Bismillahirrohmaanirrohiim

Tampilkan postingan dengan label PERAWATAN JENAZAH BAG I & II & III. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PERAWATAN JENAZAH BAG I & II & III. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 April 2018

*📚✒ ŖÄLÄH §ÌñGKÄT MÈñGÚRÚ§ JÈñÄZÄH MÈñÚRÚT QÚR'Äñ HÄÐÌT§ LÌñTħ MÄÐZHÄß ÐÄñ ÄÐÄT JÄWÄ 📖🖋*




KANTOR MWC NU KEC. SRUMBUNG
Oleh : Muhammad Abdul Hakim &  Team
Edisi revisi : Jum'at pahing, 16 Februari 2018 M | 30 Jumadil Awwal 1439 H

*📚DΛFTΛЯ ISI*

📌• Kata pengantar ...
📌• Sekapur sirih ...


*📚BAG I*

✒• Ayat - ayat tentang kematian ...

01.  📖 Surat Al-Baqarah Surat ke 2 Ayat 161

02. 📖 Surat Ali ‘Imran Surat ke 3 Ayat 102.

03. 📖 Surat Ali ‘Imran Surat ke 3 Ayat 145.

04. 📖 Surat Ali ‘Imran Surat Ke 3  Ayat 185.

05. 📖 Surat An-Nisa’ Surat ke 4  Ayat 78.

06. 📖 Surat Al-An’am Surat ke 6 Ayat 61.

07. 📖 Surat Al-‘Ankabut Surat ke 29 Ayat 57.

08. 📖 Surat Ar-Rum Surat ke 30 Ayat 19.

09. 📖 Surat Al-Ahzab Surat ke 33 Ayat 16.

10. 📖 Surat Al-Mu’minun Surat ke 23 Ayat 99.

11. 📖 Surat An-Nahl Surat ke 16 Ayat 61.

12. 📖 Surat Yasin Surat ke 36 ayat 12.

13. 📖 Surat Al-Waqi’ah Surat ke 56 Ayat 60.

14. 📖 Surat Al-Haqqah Surat ke 69 Ayat 27.

15. 📖 Surat Al-Jumu’ah Surat ke 62 Ayat 8.

16. 📖 Surat Al-Mulk Surat ke 67  Ayat 2.

17• 📖 Surat As-Sajdah Surat ke 32 Ayat 11.

18• 📖 Surat Az-Zumar Surat ke 39 Ayat 30.

19• 📖 Surat Az-Zumar Surat ke 039 Ayat 42.

20• 📖 Surat Al-Munafiqun Surat ke 063 Ayat 11.


✒• Riwayat  riwayat hadits tentang òrång hidup harus punya rasa belas kasih  kepada mayyit ...

*📚BΛG II*

*📚🖍• RIWAYAT  RIWAYAT HADITS TENTANG ÒRÅNG HIDUP HARUS PUNYA RASA BELAS KASIH  KEPADA MAYYIT.*

*1• 📗🖌 Mayyit Bisa Merasakan Sakit Layaknya Orang Hidup.*

📚a)• Kehormatan Tetap Ditegakkan Ketika Masih Hidup Atau Sesudah Mati ...

📕b)• Mengusung Mayyit Dengan Hati Hati Agar Tidak Terguncang Dan Rusak ...

📗c)•  Ukuran Jalan Cepat Dalam Membawa Jenazah ...

📘d)• Harus  Menyimpan Aib Mayyit Dan Boleh Menyebarkan Kebaikkan Mayyit ...

📕e)• Jangan Mengeklaim Mati Junub Atau Haid  Menjadi Pathokan Mayyit Suul Khatimah ...

📗 f)•  Keutamaan Menutup Aib Saudara Seperti Menghidupkan Bayi Yang Dikubur Hidup Hidup ...


*2• 📘✏ Mayyit Bisa Merasa Malu Layaknya Orang Hidup.*

*3• 📕🖍 Duduk,  Melewati,  Menginjak  Kuburan Orang Islam, Dan Memakai Sandal Dikuburan  Dapat Menyakiti Mayyit Yang Berada  Didalamnya.*

*4•📘✒ Mayyit Dapat Mendengar Panggilan Orang Yang Masih Hidup.*

*5•📗🖋 Mayit Dapat Mendengar Suara Terumpa Para Pengantarnya Kekuburan.*

*6• 📕🖌 Suara Mayyit Didengar Oleh Semua Makhluq Kecuali Manusia Jika Manusia Mendengarkannya Bisa Langsung Pingsan.*

*7• 📕🖍 Orang Hidup Bisa Ditemui Atau Menemui Orang Orang Shalih Yang Sudah Meninggal.*

*8• 📗✒  Para Nabi Dan Orang Orang Shalih Masih Hidup Di Alam Kubur, Masih  Melakukan  Kewajibannya Di Alam Kubur, Dan Masih Diberi Rizqi.*

*9• 📗🖊 Jasad Para Nabi , Para Auliyaa' , Dan Para Shaalihiin Tidak Dimakan Oleh Tanah.*

*10• 📔🖍 Mayyit Bisa  Membaca Al Qur’an Didalam Kubur Atau Didalam Surga.*

*11• 📒🖊     Setelah Wafat Mayyit Bisa Memintakan Ampunan Untuk Orang Yang Hidup Seperti Dilakukan Rasulullah Kepada  Ummatnya.*

*12• 📖 🖍Do’a Dari Para Penghuni Kubur Untuk Orang Yang Masih Hidup.*

*13• 📔🖊 Mayyit Bisa Melihat Dan Malu Bila Peziarahnya Membuka  Auratnya.*

*14• 📝🖌Setelah Wafat Mayyit Bisa Menjawab Salam Seperti  Nabi Menjawab Salam Yang Dihaturkan Untuknya.*

*15• 📁🖊 Ruh Orang Beriman Seperti Burung Terbang Berwarna Kehijauan, Tinggal Di Dalam Sesuatu Yang Mirip Kubah Cahaya Yang Terbuat Dari Bahan Seperti Emas Di Bawah ‘Arasyi.*

*16• 📔🖍Orang Yang Telah Meninggal Dunia Mengetahui Orang Yang Menziarahi Kuburnya.*

*17• 📕🖋 Orang Yang Telah Meninggal Dunia Saling Kunjung Mengunjungi Antara Yang Satu Dengan Yang Lainnya.*

*18• 📘🖌 Orang yang telah meninggal dunia merasa senang kepada orang yang menziarahinya, dan merasa sedih kepada orang yang tidak menziarahinya.*

*19• 📕🖊 Orang yang telah meninggal dunia mengetahui keadaan dan perbuatan orang yang masih hidup.*

*20• 📔✒ Orang-orang beriman hidup di dalam surga bersama anak-cucu dan keturuanan mereka yang shaleh.*

*21• 📁📌 Orang Mukmin Dapat Melihat Allah SWT Bagaikan Melihat Bulan Purnama.*

*22• 📒🖋 Ruh Orang Islam Yang Meninggal Berputar Putar Mengelilingi Rumahnya 40 Hari Dan Mengelilingi Pusaranya Selama Setahun.*

*23• 📕🖍 Setiap Malam Jum'at Arwah Orang Yang Telah Meninggal Pulang Kerumahnya Memelas Memanggil 1000 x Kepada Keluarganya Agar Ingat Dan Memikirkannya.*

*24• 📚✒ Mayyit Dapat Menghinakan Orang Hidup Dari Segi Amal Dan Urusan Harga Diri.*


*📚BAG III*

*📚✍• PЯΛ ΚΣMΛTIΛП.*

*A)•📒🖍 Husnudzon Dan Bersyukur Kepada Allah Ketika Sehat Dan Sakit.*

*B)•📕🖍 Kadar Minimal Bersyukur Dan Bersabar Dengan Ucapan Alhamdulillah Ketika Mendapatkan Nikmat Dan Ketika Tertimpa Musibah.*

*C)• 📒🖊 Nilai Kesabaran Yang Sempurna Dan  Diganjar.*

*D)•📘✏ Perintah Rasulullah Agar Mati Dalam Keadaan Husnudzon Kepada Allah.*

*E)• 📕✏ Keutamaan Husnudzon Allah Akan Menuruti Melebihi Apa Yang Dikehendaki Oleh Hamba Nya*

*F)•📒💞Keutamaan Dan Doa Menjenguk Orang Sakit*

*1)✍ • Senantiasa Berada Dalam Kebun Surga Sampai Dia Pulang.*

*2)✍• Ketika Menjenguk Orang Sakit Dimintakan Ampunan Oleh 70.000 Malaikat.*

*3)✍• Diseru Dari Langit Sebagai Orang Yang Berhak Menghuni Surga._*

*4)✍• Akan Terus Dalam Naungan  Rahmat.* 

*5)✍• Sesungguhnya Menjenguk Orang Sakit Adalah Salah Satu Dari Jalan Surga._*


*G)• 📗💓 Adab Adab Menjenguk Orang Sakit.*

*_1). Mengusap Jidad Sendiri Kemudian Sambil Berdoa Diusapkan Keatas Wajah Dan Perut Sisakit_*

*❤🖊• Boleh Méngâmbìl Mahar/Upah Setelah Meruqyah/Nyuwok/Jopo Montro Orang Sakit.*

*_2). Mengusap Dengan Tangan  Wajah Dan Dada Sisakit Sambil Berdoa._*

*_3). Meletakkan Tangan Pada Tempat Yang Dirasa Sakit Oleh  Sisakit._*

*_4). Menghibur Dan Meringankan Beban Sisakit._*

*_5)• Sunnah mendoakan dan meminta doa orang yang sakit._*

*✍• Doa yang disebutkan dalam riwayat yang lain :*

*✍• Letakkan tangan di bagian tubuh yang dirasa sakit lalu ucapkan tiga kali :*

*✍• Mendoakan kesembuhan untuknya tiga kali._*

*✍• Macam - macam doa menjenguk orang yang sakit dari riwayat yang lain :*

*✍• Imam As Sakhaawiy rahimahullahu ta'åla  menyebutkan riwayat :*

*✍• Adapun untuk bacaan doa ketik menengok orang yang sedang sakit panas adalah sebagai berikut :*

*✍• Doa sisakit mustajab bagi orang yang menjenguknya.*

*✍• Ulama' Syi'ah Imamiyah juga mengatakan  doa sisakit kepada para pembesuknya cepat dikabulkan*


*H)• 📔✍Bolehkah Menjenguk Orang Musyrik?*

*1•🖍KAFIR MU’AHID*
 
*2•✏ KAFIR DZIMMI*

*3•🖊 KAFIR MUSTA’MAN* 
 
*4•🖋 KAFIR HARBI*

*I)• 📗✍ Bolehnya Menjenguk Orang Sakit Yang Bukan Mahramnya.*

*1)•✍📖 Definisi Mahram.*

*_💖• Mahram dari sebab nasab, dari fihak ayah :_*

*_💔• Mahrom dari sebab nasab, dari fihak ibu yakni :_*

*💚• Mahrom dari sebab persusuan seperti mahrom karena nasab yaitu :*

*💙• Mahram sebab perkawinan, yakni :*


*2)• ✍📖 Hukum Khalwat/Menyepi Antara Yang Dilarang Dan Yang Tidak Dilarang.*

*K)•📘✍Larangan Berulang Kali Membesuk Orang Sakit*

*L)•📘✍ Dukungan  Moral Bagi Sisakit*

*1)•🖍Hendaknya memberikan nasehat kepada orang yang sakit, bahwa Allah akan menghilangkan dosa-dosa dari orang yang mendapatkan musibah, apapun bentuk musibah itu, apabila diterimanya dengan sabar.*

*2)•✏ Hendaknya mengingatkan kepada orang yang sedang sakit, untuk tidak putus asa, karena penyakit yang dideritanya.*

*M)•📗✍ Mengunjungi Orang Yang Pingsan, Koma, Dan Sejenisnya.*

*N)•📘✍ Posisi Sunnah Ketika Menjenguk Orang Sakit.*

*O)•📘✍  Menjenguk Anak Kecil.*

*P)•📕✍  Menjenguk Orang Pedalaman*

*Q)•📗✍ Menjenguk Orang Sakit Meskipun Sakitnya Ringan*


*IV•📗✍ MΣПJΣLΛПG ΚΣMΛTIΛП/SΛΚΛЯΛTЦL  MΛЦT.*


*A)• 📕✍ Sakaratul Maut Dalam Al Qur'an Dan Al Hadits.*

*B)•📘✍ Tanda Tanda Sakaratul Maut.*

*C)•📗✍ Tanda Tanda Akan Mati Husnul Khatimah Ataukah Su'ul Khatimah.*

*1)• 💙✍Kamuflase Amal Menurut Syar'i (Melakukan  Amalan Yang Diluar Terlihat Bagus Akan Tetapi Karena Terpengaruh Nafsu Bisa  Diakhiri Dengan Amalan  Buruk).*

*2)•💚✍ Prosesi Pencabutan Nyawa Malaikat Maut Tidak Bertugas Sendiri Namun Dibantu Rekannya Sesama Malaikat.*

*a)• 📖 Penjelasan Dalam Al Qur'an Dan Penafsirannya.*

*b)• 📖 Penjelasannya Dalam Al Hadist Dan Penafsirannya.*

*c)• 📖 Cara Kerja Malaikat Maut.*

*i]• Malaikat Maut Datang Kepada Orang Beriman Dengan Wajah Ganteng Berbau Wangi  Dan Mendatangi Orang Kafir Dengan Wajah Buruk Berbau Busuk.*

*ii]• Malaikat Maut Dapat Mencabut Manusia Atau Binatang Yang Berjumlah Banyak Dalam Waktu Yang Bersamaan.*

*iii]• Malaikat Maut Berkeliling 70 kali Sehari Atau Menziarai Manusia Setiap 21 menit.*

*d)• 📖Perbedaan Pendapat Mengenai Nama Malaikat Maut Adalah ‘Izrail.*

*e)• 📖 Mengapa Rasulullah ﷺ💚  Menderita Saat Sakaratul Maut?.*

*D)• 💜✍  Tanda  Tanda Husnul Khatimah.*

*1)• النطق بالشهادة عند الموت بالإخلاص وترك الرياء | Mengucapkan Syahadat Ketika Meninggal Dan Meninggalkan Sifat Riya'/Pamer.*

*2)• يَمُوتُ بِعَرَقِ الْجَبِينِ |  Meninggal Dengan  Bercucuran Keringat Dahinya.*

*3)• الموت ليلة الجمعة أو نهارها  | Meninggal Pada Malam Jum'at Atau Pada Hari Jum'at.*

*4)• الاستشهاد في ساحة القتال في سبيل الله، أو موته غازيا في سبيل الله، أو موته بمرض الطاعون أو بداء البطن كالاستسقاء ونحوه، أو موته غرقاً |  Mati syahid Dalam Medan Perang, Atau Matinya Saat Berperang Fi Sabilillah, Atau Mati Terkena Wabah Tha'un, Atau Terkena Penyakit Perut, Seperti Busung Lapar Dan Semacamnya, Atau Mati Tenggelam.*

*📡✍• Macam Macam Syuhada' :*

*i)• Orang Yang Memohon Dengan Sungguh Sungguh Agar  Mati Syahid Walaupun Tidak Mati Syahid.*

*ii)• Orang Yang Terkena Senjatanya Sendiri Saat Perang Fi Sabilillaah.*

*iii)• ✍ Orang Yang Terbunuh Karena Membela Hartanya.*

*iv)• ✍ Orang Yang Terbunuh Karena Membela Keluarganya Agamanya Dan Darahnya.*

*v)• ✍ Orang Yang Meninggal Ketika Mencari Ilmu.*

*vi)• ✍ Orang Yang Terbunuh Akibat Terluka Atau Rusaknya  Kendaraan Jihadnya.*

*5)• الموت بسبب الهدم | Mati Syahid  Sebab Tertimbun Reruntuhan.*

*6)• ومن علامات حسن الخاتمة، وهو خاص بالنساء : موت المرأة في نفاسها بسبب ولدها أو هي حامل به |  Termasuk Tanda Husnul Khatimah Khusus Bagi Wanita Adalah Meninggal Pada Waktu Nifasnya Sebab Melahirkan Anaknya Atau Saat Dia  Mengandungnya.*

*7)• الموت بالحرق وذات الجٙنْب | Meninggal Syahid Karena Terbakar Dan Orang Yang Terkena Radang Selaput Dada.*

*8)• الموت بداء السل | Mati Syahid Karena Penyakit  TB (Tuberkulosis) Yang Biasanya Menyerang Paru Paru.*

*9, 10, 11)• من قتل دون ماله، ومن قتل دون دينه، ومن قتل دون دمه |  Orang Mati Syahid Karena Membela Hartanya, Membela Agamanya, Dan Membela Darah/Jiwanya.*

*12)• مٙوْتُ الْعٙادِلِ الذي يقاتل أهل البغي | Mati Syahidnya Seseorang Yang Memerangi Kaum Pemberontak.*

*13)• الموت رباطا في سبيل الله | Mati Syahid Karena Menjaga Perbatasan Siang Dan Malam Fi Sabilillaah.*

*14)• الموت على عمل صالح | Mati Syahid Saat Melakukan Amal Shalih.*




*📚✍• ΚΛTΛ PΣПGΛПTΛЯ*

السلام عليكم و رحمة الله وبركاته

حٙامِدًا لِلّٰهِ تٙبٙارٙكٙ وٙتٙعٙالٙى وٙمُصٙلِّيًا عٙلٙى رٙسُوْلِ اللّٰهِ صٙلّٙى اللّٰهُ عٙلٙيْهِ وٙسٙلّٙمٙ أٙمّٙا بٙعْدُ :

Sebagai orang yang selalu memuji kepada Allah, dan selalu membacakan shalawat atas Rasulillah ShallAllahu 'Alaihi wasallam, setelah mengucapkan semua itu :

Kami dengan segenap kerendahan hati dan segala kekurangan, kami nukil dan susun risalah ini dengan maksud dan  tujuan menyebarkan sedikit wacana ilmu yang kami miliki dan berdakwah untuk kemaslahatan ummat yang hiterogen dengan  ilmu dan amal yang berbeda beda sehingga diharapkan bisa saling mengerti, saling mengisi,  dan menghargai satu dan yang lainnya sehingga tidak terjadi perdebatan atau permusuhan yang tidak ada gunanya.

Kiranya kami cukupkan sekian pengantar kami semoga risalah ini bisa diterima dikalangan manapun dari kalangan zaman  old (lama) dan kalangan zaman now (sekarang). Atas perhatiannya kami haturkan terimakasih.

والسلام عليكم و رحمة الله وبركاته

طالب العلم
محمد عبد الحكيم الماجلانجي


*📚✍• SΣΚΛPЦЯ SIЯIΉ*

السلام عليكم و رحمة الله وبركاته

حٙامِدًا لِلّٰهِ تٙبٙارٙكٙ وٙتٙعٙالٙى وٙمُصٙلِّيًا عٙلٙى رٙسُوْلِ اللّٰهِ صٙلّٙى اللّٰهُ عٙلٙيْهِ وٙسٙلّٙمٙ أٙمّٙا بٙعْدُ :

Kami haturkan terima kasih kepada yang mulia Murabbi Arwaahana KHM. Suja'i Mashduqi, *_dan Kami khususkan  Mitsil Pahalanya, Pahala Orang Yang Membacanya dan Yang Menggunakannya  kepada  Almarhumah Ibu Ny. Hajjah Nasyi'ah tercinta yang  telah meninggalkan kami baru-baru ini, dan bagi semua saudaraku  santri atau alumni Yayasan Pon. Pes. As Sålåfìyyåh yang sudah tiada_*, beserta keluarga  selaku Pengasuh  Yayasan Ma'had As Sålåfìyyåh  Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta.

Terima kasih kepada Murobbi Arwaahana Abina KHM. Ihya' Ulumuddin Suhari dan Dua Ummina kami tercinta beserta keluarga  selaku Pengasuh Ma'had  Pengembangan dan Dakwah Nurul Haromain Jl. Brigjen Abdul Manan Wijaya 141 Ngroto Pujon Malang Jatim.

Kami haturkan terima kasih kepada Teman dan Sahabat kami Raden Mas Ronggo Panuntun sebagai pembimbing Ilmu Hakikat kami beserta keluarga tercinta. Tidak lupa kami haturkan terima kasih kepada sanak saudara sahabat, orang orang yang berjasa dalam tersusunnya risalah ini, dan juga handai taulan dimana saja berada sehingga dengan segala kekurangannya tersusunlah buku ini.

Kritik dan saran yang membangun  selalu kami nantikan agar dapat memberikan semangat kepada kami, menjadi motivasi bagi kami, dan kami bisa  menghasilkan susunan rangkuman ilmu dan teori amaliyyah yang bisa diterima dikalangan manapun. Atas perhatian dan kritiknya kami haturkan terima kasih.


والسلام عليكم و رحمة الله وبركاته

طالب العلم
محمد عبد الحكيم الماجلانجي



*V•📕✍ SΛΛT ΚΣMΛTIΛП.*

*VI•📔✍  PΣЯΛЩΛTΛП JΣПΛZΛΉ.*

*VI•📒✍  MΣMΛПDIΚΛП JΣПΛZΛΉ.*

*VII•📁✍  MΣПGΚΛFΛПI JΣПΛZΛΉ.*

*VIII•📖✍  MΣПSΉΛLΛTI JΣПΛZΛΉ.*

*IX•📝✍  MΣПGЦBЦЯΚΛП JΣПΛZΛΉ.*

*X•📡✍MΣПΛLQIП JΣПΛZΛΉ SΣTΣLΛΉ DIΚЦBЦЯ.*

*XI•🎥✍ PΛSΚΛ ΚΣMΛTIΛП.*

*📚BAG I*

*📚✏• AYAT AYAT TENTANG KEMATIAN.*

*1• 📖 Surat Al-Baqarah Surat ke 2 Ayat 161*

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para Malaikat dan manusia seluruhnya”.
{QS. 📖 Al-Baqarah Surat ke 2 Ayat 161}.


*2. 📖 Surat Ali ‘Imran Surat ke 3 Ayat 102*

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”.
{QS. 📖 Ali ‘Imran Surat ke 3 Ayat 102}.

*3.📖 Surat Ali ‘Imran Surat ke 3 Ayat 145*

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُؤَجَّلا وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الآخِرَةِ نُؤْتِهِ مِنْهَا وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ

Artinya: “Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya“. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
{QS. 📖 Ali ‘Imran Surat ke 3 Ayat 145}

*4. 📖 Surat Ali ‘Imran Surat Ke 3  Ayat 185*

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Artinya: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan“.
{QS. 📖 Ali ‘Imran Surat ke 3 Ayat 185}..

*5. 📖 Surat An-Nisa’ Surat ke 4  Ayat 78*

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ وَإِنْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُوا هَذِهِ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُوا هَذِهِ مِنْ عِنْدِكَ قُلْ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ فَمَالِ هَؤُلاءِ الْقَوْمِ لا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًا

Artinya: “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun?
{QS. 📖 An Nisaa'  Surat ke 4 Ayat 78}

*6. 📖 Surat Al-An’am Surat ke 6 Ayat 61*

وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لا يُفَرِّطُونَ

Artinya: “Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya”.
{QS. 📖 Al An'am  Surat ke  6 Ayat 61}.

*7. 📖 Surat Al-‘Ankabut Surat ke 29 Ayat 57*

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Artinya: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan”.
{QS. 📖 Al 'Ankabut Surat ke 29  Ayat 57}.

*8. 📖 Surat Ar-Rum Surat ke 30 Ayat 19*

يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَيُحْيِي الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚوَكَذَٰلِكَ تُخْرَجُونَ

Artinya: “Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya. Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur)“.
{QS. 📖 Ar Rum  Surat ke 30 Ayat 19}.

*9. 📖 Surat Al-Ahzab Surat ke 33 Ayat 16*

قُلْ لَنْ يَنْفَعَكُمُ الْفِرَارُ إِنْ فَرَرْتُمْ مِنَ الْمَوْتِ أَوِ الْقَتْلِ وَإِذًا لَا تُمَتَّعُونَ إِلَّا قَلِيلًا

Artinya: “Katakanlah: “Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja“.
{QS.📖 Al Ahzab  Surat ke 33 Ayat 16}.

*10. 📖 Surat Al-Mu’minun Surat ke 23 Ayat 99*

حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ

Artinya: “(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia)“.
{QS. 📖 Al Mu'minun Surat ke 23 Ayat 99}.

*11. 📖 Surat An-Nahl Surat ke 16 Ayat 61*

وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِظُلْمِهِمْ مَا تَرَكَ عَلَيْهَا مِنْ دَابَّةٍ وَلَٰكِنْ يُؤَخِّرُهُمْ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۖفَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖوَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Artinya: “Apabila telah tiba waktunya (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya”.
{QS. 📖 An-Nahl Surat ke 16 Ayat 61}.

*12. 📖 Surat Yasin Surat ke 36 ayat 12*

إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ

Artinya: “Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauhul Mahfuzh)”.
{QS. 📖 Yasin Surat ke 36 ayat 12}.

*13. 📖 Surat Al-Waqi’ah Surat ke 56 Ayat 60*

نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوقِينَ

Artinya: “Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-sekali tidak akan dapat dikalahkan“.
{QS. 📖 Al-Waqi’ah Surat ke 56 Ayat 60}.

*14. 📖 Surat Al-Haqqah Surat ke 69 Ayat 27*

يَا لَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَ

Artinya: “Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu“.
{QS. 📖 Al-Haqqah Surat ke 69 Ayat 27}.

*15. 📖 Surat Al-Jumu’ah Surat ke 62 Ayat 8*

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ۖثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Artinya: “Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan“.
{QS. 📖 Al-Jumu’ah Surat ke 62 Ayat 8}.

*16. 📖 Surat Al-Mulk Surat ke 67  Ayat 2*

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚوَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

Artinya: “Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun“.
{QS. 📖 Al-Mulk Surat ke 67 Ayat 2}.

*17• 📖 Surat As-Sajdah Surat ke 32 Ayat 11*

قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ

Artinya: “Katakanlah: “Malaikat maut  yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan“.
{QS. 📖 As-Sajdah Surat ke 32 Ayat 11}.

*18• 📖 Surat Az-Zumar Surat ke 39 Ayat 30.*

إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ

Artinya: “Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula)“.
{QS• 📖 Az-Zumar Surat ke 39 Ayat 30}

*19• 📖 Surat Az-Zumar Surat ke 039 Ayat 42*

الَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا ۖفَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَىٰ عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَىٰ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۚإِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya: “Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir​".
{QS. 📖 Az-Zumar Surat ke 039 Ayat 42}.

*20• 📖 Surat Al-Munafiqun Surat ke 063 Ayat 11*

وَلَنْ يُؤَخِّرَ الَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا ۚوَالَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Artinya: “Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan“.
{QS. 📖 Al-Munafiqun Surat ke 063 ayat 11}.


*📚BΛG II*

*📚🖍• RIWAYAT  RIWAYAT HADITS TENTANG ÒRÅNG HIDUP HARUS PUNYA RASA BELAS KASIH  KEPADA MAYYIT.*

Orang yang hidup harus memperlakukan mayyit laksana orang yang hidup, karena simayyit dapat merasakan sakit , malu , mendengar , dsb seperti orang yang masih  hidup, hanya saja simayyit tidak lagi bisa berbicara. Akan tetapi walaupun begitu banyak sekali hadits-hadits Nabi yang menetapakan adanya kehidupan mayit di alam barzakh, diantaranya adalah :

*1• 📗🖌 Mayyit Bisa Merasakan Sakit Layaknya Orang Hidup.*

 حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا سَعْدُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ :  أَخْبَرَتْنِي عَمْرَةُ قَالَتْ :  سَمِعْتُ عَائِشَةَ تَقُولُ :  قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ 🌹 :

*_"إِنَّ كَسْرَ عَظْمِ الْمُؤْمِنِ مَيْتًا مِثْلُ كَسْرِهِ حَيًّا."_*
{رواه احمد / مسند النساء / مسند الصديقة عائشة بنت الصديق رضي الله عنها / رقم الحديث : ٢٤٣٠٨}.

Telah menceritakan kepada kami : Ibnu Numair. Telah menceritakan kepada kami : Sa'ad bin Sa'id,  dia berkata; Telah mengabarkan kepadaku : ', dia berkata; Saya mendengar 'Aisyah berkata; Rasulullah ﷺ 🌹 bersabda:

*_"Memecahkan (mematahkan) tulang seorang mukmin yang mati seperti mematahkan tulangnya ketika hidup."_*
{HR. Ahmad / Musnad An Nisaa' / Musnad Shadiqah 'Aisyah Binti Ash Shadiiq radliyyAllahu 'Anhuma​ / No. 24308}.

حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ سَعْدٍ يَعْنِي ابْنَ سَعِيدٍ عَنْ عَمْرَةَ بِنْتِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَائِشَةَ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ  ﷺ 🌺 قَالَ :

*_" كَسْرُ عَظْمِ الْمَيِّتِ كَكَسْرِهِ حَيًّا."_*
{رواه ابو داود /   كِتَاب الْجَنَائِزِ /  بَابٌ فِي الْحَفَّارِ يَجِدُ الْعَظْمَ هَلْ يَتَنَكَّبُ ذَلِكَ الْمَكَانَ ؟ / رقم الحديث : ٢٨٤٢}.

Telah menceritakan kepada kami : Al Qa'nabi. Telah menceritakan kepada kami : 'Abdul Aziz bin Muhammad. Dari. Sa'd bin Sa'id. Dari 'Amrah binti Abdurrahman. Dari 'Aisyah  bahwa Rasulullah ﷺ 🌺 bersabda :

*_"Mematahkan tulang orang yang mati seperti halnya mematahkannya ketika ia masih hidup."_*
{HR. Abu Dawud / Kitabu Al Janaa'iz / Baabu Fi Al Hafaari Yajidu Al 'Adzama Hal Yatanakkabu Dzalika Al Makaani? / No. 2842}.

*🎤 •قال الإمام ابن حجر العسقلاني الشافعي رحمه الله تعالى في كتابه " تلخيص الحبير ":*

 ينبغي أن يُتنبه إلى أن حرمة المؤمن بعد موته باقية ، كحرمته وهو حي ، فلا يجوز الاعتداء عليه ولا إهانته ،* ** حتى قال الرسول ﷺ 🍒 : (كَسْرُ عَظْمِ الْمَيِّتِ كَكَسْرِهِ حَيًّا) رواه أبو داود رقم : ٣٢٠٧. وحسنه ابن القطان ، وقال ابن دقيق العيد : إنه على شرط مسلم . وصححه الألباني في " إرواء الغليل : ٣/ ٢١٣).
{انظر  كتاب " التلخيص الحبير " : ٣/ ٥٤. للإمام ابن حجر العسقلاني الشافعي}.

*📗• Berkata Imam​ Ibnu Hajar Al 'Asqalaaniy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'åla dalam kitabnya " Talkhishu Al Habiir ":*

Seyogyanya supaya memperhatikan pada kehormatan seorang mukmin setelah dia  meninggal tetap berlaku sebagaimana hidupnya. Maka tidak boleh memarahinya dan menghinakannya. Sampai - sampai  Rasul ﷺ 🍒 bersabda :
*_"Mematahkan tulang orang yang mati seperti halnya mematahkannya ketika ia masih hidup."_* (HR. Abu Dawud No. 3207. *DIHASANKAN* oleh Ibnu Qaththan. Dan Ibnu Daqiq Al 'Ied berkata : Hadits tersebut sudah menurut syarat Muslim. Al Albani Tokoh Wahhabiy menshahihkannya dalam Irwaa').
{Lihat Kitab Talkhishu Al Habiir : 3/ 54. Karya Imam Ibnu Hajar Al 'Asqalaaniy Asy Syaafi'iy}.

*📕• جاء في " عون المعبود شرح سنن أبي داود شرح سنن ابي داود " للعلامة  : أبو الطيب محمد شمس الحق العظيم آبادي رحمه الله تعالى :*

"( كَكَسْرِهِ حَيًّا ) : يَعْنِي فِي الْإِثْم كَمَا فِي رِوَايَة ،

قَالَ الطِّيبِيُّ : إِشَارَة إِلَى أَنَّهُ لَا يُهَان مَيِّتًا ، كَمَا لَا يُهَان حَيًّا " انتهى.

قال بن الملك وإلى أن الميت يتألم

قال بن حَجَرٍ وَمِنْ لَازِمِهِ أَنَّهُ يَسْتَلِذُّ بِمَا يَسْتَلِذُّ به الحي انتهى

وقد أخرج بن أبي شيبة عن بن مَسْعُودٍ قَالَ أَذَى الْمُؤْمِنِ فِي مَوْتِهِ كَأَذَاهُ فِي حَيَاتِهِ قَالَهُ فِي الْمِرْقَاةِ

وَقَالَ الْمُنْذِرِيُّ وَالْحَدِيثُ أَخْرَجَهُ بن مَاجَهْ.
{انظر كتاب عون المعبود شرح سنن أبي داوود : ج ٧ ص ١٩٥ / كِتَاب الْجَنَائِزِ / بَابٌ فِي الْحَفَّارِ يَجِدُ الْعَظْمَ هَلْ يَتَنَكَّبُ ذَلِكَ الْمَكَانَ ؟ /  رقم : ٢٨٤٢. للعلامة محمد شمس الحق العظيم آبادي}.

*📕• Terdapat dalam kitab " 'Aunu Al Ma'bud Syarhu Sunan Abi Dawud " karya Al 'Alaamah Muhammad Syamsu Al Haq Al 'Adzim Abaadiy rahimahullahu ta'åla :*

*_(Seperti halnya mematahkannya ketika ia masih hidup)_*, yakni : Sama didalam kejahatannya, seperti telah disebutkan didalam riwayat,

Ath Thibiy berkata : Di dalamnya terdapat isyarat bahwasanya orang yang meninggal dunia tidak boleh dihinakan sebagaimana ketika masih hidup.

Berkata Ibnu Mulk: Dan bahwasanya orang yang meninggal dunia merasa tersakiti .

Berkata Ibnu Hajar: Kelazimannya menunjukkan bahwa ia merasakan kelezatan sebagaimana orang yang masih hidup.

Dan Ibnu Abi Syaibah telah mengeluarkan atsar dari Ibnu Mas’ud ia berkata:

أَذَى الْمُؤْمِن فِي مَوْته كَأَذَاهُ فِي حَيَاته

“Menyakiti seorang mukmin ketika telah meninggal dunia seperti menyakitinya ketika di masa hidupnya”.

Ia mengatakannya dalam Al Mirqat

Al Mundziriy berkata : Dan hadits Ibnu Majah juga mengeluarkannya.
{Lihat Kitab 'Aunu Al Ma'bud Syarhu Sunan Abu Dawud : juz 7 hal 195 / Kitabu Al Janaa'iz / Baabu Fi Al Hafaari Yajidu Al 'Adzama Hal Yatanakkabu Dzalika Al Makaani? / No. 2842. Karya Al 'Alaamah Syamsu Al Haq Al 'Adzim Abaadiy}.


