوَاعَ عُلُومِهِ وَيُظْهِرُ عِنْدَهُمْ فَضَائِلَ نَفْسِهِ وَمَنَاقِبَهَا ، وَلَا شَكَّ أَنَّهُ عِنْدَ ذِكْرِ تِلْكَ الْكَلِمَاتِ ، وَتَقْرِيرِ تِلْكَ الْعِبَارَاتِ يُدْلِعُ لِسَانَهُ ، وَيُخْرِجُهُ لِأَجْلِ مَا تَمَكَّنَ فِي قَلْبِهِ مِنْ حَرَارَةِ الْحِرْصِ وَشِدَّةِ الْعَطَشِ إِلَى الْفَوْزِ بِالدُّنْيَا ، فَكَانَتْ حَالَتُهُ شَبِيهَةً بِحَالَةِ ذَلِكَ الْكَلْبِ الَّذِي أَخْرَجَ لِسَانَهُ أَبَدًا مِنْ غَيْرِ حَاجَةٍ وَلَا ضَرُورَةٍ ، بَلْ بِمُجَرَّدِ الطَّبِيعَةِ الْخَسِيسَةِ . 


وَالثَّالِثُ : أَنَّ الْكَلْبَ اللَّاهِثَ لَا يَزَالُ لَهْثُهُ الْبَتَّةَ ، فَكَذَلِكَ الْإِنْسَانُ الْحَرِيصُ لَا يَزَالُ حِرْصُهُ الْبَتَّةَ . 

[انظر كتاب مفاتيح الغيب = التفسير الكبير : (ج ١٥ ص ٤٠٥) / تتمة سورة الأعراف /  [سورة الأعراف (٧) : الآيات ١٧٥ إلى ١٧٦] / المؤلف: أبو عبد الله محمد بن عمر بن الحسن بن الحسين التيمي الرازي الملقب بفخر الدين الرازي خطيب الري (ت ٦٠٦هـ) / الناشر: دار إحياء التراث العربي - بيروت، الطبعة: الثالثة - ١٤٢٠ هـ].


Dan ketahuilah, bahwa gambaran ini tidak terjadi pada semua anjing, melainkan hanya  terjadi pada anjing yang terengah engah (menjulurkan lidahnya), dan hewan yang paling hina adalah anjing, dan anjing yang paling hina adalah anjing yang terengah-engah, maka barang siapa yang diberi ilmu dan agama oleh Allah, lalu berpaling kepada dunia dan berdiam di bumi, maka ia  diumpamakan dengan binatang yang paling hina, yaitu anjing yang terengah-engah, dan dalam menyatakan hal ini terdapat beberapa pendapat: 


(Yang pertama): Segala sesuatu yang terengah-engah  karena lelah atau haus, kecuali anjing yang terengah-engah, karena ia terengah-engah pada saat lelah, saat istirahat, saat haus, dan saat diairi, Ini adalah kebiasaan dan sifat dari dirinya, dan dia melanjutkan dengan itu sebagaimana kebiasaan aslinya dan sifatnya yang tercela, bukan karena kebutuhan dan keharusan. Demikian pula jika Allah memberinya ilmu dan agama serta menghindarkannya dari keburukkan harta manusia, maka ia cenderung mencari dunia, dan menceburkan diri ke dalamnya. Kondisinya seperti anjing yang terengah engah, yang terus melakukan pekerjaan keji dan perbuatan buruk, semata-mata karena dirinya yang jahat dan sifat kejinya, bukan karena kebutuhan dan kebutuhan. 


(Yang kedua): Jika seorang Alim yang berilmu menggunakan ilmunya untuk mencari dunia, maka hal itu hanya karena dia memaparkan kepada mereka jenis-jenis ilmunya dan menunjukkan kepada mereka keutamaan dan keutamaan dirinya, dan tidak ada keraguan ketika dia menyebutkan kata-kata itu, dan mengungkapkan ekspresi itu, memutar balikkan  lidahnya, dan mengeluarkannya untuk suatu tujuan yang sudah terpendam dalam hatinya, karena dorongan keinginannya, dan  kehausan untuk memenangkan dunia, JADI KONDISINYA MIRIP DENGAN ANJING YANG SELALU TERENGAH ENGAH  MENJULURKAN LIDAHNYA tanpa ada hajat keperluan dan keterpaksaan, melainkan karena sifat keji belaka. 


