Bismillahirrohmaanirrohiim

Tampilkan postingan dengan label SIRAH DZIKIR BA'DA MAKTUBAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SIRAH DZIKIR BA'DA MAKTUBAH. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Januari 2015

السيرة والإجازة في ألادعيٌة والاذكار المأثورات بعد المكتوبات عند السنة | SEJARAH DAN IJAZAH DOA-DOA DAN DZIKIR-DZIKIR BA'DA SHALAT MENURUT SUNN


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
01).ASTAGHFIRULLAAH 3X.

ALLAHUMMA ANTA SALAAM, WA MINKAS SALAAM, TABAARAKTA YAA DZAL JALAALI WAL IKRAAM.
(HR. Muslim)



حَدَّثَنَا دَاوُدُ بْنُ رُشَيْدٍ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ عَنْ الْأَوْزَاعِيِّ عَنْ أَبِي عَمَّارٍ اسْمُهُ شَدَّادُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلَاتِهِ اسْتَغْفَرَ ثَلَاثًا وَقَالَ : اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ. قَالَ الْوَلِيدُ فَقُلْتُ لِلْأَوْزَاعِيِّ كَيْفَ الْاسْتِغْفَارُ؟ قَالَ تَقُولُ : أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ.
{رواه مسلم رقم الحديث : 931}

Telah menceritakan kepada kami Dawud bin Rasyaid. Telah menceritakan kepada kami Al Waliid. Dari Al Auza'i. Dari Abi 'Ammaar (namanya Syadaad bin Abdillaah). Dari Abi Asmaa'. Dari Tsauban ia bercerita :

“Jika Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam selesai shalat beliau beristighfar tiga kali (3x), lalu membaca :

“Allahumma antas salam wa minkas salam tabarokta ya dzal jalali wal ikrom”.

Al-Walid (salah satu perawi hadits) bertanya kepada al-Auza’i : “Bagaimanakah (redaksi) istighfarnya beliau?”. “Astaghfirullah, astaghfirullah” jawab al-Auza’i.
{HR. Muslim no. 931}

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَابْنُ نُمَيْرٍ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَلَّمَ لَمْ يَقْعُدْ إِلَّا مِقْدَارَ مَا يَقُولُ اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ وَفِي رِوَايَةِ ابْنِ نُمَيْرٍ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ و حَدَّثَنَاه ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَبُو خَالِدٍ يَعْنِي الْأَحْمَرَ عَنْ عَاصِمٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَقَالَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ و حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ بْنُ عَبْدِ الصَّمَدِ حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ وَخَالِدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ كِلَاهُمَا عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بِمِثْلِهِ غَيْرَ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ.
{رواه مسلم رقم الحديث : 932}

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Ibn Numair, dia berkata; Telah menceritakan kepada kami Abu Muawiyah. Dari ‘Ashim. Dari Abdulloh bin Harits. Dari ‘Aisyah dia berkata; “Apabila Nabi shallallohu ‘alaihi wasallama mengucapkan salam, beliau tidak duduk selain seukuran membaca bacaan :

“ALLAAHUMMA ANTAS SALAAM, WAMINKAS SALAAM, TABAARAKTA DZAL JALAALIL WAL IKRAAMI (Ya Alloh, Engkau adalah Dzat Pemberi keselamatan, dan dari-Mulah segala keselamatan, Maha Besar Engkau Dzat Pemilik kebesaran dan kemuliaan).”

Dan dalam riwayat Ibn Numair disebutkan :

‘YA DZAL JALAALI WAL IKRAAMI (Wahai Dzat pemilik kebesaran dan kemuliaan).”

Dan telah menceritakan kepada kami Ibn Numair. Telah menceritakan kepada kami Abu Khalid yaitu Al Ahmar. Dari ‘Ashim dengan isnad ini, yaitu beliau bersabda dengan redaksi :

“YA DZAL JALAALI WAL IKRAAM (Wahai Dzat Pemilik kebesaran dan kemuliaan).”

Dan telah menceritakan kepada kami Abdul Warits bin Abdushshamad. Telah menceritakan kepadaku bapakku. Dari Syu’bah. Dari ‘Ashim. Dari Abdulloh bin Al Harits dan Khalid. Dari Abdulloh bin Al Harits keduany : Dari Aisyah bahwa nabi shallallohu ‘alaihi wasallama bersabda sebagaimana di atas. Hanya saja dengan tambahan redaksi :

“YA DZAL JALAALI WAL IKRAAM (Wahai Dzat Pemilik kebesaran dan kemuliaan).”
{HR. Muslim no. 932}



¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
02). LAA ILAAHA ILLALAAHU WAHDAHUU LAA SYARIIKA LAHU, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU YUHYI WA YUMIITU BIYADIHIL KAHOIRU WA HUWA 'ALAA KULLI SYAI'IN QADIIR.

Dibaca 10 x khusus setelah maghrib dn subuh dan belum mengubah posisi tasyahud akhirnya (belum duduk bersila).
(HR. Ahmad)

حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ حَدَّثَنِي شَهْرٌ قَالَ سَمِعْتُ أُمَّ سَلَمَةَ تُحَدِّثُ زَعَمَتْ أَنَّ فَاطِمَةَ جَاءَتْ إِلَى نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَشْتَكِي إِلَيْهِ الْخِدْمَةَ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَاللَّهِ لَقَدْ مَجِلَتْ يَدَيَّ مِنْ الرَّحَى أَطْحَنُ مَرَّةً وَأَعْجِنُ مَرَّةً فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنْ يَرْزُقْكِ اللَّهُ شَيْئًا يَأْتِكِ وَسَأَدُلُّكِ عَلَى خَيْرٍ مِنْ ذَلِكَ إِذَا لَزِمْتِ مَضْجَعَكِ فَسَبِّحِي اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبِّرِي ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَاحْمَدِي أَرْبَعًا وَثَلَاثِينَ فَذَلِكَ مِائَةٌ فَهُوَ خَيْرٌ لَكِ مِنْ الْخَادِمِ وَإِذَا صَلَّيْتِ صَلَاةَ الصُّبْحِ فَقُولِي لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ عَشْرَ مَرَّاتٍ بَعْدَ صَلَاةِ الصُّبْحِ وَعَشْرَ مَرَّاتٍ بَعْدَ صَلَاةِ الْمَغْرِبِ فَإِنَّ كُلَّ وَاحِدَةٍ مِنْهُنَّ تُكْتَبُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ وَتَحُطُّ عَشْرَ سَيِّئَاتٍ وَكُلُّ وَاحِدَةٍ مِنْهُنَّ كَعِتْقِ رَقَبَةٍ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ وَلَا يَحِلُّ لِذَنْبٍ كُسِبَ ذَلِكَ الْيَوْمَ أَنْ يُدْرِكَهُ إِلَّا أَنْ يَكُونَ الشِّرْكُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَهُوَ حَرَسُكِ مَا بَيْنَ أَنْ تَقُولِيهِ غُدْوَةً إِلَى أَنْ تَقُولِيهِ عَشِيَّةً مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَمِنْ كُلِّ سُوءٍ.
{رواه أحمد رقم الحديث : 25340}

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Nadlri. Telah menceritakan kepada kami Abdul Hamiid. Telah menceritakan kepadaku Syahrun, ia berkata : Aku mendengar Umma Salamah menceritakan : “Beliau mengaku bahwa Fathimah pernah datang kepada Rasululloh shalallohu ’alaihi wa sallama, ia mengadu kepada beliau meminta seorang pembantu.” Ia berkata; “Wahai Rasululloh! Kedua tanganku melepuh karena terkadang saya menggiling dan terkadang membuat adonan.” Rasululloh shalallohu ’alaihi wa sallama pun bersabda kepadanya:

“Bila Alloh memberi rezeki kepadamu, pasti akan datang kepadamu. Aku akan tunjukkan kamu pada sesuatu yang lebih baik dari hal itu. Apabila engkau ingin tidur, maka bertasbihlah tiga puluh tiga kali (33x), bertakbirlah tiga puluh tiga kali (33x), dan bertahmidlah tiga puluh tiga kali (33x). Itu adalah seratus yang lebih baik bagimu dari pada seorang pembantu. Apabila engkau sholat shubuh, maka ucapkanlah:

LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU LAA SYARIIKA LAHU, LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU YUHYII WAYUMIITU BIYADIHIL KHAIRU WA HUWA 'ALAA KULLI SYAIN QADIIR (Tiada Tuhan kecuali Alloh semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Miliknya segala kerajaan dan pujian. Ia lah yang menghidupkan dan mematikan dengan tangan-Nya yang baik dan Dia maha Berkuasa atas segala sesuatu).’ Sepuluh kali (10X), setelah sholat shubuh dan sepuluh kali (10x), setelah sholat maghrib. Karena satiap satu dari kalimat darinya akan dicatat sepuluh kebaikan dan dihapus sepuluh kesalahan. Dan setiap satu kalimat tersebut seperti memerdekakan budak dari anak keturunan Ismail. Pada hari itu, ia tidak berhak mendapatkan dosa kecuali bila ia berbuat syirik, tidak ada Tuhan kecuali Alloh semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, Dia adalah penjagamu dari gangguan syetan dan kejelekan, semenjak engkau membacanya diwaktu siang hari hingga engkau membacanya diwaktu malamnya.”
{HR. Ahmad no. 25340}



¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
03). ALLAAHUMMA AJIRNIY MINAN NAARI.