*🖌a)• Kehormatan Tetap Ditegakkan Ketika Masih Hidup Atau Sesudah Mati.*

*📕• قال الإمام ابن حجر العسقلاني الشافعي رحمه الله تعالى في كتابه " فتح الباري شرح صحيح البخاري ":*
!
يستفاد منه أن حرمة المؤمن بعد الموت باقية، كما كانت في حياته. انتهى.

*📗• Berkata Imam Ibnu Hajar Al 'Asqalaaniy Asy Syafi'iy dalam kitabnya " Fathu Al Baariy Syarhu Shahiih Al Bukhariy ":*

Sesungguhnya diambil faedah dari hadīts inii, bahwasanya, *_“Kehormatan seorang mu’min setelah dia meninggal tetap berlaku sebagaimana tatkala dia masih hidup.”_*
{Lihat Kitab Fathu Al Baari Syarhu Shahiih Al Bukhariy : juz 9 hal 113. Karya Imam Ibnu Hajar Al 'Asqalaaniy Asy Syafi'iy}.

Dan juga ada hadīts lain:

 إِنَّ كَسْرَ عِظَمِ الْمُؤْمِنِ مَيِّتًا مِثْلَ كَسْرِهِ حَيًّا

_”Dan mematahkan (menghancurkan) tulang seorang mu’min tatkala dia sudah meninggal dunia sama dengan tatkala dia masih hidup.”_
(Hadīts Shahīh Riwayat Abū Dāwūd no 3191, Ibnu Ibnu Mājah)


*✒b)• Mengusung Mayyit Dengan Hati Hati Agar Tidak Terguncang Dan Rusak.*

📘• قال الإمام النووي الشافعي رحمه الله تعالى في كتابه " المجموع شرح المهذب ":*

وهذه محمول على خوف مفسدة من الإسراع
{انظر كتاب المجموع شرح المهذب : للإمام النووي الشافعي}.

*📘•🐢 Imam An-Nawawiy Asy Syafi'iy  rahimahullahu ta'åla dalam Kitabnya " Al Majmu' Syarhu Al Muhadzab " berkata :*

*_“Ini dibawa pada pengertian adanya kekhawatiran rusaknya jenazah karena mempercepat jalan”._*
{Lihat Kitab Al-Majmuu’ Syarhu Al Muhadzab : juz  5 hal 271. Karya Imam Nawawiy​ Asy Syafi'iy}.

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى أَخْبَرَنَا هِشَامُ بْنُ يُوسُفَ أَنَّ ابْنَ جُرَيْجٍ أَخْبَرَهُمْ, قَالَ : أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ , قَالَ :  حَضَرْنَا مَعَ ابْنِ عَبَّاسٍ جِنَازَةَ مَيْمُونَةَ بِسَرِفَ , فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ : هَذِهِ زَوْجَةُ النَّبِيِّ ﷺ 🍒 فَإِذَا رَفَعْتُمْ نَعْشَهَا فَلَا تُزَعْزِعُوهَا وَلَا تُزَلْزِلُوهَا وَارْفُقُوا فَإِنَّهُ كَانَ عِنْدَ النَّبِيِّ ﷺ 🍒 تِسْعٌ كَانَ يَقْسِمُ لِثَمَانٍ وَلَا يَقْسِمُ لِوَاحِدَةٍ." .
{البخاري    / كِتَاب النِّكَاحِ    / بَاب كَثْرَةِ النِّسَاءِ / رقم الحديث: ٤٧٠٤}.

Telah menceritakan kepada kami : Ibrahim bin Musa.  Telah mengabarkan kepada kami : Hisyam bin Yusuf, bahwa Ibnu Juraij telah mengabarkan kepada mereka, ia berkata; Telah mengabarkan kepadaku 'Atha`,  ia berkata; Kami pernah menghadiri jenazah Maimunah bersama Ibnu Abbas di Sarif, lalu [Ibnu Abbas] berkata :

*_"Ini adalah salah seorang isteri Nabi ﷺ 🍒. Jika kalian mengangkat usungan (sarir/keranda)nya, maka janganlah kalian menggoncangkannya dengan keras, kokohkanlah dengan sempurna. Sesungguhnya di sisi Nabi ﷺ 🍒  ada sembilan orang isteri, beliau membagi hari-hari kepada delapan orang, sementara kepada yang satu orang tidak."_*
{HR. Bukhariy / Kitab An Nikahi / Baabu Katsrati An  Nisaa' / No. 4704}.


*🖍•  Perkecualian yang dikatakan An-Nawawiy rahimahullahu ta'åla di atas (dalam kitabnya Al Majmu'),  didasarkan oleh riwayat hadits dibawahnya.


*📗c)•  Ukuran Jalan Cepat Dalam Membawa Jenazah.*

Penjelasannya adalah :

*📕🖌• جاء في الفواكه الدواني على رسالة ابن أبي زيد القيرواني المؤلف: أحمد بن غانم (أو غنيم) بن سالم ابن مهنا، شهاب الدين النفراوي الأزهري المالكي (المتوفى: ١١٢٦ هـ), رحمه الله تعالى :*

وَنَدْبُ الْإِسْرَاعِ لَا يُنَافِي مَا رُوِيَ عَنْهُ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ أَنَّهُ قَالَ : { عَلَيْكُمْ بِالسَّكِينَةِ عَلَيْكُمْ بِالْقَصْدِ فِي الْمَشْيِ بِجَنَائِزِكُمْ } ؛ لِأَنَّ الْمُرَادَ بِالْإِسْرَاعِ مَا فَوْقَ الْمَشْيِ الْمُعْتَادِ دُونَ الْخَبَبِ وَهَذَا هُوَ الْمُرَادُ بِالْقَصْدِ.
{انظر كتاب الفواكه الدواني على رسالة ابن أبي زيد القيرواني : ج ٣ ص ٣١٩. للإمام أحمد بن غانم المالكي}.

*📗• Terdapat dalam kitab " Al Fawaakihu  Ad Dawaani 'Alaa Risaalati Abi Zaid Al Qairawaaniy " karya Imam Abi Ghanim Al Malikiy rahimahullahu ta'åla :*

“Dan anjuran mempercepat tidaklah menafikkan apa yang diriwayatkan dari Nabi ‘alaihish-shalaatu was-salaam, bahwasannya beliau pernah bersabda :

‘Hendaklah kalian tenang, dan hendaklah sederhana ketika berjalan membawa jenazah-jenazah kalian’.

*_"Hal itu dikarenakan yang dimaksudkan dengan mempercepat adalah di atas berjalan biasa dan di bawah khabab (langkahan)."_*
{Lihat Kitab  Fawaakihu Ad-Dawaaniy : juz  3 hal 319. Karya Imam Abi Ghanim Al Malikiy – via Syaamilah}.

*🎤• قال الإمام النووي الشافعي رحمه الله تعالى في كتابه " المجموع شرح المهذب ":*

قال الشافعي والاصحاب المراد بالاسراع فوق المشى المعتاد ودون الخبب

*📗•🐢 Imam An-Nawawiy Asy Syafi'iy  rahimahullahu ta'åla  berkata dalåm kitabnya " Al-Majmu'  Syarhu Al Muhadzab " :*

“Asy-Syaafi’iy dan shahabat-shahabatnya berkata  :

*_Yang dimaksudkan dengan mempercepat adalah di atas berjalan biasa dan di bawah khabab (langkahan)”._*
{Lihat Kitab Al-Majmuu’ Syarhu Al Muhadzab : juz 5 hal 271. Karya Imam Nawawiy Asy Syafi'iy}.

⇒ Ini penjelasan Ibnu Hajar rahimahullāhu  Ta’āla.
Ini dalīl *_bahwasanya kehormatan seorang mu’min masih berlaku bahkan tatkala dia sudah meninggal dunia."_*

*_Oleh karena itu Ibnu ‘Abbās mewasiatkan agar istri Nabi ﷺ 🍒 diangkat dengan pelan-pelan, tidak boleh digoncang-goncangkan (digerak-gerakan), karena beliau (Maemunah radhiyyAllāhu Ta’āla ‘anhā) tetap terhormat meskipun sudah meninggal dunia._*

Kemudian, sebagaimana telah  diketahui bahwasanya dalīl-dalīl dalam syari’at yang mengharāmkan mencela seorang muslim secara mutlak, *_tidak ada perbedaan apakah dia masih hidup atau sudah meninggal dunia._*


*📘d)• Harus  Menyimpan Aib Mayyit Dan Boleh Menyebarkan Kebaikkan Mayyit*


أَخْبَرَنَا بَكْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الصَّيْرَفِيُّ ، بِمَرْوَ ، قال حدثنا عَبْدُ الصَّمَدِ بْنُ الْفَضْلِ ، قال حدثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ الْمُقْرِئُ ، قال حدثنا سَعِيدُ بْنُ أَبِي أَيُّوبَ ، عَنْ شُرَحْبِيلَ بْنِ شَرِيكٍ الْمَعَافِرِيِّ ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ رَبَاحٍ اللَّخْمِيِّ ، عَنْ أَبِي رَافِعٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ 🍒 :

*_«مَنْ غَسَّلَ مَيِّتًا فَكَتَمَ عَلَيْهِ غُفِرَ لَهُ أَرْبَعِينَ مَرَّةً ، وَمَنْ كَفَّنَ مَيِّتًا كَسَاهُ اللَّهُ مِنَ السُّنْدُسِ ، وَإِسْتَبْرَقِ الْجَنَّةِ ، وَمَنْ حَفَرَ لِمَيِّتٍ قَبْرًا فَأَجَنَّهُ فِيهِ أُجْرِيَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ كَأَجْرِ مَسْكَنٍ أُسْكِنَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ»_*

هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ مُسْلِمٍ ، وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ
{رواه الحاكم / كتاب الجناىٔز / كتاب الجنائز / رقم الحديث : ١٢٥٤. وقال : "هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ مُسْلِمٍ، وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ " ، وصححه الألباني} .

Telah mengabarkan kepada kami : Bakr bin Muhammad Ash Shairaafiy, dimarwa. Ia berkata : Telah menceritakan kepada kami : Telah menceritakan kepada kami : 'Abdullah bin Yazid Al Muqriy, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami : Sa'id bin Abi Ayyub. Dari Syaraahil bin Syariik Al Ma'aafiriy. Dari 'Aliy bin Abi Robbaah Al Lahmiy. Dari Abi Rofi, beliau berkata : Rasulullah ﷺ 🍒 pernah bersabda :*

*_"Barang siapa memandikan mayat, lalu menyembunyikan apa yang terjadi padanya, maka Allah mengampuninya sebanyak empat puluh (40) kali."_*

Barangsiapa mengafani mayit maka Allah memberinya pakaian sutra halus dan sutra tebal dari surga. Barangsiapa menggali kubur untuk mayit, lalu menutupnya maka ia mendapat pahala seperti rumah yang akan ia tempati sampai hari kiamat”
{HR. Hakim / Kitab Al Janaa'iz / Di dalam kitab Al Mustadrak, ia mengatakan :  *_Hadis ini Sahih dengan syarat Imam Muslim ,_* walaupun Bukhariy dan Muslim keduanya tidak mengeluarkannya. Dan *_Dishahihkan_* oleh Albani Tokoh Wahhabiy}.

*📚• Dalam Kitab Al Majmu’ Syarhu Al Muhadzab dan Kitab Al Adzkaar karya Imam An Nawawiy Asy Syafi'iy dijelaskan :*

*📕• قال الإمام النووي الشافعي رحمه الله تعالى في كتابه " المجموع شرح المهذب ":*

قَالَ الْمُصَنِّفُ رحمه الله تعالى ( يَنْبَغِي أَنْ يَكُوْنَ الْغَاسِلُ أَمِيْنًا لِمَا رُوِيَ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ "{ لاَ يُغَسِّلْ مَوْتَاكُمْ إِلاَّ الْمَأْمُوْنُوْنَ }" وَِلأَنَّهُ إذَا لَمْ يَكُنْ أَمِيْنًا لَمْ نَأْمَنْ أَنْ لاَ يَسْتَوْفِيَ الْغُسْلَ وَرُبَّمَا سَتَرَ مَا يَظْهَرُ مِنْ جَمِيْلٍ أَوْ يُظْهِرُ مَا يَرَى مِنْ قَبِيْحٍ وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يَسْتُرَ الْمَيِّتَ مِنْ الْعُيُوْنِ ِلأَنَّهُ قَدْ يَكُوْنُ فِي بَدَنِهِ عَيْبٌ كَانَ يَكْتُمُهُ وَرُبَّمَا اجْتَمَعَ فِي مَوْضِعٍ مِنْ بَدَنِهِ دَمٌ فَيَرَاهُ مَنْ لاَ يَعْرِفُ ذَلِكَ فَيَظُنُّهُ عُقُوْبَةً وَسُوْءَ عَاقِبَةٍ اهـ.
{انظر  كتاب المجموع شرح المهذب : ج ٥ ص ١١٣ /  كتاب الجنائز    /  باب غسل الميت /  ينبغي أن يكون الغاسل أمينا /  للامام النووي الشافعي}.

*🎤• Imam Nawawiy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'åla berkata dalam Kitabnya " Al Majmu' Syarhu Al Muhadzab ":*

"Berkata mushonif (pengarang kitab Al Muhadzab) rahimahullahu ta'åla :

Sepantasnya orang yang memandikan itu harus orang yang bisa dipercaya, karena ibnu umar pernah berkata,” Janganlah memandikan orang yang meninggal dunia diantara kamu sekalian kecuali orang yang sekiranya bisa di percaya, karena bilamana tidak bisa dipercaya, maka kita tidak bisa mempercayai bahwa ia akan bisa memenuhi dalam memandikannya, kadang-kadang ia menutupi apa yang seharusnya nampak bagus, atau (sebaliknya) ia menampakkan yang ia lihat dari yang jelek (‘aib)" )
Adapun maksud orang yang bisa dipercaya disini adalah mereka yang bisa menjaga rahasia apabila jenazah memiliki a'ib, ia tidak menceritakan pada siapapun. Sehingga dianjurkan tatkala memandikan mayat untuk memperbanyak dzikir dan berdo’a bagi si mayat.
{Lihat Kitab Al Majmu' Syarhu Al Muhadzab : juz 5 hal 113 / Kitaabu Al Janaa'iz / Baabu Ghusli Al Mayyit / Yanbaghi An Yakuuna Al Ghaasilu Amiinan / Karya Imam Nawawiy Asy Syafi'iy}.

*📗•  قال الإمام النووي الشافعي رحمه الله تعالى في كتابه " الأذكار ":*

(بابُ ما يُقالُ في حَالِ غَسْلِ الميّتِ وتَكفِينه)

يُستحبّ الإِكثار من ذكر الله تعالى والدعاء للميت في حال غسله وتكفينه.
قال أصحابنا: وإذا رأى الغاسلُ من الميّت ما يُعجبه: من استنارة وجهه، وطيب ريحه، ونحو ذلك، استُحبَّ له أن يحدّثَ الناسَ بذلك، وإذا رأى ما يَكره: من سوادِ وجه، ونتن رائحته، وتغيّر عضو، وانقلاب صورة، ونحو ذلك، حرّم عليه أن يحدّث أحداً به.
{انظر كتاب الأذكار، ص : ١٥٤ /   كتاب أذكار المرض والموت وما يتعلق بهما / باب استحباب الإكثار من ذكر الموت / للإمام النووي الشافعي}.

*🎤• Imam An Nawawiy Asy  Syafi'iy rahimahullahu ta'åla berkata dalam Kitabnya " Al Adzkaar ":*

"Disunahkan untuk memperbanyak meninggat Allah SWT dan mendo'akan bagi mayit pada waktu memandikan serta mengkafaninya. para sahabat kami berkata bilamana orang yang memandikan melihat hal yang mengherankan dirinya pada si mayit seperti wajahnya bersinar, baunya harum dan seumpama lainnya (dari yang baik), disunahkan untuk menceritakan kepada semua manusia, tetapi bila yang dilihatnya itu sesuatu yang tidak disukai seperti wajahnya menjadi hitam, baunya busuk menyengat, anggota badannya ada yang berubah, atau bentuknya menjadi terbalik dan seumpama lainnya (dari hal yang jelek), maka haram untuk menceritakan kepada seseorangpun.” )
{Lihat Kitab Al Adzkaar hal : 154. Karya Imam Nawawiy Asy Syafi'iy}.

*🖌• قال الإمام الماوردي الشافعي رحمه الله تعالى في كتابه " الحاوي الكبير " :*

" وَأَمَّا كِتْمَانُهُ لِمَا يَرَى مِنْ تَغْيِيرِ الْمَيِّتِ وَسُوءِ أَمَارَةٍ فَمَأْمُورٌ بِهِ لَا يَحِلُّ لِلْغَاسِلِ أَنْ يَتَحَدَّثَ بِهِ " انتهى
{انظر كتاب الحاوي الكبير في فقه مذهب الإمام الشافعي وهو شرح مختصر المزني : ج ٣ ص ١٤. للإمام أبو الحسن علي الماوردي الشافعي}.

*🎤• Berkata Imam Mawardi Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'åla dalam kitabnya " Al Haawi Al Kabir ":*

Dan adapun menyembunyikannya karena melihat sesuatu dari perubahan mayyit dan tanda-tanda buruk.

Maka diperintahkan untuk menyembunyikannya dan HARAM menceritakannya."
{Lihat Kitab Al Haawi Al Kabir: juz 3 hal 14. Karya Imam Mawardi Asy Syafi'iy}.

*✒• قال الامام الشيخ منصور البهوتي الحنبلي  وهو منصور بن يونس بن صلاح الدين ابن حسن بن إدريس البهوتى الحنبلى (المتوفى: ١٠٥١هـ)، رحمه الله تعالى :*

" (وَ) يَجِبُ (عَلَى غَاسِلٍ سَتْرُ شَرٍّ) وقال لِحَدِيثِ " «لِيُغَسِّلْ مَوْتَاكُمْ الْمَأْمُونُونَ» " رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ  ...

وَ (لَا) يَجِبُ عَلَيْهِ (إظْهَارُ خَيْرِ) مَيِّتٍ لِلتَّرْحِيمِ عَلَيْهِ .

وَنَرْجُو لِلْمُحْسِنِ ، وَنَخَافُ عَلَى الْمُسِيءِ ، وَلَا نَشْهَدُ إلَّا لِمَنْ شَهِدَ لَهُ النَّبِيُّ  ﷺ 🍒.

قَالَ الشَّيْخُ تَقِيُّ الدِّينِ: أَوْ اتَّفَقَتْ الْأُمَّةُ عَلَى الثَّنَاءِ عَلَيْهِ " انتهى.
{انظر كتاب دقائق أولي النهى لشرح المنتهى المعروف بشرح منتهى الإرادات : ج  ١ ص ٣٥٢. للإمام منصور البهوتى الحنبلى}.

*🎤• Berkata Syåikh Manshur Al Bahuutiy Al Hanbaliy rahimahullahu ta'åla :*

(Dan) wajib (bagi yang memandikan mayyit) menutupi keburukkan mayyit, dan telah berkata menurut dasar hadits : [Yang memandikan mayat hendaknya orang-orang yg dapat dipercaya]. (HR. ibnumajah No.1450).

Dan (tidak) wajib baginya (memperlihatkan kebaikkan) mayyit karena untuk memberikan kasih sayang kepadanya.

Dan kami mengharapkan untuk menjadi orang yang baik. Dan kami takut menjadi orang yang berbuat buruk. Dan kami tidak akan pernah  bersaksi kecuali  terhadap orang yang Rasulullah   ﷺ 🍒 pernah bersaksi kepadanya.

Berkåta Syåikh Taqiyyuddin : Atau Ummat sepakat memberikan pujian kepadanya.
{Lihat Kitab Daqaaiqu Uuli An Nuhaa Lisyarhi Al Muntaha [Muntaha Al Iroodaat] : juz 1 hal 352. Karya Imam Manshur Al Bahuutiy Al Hanbaliy}.

*📕•وذكر في حاشية الروض المربع شرح زاد المستقنع جمع الفقير إلى الله تعالى عبد الرحمن بن محمد بن قاسم العاصمي النجدي الحنبلي (١٣١٢ هـ - ١٣٩٢ هـ) حفظه الله تعالى :*

(و) يَجِبُ (على الغَاسِلِ سَتْرُ ما رَآهُ) مِنَ المَيِّتِ (إن لم يَكُنْ حَسَناً)؛ فيَلْزَمُه سَتْرُ الشَّرِّ, لا إِظْهَارُ الخَيْرِ، ونَرْجُو للمُحْسِنِ, ونَخَافُ على المُسِيءِ، ولا نَشْهَدُ إِلاَّ لمَنْ شَهِدَ لَهُ النَّبِيُّ صلَّى اللَّهُ علَيْه وسَلَّمَ، ويَحْرُمُ سُوءُ الظَّنِّ بمُسْلِمٍ ظَاهِرِ العَدَالَةِ، ويُسْتَحَبُّ ظَنُّ الخَيْرِ بالمُسْلِمِ.
{انظر كتاب حاشية الروض المربع شرح زاد المستقنع جمع الفقير إلى الله تعالى عبد الرحمن بن محمد بن قاسم العاصمي النجدي الحنبلي}.

(Dan) *wajib* (bagi orang yang memandikan mayyit menutupi apa yang dia lihat) dari keadaan mayyit (apabila keadaannya tidak baik), maka *wajib* baginya menutupi keburukkannya dan tidak memperlihatkan kebaikkannya, kami memohon untuk menjadi orang yang berbuat baik, dan kami takut menjadi orang yang berbuat buruk, dan kami tidak akan menyaksikan kecuali pada orang yang Rasulullah ﷺ 🌺 pernah menyaksikannya.

Dan *haram* berprasangka buruk dengan orang islam yang terlihat keadilannya dan *disunnahkan* berprasangka baik dengan orang islam.
{Lihat Kitab Hasyiyyah Ar Raudl Al Murabbi' Syarhu Zaada Al Mustaqni'. Karya 'Abdurrahman Al 'Ashimiy An Najdiy Al Hanbaliy}.

*📕• جاء في  المغني للامام ابن قدامة     المقدسي الحنبلي رحمه الله تعالى :*

( ١٥٠١) فصل : وينبغي للغاسل ، ولمن حضر ، إذا رأى من الميت شيئا مما ذكرناه ومما يحب الميت ستره ، أن يستره ، ولا يحدث به ; لما رويناه ، ولأن النبي صلى الله عليه وسلم قال : { من ستر عورة مسلم ، ستره الله في الدنيا والآخرة } . وإن رأى حسنا مثل أمارات الخير ، من وضاءة الوجه ، والتبسم ، ونحو ذلك ، استحب إظهاره ، ليكثر الترحم عليه ، ويحصل الحث على مثل طريقته ، والتشبه بجميل سيرته .

قال ابن عقيل : وإن كان الميت مغموصا عليه في الدين والسنة ، مشهورا ببدعته ، فلا بأس بإظهار الشر عليه ، لتحذر طريقته . وعلى هذا ينبغي أن يكتم ما يرى عليه من أمارات الخير ; لئلا يغتر مغتر بذلك ، فيقتدي به في بدعته .
{انظر كتاب المغني للامام ابن قدامة    الحنبلي / كتاب الجنائز    / مسألة يستحب أن يغسل الميت في بيت ولا يحضره إلا من يعين في أمره    / فصل ينبغي للغاسل ولمن حضر إذا رأى من الميت شيئا التحدث به}.

*🎤• Dalam kitabnya al-Mughni Imam  Ibnu Qudâmah Al Hanbaliy  rahimahullahu ta'åla berkata:*

*_Seyogianya bagi orang yang memandikan mayat dan orang-orang yang menyaksikan pemandian tersebut, apabila mereka melihat -dari mayat tersebut-, sesuatu yang tidak diinginkan oleh simayat –ketika ia masih hidup- untuk diketahui orang lain, agar mereka menyembunyikannya,_* dan jangan sampai membicarakan atau menyebutnya. Hal ini berdasarkan riwayat-riwayat yang telah kami sebutkan terdahulu. Dan karena Rasulullah  ﷺ 🌹berkata: "Barangsiapa yang menutupi keaiban seorang muslim, maka Allah s.w.t akan menutupi keaibannya didunia dan diakhirat".

*_Dan apabila mereka melihat sesuatu yang baik dari mayat tersebut, misalnya wajahnya berseri, mulut yang tersenyum atau sebagainya, maka disunnahkan untuk menampakannya, agar orang lain ikut mendoakan agar Allah s.w.t memberikan rahmat untuknya,_* dan sebagai contoh yang memotivasi agar orang yang masih hidup dapat mengikuti tingkah lakunya semasa ia masih hidup.

Ibnu 'Aqîl rahimahullahu ta'åla berkata: *_Dan apabila orang yang meniggal tersebut sering melakukan kebohongan dalam agama dan hadits Rasulullah ﷺ 🌹 terkenal suka menyebarkan hal-hal yang bid'ah, maka tidak mengapa kejelekannya dinampakan, agar menjadi peringatan dan pelajaran bagi orang yang mengikuti tingkah lakunya semasa masih hidup._*

Dengan demikian berarti seyogianya untuk menyembunyikan –dari orang tersebut- tanda-tanda kebaikan, agar hal tersebut tidak membuat banyak orang tertipu. Yang akhirnya akan mengikutinya dalam hal-hal bid'ah.
{Lihat kitab Al Mughni : juz 2 hal 456. Karya Ibnu Qudâmah Al Hanbaliy}.

*🎤• قال الإمام الشافعي رحمه الله تعالى في كتابه " الأم ":*

( قال ) : وأحب إلي إن رأى من المسلم شيئا أن لا حدث به فإن المسلم حقيق أن يستر ما يكره من المسلم ، وأحب إلي أن لا يغسل الميت إلا أمين على غسله
{انظر كتاب الام : ج ١ ص ٢٣٥ / كتاب الجنائز / باب ما جاء في غسل الميت / للإمام الشافعي}.

*🖌• Dalam kitabnya al-Umm, Imam Syâf'î'iy  rahimahullahu ta'åla berkata:*

Aku sangat setuju apabila seorang muslim melihat dari saudaranya –seagama- sesuatu –hal yang kurang baik- agar ia tidak membicarakannya. Sebab sesungguhnya suatu kewajiban bagi seorang muslim untuk menutupi hal yang tidak disenangi dari orang lain. Dan aku sangat setuju apabila tidak memandikan mayyit kecuali orang yang dapat dipercaya atas prosesi pemandiannya.
{Lihat Kitab Al Umm : juz 1 hal 235 / Kitabu Al Janaa'iz / Baabu Ma Ja'a Fi Ghusli Al Mayyiti​. Karya Imam Asy Syafi'iy}.

*📕• قال الامام المرداوي الحنبلي وهو علاء الدين أبو الحسن علي بن سليمان المرداوي الدمشقي الصالحي الحنبلي (المتوفى: 885هـ) ،  رحمه الله تعالى :*

قال جماعة من الأصحاب :

"إن كان الميت معروفاً ببدعة أو قلة دين أو فجور ونحوه ، فلا بأس بإظهار الشر عنه ، وستر الخير عنه ، لتجتنب طريقته وجزم به في المحرر... وابن عقيل ، فقال : لا بأس عندي بإظهار الشر عنه لتحذر طريقه . انتهى . لكن هل يستحب ذلك أو يباح ؟ قال في النكت (في اعجاز القران المؤلف: علي بن عيسى بن علي بن عبد الله، أبو الحسن الرماني المعتزلي، المتوفى: 384هـ): فيه خلاف ، قلت : الأولى أنه يستحب ، وظاهر تعليلهم يدل على ذلك" انتهى
{انظر كتاب لإنصاف في معرفة الراجح من الخلاف : ج ٢ ص ٥٠٦. للإمام المرداوي الدمشقي الصالحي الحنبلي}.

*🎤• Berkata Imam Murdawiy Al Hanbaliy rahimahullahu ta'åla dalam Kitabnya " Al Inshoof Fi Ma'rifati Ar Roojih Min Al Khilaaf ":*

Berkata banyak orang dari Para Sahabat :

Apabila adanya mayyit itu terkenal dengan perbuatan bid'ah, atau rendah agamanya, atau tukang melakukan kedurhakaan dan semacamnya, maka tidak dipermasalahkan memperlihatkan keburukkan darinya, dan menutupi kebaikkannya, sebagai peringatan supaya menjauhi jalan yang ia tempuh, dan beliau (Imam Majduddin Ibnu Taimiyyah)  menyatakannya dengan  permasalahan ini  dalam kitab Al Muharrar (Kitab Fiqih Madzhab Imam Ahmad bin Hanbal) ...

Dan Ibnu 'Aqiil berkata : Tidak masalah menurutku memperlihatkan keburukkannya, supaya berhati-hati dengan jalan yang ia tempuh.

Akan tetapi semua itu *DISUNNAHKAN* atau sekedar *BOLEH* saja?

Berkata Abu Al Hasan Al Mu'taziliy Al Yamaniy didalam Kitabnya " An Nuktu (Fi A'jaazi Al Qur'an) ": Didalamnya ada khilaf/perbedaan pendapat.

Aku berpendapat : *YANG PALING UTAMA ADALAH DISUNNAHKAN* dan kejelasan pembenaran hukum mereka menunjukkan akan semua itu.
{Lihat Kitab Al Inshoof Fi Ma'rifati Ar Roojih Min Al Khilaaf : juz 2 hal 506. Karya Imam Al Murdawiyiy Ad Dimsyaqiy Ash Shaalihiy Al Hanbaliy}.

*🎤• وقال الامام النووي رحمه الله تعالى في كتابه " المجموع شرح المهذب ":*

"قال صاحب البيان رحمه الله :

لو كان الميت مبتدعاً مظهرا لبدعته ، ورأى الغاسل ما يكره  ، فالذي يقتضيه القياس أن يتحدث به في الناس ; للزجر عن بدعته , وهذا الذي قاله صاحب البيان متعين لا عدول عنه" انتهى
{انظر كتاب " المجوع شرح المهذب " : ج ٥ ص ١٤٥. للإمام النووي الشافعي}.

*🎤• Berkata Imam Nawawiy Asy Syafi'iy​ rahimahullahu ta'åla dalam Kitabnya " Al Majmu' Syarhu Al Muhadzab ":*

Berkata pengarang Al Bayan rahimahullahu : Apabila mayyit adalah mubtadi' (tukang membuat bid'ah) yang memperlihatkan  perbuatan bid'ahnya,  dan orang yang memandikan mayatnya melihat sesuatu yang tidak disukai, maka perkara yang qiyas menghukuminya adalah apabila menceritakannya dihadapan semua orang guna untuk memberikan peringatan/teguran dengan perilaku kebid'ahannya, dan perkara ini yang telah dikatakan oleh pengarang Al Bayan, adalah hal yang telah ditetapkan bukan penyimpangan darinya.
{Lihat Kitab Ål Majmu' Syarhu Al Muhadzab : juz 5 hal 145. Karya Imam Nawawiy Asy Syafi'iy}.

*📕e)• Jangan Mengeklaim Mati Junub Atau Haid  Menjadi Pathokan Mayyit Suul Khatimah.*

Kematian seseorang dalam kondisi junub tidak menunjukkan lemahnya agama atau su’ul khotimah (akhiran yang jelek), selama dia junub dikarenakan perbuatan mubah (boleh), seperti: berhubungan dengan istri atau mimpi basah. Hal ini dijelaskan dalam riwayat hadits :

حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ جَابِرٍ قَالَ :  قَالَ النَّبِيُّ ﷺ 💐 :

*_«ادْفِنُوهُمْ فِي دِمَائِهِمْ يَعْنِي يَوْمَ أُحُدٍ وَلَمْ يُغَسِّلْهُمْ»_*
{رواه البخاري    / كتاب الجنائز     / باب من لم ير غسل الشهداء / رقم الحديث : ١٢٨١}.

Telah menceritakan kepada kami : Abu Al Walid. Telah menceritakan kepada kami : Laits. Dari Ibnu Syihab. Dari 'Abdurrahman bin Ka'ab bin Malik. Dari Jabir, beliau  berkata; Nabi ﷺ 🌺 bersabda:

*_"Kuburkanlah mereka bersama dengan darah-darah mereka"._*

Yaitu mereka yang gugur pada perang Uhud:

*_"Dan janganlah mereka dimandikan"._*
{HR. Bukhariy / Kitab Al Janaa'iz / Baabu Man Lam Yara Ghusla Asy Syuhadaa' / No. 1281}.

*🎤• قال الإمام ابن حجر العسقلاني الشافعي رحمه الله تعالى في كتابه " فتح الباري شرح صحيح البخاري ":*

وَاسْتَدَلَّ بِعُمُومِهِ عَلَى أَنَّ الشَّهِيدَ لَا يُغَسَّلْ حَتَّى وَلَا الْجُنُبَ وَالْحَائِضَ وَهُوَ الْأَصَحُّ عِنْدَ الشَّافِعِيَّةِ وَقِيلَ يُغَسَّلُ لِلْجَنَابَةِ لَا بِنِيَّةِ غُسْلِ الْمَيِّتِ لِمَا رُوِيَ فِي قِصَّةِ حَنْظَلَةَ بْنِ الرَّاهِبِ أَنَّ الْمَلَائِكَةَ غَسَّلَتْهُ يَوْمَ أُحُدٍ لَمَّا اسْتُشْهِدَ وَهُوَ جُنُبٌ وَقِصَّتُهُ مَشْهُورَةٌ رَوَاهَا بن إِسْحَاقَ وَغَيْرُهُ

وَرَوَى الطَّبَرَانِيُّ وَغَيْرُهُ مِنْ حَدِيثِ بن عَبَّاسٍ بِإِسْنَادٍ لَا بَأْسَ بِهِ عَنْهُ.
{انظر كتاب فتح الباري شرح صحيح  البخاري    / كتاب الجنائز     / باب من لم ير غسل الشهداء / رقم الحديث : ١٢٨١. للإمام ابن حجر العسقلاني الشافعي}.

*📕• Berkata Imam Ibnu Hajar Al 'Asqalaaniy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'åla dalam Kitabnya " Fathu Al Baariy Syarhu Shahiih Al Bukhariy ":*

Dan mengambil dalil dengan meumuman hadits, bahwa sesungguhnya orang yang mati syahid itu tidak dimandikan hingga orang yang berhubungan dan haid, dan ini merupakan pendapat yang paling Shahih dikalangan Pengikut Madzhab Syafi'i.

Dikatakan : Wajib dimandikan karena sebab jinabah tidak dengan niatan memandikan mayyit. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan dalam kisah Handzalah bin Ar Raahib (Berjuluk Ghasiilul Malaikat), sesungguhnya malaikat memandikannya pada hari perang uhud, ketika beliau syahid dalam keadaan junub, dan kisah beliau ini sangat terkenal, Abu Ishaaq dan yang lainnya telah meriwayatkannya.