(Ketiga): Anjing yang terengah-engah menjulurkan lidahnya tidak akan pernah berhenti terengah-engah selamanya, maka begitu juga dengan  manusia yang terobsesi oleh  keinginan, maka keinginannya tidak akan berhenti untuk selamanya. Selesai.


ৡ✿⊱•Menyamakan orang Islam dengan anjing atau keledai dan sebagainya dianggap sebagai penghinaan yang haram dan pantas didisiplinkan (patut diajari sikap tatakrama) menurut mayoritas Ulama'.


وجاء في الموسوعة الفقهية: 


وكذلك يعزر إذا شبهه بالحيوانات الدنيئة كقوله: يا حمار, يا كلب, يا قرد, يا بقر، ونحو ذلك، عند جمهور الفقهاء ـ المالكية والشافعية والحنابلة، وهو المختار عند متأخري الحنفية... اهـ.


Demikian pula ia dihukum jika ia menyamakannya dengan binatang yang keji, seperti mengucapkan: Wahai keledai, wahai anjing, wahai kera, wahai sapi, dan sejenisnya, menurut mayoritas ahli hukum – Maliki, Syafi’i, dan Hambali, dan itu adalah pilihan yang lebih disukai menurut ulama Hanafi generasi  kemudian...Selesai.


ৡ✿⊱•Imam Muhammad 'Ulaisy Al Malikiy berkata dalam Kitabnya Syarhu Mukhtashar Khalil:


لو قال: يا فاسق أو يا فاجر، أو يا شارب الخمر، أو يا ابن الفاسقة، أو يا ابن الفاجرة، أو يا آكل الربا، أو يا حمار، أو يا ابن الحمار، أو يا خنزير، أو ما أشبه ذلك، فإنه يؤدب. انتهى. 


Jika dia berkata: Kamu orang yang maksiat, atau kamu orang yang berbuat dosa, atau kamu peminum minuman keras, atau kamu anak laki-laki orang yang maksiat, atau kamu anak orang yang maksiat, atau kamu pemakan riba, atau kamu keledai, atau kamu anak keledai, atau kamu babi, atau semacamnya, maka dia pantas didisiplinkan (patut diajari sikap tatakrama). Selesai.



*•••⊰✿ৡৢ˚❁ 𝔸𝕃 ℍ𝔸𝔻𝕀𝕋𝕊


⊰✿ৡৢ˚❁Riwayat Tentang Larangan Duduk Seperti Anjing Yang Seolah Olah Mengancam Orang Yang  Mendekatinya


حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي زِيَادٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : 


أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ -ﷺ- بِثَلَاثٍ وَنَهَانِي عَنْ ثَلَاثٍ أَمَرَنِي بِرَكْعَتَيْ الضُّحَى كُلَّ يَوْمٍ وَالْوِتْرِ قَبْلَ النَّوْمِ وَصِيَامِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَنَهَانِي عَنْ نَقْرَةٍ كَنَقْرَةِ الدِّيكِ وَإِقْعَاءٍ كَإِقْعَاءِ الْكَلْبِ وَالْتِفَاتٍ كَالْتِفَاتِ الثَّعْلَبِ 

[رواه أحمد في مسنده /  باقي مسند المكثرين / مسند أبي هريرة رضي الله عنه / رقم الحديث: ٨٠٤٤].


Dari Abu Hurairah radhiyyAllahu 'anhu, beliau  berkata :  


“Rasulullah -ﷺ-  memerintahkan kepadaku dengan 3 perkara dan melarangku dari 3 perkara; Beliau memerintahkanku dengan 2 raka’at dhuha pada setiap hari, witir sebelum tidur, dan puasa 3 hari pada setiap bulannya. Dan melarangku mematuk (dalam shalat) seperti ayam mematuk, DUDUK SEPERTI DUDUKNYA ANJING (membentangkan kedua lengannya di depan), dan menengok  seperti menengoknya serigala.” 

[HR. Ahmad Dalam Musnadnya No. 8044].



⊰✿ৡৢ˚❁Riwayat Tentang Keburukkan Menarik Kembali Sesuatu Yang Sudah Diberikan Seperti Anjing Memakan Kembali Yang Dimuntahkannya


حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَيُّوبَ السَّخْتِيَانِيِّ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ﵄ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: 


«الْعَائِدُ فِي هِبَتِهِ كَالْكَلْبِ يَعُودُ فِي قَيْئِهِ، لَيْسَ لَنَا مَثَلُ السَّوْءِ.»