Dibaca 7x, khusus setelah shalat maghrib dan subuh.
(HR. Ahmad dn Abu Dawud)




حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ عَبْدِ رَبِّهِ قَالَ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ حَسَّانَ الْكِنَانِيِّ أَنَّ الْحَارِثَ بْنَ مُسْلِمِ بْنِ الْحَارِثِ التَّمِيمِيَّ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّيْتَ الصُّبْحَ فَقُلْ قَبْلَ أَنْ تُكَلِّمَ أَحَدًا مِنْ النَّاسِ اللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنْ النَّارِ سَبْعَ مَرَّاتٍ فَإِنَّكَ إِنْ مِتَّ مِنْ يَوْمِكَ ذَلِكَ كَتَبَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَكَ جِوَارًا مِنْ النَّارِ وَإِذَا صَلَّيْتَ الْمَغْرِبَ فَقُلْ قَبْلَ أَنْ تُكَلِّمَ أَحَدًا مِنْ النَّاسِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ اللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنْ النَّارِ سَبْعَ مَرَّاتٍ فَإِنَّكَ إِنْ مِتَّ مِنْ لَيْلَتِكَ تِلْكَ كَتَبَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَكَ جِوَارًا مِنْ النَّارِ.
{رواه أحمد رقم الحديث : 17362}

Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Abdir Rabbih, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Al Walid bin Muslim. Dari Abdir Rahman bin Hassaan Al Kinaaniy : Sesungguhnya Al Harits bin Muslim bin Al Harits At Tamimiy menceritakan kepadanya. Dari bapaknya, beliau berkata : Rasulullaah shalallaahu 'alaihi wasallama telah bersabda kepadaku :

Ketika kamu telah usai menunaikan shalat subuh, sebelum kamu bercakap-cakap dengan seseorang, dari para jama'ah, maka ucapkanlah :

'ALLAHUMMA AJIRNII MINAN NAAR (Ya Allah, lindungilah aku dari api neraka)' sebanyak tujuh kali (7x). Karena jika kamu mati pada hari itu, maka Allah akan menetapkanmu sebagai orang yg terpelihara dari api neraka. Dan setelah kamu usai menunaikan shalat Maghrib & sebelum kamu bercakap-cakap dengan seorang pun, maka ucapkanlah :

'ALLAHUMMA INNII AS`ALUKAL JANNAH, ALLAHUMMA AJIRNII MINAN NAAR (Ya Allah, saya meminta surga kepada-Mu. Ya Allah, peliharalah aku dari api neraka)' sebanyak tujuh kali (7x). Karena jika kamu meninggal di malam itu, maka Allah 'Azza wa Jalla akan menetapkanmu sebagai orang yg terpelihara dari dari neraka.
{HR. Ahmad No.17362}.

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ بَحْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ حَسَّانَ الْكِنَانِيُّ عَنِ الْحَارِثِ بْنِ مُسْلِمِ بْنِ الْحَارِثِ التَّمِيمِيِّ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَتَبَ لَهُ كِتَابًا بِالْوَصَاةِ لَهُ إِلَى مَنْ بَعْدِهِ مِنْ وُلَاةِ الْأَمْرِ وَخَتَمَ عَلَيْهِ.
{رواه أحمد رقم الحديث : 17363}

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Bahr, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Al Walid bin Muslim. Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Hassaan Al Kinaaniy. Dari Al Harits bin Muslim bin Al Harist At Tamimiy. Dari bapaknya : Sesungguhnya Nabi shalallaahu 'alaihi wasallama menulis surat yg berisi wasiatnya kepada orang-orang yg menjadi pemimpin setelahnya. Kemudian beliau memberi stempel pada surat tersebut.
{HR. Ahmad No.17363}



¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
04). ALLAAHUMMA A'INNIY 'ALA DZIKRIKA WA SYUKRIKA WA HUSNI 'IBAADATIKA.
(HR. Ahmad, Abu Dawud, dn Nasa'i. Lihat Kitab Bulughul Maram: 66. Fiqhus Sunnah: 1/152. Fathul Qarib Mujib Lis Sayyid Alawi Al Malikiy Al Hasaniy, Al Haromain - Singapura Cet. Ke IV)






حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ بْنِ مَيْسَرَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ الْمُقْرِئُ حَدَّثَنَا حَيْوَةُ بْنُ شُرَيْحٍ قَالَ سَمِعْتُ عُقْبَةَ بْنَ مُسْلِمٍ يَقُولُ حَدَّثَنِي أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحُبُلِيُّ عَنْ الصُّنَابِحِيِّ عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخَذَ بِيَدِهِ وَقَالَ يَا مُعَاذُ وَاللَّهِ إِنِّي لَأُحِبُّكَ وَاللَّهِ إِنِّي لَأُحِبُّكَ فَقَالَ أُوصِيكَ يَا مُعَاذُ لَا تَدَعَنَّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ تَقُولُ :

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

وَأَوْصَى بِذَلِكَ مُعَاذٌ الصُّنَابِحِيَّ وَأَوْصَى بِهِ الصُّنَابِحِيُّ أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ.
{رواه أحمد وأبو داود، رقم الحديث : 1301، اللفظ له، والنسائي}

Telah menceritakan kepada kami 'Ubaidullaah bin 'Umar bin Maisarah.
Telah menceritakan kepada kami Abdullaah bin Yazid Al Muqriy.
Telah menceritakan kepada kami Haiwah bin Syuraihin, ia berkata : Aku mendengar 'Uqbah bin Muslim berkata : Telah menceritakan kepadaku Abu Abdur Rahman Al Hubuliy. Dari Ash Shunaabajiy. Dari Mu'adz bin Jabal : Sesungguhnya Rasulallaahu shalallaahu 'alaihi wasallama menggadeng tangannya, kemudian bersabda :

Wahai Mu'adz sungguh aku mencintaimu, wahai Mu'adz sungguh aku mencintaimu, kemudian beliau bersabda : Aku berwashiyat kepadamu wahai Mu'adz, sungguh jangan engkau tingalkan dalam setiap usai shalat fardlu, untuk engkau berdo'a :

"ALLAAHUMMA A'INNI 'ALAA DZIKRIKA WA SYUKRIKA WA HUSNI 'IBAADATIKA (Ya Allah, bantulah aku untuk berdzikir & bersyukur kepada-Mu serta beribadah kepada-Mu dgn baik).

Mu'adz mewasiatkan dengan hal tersebut kepada Ash Shunabihi & Ash Shunabihi mewasiatkan hal tersebut kepada Abdurrahman.
{HR. Abu Dawud No.1301, dan Nasa'i. Dan Kritikus hadits abad ini dari Wahhabiy Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih}



¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
05). MEMBACA AYAT KURSIY.
(HR. Nasa'i)








أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ بِشْرٍ ، بِطَرَسُوسَ ، كَتَبْنَا عَنْهُ قَالَ : حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حِمْيَرٍ قَالَ : حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ زِيَادٍ ، عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُولِ الْجَنَّةِ إِلَّا أَنْ يَمُوتَ ) .
{رواه النسائي في السنن الكبرى، رقم الحديث : 9848 أو 9928، واللفط له. و الطبراني في " الكبير" (7532) ، والروياني في " مسنده " (1268) ، وابن السني في " عمل اليوم والليلة " (124) من طريق محمد بن حمير به. وهذا إسناد جيد}

Telah menceritakan kepada kami Al Husain bin Bisyrin di Tharasuusa, kami menulis darinya : Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Himyarin, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ziyadin. Dari Abi Umaamah, beliau berkata : Rasulullaah shalallaahu 'alaihi wasallama telah bersabda :

“Barangsiapa membaca Ayat Kursi setiap selesai menunaikan shalat lima waktu, maka tidaklah ada yang menghalanginya untuk masuk ke dalam Al-Jannah (Surga) kecuali kematian.”
{HR. An-Nasa’i teks hadits dalam Sunan Al-Kubra no. 9848 / 9928. Thabarani dalam Al Kabir no. 7532. Ar Rubaa'niy dalam Musnadnya no. 1268. Ibnu Sunniy dalam 'Amalu Al Yaum Wa Al Lailah no. 124. Dan Hadits ini Sanadnya Jayyid (bagus)}.



¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
06). MEMBACA SURAT IKHLASH.
(HR. Thobaraniy)




حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ أَبِي صَابِرٍ ، ثنا أَبُو خُبَيْبٍ الْعَبَّاسُ بْنُ أَحْمَدَ الْبِرْتِيُّ ، ثنا عَبْدُ الأَعْلَى يَعْنِي ابْنُ حَمَّادٍ ، ثنا بِشْرُ بْنُ مَنْصُورٍ السَّلِيمِيُّ ، عَنْ عُمَرَ بْنِ نَبْهَانَ ، عَنْ أَبِي شَدَّادٍ ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " ثَلاثٌ مَنْ جَاءَ بِهِنَّ مَعَ إِيمَانٍ دَخَلَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شَاءَ ، وَزُوِّجَ مِنْ حُورِ الْعِينِ حَيْثُ شَاءَ : مَنْ أَدَّى دَيْنًا خَفِيًّا ، وَعَفَى عَنْ قَاتِلِهِ ، وَقَرَأَ فِي دُبُرِ صَلاةِ الْمَكْتُوبَةِ عَشْرَ مَرَّاتٍ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ " قَالَ : فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، أَوَ إِحْدَاهُنَّ قَالَ : فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ : " أَوَ إِحْدَاهُنَّ " .
{رواه البيهقي في المقاصد العالي، رقم الحديث : 1475. والطبراني في المعجم الأوسط، رقم الحديث : 3472. وأبو يعلى الموصلي في مسنذه، رقم الحديث : 1779. وابن حجر العسقلاني في المطالب العالية، رقم الحديث : 565. ولفظ هذا الحديث في كتاب فضائل سورة الإخلاص للخلال، رقم الحديث : 52}

Telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Al Hasan bin Abi Shaabir. Telah menceritakan kepada kami Abu Khubaib Al 'Abbas bin Ahmad Al Burtiy. Telah menceritakan kepada kami Abdul A'laa (yakni Ibnu Hamaad). Telah menceritakan kepada kami Bisyr bin Manshur Al Salimiy. Dari Umar Nabhaan. Dari Abi Syadaad. Dari Jabir bin Abdillah, beliau berkata : Rasulullaah shalallaahu 'alaihi wasallama telah bersabda :

(Tiga hal barang siapa melakukannya dengan iman, ia akan masuk surga lewat pintu mana saja dia berkehendak dan dinikahkan dengan bidadari yang dia kehendaki yaitu: memaafkan pembunuhnya, membayar hutang yang diragukan dan membaca (qul huwa Allah ahad) sepuluh kali setiap selesai shalat wajib.

Perawi berkata : “Abu Bakar berkata, apa dengan salah satunya ya Rasulullah?” Beliau menjawab : “Ya dengan salah satunya”.
{HR. Baihaqiy dlm Al Maqashid Al 'Aliy no : 1475. Thabarani dalam Al Mu'jam Al Ausath no : 3472. Abu Ya'la dlm Musnadnya no : 1779. Ibnu Hajar dlm Al Mathaalib Al 'Aliyyah no : 565. Dan teks hadits ini ada di dlm Kitab Fadlailu Surati Al Ikhlas Karya Imam Khalal no : 52}



¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
07). MEMBACA SURAT MU'AWIDZATAIN (AL FALAQ + AN NAAS).
(HR. Ahmad dn Baihaqiy)

حدَّثَنَا هَارُونُ , حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ , حَدَّثَنِي اللَّيْثُ , أَنَّ حَسَنَ بْنَ أَبِي حَكِيمٍ , حَدَّثَهُ عَنْ عَلِيِّ بْنِ رَبَاحٍ اللَّخْمِيِّ , عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : " أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَقْرَأَ الْمُعَوِّذَاتِ دُبُرَ كُلِّ صَلاةٍ " .
{أخرجه أحمد في "المسند" (4/155) وأبو داود في "السنن" (1523) ، والنسائي في "السنن" (رقم/1336) ، وصححه الحاكم وقال : على شرط مسلم . وابن خزيمة وابن حبان في صحيحيهما ، وابن تيمية وابن مفلح والذهبي في "ميزان الاعتدال" (4/433) والألباني في صحيح أبي داود والشيخ مصطفى العدوي في صحيح الأذكار}

Telah menceritakan kepada kami Harun. Telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb. Telah menceritakan kepadaku Al Laits : Sesungguhnya Hasan bin Abi Hakim, menceritakan kepadanya : Dari Aliy bin Abi Rabbah Al Lakhmiy. Dari 'Uqbar bin 'Amir Al Juhaniy radliyyallaahu 'anhu, beliau berkata : Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallama memerintahku agar supaya membaca Al Mu'awidzatain (Surat Falaq dan Surat An Naas), dalam setiap selesai shalat fardlu.
{HR. Ahmad dalam Al Musnad no. 16964, 17337. Abu Dawud no. 1523. Nasa'i dalam As Sunan Al Sughra no. 1336, dan dlm Al Kubra no. 1260. Dan dishahihkan oleh Imam Al Hakim, beliau berkata : Atas syarat muslim. Baihaqiy dlm Syu'ab Al Iman no. 2565. Thabarani dlm Ad Du'a no. 677. Ibnu Sunniy no. 123. Ibnu Hajar Al 'Asqalaniy dlm Ittihaf Al Mahrah. Teks hadits ini terdapat dlm Musnad 'Uqbah bin 'Amir no. 81. Dan dishahihkan oleh Ibnu Huzaimah serta Ibnu Hibban no. 2004, dalam Kitab Shahih mereka, Imam Ibnu Taimiyyah, Ibnu Muflih, dan Imam Dzahabiy dalam Kitab Mizaan Al I'tidaal, dan juga dishahihkan oleh Kritikus Hadits kekinian Tokoh Wahhabiy Al Baniy dalam Kitab Shahih Abi Dawud, dan dishahihkan pula oleh Syaikh Mushthafa Al 'Adawiy dalam Shahih Al Adzkaar}

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ ، قَالَ : حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ رَبَاحٍ ، عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ ، قَالَ : أَمَرَنِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَقْرَأَ بِالمُعَوِّذَتَيْنِ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ.
{رواه الترمذي رقم الحديث : 3150، وقال : وهذا حديث. غريب}

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi'ah. Dari yazid bin Abi Habib. Dari Aliy bin Abi Rabbah. Dari 'Uqbah bin 'Amir, beliau berkata :

Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallama memerintahku agar supaya membaca Al Mu'awidzatain (Surat Falaq dan Surat An Naas), dalam setiap selesai shalat fardlu.
{HR. Tirmidzi no. 3150, dan berkata : Ini adalah Hadits Gharib}



¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
08). SUBHANALLAAH 33X. ALHADULILLAH 33X. ALLAAHU AKBAR 33X. ditambah mjd 100x dg bacaan: LAA ILAAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKA LAHU, LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU, YUHYI WA YUMIITU WAHUWA 'ALAA KULLI SYAI'IN QADIIR.
(HR. Muslim)







حَدَّثَنَا عَاصِمُ بْنُ النَّضْرِ التَّيْمِيُّ حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ قَالَ ح و حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ ابْنِ عَجْلَانَ كِلَاهُمَا عَنْ سُمَيٍّ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَهَذَا حَدِيثُ قُتَيْبَةَ
أَنَّ فُقَرَاءَ الْمُهَاجِرِينَ أَتَوْا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالدَّرَجَاتِ الْعُلَى وَالنَّعِيمِ الْمُقِيمِ فَقَالَ وَمَا ذَاكَ قَالُوا يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّي وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ وَيَتَصَدَّقُونَ وَلَا نَتَصَدَّقُ وَيُعْتِقُونَ وَلَا نُعْتِقُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفَلَا أُعَلِّمُكُمْ شَيْئًا تُدْرِكُونَ بِهِ مَنْ سَبَقَكُمْ وَتَسْبِقُونَ بِهِ مَنْ بَعْدَكُمْ وَلَا يَكُونُ أَحَدٌ أَفْضَلَ مِنْكُمْ إِلَّا مَنْ صَنَعَ مِثْلَ مَا صَنَعْتُمْ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ تُسَبِّحُونَ وَتُكَبِّرُونَ وَتَحْمَدُونَ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ مَرَّةً
قَالَ أَبُو صَالِحٍ فَرَجَعَ فُقَرَاءُ الْمُهَاجِرِينَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا سَمِعَ إِخْوَانُنَا أَهْلُ الْأَمْوَالِ بِمَا فَعَلْنَا فَفَعَلُوا مِثْلَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِهِ مَنْ يَشَاءُ وَزَادَ غَيْرُ قُتَيْبَةَ فِي هَذَا الْحَدِيثِ عَنْ اللَّيْثِ عَنْ ابْنِ عَجْلَانَ قَالَ سُمَيٌّ فَحَدَّثْتُ بَعْضَ أَهْلِي هَذَا الْحَدِيثَ فَقَالَ وَهِمْتَ إِنَّمَا قَالَ تُسَبِّحُ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَتَحْمَدُ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَتُكَبِّرُ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَرَجَعْتُ إِلَى أَبِي صَالِحٍ فَقُلْتُ لَهُ ذَلِكَ فَأَخَذَ بِيَدِي فَقَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ اللَّهُ أَكْبَرُ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ حَتَّى تَبْلُغَ مِنْ جَمِيعِهِنَّ ثَلَاثَةً وَثَلَاثِينَ قَالَ ابْنُ عَجْلَانَ فَحَدَّثْتُ بِهَذَا الْحَدِيثِ رَجَاءَ بْنَ حَيْوَةَ فَحَدَّثَنِي بِمِثْلِهِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ و حَدَّثَنِي أُمَيَّةُ بْنُ بِسْطَامَ الْعَيْشِيُّ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا رَوْحٌ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُمْ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالدَّرَجَاتِ الْعُلَى وَالنَّعِيمِ الْمُقِيمِ بِمِثْلِ حَدِيثِ قُتَيْبَةَ عَنْ اللَّيْثِ إِلَّا أَنَّهُ أَدْرَجَ فِي حَدِيثِ أَبِي هُرَيْرَةَ قَوْلَ أَبِي صَالِحٍ ثُمَّ رَجَعَ فُقَرَاءُ الْمُهَاجِرِينَ إِلَى آخِرِ الْحَدِيثِ وَزَادَ فِي الْحَدِيثِ يَقُولُ سُهَيْلٌ إِحْدَى عَشْرَةَ إِحْدَى عَشْرَةَ فَجَمِيعُ ذَلِكَ كُلِّهِ ثَلَاثَةٌ وَثَلَاثُونَ.
{رواه مسلم رقم الحديث : 936}