Thabaroniy dan yang lainnya juga meriwayatkannya dari  hadits Ibnu 'Abbas dengan *Sanad Tidak Mengapa darinya.*
{Lihat Kitab Fathu Al Baariy Syarhu Shahih Al Bukhariy / Kitab Al Janaa'iz / Baabu Man Lam Yara Ghusla Asy Syuhadaa' / No. 1281. Karya Imam Ibnu Hajar Al 'Asqalaaniy Asy Syafi'iy}.

*📚• Didalam kitab As Siirah An Nabawiyah diceritakan bagaimana kronologi syahidnya sahabat Handzalah bin Ar Raahib radliyyAllahu 'Anhu :*

*📗• قال ابن إسحاق حدثني عاصم بن عمر بن قتادة أن رسول الله قال :*

*_«إن صاحبكم لتغسله الملائكة»_* يعني حنظلة

فسلوا أهله ما شأنه فسئلت صاحبته ، فقالت : خرج وهو جنب حين سمع الهائعة

فقال رسول الله :

*_«لذلك غسلته الملائكة»_*
{انظر كتاب السيرة النبوية للإمام محمد بن إسحاق}.

*🎤• Ibnu Ishaq berkata, ‘Ashim bin ‘Amr bin Qatadah menceritakan kepadaku bahwasanya Rasulullah ﷺ 💐  bersabda:*

*_“sesungguhnya temanmu yaitu Handzalah dimandikan oleh Malaikat”._*

Kemudian para sahabat bertanya kepada keluarganya:”Bagaimana keadaan dia?”

Lalu isterinya ditanya, kemudian ia menjawab:

“Ia keluar dalam keadaan junub ketika mendengar suara ramai- ramai”.

Kemudian Rasulullah ﷺ 💐 bersabda:

*_“Itulah sebabnya ia dimandikan malaikat”._*
{Lihat Kitab As Siirah An Nabawiyah Karya Imam Muhammad Ibnu Ishaq}.

وقد استشهد حنظلة رضي الله عنه وهو جنب ، وغسلته الملائكة ، وقصته مشهورة ، رواها ابن إسحاق وغيره ، كما قال الحافظ ابن حجر رحمه الله في "فتح الباري" .

وروى الطبراني عن ابن عباس رضي الله عنها أن حمزة رضي الله عنه استشهد وهو جنب . قال ابن حجر : إسناده لا بأس به.

Sahabat Handzholah radhiallahu anhu mati syahid dalam kondisi junub, dan dimandikan oleh para malaikat melalui kisah yang amat terkenal yang diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq, dan yang lainnya, sebagaimana yang dikatakan Al-Hafidz rahimahullah dalam “Fathul Bari”.

Diriwayatkan Thobaroni dari Ibnu Abbas radliyyAllahu 'anhuma bahwa Hamzah radliyyAllahu 'anhu mati syahid dalam kondisi junub.

Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan :  “Sanadnya tidak mengapa”.

*📕• جاء في كشاف القناع عن متن الإقناع للامام منصور بن يونس بن صلاح الدين ابن حسن بن إدريس البهوتى الحنبلى (المتوفى: ١٠٥١ هـ), رحمه الله تعالى :*

إذا مات الرجل جنبا ، أو ماتت المرأة حائضا ، فإنه يغسل غسلاً واحدا ، فيكفي غسل الموت عن غسل الجنابة والحيض.
لأنه اجتمع سببان للغسل : الجنابة أو الحيض والموت فيكفي غسل واحد عنهما ، كما لو اجتمع أكثر من سبب للوضوء ، كخروج الريح ، والبول ، والنوم العميق ، فإنه يكفي عنها جميعاً وضوء واحد .
{انظر كتاب كشاف القناع عن متن الإقناع : ج ٢ ص ٨٧. للامام منصور البهوتى الحنبلى}.

*✏• Tertulis dalam kitab "  Kasyafu Al Qanaa' 'An Matni Al Iqnaa' " karya Imam Manshur bin Yunus bin Shalahuddin bin Hasan bin Idris Al Bahuutiy Al Hanbaliy rahimahullahu ta'åla :*

Kalau lelaki meninggal dunia dalam kondisi junub atau wanita meninggal dalam kondisi haid (datang bulan). Maka dia dimandikan sekali saja, karena mandi untuk mayit cukup untuk mewakili mandi dari janabat dan haid. Karena telah berkumpul dua sebab yang mewajibkan untuk mandi, janabat atau haid serta kematian. Maka dari itu cukup mandi sekali untuk semua sebab-sebab mandi diatas. Sebagaimana kalau berkumpul banyak sebab untuk berwudhu seperti, keluar angin, kencing dan tidur nyenyak. Maka kesemua-nya itu cukup dengan sekali wudhu.
{Lihat Kitab "  Kasyafu Al Qanaa' 'An Matni Al Iqnaa' " : juz 2 hal 87. karya Imam Manshur Al Bahuutiy Al Hanbaliy}.

*🎤• وقال الامام النووي الشافعي رحمه الله في كتابه "المجموع شرح المهذب" :*

" مذهبنا أن الجنب والحائض إذا ماتا غسلا غسلا واحدا , وبه قال العلماء كافة إلا الحسن البصري فقال : يغسلان غسلين . قال ابن المنذر : لم يقل به غيره " انتهى.
والله أعلم .
{انظر كتاب المجموع شرح المهذب : ج ١ ص ١٢٣. للإمام النووي الشافعي}.

*🖌• Imam Nawawi Asy Syafi'iy  rahimahullahu ta'åla  mengatakan dalam Kitabnya  “Al Majmu Syarhu Al Muhadzab ” :*

“Mazhab kita bahwa seorang yang junub dan haid kemudian meninggal dunia, maka dimandikan sekali saja. Dan ini adalah pendapat hampir semua ulama kecuali Hasan Basri beliau mengatakan, “Dimandikan dua kali”.

Ibnu Munzir mengomentari :  “Tidak ada yang mengatakan selain beliau”.
{Lihat Kitab “Al Majmu' Syarhu Al Muhadzab ” : juz 5 hal 123. Karya Imam Nawawiy Asy Syafi'iy}.


*📕• وقال الامام ابن قدامة المقدسي الحنبلي رحمه الله في كتابه " المغني " :*

"والأول أولى ; لأنهما خرجا من أحكام التكليف , ولم يبق عليهما عبادة واجبة , وإنما الغسل للميت تعبد , وليكون في حال خروجه من الدنيا على أكمل حال من النظافة والنضارة , وهذا يحصل بغسل واحد , ولأن الغسل الواحد يجزئ من وجد في حقه موجبان له , كما لو اجتمع الحيض والجنابة " انتهى
{انظر كتاب "المغني" : ج ٢ ص ١٦٨. للإمام ابن قدامة المقدسي الحنبلي}.

*🎤• Imam Ibnu Qudamah Al Maqdisiy Al Hanbaliy  rahimahullah ta'åla mengatakan :*

"Yang pertama itu yang lebih utama. Karena keduanya telah keluar dari hukum taklif (kewajiban). Dan tidak tersisa keduanya dari kewajiban ibadah. Sesungguhnya memandikan mayat itu masalah ibadah, tujuannya bagaimana agar ketika dia meninggalkan  dunia dirinya dalam kondisi sempurna, bersih dan bercahaya. Dan hal ini cukup dengan sekali mandi. Karena mandi sekali diterima bagi orang yang mempunyai dua kewajiban mandi. Seperti berkumpulnya haid dan janabat.”
{Lihat Kitab Al-Mughni : juz  2 hal 168. Karya Imam Ibnu Qudamah Al Maqdisiy Al Hanbaliy}.


*📚Catatan :*

*_🖍• Akan tetapi Jika orang haid dan nifas keluar darah setelah dimandikan dan belum dikafani, maka harus dibersihkan dengan air. Tidak diharuskan mengulangi mandi.*

Dalam kitab Al Majmu' Syarhu Al Muhadzab dijelaskan :

*🎤• وقال الامام النووي الشافعي رحمه الله في كتابه "المجموع شرح المهذب" :*

" إذا خرج من أحد فرجي الميت بعد غسله وقبل تكفينه نجاسة وجب غسلها بلا خلاف , وفي إعادة طهارته ثلاثة أوجه مشهورة " أصحها: لا يجب شيء; لأنه خرج عن التكليف بنقض الطهارة وقياساً على ما لو أصابته نجاسة من غيره، فإنه يكفي غسلها بلا خلاف " .." انتهى
{انظر كتاب المجموع شرح المهذب : ج ٥ ص ١٣٨. للإمام النووي الشافعي}.

*🖍• Imam Nawawi Asy Syafi'iy  rahimahullahu ta'åla  mengatakan dalam Kitabnya  “Al Majmu Syarhu Al Muhadzab ” :*

"Jika keluar najis dari kemaluan mayat setelah dimandikan dan belum dikafani, maka harus dibersihkan tanpa ada perbedaan. Dalam masalah mengulangi pembersihannya (mandi) ada tiga pendapat yang terkenal, yang paling kuat adalah tidak diwajibkan apapun. Karena dia telah keluar dari taklif (beban kewajiban) dalam masalah batal suci. Juga diqiyaskan seperti orang terkena najis dari orang lain. Maka cukup dibersihkan tanpa ada perbedaan.”
{Lihat Kitab “Al Majmu' Syarhu Al Muhadzab ” : juz 5 hal 138. Karya Imam Nawawiy Asy Syafi'iy}.

*🎤• قال للشيخ محمد بن يعقوب الكليني (ت. ٣٢٩ هـ) الذي يشتهر في أوساط الشيعة الإثني عشريَّة بلقب ثقة الإسلام الكليني :*

واختار أبو الخطاب (وهو محفوظ بن أحمد بن الحسن بن أحمد الكَلْوَذَاني، أَبُو الخطاب البغدادي الفقيه الحنبلي
تاريخ الوفاة (٤٣٢ - ٥١٠ هـ = ١٠٤١ - ١١١٦ مـ) ـ من الحنابلة ـ

"أنه لا يعاد إلى الغسل لخروج الحدث" انتهى
{انظر كتاب " الكافي" هو أحد الكتب الأربعة عند الشيعة الإثني عشريَّة. للشيخ محمد بن يعقوب الكليني الشيعي}.

*📌• Berkata Syaikh Muhammad bin  Ya'qub al-Kulayni
Lahir: 864 M, di Ray, Iran Meninggal: 941 M, di Bagdad, Irak dalam Kitabnya " Al Kaafi " salah satu kitab empat terbesar dalam madzhab Syi'ah Imam 12 :*

Abu Al-Khattab –dari Hanabilah-

*_"Memilih tidak mengulangi mandi dengan keluarnya hadats."_*
{Lihat Kitab Al-Kafi salah satu kitab empat terbesar dalam madzhab Syi'ah Imam 12}.


*📗 f)•  Keutamaan Menutup Aib Saudara Seperti Menghidupkan Bayi Yang Dikubur Hidup Hidup.*

حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ : أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ قَالَ : حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ نَشِيطٍ ، عَنْ كَعْبِ بْنِ عَلْقَمَةَ ، عَنْ أَبِي الْهَيْثَمِ قَالَ : جَاءَ قَوْمٌ إِلَى عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ فَقَالُوا : إِنَّ لَنَا جِيرَانًا يَشْرَبُونَ وَيَفْعَلُونَ ، أَفَنَرْفَعُهُمْ إِلَى الْإِمَامِ ؟ قَالَ : لَا ، سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ :

*_«مَنْ رَأَى مِنْ مُسْلِمٍ عَوْرَةً فَسَتَرَهَا ، كَانَ كَمَنْ أَحْيَا مَوْءُودَةً مِنْ قَبْرِهَا»_*
{رواه البخاري في كتابه الأدب المفرد /  بَابُ مَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا / رقم الحديث : ٧٨٠}.

Telah menceritakan kepada kami : Bisyr bin Muhammad, ia berkata : Telah mengabarkan kepada kami : 'Abdullah, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami : Ibrahim bin Nasyith. Dari Ka'ab bin 'Alqamah. Dari Abi Al Haitsam, ia berkata : Sekelompok kaum datang kepada 'Uqbah bin 'Aamir, (Gubernur Mesir)  mereka berkata :

Kami mempunyai tetangga yang mereka meminum khamr dan melakukannya, apakah kami harus melaporkannya kepada imam?

('Uqbah bin 'Aamir) berkata : Jangan. Aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ 🌹 bersabda :

*_" Barangsiapa melihat aurat dari seorang muslim, kemudian ia menutupinya, maka ia seperti seorang yang menghidupkan kembali Mau`udah (bayi yang dikubur hidup-hidup) dari kuburnya."_*
{HR. Bukhariy Dalam Kitabnya Al Mufrad / Baabu Man Satara Musliman / No. 780}.

حَدَّثَنَا حَسَنٌ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا كَعْبُ بْنُ عَلْقَمَةَ عَنْ كَثِيرٍ مَوْلَى عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ  ﷺ 🌹 قَالَ :

*_«مَنْ سَتَرَ مُؤْمِنًا كَانَ كَمَنْ أَحْيَا مَوْءُودَةً مِنْ قَبْرِهَا»_*
{رواه احمد / مسند الشاميين     / حديث عقبة بن عامر الجهني عن النبي صلى الله عليه وسلم / رقم الحديث : ١٦٨٨٠}.

Telah menceritakan kepada kami : Hasan, dia berkata : Telah menceritakan kepada kami : Ibnu Lahi'ah. Telah menceritakan kepada kami : Ka'b bin Alqamah. Dari Katsir (budak Uqbah bin Amir Al Juhani), Dari 'Uqbah bin Umar,  bahwa Rasulullah     ﷺ 🌹 bersabda:

*_"Barangsiapa menutupi aib seorang mukmin maka ia seperti seorang yang menghidupkan kembali Mau`udah (bayi yang dikubur hidup-hidup) dari kuburnya."_*
{HR. Ahmad / Musnad Asy Syaamiyyiin / Hadits 'Uqbah bin 'Amr radliyyAllahu 'Anhu / No. 16880}.

حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ نَشِيطٍ عَنْ كَعْبِ بْنِ عَلْقَمَةَ عَنْ أَبِي الْهَيْثَمِ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ عَنْ النَّبِيِّ ﷺ 🌹 قَالَ :

*_«مٙنْ رَأَى عَوْرَةً فَسَتَرَهَا كَانَ كَمَنْ أَحْيَا مَوْءُودَةً»_*

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي مَرْيَمَ أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ قَالَ حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ نَشِيطٍ عَنْ كَعْبِ بْنِ عَلْقَمَةَ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا الْهَيْثَمِ يَذْكُرُ أَنَّهُ سَمِعَ دُخَيْنًا كَاتِبَ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ كَانَ لَنَا جِيرَانٌ يَشْرَبُونَ الْخَمْرَ فَنَهَيْتُهُمْ فَلَمْ يَنْتَهُوا فَقُلْتُ لِعُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ إِنَّ جِيرَانَنَا هَؤُلَاءِ يَشْرَبُونَ الْخَمْرَ وَإِنِّي نَهَيْتُهُمْ فَلَمْ يَنْتَهُوا فَأَنَا دَاعٍ لَهُمْ الشُّرَطَ فَقَالَ دَعْهُمْ ثُمَّ رَجَعْتُ إِلَى عُقْبَةَ مَرَّةً أُخْرَى فَقُلْتُ إِنَّ جِيرَانَنَا قَدْ أَبَوْا أَنْ يَنْتَهُوا عَنْ شُرْبِ الْخَمْرِ وَأَنَا دَاعٍ لَهُمْ الشُّرَطَ قَالَ وَيْحَكَ دَعْهُمْ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ 🌹 فَذَكَرَ مَعْنَى حَدِيثِ مُسْلِمٍ قَالَ أَبُو دَاوُد قَالَ هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ عَنْ لَيْثٍ فِي هَذَا الْحَدِيثِ قَالَ لَا تَفْعَلْ وَلَكِنْ عِظْهُمْ وَتَهَدَّدْهُمْ.
{رواه ابو داود    / كتاب الأدب / باب في الستر على المسلم / رقم الحديث : ٤٨٩١}.

Telah menceritakan kepada kami : Muslim bin Ibrahim, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Abdullah Ibnul Mubarak. Dari Ibrahim bin Nasyith. Dari Ka'b bin Alqamah. Dari Abul Haitsam. Dari 'Uqbah bin Amir. Dari Nabi  ﷺ 🌺, beliau bersabda:

*_"Siapa melihat aurat (aib orang lain) lalu menutupinya, maka seakan-akan ia menghidupkan bayi yang dikubur hidup-hidup."_*

Telah menceritakan kepada kami : Muhammad bin Yahya, ia berkata :  Telah menceritakan kepada kami : Ibnu Abu Maryam, ia berkata : Telah mengabarkan kepada kami : Al Laits, ia berkata; Telah menceritakan kepadaku : Ibrahim bin Nasyith. Dari Ka'b bin Alqamah  bahwa ia mendengar Abul Haitsam menceritakan bahwa dirinya mendengar Dukhain (penulis Uqbah bin Amir), ia berkata :

"Kami mempunyai tetangga suka minum khamer, aku telah melarang mereka namun mereka tidak mau berhenti. Aku lalu bertanya kepada Uqbah bin Amir : 

"Tetangga kami minum khamer, aku telah melarang mereka, namun mereka tidak mau berhenti, hingga aku memanggil polisi untuk mereka!"

Uqbah bin Amir menjawab, "Biarkanlah mereka."

Setelah itu aku kembali lagi menemui Uqbah bin Amri, lalu aku katakan kepadanya : 

"Sesungguhnya tetangga kami sudah tidak mau lagi untuk berhenti dari minum khamer, lalu aku panggilkan polisi untuk mereka!"

Uqbah bin Amir berkata : "Celaka kamu, biarkanlah mereka. Sungguh, aku telah mendengar Rasulullah  ﷺ 🌹, lalu ia menyebutkan sebagaimana makna dalam hadits Muslim." Abu Dawud berkata :  " [Hasyim Ibnul Qasim] menyebutkan dari [Laits] tentang hadits ini, ia berkata :

"Jangan kamu lakukan, tetapi hendaklah engkau menasihati sambil memberikan ancaman kepada mereka."
{HR. Abu Dawud / Kitabu Al Adab / Babu Fi As Sitri 'Alaa Al Muslimi / No. 4891}.

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ حُمَيْدِ بْنِ كَاسِبٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ الْجُمَحِيُّ حَدَّثَنَا الْحَكَمُ بْنُ أَبَانَ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ ﷺ🦋  قَالَ :

*_«مَنْ سَتَرَ عَوْرَةَ أَخِيهِ الْمُسْلِمِ سَتَرَ اللَّهُ عَوْرَتَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَنْ كَشَفَ عَوْرَةَ أَخِيهِ الْمُسْلِمِ كَشَفَ اللَّهُ عَوْرَتَهُ حَتَّى يَفْضَحَهُ بِهَا فِي بَيْتِهِ»._*
{رواه ابن ماجة / كتاب الحدود /      بَابُ السِّتْرِ عَلَى الْمُؤْمِنِ وَدَفْعِ الْحُدُودِ بِالشُّبُهَاتِ / رقم الحديث : ٢٥٥٥}.

Telah menceritakan kepada kami : Ya'qub bin Humaid bin Kasib. Telah menceritakan kepada kami : Muhammad bin Utsman Al Jumahi. Telah menceritakan kepada kami : Hakam bin Aban. Dari 'Ikrimah. Dari Ibnu 'Abbas. Dari Nabi ﷺ💐, beliau bersabda:

*_"Barang siapa yang menutupi aib saudaranya muslim, Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat, dan barang siapa mengumbar aib saudaranya muslim, maka Allah akan mengumbar aibnya hingga terbukalah kejelekannya di dalam rumahnya."_*
{HR. Ibnu Majah / Kitabu Al Hudud / Baabu As Sitri 'Alaa Al Mu'mini Wa Daf'i Al Hududi Bisyubhaati / No. 2555}.

 حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ💐, قَالَ :

*_«الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ»._*

قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ مِنْ حَدِيثِ ابْنِ عُمَرَ
{رواه الترمذي / ١٥ - أبواب الحدود / باب ما جاء في الستر على المسلم / رقم الحديث : ١٤٢٦}.

Telah menceritakan kepada kami : Qutaibah. Telah menceritakan kepada kami : Al Laits. Dari 'Uqail . Dari Az Zuhri. Dari Salim. Dari Segi bahwa Rasulullah ﷺ 🍒,  bersabda:

*_"Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak menzhalimi dan tidak menganiyanya. Barangsiapa yang menolong kebutuhan saudaranya, maka Allah akan senantiasa menolongnya. Barangsiapa menghilangkan kesusahan seorang muslim maka Allah akan menghilangkan kesusahan-kesusahannya pada hari kiamat. Dan barangsiapa menutup aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya pada hari kiamat."_*

Abu Isa berkata; *Hadits ini Hasan Shahih Gharib* dari Hadits Ibnu Umar.
{HR. Tirmidzi / 15 - Abwaabu Al Hududi / Baabu Ma Ja'a Fi As Sitri 'Alaa Al Muslimi / No. 1426}.

أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ الْحُبَابِ ، قَالَ : حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيُّ ، قَالَ : حَدَّثَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ ، قَالَ : حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ نَشِيطٍ الْوَعْلانِيُّ ، عَنْ كَعْبِ بْنِ عَلْقَمَةَ ، عَنْ دُخَيْنٍ أَبِي الْهَيْثَمِ ، كَاتِبِ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ ، قَالَ : قُلْتُ لِعُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ :

إِنَّ لَنَا جِيرَانًا يَشْرَبُونَ الْخَمْرَ ، وَأَنَا دَاعٍ الشُّرْطَ لِيَأْخُذُوهُمْ ،

فقَالَ عُقْبَةُ : وَيْحَكَ ، لا تَفْعَلْ ، وَلَكِنْ عِظْهُمْ وَهَدِّدْهُمْ ،

قَالَ : إِنِّي نَهَيْتُهُمْ ، فَلَمْ يَنْتَهُوا ، وَإِنِّي دَاعٍ الشُّرْطَ لِيَأْخُذُوهُمْ ،

فقَالَ عُقْبَةُ : وَيْحَكَ ، لا تَفْعَلْ ، فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ 🍒 ، يَقُولُ :

*_«مَنْ سَتَرَ عَوْرَةَ مُؤْمِنٍ ، فَكَأَنَّمَا اسْتَحْيَى مَوْءُودَةً فِي قَبْرِهَا " .»_*
{رواه ابن حبان /  كِتَابُ الْْْبِِّر وَالإِحْسَانِ    / بَابُ الْجَارِ    / ذِكْرُ إِعْطَاءِ اللَّهِ جَلَّ وَعَلا / من ستر عورة مؤمن ، فكأنما استحيى / رقم الحديث: ٥٢٢}.

Telah mengabarkan kepada kami : Al Hubaab, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami : Abu Al Walid Ath Thayaalisiy, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami : Al Laits bin Sa'd, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami : Ibrahim bin Nasyiith Al Wa'laaniy. Dari Ka'ab bin 'Alqamah. Dari Dukhain Abu Al Haitsam,  (sekretarisnya 'Uqbah bin 'Aamir, gubernur Mesir waktu itu), ia berkata: Saya berkata kepada 'Uqbah bin 'Aamir :

“Saya mempunyai beberapa tetangga yang meminum khamr, apakah aku mesti memanggil polisi agar menangkap mereka?”.

Uqbah menjawab: “Jangan kamu lakukan itu, berilah mauizhoh kepada mereka, dan takut-takuti mereka”.

Perawi berkata: maka Dukhain pun melakukan arahan Uqbah. Dan ternyata, para tetangganya itu tidak berhenti dari meminum khamr.

Perawi bercerita: maka Dukhain pun mendatangi Uqbah dan berkata:

“saya telah larang mereka, namun mereka tidak berhenti meminum khamr, apakah saya harus memanggil polisi?”.

Uqbah berkata: “Jangan kamu lakukan itu, sebab saya mendengar Rasulullah ﷺ 🍒  bersabda:

*_«Siapa yang menutupi aurat seorang beriman, maka seakan ia telah menghidupkan anak perempuan yang pernah dikubur hidup-hidup dari alam kuburnya»_*
{HR. Ibnu Hibban /  Kitabu Al Birri Wa Al Ihsaani / Baabu Al Jaari / Dzikru I'thaa'illaahi Jalla Wa 'Alåa / Man Satara 'Aurata Mu'min Fakaannama Astahyii / No. 522. Dan  menurut dua peneliti kitab Mawarid Zhamaan, *Isnad Hadits ini Juga*  no. 1493}.


*2•📘✏ Mayyit Bisa Merasa Malu Layaknya Orang Hidup.*

حََدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ أُسَامَةَ ، قَالَ : أَخْبَرَنَا هِشَامٌ ، عَنْ أَبِيهِ ، عَنْ عَائِشَةَ ، قَالَتْ :

*_" كُنْتُ أَدْخُلُ بَيْتِي الَّذِي دُفِنَ فِيهِ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ 💐 وَأَبِي ، فَأَضَعُ ثَوْبِي ، فَأَقُولُ : إِنَّمَا هُوَ زَوْجِي وَأَبِي ، فَلَمَّا دُفِنَ عُمَرُ مَعَهُمْ ، فَوَاللَّهِ مَا دَخَلْتُ إِلَّا وَأَنَا مَشْدُودَةٌ عَلَيَّ ثِيَابِي حَيَاءً مِنْ عُمَرَ " ._*
{رواه أحمد بن حنبل    » مُسْنَدُ الْعَشَرَةِ الْمُبَشَّرِينَ بِالْجَنَّةِ     » سادس عشر الأنصار    » حَدِيثُ السَّيِّدَةِ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا / رقم الحديث: ٢٥٠٨٩}.

Telah menceritakan kepada kami : Hammad bin Usamah. Telah mengabarkan kepada kami : Hisyaam. Dari Ayahnya. Dari 'Aisyah, beliau berkata :

*_“Saya masuk ke dalam rumahku di mana Rosululloh ﷺ 🌹 dan ayahku dikubur di dalamnya dan saya melepas baju saya. Saya berkata mereka berdua adalah suami dan ayahku. Ketika Umar dikubur bersama mereka,–Demi Alloh- saya tidak masuk ke rumah kecuali dengan busana tertutup rapat karena malu kepada ‘Umar.”_*
{HR. Ahmad / Musnad Al 'Asyrati Al Mubasysyiriina Biljannati / Saadisu 'Asyara Al Anshaar / Haditsù As Sayyidati 'Aisyata radliyyAllahu 'Anha / No. 25089}.

*✏• Hadits Senada Dikeluarkan Oleh Imam Ibnul Qayyim Al Hanbaliy Rahimahullahu Ta'åla​ Dalam Kitabnya Ar Ruh :*

ﺣﺪﺛﻨﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﺣﺪﺛﻨﻰ ﺃﺣﻤﺪ ﺑﻦ
ﺳﻬﻞ ﺣﺪﺛﻨﻰ ﺭﺷﺪ ﺑﻦ ﺳﻌﺪ ﻋﻦ ﺭﺟﻞ
ﻋﻦ ﻳﺰﻳﺪ ﺑﻦ ﺃﺑﻰ ﺣﺒﻴﺐ  :

ﺍﻥ ﺳﻠﻴﻢ ﺑﻦ ﻋﻤﻴﺮ ﻣﺮ ﻋﻠﻰ ﻣﻘﺒﺮﺓ ﻭﻫﻮ ﺣﺎﻗﻦ ﻗﺪ ﻏﻠﺒﻪ ﺍﻟﺒﻮﻝ , ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ ﺑﻌﺾ ﺃﺻﺤﺎﺑﻪ ﻟﻮ ﻧﺰﻟﺖ ﺇﻟﻰ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﻘﺎﺑﺮ ﻓﺒﻠﺖ ﻓﻲ ﺑﻌﺾ ﺣﻔﺮﻫﺎ ﻓﺒﻜﻰ , ﺛﻢ ﻗﺎﻝ :

ﺳﺒﺤﺎﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺇﻧﻰ ﻷﺳﺘﺤﻲ ﻣﻦ ﺍﻷﻣﻮﺍﺕ ﻛﻤﺎ ﺍﺳﺘﺤﻲ ﻣﻦ ﺍﻷﺣﻴﺎﺀ

ﻭﻟﻮﻻ ﺃﻥ ﺍﻟﻤﻴﺖ ﻳﺸﻌﺮ ﺑﺬﻟﻚ ﻟﻤﺎ ﺍﺳﺘﺤﻴﺎ ﻣﻨﻪ -

ﻭﺃﺑﻠﻎ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﺃﻥ ﺍﻟﻤﻴﺖ ﻳﻌﻠﻢ ﺑﻌﻤﻞ ﺍﻟﺤﻰ ﻣﻦ ﺃﻗﺎﺭﺑﻪ ﻭﺇﺧﻮﺍﻧﻪ
{أخرجه ابن القيم في كتابه الروح : ج ١ ص ٧. للإمام ابن القيم الحنبلي}.

Telah menceritakan kepadaku :  Muhamad. Telah menceritakan kepadaku : Ahmad bin sahl. Telah menceritakan kepadaku Rasyid bin sa'ad. Dari se2orang dari Yazid bin Abi Habib: Bahwasanya sulaim bin umair melewati kuburan dalam keadaan menahan kencing dan sudah tidak tertahankan lagi 'maka sebagian sahabatnya berkata: Turunlah ke galian kubur', karena tidak  tertahan,  beliau pun kencing, kemudian menangis seraya berkata:

*_"Maha suci Allah, sungguh demi Allah aku malu terhadp orang-orang yang telah wafat ini, sebagaimana aku malu kepada​ orang yang hidup."_*

Komentar ibnu Qoyyim:

*_'Seandainya mayit tidak mengetahui hal itu,maka beliau tdk akan  merasa malu'."_*

Bahkan lebih dari itu IBNU QOYIM berkata ;

*_" SUNGGUH orang mati tahu tentang PERBUATAN ORANG ORANG  yang hidup di antara sanak dan saudara-saudara nya."_*
{HR. Ibnu Al Qayyim Dalam Kitabnya Ar Ruhul : juz 1 hal 7}.

*📗🎤• قال العلامة الشيخ مولا علي القاري الحنفي رحمه الله تعالى في كتابه " مرقاة المفاتيح شرح مشكاه المصابيح ":*

قال الطيبي : فيه أن احترام الميت كاحترامه حيا ( رواه أحمد )

وفي شرح الصدور للسيوطي أخرج ابن أبي شيبة عن عقبة بن عامر الصحابي قال : لأن أطأ على جمرة أو على حد سيف حتى تخطف رجلي أحب إلي من أن أمشي على قبر رجل ، وما أبالي أفي القبور قضيت
حجتي أي من البول والغائط أم في السوق بين ظهرانيه ، والناس ينظرون ، أخرج ابن أبي الدنيا في كتاب القبور عن سليم بن غفرانة مر على مقبرة هو حاقن قد غلبه البول ، فقيل له : لو نزلت فبلت ، قال : سبحان الله ، والله إني لأستحيي من الأموات كما أستحيي من الأحياء .
{انظر كتاب مرقاة المفاتيح شرح مشكاة المصابيح    / كتاب الجنائز     / باب زيارة القبور / رقم الحديث : ١٧٧١. للعلامة مولا علي بن سلطان محمد القاري الهندي الحنفي}

*🎤• Berkata Al 'Alaamah Mula 'Aliy Al Qooriy Al Hanafiy Rahimahullaahu ta'ala dalam Kitabnya " Mirqaatu Al Mafaatih Syarhu Misykat Al Masbaabih ":*

Ath Thibiy berkata : Didalam hadits ini  menjelaskan sesungguhnya memuliakan mayyit seperti memuliakannya ketika hidup (HR. Ahmad).

Didalam Syarah Ash Shudur milik Imam Suyuthiy Ibnu Abi Syaibah mengeluarkannya dari riwayat Sahabat 'Uqbah bin 'Amr beliau berkata :

*_“Berjalan di atas bara api atau di atas mata pedang yang tajam yang dapat memotong kedua kakiku lebih aku sukai daripada harus berjalan di atas kubur,_* dan aku tidak peduli apakah di tengah kubur aku membuang hajat ataukah di tengah pasar diantara depan dan belakangnya, dan orang - orang melihatnya.

Ibnu Abiddunya mengeluårkannya dalam Kitab Al Qubur, dari Sulaim bin Ghufranah :

*_" Bahwasannya sulaim bin umair melewati kuburan dalam keadaan menahan kencing dan sudah tidak​  tertahankan lagi 'maka sebagian sahabatnya berkata: turunlah ke galian kubur', karena​ tidak  tertahan,  beliau pun kencing, kemudian menangis seraya berkata: Maha suci Allah, sungguh demi Allah aku malu terhadap orang-orang yang telah  wafat ini, sebagaimana aku malu kepada​ orang yang hidup."_*
{Lihat Kitab Mirqatu Al Mafaatih Syarhu Misykat Al Mashabih / Kitab​ Al Janaa'iz / Baabu Ziyaarati Al Qubuuri / No. 1771. Karya Al 'Alaamah Mula 'Aliy Al Qaariy Al Hanafiy}.


*3•📕🖍 Duduk,  Melewati,  Menginjak  Kuburan Orang Islam, Dan Memakai Sandal Dikuburan  Dapat Menyakiti Mayyit Yang Berada  Didalamnya.*

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ غِيَاثٍ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَ :

*"نَهَى رَسُولُ اللَّهِ ﷺ 🌹 أَنْ يُجَصَّصَ الْقَبْرُ وَأَنْ يُقْعَدَ عَلَيْهِ وَأَنْ يُبْنَى عَلَيْه"ِ،*

و حَدَّثَنِي هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مُحَمَّدٍ ح و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ جَمِيعًا عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُا سَمِعْتُ النَّبِيَّ ﷺ 🌹  بِمِثْلِهِ.
{رواه مسلم / كتاب الجنائز    / باب النهي عن تجصيص القبر والبناء عليه / رقم الحديث : ٩٧٠}.

Telah menceritakan kepada kami : Abu Bakar bin Abu Syaibah.  Telah menceritakan kepada kami : Hafsh bin Ghiyats. Dari Ibnu Juraij. Dari Abu Zubair. Dari Jabir, beliau berkata;

*"Rasulullah ﷺ 🌹 melarang mengapur kuburan, duduk dan membuat bangunan di atasnya."*

Dan telah menceritakan kepadaku : Harun bin Abdullah.  Telah menceritakan kepada kami : Hajjaj bin Muhammad -(dalam jalur lain)- Dan telah menceritakan kepadaku : Muhammad bin Rafi'. Telah  menceritakan kepada kami :  Abdurrazaq semuanya dari Ibnu Juraij, ia berkata : Telah mengabarkan kepada kami : Abu Zubair,  bahwa ia mendengar Jabir bin Abdullah  berkata; Saya mendengar Nabi  ﷺ 🌹 bersabda dengan hadits semisalnya.
{HR. Muslim / Kitabu Al Janaa'iz / Baabu An Nahyi 'An Tajshiishi Al Qåbrì Wa Al Binaa'i 'Alaihi / No. 970}.