[رواه البخاري / كتاب الحيل / باب في الهبة والشفعة / رقم الحديث: ٦٩٧٥].


Dari Ibnu Abbas radliyaAllahu 'anhuma mengatakan : Nabi -ﷺ- bersabda: 


"Orang yang menarik kembali pemberian, bagaikan anjing yang menyantap lagi muntahannya, yang kita tak mempunyai perumpamaan lebih buruk daripadanya."

[HR. Bukhariy No. 6975] 


حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ الْمُبَارَكِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ النَّبِيُّ -ﷺ- :


لَيْسَ لَنَا مَثَلُ السَّوْءِ الَّذِي يَعُودُ فِي هِبَتِهِ كَالْكَلْبِ يَرْجِعُ فِي قَيْئِهِ

[رواه البخاري /  كتاب الهبة وفضلها / باب لا يحل لأحد أن يرجع في هبته وصدقته / رقم الحديث: ٢٦٢٢].


Dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata; Nabi -ﷺ- bersabda: 


"Tidak patut bagi kita (orang beriman) sengaja membuat perumpamaan yang buruk. Orang yang meminta kembali apa yang telah dihibahkannya BAGAIKAN ANJING YANG MENELAN KEMBALI APA YANG DIMUNTAHKANNYA".

[HR. Bukhariy No. 2622] 


⊰✿ৡৢ˚❁Riwayat Hadits Yang Senada:


حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ قَتَادَةَ يُحَدِّثُ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -ﷺ- :


«الْعَائِدُ فِي هِبَتِهِ كَالْعَائِدِ فِي قَيْئِهِ»

[رواه البخاري. والنسائي. وابن ماجه واللفظ له /  ١٤ - كتاب الهبات / (٥) باب الرجوه في الهبة / رقم الحديث: ٢٣٨٥].


Dari Ibnu Abbas radliyaAllahu 'anhuma beliau berkata: "Rasulullah -ﷺ- bersabda: 


"Orang yang kembali meminta pemberiannya seperti orang yang memakan kembali muntahannya."

[HR. Ibnu Majah No. 2385].


✯͜͡❂⊱•أَلحَمْدُ لِلّـهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتُمُّ الصّالِحَاتُ✯͜͡❂⊱• 