Telah menceritakan kepada kami Ashim bin Nadhr At Tamimi. Telah menceritakan kepada kami Al Mu’tamir. Telah menceritakan kepada kami ‘Ubaidulloh dia berkata : (Dan diriwayatkan dari jalur lain) : Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id. Telah menceritakan kepada kami Laits. Dari Ibn ‘Ajlan, keduanya : Dari Sumay. Dari Ibnu Shalih. Dari Abu Hurairah -dan ini adalah hadis Qutaibah- Bahwa orang-orang fakir Muhajirin menemui Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallama sambil berkata; “Orang-orang kaya telah memborong derajat-derajat ketinggian dan kenikmatan yang abadi.” Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallama bertanya: “Maksud kalian?” Mereka menjawab: “Orang-orang kaya sholat sebagaimana kami sholat, dan mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, namun mereka bersedekah dan kami tidak bisa melakukannya, mereka bisa membebaskan tawanan dan kami tidak bisa melakukannya.” Maka Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallama bersabda:

“Maukah aku ajarkan kepada kalian sesuatu yang karenanya kalian bisa menyusul orang-orang yang mendahului kebaikan kalian, dan kalian bisa mendahului kebaikan orang-orang sesudah kalian, dan tak seorang pun lebih utama daripada kalian selain yang berbuat seperti yang kalian lakukan?” Mereka menjawab; “Baiklah wahai Rasululloh?” Beliau bersabda:

“Kalian bertasbih, bertakbir, dan bertahmid setiap habis sholat sebanyak tiga puluh tiga kali.” Abu shalih berkata; “Tidak lama kemudian para fuqara’ Muhajirin kembali ke Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam dan berkata; “Ternyata teman-teman kami yang banyak harta telah mendengar yang kami kerjakan, lalu mereka mengerjakan seperti itu!” Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Itu adalah keutamaan Alloh yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya!”

Dan selain Qutaibah menambahkan dalam hadis ini dari Al Laits dari Ibn ‘Ajlan. Sumay mengatakan; “Lalu aku ceritakan hadits ini kepada beberapa keluargaku, maka keluargaku berkata; “Engkau salah, yang benar beliau bersabda: “Engkau bertasbih kepada Alloh sebanyak tiga puluh tiga kali, bertahmid kepada Alloh sebanyak tiga puluh tiga kali, bertakbir kepada Alloh sebanyak tiga puluh tiga kali.” Aku lalu kembali menemui Abu Shalih dan aku katakan kepadanya, Abu Shalih menarik tanganku dan berkata; “Allohu akbar, subhanalloh, Alhamdulillah, dan Allohu akbar, subhanalloh, Alhamdulillah, hingga semuanya berjumlah tiga puluh tiga.” Kata Ibn ‘Ajlan; “Lalu kuceritakan hadis ini kepada Raja` bin Haiwah, ia menceritakan kepadaku hadits seperti di atas dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam Dan telah menceritakan kepadaku Umayyah bin Bustham Al ‘Aisyi, telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai’ telah menceritakan kepada kami Rauh dari Suhail dari Ayahnya dari Abu Hurairah dari Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam, bahwa para sahbat berkata; “Wahai Rasululloh, orang-orang kaya telah memborong derajat tinggi dan kenikmatan yang tiada habis…” seperti hadis Qutaibah dari Al Laits, hanya ia memudrajkan ucapan Abu Shalih dalam hadis Abu Hurairah.”Kemudian orang faqir muhajirin kembali, hingga akhir hadis.” Dalam hadis itu ia tambahkan, Suhail mengatakan; “Sebelas sebelas, hingga semuanya berjumlah tiga puluh tiga.”
{HR. Muslim no. 936}

و حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عِيسَى أَخْبَرَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ أَخْبَرَنَا مَالِكُ بْنُ مِغْوَلٍ قَالَ سَمِعْتُ الْحَكَمَ بْنَ عُتَيْبَةَ يُحَدِّثُ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ
عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مُعَقِّبَاتٌ لَا يَخِيبُ قَائِلُهُنَّ أَوْ فَاعِلُهُنَّ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ ثَلَاثٌ وَثَلَاثُونَ تَسْبِيحَةً وَثَلَاثٌ وَثَلَاثُونَ تَحْمِيدَةً وَأَرْبَعٌ وَثَلَاثُونَ تَكْبِيرَةً.
{رواه مسلم رقم الحديث : 937}

Dan telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Isa. Telah mengabarkan kepada kami Ibnul Al Mubarak. Telah mengabarkan kepada kami Malik bin Mighwal katanya; Aku mendengar Al Hakam bin ‘Utaibah menceritakan, dari Abdurrahman bin Abu Laila. Dari Ka’b bin ‘Ujrah. Dari Rasulillaah shallallohu ‘alaihi wasallama, beliau bersabda:

“Beberapa amalan penyerta, siapa saja yang mengucapkan dan mengamalkannya, maka dirinya tidak akan merugi, yaitu mengucapkan tasbih tiga puluh tiga kali, tahmid tiga puluh tiga kali, dan takbir tiga puluh empat kali setiap usai sholat wajib.”
{HR. Muslim no. 937}

حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ حَدَّثَنَا حَمْزَةُ الزَّيَّاتُ عَنْ الْحَكَمِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ
عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مُعَقِّبَاتٌ لَا يَخِيبُ قَائِلُهُنَّ أَوْ فَاعِلُهُنَّ ثَلَاثٌ وَثَلَاثُونَ تَسْبِيحَةً وَثَلَاثٌ وَثَلَاثُونَ تَحْمِيدَةً وَأَرْبَعٌ وَثَلَاثُونَ تَكْبِيرَةً فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ حَدَّثَنَا أَسْبَاطُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ قَيْسٍ الْمُلَائِيُّ عَنْ الْحَكَمِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ

Telah menceritakan kepada kami Nashr bin Ali Al Jahdlami. Telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad. Telah menceritakan kepada kami Hamzah Az Zayat. Dari Al Hakam. Dari Abdurrahman bin Abu Laila. Dari Ka’b bin ‘Ujrah. Dari Rasulillaah shallallohu ‘alaihi wasallama beliau bersabda:

“Ada amalan penyerta, siapa yang mengucapkan dan melakukannya, maka dirinya tidak akan merugi, yaitu mengucapkan tiga puluh tiga kali tasbih, tiga puluh tiga kali tahmid dan tiga puluh empat kali takbir setiap kali sehabis sholat.”

Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Hatim. Telah menceritakan kepada kami Asbath bin Muhammad. Telah menceritakan kepada kami ‘Amru bin Qais Al Mula’i. Dari Al Hakam dengan isnad seperti ini.
{HR. Muslim no. 938}

حَدَّثَنِي عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ بَيَانٍ الْوَاسِطِيُّ أَخْبَرَنَا خَالِدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِي عُبَيْدٍ الْمَذْحِجِيِّ قَالَ مُسْلِم أَبُو عُبَيْدٍ مَوْلَى سُلَيْمَانَ بْنِ عَبْدِ الْمَلِكِ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَزِيدَ اللَّيْثِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ
و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ زَكَرِيَّاءَ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِي عُبَيْدٍ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِهِ.
{رواه مسلم رقم الحديث : 939}

Telah menceritakan kepadaku Abdul Hamid bin Bayan Al Wasithi. Telah mengabarkan kepada kami Khalid bin Abdulloh. Dari Suhail. Dari Abu ‘Ubaid Al Madzhiji. -Muslim menjelaskan bahwa Abu Ubaid adalah mantan budak Sulaiman bin Abdul Malik- Dari ‘Atha` bin Yazid Al Laitsi. Dari Abu Hurairah. Dari Rasulillaah shallallohu ‘alaihi wasallama beliau bersabda:

“Barangsiapa bertasbih kepada Alloh sehabis sholat sebanyak tiga puluh tiga kali, dan bertahmid kepada Alloh tiga puluh tiga kali, dan bertakbir kepada Alloh tiga puluh tiga kali, hingga semuanya berjumlah sembilan puluh sembilan, -dan beliau menambahkan- dan kesempurnaan seratus adalah membaca Laa ilaaha illalloh wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku walahul walahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai’in qadiir, maka kesalahan-kesalahannya akan diampuni walau sebanyak buih di lautan.”

Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Shabh. Telah menceritakan kepada kami Ismail bin Zakariya. Dari Suhail. Dari Abu ‘Ubaid. Dari Atha'. Dari Abu Hurairah dia berkata; Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallama bersabda seperti hadits di atas.
{HR. Muslim no. 939}



¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
09). ALLAAHUMMA LAA MAANI'A LIMAA A'THOITA WALAA MU'THIYA LIMAA MANA'TA WA LAA YANFA'U DZAL JADDI MINKAL JADDU.
(HR. Ahmad, Bukhariy, dn Muslim)







حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ الْمُسَيَّبِ بْنِ رَافِعٍ عَنْ وَرَّادٍ مَوْلَى الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ
كَتَبَ الْمُغِيرَةُ بْنُ شُعْبَةَ إِلَى مُعَاوِيَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا فَرَغَ مِنْ الصَّلَاةِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
و حَدَّثَنَاه أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَأَبُو كُرَيْبٍ وَأَحْمَدُ بْنُ سِنَانٍ قَالُوا حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ الْمُسَيَّبِ بْنِ رَافِعٍ عَنْ وَرَّادٍ مَوْلَى الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ عَنْ الْمُغِيرَةِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ قَالَ أَبُو بَكْرٍ وَأَبُو كُرَيْبٍ فِي رِوَايَتِهِمَا قَالَ فَأَمْلَاهَا عَلَيَّ الْمُغِيرَةُ وَكَتَبْتُ بِهَا إِلَى مُعَاوِيَةَ و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي عَبْدَةُ بْنُ أَبِي لُبَابَةَ أَنَّ وَرَّادًا مَوْلَى الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ كَتَبَ الْمُغِيرَةُ بْنُ شُعْبَةَ إِلَى مُعَاوِيَةَ كَتَبَ ذَلِكَ الْكِتَابَ لَهُ وَرَّادٌ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ حِينَ سَلَّمَ بِمِثْلِ حَدِيثِهِمَا إِلَّا قَوْلَهُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ فَإِنَّهُ لَمْ يَذْكُرْ و حَدَّثَنَا حَامِدُ بْنُ عُمَرَ الْبَكْرَاوِيُّ حَدَّثَنَا بِشْرٌ يَعْنِي ابْنَ الْمُفَضَّلِ قَالَ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنِي أَزْهَرُ جَمِيعًا عَنْ ابْنِ عَوْنٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ وَرَّادٍ كَاتِبِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ كَتَبَ مُعَاوِيَةُ إِلَى الْمُغِيرَةِ بِمِثْلِ حَدِيثِ مَنْصُورٍ وَالْأَعْمَشِ.
{رواه مسلم رقم الحديث : 933}

Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim. Telah mengabarkan kepada kami Jarir. Dari Manshur. Dari Musayyib bin Rafi’. Dari Warrad mantan budak Mughirah bin Syu’bah, dia berkata; Mughirah bin Syu’bah pernah berkirim surat kepada Muawiyah, bahwa apabila Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallama selesai sholat dan mengucapkan salam, beliau memanjatkan doa:

“LAA ILAAHA ILLALLAAH WAHDAHU LAA SYARIIKA LAH, LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WAHUWA ‘ALAA KULLI SYAI’IN QADIIR, ALLAAHUMMA LAA MAANI’A LIMAA A’THAITA WALAA MU’THIYA LIMAA MANA’TA WALAA YANFA’U DZAL JADDI MINKAL JADD (Tiada sesembahan selain Alloh semata yang tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah segala kerajaan dan milik-Nyalah segala pujian, dan Dia Maha kuasa atas segala sesuatu. Ya Alloh, tiada yang bisa menghalangi apa yang Engkau berikan, dan tidak ada yang bisa memberi apa yang Engkau cegah, dan tidak bermanfaat pemilik kekayaan, dan dari-Mulah segala kekayaan).” Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Abu Kuraib dan Ahmad bin Sinan mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Muawiyah dari Al A’masy dari Musayyab bin Rafi’ dari Warrad mantan budak Mughirah bin Syu’bah dari Al Mughirah dari Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam seperti hadits di atas. Abu Bakr dan Abu Kuraib berkata dalam riwayatnya; “Lalu Mughirah mendiktekannya kepadaku dan aku tulis untuk Muawiyah.” Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Hatim telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bakr telah mengabarkan kepada kami Ibn Juraij telah mengabarkan kepadaku Abdah bin Abu Lubabah, bahwa Warrad mantan budak Mughirah bin Syu’bah mengatakan; Mughirah bin Syu’bah berkirim surat kepada Mu’awiyah. Yang menulis surat tersebut adalah Warrad, (bunyinya) aku pernah mendengar Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam seusai mengucapkan salam mengucapkan… seperti hadis keduanya, hanya ia tidak menyebutkan sabdanya “WAHUWA ‘ALAA KULLI SYAI’IN QADIIR. Dan telah menceritakan kepada kami Hamid bin Umar Al Bakrawi telah menceritakan kepada kami Bisyr yaitu Ibnu Mufadldlal katanya, (Diriwayatkan dari jalur lain) telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepadaku Azhar, semuanya dari Ibnu ‘Aun dari Abu Sa’id dari Warrad sekretaris Mughirah bin Syu’bah, katanya; Muawiyah berkirim surat kepada Mughirah … seperti hadis Manshur dan Al A’masy.
{HR. Muslim no. 933}

و حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ الْمَكِّيُّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا عَبْدَةُ بْنُ أَبِي لُبَابَةَ وَعَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عُمَيْرٍ سَمِعَا وَرَّادًا كَاتِبَ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ يَقُولُا
كَتَبَ مُعَاوِيَةُ إِلَى الْمُغِيرَةِ اكْتُبْ إِلَيَّ بِشَيْءٍ سَمِعْتَهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَكَتَبَ إِلَيْهِ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا قَضَى الصَّلَاةَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ.
{رواه مسلم رقم الحديث : 934}

Dan telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar Al Makki. Telah menceritakan kepada kami Sufyan. Telah menceritakan kepada kami ‘Abdah bin Abu Lubabah dan Abdul Malik bin Umair, keduanya mendengar Warrad juru tulis Mughirah bin Syu’bah berkata; Muawiyah berkirim surat kepada Mughirah, katanya; “Tulislah untukku sesuatu yang engkau dengar dari Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallama!.” Lantas Mughirah menulis untuknya; “Aku mendengar Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallama seusai sholat memanjatkan doa;

“LAA ILAAHA ILLALLAAH WAHDAHU LAA SYARIIKA LAH, LAHUL MULKU WLAHUL HAMDU WAHUWA ALAA KULLI SYAI’IN QADIIR, ALLAAHUMMA LAA MAANI’A LIMAA A’THAITA WALAA MU’THIYA LIMAA MANA’TA WALAA YANFA’U DZAL JADDI MINKAL JADDU (Tiada sesembahan selain Alloh semata yang tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah segala kerajaan dan milik- Nyalah segala pujian, dan Dia Maha kuasa atas segala sesuatu. Ya Alloh, tiada yang bisa menghalangi apa yang Engkau berikan, dan tidak ada yang bisa memberi apa yang Engkau cegah, dan tidak bermanfaat pemilik kekayaan, dan dari-Mulah segala kekayaan).”
{HR. Muslim no. 934}

و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ قَالَ
كَانَ ابْنُ الزُّبَيْرِ يَقُولُ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ حِينَ يُسَلِّمُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ وَقَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُهَلِّلُ بِهِنَّ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ
و حَدَّثَنَاه أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ مَوْلًى لَهُمْ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الزُّبَيْرِ كَانَ يُهَلِّلُ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ بِمِثْلِ حَدِيثِ ابْنِ نُمَيْرٍ وَقَالَ فِي آخِرِهِ ثُمَّ يَقُولُ ابْنُ الزُّبَيْرِ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُهَلِّلُ بِهِنَّ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ و حَدَّثَنِي يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدَّوْرَقِيُّ حَدَّثَنَا ابْنُ عُلَيَّةَ حَدَّثَنَا الْحَجَّاجُ بْنُ أَبِي عُثْمَانَ حَدَّثَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الزُّبَيْرِ يَخْطُبُ عَلَى هَذَا الْمِنْبَرِ وَهُوَ يَقُولُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا سَلَّمَ فِي دُبُرِ الصَّلَاةِ أَوْ الصَّلَوَاتِ فَذَكَرَ بِمِثْلِ حَدِيثِ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ الْمُرَادِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَالِمٍ عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ أَنَّ أَبَا الزُّبَيْرِ الْمَكِّيَّ حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَمِعَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الزُّبَيْرِ وَهُوَ يَقُولُ فِي إِثْرِ الصَّلَاةِ إِذَا سَلَّمَ بِمِثْلِ حَدِيثِهِمَا وَقَالَ فِي آخِرِهِ وَكَانَ يَذْكُرُ ذَلِكَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
{رواه مسلم رقم الحديث : 935}

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdulloh bin Numair. Telah menceritakan kepada kami ayahku. Telah menceritakan kepada kami Hisyam. Dari Abu Zubair katanya; Seusai sholat setelah salam, Ibn Zubair sering memanjatkan do’a;

LAA ILAAHA ILLALLAAH WAHDAHUU LAA SYARIIKA LAHU, LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WAHUWA ‘ALAA KULLI SYAI’IN QADIIR, LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAH, LAA-ILAAHA ILALLAAH WALAA NA’BUDU ILLAA IYYAAH, LAHUN NI’MATU WALAHUL FADHLU WALAHUTS TSANAA’UL HASAN, LAA-ILAAHA ILLALLAAH MUKHLISIHIINA LAHUD DIINA WALAU KARIHAL KAAFIRUUNA.” (Tiada sesembahan yang hak selain Alloh semata yang tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya selaga puji dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada Daya dan kekuatan selain dengan pertolongan Alloh. Tiada sesembahan yang hak selain Alloh, dan Kami tidak beribadah selain kepada-Nya, dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya, hanya bagi-Nya ketundukan, sekalipun orang-orang kafir tidak menyukai).”

Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam selalu mengeraskan suara dengan kalimat ini setiap selesai sholat.”

Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah. Telah menceritakan kepada kami ‘Abdah bin Abu Sulaiman. Dari Hisyam bin ‘Urwah. Dari Abu Zubair mantan budak mereka, bahwa Abdulloh bin Zubair biasa bertahlil sehabis sholat dengan seperti hadis Ibnu Numair, dan di akhir beliau berkata; “Kemudian Ibnu Zubair mengatakan; “Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam mengeraskan suaranya dengan kalimat ini sehabis sholat.” Dan telah menceritakan kepadaku Ya’qub bin Ibrahim Ad Dauraqi. Telah menceritakan kepada kami Ibn ‘Ulayyah. Telah menceritakan kepada kami Al Hajjaj bin Abu Usman. Telah menceritakan kepadaku Abu Zubair katanya; Aku mendengar Abdulloh bin Zubair berkhutbah diatas mimbar ini seraya berkata; “Apabila Rasululah shallallohu ‘alaihi wasallam selesai salam yaitu sehabis sholat, atau beberapa sholat…” lalu ia menyebutkan seperti hadis Hisyam bin ‘Urwah.

Dan telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Salamah Al Muradi. Telah menceritakan kepada kami Abdulloh bin Wahb. Dari Yahya bin Abdulloh bin Salim. Dari Musa bin ‘Uqbah, bahwa Abu Az Zubair Al Makki menceritakan bahwa ia mendengar Abdulah bin Zubair mengatakan;

“Yaitu Seusai sholat setelah mengucapkan salam, seperti hadis keduanya. Dan ia katakan di akhir haditsnya; “Abu Zubair selalu membaca bacaan ini dari Rasululloh shallallaahu ‘alaihi wasallama.”
{HR. Muslim no. 935}



¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
10). BERDOA
{HR. Tirmidzi}






حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى الثَّقَفِيُّ الْمَرْوَزِيُّ ، حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ غِيَاثٍ ، عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَابِطٍ ، عَنْ أَبِي أُمَامَةَ ، قَالَ : قِيلَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، أَيُّ الدُّعَاءِ أَسْمَعُ ؟ قَالَ : " جَوْفَ اللَّيْلِ الْآخِرِ ، وَدُبُرَ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوبَاتِ " .

قَالَ أَبُو عِيسَى : هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ ، وَقَدْ رُوِيَ عَنْ أَبِي ذَرٍّ ، وَابْنِ عُمَرَ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، أَنَّهُ قَالَ : " جَوْفُ اللَّيْلِ الْآخِرُ الدُّعَاءُ فِيهِ أَفْضَلُ أَوْ أَرْجَى أَوْ نَحْوَ هَذَا " .
{رواه الترمدي، رقم الحديث : 3445، اللفظ له، وقال : هذا حديث حسن. والنسائي في السنن الكبرى برقم : 9856. والهيثمي في بغية الباحث، برقم : 214. وابن أبي الدنيا في التهجد و قيام الليل : 1/ 293، برقم : 237}

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya Ats Tsaqafiy Al Marwaziy. Telah menceritakan kepada kami Hafsh bin Ghiyaats. Dari Ibni Juraijin. Dari Abdur Rahman bin Baasith. Dari Abi Umaamah, beliau berkata : Ditanyakan : Wahai Rasulallaah kapan saat do'a didengarkan? Rasulullah menjawab :
"Waktu malam yang terakhir, dan setiap selesai shalat fardlu.

Abu 'Isa mengatakan : Ini Hadits hasan. Dan telah diriwayatkan oleh Abi Dzar. Ibnu Umar. Dari Nabi shalallaahu 'alaihi wasallama, sungguh beliau telah bersabda : Tengah malam terakhir, do'a disini lebih utama dan lebih bisa diharapkan (akan terkabulnya) atau semisalnya.
{HR. Tirmidzi no.3445, ia berkata : Ini adalah Hadits Hasan. Nasa'i fi Al Kubra no. 9856. Al Haitsamiy fi Bughyatu Al Baahits, no. 214. Dan Ibnu Abid Dunya fi At Tahajjud Wa Qiyamu Al Lail : 1/ 293, no. 237}

وقد أخرج الطبري من رواية جعفر بن محمد الصادق قال: "الدعاء بعد المكتوبة أفضل من الدعاء بعد النافلة كفضل المكتوبة على النافلة".
{ ذكر ذلك ابن حجر العسقلاني في الفتح، وسكت عنه في أثناء شرحه لكتاب الدعوات في صحيح البخاري "باب الدعاء بعد الصلاة"}

Sungguh Imam Thabariy telah mengeluarkan hadits dari riwayat Ja'far bin Muhammad Ash Shaadiq, beliau berkata :

Do'a setelah shalat fardlu itu lebih utama dibandingkan do'a setelah shalat sunnah, seperti lebih utamanya shalat fardlu dibandingkan shalat sunnah.

{Dikeluarkan oleh Imam Ibnu Hajar Al Asqalaniy dan menyebutkan dalam Kitabnya Al Fath, dan tidak meresponya lagi ditengah-tengah ketika beliau menerjemahkan (mensyarahi) Kitab Ad Da'awaat dlm Kitab Shahih Bukhariy dlm Bab Ad Du'a Ba'da Al Shalat}



¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
11).DENGAN DOA YANG MAKNANYA SINGKAT PADAT
{HR. Abu Dawud}




حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ عَنْ الْأَسْوَدِ بْنِ شَيْبَانَ عَنْ أَبِي نَوْفَلٍ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَحِبُّ الْجَوَامِعَ مِنْ الدُّعَاءِ وَيَدَعُ مَا سِوَى ذَلِكَ.
{رواه ابو داود رقم الحديث : 1267 / 1482. وقال النووي في رياض الصالحين : إسناده جيد}

Telah menceritakan kepada kami Harun bin Abdillaah. Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun. Dari Al Aswad bin Syaiban. Dari Abi Naufal. Dari 'Aisyah, beliau berkata :

“Rasulullah -shallallahu wa’alaihi wa sallama menyukai doa-doa jawami' (yang singkat tapi padat maknanya), dan meninggalkan selain itu.”
{HR. Abu Dawud no. 1267 / 1482 dan An-Nawawi berkata dalam Kitabnya Riyadh Ash-Shalihin no. 431, “Sanadnya Baik"}.



Add caption
Add caption


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Selesai ditulis :
Kandang Ayam Pojok Desa Kradenan Srumbung Magelang, Pagi Selasa Pahing :

13 Januari 2015 M
22 R. Awwal 1436 H

Ijazah dari Murobbi Ruhina KH. Muhammad Ihya' Ulumiddin (Khadimul Ma'had Nurul Haromain Pujon Malang), dari Khadimul 'Ilmi Al Haramain Abuya Prof. Dr. Syarif Sayyid Al Muhaddits Muhammad Alwi Abbas Al Malikiy Al Hasaniy (Rusaifah Makkah).