*🎤• قال الإمام الشافعي رحمه الله تعالى في كتابه " الأم ":*

وَأُحِبُّ أَنْ لَا يُبْنَى وَلَا يُجَصَّصَ فإن ذلك يُشْبِهُ الزِّينَةَ وَالْخُيَلَاءَ وَلَيْسَ الْمَوْتُ مَوْضِعَ وَاحِدٍ مِنْهُمَا ولم أَرَ قُبُورَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ مُجَصَّصَةً
{انظر كتاب الأم : ج ١ ص ٢٧٧. للإمام محمد بن إدريس الشافعي}.

*🍒• Imam as-Syafii rahimahullah ta'åla berkata dalam kitabnya " Al Umm ":*

Saya menyukai agar kuburan tidak diberi bangunan di atasnya dan tidak pula disemen (di-aci). Karena semacam ini sama dengan menghias kuburan dan berbangga dengan kuburan. Sementara kematian sama sekali tidak layak untuk itu. Dan saya juga melihat kuburan para sahabat Muhajirin dan Anshar, kuburan mereka tidak disemen.
{Lihat Kitab al-Umm : juz 1 hal 277. Karya Imam Syâf'î'iy}.

*🎤• وقال الإمام الشافعي رحمه الله تعالى ايضا في كتابه " الأم ":*

وقد رَأَيْت من الْوُلَاةِ من يَهْدِمَ بِمَكَّةَ ما يُبْنَى فيها فلم أَرَ الْفُقَهَاءَ يَعِيبُونَ ذلك
{انظر كتاب الأم : ج ١ ص ٢٧٧. للإمام محمد بن إدريس الشافعي}.


*🍒• Imam as-Syafii rahimahullah ta'åla juga menceritakan sikap para penguasa ketika itu :*

Saya melihat para penguasa menghancurkan kijing dan cungkup yang ada di kuburan di Mekah, dan saya tidak mengetahui adanya satupun ulama yang mengingkari perbuatan mereka.
{Lihat Kitab al-Umm : juz 1 hal 277. Karya Imam Syâf'î'iy}.

*📝• قال الإمام النووي الشافعي رحمه الله تعالى في كتابه " المنهاج على شرح صحيح مسلم ":*

أَنَّ السُّنَّةَ أَنَّ الْقَبْرَ لَا يُرْفَعُ عَلَى الْأَرْضِ رَفْعًا كَثِيرًا وَلَا يُسَنَّمُ بَلْ يُرْفَعُ نَحْوَ شِبْرٍ وَيُسَطَّحُ وَهَذَا مَذْهَبُ الشَّافِعِيِّ
{انظر كتاب المنهاج شرح صحيح مسلم : ج ٧ ص ٣٥ /  كتاب الجنائز    / باب النهي عن تجصيص القبر والبناء عليه / رقم الحديث : ٩٧٠. للإمام النووي الشافعي}.

*🖍• Berkata Imam Nawawiy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta"ala didalam Kitabnya " Al Minhaaj Syarhu Shahih Muslim ":*

“Yang sesuai ajaran Rasulullah – shallallahu ‘alaihi wa sallam – kubur itu tidak ditinggikan dari atas tanah, yang dibolehkan hanyalah meninggikan satu jengkal dan hampir dilihat rata dengan tanah. Inilah pendapat dalam madzbab Syafi’i dan yang sepahaman dengannya.”
{Lihat Kitab Al Minhaaj Syarh Shahih Muslim : juz 7 hal 35 / Kitabu Al Janaa'iz / Baabu An Nahyi 'An Tajshiishi Al Qåbrì Wa Al Binaa'i 'Alaihi / No. 970. Karya Imam Nawawiy Asy Syafi'iy}.

*🎤• وقال الإمام النووي الشافعي رحمه الله تعالى ايضا في كتابه " المنهاج شرح صحيح مسلم :*

وَفِي هَذَا الْحَدِيثِ كَرَاهَةُ تَجْصِيصِ القبر والبناء عيه وَتَحْرِيمُ الْقُعُودُ وَالْمُرَادُ بِالْقُعُودِ الْجُلُوسُ عَلَيْه
{انظر كتاب المنهاج شرح صحيح مسلم : ج ٧ ص ٣٧. للإمام النووي الشافعي}.

*✏• Dan berkata lagi  Imam Nawawiy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta"ala didalam Kitabnya " Al Minhaaj Syarhu Shahih Muslim ":*

“Terlarang memberikan semen pada kubur, dilarang mendirikan bangunan di atasnya dan haram duduk di atas kubur.”
{Lihat Kitab Al Minhaaj Syarh Shahih Muslim : juz 7 hal 37. Karya Imam Nawawiy Asy Syafi'iy}.

*🎤• قال الإمام أحمد بن الحسين الأصفهاني القاضي أبي شجاع الشافعي (هو شهاب الدين أحمد ابن الحسين بن أحمد الطيب الاصفهانى فقيه من علماء الشافعية، ولد بالبصرة سنة ٥٣٣ هـ), رحمه الله تعالى في كتابه "  متن الغاية والتقريب في الفقه الشافعي المعروف بمتن أبي شجاع ":*

(وَيُسْطَحُ الْقَبْرُ) وَلَا يُسْنَمُ (وَلَا يُبْنَى عَلَيْهِ وَلَا يُجَصَّصُ ) أَيْ يُكْرَهُ تَجْصِيْصُهُ بِالْجَصِّ

وَهُوَ النَّوْرَةُ الْمُسَمَّاةُ بِالْجِيْرِ.
{انظر كتاب متن الغاية والتقريب في الفقه الشافعي المعروف بمتن أبي شجاع : ص ٨٣. للإمام القاضي ابي شجاع الشافعي}.

*📝• Keterangan al-Qadhi Abu Syuja’ dalam Matan al-Ghayah wa at-Taqrib, beliau menyatakan :*

“Kubur itu diratakan, tidak boleh dibangun kijing atau cungkup di atasnya dan tidak boleh kubur tersebut ditajshish (disemen, di-aci).” maksudnya makruh men-tajshish­ kubur dengan gamping.

Jash adalah kapur yang diberi nama dengan gamping.
{Lihat Kitab Mukhtashor Abi Syuja’ hlm : 83. Karya Imam Al Qadli Abi Syujaa' Asy Syafi'iy}.

*🎤• قال الإمام النووي الشافعي في كتابه " المجموع شرح المهذب " :*

المشهور في مذهبنا أنه لا يكره المشى في المقابر بالنعلين والخفين ونحوهما ممن صرح بذلك من اصحابنا الخطابى والعبد رى وآخرون ونقله العبدرى عن مذهبنا ومذهب اكثر العلماء ،

قال احمد بن حنبل رحمه الله يكره ،

وقال صاحب الحاوى يخلع نعليه لحديث بشير بن معبد الصحابي المعروف بابن الخصاصية قال ” بينهما انا أماشى رسول الله صلي الله عليه وسلم نظر فإذا رجل يمشي في القبور عليه نعلان فقال :

يا صاحب السبتتين ويحك الق سبتتيك !!

فنظر الرجل فلما عرف رسول الله صلي الله عليه وسلم خلعهما ” (رواه أبو داود والنسائي باسناد حسن *)

واحتج أصحابنا بحديث أنس رضى الله عنه عن النبي صلي الله عليه وسلم قال :

” العبد إذا وضع في قبره وتولي وذهب أصحابه حتى إنه ليسمع قرع نعالهم اتاه ملكان فاقعداه إلي آخر الحديث ” (رواه البخاري ومسلم)

(وأجابوا) عن الحديث الاول بجوابين : 

(أحدهما) وبه أجاب الخطابي انه يشبه انه كرههما المعنى فيهما لان النعال السبتية – بكسر السين – هي المدبوغة بالقرظ وهى لباس أهل الترفه والتنعم فنهي عنهما لما فيهما من الخيلاء فاحب صلي الله عليه وسلم أن يكون دخوله المقابر علي زي التواضع ولباس أهل الخشوع

(والثانى) لعله كان فيهما نجاسة قالوا وحملنا علي تأويله الجمع بين الحديثين
{انظر كتاب المجموع شرح المهذب : ج ٥ ص ٢٠٥. للإمام النووي الشافعي}.

*🎤• Berkata Imam Nawawiy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'åla dalam Kitabnya " Al Majmu' Syarhu Al Muhadzab ":*

*_“Yang masyhur dalam madhzab kami (madzhab Syafi’i) yaitu tidaklah makruh memakai sandal atau khuf (sepatu) ketika memasuki area pemakaman._*

Yang menegaskan seperti ini adalah Imam Al Khottobi dari ulama Syafi’iyah, juga disampaikan oleh Al ‘Abdari dan ulama Syafi’i lainnya. Hal ini dinukil oleh Al ‘Abdari dari pendapat Syafi’iyah dan mayoritas atau kebanyakan ulama.

*🖍• Imam Ahmad bin Hambal mengatakan :* 

*_Bahwa memakai sandal ketika itu dimakruhkan._*

*✏• Penulis kitab Al Hawi mengatakan :*

*_Bahwa sandal mesti dilepas ketika masuk areal makam_*  mengingat hadits dari Basyir bin Ma’bad -sahabat yang telah ma’ruf dengan nama Ibnul Khososiyah-, ia berkata :

“Pada suatu hari saya berjalan bersama Rasulullah ﷺ 🌹, tiba-tiba beliau melihat orang yang berjalan di areal pemakaman dalam keadaan memakai sandal, maka beliau menegurnya :

*_“Wahai orang yang memakai sandal, celaka engkau, lepaskan sandalmu!” Orang tersebut lantas melongok dan ketika ia tahu bahwa yang menegur adalah Rasulullah ﷺ 🌹, ia mencopot sandalnya.”_* (Hadits ini dikeluarkan oleh Abu Dawud dan An Nasai dengan *Sanad yang Hasan*).

Sedangkan dalil bolehnya dari madzhab Syafi’i adalah hadits dari Anas radhiyyAllahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ 🌹: 

“Jika seseorang dimasukkan dalam liang kubur, lalu ia ditinggalkan dan keluarga yang menziarahinya pergi, maka ia akan mendengar hentakan sandalnya lalu dua malaikat akan mendatanginya dan akan duduk di sampingnya.”

Kemudian disebutkan hingga akhir hadits, (diriwayatkan dari Bukhari dan Muslim).

*✒• Ulama Syafi’iyah untuk menyikapi hadits yang melarang yaitu hadits yang pertama memberikan dua jawaban:*

1- Al Khotobi mengatakan bahwa itu cuma tidak disukai oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena sandal tersebut disamak dan sandal seperti itu digunakan oleh orang yang biasa bergaya dengan nikmat yang diberi. Nabi ﷺ 🌹 melarangnya karena dalamnya ada sifat sombong. Sedangkan Nabi  ﷺ 🌹 sangat suka jika seseorang memasuki areal kubur dengan sikap tawadhu’ dan khusyu’.

2- Boleh jadi di sandal tersebut terdapat najis. Dipahami demikian karena kompromi antara dua hadits yang ada.
{Lihat Kitab Al Majmu’ Syarhu Al Muhadzab : juz 5 hal 205. Karya Imam Nawawiy Asy Syafi'iy}.


*🎤• Para 'Ulama Hanbaliy  mengatakan bahwa makruh menginjak kuburan dan berjalan diantarnya dengan menggunakan sandal berdasarkan hadits,”walau dengan menggunakan tamasyyuk (sejenis sandal).” Mereka mengatakan,”Tidaklah makruh berjalan diantaranya dengan menggunakan terompah yang sulit dilepasnya karena ia bukanlah sandal.

Disunnahkan melepas sandal jika memasuki pemakaman berdasarkan hadits Basyir bin al Khashashiyah berkata,”Ketika aku berjalan menemani Rasulullah saw ada seorang laki-laki yang berjalan di kuburan dengan menggunakan dua sandal. Lalu beliau ﷺ 🌹 bersabda :

*_"Wahai pemilik dua sandal, celaka kamu lepaskan kedua sandalmu.’_*

Lalu lelaki itu pun menoleh dan tatkala dia mengetahui Rasulullah  ﷺ 🌹maka dia pun melepaskan dan menjauhkan kedua sandalnya.”

Sebagai sebuah penghormatan bagi jenazah kaum muslimin kecuali jika dirinya khawatir adanya najis, duri, buminya panas atau dingin maka hal itu tidaklah makruh—yaitu berjalan dengan menggunakan sandal diantara kuburan—dikarenakan adanya uzur.
{Lihat Kitab al Mausu’ah al Fiqhiyah Al Kuwaitiyyah : juz II hal 13929 – 13930}.

*📘• قال الإمام ابن قدامة الحنبلي رحمه الله تعالى في كتابه  "المغني" :*

" وَيَخْلَعُ النِّعَالَ إذَا دَخَلَ الْمَقَابِرَ ، وهَذَا مُسْتَحَبٌّ ; لِمَا رَوَى بَشِيرُ بْنُ الْخَصَاصِيَةِ , قَالَ : ( بَيْنَا أَنَا أُمَاشِي رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إذَا رَجُلٌ يَمْشِي فِي الْقُبُورِ , عَلَيْهِ نَعْلَانِ , فَقَالَ : يَا صَاحِبَ السِّبْتِيَّتَيْنِ , أَلْقِ سِبْتِيَّتَيْك . فَنَظَرَ الرَّجُلُ , فَلَمَّا عَرَفَ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ 🌹 خَلَعَهُمَا , فَرَمَى بِهِمَا ) رَوَاهُ أَبُو دَاوُد " انتهى .
{انظر كتاب المغني : ج ٢ ص ٢٢٤. للإمام ابن قدامة الحنبلي}.

*🎤• Imam Ibnu Qudamah Al Hanbaliy rahimahullahu ta'åla berkata dalam kitabnya " Al Mughniy ":*

Disunnahkan melepas sandal jika memasuki pemakaman berdasarkan hadits Basyir bin al Khashashiyah, beliau  berkata :

”Ketika aku berjalan menemani Rasulullah ﷺ 🌹 ada seorang laki-laki yang berjalan di kuburan dengan menggunakan dua sandal. Lalu beliau ﷺ 🍒 bersabda :

*_" Wahai pemilik dua sandal, celaka kamu lepaskan kedua sandalmu."_*

Lalu lelaki itu pun menoleh dan tatkala dia mengetahui Rasulullah saw maka dia pun melepaskan dan menjauhkan kedua sandalnya.”
{Lihat Kitab Al Mughniy : juz 2 hal 224. Karya Ibnu Qudamah Al Hanbaliy}.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَعِيلَ بْنِ سَمُرَةَ حَدَّثَنَا الْمُحَارِبِيُّ عَنْ اللَّيْثِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ أَبِي الْخَيْرِ مَرْثَدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْيَزَنِيِّ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ 🌹 :

*_«لَأَنْ أَمْشِيَ عَلَى جَمْرَةٍ أَوْ سَيْفٍ أَوْ أَخْصِفَ نَعْلِي بِرِجْلِي أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَمْشِيَ عَلَى قَبْرِ مُسْلِمٍ وَمَا أُبَالِي أَوَسْطَ الْقُبُورِ قَضَيْتُ حَاجَتِي أَوْ وَسْطَ السُّوقِ»._*
{رواه ابن ماجة / ٦ - كتاب الجنائز / ٤٥ - باب ما جاء في النهي عن المشي على القبور والجلوس عليها /  رقم الحديث : ١٥٦٧. وحكم الألباني الوهابي : صحيح كما في الأرواح}.

Telah menceritakan kepada kami : Muhammad bin Isma'il bin Samurah, ia  berkata : Telah menceritakan kepada kami : Al Muharibi. Dari Al Laits bin Sa'd. Dari Yazid bin Abu Habib. Dari Abul Khair Martsad bin Abdullah Al Yazani. Dari 'Uqbah bin Amir beliau berkata :  "Rasulullah ﷺ 🌹 bersabda:

*_"Aku berjalan di atas bara api, atau pedang, atau dengan melepas sandalku, sungguh lebih aku sukai daripada berjalan di atas kubur seorang muslim. Dan aku tidak peduli apakah di tengah kubur aku membuang hajat ataukah di tengah pasar. "_*
{HR. Ibnu Majah / 6 - Kitabu Al Janaa'iz / 45 - Baabu Ma Ja'a Fi An Nahyi 'An Al Masyyi 'Alaa Al Qubuuri Wa Al Juluusi 'Alaiha / No. 1567. Dan Albani Tokoh Wahhabiy Menghukumi *Shahih*}.

*📗• قال الإمام الشافعي رحمه الله تعالى في كتابه " ألأم ":*

وَأَكْرَهُ وَطْءَ الْقَبْرِ وَالْجُلُوسَ وَالِاتِّكَاءَ عَلَيْهِ، إِلَّا أَنْ لَا يَجِدَ الرَّجُلُ السَّبِيلَ إِلَى قَبْرِ مَيِّتِهِ، إِلَّا بِأَنْ يَطَأَهُ، فَذَلِكَ مَوْضِعُ ضَرُورَةٍ، فَأَرْجُو حِينَئِذٍ أَنْ يَسَعَهُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى
{انظر كتاب ألأم : ج ١ ص ٢٧٧ - ٢٧٨. للإمام محمد بن ادريس الشافعي}.

*✒• Imam Asy-Syaafi’iy rahimahullahu ta'åla berkata didalam Kitabnya " Al Umm ":*

“Aku membenci menginjak kubur, duduk, atau bersandar di atasnya; kecuali apabila seseorang tidak menemukan jalan lain ke kubur yang ditujunya melainkan dengan menginjaknya. Kondisi tersebut adalah darurat, dan aku harap ia mendapat keluasaan (dispensasi), insya Allahu ta’ala” .
{Lihat Kitab Al-‘Umm : juz  1 hal 277-278. Karya Imam Syafi'iy}.

*🖍• قال الشيخ النووي البنتنني الإندونيسي الشافعي رحمه الله تعالى في كتابه " نهاية الزين ":*

و) كره جلوس على القبر المحترم و اتكاء عليه و استناد اليه و ( وطء عليه الا لضرورة) اي حاجة بان حال القبر عمن يزوره و لو اجنبيا بان لا يصل اليه الا بوطئه فلا يكره و فهم بالأولى عدم الكرهة لضرورة الدفن. و الحكمة في عدم الجلوس و نحوه توقير الميت و احترامه
و اما خبر مسلم انه ﷺ 🍒 * لن يجلس احدكم على حمرة فتخلص الى جلده خير له من ان يجلس على قبر*
ففسر الجلوس عليه بالجلوس للبول و الغائط و هو حرام بالاجماع اما غير المحترم كقبر مرتد و حربي فلا كرهة في الجلوس و نحوه و لا يحرم البول و التغوط على قبورهم
{انظر كتاب نهاية الزين ص : ١٧٩. للشيخ النووي البنتني الإندونيسي الشافعي}.

*✏• Berkata Syåikh Nawawiy Al Bantaniy Al Indonisiy Asy Syafi'iy dalam kitabnya " Nihayatul Az Zain ":*

"Dimakruhkan duduk, menginjak, berjalan dan bersandar atas kuburan orang yang di hormati  kecuali karena hajat keperluan  seperti kondisi kuburan yang di penuhi dengen penziarah dan kita tidak akan sampai ke kuburan yang kita tuju kecuali dengen berjalan di atas kuburan lain, maka tidak di makruhkan berjalan lebih2 lagi tidak makruh menginjak apabila pemakaman tersebut berdesakan.

Adapun hadist yang menyatakan :

*"Duduk di atas bara api lebih bagus dari pada duduk diatas kuburan’.*

*_Ditafsirkan dengan duduk untuk kencing atau berak maka hukumnya haram dengan ijma’ para ulama._*

Sedangkan kuburan orang yang tidak di hormati seperti kuburan orang murtad, kuburan orang kafir harbi maka tidak makruh duduk atau menginjaknya walau tidak ada hajat, dan tidak haram kencing atau berak di atas kuburan tersebut."
{Lihat Kitab Nihayatuzzain hal : 179. Karya Syaikh Nawawiy Al Bantaniy Al Indonesia.  Cetakan daarul kutub islamiaah}.


*📕• قال الإمام الشوكاني الشيعي الزيدي رحمه الله تعالى في كتابه " نيل الأوطار ":*

فيه دليل على أنه لا يجوز الجلوس على القبر، وقد تقدم النهي عن ذلك، وذهاب الجمهور إلى التحريم؛ والمراد بالجلوس القعود
{انظر كتاب نيل الأوطار : ج ٤ ص ١٣٦. للإمام الشوكاني الشيعي الزيدي}.

*🎤• Imam Asy-Syaukani Asy Syi'iy (Syi'ah) Az Zaidiyah  rahimahullahu ta'åla ketika mengomentari hadits Abu Hurairah radliyyAllaahu ‘anhu di atas yang menukil dari jumhur ulama’ :

“Hadits tersebut terdapat dalil tidak diperbolehkannya duduk di atas kubur, dan telah disebutkan larangan tentang hal tersebut. Jumhur ulama berpendapat *_hukumnya haram._* Dan yang dimaksud dengan kata juluus adalah qu’uud (duduk)”.
{Lihat Kitab Nailul-Authaar : juz 4 hal 136. Karya Imam Syaukaaniy Asy Syi'iy Az Zaidiyah}.


*4•📘✒ Mayyit Dapat Mendengar Panggilan Orang Yang Masih Hidup.*

Pernah Rosululloh ﷺ 🌺  memanggil orang-orang kafir yang telah mati. Hal ini diceritakan dalam sebuah riwayat :

حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ سَمِعَ رَوْحَ بْنَ عُبَادَةَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي عَرُوبَةَ عَنْ قَتَادَةَ قَالَ ذَكَرَ لَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ عَنْ أَبِي طَلْحَةَ :

أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ ﷺ 💐  أَمَرَ يَوْمَ بَدْرٍ بِأَرْبَعَةٍ وَعِشْرِينَ رَجُلًا مِنْ صَنَادِيدِ قُرَيْشٍ فَقُذِفُوا فِي طَوِيٍّ مِنْ أَطْوَاءِ بَدْرٍ خَبِيثٍ مُخْبِثٍ وَكَانَ إِذَا ظَهَرَ عَلَى قَوْمٍ أَقَامَ بِالْعَرْصَةِ ثَلَاثَ لَيَالٍ فَلَمَّا كَانَ بِبَدْرٍ الْيَوْمَ الثَّالِثَ أَمَرَ بِرَاحِلَتِهِ فَشُدَّ عَلَيْهَا رَحْلُهَا ثُمَّ مَشَى وَاتَّبَعَهُ أَصْحَابُهُ وَقَالُوا مَا نُرَى يَنْطَلِقُ إِلَّا لِبَعْضِ حَاجَتِهِ حَتَّى قَامَ عَلَى شَفَةِ الرَّكِيِّ ،

فَجَعَلَ يُنَادِيهِمْ بِأَسْمَائِهِمْ وَأَسْمَاءِ آبَائِهِمْ يَا فُلَانُ بْنَ فُلَانٍ وَيَا فُلَانُ بْنَ فُلَانٍ أَيَسُرُّكُمْ أَنَّكُمْ أَطَعْتُمْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَإِنَّا قَدْ وَجَدْنَا مَا وَعَدَنَا رَبُّنَا حَقًّا فَهَلْ وَجَدْتُمْ مَا وَعَدَ رَبُّكُمْ حَقًّا ،قَالَ : 

فَقَالَ عُمَرُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا تُكَلِّمُ مِنْ أَجْسَادٍ لَا أَرْوَاحَ لَهَا ؟

فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ 💐 :

*_" وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ مَا أَنْتُمْ بِأَسْمَعَ لِمَا أَقُولُ مِنْهُمْ."_*

قَالَ قَتَادَةُ : أَحْيَاهُمْ اللَّهُ حَتَّى أَسْمَعَهُمْ قَوْلَهُ تَوْبِيخًا وَتَصْغِيرًا وَنَقِيمَةً وَحَسْرَةً وَنَدَمًا.
{رواه البخاري    / كِتَاب الْمَغَازِي     / بَاب قَتْلِ أَبِي جٙهْلٍ / رقم الحديث: ٣٧٠٥}.

Telah menceritakan kepadaku : "Abdullah bin Muhammad, dia mendengar Rauh bin ‘Ubadah. Telah menceritakan kepada kami : Sa’id bin Abu ‘Urwah. Dari Qatadah, ia berkata; Anas bin Malik bercerita kepada kami tentang Abu Thalhah :

Bahwa Nabi ﷺ 💐  pada perang Badar memerintahkan untuk melemparkan dua puluh empat orang bangkai pembesar Quraisy ke dalam lubang (sumur yang terbuat dari bebatuan) diantara lubang-lubang yang ada di Badar yang sangat buruk dan menjijikkan. Jika beliau mendapatkan kemenangan melawan suatu kaum, maka beliau berdiam di tempat persinggahan selama tiga hari.

Ketika Perang Badar, memasuki hari ketiga beliau memerintahkan untuk mempersiapkan hewan tunggangan beliau dan mengikatkan pelanannya lalu beliau berjalan diiringi oleh para shahabat. Para shahabat berkata;

“Tidak pernah diperlihatkan kepada kami beliau berangkat melainkan karena ada keperluan”.

Hingga ketika sampai di tepi sumur itu beliau memanggil mereka (orang kafir Quraisy yang terbantai) dengan nama-nama mereka dan nama-nama bapak-bapak mereka:

*_“Wahai fulan bin fulan, wahai fulan bin fulan. Apakah kalian senang jika dulu mentaati Allah dan Rasul-Nya? Sungguh kami telah mendapatkan apa yang telah dijanjikan oleh Rabb kami dengan benar. Apakah kalian juga telah mendapatkan apa yang dijanjikan oleh tuhan kalian dengan benar?”._*

Abu Thalhah berkata; Maka ‘Umar berkata;

*“Wahai Rasulullah, mengapa anda berbicara dengan jasad-jasad yang sudah tidak ada ruhnya?”*

Maka Rasulullah ﷺ 💐  menjelaskan;

*_“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalian tidaklah lebih dapat mendengar apa yang aku katakan dibanding mereka”._*

Qatadah berkata;

*“Allah menghidupkan mereka hingga memperdengarkan kepada mereka ucapan beliau sebagai bentuk pelecehan, pembalasan, kerugian dan penyesalan”.*
{HR. Bukhariy / Kitabu Al Maghaziy / Baabu Qotli Abi Jahl / No. 3705}.


*📕• Dalam konteks hadits di atas, Imam At Thobaroni meriwayatkan dari haditsnya Ibnu Mas’ud dengan isnad shohih dan dari haditsnya ‘Abdulloh ibnu Sidan  semisal haditsnya Ibnu ‘Umar yang di dalamnya terdapat redaksi sebagai berikut :*

فَقَالُوا : يَا رَسُوْلَ اللهِ وَهَلْ يَسْمَعُوْنَ ؟ قَالَ : يَسْمَعُوْنَ كَمَا تَسْمَعُوْنَ وَلَكِنْ لَا يُجِيْبُوْنَ

Para sahabat bertanya: “Wahai Rosululloh, apakah mereka bisa mendengar?”

*_“Mereka bisa mendengar sebagaimana kalian. Tetapi mereka tidak mampu menjawab”_* jawab Nabi.


*5•📗🖋 Mayit Dapat Mendengar Suara Terumpa Para Pengantarnya Kekuburan.*

حَدَّثَنَا عَيَّاشٌ ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى ، حَدَّثَنَا سَعِيدٌ , قَالَ : وَقَالَ لِي خَلِيفَةُ ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ , حَدَّثَنَا سَعِيدٌ ، عَنْ قَتَادَةَ ، عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , عَنِ النَّبِيِّ ﷺ 🌺 , قَالَ :

*_" الْعَبْدُ إِذَا وُضِعَ فِي قَبْرِهِ , وَتُوُلِّيَ , وَذَهَبَ أَصْحَابُهُ حَتَّى إِنَّهُ لَيَسْمَعُ قَرْعَ نِعَالِهِمْ ، أَتَاهُ مَلَكَانِ فَأَقْعَدَاهُ , فَيَقُولَانِ لَهُ : مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؟ فَيَقُولُ : أَشْهَدُ أَنَّهُ عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ ، فَيُقَالُ : انْظُرْ إِلَى مَقْعَدِكَ مِنَ النَّارِ أَبْدَلَكَ اللَّهُ بِهِ مَقْعَدًا مِنَ الْجَنَّةِ ، قَالَ النَّبِي ُّﷺ 🌹: فَيَرَاهُمَا جَمِيعًا ، وَأَمَّا الْكَافِرُ أَوِ الْمُنَافِقُ , فَيَقُولُ : لَا أَدْرِي كُنْتُ أَقُولُ مَا يَقُولُ النَّاسُ ، فَيُقَالُ : لَا دَرَيْتَ وَلَا تَلَيْتَ ، ثُمَّ يُضْرَبُ بِمِطْرَقَةٍ مِنْ حَدِيدٍ ضَرْبَةً بَيْنَ أُذُنَيْهِ فَيَصِيحُ صَيْحَةً يَسْمَعُهَا مَنْ يَلِيهِ إِلَّا الثَّقَلَيْنِ " ._*
{رواه البخاري    /  كِتَاب الْجَنَائِزِ     / بَاب الْمَيِّتُ يَسْمَعُ خَفْقَ النِّعَالِ / رقم الحديث: ١٢٥٨}.

Telah menceritakan kepada kami : 'Ayyasy. Telah menceritakan kepada kami : 'Abdul A'laa. Telah menceritakan kepada kami : Sa'id, ia berkata; dan telah berkata, kepadaku : Khalifah. Telah menceritakan kepada kami : Yazid bin Zurai'. Telah menceritakan kepada kami : Sa'id. Dari Qatadah. Dari Anas RadliyyAllahu 'anhu. Dari Nabi ُّﷺ 🌹, beliau telah bersabda:

*_"Jika suatu jenazah sudah diletakkan didalam kuburnya dan teman-temannya sudah berpaling dan pergi meninggalkannya, dia mendengar gerak langkah sandal sandal mereka,_* maka akan datang kepadanya dua malaikat yang keduanya akan mendudukkannya seraya keduanya berkata, kepadanya:

"Apa yang kamu komentari tentang laki-laki ini, Muhammad  ُّﷺ 🌺?".

Maka jenazah itu menjawab:

"Aku bersaksi bahwa dia adalah hamba Allah dan utusanNya".

Maka dikatakan kepadanya:

"Lihatlah tempat dudukmu di neraka yang Allah telah menggantinya dengan tempat duduk di surga".

Nabi  ُّﷺ 🍒 selanjutnya berkata,:

"Maka dia dapat melihat keduanya".

Adapun (jenazah) orang kafir atau munafiq akan menjawab:

"Aku tidak tahu, aku hanya berkata, mengikuti apa yang dikatakan kebanyakan orang".

Maka dikatakan kepadanya:

"Kamu tidak mengetahuinya dan tidak mengikuti orang yang mengerti".

Maka kemudian dia dipukul dengan palu godam besar terbuat dari besi diantara kedua telinganya sehingga mengeluarkan suara teriakan yang dapat didengar oleh yang ada di sekitarnya kecuali oleh dua makhluq (jin dan manusia) ".
{HR. Bukhariy / Kitabu Al Janaa'iz / Baabu Al Mayyitu Yasma'u Khafqa An Ni'aali / No. 1258}.


*6• 📕🖌 Suara Mayyit Didengar Oleh Semua Makhluq Kecuali Manusia Jika Manusia Mendengarkannya Bisa Langsung Pingsan.*

    حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ ﷺ 🌺  يَقُولُ :

*_" إِذَا وُضِعَتْ الْجِنَازَةُ فَاحْتَمَلَهَا الرِّجَالُ عَلَى أَعْنَاقِهِمْ فَإِنْ كَانَتْ صَالِحَةً قَالَتْ قَدِّمُونِي وَإِنْ كَانَتْ غَيْرَ صَالِحَةٍ قَالَتْ لِأَهْلِهَا يَا وَيْلَهَا أَيْنَ يَذْهَبُونَ بِهَا يَسْمَعُ صَوْتَهَا كُلُّ شَيْءٍ إِلَّا الْإِنْسَانَ وَلَوْ سَمِعَ الْإِنْسَانُ لَصَعِقَ."_*
{رواه البخاري / كِتَاب الْجَنَائِزِ     / بَاب قَوْلِ الْمَيِّتِ وَهُوَ عَلَى الْجِنَازَةِ قَدِّمُونِي ... / رقم الحديث: ١٢٣٨}.

Telah menceritakan kepada kami : 'Abdullah bin Yusuf. Telah menceritakan kepada kami : Al Laits. Dari Sa'id. Dari Bapaknya,  bahwa dia mendengar dari Abu Sa'id Al  Khudriy radliyyAllahu 'anhu berkata :  Bahwa Rasulullah ﷺ 🌺 telah bersabda:

"Jika jenazah diletakkan lalu dibawa oleh para orang-orang di atas pundak mereka, jika jenazah tersebut termasuk orang shalih (semasa hidupnya) maka (jenazah tersebut) akan berkata;

"Bersegeralah kalian (membawa aku).

Dan jika ia bukan dari orang shalih, maka dia akan berkata kepada keluarganya;

"Celaka, kemana mereka akan membawanya?.

*_Suara jenazah itu akan didengar oleh setiap makhluq kecuali manusia dan seandainya ada manusia yang mendengarnya tentu dia akan jatuh pingsan"._*
{HR. Bukhariy / Kitabu Al Janaa'iz / Baabu Qauli Al Mayyiti Wa Huwa 'Alaa Al Jinaazati Qaddimuunii ... / No. 1238}.