•._.••´¯``•.¸¸.•`   🎀  кяα∂єηαη ѕєℓαтαη 

ѕяυмвυηg

мαgєℓαηg

 🎀   `•.¸¸.•``¯´••._.•


١٥ ذو القعدة ١٤٤٥ ه‍ـ

24 мєι 2024 м

PALING DIMINATI

Kategori

SHALAT (8) HADITS (5) WANITA (5) ADAB DAN HADITS (3) FIQIH HADIST (3) WASHIYYAT DAN FAWAID (3) 5 PERKARA SEBELUM 5 PERKARA (2) AQIDAH DAN HADITS (2) CINTA (2) PERAWATAN JENAZAH BAG VII (2) SIRAH DAN HADITS (2) TAUSHIYYAH DAN FAIDAH (2) TAWAJUHAT NURUL HARAMAIN (2) (BERBHAKTI (1) 11 BAYI YANG BISA BICARA (1) 12 BINATANG YANG MASUK SURGA (1) 25 NAMA ARAB (1) 7 KILOGRAM UNTUK RAME RAME (1) ADAB DAN AKHLAQ BAGI GURU DAN MURID (1) ADAB DAN HADITS (SURGA DIBAWAH TELAPAK KAKI BAPAK DAN IBU) (1) ADAT JAWA SISA ORANG ISLAM ADALAH OBAT (1) AIR KENCING DAN MUNTAHAN ANAK KECIL ANTARA NAJIS DAN TIDAKNYA ANTARA CUKUP DIPERCIKKI AIR ATAU DICUCI (1) AJARAN SUFI SUNNI (1) AKIBAT SU'UDZON PADA GURU (1) AL QUR'AN (1) AMALAN KHUSUS JUMAT TERAKHIR BULAN ROJAB DAN HUKUM BERBICARA DZIKIR SAAT KHUTBAH (1) AMALAN NISFHU SYA'BAN HISTORY (1) AMALAN SUNNAH DAN FADHILAH AMAL DIBULAN MUHARRAM (1) AMALAN TANPA BIAYA DAN VISA SETARA HAJI DAN UMRAH (1) APAKAH HALAL DAN SAH HEWAN YANG DISEMBELIH ULANG? (1) AQIDAH (1) ASAL MULA KAUM KHAWARIJ (MUNAFIQ) DAN CIRI CIRINYA (1) ASAL USUL KALAM YANG DISANGKA HADITS NABI (1) AYAT PAMUNGKAS (1) BAHASA ALAM AKHIRAT (1) BELAJAR DAKWAH YANG BIJAK MELALUI BINATANG (1) BERITA HOAX SEJARAH DAN AKIBATNYA (1) BERSENGGAMA ITU SEHAT (1) BERSIKAP LEMAH LEMBUT KEPADA SIAPA SAJA KETIKA BERDAKWAH (1) BIRRUL WALIDAIN PAHALA DAN MANFAATNYA (1) BOLEH SHALAT SUNNAH SETELAH WITIR (1) BOLEHNYA MENDEKTE IMAM DAN MEMBAWA MUSHAF DALAM SHALAT (1) BOLEHNYA MENGGABUNG DUA SURAT SEKALIGUS (1) BOLEHNYA PATUNGAN DAN MEWAKILKAN PENYEMBELIHAN KEPADA KAFIR DZIMMI ATAU KAFIR KITABI (1) BULAN ROJAB DAN KEUTAMAANNYA (1) DAGING KURBAN AQIQAH UNTUK KAFIR NON MUSLIM (1) DAN FAKHR (1) DAN YANG BERHUBUNGAN DENGANNYA) (1) DARIMANA SEHARUSNYA UPAH JAGAL DAN BOLEHKAH MENJUAL DAGING KURBAN (1) DASAR PERAYAAN MAULID NABI (1) DEFINISI TINGKATAN DAN PERAWATAN SYUHADA' (1) DO'A MUSTAJAB (1) DO'A TIDAK MUSTAJAB (1) DOA ASMAUL HUSNA PAHALA DAN FAIDAHNYA (1) DOA DIDALAM SHALAT DAN SHALAT DENGAN SELAIN BAHASA ARAB (1) DOA ORANG MUSLIM DAN KAFIR YANG DIDZALIMI MUSTAJAB (1) DOA SHALAT DLUHA MA'TSUR (1) DONGO JOWO MUSTAJAB (1) DSB) (1) DURHAKA (1) FADHILAH RAMADHAN DAN DOA LAILATUL QADAR (1) FAIDAH MINUM SUSU DIAWWAL TAHUN BARU HIJRIYYAH (1) FENOMENA QURBAN/AQIQAH SUSULAN BAGI ORANG LAIN DAN ORANG MATI (1) FIKIH SHALAT DENGAN PENGHALANG (1) FIQIH MADZAHIB (1) FIQIH MADZAHIB HUKUM MEMAKAN SERANGGA (1) FIQIH MADZAHIB HUKUM MEMAKAN TERNAK YANG DIBERI MAKAN NAJIS (1) FIQIH QURBAN SUNNI (1) FUNGSI ZAKAT FITRAH DAN CARA IJAB QABULNYA (1) GAHARU (1) GAYA BERDZIKIRNYA KAUM CERDAS KAUM SUPER ELIT PAPAN ATAS (1) HADITS DAN ATSAR BANYAK BICARA (1) HADITS DLO'IF LEBIH UTAMA DIBANDINGKAN DENGAN PENDAPAT ULAMA DAN QIYAS (1) HALAL BI HALAL (1) HUKUM BERBUKA PUASA SUNNAH KETIKA MENGHADIRI UNDANGAN MAKAN (1) HUKUM BERKURBAN DENGAN HEWAN YANG CACAT (1) HUKUM BERSENGGAMA DIMALAM HARI RAYA (1) HUKUM DAN HIKMAH MENGACUNGKAN JARI TELUNJUK KETIKA TASYAHUD (1) HUKUM FAQIR MISKIN BERSEDEKAH (1) HUKUM MEMASAK DAN MENELAN IKAN HIDUP HIDUP (1) HUKUM MEMELIHARA MENJUALBELIKAN DAN MEMBUNUH ANJING (1) HUKUM MEMUKUL DAN MEMBAYAR ONGKOS UNTUK PENDIDIKAN ANAK (1) HUKUM MENCIUM MENGHIAS DAN MENGHARUMKAN MUSHAF AL QUR'AN (1) HUKUM MENGGABUNG NIAT QODLO' ROMADLAN DENGAN NIAT PUASA SUNNAH (1) HUKUM MENINGGALKAN PUASA RAMADLAN MENURUT 4 MADZHAB (1) HUKUM MENYINGKAT SHALAWAT (1) HUKUM PUASA SYA'BAN (NISHFU SYA'BAN (1) HUKUM PUASA SYAWWAL DAN HAL HAL YANG BERHUBUNGAN DENGANNYA (1) HUKUM PUASA TARWIYYAH DAN 'ARAFAH BESERTA KEUTAMAAN - KEUTAMAANNYA (1) HUKUM SHALAT IED DIMASJID DAN DIMUSHALLA (1) HUKUM SHALAT JUM'AT BERTEPATAN DENGAN SHALAT IED (1) IBADAH JIMA' (BERSETUBUH) DAN MANFAAT MANFATNYA (1) IBADAH TERTINGGI PARA PERINDU ALLAH (1) IBRANI (1) IMAM YANG CERDAS YANG FAHAM MEMAHAMI POSISINYA (1) INDONESIA (1) INGAT SETELAH SALAM MENINGGALKAN 1 ATAU 2 RAKAAT APA YANG HARUS DILAKUKAN? (1) ISLAM (1) JANGAN GAMPANG MELAKNAT (1) JUMAT DIGANDAKAN 70 KALI BERKAH (1) KAIFA TUSHLLI (XX) - (1) KAIFA TUSHOLLI (III) - MENEPUK MENARIK MENGGESER DALAM SHALAT SETELAH TAKBIRATUL IHRAM (1) KAIFA TUSHOLLI (XV) - SOLUSI KETIKA LUPA DALAM SHALAT JAMAAH FARDU JUM'AH SENDIRIAN MASBUQ KETINGGALAN (1) KAIFA TUSHOLLI (I) - SAHKAH TAKBIRATUL IHROM DENGAN JEDA ANTARA KIMAH ALLAH DAN AKBAR (1) KAIFA TUSHOLLI (II) - MENEMUKAN SATU RAKAAT ATAU KURANG TERHITUNG MENEMUKAN SHALAT ADA' DAN SHALAT JUM'AT (1) KAIFA TUSHOLLI (IV) - SOLUSI KETIKA LUPA MELAKUKAN SUNNAH AB'ADH DAN SAHWI BAGI IMAM MA'MUM MUNFARID DAN MA'MUM MASBUQ (1) KAIFA TUSHOLLI (IX) - BASMALAH TERMASUK FATIHAH SHALAT TIDAK SAH TANPA MEMBACANYA (1) KAIFA TUSHOLLI (V) - (1) KAIFA TUSHOLLI (VI) - TAKBIR DALAM SHALAT (1) KAIFA TUSHOLLI (VII) - MENARUH TANGAN BERSEDEKAP MELEPASKANNYA ATAU BERKACAK PINGGANG SETELAH TAKBIR (1) KAIFA TUSHOLLI (VIII) - BACAAN FATIHAH DALAM SHOLAT (1) KAIFA TUSHOLLI (XI) - LOGAT BACAAN AMIN SELESAI FATIHAH (1) KAIFA TUSHOLLI (XII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XIV) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XIX) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XVI) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XVII) - BACAAN TASBIH BAGI IMAM MA'MUM DAN MUNFARID KETIKA RUKU' (1) KAIFA TUSHOLLI (XVIII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XX1V) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXI) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXIII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXIX) - BACAAN SALAM SETELAH TASYAHUD MENURUT PENDAPAT ULAMA' MADZHAB MENGUSAP DAHI ATAU WAJAH DAN BERSALAM SALAMAN SETELAH SHALAT DIANTARA PRO DAN KONTRA (1) KAIFA TUSHOLLI (XXV) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXVI) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXVII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXVIII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXX) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXXI) - DZIKIR JAHRI (KERAS) MENURUT ULAMA' MADZHAB (1) KAIFA TUSHOLLI (XXXII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (x) - (1) KEBERSIHAN DERAJAT TINGGI DALAM SHALAT (1) KEMATIAN ULAMA' DAN AKIBATNYA (1) KEPADA ORANGTUA (1) KESUNNAHAN TABKHIR EMBAKAR DUPA (1) KESUNNAHAN TAHNIK/NYETAKKI ANAK KECIL (1) KETIKA ORANG ALIM SAMA DENGAN ANJING (1) KEUTAMAAN ILMU DAN ADAB (1) KEWAJIBAN SABAR DAN SYUKUR BERSAMAAN (1) KHUTBAH JUM'AT DAN YANG BERHUBUNGAN (1) KIFARAT SUAMI YANG MENYERUBUHI ISTRI DISIANG BULAN RAMADHAN (1) KISAH INSPIRATIF AHLU BAIT (SAYYIDINA IBNU ABBAS) DAN ULAMA' BESAR (SAYYIDINA ZAID BIN TSABIT) (1) KISAH PEMABUK PINTAR YANG MEMBUAT SYAIKH ABDUL QADIR AL JAILANIY MENANGIS (1) KRETERIA UCAPAN SUNNAH MENJAWAB KIRIMAN SALAM (1) KUFUR AKIBAT MENCELA NASAB KETURUNAN (1) KULLUHU MIN SYA'BAN (1) KURBAN DAN AQIQAH UNTUK MAYYIT (1) LARANGAN MENYINGKAT SHALAWAT NABI (1) LEBIH UTAMA MANA GURU DAN ORANGTUA (1) MA'MUM BOLEH MEMBENARKAN BACAAN IMAM DAN WAJIB MEMBENARKAN BACAAN FATIHAHNYA (1) MA'MUM MEMBACA FATIHAH APA HUKUMNYA DAN KAPAN WAKTUNYA? (1) MACAM DIALEK AAMIIN SETELAH FATIHAH (1) MACAM MACAM NIAT ZAKAT FITRAH (1) MAKAN MINUM MEMBUNUH BINATANG BERBISA MEMAKAI PAKAIAN BERGAMBAR DAN MENJAWAB PANGGILAN ORANGTUA DALAM SHALAT (1) MALAIKAT SETAN JIN DAPAT DILIHAT SETELAH MENJELMA SELAIN ASLINYA (1) MELAFADZKAN NIAT NAWAITU ASHUMU NAWAITU USHALLI (1) MELEPAS TALI POCONG DAN MENEMPELKAN PIPI KANAN MAYYIT KETANAH (1) MEMBAYAR FIDYAH BAGI ORANG ORANG YANG TIDAK MAMPU BERPUASA (1) MEMPERBANYAK DZIKIR SAMPAI DIKATAKAN GILA/PAMER (1) MENDIRIKAN SHALAT JUM'AT DALAM SATU DESA KARENA KAWATIR TERSULUT FITNAH DAN PERMUSUHAN (1) MENGAMBIL UPAH DALAM IBADAH (1) MENGHADIAHKAN MITSIL PAHALA AMAL SHALIH KEPADA NABI ﷺ (1) MENGIRIM MITSIL PAHALA KEPADA YANG MASIH HIDUP (1) MERAWAT JENAZAH MENURUT QUR'AN HADITS MADZAHIB DAN ADAT JAWS (1) MUHASABATUN NAFSI INTEROPEKSI DIRI (1) MUTIARA HIKMAH DAN FAIDAH (1) Manfaat Ucapan Al Hamdulillah (1) NABI DAN RASUL (1) NIAT PUASA SEKALI UNTUK SEBULAN (1) NISHFU AKHIR