الحمد لله بنعمته تتمٌ الصٌالحات

PALING DIMINATI

Kategori

SHALAT (8) HADITS (5) WANITA (5) ADAB DAN HADITS (3) FIQIH HADIST (3) WASHIYYAT DAN FAWAID (3) 5 PERKARA SEBELUM 5 PERKARA (2) AQIDAH DAN HADITS (2) CINTA (2) PERAWATAN JENAZAH BAG VII (2) SIRAH DAN HADITS (2) TAUSHIYYAH DAN FAIDAH (2) TAWAJUHAT NURUL HARAMAIN (2) (BERBHAKTI (1) 11 BAYI YANG BISA BICARA (1) 12 BINATANG YANG MASUK SURGA (1) 25 NAMA ARAB (1) 7 KILOGRAM UNTUK RAME RAME (1) ADAB DAN AKHLAQ BAGI GURU DAN MURID (1) ADAB DAN HADITS (SURGA DIBAWAH TELAPAK KAKI BAPAK DAN IBU) (1) ADAT JAWA SISA ORANG ISLAM ADALAH OBAT (1) AIR KENCING DAN MUNTAHAN ANAK KECIL ANTARA NAJIS DAN TIDAKNYA ANTARA CUKUP DIPERCIKKI AIR ATAU DICUCI (1) AJARAN SUFI SUNNI (1) AKIBAT SU'UDZON PADA GURU (1) AL QUR'AN (1) AMALAN KHUSUS JUMAT TERAKHIR BULAN ROJAB DAN HUKUM BERBICARA DZIKIR SAAT KHUTBAH (1) AMALAN NISFHU SYA'BAN HISTORY (1) AMALAN SUNNAH DAN FADHILAH AMAL DIBULAN MUHARRAM (1) AMALAN TANPA BIAYA DAN VISA SETARA HAJI DAN UMRAH (1) APAKAH HALAL DAN SAH HEWAN YANG DISEMBELIH ULANG? (1) AQIDAH (1) ASAL MULA KAUM KHAWARIJ (MUNAFIQ) DAN CIRI CIRINYA (1) ASAL USUL KALAM YANG DISANGKA HADITS NABI (1) AYAT PAMUNGKAS (1) BAGAIMANAPUN BENTUKNYA VAGINA RASANYA TUNGGAL (1) BAHASA ALAM AKHIRAT (1) BELAJAR DAKWAH YANG BIJAK MELALUI BINATANG (1) BERITA HOAX SEJARAH DAN AKIBATNYA (1) BERSENGGAMA ITU SEHAT (1) BERSIKAP LEMAH LEMBUT KEPADA SIAPA SAJA KETIKA BERDAKWAH (1) BIRRUL WALIDAIN PAHALA DAN MANFAATNYA (1) BOLEH SHALAT SUNNAH SETELAH WITIR (1) BOLEHNYA MENDEKTE IMAM DAN MEMBAWA MUSHAF DALAM SHALAT (1) BOLEHNYA MENGGABUNG DUA SURAT SEKALIGUS (1) BOLEHNYA PATUNGAN DAN MEWAKILKAN PENYEMBELIHAN KEPADA KAFIR DZIMMI ATAU KAFIR KITABI (1) BULAN ROJAB DAN KEUTAMAANNYA (1) DAGING KURBAN AQIQAH UNTUK KAFIR NON MUSLIM (1) DAN FAKHR (1) DAN YANG BERHUBUNGAN DENGANNYA) (1) DARIMANA SEHARUSNYA UPAH JAGAL DAN BOLEHKAH MENJUAL DAGING KURBAN (1) DASAR PERAYAAN MAULID NABI (1) DEFINISI TINGKATAN DAN PERAWATAN SYUHADA' (1) DO'A MUSTAJAB (1) DO'A TIDAK MUSTAJAB (1) DOA ASMAUL HUSNA PAHALA DAN FAIDAHNYA (1) DOA DIDALAM SHALAT DAN SHALAT DENGAN SELAIN BAHASA ARAB (1) DOA KHUSUS (1) DOA ORANG MUSLIM DAN KAFIR YANG DIDZALIMI MUSTAJAB (1) DOA SHALAT DLUHA MA'TSUR (1) DONGO JOWO MUSTAJAB (1) DSB) (1) DURHAKA (1) FADHILAH RAMADHAN DAN DOA LAILATUL QADAR (1) FAIDAH MINUM SUSU DIAWWAL TAHUN BARU HIJRIYYAH (1) FENOMENA QURBAN/AQIQAH SUSULAN BAGI ORANG LAIN DAN ORANG MATI (1) FIKIH SHALAT DENGAN PENGHALANG (1) FIQIH MADZAHIB (1) FIQIH MADZAHIB HUKUM MEMAKAN SERANGGA (1) FIQIH MADZAHIB HUKUM MEMAKAN TERNAK YANG DIBERI MAKAN NAJIS (1) FIQIH QURBAN SUNNI (1) FUNGSI ZAKAT FITRAH DAN CARA IJAB QABULNYA (1) GAHARU (1) GAYA BERDZIKIRNYA KAUM CERDAS KAUM SUPER ELIT PAPAN ATAS (1) HADITS DAN ATSAR BANYAK BICARA (1) HADITS DLO'IF LEBIH UTAMA DIBANDINGKAN DENGAN PENDAPAT ULAMA DAN QIYAS (1) HALAL BI HALAL (1) HUKUM BERBUKA PUASA SUNNAH KETIKA MENGHADIRI UNDANGAN MAKAN (1) HUKUM BERKURBAN DENGAN HEWAN YANG CACAT (1) HUKUM BERSENGGAMA DIMALAM HARI RAYA (1) HUKUM DAN HIKMAH MENGACUNGKAN JARI TELUNJUK KETIKA TASYAHUD (1) HUKUM FAQIR MISKIN BERSEDEKAH (1) HUKUM MEMASAK DAN MENELAN IKAN HIDUP HIDUP (1) HUKUM MEMELIHARA MENJUALBELIKAN DAN MEMBUNUH ANJING (1) HUKUM MEMUKUL DAN MEMBAYAR ONGKOS UNTUK PENDIDIKAN ANAK (1) HUKUM MENCIUM MENGHIAS DAN MENGHARUMKAN MUSHAF AL QUR'AN (1) HUKUM MENGGABUNG NIAT QODLO' ROMADLAN DENGAN NIAT PUASA SUNNAH (1) HUKUM MENINGGALKAN PUASA RAMADLAN MENURUT 4 MADZHAB (1) HUKUM MENYINGKAT SHALAWAT (1) HUKUM PUASA SYA'BAN (NISHFU SYA'BAN (1) HUKUM PUASA SYAWWAL DAN HAL HAL YANG BERHUBUNGAN DENGANNYA (1) HUKUM PUASA TARWIYYAH DAN 'ARAFAH BESERTA KEUTAMAAN - KEUTAMAANNYA (1) HUKUM SHALAT IED DIMASJID DAN DIMUSHALLA (1) HUKUM SHALAT JUM'AT BERTEPATAN DENGAN SHALAT IED (1) IBADAH JIMA' (BERSETUBUH) DAN MANFAAT MANFATNYA (1) IBADAH TERTINGGI PARA PERINDU ALLAH (1) IBRANI (1) IMAM YANG CERDAS YANG FAHAM MEMAHAMI POSISINYA (1) INDONESIA (1) INGAT SETELAH SALAM MENINGGALKAN 1 ATAU 2 RAKAAT APA YANG HARUS DILAKUKAN? (1) INOVASI BID'AH OLEH ULAMA' YANG DITUDUH MEMBID'AH BID'AHKAN (1) ISLAM (1) JANGAN GAMPANG MELAKNAT (1) JUMAT DIGANDAKAN 70 KALI BERKAH (1) KAIFA TUSHLLI (XX) - (1) KAIFA TUSHOLLI (III) - MENEPUK MENARIK MENGGESER DALAM SHALAT SETELAH TAKBIRATUL IHRAM (1) KAIFA TUSHOLLI (XV) - SOLUSI KETIKA LUPA DALAM SHALAT JAMAAH FARDU JUM'AH SENDIRIAN MASBUQ KETINGGALAN (1) KAIFA TUSHOLLI (I) - SAHKAH TAKBIRATUL IHROM DENGAN JEDA ANTARA KIMAH ALLAH DAN AKBAR (1) KAIFA TUSHOLLI (II) - MENEMUKAN SATU RAKAAT ATAU KURANG TERHITUNG MENEMUKAN SHALAT ADA' DAN SHALAT JUM'AT (1) KAIFA TUSHOLLI (IV) - SOLUSI KETIKA LUPA MELAKUKAN SUNNAH AB'ADH DAN SAHWI BAGI IMAM MA'MUM MUNFARID DAN MA'MUM MASBUQ (1) KAIFA TUSHOLLI (IX) - BASMALAH TERMASUK FATIHAH SHALAT TIDAK SAH TANPA MEMBACANYA (1) KAIFA TUSHOLLI (V) - (1) KAIFA TUSHOLLI (VI) - TAKBIR DALAM SHALAT (1) KAIFA TUSHOLLI (VII) - MENARUH TANGAN BERSEDEKAP MELEPASKANNYA ATAU BERKACAK PINGGANG SETELAH TAKBIR (1) KAIFA TUSHOLLI (VIII) - BACAAN FATIHAH DALAM SHOLAT (1) KAIFA TUSHOLLI (XI) - LOGAT BACAAN AMIN SELESAI FATIHAH (1) KAIFA TUSHOLLI (XII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XIV) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XIX) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XVI) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XVII) - BACAAN TASBIH BAGI IMAM MA'MUM DAN MUNFARID KETIKA RUKU' (1) KAIFA TUSHOLLI (XVIII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XX1V) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXI) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXIII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXIX) - BACAAN SALAM SETELAH TASYAHUD MENURUT PENDAPAT ULAMA' MADZHAB MENGUSAP DAHI ATAU WAJAH DAN BERSALAM SALAMAN SETELAH SHALAT DIANTARA PRO DAN KONTRA (1) KAIFA TUSHOLLI (XXV) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXVI) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXVII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXVIII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXX) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXXI) - DZIKIR JAHRI (KERAS) MENURUT ULAMA' MADZHAB (1) KAIFA TUSHOLLI (XXXII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (x) - (1) KAJIAN TINGKEPAN NGAPATI MITONI KEHAMILAN (1) KEBERSIHAN DERAJAT TINGGI DALAM SHALAT (1) KEMATIAN ULAMA' DAN AKIBATNYA (1) KEPADA ORANGTUA (1) KESUNNAHAN TABKHIR EMBAKAR DUPA (1) KESUNNAHAN TAHNIK/NYETAKKI ANAK KECIL (1) KETIKA HAJAT TERCAPAI SEMBELIHLAH SYAHWAT DAN MENDEKATLAH KEPADA ALLAH (1) KETIKA ORANG ALIM SAMA DENGAN ANJING (1) KEUTAMAAN ILMU DAN ADAB (1) KEWAJIBAN SABAR DAN SYUKUR BERSAMAAN (1) KHUTBAH JUM'AT DAN YANG BERHUBUNGAN (1) KIFARAT SUAMI YANG MENYERUBUHI ISTRI DISIANG BULAN RAMADHAN (1) KISAH INSPIRATIF AHLU BAIT (SAYYIDINA IBNU ABBAS) DAN ULAMA' BESAR (SAYYIDINA ZAID BIN TSABIT) (1) KISAH PEMABUK PINTAR YANG MEMBUAT SYAIKH ABDUL QADIR AL JAILANIY MENANGIS (1) KRETERIA UCAPAN SUNNAH MENJAWAB KIRIMAN SALAM (1) KUFUR AKIBAT MENCELA NASAB KETURUNAN (1) KULLUHU MIN SYA'BAN (1) KURBAN DAN AQIQAH UNTUK MAYYIT (1) LARANGAN MENYINGKAT SHALAWAT NABI (1) LEBIH UTAMA MANA GURU DAN ORANGTUA (1) MA'MUM BOLEH MEMBENARKAN BACAAN IMAM DAN WAJIB MEMBENARKAN BACAAN FATIHAHNYA (1) MA'MUM MEMBACA FATIHAH APA HUKUMNYA DAN KAPAN WAKTUNYA? (1) MACAM DIALEK AAMIIN SETELAH FATIHAH (1) MACAM MACAM NIAT ZAKAT FITRAH (1) MAKAN MINUM MEMBUNUH BINATANG BERBISA MEMAKAI PAKAIAN BERGAMBAR DAN MENJAWAB PANGGILAN ORANGTUA DALAM SHALAT (1) MALAIKAT SETAN JIN DAPAT DILIHAT SETELAH MENJELMA SELAIN ASLINYA (1) MELAFADZKAN NIAT NAWAITU ASHUMU NAWAITU USHALLI (1) MELEPAS TALI POCONG DAN MENEMPELKAN PIPI KANAN MAYYIT KETANAH (1) MEMBAYAR FIDYAH BAGI ORANG ORANG YANG TIDAK MAMPU BERPUASA (1) MEMBELI KITAB ULAMA' MENARIK RIZQI DAN KEKAYAAN (1) MEMPERBANYAK DZIKIR SAMPAI DIKATAKAN GILA/PAMER (1) MENDIRIKAN SHALAT JUM'AT DALAM SATU DESA KARENA KAWATIR TERSULUT FITNAH DAN PERMUSUHAN (1) MENGAMBIL UPAH DALAM IBADAH (1) MENGHADIAHKAN MITSIL PAHALA AMAL SHALIH KEPADA NABI ﷺ (1) MENGIRIM MITSIL PAHALA KEPADA YANG MASIH HIDUP (1) MERAWAT JENAZAH MENURUT QUR'AN HADITS MADZAHIB DAN ADAT JAWS (1) MUHASABATUN NAFSI INTEROPEKSI DIRI (1) MUTIARA HIKMAH DAN FAIDAH (1) Manfaat Ucapan Al Hamdulillah (1) NABI DAN RASUL (1) NIAT PUASA SEKALI UNTUK SEBULAN (1) NISHFU AKHIR SYA'BAN (1) ORANG GILA HUKUMNYA MASUK SURGA (1) ORANG SHALIHPUN IKUT TERKENA KESULITAN HUJAN DAN GEMPA BUMI (1) PAHALA KHOTMIL QUR'AN (1) PENIS DAN PAYUDARA BERGERAK GERAK KETIKA SHALAT (1) PENYELEWENGAN AL QUR'AN (1) PERAWATAN JENAZAH BAG I & II & III (1) PERAWATAN JENAZAH BAG IV (1) PERAWATAN JENAZAH BAG V (1) PERAWATAN JENAZAH BAG VI (1) PREDIKSI LAILATUL QADAR (1) PUASA SUNNAH 6 HARI BULAN SYAWAL DISELAIN BULAN SYAWWAL (1) PUASA SYAWWAL DAN PUASA QADLO' (1) QISHOH ISLAMI (1) RAHASIA BAPAK PARA NABI DAN PILIHAN PARA NABI DALAM TASYAHUD SHALAT (1) RAHASIA HURUF DHOD PADA LAMBANG NU (1) RESEP MENJADI WALI (1) SAHABAT QULHU RADLIYYALLAHU 'ANHUM (1) SANAD SILSILAH ASWAJA (1) SANG GURU ASLI (1) SEDEKAH SHALAT (1) SEDEKAH TAK SENGAJA (1) SEJARAH TAHNI'AH (UCAPAN SELAMAT) IED (1) SEMBELIHAN (1) SERBA SERBI PENGGUNAAN INVENTARIS MASJID (1) SETIAP ABAD PEMBAHARU ISLAM MUNCUL (1) SHADAQAH SHALAT (1) SHALAT DAN FAIDAHNYA (1) SHALAT IED DIRUMAH KARENA SAKIT ATAU WABAH (1) SHALAT JUM'AT DISELAIN MASJID (1) SILSILAH SYAIKH JUMADIL KUBRA TURGO JOGJA (1) SIRAH BABI DAN ANJING (1) SIRAH DAN FAIDAH (1) SIRAH DZIKIR BA'DA MAKTUBAH (1) SIRAH NABAWIYYAH (1) SIRAH NIKAH MUT'AH DAN NIKAH MISYWAR (1) SIRAH PERPINDAHAN QIBLAT (1) SIRAH THAHARAH (1) SIRAH TOPI TAHUN BARU MASEHI (1) SUHBAH HAQIQAH (1) SUM'AH (1) SUNNAH MENCERITAKAN NIKMAT YANG DIDAPAT KEPADA YANG DIPERCAYA TANPA UNSUR RIYA' (1) SURGA IMBALAN YANG SAMA BAGI PENGEMBAN ILMU PENOLONG ILMU DAN PENYEBAR ILMU HALAL (1) SUSUNAN MURAQIY/BILAL SHALAT TARAWIH WITIR DAN DOA KAMILIN (1) SYAIR/DO'A BAGI GURU MUROBBI (1) SYAIR/DO'A SETELAH BERKUMPUL DALAM KEBAIKKAN (1) SYARI'AT DARI BID'AH (1) TA'JIL UNIK LANGSUNG BERSETUBUH TANPA MAKAN MINUM DAHULU (1) TAAT PADA IMAM ATAU PEMERINTAH (1) TAHALLUL CUKUR GUNDUL ATAU POTONG RAMBUT SELESAI HAJI DAN UMROH (1) TAKBIR IED MENURUT RASULULLAH DAN ULAMA' SUNNI (1) TALI ALLAH BERSATU DAN TAAT (1) TATACARA SHALAT ORANG BUTA ATAU BISU DAN HUKUM BERMAKMUM KEPADA KEDUANYA (1) TEMPAT SHALAT IED YANG PALING UTAMA AKIBAT PANDEMI (WABAH) CORONA (1) TIDAK BOLEH KURBAN DENGAN KUDA NAMUN HALAL DIMAKAN (1) TIDAK PERLU TEST DNA SEBAGAI BUKTI DZURRIYYAH NABI -ﷺ- (1) TREND SHALAT MEMAKAI SARUNG TANGAN DAN KAOS KAKI DAN HUKUMNYA (1) T̳I̳P̳ ̳C̳E̳P̳E̳T̳ ̳J̳A̳D̳I̳ ̳W̳A̳L̳I̳ ̳A̳L̳L̳O̳H̳ (1) UCAPAN HARI RAYA MENURUT SUNNAH (1) UCAPAN NATAL ANTARA YANG PRO DAN KONTRA (1) ULANG TAHUN RASULILLAH (1) URUTAN SILSILAH KETURUNAN ORANG JAWA (1) Ulama' Syafi'iyyah Menurut Lintas Abadnya (1) WAJIB BERMADZHAB UNTUK MENGETAHUI MATHLA' TEMPAT MUNCULNYA HILAL (1) YAUMU SYAK) (1) ZAKAT DIBERIKAN SEBAGAI SEMACAM MODAL USAHA (1) ZAKAT FITRAH 2 (1) ZAKAT FITRAH BISA UNTUK SEMUA KEBAIKKAN DENGAN BERBAGAI ALASAN (1)
Back To Top