*7• 📕🖍 Orang Hidup Bisa Ditemui Atau Menemui Orang Orang Shalih Yang Sudah Meninggal.*

Peristiwa ini pernah terjadi ketika   Rosululloh ﷺ 🍒  Bertemu Para Nabi Yang Sudah Wafat

و حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا حُجَيْنُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ وَهُوَ ابْنُ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْفَضْلِ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ  ﷺ 🍒 : 

*_«لَقَدْ رَأَيْتُنِي فِي الْحِجْرِ وَقُرَيْشٌ تَسْأَلُنِي عَنْ مَسْرَايَ فَسَأَلَتْنِي عَنْ أَشْيَاءَ مِنْ بَيْتِ الْمَقْدِسِ لَمْ أُثْبِتْهَا فَكُرِبْتُ كُرْبَةً مَا كُرِبْتُ مِثْلَهُ قَطُّ قَالَ فَرَفَعَهُ اللَّهُ لِي أَنْظُرُ إِلَيْهِ مَا يَسْأَلُونِي عَنْ شَيْءٍ إِلَّا أَنْبَأْتُهُمْ بِهِ وَقَدْ رَأَيْتُنِي فِي جَمَاعَةٍ مِنْ الْأَنْبِيَاءِ فَإِذَا مُوسَى قَائِمٌ يُصَلِّي فَإِذَا رَجُلٌ ضَرْبٌ جَعْدٌ كَأَنَّهُ مِنْ رِجَالِ شَنُوءَةَ وَإِذَا عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ عَلَيْهِ السَّلَام قَائِمٌ يُصَلِّي أَقْرَبُ النَّاسِ بِهِ شَبَهًا عُرْوَةُ بْنُ مَسْعُودٍ الثَّقَفِيُّ وَإِذَا إِبْرَاهِيمُ عَلَيْهِ السَّلَام قَائِمٌ يُصَلِّي أَشْبَهُ النَّاسِ بِهِ صَاحِبُكُمْ يَعْنِي نَفْسَهُ فَحَانَتْ الصَّلَاةُ فَأَمَمْتُهُمْ فَلَمَّا فَرَغْتُ مِنْ الصَّلَاةِ قَالَ قَائِلٌ يَا مُحَمَّدُ هَذَا مَالِكٌ صَاحِبُ النَّارِ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ فَالْتَفَتُّ إِلَيْهِ فَبَدَأَنِي بِالسَّلَامِ
{رواه مسلم /  ١ - كتاب الإيمان / ٧٥ - باب ذكر المسيح ابن مريم، والمسيح الدجال /  رقم الحديث : ١٧٢}.

Dan telah menceritakan kepada kami : Zuhair bin Harb. Telah menceritakan kepada kami : Hujain bin al-Mutsanna. Telah menceritakan  kami Abdul Aziz -(yaitu Ibnu Abu Salamah)- Dari "Abdullah bin al-Fadll. Dari Abu Salamah bin Abdurrahman. Dari Abu Hurairah, beliau berkata :  "Rasulullah ﷺ 🍒  bersabda:

*_"Aku telah melihat diriku sendiri dalam sebuah mimpi ketika di hijr, orang-orang quraisy bertanya kepadaku mengenai perjalanan malamku (pada waktu isra' dan mi'raj, pent). Mereka menanyakan beberapa hal mengenai baitul maqdis yang belum aku ketahui dengan pasti sehingga aku pun merasakan kesusahan yang sama sekali belum pernah aku rasakan sebelumnya." Beliau bersabda lagi: "Maka Allah pun mengangkatnya untukku agar aku dapat melihatnya. Dan tidaklah mereka menanyakan kepadaku melainkan aku pasti akan menjawabnya. Aku telah melihat diriku bersama sekumpulan para Nabi. Dan tiba-tiba aku diperlihatkan Nabi Musa yang sedang berdiri melaksanakan shalat, ternyata dia adalah seorang lelaki yang kekar dan berambut keriting, seakan-akan orang bani Syanuah. Aku juga diperlihatkan Isa bin Maryam yang juga sedang berdiri melaksanakan shalat. Urwah bin Mas'ud Ats Tsaqafi adalah manusia yang paling mirip dengannya. Telah diperlihatkan pula kepadaku Nabi Ibrahim yang juga sedang berdiri melaksanakan shalat, orang yang paling mirip denganya adalah sahabat kalian ini; yakni diri beliau sendiri. Ketika waktu shalat telah masuk, akupun mengimami mereka semua. Dan seusai melaksanakan shalat, ada seseorang berkata, 'Wahai Muhammad, ini adalah malaikat penjaga api neraka, berilah salam kepadanya! ' Maka akupun menoleh kepadanya, namun ia segera mendahuluiku memberi salam."
{HR. Muslim / 1 - Kitabu Al Iman / 75 - Baabu Dzikri Al Masiihi Ibni Maryama Wa Al Masiihi Ad Dajjal / No. 172}.


*8• 📗✒  Para Nabi Dan Orang Orang Shalih Masih Hidup Di Alam Kubur, Masih  Melakukan  Kewajibannya Di Alam Kubur, Dan Masih Diberi Rizqi.*

وكونه صلى الله عليه وسلم رحمة للجميع باعتبار أنه عليه الصلاة والسلام واسطة الفيض الإلهي على الممكنات على حسب القوابل ، ولذا كان نوره ﷺ 🍒  أول المخلوقات ، ففي الخبر أول ما خلق الله تعالى نور نبيك يا جابر .

وجاء «الله تعالى المعطي وأنا القاسم » ...

والذي أختاره أنه ﷺ 🍒 إنما بعث رحمة لكل فرد فرد من العالمين ملائكتهم وإنسهم وجنهم ولا فرق بين المؤمن والكافر من الإنس والجن في ذلك ،
{انظر تفسير القرآن /  تفسير الألوسي / تفسير سورة الأنبياء     /  تفسير قوله تعالى وما أرسلناك إلا رحمة للعالمين / للعلامة  شهاب الدين السيد محمود الألوسي الحنفي}.

*🎤• Berkata Al-Allamah Sayyid Mahmud al-Alusy al-Baghdadi Al Hanafiy  rahmatullah ‘alaih dalam kitab tafsirnya " Ruh al-Ma’ani ":*

"Dan adanya beliau  ﷺ 🍒 sebagai rahmat bagi seluruh alam adalah dengan menghitung beliau sebagai jembatan anugerah ilahi kepada semua makhluk sesuai dengan kabilah-kabilahnya. Dikarenakan nur beliau adalah makhluk pertama yang diciptakan. Dalam sebuah hadits,

أول ما خلق الله تعالى نور نبيك يا جابر .

Artinya : “Perkara pertama yang diciptakan Allah ta’ala adalah nur Nabimu, hei Jabir.

Dan tertulis :

«الله تعالى المعطي وأنا القاسم »

Artinya : " Allah adalah Dzat yang memberi dan aku adalah yang membagi.”

(Kemudian al-Allamah al-Aluusiy) berkata dan yang dia pilih,

*_“Sesungguhnya beliau  ﷺ 🍒  diutus sebagai rahmat bagi semua makhluk diseluruh alam, malaikat, manusia dan jin._*

*_Dan tidak ada bedanya antara yang beriman dan yang kafir dari manusia dan jin._*
{Lihat Kitab Tafsir Al Aluusiy (Tafsir Ruuh Al Ma'aniy) / Tafsir Surat Al Anbiyaa' / Tafsir Qoulihi Ta'åla : Wa Ma Arsalnaaka Illaa Rahmatan Lil'aalamiin / Karya Al 'Alaamah Sayyid Mahmud Al Aluusiy Al Hanafiy}.


*📚• Rahmat tersebut berbeda-beda. Seperti dijelaskan oleh Imam Baghawiy dalam kitab tafsirnya :

*💞• قال الإمام البغوي الشافعي رحمه الله تعالى في تفسيره :*

قوله تعالى ( يا أيها الذين آمنوا استعينوا بالصبر والصلاة إن الله مع الصابرين ) بالعون والنصرة

( ولا تقولوا لمن يقتل في سبيل الله أموات ) نزلت في قتلى بدر من المسلمين وكانوا أربعة عشر رجلا ستة من المهاجرين وثمانية من الأنصار كان الناس يقولون لمن يقتل في سبيل الله مات فلان وذهب عنه نعيم الدنيا ولذتها فأنزل الله تعالى ( ولا تقولوا لمن يقتل في سبيل الله أموات بل أحياء ولكن لا تشعرون ) كما قال في شهداء أحد " ولا تحسبن الذين قتلوا في سبيل الله أمواتا بل أحياء عند ربهم يرزقون " ( 169 - آل عمران )

قال الحسن إن الشهداء أحياء عند الله تعالى تعرض أرزاقهم على أرواحهم فيصل إليهم الروح والفرح كما تعرض النار على أرواح آل فرعون غدوة وعشية فيصل إليهم الوجع .
{انظر كتاب تفسير البغوي / سورة البقرة    / تفسير قوله تعالى " يا أيها الذين آمنوا استعينوا بالصبر والصلاة ". للإمام البغوي الشافعي}

*📚• Berkata Imam Al Baghawiy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'åla dalam kitab tafsirnya :*

(Firman Allah ta’ala)

وَلَا تَقُولُوا لِمَنْ يُقْتَلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتٌ بَلْ أَحْيَاءٌ وَلَكِنْ لَا تَشْعُرُونَ

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya”.(Q.S Al-Baqarah: 154)

Ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang yang mati syahid pada perang Badar. Dari kaum Muslimin berjumlah 14 orang laki-laki: 6 orang dari kaum Muhajirin dan 8 orang dari kaum Anshar. Orang mengatakan jika ada yang terbunuh dijalan Allah: telah meninggal si fulan dari kenikmatan dunia dan kesenangnnya. Sebagaimana Allah berfirman tentang orang-orang yang mati syahid dalam perang Uhud:

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki.”  (Q.S Ali Imran: 169)

Al-Hasan Berkata: “Sesungguhnya orang yang mati syahid mereka hidup di sisi Allah SWT. Rizqi mereka didatangkan di ruh-ruh mereka maka sampailah pada mereka perasaan senang dan gembira sebagaimana api nereka di datangkan kepada ruh-ruh keluarga fir’aun di waktu pagi dan sore maka sampai pada mereka perasaan sakit.”
{Lihat Kitab Tafsir Al Baghawiy / Surah Al Baqarah / Tafsir Qoulihi Ta'åla : " Ya Ayyuhalladziina Aamanuu Ista'iinu Bishshabri Washshalaah " / Karya Imam Baghawiy Asy Syafi'iy}.


Peristiwa ini  diriwayatkan pêrnah dilakukan oleh Nabi Musa ‘alaihis salaam dan orang-orang Shalih lainnya yakni masih menjalankan  Sholat didalam Kubur mereka.

حَدَّثَنَا هَدَّابُ بْنُ خَالِدٍ وَشَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ قَالَا حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ وَسُلَيْمَانَ التَّيْمِيِّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ 🌹،  قَالَ :

*_«أَتَيْتُ -(وَفِي رِوَايَةِ هَدَّابٍ)- مَرَرْتُ عَلَى مُوسَى لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي عِنْدَ الْكَثِيبِ الْأَحْمَرِ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي فِي قَبْرِهِ»._*
{رواه مسلم / / ٤٣ - كتاب الفضائل / ٤٢ - باب من فضائل موسى صلى الله عليه وسلم /   رقم الحديث : ٢٣٧٥}.

Telah menceritakan kepada kami : Haddab bin Khalid dan Syaiban bin Farrukh, keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami : Hammad bin Salamah. Dari Tsabit Al Bunani  dan Sulaiman At Taimi. Dari Anas bin Malik : Bahwa Rasulullah ﷺ 🌹 bersabda:

*_"Aku mendatangi -(dan pada riwayat Haddab)- Aku melewati Musa pada malam aku di isra'kan, yaitu di samping bukit merah sedang shalat di dalam kuburannya."_*
{HR. Muslim / 43 - Kitabu Al Fadloo`il / 42 - Baabu Min Fadloo'ili Musa ShallAllahu 'Alaihi Wa Sallama / No. 2375}.

*📘• قال الامام القرطبي المالكي رحمه الله تعالى في كتابه " المُفهِم لما أشكل من تلخيص كتاب مسلم ":*

" الكثيب : هو الكوم من الرمل ، وهذا الكثيب هو بطريق بيت المقدس " انتهى.
{انظر كتاب " المفهم " : ج ٦ ص ١٩٢. للإمام  القرطبي المالكي}.

*✏• Imam Al Qurthubiy Al Malikiy rahimahullahu ta'åla berkata dalam kitabnya " Al Mufhim Lima Asykala Min Talkhiishi Kitaabi Muslim ":*

Al Katsib yaitu gundukkan dari pasir, dan gundukkan pasir ini adalah jalan menuju Baitul Muqaddas.
{Lihat Kitab Al Mufhim Lima Asykala Min Talkhiishi Kitaabi Muslim : juz 6 hal 192. Karya Imam Qurthubiy Al Malikiy}.

وقال أيضا :

" وهذا يدل على أن قبر موسى أخفاه الله تعالى عن الخلق ، ولم يجعله مشهورا عندهم ، ولعل ذلك لئلا يعبد ، والله أعلم " انتهى.

*🖍• Imam Al Qurthubiy Al Malikiy rahimahullahu ta'åla berkata lagi   dalam kitabnya " Al Mufhim Lima Asykala Min Talkhiishi Kitaabi Muslim ":*

Dan ini menunjukkan bahwasannya kuburan Nabi Musa oleh Allah Ta'åla disembuhkannya dari penglihatan manusia, dan tidak menjadikannya terkenal dihadapan mereka, dengan harapan mudah-mudahan supaya tidak disembah."
{Lihat Kitab " Al Mufhim Lima Asykala Min Talkhiishi Kitaabi Muslim ": juz 6 hal 222. Karya Imam Qurthubiy Al Malikiy | Dan Lihat Kitab 'Umdatu Al Qaariy : juz 12 hal 474. Karya Imam Mula 'Aliy Qaari Al Hanafiy}.

*🎤• قال الإمام ابن حجر العسقلاني الشافعي رحمه الله تعالى في كتابه " فتح الباري شرح صحيح البخاري ":*

قَالَ (البيهقي) :

" إِنَّ الْأَنْبِيَاء لَا يُتْرَكُونَ فِي قُبُورهمْ بَعْد أَرْبَعِينَ لَيْلَة وَلَكِنَّهُمْ يُصَلُّونَ بَيْن يَدَيْ اللَّه حَتَّى يُنْفَخ فِي الصُّوَر "

قَالَ الْبَيْهَقِيّ : إِنْ صَحَّ

فَالْمُرَاد أَنَّهُمْ لَا يُتْرَكُونَ يُصَلُّونَ إِلَّا هَذَا الْمِقْدَار ثُمَّ يَكُونُونَ مُصَلِّينَ بَيْن يَدَيْ اللَّه
{انظر كتاب فتح الباري شرح صحيح البخاري :  ج ١٠ ص ٢٤٣ /  كتاب أحاديث الأنبياء / باب قول الله {واذكر في الكتاب مريم إذ انتبذت من أهلها} [مريم: ١٦ ] "  /  رقم الحديث : ٣٢٨٣}.

*📚• Imam Ibnu Hajar Al Asqalaniy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'åla berkata dalam kitabnya " Fathu Al Baariy Syarhu Shahiih Al Bukhariy ":*

Al-Imam al-Hafidz al-Baihaqi (berkata mengenai permasalahan itu dalam juz yang khusus, dalam satu riwayat dari Anas ra, dari Nabi saw, beliau bersabda) :

*_“Sesungguhnya para Nabi tidak mening-galkan kubur mereka setelah empat puluh hari, tetapi mereka shalat dihadapan Allah ta’ala hingga terompet atau sangkakala ditiup.”_*

Al-Baihaqi berkata :

“Jika hadits itu sah dengan lafal itu, maka yang dimaksud dengan hadits tersebut adalah –wallahu a’lam- mereka tidak meninggalkan kubur-nya dan tidak shalat kecuali kira-kira batas waktu tersebut, kemudian mereka shalat dihadapan Allah ta’ala.”
{Lihat Kitab Fathu Al Baariy Syarhu Shahiih Al Bukhariy : juz 10 hal 234 / Kitabu Ahaaditsu Al Anbiyaa' / Karya Ibnu Hajar Al Asqalaniy Asy Syafi'iy}.

*9• 📗🖊 Jasad Para Nabi , Para Auliyaa' , Dan Para Shaalihiin Tidak Dimakan Oleh Tanah.*

Selain Jasad mereka utuh,  mereka juga masih Hidup Serta Dikaruniai Rizki. Hal ini dijelaskan dalam riwayat hadits :

حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ، حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ 🌺:

«مَا بَيْنَ النَّفْخَتَيْنِ أَرْبَعُونَ»

قَالُوا: يَا أَبَا هُرَيْرَةَ أَرْبَعُونَ يَوْمًا؟

قَالَ: أَبَيْتُ، قَالُوا: أَرْبَعُونَ شَهْرًا؟

قَالَ: أَبَيْتُ، قَالُوا: أَرْبَعُونَ سَنَةً؟

كل ابن آدم تأكله الأرض إلا عجب الذنب منه خلق وفيه يركب. رواه مالك في الموطإ وغيره.
قَالَ: «وَلَيْسَ مِنَ الْإِنْسَانِ شَيْءٌ إِلَّا يَبْلَى، إِلَّا عَظْمًا وَاحِدًا، وَهُوَ عَجْبُ الذَّنَبِ، وَمِنْهُ يُرَكَّبُ الْخَلْقُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ»
{رواه البخاري /  ٥٢ - كتاب الفتن وأشراط الساعة / ٢٨ - باب ما بين النفختين / رقم الحديث : ٢٩٥٥}.

Telah menceritakan kepadaku : Muhammad.  Telah mengabarkan kepada kami : Abu Mu'awiyah. Dari Al A'masy. Dari Abu Shalih. Dari Abu Hurairah  radliyyAllahu 'Anhu, beliau  berkata; Rasulullah ﷺ 🌺  bersabda:

*_"Jarak antara dua tiupan (sangkakala) adalah empat puluh."_*

Ibnu Abbas bertanya :

*"Empat puluh hari?"*

Beliau menjawab: *"Tidak."*

Ia bertanya lagi :  "Empat puluh bulan?"

Beliau menjwab: *"Tidak."*

Ia bertanya lagi : "Empat puluh tahun?"

Beliau menjawab: *"Tidak."*

Beliau kemudian bersabda:

*_"Setelah itu, Allah menurunkan air dari langit, maka mereka pun hidup kembali sebagaimana tumbuhnya sayur-sayuran. Tidak ada tersisa seorang pun kecuali ia akan binasa, kecuali _satu tulang yakni tulang ekor. Dari tulang itulah, manusia dibangkitkan kembali pada hari kiamat."_*
{HR. Bukhariy / 52 - Kitaabu Al Fitani Wa Asyraathi As Saa'ati / 28 - Maa Baina An Nafakhotaini / No. 2955}.

*📒• قال الامام ابن عبد البر المالكي (وهو أبو عمر يوسف بن عبد الله بن محمد بن عبد البر بن عاصم النمري القرطبي (المتوفى: ٤٦٣ هـ)، رحمه الله تعالى، في كتابه " التمهيد لما في الموطأ من المعاني والأسانيد " :*

" روي في أجساد الأنبياء والشهداء أن الأرض لا تأكلهم ، وحسبك ما جاء في شهداء أحد وغيرهم ، وإذا جاز أن لا تأكل الأرض عجب الذنب جاز أن لا تأكل الشهداء ، وذلك كله حكم الله وحكمته " انتهى
{انظر كتاب " التمهيد لما في الموطأ من المعاني والأسانيد " : ج ١٨ ص ١٧٣. باختصار . للإمام ابن عبد البر المالكي}.

*📔• Berkata Imam Ibnu 'Abdil Barr Al Malikiy rahimahullahu ta'åla dalam Kitabnya " At Tamhiid  Lima Fi Al Muwatho` Min Al Ma'aniy Wa Al Asaaniidi ":*

Diriwayatkan  jasad Para Nabi
dan Para Syuhada' Sesungguhnya bumi tidak akan memakannya. Dan cukuplah bagimu penjelasan tentang para syuhada' perang uhud, dan selain mereka.

Dan apabila diberlakukan  bumi tidak memakan 'Azbudz Dzanab (sebutir tulang ekor sebesar pasir asal diciptakannya manusia, serta  dibentuknya manusia, dan biji manusia ketika kelak dibangkitkan), *_maka berlaku juga bumi tidak akan memakan jasad Para Syuhada',_* dan semua itu adalah hukum Allah dan kebijaksanaanNya.
{Lihat Kitab At Tamhiid Lima Fi Al Muwatho` Min Al Ma'aniy Wa Al Asaaniidi : juz 18 hal 173. Karya Imam Ibnu Abdil Barr Al Malikiy}.


*📒• وقال الإمام  القرطبي المالكي رحمه الله تعالى في كتابه  " المفهم لما أشكل من تلخيص كتاب مسلم " :*

" وظاهر هذا : أن الأرض لا تاكل أجساد الشهداء ، والمؤذنين المحتسبين ، وقد شوهد هذا فيمن اطلع عليه من الشهداء ، فوجدوا كما دفنوا بعد آماد طويلة ، كما ذكر في السير وغيرها " انتهى.
{انظر كتاب المفهم لما أشكل من تلخيص كتاب مسلم : ج ٧ ص ٣٠٧ /  كتاب الفتن وأشراط الساعة    / باب كيف يكون انقراض هذا الخلق وقرب الساعة وكم بين النفختين / رقم الحديث : ٥٢٥٣. للامام أبو العباس أحمد بن عمر القرطبي}. 

*📁• Imam Qurthubiy Al Malikiy rahimahullahu  ta'åla berkata dalam Kitabnya "  Al Muhim Lima Asykala Min Talkhiishi Kitaabi Muslimi " :*

"Dan kejelasan kasus ini : *_Sesungguhnya bumi tidak memakan jasad Para Syuhada' dan Tukang Adzan yang tidak mengharapkan imbalan/upah._* Dan kasus ini Sesungguhnya telah disaksikan pada diri seseorang yang terlihat atas dirinya, bahwasannya ia  termasuk orang-orang yang mati syahid, mereka menemukan Para Syuhada' tersebut sepertinya telah dikebumikan dalam jangka waktu yang lama (dalam sebuah riwayat dikatakan, sudah 40 tahun dikubur), seperti telah disebutkan dalam sejarah-sejarah dan yang lainnya.
{Lihat Kitab Al Mufhim Lima Asykala Min Talkhiishi Kitaabi Muslim : juz 7 hal 307 / Kitabu Al Fitani Wa Asyraathi As Saa'ati / Baabu Kaifa Yakuunu Inqiraadli Hadza Al Khaliq ... / No. 5253. Karya Imam Qurthubiy Al Malikiy}.


*🎤• قال الإمام ابن حجر العسقلاني الشافعي في كتابه " فتح الباري شرح صحيح البخاري ":*

 وَقَالَ الْعُلَمَاءُ هَذَا عَامٌّ يُخَصُّ مِنْهُ الْأَنْبِيَاءُ لِأَن الأَرْض لَا تَأْكُل أَجْسَادهم وَألْحق بن عَبْدِ الْبَرِّ بِهِمُ الشُّهَدَاءَ وَالْقُرْطُبِيُّ الْمُؤَذِّنَ الْمُحْتَسِبَ
{انظر كتاب فتح الباري شرح صحيح البخاري / ٦٥ - كتاب تفسير القرآن / باب قوله: {ونفخ في الصور فصعق من في السموات ومن في الأرض، إلا من شاء الله، ثم نفخ فيه أخرى فإذا هم قيام ينظرون} / رقم الحديث : ٤٨١٤. للإمام ابن حجر العسقلاني الشافعي}.

*📒• Imam Ibnu Hajar Al 'Asqalaaniy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'åla berkata dalam kitabnya " Fathu Al Baariy Syarhu Shahiih Al Bukhariy ":*

"Ulama' berkata :
Hadits ini (tentang tulang ekor manusia) bersifat untuk umum, Para Nabi dikhususkan dari keumuman tersebut, karena bumi tidak akan memakan jasad mereka, *_dan Ibnu 'Abdil Barr menyetarakan Para Syuhada' dengan Para Nabi, dan Imam Qurthubiy menyetarakan Tukang Adzan yang tidak mengharapkan imbalan/upah setara dengan mereka."_*
{Lihat Kitab Fathu Al Baariy Syarhu Shahiih Al Bukhariy / 65 - Kitab Tafsir Al Qur'an / Baabu Qaulihi : Wanufikha fish shuuri ... Al Ayah / No. 4814. Karya Imam Ibnu Hajar Al 'Asqalaaniy Asy Syafi'iy}.


*📔• Hadits Yang Senada Riwayat Imam Muslim.*

 حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ قَالَ هَذَا مَا حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ 💞  فَذَكَرَ أَحَادِيثَ مِنْهَا وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ 💞 :

*_«إِنَّ فِي الْإِنْسَانِ عَظْمًا لَا تَأْكُلُهُ الْأَرْضُ أَبَدًا فِيهِ يُرَكَّبُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ»_*,

قَالُوا : أَيُّ عَظْمٍ هُوَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟,

قَالَ : *_«عَجْبُ الذَّنَبِ»_*
{رواه مسلم /  كِتَاب الْفِتَنِ وَأَشْرَاطِ السَّاعَةِ    / بَاب مَا بَيْنَ النَّفْخَتَيْنِ / رقم الحديث: ٥٢٥٩}.

Telah menceritakan kepada kami : Muhammad bin Rafi'. Telah menceritakan kepada kami :'Abdurrazzaq. Telah menceritakan kepada kami : Ma'mar. Dari Hammam bin Munabbih, ia  berkata: Inilah yang diceritakan oleh Abu Hurairah. Dari Rasulullah ﷺ 💞, ia menyebut beberapa hadits diantaranya: Rasulullah ﷺ 💞  bersabda:

*_"Sesungguhnya pada diri manusia ada satu tulang yang tidak dimakan bumi selamanya. Padanyalah ia disusun (kembali) pada hari kiamat."_*

Mereka bertanya: Tulang apa itu wahai Rasulullah?

Beliau menjawab: *_"Tulang ekor."_*
{HR. Muslim / Kitabu / Kitaabu Al Fitani Wa Asyraathi As Saa'ati / Baabu Ma Baina An Nafakhataini / No. 5259}.


*📁• جاء في حاشية السيوطى على سنن  النسائي، للإمام عبد الرحمن بن أبي بكر، جلال الدين السيوطي الشافعي (المتوفى: 911هـ)، رحمه الله تعالى :*

(إِلَّا عٙجْب الذَّنب) زَاد بن أَبِي الدُّنْيَا فِي كِتَابِ الْبَعْثِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُوَ؟ ،  قَالَ : مِثْلُ حَبَّةِ خَرْدَلٍ

قَالَ الْقُرْطُبِيُّ : هُوَ جُزْءٌ لَطِيفٌ فِي أَصْلِ الصُّلْبِ وَقِيلَ هُوَ رَأْسُ الْعُصْعُصِ مِنْهُ خُلِقَ وَمِنْهُ يُرَكَّبُ أَيْ أَوَّلُ مَا خُلِقَ مِنَ الْإِنْسَانِ هُوَ ثُمَّ إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يُبْقِيهِ إِلَى أَنْ يُرَكَّبَ الْخَلْقُ مِنْهُ تَارَةً أُخْرَى .
{انظر حاشية السيوطي على السنن  النساىٔي / ٢١ - كتاب الجنائز / أرواح المؤمنين /  رقم الحديث : ٢٠٧٧. للإمام عبد الرحمن جلال الدين السيوطي الشافعي}.

*✏• Tertulis dalam kitab Hasyiyyah As Suyuthi 'Alaa As Sunan An Nasaa'i karya Imam Suyuthi Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'åla :*

(Kecuali tulang ekor manusia) Ibnu Abiddunya menambahkan dalam kitab " Al Ba'tsi " dari Sa'id bin Sa'id Al Khudriy ditanyakan : Apakah itu wahai Rasulallah?, Beliau menjawab : *_"Semacam biji sawi."_*

Qurthubiy berkata : Itu adalah bagian lembut pada pangkal tulang rusuk. Dikatakan : Itu adalah pucuk tulang rusuk. Darinya diciptakannya manusia, darinya dibentuknya manusia, artinya awwal mula diciptakannya manusia, kemudian sesungguhnya Allah akan menetapkannya untuk dibentuk menjadi Manusia  kembali darinya pada kesempatan yang lain.
{Lihat Kitab Hasyiyyah As Suyuthi 'Alaa Sunan An Nasaa'i / 21 - Kitaab Al Janaa'iz / Baabu Arwaahi Al Mu'miniin / No. 2077. Karya Imam Suyuthi Asy Syafi'iy}.

*📗📝• Berdasarkan Hasil Penelitian/Experimen  Sains*

Dr. Othman al Djilani , profesor bidang histology dan pathologi Sana’a University Yaman, bersama Syaikh Abdul Majid, menunjukkan *_sel-sel jaringan tulang ekor tidak berubah meski dibakar dalam suhu tinggi._*

Penelitian pada Ramadhan 1423 Hijriyah atau November 2002 itu dilakukan untuk mencari tahu kebenaran tentang sabda Nabi.

Han Spemann, ilmuwan Jerman, dalam salah satu penelitiannya menemukan asal mula kehidupan dari tulang ekor. Dalam penelitian tersebut, ilmuwan yang mendapat hadiah nobel bidang kedokteran pada tahun 1935 ini memotong tulang ekor dari sejumlah hewan melata dan mengimplantasikannya ke dalam embrio organizer.


*📒• Hadits Tentang Bumi Tidak Memakan Jasad Para Nabi.*

 حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ سَوَّادٍ الْمِصْرِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي هِلَالٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَيْمَنَ، عَنْ عُبَادَةَ بْنِ نُسَيٍّ، عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ 💘:

*_«أَكْثِرُوا الصَّلَاةَ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ؛ فَإِنَّهُ مَشْهُودٌ، تَشْهَدُهُ الْمَلَائِكَةُ، وَإِنَّ أَحَدًا لَنْ يُصَلِّيَ عَلَيَّ، إِلَّا عُرِضَتْ عَلَيَّ صَلَاتُهُ، حَتَّى يَفْرُغَ مِنْهَا»_*

قَالَ: قُلْتُ: وَبَعْدَ الْمَوْتِ؟ قَالَ:

*_«وَبَعْدَ الْمَوْتِ، إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَى الْأَرْضِ أَنْ تَأْكُلَ أَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ، فَنَبِيُّ اللَّهِ حَيٌّ يُرْزَقُ»._*
 {رواه ابن ماجة / ٦ - كتاب الجنائز / ٦٥ -  باب ذكر وفاته صلى الله عليه وسلم / رقم الحديث : ١٦٣٧. [حكم الالبانى] : ضعيف - لكن غالبه فيما قبله (1636) -، المشكاة (1366) ، الإرواء (1 / 35)}

Telah menceritakan kepada kami : 'Amru bin Sawwad Al Mishriy, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami : 'Abdullah bin Wahab. Dari 'Amr bin Al Harits. Dari Sa'id bin Abi Hilal. Dari Zaid bin Aiman. Dari 'Ubaidah bin Nusayyin. Dari Abi Darda’, beliau  berkata; “Rosululloh ﷺ ❤ bersabda :

*_“Perbanyaklah bersholawat kepadaku pada hari Jumu’at . karena hari Jumu’at adalah hari yang disaksikan para malaikat. Sesungguhnya tidak seorang pun yang menyampaikan sholawat kepadaku kecuali sholawat itu akan disampaikan kepadaku sampai ia selesai bersholawat.”_*

Abu Darda’ berkata : “Saya bertanya :  “Apakah itu terjadi setelah kematian?”.

*_“Setelah kematian,_*

(jawab beliau),

*_“Sesungguhnya Alloh telah mengharam-kan bumi untuk menelan jasad Para Nabi. Maka NabiyyAllah itu hidup dan diberi rizqi.”_*

(Lanjutnya). “
{HR. Ibnu Majah dalam As Sunan / 6 - Kitabu Al Janaa'iz / 65 - Baabu Dzikri Wafaatihi ShallAllahu 'Alaihi  Wasallam / No. 1637. Dan Albani Tokoh Wahhabiy *Menghukumi Lemah* tetapi *Menguatkan hadits sebelumnya}.*


*📚• Disebutkan dalam hadits Rasulullah ﷺ 🌹, atsar-atsar, dan pendapat para Ulama' salaf (old) dan Ulama' Kholaf (now) dengan berbagai tajribah/pembuktiannya  bahwa ada  sepuluh (10)  orang yang mayatnya tidak busuk dan akan bangkit dalam keadaan tubuh seperti semula pada hari kiamat sebagai berikut:

*🎤• قال العلامة الحبيب عبد الله بن حسين بن طاهر بن محمد بن هاشم باعلوي رحمه الله تعالى في كتابه " اسعاد الرفيق وبغية الصديق شرح سلام التوفيق ":*

قال سيدي على الونائي:

" جاء في الخبر أن عشرة لا تبلى أجسامهم؛ النّبيّ، والعالم، والشّهيد، وحامل القرآن، والمؤذّن، والإمام العادل، والميّتة في نفاسها، ومن قتل مظلوما، ومن مات ليلة الجمعة او يومها. وقال غيره بدل الامام ومن بعده الصديق، والمحب لله، وكثير الذكر، والميت مطعونا او مرابطا.
{ انظر كتاب اسعاد الرفيق وبغية الصديق شرح سلام التوفيق : ص ٣١. للعلامة الحبيب  عبد الله بن حسين بن طاهر بن محمد بن هاشم باعلوي}.

*📚📝• Berkata Al 'Alaamah Al Habib 'Abdullah bin Husain bin Thahir bin Muhammad bin Hasyim Ba 'Alawiy rahimahullahu ta'åla dalam kitabnya " Is'aadu Ar Rafiiq Wa Bughyatu Ash Shadiq Syarhu Sulam At Taufiq ":*

Berkata Sayyidiy 'Aliy Al Wanaa'i : Telah datang dalam khabar  bahwa sesungguhnya 10 orang ini tidak akan hancur (rusak) jasadnya :

1•  Para Nabi.

2• Orang 'Alim.

3• Orang yang mati syahid.

4• Orang yang hafal Al Qur'an (hafidz atau Hafidzah).

5• Orang yang selalu mengumandangkan adzan shalat lima waktu.

6• Imam/Pemimpin yang adil.

7• Wanita yang meninggal karena nifas (setelah melahirkan).

8• Orang ya meninggal secara dzalim.

9 & 10• Orang yang meninggal dimalam Jum'at atau dihari jum'at.

Ulama' lain berkata : Salah satu orang yang tidak akan hancur jasadnya didalam kubur ialah : Pengganti imam yang adil/wakilnya, orang yang jujur, orang yang mencintai karena Allah subhanahu wata'ala, orang yang memperbanyak dzikir kepada Allah subhanahu wata'ala, dan orang yang meninggal karena penyakit tha'un atau gugur menjaga benteng pertahanan di Sabilillah.
{Lihat Kitab Is'aadu Ar Rafiiq Wa Bughyatu Ash  Shadiiq Syarhu Sulam At Taufiq : hal 31. Karya
Al 'Alaamah Al Habib 'Abdullah bin Husain bin Thahir bin Muhammad bin Hasyim Ba 'Alawiy}.