SYA'BAN (1) ORANG GILA HUKUMNYA MASUK SURGA (1) ORANG SHALIHPUN IKUT TERKENA KESULITAN HUJAN DAN GEMPA BUMI (1) PAHALA KHOTMIL QUR'AN (1) PENIS DAN PAYUDARA BERGERAK GERAK KETIKA SHALAT (1) PENYELEWENGAN AL QUR'AN (1) PERAWATAN JENAZAH BAG I & II & III (1) PERAWATAN JENAZAH BAG IV (1) PERAWATAN JENAZAH BAG V (1) PERAWATAN JENAZAH BAG VI (1) PREDIKSI LAILATUL QADAR (1) PUASA SUNNAH 6 HARI BULAN SYAWAL DISELAIN BULAN SYAWWAL (1) PUASA SYAWWAL DAN PUASA QADLO' (1) QISHOH ISLAMI (1) RAHASIA BAPAK PARA NABI DAN PILIHAN PARA NABI DALAM TASYAHUD SHALAT (1) RAHASIA HURUF DHOD PADA LAMBANG NU (1) RESEP MENJADI WALI (1) SAHABAT QULHU RADLIYYALLAHU 'ANHUM (1) SANAD SILSILAH ASWAJA (1) SANG GURU ASLI (1) SEDEKAH SHALAT (1) SEDEKAH TAK SENGAJA (1) SEJARAH TAHNI'AH (UCAPAN SELAMAT) IED (1) SERBA SERBI PENGGUNAAN INVENTARIS MASJID (1) SETIAP ABAD PEMBAHARU ISLAM MUNCUL (1) SHADAQAH SHALAT (1) SHALAT DAN FAIDAHNYA (1) SHALAT IED DIRUMAH KARENA SAKIT ATAU WABAH (1) SHALAT JUM'AT DISELAIN MASJID (1) SILSILAH SYAIKH JUMADIL KUBRA TURGO JOGJA (1) SIRAH BABI DAN ANJING (1) SIRAH DAN FAIDAH (1) SIRAH DZIKIR BA'DA MAKTUBAH (1) SIRAH NABAWIYYAH (1) SIRAH NIKAH MUT'AH DAN NIKAH MISYWAR (1) SIRAH PERPINDAHAN QIBLAT (1) SIRAH THAHARAH (1) SIRAH TOPI TAHUN BARU MASEHI (1) SUHBAH HAQIQAH (1) SUM'AH (1) SUNNAH MENCERITAKAN NIKMAT YANG DIDAPAT KEPADA YANG DIPERCAYA TANPA UNSUR RIYA' (1) SURGA IMBALAN YANG SAMA BAGI PENGEMBAN ILMU PENOLONG ILMU DAN PENYEBAR ILMU HALAL (1) SUSUNAN MURAQIY/BILAL SHALAT TARAWIH WITIR DAN DOA KAMILIN (1) SYAIR/DO'A BAGI GURU MUROBBI (1) SYAIR/DO'A SETELAH BERKUMPUL DALAM KEBAIKKAN (1) SYARI'AT DARI BID'AH (1) TA'JIL UNIK LANGSUNG BERSETUBUH TANPA MAKAN MINUM DAHULU (1) TAAT PADA IMAM ATAU PEMERINTAH (1) TAHALLUL CUKUR GUNDUL ATAU POTONG RAMBUT SELESAI HAJI DAN UMROH (1) TAKBIR IED MENURUT RASULULLAH DAN ULAMA' SUNNI (1) TALI ALLAH BERSATU DAN TAAT (1) TATACARA SHALAT ORANG BUTA ATAU BISU DAN HUKUM BERMAKMUM KEPADA KEDUANYA (1) TEMPAT SHALAT IED YANG PALING UTAMA AKIBAT PANDEMI (WABAH) CORONA (1) TIDAK BOLEH KURBAN DENGAN KUDA NAMUN HALAL DIMAKAN (1) TIDAK PERLU TEST DNA SEBAGAI BUKTI DZURRIYYAH NABI -ﷺ- (1) TREND SHALAT MEMAKAI SARUNG TANGAN DAN KAOS KAKI DAN HUKUMNYA (1) T̳I̳P̳ ̳C̳E̳P̳E̳T̳ ̳J̳A̳D̳I̳ ̳W̳A̳L̳I̳ ̳A̳L̳L̳O̳H̳ (1) UCAPAN HARI RAYA MENURUT SUNNAH (1) UCAPAN NATAL ANTARA YANG PRO DAN KONTRA (1) ULANG TAHUN RASULILLAH (1) URUTAN SILSILAH KETURUNAN ORANG JAWA (1) Ulama' Syafi'iyyah Menurut Lintas Abadnya (1) WAJIB BERMADZHAB UNTUK MENGETAHUI MATHLA' TEMPAT MUNCULNYA HILAL (1) YAUMU SYAK) (1) ZAKAT DIBERIKAN SEBAGAI SEMACAM MODAL USAHA (1) ZAKAT FITRAH 2 (1) ZAKAT FITRAH BISA UNTUK SEMUA KEBAIKKAN DENGAN BERBAGAI ALASAN (1)
Back To Top