*📒• Perincian Berikut Dalil Dan Alasan Orang Orang Yang Tidak Hancur Jasadnya.*

*1)•✏ Para Nabi.*

Para Nabi didalam alam kubur/barzakh dibangkitkan kembali, mereka masih melakukan kewajiban-kewajibannya, dan masih diberi Rizqi. Hal ini dijelaskan dalam riwayat hadits :

حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ عَنْ أَبِي الْأَشْعَثِ الصَّنْعَانِيِّ عَنْ أَوْسِ بْنِ أَوْسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ  ﷺ 🌹 :

*_"إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ قُبِضَ وَفِيهِ النَّفْخَةُ وَفِيهِ الصَّعْقَةُ فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنْ الصَّلَاةِ فِيهِ فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ",_*

قَالَ : قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ تُعْرَضُ صَلَاتُنَا عَلَيْكَ وَقَدْ أَرِمْتَ يَقُولُونَ بَلِيتَ؟

فَقَالَ : *_" إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ حَرَّمَ عَلَى الْأَرْضِ أَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ."_*
{رواه ابو داود /  كِتَاب الصَّلَاةِ     / بَاب تَفْرِيعِ أَبْوَابِ الْجُمُعَةِ / رقم الحديث : ٨٨٥}.

Telah menceritakan kepada kami : Harun bin Abdullah. Telah menceritakan kepada kami : Husain bin Ali. Dari 'Abdurrahman bin Yazid bin Jabir. Dari Abu Al Asy'Ats Tsauri Ash Shan'ani. Dari Aus bin Aus, beliau berkata; Rasulullah  ﷺ 🌹 bersabda:

*_"Sesungguhnya di antara hari-harimu yang paling utama adalah hari Jum'at, pada hari itu Adam di ciptakan, pada hari itu beliau wafat, pada hari itu juga ditiup (sangkakala) dan pada hari itu juga mereka pingsan. Maka perbanyaklah shalawat kepadaku -karena- shalawat kalian akan disampaikan kepadaku."_*

Aus bin Aus berkata; para sahabat bertanya; "Wahai Rasulullah ﷺ❤, bagaimana mungkin shalawat kami bisa disampaikan kepadamu, sementara anda telah tiada (meninggal)? -atau mereka berkata; "Telah hancur (menjadi tulang) "-

Beliau bersabda:

*_"Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi."_*
{HR. Abu Dawud / Kitabu Ash Shalat / Abwaabu Tafri'i Al Jum'ati / No. 855}.


*2)• 🖍Para ahli jihad fisabilillah.*

Demikian pula Para Syuhada' yang gugur di Medan peperangan demi menegakkan jalan Allah, jasad mereka masih utuh, karena bumi diharamkan menelan jasad-jasad mereka. Hal ini telah masyhur dijelaskan dalam riwayat hadits :

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، أَخْبَرَنَا بِشْرُ بْنُ المُفَضَّلِ، حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ المُعَلِّمُ، عَنْ عَطَاءٍ، عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: لَمَّا حَضَرَ أُحُدٌ دَعَانِي أَبِي مِنَ اللَّيْلِ، فَقَالَ: مَا أُرَانِي إِلَّا مَقْتُولًا فِي أَوَّلِ مَنْ يُقْتَلُ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ  ﷺ ❤ وَإِنِّي لاَ أَتْرُكُ بَعْدِي أَعَزَّ عَلَيَّ مِنْكَ، غَيْرَ نَفْسِ رَسُولِ اللَّهِ   ﷺ 💞 ، فَإِنَّ عَلَيَّ دَيْنًا فَاقْضِ، وَاسْتَوْصِ بِأَخَوَاتِكَ خَيْرًا،

*«فَأَصْبَحْنَا، فَكَانَ أَوَّلَ قَتِيلٍ وَدُفِنَ مَعَهُ آخَرُ فِي قَبْرٍ، ثُمَّ لَمْ تَطِبْ نَفْسِي أَنْ أَتْرُكَهُ مَعَ الآخَرِ، فَاسْتَخْرَجْتُهُ بَعْدَ سِتَّةِ أَشْهُرٍ، فَإِذَا هُوَ كَيَوْمِ وَضَعْتُهُ هُنَيَّةً غَيْرَ أُذُنِهِ»*
{رواه البخاري / ٢٣ - كتاب الجنائز / باب هل يُخرج الميت من القبر واللحد لعلة ؟ / رقم الحديث : ١٣٥١}.

Telah menceritakan kepada kami : Musaddad. Telah mengabarkan kepada kami : Bisyir bin Al Mufadhdhal. Telah menceritakan kepada kami : Husain AL Mu'alim. Dari 'Atha'. Dari Jabir radliyyAllahu 'anhu, beliau berkata;

Ketika terjadi perang Uhud, pada suatu malamnya bapakku memanggilku seraya berkata,:

"Tidaklah aku melihat diriku (menduga) melainkan aku akan menjadi orang yang pertama-tama gugur diantara para sahabat Nabi ﷺ ❤  (dalam peperangan ini) dan aku tidak meninggalkan sesuatu yang berharga bagimu sepeninggalku melainkan diri Rasulullah ﷺ ❤. Dan aku mempunyai hutang, maka lunasilah dan berilah nasehat yang baik kepada saudara-saudaramu yang perempuan".

Pada pagi harinya kami dapati bapakku adalah orang yang pertama gugur dan dikuburkan bersama dengan yang lain dalam satu kubur.

*_Setelah itu perasaanku tidak enak dengan membiarkan dia bersama yang lain, maka kemudian aku keluarkan setelah enam bulan lamanya dari hari pemakamannya dan aku dapati jenazah bapakku masih utuh sebagaimana hari dia dikebumikan dan tidak ada yang berubah padanya kecuali sedikit pada ujung bawah telinganya"._*
{HR. Bukhariy / 23 - Kitabu Al Janaa'iz / Hal Yukhraju Al Mayyitu Min Al Qåbrì Wa Al Lahdi Li'ilatin? / No. 1351}.


*📘• قال الإمام ابن حجر العسقلاني الشافعي رحمه الله تعالى في كتابه " فتح الباري شرح صحيح البخاري :*

[ وَقَدْ ذَكَرَ اِبْن إِسْحَاق الْقِصَّة فِي الْمَغَازِي فَقَالَ " حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ أَشْيَاخ مِنْ الأَنْصَار قَالُوا :
لَمَّا ضَرَبَ مُعَاوِيَة عَيْنه الَّتِي مَرَّتْ عَلَى قُبُور الشُّهَدَاء اِنْفَجَرَتْ الْعَيْن عَلَيْهِمْ فَجِئْنَا فَأَخْرَجْنَاهُمَا - يَعْنِي عَمْرًا وَعَبْد اللَّه - وَعَلَيْهِمَا بُرْدَتَانِ قَدْ غُطِّيَ بِهِمَا وُجُوههمَا وَعَلَى أَقْدَامهمْ شَيْء مِنْ نَبَات الأَرْض , فَأَخْرَجْنَاهُمَا يَتَثَنَّيَانِ تَثَنِّيًا كَأَنَّهُمَا دُفِنَا بِالأمْسِ " .
وَلَهُ شَاهِد بِإِسْنَادٍ صَحِيح عِنْد اِبْن سَعْد مِنْ طَرِيق أَبِي الزُّبَيْر عَنْ جَابِر . ]
{انظر كتاب فتح الباري شرح صحيح​ البخاري : ج ٣ ص ٢٥٧. للامام ابن حجر العسقلاني  الشافعي. وانظر كتاب الطبقات : ج ٣ ص ٥٦٢ - ٥٦٣. للامام ابن سعد}.

*📘• Imam Ibnu Hajar Al 'Asqalaaniy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'åla didalam Kitabnya " Fathu Al Baariy Syarhu Shahiih Al Bukhariy ":*

Sungguh Ibnu Ishaq telah menuturkan sebuah kisah dalam bab Maghaziy (beberapa peperangan), ia berkata : Telah menceritakan kepadaku : Bapakku dari sesepuh-sesepuh  Anshar, mereka berkata :

Saat Mu'awwiyyah menggali sumber air miliknya yang kebetulan melewati  pekuburan Para Syuhada', sumber airnya  menyemburkan air menerpa pekuburan mereka, kamipun mendatanginya dan mengeluarkan jenazah keduanya (yakni jenazah 'Amr dan 'Abdullah), sungguh dua kain burdah (kain selimut dari bulu hitam) ditutupkan pada  wajah keduanya, dan semacam beberapa  tetumbuhan bumi tumbuh disekitar telapak-telapak kaki mereka, maka kamipun mengeluarkan keduanya,  keduanya bisa  memberikan rasa simpatik/kagum, dengan rasa  kekaguman   seakan-akan  keduanya baru saja dikuburkan kemarin (dalam sebuah riwayat diperkirakan  sudah dikuburkan hampir 6 bulan).

Dan bagi hadits tersebut mempunyai syaahid/penguat *dengan Sanad Shahih* menurut Ibnu Sa'd dari Abi Az Zubair dari Jabir.
{Lihat Kitab Fathu Al Baariy Syarhu Shahiih Al Bukhariy : juz 3 hal 257. Karya Imam Ibnu Hajar Al "Asqalaniy Asy Syafi'iy. Dan kitab Ath Thabaqatu : juz 3 hal 562 - 563}.


*📗• قال الإمام ابن أبي العز الحنفي (شارح العقيدة  الطحاوي), رحمه الله تعالى :*

" حَرَّمَ اللَّهُ عَلَى الْأَرْضِ أَنْ تَأْكُلَ أَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ، كَمَا رُوِي فِي السُّنَنِ.
وَأَمَّا الشُّهَدَاءُ فَقَدْ شُوهِدَ مِنْهُمْ بَعْدَ مُدَدٍ مِنْ دَفْنِه ، كَمَا هُوَ لَمْ يَتَغَيَّرْ، فَيُحْتَمَلُ بَقَاؤُه كَذَلِكَ فِي تُرْبَتِه إِلَى يَوْمِ مَحْشَرِه، وَيُحْتَمَلُ أَنَّهُ يَبْلَى مَعَ طُولِ الْمُدَّة ، وَاللَّهُ أَعْلَمُ. وَكَأَنَّه - وَاللَّهُ أَعْلَمُ - كُلَّمَا كَانَتِ الشَّهَادَة أَكْمَلَ، وَالشَّهِيدُ أَفْضَلَ، كَانَ بَقَاءُ جَسَدِه أَطْوَلَ " انتهى
{انظر كتاب "شرح الطحاوية" : ص ٤٠١. للإمام ابن ابي العز الحنفي}.

*💞• Imam Ibnu Abil-‘Izz Al-Hanafiy rahimahullahu ta'åla berkata dalam kitabnya " Syarhu Al 'Aqiidah Ath Thahaawiyyah " :*

*“Dan Allah telah mengharamkan bagi bumi untuk memakan jasad para Nabi sebagaimana diriwayatkan dalam sunnah. Adapun syuhadaa’ : Di antara mereka telah disaksikan selang beberapa waktu setelah dikuburkannya bahwa tidak ada perubahan dalam dirinya (utuh) sebagaimana waktu dikuburkannya. Dan mungkin keadaannya di dalam tanah tetap seperti itu hingga hari kiamat. Dan mungkin pula bahwa jasadnya hancur seiring dengan lamanya waktu yang berjalan. Wallaahu a’lam” .
{Lihat Kitab Syarh Al-‘Aqiidah Ath-Thahawiyyah, hal :  396. Karya Imam Ibnu Abi Al 'Izz Al Hanafiy}.


*3)•🖊 Para Alim Ulama Yang Menegakkan Kalimat Allah.*

*📁• قال الإمام المناوي رحمه الله تعالى في كتابه " فيض القدير شرح الجامع الصغير ":*

 ثم هذا عام خص منه نحو عشرة أصناف كالأنبياء والشهداء والصديقين والعلماء العاملين والمؤذن المحتسب وحامل القرآن فمعنى الخبر كل ابن آدم مما يأكله التراب وإن كان التراب لا يأكل أجسادا كثيرة . {انظر كتاب فيض القدير شرح الجامع الصغير : ج ٥ ص ٩. للإمام المناوي}.

*🖍• Imam Munawiy rahimahullahu ta'åla berkata dalam kitabnya " Faidlu Al Qadiir ":*

Kemudian ini umum dan khusus darinya semacam  sepuluh golongan seperti jasad para nabi, Syuhada', shddiqiin/òrång-orang yang jujur, *_ulama' 'amiliin/ulama' yang mengamalkan ilmunya_*, tukang adzan yang tidak mengharapkan imbalan, dan penghafal Al Qur'an. Maka adapun makna khabar semua anak Adam termasuk perkara yang debu memakannya,  walaupun debu tidak selalu  memakan jasad yang banyak.
{Lihat Kitab Faidlu Al Qadidan r Syarhu Al Jaami'u Ash Shaghir : juz 5 hal 9. Karya Imam Al Munawiy}.


*📚• جاء في كتاب " سلسلة الأسماء والصفات " للشيخ  محمد الحسن الدِدُو الشنقيطي حفظه الله تعالى :*

وقالت طائفة: ويشمل ذلك العلماء أيضاً.
وقالت طائفة: ويشمل حملة القرآن.
وقالت طائفة: ويشمل المؤذنين، وهذا كله مبناه على التجارب، فقد جرب حصول ذلك، فبعض العلماء نبشت قبورهم بعد فترة طويلة ووجدت أجسامهم كما هي، وقد حصل هذا لشهداء أحد، فقد نبش معاوية رضي الله عنه بعضهم عندما أراد إجراء العين التي بجوار أحد إلى المدينة، فأمر بستة عشر من الأنصار من شهداء أحد فاستخرجهم، وكان ذلك بعد ست وأربعين سنة من دفنهم.
{انظر كتاب سلسلة الأسماء والصفات. للشيخ محمد الحسن الددو الشنقيطي}.

*📒• Tertulis dalam Kitab " Silsilatu Al Asmaa' Wa Ash Shifati " karya  Syaikh Muhammad Al Hasan Al Dido As Sinqithiy kelahiran Mauritania hafidzohullahu ta'åla :*

Berkata sebagian ulama' : Hal tersebut (bumi tidak memakan jasad para Nabi) mencakup/meliputi para Ulama'.

Sebagian berkata : Mencakup penghafal/pengemban Al Qur'an.

Sebagian yang lainnya lagi berkata : Mencakup para muadzin/tukang adzan. Dan semuanya terbangun atas dasar tajarrub/experimen/pembuktian nyata, sesungguhnya hasil dari semua hal tersebut telah teruji nyata. Bahkan sebagian ulama' telah digali kuburan mereka setelah periode/jangka waktu yang lama, dan jasad mereka ditemukan masih seperti sedia kala (dalam keadaan yang masih utuh).

Dan peristiwa ini telah terjadi pada para syuhada' perang Uhud. Sesungguhnya Mu'awwiyyah radliyyAllahu 'anhu telah menggali jenazah dari sebagian mereka, saat beliau ingin mengalirkan mata air yang berada disekitar gunung Uhud menuju Madinah, beliau memerintahkan agar 16 orang dari sahabat Anshar yang termasuk dari syuhada' perang Uhud, jasad  mereka dikeluarkan, dan peristiwa itu terjadi setelah jangka waktu 46 tahun dari pemakaman mereka.
{Lihat Kitab Al Asmaa'i Wa Ash Shifati. Karya Syaikh Muhammad al-Hasan Walid al-Didō al-Shanqītī}.


*4)•🖋Para Syuhada Yang Sentiasa Memperjuangkan Islam.*

Banyak sekali contoh Syuhada'  dari kalangan para sahabat Nabi yang gugur demi memperjuangkan Islam, baik mereka berperang bersama Nabi ataupun tidak. Jenazah mereka tidak lapuk dimakan zaman. Hal ini terbukti dengan sejarah-sejarah karena  jasad mereka timbul kembali baik karena faktor bencana yang menimpa kuburan mereka, ataupun karena adanya proyek yang menerjang pemakaman mereka sehingga jasadnya harus dikeluarkan dan dipindahkan. Sejarah nyata tersebut diabadikan dalam beberapa riwayat, diantaranya : 

*📁• وقد وردت قصة والد جابر وهو عبد الله بن عمرو الأنصاري عند الإمام مالك في الموطأ :

 حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي صَعْصَعَةَ أَنَّهُ بَلَغَهُ :

أَنَّ عَمْرَو بْنَ الْجَمُوحِ وَعَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرٍو الْأَنْصَارِيَّيْنِ ثُمَّ السَّلَمِيَّيْنِ كَانَا قَدْ حَفَرَ السَّيْلُ قَبْرَهُمَا وَكَانَ قَبْرُهُمَا مِمَّا يَلِي السَّيْلَ وَكَانَا فِي قَبْرٍ وَاحِدٍ وَهُمَا مِمَّنْ اسْتُشْهِدَ يَوْمَ أُحُدٍ فَحُفِرَ عَنْهُمَا لِيُغَيَّرَا مِنْ مَكَانِهِمَا فَوُجِدَا لَمْ يَتَغَيَّرَا كَأَنَّهُمَا مَاتَا بِالْأَمْسِ وَكَانَ أَحَدُهُمَا قَدْ جُرِحَ فَوَضَعَ يَدَهُ عَلَى جُرْحِهِ فَدُفِنَ وَهُوَ كَذَلِكَ فَأُمِيطَتْ يَدُهُ عَنْ جُرْحِهِ ثُمَّ أُرْسِلَتْ فَرَجَعَتْ كَمَا كَانَتْ وَكَانَ بَيْنَ أُحُدٍ وَبَيْنَ يَوْمَ حُفِرَ عَنْهُمَا سِتٌّ وَأَرْبَعُونَ سَنَةً
{رواه مالك في كتابه الموطأ : ج ١ ص ٣٧٤ /  كتاب الجهاد    / باب الدفن في قبر واحد من ضرورة وإنفاذ أبي بكر رضي الله عنه عدة رسول الله / رقم الحديث : ١٠٢٣}.

Telah menceritakan kepadaku : Yahya. Dari Malik. Dari 'Abdurrahman bin Abu Sha'sha'ah. Telah sampai kepadanya : 

*_"Bahwa kuburan 'Amru bin Jamuh dan Abdullah bin 'Amru -(keduanya dari Anshar dari Bani Salam)- rusak akibat hujan yang merendamnya. Hal itu karena kuburan berada di area banjir, keduanya dikubur dalam satu liang, dan mereka termasuk kurban yang terbunuh dalam perang uhud. Lalu digalilah kuburan mereka untuk dipindahkan, namun jasad keduanya tidak berubah sama sekali, seakan-akan keduanya baru meninggal kemarin. Salah seorang dari mereka terluka dan meletakkan tangannya pada lukanya, lalu ia dikuburkan dalam kondisi seperti itu. Setelah digali, tangannya berusaha untuk diluruskan namun tidak bisa (kembali ke tempatnya semula) . Padahal jarakgambar antara perang uhud dan saat  penggalian itu dilakukan adalah empat puluh enam (46) tahun."_*
{Lihat Kitab Al Muwatho' : juz 1 hal 374 / Kitaabu Al Jihaadi / Baabu Ad Dafni Fi Qåbrì Waahidin ... / No. 1023}.Hb

*📒• ونقل المباركفوري عن ابن إسحق , قَالَ بن إِسْحَاقَ : وَحَدَّثَنِي عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ أَنَّهُ حَدَّثَ :

" أَنَّ رَجُلًا مِنْ أَهْلِ نَجْرَانَ كَانَ زَمَانَ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ حَفَرَ خُرْبَةً مِنْ خُرَبِ نَجْرَانَ لِبَعْضِ حَاجَتِهِ فَوُجِدَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ التَّامِرِ تَحْتَ دَفْنٍ فِيهَا قَاعِدًا وَاضِعًا يَدَهُ عَلَى ضَرْبَةٍ فِي رَأْسِهِ مُمْسِكًا عَلَيْهَا بِيَدِهِ فَإِذَا أُخِذَتْ يَدُهُ عَنْهَا انْبَعَثَ دَمًا وَإِذَا أُرْسِلَتْ يَدُهُ رُدَّتْ عَلَيْهَا فَأَمْسَكَتْ دَمَهَا وَفِي يَدِهِ خَاتَمٌ مَكْتُوبٌ فِيهِ رَبِّي اللَّهُ فَكَتَبَ فِيهِ إِلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ يُخْبِرُهُ بِأَمْرِهِ فَكَتَبَ عُمَرُ إِلَيْهِمْ أَنْ أَقِرُّوهُ عَلَى حَالِهِ وَرُدُّوا عَلَيْهِ الَّذِي كَانَ عَلَيْهِ فَفَعَلُوا ". 
{انظر كتاب تحفة الأحوذي شرح سنن الترمذي : ج ٩ ص ١٨٦ / ٤٤ - أبواب تفسير القرآن / باب ومن سورة البروج /  رقم الحديث : ٣٣٤٠. للإمام المباركفوري}.

*📘• Al Mubarakfuriy menukil dari Ibnu Ishaq, ia berkata :

Dan telah menceritakan kepadaku : 'Abdullah bin Abi Bakr bin Muhammad bin 'Amr bin Haram, sesungguhnya ia menceritakan :

Sesungguhnya seorang lelaki dari kaum Najran, ia hidup di zaman 'Umar bin Al Khaththab sedang menggali sebuah lubang  dari beberapa lubang dinajran (Madinah) karena untuk memenuhi  sebagian urusan hajatnya, kemudian ditemukan jasad 'Abdullah bin At Taamir dibawah sebuah galian dikawasan tersebut dengan posisi duduk dan beliau meletakkan  tangannya diatas  luka benturan di kepalanya, beliau menahannya dengan tangannya, ketika tangannya diraih/dilepaskan dari lukanya, maka darah mengucur, dan ketika tangannyå dibiarkan terurai,  maka  tangannyapun  kembali menutupi  lukanya, lalu darahnyapun berhenti  mengucur. Dan ditangan beliau terdapat cincin bertuliskan " RabbiyyAllah ", maka lelaki dari kaum Najran  berkirim surat  dalam kasus ini kepada 'Umar bin Al Khaththab  memberikan kabar kepada beliau tentang keadaan 'Abdullah At Taamir, maka 'Umarpun membalas surat yang dikirimkan  lelaki dari najran tersebut kepada mereka (dalam surat balasannya 'Umar) berkata : Kalian biarkanlah (jenazahnya)  dalam keadaannya semula, dan kalian kembalikanlah (jenazahnya)  dibawah galian yang mana beliau tadinya berada didalamnya. Maka merekapun melaksanakannya.
{Lihat Kitab Tuhfatu Al Ahwadzi Syarhu Sunan Tirmidzi : juz 9 hal 186 / 44 - Abwaabu Tafsiiri Al Qur'an / Baabu Wa Min Surati Al Buruuj / No. 3340}.

*💓• Ibnu Sa’ad berkata :” para sahabat Nabi berkata :*

    ” Abdullah adalah sahabat yang pertama gugur dalam perang uhud dan Amr ibn Jamuh adalah seorang dengan postur yang tinggi, kami mengubur keduanya dalam satu lahad, suatu hari terjadi banjir dan merusak kuburan mereka sehingga jasad mereka terlihat. Abdullah terluka di wajahnya dan tangan memegangi luka itu, kami melepaskan tangannya dan darahnyapun masih mengucur, ketika tangannya dikembalikan ke luka tersebut darahnyapun berhenti mengucur”


Jabir berkata : ” ketika aku melihat ayah diliang lahadnya jasadnya nampak seperti orang tidur, kondisinya tidak berubah sedikitpun padahal ia sudah di kubur selama 40 tahun, setelah itu kami memindahkannya ketempat yang lain”.

*✒• Keutamaan Lain Para Syuhada' Dan Hutang Mereka Harus Tetap Dibayarkan.*

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَبِيبِ بْنِ عَرَبِيٍّ ، حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ كَثِيرٍ الْأَنْصَارِيُّ ، قَال : سَمِعْتُ طَلْحَةَ بْنَ خِرَاشٍ ، قَال : سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ ، يَقُولُ : لَقِيَنِي رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ❤، فَقَالَ لِي :

" يَا جَابِرُ ، مَا لِي أَرَاكَ مُنْكَسِرًا ؟ قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، اسْتُشْهِدَ أَبِي ، قُتِلَ يَوْمَ أُحُدٍ وَتَرَكَ عِيَالًا وَدَيْنًا ، قَالَ : أَفَلَا أُبَشِّرُكَ بِمَا لَقِيَ اللَّهُ بِهِ أَبَاكَ ؟

قَالَ : قُلْتُ : بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ ،

قَالَ : مَا كَلَّمَ اللَّهُ أَحَدًا قَطُّ إِلَّا مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ، وَأَحْيَا أَبَاكَ فَكَلَّمَهُ كِفَاحًا ، فَقَالَ : يَا عَبْدِي ، تَمَنَّ عَلَيَّ أُعْطِكَ ، قَالَ : يَا رَبِّ ، تُحْيِينِي فَأُقْتَلَ فِيكَ ثَانِيَةً ، قَالَ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ : إِنَّهُ قَدْ سَبَقَ مِنِّي أَنَّهُمْ إِلَيْهَا لَا يُرْجَعُونَ ،

قَالَ : وَأُنْزِلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ وَلا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا (سورة آل عمران آية : ١٦٩)" ،

*_قَالَ أَبُو عِيسَى : هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ ،_* وَلَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ حَدِيثِ مُوسَى بْنِ إِبْرَاهِيمَ ، وَرَوَاهُ عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمَدِينِيِّ وَغَيْرُ وَاحِدٍ مِنْ كِبَارِ أَهْلِ الْحَدِيثِ ، هَكَذَا عَنْ مُوسَى بْنِ إِبْرَاهِيمَ ، وَقَدْ رَوَى عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَقِيلٍ ، عَنْ جَابِرٍ شَيْئًا مِنْ هَذَا .
{رواه الترمذي /  كتاب تفسير القرآن     / باب ومن سورة آل عمران / رقم الحديث : ٣٠١٠}.

Telah menceritakan kepada kami : Yahya bin Habib bin 'Arabi. Telah menceritakan kepada kami : Musa bin Ibrahim bin Katsir Al Anshariy, ia berkata; Aku mendengar Thalhah bin Hirasy, ia berkata; Aku mendengar Jabir bin Abdullah, beliau  berkata;

Rasulullah ِﷺ💘  menemuiku dan bertanya:

*_"Hai Jabir, kenapa kau terlihat sedih?"_*

Aku menjawab; "Wahai Rasulullah, ayahku mati syahid saat perang Uhud, dan *dia masih meninggalkan keluarga dan hutang."*

Beliau bertanya:

*_"Maukah aku beri khabar gembira bagaimana ayahmu menemui Allah?"_*

Ia menjawab; "Ya, wahai Rasulullah."

Beliau bersabda:

*_"Tidaklah Allah mengajak bicara dengan seseorang pun melainkan melalui tabir, dan Allah menghidupkan ayahmu lalu mengajak bicara secara berhadap-hadapan. Allah berfirman: Hai hambaKu, mintalah padaku niscaya Aku memberimu. Dia berkata; "Wahai Rabb, hidupkan aku lalu aku terbunuh di (jalan) Mu sekali lagi."_*

Rabb 'azza wajalla berfirman:

"Sesungguhnya telah berlalu dariKu bahwa mereka tidak akan dikembalikan lagi ke dunia."

Jabir berkata; lalu turunlah Ayat: Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati QS Ali Imran: 169 dan seterusnya."

*_Abu Isa berkata; Melalui jalur ini, Hadits ini Hasan Gharib."_*

Abdullah bin Muhammad bin 'Aqil  meriwayatkan sebagian hadits ini dari Jabir, dan kami hanya mengetahuinya dari hadits Musa bin Ibrahim. Ali bin Abdullah bin Al Madini dan lainnya meriwayatkan hadits ini dari para pembesar ahli hadits. Seperti itu juga dari Musa bin Ibrahim.
{HR. Tirmidzi / Kitab Tafsir Al Qur'an / Baabu Wa Min Surati Ali Imran / No. 3010}.


حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ جَرِيرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ :

أُصِيبَ أَبِي يَوْمَ أُحُدٍ فَجَعَلْتُ أَكْشِفُ الثَّوْبَ عَنْ وَجْهِهِ وَأَبْكِي وَجَعَلُوا يَنْهَوْنَنِي وَرَسُولُ اللَّهِ ﷺ 💓 لَا يَنْهَانِي ،

قَالَ : وَجَعَلَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ عَمْرٍو تَبْكِيهِ ،

فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ❤ :

*_«تَبْكِيهِ أَوْ لَا تَبْكِيهِ مَا زَالَتْ الْمَلَائِكَةُ تُظِلُّهُ بِأَجْنِحَتِهَا حَتَّى رَفَعْتُمُوهُ»._*

حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ عُبَادَةَ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ ح و حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ كِلَاهُمَا عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ جَابِرٍ بِهَذَا الْحَدِيثِ غَيْرَ أَنَّ ابْنَ جُرَيْجٍ لَيْسَ فِي حَدِيثِهِ ذِكْرُ الْمَلَائِكَةِ وَبُكَاءُ الْبَاكِيَةِ

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ أَبِي خَلَفٍ حَدَّثَنَا زَكَرِيَّاءُ بْنُ عَدِيٍّ أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرٍو عَنْ عَبْدِ الْكَرِيمِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَ جِيءَ بِأَبِي يَوْمَ أُحُدٍ مُجَدَّعًا فَوُضِعَ بَيْنَ يَدَيْ النَّبِيِّ ﷺ 💞  فَذَكَرَ نَحْوَ حَدِيثِهِمْ
{رواه مسلم / كتاب فضائل الصحابة    / باب من فضائل عبد الله بن عمرو بن حرام والد جابر رضي الله تعالى عنهما / رقم الحديث : ٢٤٧١}.

Telah menceritakan kepada kami : Muhammad bin Al Mutsanna.  Telah menceritakan kepada kami : Wahb bin Jarir.  Telah menceritakan kepada kami : Syu'bah. Dari Muhammad bin Al Munkadir. Dari Jabir bin 'Abdillah, beliau  berkata;

"Ayahku terbunuh disaat perang Uhud, maka aku menyingkap pakaian yang menutupi wajahnya dan menangis. Para sahabat melarangku untuk menangis, tetapi Rasulullah ﷺ 💞  tidak melarangku.

Jabir berkata; "Fatimah binti Amr menangisinya.

Maka Rasulullah  ﷺ 💞 bersabda:

*_"Para malaikat akan terus menaungi dengan sayapnya sampai kalian mengangkatnya, meskipun kalian menangisinya atau tidak menangisinya."_*

Telah menceritakan kepada kami : 'Abad bin Humaid. Telah menceritakan kepada kami : Rauh bin 'Ubadah.  Telah menceritakan kepada kami : Ibnu Juraij. -(Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya)-, Dan telah menceritakan kepada kami : Ishaq bin Ibrahim. Telah mengabarkan kepada kami 'Abdur Razzaq.  Telah menceritakan kepada kami : Ma'mar, keduanya dari Muhammad bin Al Munkadir. Dari Jabir dengan Hadits ini. Namun Ibnu Juraij di dalam Haditsnya tidak menyebutkan para malaikat dan orang-orang yang menangisinya.

Telah menceritakan kepada kami : Muhammad bin Ahmad bin Abu Khalaf. Telah menceritakan kepada kami : Zakaria bin 'Adi.  Telah mengabarkan kepada kami : 'Ubaidullah bin 'Amru dan 'Abdul karim. Dari Muhammad bin Al Munkadir. Dari Jabir, beliau  berkata;

Pada waktu perang Uhud, bapakku di bawa dalam keadaan sudah terputus-putus anggota tubuhnya, lalu di letakkan di hadapan Nabi ﷺ 💞-dan seterusnya dengan Hadits yang serupa.-
{HR. Muslim / Kitabu Fadloo'ili Ash Shahaabati / Baabu Min Fadloo'ili 'Abdullah bin 'Amr bin Haram Waalidi Jaabir RadliyyAllahu 'Anhuma / No. 2471}.


حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ عُبَادَةَ، حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا، أَخْبَرَنَا أَبُو الزُّبَيْرِ، أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللهِ، يَقُولُ:

«غَزَوْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ 💘  سَبْعَ عَشْرَةَ غَزْوَةٍ»،

قَالَ جَابِرٌ: لَمْ أَشْهَدْ بَدْرًا، وَلا أُحُدًا، مَنَعَنِي أَبِي، فَلَمَّا قُتِلَ يَوْمَ أُحُدٍ، لَمْ أَتَخَلَّفْ عن رَسُولِ اللَّهِ ﷺ🌹 فِي غَزْوَةٍ قَطُّ.
{رواه مسلم / ٣٢ - كتاب الجهاد والسير / ٤٩ - باب عدد غزوات النبي صلى الله عليه وسلم /  رقم الحديث : ١٨١٣}.

Telah menceritakan kepada kami : Zuhair bin Harb. Telah menceritakan kepada kami : Rauh bin 'Ubaadah. Telah menceritakan kepada kami : Zakariyya. Telah mengabarkan kepada kami : Abu Az Zubair, sesungguhnya ia mendengar Jabir berkata :

Aku berperang bersama Rasulullah ﷺ 💓 sebanyak 17 kali peperangan. Jabir berkata : Aku tidak mengikuti  perang Badr dan perang Uhud, karena ayahku menahanku, ketika ayahku dibunuh gugur diperang Uhud, aku tidak pernah  ketinggalan sama sekali dari Rasulillah ﷺ ❤ dalam berperang.
{HR. Muslim / 32 - Kitaabu Al Jihaadi Wa As Siyari / 49 - Baabu 'Adadi Ghazawati An Nabi ﷺ ❤ / No. 1813}.

*✏• قال ابن حجر العسقلاني الشافعي رحمه الله تعالى في كتابه " فتح الباري شرح صحيح البخاري :*

وَقَدْ ذَكَرَ اِبْن إِسْحَاق الْقِصَّة فِي الْمَغَازِي فَقَالَ :

" حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ أَشْيَاخ مِنْ الْأَنْصَار قَالُوا : لَمَّا ضَرَبَ مُعَاوِيَة عَيْنه الَّتِي مَرَّتْ عَلَى قُبُور الشُّهَدَاء اِنْفَجَرَتْ الْعَيْن عَلَيْهِمْ فَجِئْنَا فَأَخْرَجْنَاهُمَا - يَعْنِي عَمْرًا وَعَبْد اللَّه - وَعَلَيْهِمَا بُرْدَتَانِ قَدْ غُطِّيَ بِهِمَا وُجُوههمَا وَعَلَى أَقْدَامهمْ شَيْء مِنْ نَبَات الْأَرْض ، فَأَخْرَجْنَاهُمَا يَتَثَنَّيَانِ تَثَنِّيًا كَأَنَّهُمَا دُفِنَا بِالْأَمْسِ " . وَلَهُ شَاهِد بِإِسْنَادٍ صَحِيح عِنْد اِبْن سَعْد مِنْ طَرِيق أَبِي الزُّبَيْر عَنْ جَابِر .))
{انظر كتاب فتح الباري شرح صحيح البخاري :  ج ٤ ص ٤٢١. للإمام ابن حجر العسقلاني الشافعي}.

*📘• Imam Ibnu Hajar Al 'Asqalaaniy Asy  Syafi'iy rahimahullahu ta'åla didalam Kitabnya " Fathu Al Baariy Syarhu Shahiih Al Bukhariy ":*

Sungguh Ibnu Ishaq telah menuturkan sebuah kisah dalam bab Maghaziy (beberapa peperangan), ia berkata : Telah menceritakan kepadaku : Bapakku dari sesepuh-sesepuh  Anshar, mereka berkata :

Saat Mu'awwiyyah menggali sumber air miliknya yang kebetulan melewati  pekuburan Para Syuhada', sumber airnya  menyemburkan air menerpa pekuburan mereka, kamipun mendatanginya dan mengeluarkan jenazah keduanya (yakni jenazah 'Amr dan 'Abdullah), sungguh dua kain burdah (kain selimut dari bulu hitam) ditutupkan pada  wajah keduanya, dan semacam beberapa  tetumbuhan bumi tumbuh disekitar telapak-telapak kaki mereka, maka kamipun mengeluarkan keduanya,  keduanya dalam kondisi melipatkan kedua tangan dan kakinya, dengan kondisi masih  melipatkan kedua tangan dan kakinya tersebut,   seakan-akan  keduanya baru saja dikuburkan kemarin (dalam sebuah riwayat diperkirakan  sudah dikuburkan hampir 6 bulan).

Dan bagi hadits tersebut mempunyai syaahid/penguat *dengan Sanad Shahih* menurut Ibnu Sa'd dari Abi Az Zubair dari Jabir.
{Lihat Kitab Fathu Al Baariy Syarhu Shahiih Al Bukhariy : juz 3 hal 257. Karya Imam Ibnu Hajar Al "Asqalaniy Asy Syafi'iy. Dan kitab Ath Thabaqatu : juz 3 hal 562 - 563}.

*📝• جاء في كتاب الطبقات الكبرى للإمام ابن سعد رحمه الله تعالى :*

قَالَ : أَخْبَرَنَا قَالَ : أَخْبَرَنَا شِهَابُ بْنُ عَبَّادٍ الْعَبْدِيُّ ، قَالَ : أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْجَبَّارِ بْنُ وَرْدٍ ، عَنِ الزُّبَيْرِ ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ ، قَالَ :

" لَمَّا أَرَادَ مُعَاوِيَةُ أَنْ يُجْرِيَ عَيْنَهُ الَّتِي بِأُحُدٍ كَتَبُوا إِلَيْهِ :

إِنَّا لا نَسْتَطِيعُ أَنْ نُجْرِيَهَا إِلا عَلَى قُبُورِ الشُّهَدَاءِ " ،

قَالَ : " فَكَتَبَ : انْبُشُوهُمْ " ،

قَالَ : " فَرَأَيْتُهُمْ يُحْمَلُونَ عَلَى أَعْنَاقِ الرِّجَالِ كَأَنَّهُمْ قَوْمٌ نِيَامٌ ، وَأَصَابَتِ الْمِسْحَاةُ طَرَفَ رِجْلِ حَمْزَةَ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ فَانْبَعَثَتْ دَمًا " .
{انظر كتاب الطبقات الكبرى : ج ٣ ص ١١ / طَبَقَاتُ الْبَدْرِيِّينَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ ذكر ... /  الطبقة الأولى على السابقة فِي الْإِسْلَام مِمَّنْ ...     / حَمْزَةُ بْنُ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ / رقم الحديث : ٢٦٥٦. للامام ابن سعد}.

*🖊• Tertera dalam kitab Ath Thabaqatu Al Kubro karya Imam Ibnu Sa'd rahimahullahu ta'åla :*

Perawi berkata : Telah mengabarkan kepada kami, ia berkata : Telah mengabarkan kepada kami : Syihaab bin 'Abbaad Al 'Abdillah, ia berkata : Telah mengabarkan kepada kami : 'Abdul Jabbaar bin Wardin. Dari Az Zubair. Dari Jaabir bin 'Abdillah, beliau berkata :

Ketika Mu'awwiyyah ingin mengalirkan mata air yang berada digunung Uhud, orang-orang (para  pekerja) menulis surat kepadanya : Kami tidak sanggup apabila mengalirkannya kecuali melewati pemakaman para Syuhada'.

Jabir berkata : Maka Mu'awwiyyah membalas suratnya dan berkata : Kalian galilah kuburan mereka.

Jabir berkata : Maka akupun  melihat mereka dibawa dileher-leher para lelaki laksana kaum yang sedang tertidur, dan sebuah sekop mengenai ujung jari Hamzah bin Abdul Muthalib, kemudian jarinya  mengucurkan darah.
{Lihat Kitab Ath Thabaqatu Al Kubro : juz 3 hal 11 / No. 2656. Karya Ibnu Sa'd}.


أخبرنا عمرو بن الهيثم أبو قطن، قال: أخبرنا هشام الدستوائي عن أبي الزبير عَنْ جَابِرٍ قَالَ:

صَرَخَ بِنَا إِلَى قَتْلانَا يَوْمَ أُحُدٍ حِينَ أَجْرَى مُعَاوِيَةُ الْعَيْنَ فَأَخْرَجْنَاهُمْ بَعْدَ أَرْبَعِينَ سنة لينة أجسادهم تتثنى أَطْرَافُهُمْ.

Telah mengabarkan kepada kami : 'Amr bin Al Haitsamiy Abu Qathn, ia berkata : Telah mengabarkan kepada kami : Hisyam Ad Dastawaa'iy. Dari Az Zubair. Dari Jabir, beliau berkata :

Meneriaki kami supaya menuju tempat dimana  terbunuhnya keluarga kami para kurban waktu perang uhud, saat Mu'awwiyyah akan mengalirkan sumber air, kamipun mengeluarkan mereka (para Syuhada' Uhud) setelah dikubur selama 40 tahun, lembut jasad-jasad mereka, dan dalam posisi melipat kaki tangan mereka.

*✒• وقال عبد الرزاق في [مصنفه] في كتاب الجنائز وفي كتاب الجهاد:*

عن ابن عيينة عن أبي الزبير : أنه سمع جابر بن عبد الله يقول:

لما أراد معاوية أن يجري الكظامة قال: من كان له قتيل فليأت قتيله، يعني: قتلى أحد ، قال: فأخرجهم رطابا يتثنون. قال: فأصابت المسحاة رجل رجل منهم فانفطرت دما، قال أبو سعيد : لا ينكر بعد هذا منكر أبدا . اهـ.
(رواه عبد الرزاق في كتابه " المصنف    " / كتاب الجنائز     /  باب الصلاة على الشهيد وغسله / رقم الحديث : ٦٦٥٦}.

*📚• Dan Abdurrazaq berkata di dalam Kitabnya [Al Mushannif] dalam Kitab Janaa'iz dan Kitab Jihaad :*

Dari Ibnu 'Uyainah. Dari Abi Az Zubair, sesungguhnya ia mendengar Jabir bin 'Abdillah berkata :

Saat Mu'awwiyyah ingin mengalirkan kadzoomah (bendungan). Jaabir berkata : Barangsiapa mempunyai keluarga yang terbunuh, maka  silahkan datangilah, yakni yang kumaksud para kurban yang gugur pada Perang Uhud.

Jabir berkata :
Kemudian orang tersebut mengeluarkan mereka yang kondisinya masih dalam keadaan basah dan melipat kedua tangan dan kakinya.

Jaabir berkata : Sebuah sekop mengenai kaki seorang lelaki dari antara mereka, lalu  darahnyapun  mengucur.

Abu Sa'id berkata :

*_Semenjak setelah itu orang yang mengingkari (jasad Syuhada' masih utuh dan masih hidup) tidak lagi mengingkarinya._*
{HR. Abdurrazzaq dalam Kitabnya Al Mushannif / Kitaabu Al Janaa'iz / Baabu Ash Shalaati 'Alaa Asy Syahiidi Wa Ghuslihi / No. 6656}.

وعند ابن الجوزي في [صفوة الصفوة] عن جابر قال:

لَمَّا أَرَادَ مُعَاوِيَةُ أَنْ يُجْرِيَ عَيْنَهُ الَّتِي بِأُحُدٍ كَتَبُوا إِلَيْهِ: إِنَّا لا نَسْتَطِيعُ أَنْ نُجْرِيَهَا إِلا عَلَى قُبُورِ الشُّهَدَاءِ «، قَالَ: » فَكَتَبَ: انْبُشُوهُمْ «، قَالَ: » فَرَأَيْتُهُمْ يُحْمَلُونَ عَلَى أَعْنَاقِ الرِّجَالِ كَأَنَّهُمْ قَوْمٌ نِيَامٌ، وَأَصَابَتِ الْمِسْحَاةُ طَرَفَ رِجْلِ حَمْزَةَ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ فَانْبَعَثَتْ دَمًا

*📔• Dan menurut Ibnu Al Jauziy dalam Kitabnya Shifatu Ash Shifati. Dari Jaabir, beliau berkata :*

Ketika Mu'awwiyyah ingin mengalirkan mata air yang berada digunung Uhud, orang-orang (para  pekerja) menulis surat kepadanya : Kami tidak sanggup apabila mengalirkannya kecuali melewati pemakaman para Syuhada'.

Jabir berkata : Maka Mu'awwiyyah membalas suratnya dan berkata : Kalian galilah kuburan mereka.

Jabir berkata : Maka akupun  melihat mereka dibawa dileher-leher para lelaki laksana kaum yang sedang tertidur, dan sebuah sekop mengenai ujung jari Hamzah bin Abdul Muthalib, kemudian jarinya  mengucurkan darah.

*5)•🖌Para Penghafal Al Qur'an Dan Beramal Dengan Al Qur'an.*

*📝• قال الإمام الزرقاني المالكي رحمه الله تعالى في كتابه " شرح الموطأ ":*

قَالَ ابْنُ عَبْدِ الْبَرِّ: هَذَا عُمُومٌ يُرَادُ بِهِ الْخُصُوصُ لِمَا رُوِيَ فِي أَجْسَادِ الْأَنْبِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ أَنَّ الْأَرْضَ لَا تَأْكُلُهُمْ، وَحَسْبُكَ مَا جَاءَ فِي شُهَدَاءِ أُحُدٍ، إِذْ أُخْرِجُوا بَعْدَ سِتٍّ وَأَرْبَعِينَ سَنَةً لَيِّنَةً أَجْسَادُهُمْ، يَعْنِي أَطْرَافَهُمْ فَكَأَنَّهُ قَالَهُ مَنْ تَأْكُلُهُ الْأَرْضُ فَلَا تَأْكُلُ مِنْهُ عَجْبَ الذَّنَبِ، وَإِذَا جَازَ أَنْ لَا تَأْكُلَهُ جَازَ أَنْ لَا تَأْكُلَ الشُّهَدَاءَ، وَإِنَّمَا فِي هَذَا التَّسْلِيمُ لِمَنْ يَجِبُ لَهُ التَّسْلِيمَُ، ﷺ ❤ انْتَهَى.

وٙزٙادٙ غَيْرُهُ: الصِّدِّيقِينَ وَالْعُلَمَاءَ الْعَامِلِينَ، وَالْمُؤَذِّنَ الْمُحْتَسِبَ، *_وَحَامِلَ الْقُرْآنِ الْعَامِلَ بِه_*ِ، وَالْمُرَابِطَ، وَالْمَيِّتَ بِالطَّاعُونِ صَابِرًا مُحْتَسِبًا، وَالْمُكْثِرَ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ، وَالْمُحِبِّينَ لِلَّهِ، فَتِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ. {انظر كتاب شرح الزرقاني على الموطأ : ج ٢ ص ١٢٢. للإمام الزرقاني المالكي}.

*✏• Berkata Imam Zurqaniy Al Malikiy rahimahullahu ta'åla dalam Kitabnya " Syarhu Al Muwatho' ":*

Ibnu 'Abdil Barr berkata : Ini bersifat umum yang dikehendaki dengannya bersifat khusus, karena berdasarkan yang diriwayatkan dalam kasus jasad para Nabi  dan para Syuhada', sesungguhnya bumi tidak memakan jasad mereka.

Dan cukuplah (sebagai bukti) bagi anda apa yang telah datang dalam kasus Syuhada' perang Uhud, ketika mereka dikeluarkan setelah 46 tahun, masih dalam keadaan lembut jasad-jasad mereka, yakni anggota badan mereka. Seolah olah hal tersebut seperti apa yang dikatakan bahwa bumi itu memakan seseorang, namun tidak memakan tulang ekor ('ajbudz dzanab) darinya. Dan ketika bumi  tidak bisa  memakan tulang ekornya, maka bisa juga apabila  bumi tidak bisa memakan jasad para Syuhada'. Dan semestinya dalam kasus ini,  keselamatan​lah  bagi orang yang suka mengirimkan  salam kepada Baginda Nabi ﷺ ❤.

Dan ulama' lain menambahkan : (Bumi tidak akan memakan jasad) orang-orang yang jujur, ulama' yang mengamalkan ilmunya, tukang adzan yang tidak mengharapkan upah, *_penghafal qur'an yang mengamalkan hafalan qur'annya_*, orang yang gugur sebab menjaga benteng pertahanan perang Fi Sabilillah, orang yang mati akibat penyakit tha'un yang ia terima dengan sabar dan hanya mengharapkan ridlo Allah semata, orang yang banyak berdzikir kepada Allah, dan orang yang selalu mencintai Allah, maka sempurnalah 10 golongan tersebut.
{Lihat Kitab Syarhu Zurqaniy 'Alaa Al Muwwatha' Imam Malik : juz 2 hal 122. Karya Imam Zurqaniy Al Malikiy}

*📚• قال الإمام القرطبي المالكي رحمه الله تعالى في تفسيره "  الجامع لأحكام القرآن ":*

وقد ذكرنا هذا المعنى في" التذكرة" :

وأنّ الأرضٙ لا تأكُل الأنبِياءٙ والشُّهداءٙ والعلماءٙ والمؤٙذِنِيْن المُحْتٙسِبِيْنٙ *_وحٙمٙلٙةِ القُرآن _*.
{انظر كتاب تفسير القرطبي ( الجامع لأحكام القرآن)    : ج ٤ ص ٢٧٠ /  سورة آل عمران    / قوله تعالى ولا تحسبن الذين قتلوا في سبيل الله أمواتا / للإمام القرطبي المالكي}.

*🌹• Berkata Imam Qurthubiy Al Malikiy rahimahullahu ta'åla dalam kitab tafsirnya " Al Jaami'u Li Ahkaami Al Qur'an ":*

Sesungguhnya kami telah menyebutkan makna ini dalam kitab " At Tadzkiroh " :

Dan sesungguhnya bumi tidak akan memakan jasad Para Nabi, Para Syuhada', Ulama', Tukang Adzan yang tidak mengharapkan imbalan, dan *_Penghafal Al Qur'an (yang mengamalkan Qur'annya)._*
{Lihat Kitab Tafsir Al Qurthubiy " Al Jaami'u Li Ahkaami Al Qur'an : juz 4 hal 270. Karya Imam Qurthubiy Al Malikiy}.

*📖• جاء في كتاب إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين  للعلامة السيد أبو بكر (المشهور بالبكري) بن محمد شطا الدمياطي الشافعي، المتوفى: بعد ١٣٠٢هـ، رحمه الله تعالى :*

وقد نظمهم بعضهم بقوله: لا تأكل الأرض جسما للنبي ولا لعالم، وشهيد قتل معترك ولا لقارئ قرآن، ومحتسب أدانه، لا له مجرى الفلك ونظمهم الشمس. {انظر كتاب إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين : ج ٣ ص ١٥٨. للشيخ السيد البكري بن محمد شطا الدمياطي الشافعي}.

 *📘• Tertulis dalam kitab " I'anatu Ath Thaalibiin 'Alaa Hilli Alfaadzi Fathi Al Mu'in ". Karya Al 'Alaamah Sayyid Al Bakriy bin Muhammad Syatho Ad Dimyathiy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'åla :*

Dan sesungguhnya sebagian ulama' telah menadzamkannya dengan ucapan mereka :

Bumi tidak akan memakan jisím (jasad) Nabi, Orang 'Alim, syahid yang gugur dalam berkecamuknya perang, penghafal Al Qur'an, orang yang hanya mengharapkan ridlo Allah dengan adzannya, yang tidak ada baginya arah berputar. Dan Asy Syamsu telah mengurutkan mereka.
{Lihat Kitab  I'anatu Ath Thaalibiin 'Alaa Hilli Alfaadzi Fathi Al Mu'in : juz 3 hal 158.  Karya Al 'Alaamah Sayyid Al Bakriy bin Muhammad Syatho Ad Dimyathiy Asy Syafi'iy}.


*6)• 🖊 Pemimpin Yang Adil Dalam Menegakkan Syariat Allah.*

*🎤• قال العلامة الحبيب عبد الله بن حسين بن طاهر بن محمد بن هاشم باعلوي رحمه الله تعالى في كتابه " اسعاد الرفيق وبغية الصديق شرح سلام التوفيق ":*

قال سيدي على الونائي:" جاء في الخبر أن عشرة لا تبلى أجسامهم؛ النّبيّ، والعالم، والشّهيد، وحامل القرآن، والمؤذّن، *_والإمام العادل_*، والميّتة في نفاسها، ومن قتل مظلوما، ومن مات ليلة الجمعة او يومها.
{ انظر كتاب اسعاد الرفيق وبغية الصديق شرح سلام التوفيق : ص ٣١. للعلامة الحبيب  عبد الله بن حسين بن طاهر بن محمد بن هاشم باعلوي}.

*7)• 🖋 Muadzin Yang Tidak Meminta Imbalan Dan Hanya Mengharapkan Ridlo Allah.*

📚• قال الإمام القرطبي المالكي رحمه الله تعالى في تفسيره "  الجامع لأحكام القرآن ":*

وقد ذكرنا هذا المعنى في" التذكرة" :

وأنّ الأرضٙ لا تأكُل الأنبِياءٙ والشُّهداءٙ والعلماءٙ *_والمؤٙذِنِيْن المُحْتٙسِبِيْنٙ_*, وحٙمٙلٙةِ القُرآن .
{انظر كتاب تفسير القرطبي ( الجامع لأحكام القرآن)    : ج ٤ ص ٢٧٠ /  سورة آل عمران    / قوله تعالى ولا تحسبن الذين قتلوا في سبيل الله أمواتا / للإمام القرطبي المالكي}.

*🌹• Berkata Imam Qurthubiy Al Malikiy rahimahullahu ta'åla dalam kitab tafsirnya " Al Jaami'u Li Ahkaami Al Qur'an ":*

Sesungguhnya kami telah menyebutkan makna ini dalam kitab " At Tadzkiroh " :

Dan sesungguhnya bumi tidak akan memakan jasad Para Nabi, Para Syuhada', Ulama', *_Tukang Adzan yang tidak mengharapkan imbalan hanya mengharap ridlo Allah_*, dan Penghafal Al Qur'an (yang mengamalkan Qur'annya).
{Lihat Kitab Tafsir Al Qurthubiy " Al Jaami'u Li Ahkaami Al Qur'an : juz 4 hal 270. Karya Imam Qurthubiy Al Malikiy}.

(كل ابن آدم يأكله التراب) أي كل أجزاء ابن آدم تبلى وتنعدم بالكلية أو المراد أنها باقية لكن زالت أعراضها المعهودة قال إمام الحرمين: ولم يدل قاطع سمعي على تعين أحدهما ولا يبعد أن تصير أجسام العباد بصفة أجسام التراب ثم تعاد بتركها إلى المعهود (إلا عجب الذنب) بفتح العين فسكون العظم الذي في أصل صلبه فإنه قاعدة البدن كقاعدة الجدار فيبقى ليركب خلقه منه عند قيام الناس من قبورهم وقال القاضي: أراد طول بقائه تحت التراب لا أنه لا يفنى أصلا لأنه خلاف المشهور ........ الى ان قال ثم هذا عام خص منه نحو عشرة أصناف كالأنبياء والشهداء والصديقين والعلماء العاملين والمؤذن المحتسب وحامل القرآن فمعنى الخبر كل ابن آدم مما يأكله التراب وإن كان التراب لا يأكل أجسادا كثيرة . {انظر كتاب فيض القدير : ج ٥ ص ٩. للإمام المناوي}.


*8)• 🖍 Wanita Yang Meninggal Sewaktu Melahirkan Anak Serta Senantiasa Taat Pada Perintah Allah.*

*💞• قال العلامة الحبيب عبد الله بن حسين بن طاهر بن محمد بن هاشم باعلوي رحمه الله تعالى في كتابه " اسعاد الرفيق وبغية الصديق شرح سلام التوفيق ":*

قال سيدي على الونائي:" جاء في الخبر أن عشرة لا تبلى أجسامهم؛ النّبيّ، والعالم، والشّهيد، وحامل القرآن، والمؤذّن، والإمام العادل، *_والميّتة في نفاسها_*، ومن قتل مظلوما، ومن مات ليلة الجمعة او يومها.
{ انظر كتاب اسعاد الرفيق وبغية الصديق شرح سلام التوفيق : ص ٣١. للعلامة الحبيب  عبد الله بن حسين بن طاهر بن محمد بن هاشم باعلوي}.

*📚📝• Berkata Al 'Alaamah Al Habib 'Abdullah bin Husain bin Thahir bin Muhammad bin Hasyim Ba 'Alawiy rahimahullahu ta'åla dalam kitabnya " Is'aadu Ar Rafiiq Wa Bughyatu Ash Shadiq Syarhu Sulam At Taufiq ":*

Berkata Sayyidiy 'Aliy Al Wanaa'i : Telah datang dalam khabar  bahwa sesungguhnya 10 orang ini tidak akan hancur (rusak) jasadnya :

1•  Para Nabi.

2• Orang 'Alim.

3• Orang yang mati syahid.

4• Orang yang hafal Al Qur'an (hafidz atau Hafidzah).

5• Orang yang selalu mengumandangkan adzan shalat lima waktu.

6• Imam/Pemimpin yang adil.

*_7• Wanita yang meninggal karena nifas (setelah melahirkan)._*

8• Orang yang  meninggal secara dzalim.

9 & 10• Orang yang meninggal dimalam Jum'at atau dihari jum'at.
{Lihat Kitab Is'aadu Ar Rafiiq Wa Bughyatu Ash  Shadiiq Syarhu Sulam At Taufiq : hal 31. Karya
Al 'Alaamah Al Habib 'Abdullah bin Husain bin Thahir bin Muhammad bin Hasyim Ba 'Alawiy}.


عن سلمان قال‏:‏ أتيت النبي صلى الله عليه وسلم بالزكاة ثلاث مرات فقال‏:‏

‏"‏ما تعدون الشهيد فيكم‏؟‏‏"‏ قالوا‏:‏ الذي يقتل في سبيل الله‏.‏ قال‏:‏ ‏"‏إن شهداء أمتي إذاً لقليل‏:‏ القتل في سبيل الله شهادة، والطاعون شهادة، والنفساء شهادة، والحرق شهادة، والغرق شهادة، والسل شهادة، والبطن شهادة‏"‏‏.‏

رواه الطبراني في الكبير وفيه مندل بن علي وفيه كلام كثير، وقد وثق‏.‏

*9)• ✏Orang Mati Dibunuh Atau Dianiaya Karena Mempertahankan Kehormatan Diri Dan Agama.*


*💞• قال العلامة الحبيب عبد الله بن حسين بن طاهر بن محمد بن هاشم باعلوي رحمه الله تعالى في كتابه " اسعاد الرفيق وبغية الصديق شرح سلام التوفيق ":*

قال سيدي على الونائي:" جاء في الخبر أن عشرة لا تبلى أجسامهم؛ النّبيّ، والعالم، والشّهيد، وحامل القرآن، والمؤذّن، والإمام العادل، والميّتة في نفاسها, *_ومن قتل مظلوما،_* ومن مات ليلة الجمعة او يومها.
{ انظر كتاب اسعاد الرفيق وبغية الصديق شرح سلام التوفيق : ص ٣١. للعلامة الحبيب  عبد الله بن حسين بن طاهر بن محمد بن هاشم باعلوي}.

*📚📝• Berkata Al 'Alaamah Al Habib 'Abdullah bin Husain bin Thahir bin Muhammad bin Hasyim Ba 'Alawiy rahimahullahu ta'åla dalam kitabnya " Is'aadu Ar Rafiiq Wa Bughyatu Ash Shadiq Syarhu Sulam At Taufiq ":*

Berkata Sayyidiy 'Aliy Al Wanaa'i : Telah datang dalam khabar  bahwa sesungguhnya 10 orang ini tidak akan hancur (rusak) jasadnya :

1•  Para Nabi.

2• Orang 'Alim.

3• Orang yang mati syahid.

4• Orang yang hafal Al Qur'an (hafidz atau Hafidzah).

5• Orang yang selalu mengumandangkan adzan shalat lima waktu.

6• Imam/Pemimpin yang adil.

7• Wanita yang meninggal karena nifas (setelah melahirkan).

*_8• Orang ya meninggal secara dzalim._*

9 & 10• Orang yang meninggal dimalam Jum'at atau dihari jum'at.
{Lihat Kitab Is'aadu Ar Rafiiq Wa Bughyatu Ash  Shadiiq Syarhu Sulam At Taufiq : hal 31. Karya
Al 'Alaamah Al Habib 'Abdullah bin Husain bin Thahir bin Muhammad bin Hasyim Ba 'Alawiy}.


*10)• ✒Orang Yang Mati Di Siang Hari Atau Di Malam Jumat Jika Mereka Itu Dari Kalangan Orang Yang Beriman Yang Sentiasa Menjaga Hukum Agama Semasa Hidup Di Dunia.*


*💞• قال العلامة الحبيب عبد الله بن حسين بن طاهر بن محمد بن هاشم باعلوي رحمه الله تعالى في كتابه " اسعاد الرفيق وبغية الصديق شرح سلام التوفيق ":*

قال سيدي على الونائي:" جاء في الخبر أن عشرة لا تبلى أجسامهم؛ النّبيّ، والعالم، والشّهيد، وحامل القرآن، والمؤذّن، والإمام العادل، والميّتة في نفاسها، ومن قتل مظلوما، *_ومن مات ليلة الجمعة او يومها._*
{ انظر كتاب اسعاد الرفيق وبغية الصديق شرح سلام التوفيق : ص ٣١. للعلامة الحبيب  عبد الله بن حسين بن طاهر بن محمد بن هاشم باعلوي}.

*🌹• Berkata Al 'Alaamah Al Habib 'Abdullah bin Husain bin Thahir bin Muhammad bin Hasyim Ba 'Alawiy rahimahullahu ta'åla dalam kitabnya " Is'aadu Ar Rafiiq Wa Bughyatu Ash Shadiq Syarhu Sulam At Taufiq ":*

Berkata Sayyidiy 'Aliy Al Wanaa'i : Telah datang dalam khabar  bahwa sesungguhnya 10 orang ini tidak akan hancur (rusak) jasadnya :

1•  Para Nabi.

2• Orang 'Alim.

3• Orang yang mati syahid.

4• Orang yang hafal Al Qur'an (hafidz atau Hafidzah).

5• Orang yang selalu mengumandangkan adzan shalat lima waktu.

6• Imam/Pemimpin yang adil.

7• Wanita yang meninggal karena nifas (setelah melahirkan).

8• Orang ya meninggal secara dzalim.

*_9 & 10• Orang yang meninggal dimalam Jum'at atau dihari jum'at._*
{Lihat Kitab Is'aadu Ar Rafiiq Wa Bughyatu Ash  Shadiiq Syarhu Sulam At Taufiq : hal 31. Karya
Al 'Alaamah Al Habib 'Abdullah bin Husain bin Thahir bin Muhammad bin Hasyim Ba 'Alawiy}.
*10• 📔🖍 Mayyit Bisa  Membaca Al Qur’an Didalam Kubur Atau Didalam Surga.*

Hal ini dijelaskan oleh hadits riwayat At Tirmidzi yang dinilainya Hasan. Tentang seseorang yang membaca Al Qur'an didalam kuburnya, dan dapat didengar oleh orang yang hidup.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِى الشَّوَارِبِ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ عَمْرِو بْنِ مَالِكٍ النُّكْرِىُّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِى الْجَوْزَاءِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ :  ضَرَبَ بَعْضُ أَصْحَابِ النَّبِىِّ -ﷺ ❤- خِبَاءَهُ عَلَى قَبْرٍ وَهُوَ لاَ يَحْسِبُ أَنَّهُ قَبْرٌ فَإِذَا فِيهِ إِنْسَانٌ يَقْرَأُ سُورَةَ تَبَارَكَ الَّذِى بِيَدِهِ الْمُلْكُ حَتَّى خَتَمَهَا فَأَتَى النَّبِىَّ -ﷺ ❤- فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّى ضَرَبْتُ خِبَائِى عَلَى قَبْرٍ وَأَنَا لاَ أَحْسِبُ أَنَّهُ قَبْرٌ فَإِذَا فِيهِ إِنْسَانٌ يَقْرَأُ سُورَةَ تَبَارَكَ الْمُلْكُ حَتَّى خَتَمَهَا. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -ﷺ ❤- :

*_« هِىَ الْمَانِعَةُ هِىَ الْمُنْجِيَةُ تُنْجِيهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ »._*

*قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ.* وَفِى الْبَابِ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ.
{ رواه الترمذي /  كتاب فضائل القرآن     / باب ما جاء في فضل سورة الملك / رقم الحديث : ٢٨٩٠}.

Telah menceritakan kepada kami :  Muhammad bin Abdul Malik bin Abu Asy Syawarib. Telah menceritakan kepada kami :  Yahya bin ‘Amru bin Malik An Nukri. Dari Ayahnya. Dari Abul Jauza`. Dari Ibnu Abbas, beliau berkata;

“Sebagian sahabat Nabi ﷺ ❤  membuat kemah di atas pemakaman, ternyata ia tidak mengira jika berada di pemakaman, tiba-tiba ada seseorang membaca surat Tabaarokalladzi bi yadihil mulk (Maha Suci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan) “, sampai selesai.

Kemudian dia datang kepada Nabi ﷺ ❤ dan berkata;

“Wahai Rasulullah sesungguhnya, aku membuat kemahku di atas kuburan dan saya tidak mengira jika tempat tersebut adalah kuburan, kemudian ada seseorang membaca surat Tabarok (surat) Al Mulk sampai selesai, ”

Rasulullah ﷺ ❤ bersabda :

*_«Dia adalah penghalang, dia adalah penyelamat yang menyelamatkannya dari siksa kubur.”»_*

Abu Isa (At Tirmidzi) berkata; *Dari jalur ini, hadits ini hasan gharib.* Dan dalam bab ini, ada hadits dari Abu Hurairah.
{HR. Tirmidzi / Kitab Fadloo'ili Al Qur'an / Baabu Ma Ja'a Fi Fadlli Surati Al Mulk / No. 2890}.


*_📁• Hadits kedua_*  riwayat Imam An Nasa’i yang mengisahkan  tentang kisah  Sahabat Haaritsah bin An Nu'man radliyyAllahu 'anhu yang membaca Al Qur'an didalam surga.

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ ، قَالَ : أنا عَبْدُ الرَّزَّاقِ ، قَالَ : أنا مَعْمَرٌ ، وَأَخْبَرَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ ، قَالَ : أنا عَبْدُ الرَّزَّاقِ ، قَالَ : ثنا مَعْمَرٌ ، عَنِ الزُّهْرِيِّ ، عَنْ عَمْرَةَ ، عَنْ عَائِشَةَ ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ 💞 ، قَالَ :

" نِمْتُ ، فَرَأَيْتُنِي فِي الْجَنَّةِ ، فَسَمِعْتُ صَوْتَ قِرَاءَةٍ تُقْرَأُ ، فَقُلْتُ : قِرَاءَةُ مَنْ هَذَا ؟

فَقِيلَ : قِرَاءَةُ حَارِثَةَ بْنِ النُّعْمَانِ ،

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ 💞َ : كَذَاكَ الْبِرُّ ، كَذَاكَ الْبِرُّ ، كَذَاكَ الْبِرُّ ، كَذَاكَ الْبِرُّ ، وَكَانَ مِنْ أَبَّرِ النَّاسِ بِأُمِّهِ " ،

وَاللَّفْظُ لإِسْحَاقَ .
{رواه النساىٕي في  السنن الكبرى     /  كِتَابُ : الْمَنَاقِبِ /  مَنَاقِبُ أَصْحَابِ رَسُولِ  اللَّهِ ﷺ 💓 / حَارِثَةُ بْنُ النُّعْمَانِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ  / رقم الحديث: ٧٩١٤}.

Telah mengabarkan kepada kami : Muhammad bin Raafi`, ia berkata : Telah mengabarkan kepada kami : Abdurrazzaq, ia berkata : Telah mengabarkan kepada kami : Ma'mar. Dan telah mengabarkan kepada kami : Ishaq bin Ibrahim, ia berkata : Telah mengabarkan kepada kami : Abdurrazzaq, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami : Ma'mar. Dari Az Zuhriy. Dari 'Amrah. Dari ‘Aisyah. Dari Rosulillah ﷺ 💓 beliau bersabda :

*_“Saya tidur lalu bermimpi berada di sorga.” Lalu saya mendengar seseorang membaca Al Qur’an. “Siapakah orang yang membaca Al Qur’an ini? “tanyaku._*

Mereka menjawab : 

*_“Haritsah ibnu Nu’man.”_*

Kemudian Rosululloh ﷺ 💞  bersabda :

*_“Demikianlah kebajikan, Demikianlah kebajikan, Demikianlah kebajikan, Haritsah ibnu Nu’man adalah orang yang paling berbakti pada ibunya.”_*

Dan lafadznya milik Ishaq.
(HR. Nasa’i Dalam Sunan Al Kubro / Kitabu Al Manaaqib / Manaqibi Ashabi Rasulillah ﷺ 💓 / Haaritsah bin An Nu'man RadliyyAllahu 'Anhu / No. 7914}.


*✒• Hadits Senada Yang Diriwayatkan Oleh Imam Al Hakim.*

أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ سُلَيْمَانَ الْمَوْصِلِيُّ ، ثنا عَلِيُّ بْنُ حَرْبٍ ، ثنا سُفْيَانُ ، عَنِ الزُّهْرِيِّ ، عَنْ عَمْرَةَ ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا ، أَنّ النَّبِيَّ ﷺ💞 قَالَ :

*_" دَخَلْتُ الْجَنَّةَ فَسَمِعْتُ فِيهَا قِرَاءَةً فَقُلْتُ : مَنْ هَذَا ؟_*

*_قَالُوا : حَارِثَةُ بْنُ النُّعْمَانِ " ،_*

فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ❤ َ :

" كَذَلِكُمُ الْبِرُّ , كَذَلِكُمُ الْبِرُّ " .
{رواه الحاكم في  المستدرك على الصحيحين /  كِتَابُ مَعْرِفَةِ الصَّحَابَةِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ / وَمنْ مَنَاقِبِ أَهْلِ بَيْتِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى الله عليه وسلم / ذِكْرُ مَنَاقِبِ حَارِثَةَ بْنِ النُّعْمَانِ / رقم الحديث: ٤٨٧٦. قال الحاكم : هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ الشَّيْخَيْنِ ، وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ}.


Telah mengabarkan kepada kami : Ahmad bin Sulaiman Al Maushiliy. Telah menceritakan kepada kami : 'Aliy bin Harb. Telah menceritakan kepada kami : Sufyan. Dari Az Zuhriy. Dari 'Amrah. Dari 'Aisyah radliyyAllahu 'anha : Sesungguhnya Nabi ﷺ 💘 pernah bersabda :

*_"Aku (kemarin) masuk surga kemudian aku mendengar suara bacaan, maka aku bertanya : Siapa ini?_*

Mereka menjawab : Haaritsah bin An Nu'man.

Kemudian Rasulullah ﷺ💓, bersabda :

*_"Demikianlah kebaikkan, Demikianlah kebaikkan._*
{HR. Hakim Dalam Al Mustadrak / Kitaabu Ma'rifati Ash Shahaabati RadliyyAllahu 'Anhum / Wa Min Manaqibi Ahli Baiti Rasulillah ﷺ❤ / Dzikru Manaqibi Haaritsah bin An Nu'man / No. 4876. *_Hakim  menilainya sebagai Hadits Shahih sesuai syarat Imam Bukhori – Imam Muslim,_* walaupun keduanya tidak mengeluarkannya}.


*11• 📒🖊     Setelah Wafat Mayyit Bisa Memintakan Ampunan Untuk Orang Yang Hidup Seperti Dilakukan Rasulullah Kepada  Ummatnya.*

قَالَ : وَقَالَ رَسُولُ اللَّه ِﷺ❤ :

*_" حَيَاتِي خَيْرٌ لَكُمْ تُحَدِّثُونَ وَنُحَدِّثُ لَكُمْ ، وَوَفَاتِي خَيْرٌ لَكُمْ تُعْرَضُ عَلَيَّ أَعْمَالُكُمْ ، فَمَا رَأَيْتُ مِنَ خَيْرٍ حَمِدْتُ اللَّهَ عَلَيْهِ ، وَمَا رَأَيْتُ مِنَ شَرٍّ اسْتَغْفَرْتُ اللَّهَ لَكُمْ ،_*

وَهَذَا الْحَدِيثُ آخِرُهُ لَا نَعْلَمُهُ يُرْوَى عَنْ عَبْدِ اللَّهِ إِلَّا مِنْ هَذَا الْوَجْهِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ
{رواه البزار / مُسْنَدُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ / زَاذَانُ ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ /  رقم الحديث : ١٧٠٢}.

Perawi berkata : Dan Rasulillah ﷺ❤ bersabda :

*_"Hidupku lebih baik untuk kalian. Kalian bisa berbicara dan mendengar pembicaraan. Dan kematianku lebih baik buat kalian. Amal perbuatan kalian disampaikan kepadaku. Jika aku menemukan amal baik maka aku memuji Alloh dan bila menemukan amal buruk aku memohonkan ampunan kepada Alloh untuk kalian."_*
{HR. Al Bazzar / Musnad 'Abdullah bin Mas'ud RadliyyAllahu 'Anhu / Zaadzaan, 'An 'Abdillah / No. 1702}.


*12• 📖 🖍Do’a Dari Para Penghuni Kubur Untuk Orang Yang Masih Hidup.*

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَمَّنْ سَمِعَ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ: قَالَ النَّبِي ﷺ❤ :

*_" إِنَّ أَعْمَالَكُمْ تُعْرَضُ عَلَى أَقَارِبِكُمْ وَعَشَائِرِكُمْ مِنَ الْأَمْوَاتِ، فَإِنْ كَانَ خَيْرًا اسْتَبْشَرُوا بِهِ، وَإِنْ كَانَ غَيْرَ ذَلِكَ، قَالُوا: اللهُمَّ لَا تُمِتْهُمْ، حَتَّى تَهْدِيَهُمْ كَمَا هَدَيْتَنَا "._*
{رواه احمد / مسند المكثرين من الصحابة / مسند أنس بن مالك رضي الله تعالى عنه / رقم الحديث : ١٢٦٨٣. [حكم العلامة شعيب الارنؤوط] : إسناده ضعيف وهب بن مانوس روى عنه اثنان وذكره ابن حبان في الثقات فهو في عداد المجهولين لكن قول أنس في هذا الحديث : ما رأيت أحدا أشبه ... روي بأسانيد يرتقي بها إلى الصحة}.

Telah menceritakan kepada kami : 'Abdurrazzaq. Telah mengabarkan kepada kami : Sufyan. Dari orang yang mendengar Anas bin Malik mengatakan : Nabi ﷺ❤ bersabda :

*_“Sesungguhnya amal perbuatan kalian diperlihatkan kepada kerabat-kerabat kalian yang mati. Jika amal itu baik maka mereka bergembira dan jika sebaliknya mereka berdoa, “Ya Alloh, jangan Engkau matikan mereka hingga Engkau memberi petunjuk kepada sebagaimana Engkau memberi petunjuk kepada kami.”_*
{HR. Ahmad / Musnad Al Muktsiriin Min Ash Shahaabati / Musnad Anas bin Malik RadliyyAllahu. Ta'åla 'Anhu / No. 12683. Syaikh Al Arnauuth menghukumi *_Isnadnya Dlo'if/Lemah}._*


*13• 📔🖊 Mayyit Bisa Melihat Dan Malu Bila Peziarahnya Membuka  Auratnya.*

Sikap ini telah diteladankan oleh Sayyidah ‘Aisyah –rodhiyallohu ‘anha- terhadap Pusara Nabi, yang disitu juga disemayamkan Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina 'Umar radliyyAllahu 'anhuma.*

Imam Ahmad mengenai hal ini  meriwayatkan hadits dengan sanad sampai kepada Sayyidah ‘Aisyah –rodhiyallohu ‘anha.

 حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ أُسَامَةَ قَالَ أَخْبَرَنَا هِشَامٌ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ :

*_«كُنْتُ أَدْخُلُ بَيْتِي الَّذِي دُفِنَ فِيهِ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ💘 وَأَبِي فَأَضَعُ ثَوْبِي، فَأَقُولُ :  إِنَّمَا هُوَ زَوْجِي وَأَبِي فَلَمَّا دُفِنَ عُمَرُ مَعَهُمْ فَوَاللَّهِ مَا دَخَلْتُ إِلَّا وَأَنَا مَشْدُودَةٌ عَلَيَّ ثِيَابِي حَيَاءً مِنْ عُمَرَ»_*
{رواه احمد /

Telah menceritakan kepada kami : Hammad bin Usamah, dia berkata; Telah mengabarkan kepada kami : Hisyam. Dari Ayahnya. Dari Aisyah, beliau  berkata;

*_"Saya masuk rumahku yang didalamnya Rasulullah ﷺ💞  dikubur beserta ayahku. Saya menaruh kainku dan saya berkata; "Hanya saja, ia adalah suamiku dan ayahku. Ketika Umar dikubur bersama mereka, demi Allah aku tidak memasukinya melainkan aku tebalkan kainku karena malu kepada Umar."_*
{HR. Ahmad /


أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ جَعْفَرٍ الْقَطِيعِيُّ ، ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ ، حَدَّثَنِي أَبِي ، ثنا حَمَّادُ بْنُ أُسَامَةَ ، أَنْبَأَ هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ ، عَنْ أَبِيهِ ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ :

"كُنْتُ أَدْخُلُ بَيْتِي الَّذِي فِيهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَإِنِّي وَاضِعٌ ثَوْبِي وَأَقُولُ : إِنَّمَا هُوَ زَوْجِي وَأَبِي ، فَلَمَّا دُفِنَ عُمَرُ مَعَهُمْ فَوَاللَّهِ مَا دَخَلْتُ إِلَّا وَأَنَا مَشْدُودَةٌ عَلَيَّ ثِيَابِي حَيَاءً مِنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ,

هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ الشَّيْخَيْنِ وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ *
{رواه الحاكم في المستدرك / كِتَابُ الْمَغَازِي وَالسَّرَايَا / بَابُ الْمَغَازِي وَالسَّرَايَا / رقم الحديث : ٤٣٧٥}.

Imam Ahmad dan Al Hakim menilainya shohih sesuai syarat Bukhori-Muslim, sementara Adz Dzahabi tidak mengomentarinya.

*💓• قال العلامة ملا علي القاري الحنفي رحمه الله تعالى :*

قال الطيبي : فيه أن احترام الميت كاحترامه حيا ( رواه أحمد )
{انظر كتاب مرقاة المفاتيح شرح مشكاة المصابيح / كتاب الجناىٕز / باب زيارة القبور / للعلامة ملا علي بن سلطان محمد القاري الحنفي}.

*💞🎤• Berkata Al 'Alaamah Mula 'Aliy Al Qaariy Al Hanafiy Rahimahullaahu ta'ala :*

Ath Thibiy berkata :

*_"Didalam hadits ini menjelaskan bahwasannya memuliakan mayyit itu sama dengan memuliakannya ketika masih hidup. (HR. Ahmad)."_*
{Lihat Kitab Mirqaatu Al Mafaatih Syarhu Misykat Al Mashabih / Kitaabu Al Janaa'iz / Baabu Ziyaarati Al Qubuuri. Karya Mula 'Aliy Al Qaariy Al Hanafiy}.


*14• 📝🖌Setelah Wafat Mayyit Bisa Menjawab Salam Seperti  Nabi Menjawab Salam Yang Dihaturkan Untuknya.*

 حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَوْفٍ حَدَّثَنَا الْمُقْرِئُ حَدَّثَنَا حَيْوَةُ عَنْ أَبِي صَخْرٍ حُمَيْدِ بْنِ زِيَادٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ قُسَيْطٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ 🌹 قَالَ :

*_«مَا مِنْ أَحَدٍ يُسَلِّمُ عَلَيَّ إِلَّا رَدَّ اللَّهُ عَلَيَّ رُوحِي حَتَّى أَرُدَّ عَلَيْهِ السَّلَامَ»._*
{رواه ابو داود / كتاب المناسك / باب زيارة القبور / رقم الحديث : ٢٠٤١. وصححه الألباني وحسنه شعيب الأرنؤوط}.

Telah menceritakan kepada kami : Muhammad bin 'Auf. Telah menceritakan kepada kami : Al Muqri`. Telah menceritakan kepada kami : Haiwah. Dari Abu Shakhr Humaid bin Ziyad. Dari Yazid bin Abdullah bin Qusaith. Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ 🌹 berkata:

*_"Tidaklah seseorang memberikan salam kepadaku melainkan Allah akan mengembalikan nyawaku hingga aku membalas salamnya."_*
{HR. Abu Dawud / Kitabu Al Manasik / Baabu Ziyaarati Al Qubuuri / No. 2041. *Dishahihkan* oleh Albani Tokoh Wahhabiy. Dan *dihasankan*  oleh Syaikh Al Arnauuth}

أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ بِشْرَانَ , أنبأ أَبُو جَعْفَرٍ الرَّزَّازُ , ثنا عِيسَى بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الطَّيَالِسِيُّ , ثنا الْعَلاءُ بْنُ عَمْرٍو الْحَنَفِيُّ , ثنا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ , عَنِ الأَعْمَشِ , عَنْ أَبِي صَالِحٍ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ النَّبِيِّ  ﷺ 🌹قَالَ :

" مَنْ صَلَّى عَلَيَّ عِنْدَ قَبْرِي سَمِعْتُهُ ، وَمَنْ صَلَّى عَلَيَّ نَائِيًا مِنْهُ أُبْلِغْتُهُ " ،

أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ هَذَا هُوَ مُحَمَّدُ بْنُ مَرْوَانَ السُّدِّيُّ فِيمَا أَرَى وَفِيهِ نَظَرٌ , وَقَدْ مَضَى مَا يُؤَكِّدُهُ .
{رواه البيهقي في كتابه حياة الأنبياء في قبورهم / من صلى علي عند قبري سمعته ، ومن صلى علي نائيا منه أبلغته / رقم الحديث: ١٨}.

Telah mengabarkan kepada kami : 'Aliy bin Muhammad  bin Bisyraan. Telah memberitakan Abu Ja'far Ar Razzaaz. Telah menceritakan kepada kami : 'Isaa bin 'Abdillah Ath Thayaalisiy. Telah menceritakan kepada kami : Al 'Alaa` bin 'Amr Al Hanafiy. Dari 'Abdurrazzaq. Dari Abi Al A'masy. Dari Abi Shalih. Dari Abi Hurairah radliyyAllahu 'anhu, Nabi ﷺ💓 telah bersabda :

*_“Barangsiapa yang menyampaikan sholawat kepadaku diatas pusaraku maka aku  mendengarnya. Dan barangsiapa yang menyampaikan sholawat kepadaku jauh dari pusaraku  maka sholawat itu disampaikan kepadaku.”_*
{HR. Baihaqiy Dalam Kitabnya Hayatu Al Anbiyaa' Fi Qubuurihim / Man Shalla 'Alayya 'Inda Qabriy Sami'tuhu ... / No. 18}.

أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ عَبْدِ الْحَكَمِ الْوَرَّاقُ ، قَالَ : حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ مُعَاذٍ ، عَنْ سُفْيَانَ بْنِ سَعِيدٍ . ح وأَخْبَرَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ ، قَالَ : حَدَّثَنَا وَكِيعٌ وَعَبْدُ الرَّزَّاقِ ، عَنْ سُفْيَانَ ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ السَّائِبِ ، عَنْ زَاذَانَ ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ💓َ :

*_" إِنَّ لِلَّهِ مَلَائِكَةً سَيَّاحِينَ فِي الْأَرْضِ يُبَلِّغُونِي مِنْ أُمَّتِي السَّلَامَ " ._*
{رواه النسائى في السنن الصغرى    / كِتَاب السَّهْوِ / بَاب السَّلَامِ عَلَى النَّبِيِّ  ﷺ💓 / رقم الحديث: ١٢٦٦}.

Telah mengabarkan kepada kami : 'Abdul Wahhab bin Abdul Hakam Al Warraq, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Mu'adz bin Mu'adz. Dari Sufyan bin Sa'id -(Dari jalur lain)- Telah menceritakan kepada kami : Mahmud bin Ghailan, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami : Waki` dan  'Abdurrazzaq. Dari Sufyan. Dari 'Abdillah bin As Saa'ib. Dari Zaadzaan. Dari 'Abdillah, ia berkata : Rasulullah ﷺ💓 bersabda :

*_"Sesungguhnya bagi Allah ada Malaikat-Malaikat yang berkeliaran dibumi, mereka menyampaikan salam dari umatku."_*
{HR. Nasaa'i Dalam As Sunan Ash Shugra / Kitaabu As Syahwi / Baabu As Salaami 'Alaa An Nabiy ﷺ🌺 / No. 1266}.


وروي : قَالَ رَسُولُ اللهِ  ﷺ💓 :

*_« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ قريبا سَمِعْتُهُ ، وَمَنْ صَلَّى عَلَيَّ بعيدا بلغْتُهُ»._*
{رواه الدارقطني}

Diriwayatkan :
Rosululloh  ﷺ💓 bersabda :

*_“Siapa yang menyampaikan sholawat kepadaku dari dekat maka saya mendengarnya. Siapa yang menyampaikan sholawat kepadaku dari jarak jauh maka sholawat itu disampaikan kepadaku.”_*
{HR. Ad Daruquthni}.


*📘🖍• جاء في كتاب " مجمع الزوائد ومنبع الفوائد " للإمام  أبو الحسن نور الدين علي بن أبي بكر بن سليمان الهيثمي (المتوفى: ٨٠٧هـ)، رحمه الله تعالى :*

ﻋﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻣﺴﻌﻮﺩ ﻋﻦ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﷺ💞 ﻗﺎﻝ:

" إِنَّ لِلَّهِ مَلائِكَةً سَيَّاحِينَ (فِي الأَرْضِ) يُبَلِّغُونِي عَنْ أُمَّتِيَ السَّلامَ " .

ﻗﺎﻝ: ﻭﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﷺ💘 :

*_" حَيَاتِي خَيْرٌ لَكُمْ تُحَدِّثُونَ وَنُحَدِّثُ لَكُمْ ، وَوَفَاتِي خَيْرٌ لَكُمْ تُعْرَضُ عَلَيَّ أَعْمَالُكُمْ ، فَمَا رَأَيْتُ مِنَ خَيْرٍ حَمِدْتُ اللَّهَ عَلَيْهِ ، وَمَا رَأَيْتُ مِنَ شَرٍّ اسْتَغْفَرْتُ اللَّهَ لَكُمْ "._* (ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺰﺍﺭ ﻭﺭﺟﺎﻟﻪ ﺭﺟﺎﻝ ﺍﻟﺼﺤﻴﺢ).
{انظر كتاب ﻣﺠﻤﻊ ﺍﻟﺰﻭﺍﺋﺪ ﻭﻣﻨﺒﻊ ﺍﻟﻔﻮﺍﺋﺪ :ج ٨ ص٣١٣. للإمام الهيثمي}.

*📝• Tersebut dalam kitab " Majma' Az Zawaa'id Wa Manbaa'u Al Fawaa'id. Karya Imam Al Haitsaamiy rahimahullahu ta'åla :*

“Abdullah bin Mas’ud radliyyAllahu 'anhu berkata: Rasulullah  ﷺ💓 bersabda :

*_"Sesungguhnya bagi Allah ada Malaikat-Malaikat yang berkeliaran (dibumi), mereka menyampaikan salam dari umatku."_*

Dan sabdanya  ﷺ💞 :

*_"Hidupku itu suatu kebaikan bagimu, kamu sekalian berbicara dan kami berbicara kepadamu.Dan wafatku itu suatu kebaikan bagimu, dihidangkan padaku amal-amalmu, maka jika aku melihat suatu kebaikan (pada amalmu) aku bertahmid kepada Allah, dan jika aku melihat suatu keburukan (pada amalmu) maka aku beristighfar (memohonkan ampun) untukmu."_* (diriwayatkan oleh Al Bazzar dengan perawi-perawi yang Shahih)
{Lihat Kitab Majma' Az Zawaa'id Wa Manbaa'u Al Fawaa'id : juz 8 hal 313. Karya Imam Al Haitsaamiy}.

وروي : قال رسول الله ﷺ💓 :

*_«لا تتخذوا قبري عيداً، ولا بيوتكم قبوراً، وصلوا علي فإن تسليمكم يبلغني أينما كنتم»._*
{رواه احمد / مسند المكثرين من الصحابة / باقي مسند أبي هريرة / رقم الحديث : ٨٥٨٦. وذكر  في كتاب المقاصد الحسنة فيما اشتهر على الألسنة     /  صلاتكم علي تبلغني أينما كنتم / حَدِيثٌ : " صَلاتُكُمْ عَلَيَّ تَبْلُغُنِي أَيْنَمَا كُنْتُمْ " ، هو في حديث أوس بن أوس مرفوعا بلفظ : إن صلاتكم معروضة عليَّ ، أخرجه أبو داود والنسائي وغيرهما ، وصححه ابن خزيمة ، وابن حبان والحاكم والنووي وآخرون}.

Diriwayatkan : Rasulullah ﷺ❤ pernah bersabda :

*_“Janganlah kalian menjadikan Kuburanku ini sebagai ‘Ied (perayaan), jangan pula menjadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan, dan bersholawatlah kepadaku karena sesungguhnya ucapan salam kalian akan sampai kepadaku dimanapun kalian berada”._*
{HR. Al-Imam Ahmad / Musnad Al-Muktsirin Minash Shohabah / Baqi Musnad Abi Hurairah / No.8586}.

قَالَ أَبُو يَعْلَى ، حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ حَيَّانَ ، أنا أَبُو بَكْرٍ الْحَنَفِيُّ ، ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نَافِعٍ ، ثنا الْعَلَاءُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ ، قَالَ : سَمِعْتُ الْحَسَنَ بْنَ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ💞 :

*_«صَلُّوا فِي بُيُوتِكُمْ ، وَلَا تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا ، وَلَا تَتَّخِذُوا بَيْتِي عِيدًا ، وَصَلُّوا عَلَيَّ وَسَلِّمُوا ، فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ وَسَلَامَكُمْ تَبْلُغُنِي أَيْنَمَا كُنْتُمْ»._*
{ذكر في المطالب العالية للحافظ بن حجر / كِتَابُ النَّوَافِلِ / بَابُ الْأَمْرِ بِالتَّنَفُّلِ فِي الْبُيُوتِ / رقم الحديث : ٦٢٥}.

Abu Ya'la berkata : Telah menceritakan kepada kami : Musa bin Muhammad bin Hayyan. Telah menceritakan kepada kami : Abu Bakr Al Hanafiy. Telah menceritakan kepada kami : 'Abdullah bin Naafi`. Telah menceritakan kepada kami : Al 'Alaa` bin 'Abdurrazzaq, ia berkata : Aku mendengar Al Hasan bin 'Aliy bin Abi Thaalib radliyyAllahu 'anhuma berkata : Rasulullah ﷺ💓pernah bersabda :

*_“Shalatlah kalian dirumah kalian, janganlah kalian menjadikan Kuburanku ini sebagai ‘Ied (perayaan), jangan pula menjadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan, dan bersholawatlah kepadaku karena sesungguhnya ucapan salam kalian akan sampai kepadaku dimanapun kalian berada”._*
{Disebutkan Oleh Ibnu Hajar Al Mathalib Al 'Aaliyyah / Kitaabu An Nawaafil / Baabu Al Amri Bittaanaffuli Filbuyuuti / No. 625}.

وروي : ﻋﻦ علي ﻋﻦ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ - ﷺ💘 - ﻗﺎﻝ:

*_" «ﺈﻥ ﺗﺴﻠﻴﻤﻜﻢ ﻳﺒﻠﻐﻨﻲ ﺃﻳﻨﻤﺎ ﻛﻨﺖ» "._*
{ﺭﻭاﻩ ﺃﺑﻮ ﻳﻌﻠﻰ، ﻭﻓﻴﻪ ﺣﻔﺺ ﺑﻦ ﺇﺑﺮاﻫﻴﻢ اﻟﺠﻌﻔﺮﻱ، ﺫﻛﺮﻩ اﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﺣﺎﺗﻢ، ﻭﻟﻢ ﻳﺬﻛﺮ ﻓﻴﻪ ﺟﺮﺣﺎ، ﻭﺑﻘﻴﺔ ﺭﺟﺎﻟﻪ ﺛﻘﺎﺕ}.

Diriwayatkan : Dari Ali bin Abi Thalib bahwa Rasulullah - ﷺ💘 - bersabda:

*_"Sungguh salam kalian sampai padaku, dimana pun kau berada."_*
{HR. Abu Ya'la, di dalamnya ada Hafsh bin Ibrahim Al Ja'fari, Ibnu Abi Hatim tidak memberi penilaian. Perawi lainnya terpercaya}.

وروي : ﻭﻋﻦ اﻟﺤﺴﻦ ﺑﻦ ﻋﻠﻲ: ﺃﻥ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ
- ﷺ👢💘 - ﻗﺎﻝ:

*_" «ﺣﻴﺜﻤﺎ ﻛﻨﺘﻢ ﻓﺼﻠﻮا ﻋﻠﻲ ; ﻓﺈﻥ ﺻﻼﺗﻜﻢ ﺗﺒﻠﻐﻨﻲ» "._*
{ﺭﻭاﻩ اﻟﻄﺒﺮاﻧﻲ ﻓﻲ اﻟﻜﺒﻴﺮ ﻭاﻷﻭﺳﻂ، ﻭﻓﻴﻪ ﺣﻤﻴﺪ ﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﺯﻳﻨﺐ ﻭﻟﻢ ﺃﻋﺮﻓﻪ، ﻭﺑﻘﻴﺔ ﺭﺟﺎﻟﻪ ﺭﺟﺎﻝ اﻟﺼﺤﻴﺢ}.

Diriwayatkan : Dari Hasan bin Ali bahwa Rasulullah - ﷺ👢💘 -bersabda:

*_"Dimana pun kalian berada bacalah Shalawat kepadaku._*

*_" Shalawat kalian dihaturkan kepada ku."_*
{HR. Thabarani, di dalamnya ada Humaid bin Abi Zainab, saya [Al Haitsami] tidak mengetahuinya. Perawi yang lain adalah perawi hadis sahih}.

*📕✒• وذكر أهل العلم في هذا أجوبة كثيرة أورد منها ابن حجر العسقلاني في "فتح الباري" ما يلي:*

وَقَدْ أَجَابَ الْعُلَمَاءُ عَنْ ذَلِكَ بِأَجْوِبَةٍ ؛

(أَحَدِهَا) :

أَنَّ الْمُرَادَ بِقَوْلِهِ رَدَّ اللَّهُ عَلَيَّ رُوحِي أَنَّ رَدَّ رُوحِهِ كَانَتْ سَابِقَةً عَقِبَ دَفْنِهِ لَا أَنَّهَا تُعَادُ ثُمَّ تُنْزَعُ ثُمَّ تُعَادُ

(الثَّانِي) :

سَلَّمْنَا لَكِنْ لَيْسَ هُوَ نَزْعَ مَوْتٍ بَلْ لَا مَشَقَّةَ
 فِيهِ

(الثَّالِثُ) :

أَنَّ الْمُرَادَ بِالرُّوحِ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِذَلِكَ

(الرَّابِعُ) :

الْمُرَادُ بِالرُّوحِ النُّطْقُ فَتَجُوزُ فِيهِ مِنْ جِهَةِ خِطَابِنَا بِمَا نَفْهَمُهُ

(الْخَامِسُ) :

أَنَّهُ يَسْتَغْرِقُ فِي أُمُورِ الْمَلَإِ الْأَعْلَى فَإِذَا سَلَّمَ عَلَيْهِ رَجَعَ إِلَيْهِ فَهْمُهُ لِيُجِيبَ مَنْ سَلَّمَ عَلَيْهِ
{انظر كتاب فتح الباري شرح صحيح البخاري /  كتاب أحاديث الأنبياء / باب قول الله {واذكر في الكتاب مريم إذ انتبذت من أهلها} [مريم: ١٦] " / رقم الحديث : ٣٢٨٣. للإمام ابن حجر العسقلاني الشافعي}.

*📕🖊• Ahli Ilmu menuturkan dalam kasus ini (Allah mengembalikan ruhku pada jasadku untuk menjawab salam ummatku) dengan jawaban yang banyak, Imam Ibnu Hajar Al 'Asqalaaniy mengurutkan dari jawaban-jawaban tersebut dalam kitabnya " Fathu Al Baariy Syarhu Shahih Al Bukhariy ":*

Dan sesungguhnya ulama' telah menjawab hal tersebut dengan beberapa jawaban :

*_(Pertama)_*: Sesungguhnya yang dimaksud sabdanya [Allah mengembalikan ruhku], yaitu sesungguhnya kembalinya ruh beliau mengiringi setelah pemakaman beliau. Bukan ruh beliau  dikembalikan, kemudian dicabut, lalu dikembalikan lagi.

*_(Kedua)_*: Rasulullah menjawab salam kita, akan tetapi beliau tidak sedang meregang maut, sebaliknya beliau tidak merasakan berat sama sekali  didalamnya.

*_(Ketiga)_* : Sesungguhnya yang dimaksud " Ar Ruuh " adalah Malaikat yang mewakili melakukan hal tersebut (menjawab salam).

*_(Keempat)_* : Yang dimaksud Ruh adalah ucapan, maka boleh didalamnya dari tujuan  memberikan pemberitahuan kepada kita,  dengan perkara/ucapan yang kita bisa memahaminya.

*_(Kelima)_* : Hal tersebut terpendam dalam urusan Kemalaikatan, maka ketika seseorang mengucapkan salam kepadanya, maka kembalilah kefahamannya kepadanya untuk menjawab salam orang yang telah mengucapkan salam kepadanya.
{Lihat Kitab Fathu Al Baariy Syarhu Shahih Al Bukhariy / Kitaabu Ahaaditsu Al Anbiyaa' / Baabu Qaulihi Ta'åla " QS. Maryam " : 16 / No. 3283. Karya Ibnu Hajar Al Asqalaniy}.

*💞🖋• قال الإمام ابن القيم الجوزي الحنبلي رحمه الله تعالى في كتابه " الروح ":*

وقال سلمان الفارسى أرواح المؤمنين في برزخ من الأرض تذهب حيث شاءت
{أنظر كتاب الروح : ج ١  ص ٩١. للإمام ابن القيم الجوزي الحنبلي}.

*💘🎤• Berkata Imam Ibnu Al Qayyim Al Jauziy Al Hanbaliy rahimahullahu ta'åla dalam Kitabnya " Ar Ruuh " :*

Salman al-Farisi رضي الله عنه berkata :

*_"Arwah kaum mu’minin berada di alam barzah dekat dari bumi dan dapat pergi ke mana saja menurut kehendaknya."_*
{Lihat Kitab "Ar Ruuh "; juz 1 hal 91. Karya Imam Ibnu Al Qayyim Al Jauziy Al Hanbaliy}.

*❤🖍• وقال الإمام ابن القيم الجوزي الحنبلي رحمه الله تعالى ايضا في كتابه " الروح ":*

قَالَ ابْن عبد الْبر ثَبت عَن النَّبِي أَنه قَالَ:

*_«مَا من مُسلم يمر على قبر أَخِيه كَانَ يعرفهُ فِي الدُّنْيَا فَيسلم عَلَيْهِ إِلَّا رد الله عَلَيْهِ روحه حَتَّى يرد عَلَيْهِ السَّلَام»_*  ... (الى ان قال) ...

وَالسَّلَف مجمعون على هَذَا وَقد تَوَاتَرَتْ الْآثَار عَنْهُم بِأَن الْمَيِّت يعرف زِيَارَة الْحَيّ لَهُ ويستبشر بِهِ

قَالَ أَبُو بكر عبد الله بن مُحَمَّد بن عبيد بن أَبى الدُّنْيَا فِي كتاب الْقُبُور بَاب معرفَة الْمَوْتَى بزيارة الْأَحْيَاء
: حَدثنَا مُحَمَّد بن عون حَدثنَا يحيى بن يمَان عَن عبد الله بن سمْعَان عَن زيد بن أسلم عَن عَائِشَة رضى الله تَعَالَى عَنْهَا قَالَت : قَالَ رَسُول الله :

*_«مَا من رجل يزور قبر أَخِيه وَيجْلس عِنْده إِلَّا استأنس بِهِ ورد عَلَيْهِ حَتَّى يقوم»._*

حَدثنَا مُحَمَّد بن قدامَة الجوهرى حَدثنَا معن بن عِيسَى الْقَزاز أخبرنَا هِشَام بن سعد حَدثنَا زيد بن أسلم عَن أَبى هُرَيْرَة رضى الله تَعَالَى عَنهُ قَالَ :

*_«إِذا مر الرجل بِقَبْر أَخِيه يعرفهُ فَسلم عَلَيْهِ رد عَلَيْهِ السَّلَام وعرفه وَإِذا مر بِقَبْر لَا يعرفهُ فَسلم عَلَيْهِ رد عَلَيْهِ السَّلَام»._*
{انظر كتاب الروح : ج ١ ص ٥. للإمام ابن القيم الجوزي الحنبلي}.

*📘💞• Dan Imam Ibnul Qayyim Al Jauziy Al Hanbaliy rahimahullahu ta'åla berkata lagi dalam Kitabnya " Ar Ruuh ":*

Ibnu Abdil Bar yang menyandarkan kepada ketetapan sabda Rasulullah ﷺ 🌺 :

*_«مَا من رجل يزور قبر أَخِيه وَيجْلس عِنْده إِلَّا استأنس بِهِ ورد عَلَيْهِ حَتَّى يقوم»._*

*_“Orang-orang muslim yang melewati kuburan saudaranya yang dikenal saat hidupnya kemudian mengucapkan salam, maka Allah mengembalikan ruh saudaranya yang meninggal itu untuk menjawab salam temanya.”_* ... (sampai pada perkataannya) ...

Bahkan menurut Ulama Salaf mereka telah ijma’ (sepakat) bahwa masalah orang yang mati itu mampu mengenal orang-orang yang masih hidup pada saat berziarah bahkan para ahli kubur mersasa gembira atas dengan kedatangan para peziarah.

Berkata Abu Bakar Abdullah bin Muhammad bin Abid biin Abidunya dalam kitab Kubur pada bab ma’rifatul mauta biziyaratil ahya. (Menyebut hadits sebagai berikut):

حَدثنَا مُحَمَّد بن عون حَدثنَا يحيى بن يمَان عَن عبد الله بن سمْعَان عَن زيد بن أسلم عَن عَائِشَة رضى الله تَعَالَى عَنْهَا قَالَت : قَالَ رَسُول الله ﷺ 💞:

*_«مَا من رجل يزور قبر أَخِيه وَيجْلس عِنْده إِلَّا استأنس بِهِ, وٙرٙدٙ عٙلٙيْهِ حٙتّٙى يٙقُوْمٙ»._*

Telah menceritakan kepada kami : Muhammad bin 'Aun. Telah menceritakan kepada kami : Yahya bin Yaman. Dari 'Abdillah bin Sam'aan. Dari Zaid bin Aslam. Dari Aisyah radliyyAllahu ta'åla 'anha, beliau berkata: Rasulullah ﷺ 💘  bersabda:

*_“Siapa saja yang berziarah (berkunjung) ke kuburan saudaranya, kemudian duduk di sisi kuburnya maka menjadi tenanglah si mayit, dan Allah akan mengembalikan ruh saudaranya yang meninggal itu untuk menemaninya sampai selesai berziarah.”_*

(Menjawab salam siapa saja
Orang yang meninggal dunia, akan menjawab salam baik yang dikenal maupun yang tidak dikenalnya sebagaimana dalam sebuah riwayat hadits berikut):

حَدثنَا مُحَمَّد بن قدامَة الجوهرى حَدثنَا معن بن عِيسَى الْقَزاز أخبرنَا هِشَام بن سعد حَدثنَا زيد بن أسلم عَن أَبى هُرَيْرَة رضى الله تَعَالَى عَنهُ قَالَ : قال رسول الله ﷺ 💘:

*_«إِذا مر الرجل بِقَبْر أَخِيه يعرفهُ فَسلم عَلَيْهِ رد عَلَيْهِ السَّلَام وعرفه وَإِذا مر بِقَبْر لَا يعرفهُ فَسلم عَلَيْهِ رد عَلَيْهِ السَّلَام»._*

Telah menceritakan kepada kami : Muhammad bin Qudamah Al Jauhariy. Telah menceritakan kepada kami : Ma'n bin 'Isa Al Qazaaz. Telah mengabarkan kepada kami : Hisyaam bin Sa'd. Telah menceritakan kepada kami : Dari Zaid bin Aslam. Dari Abi Hurairah radliyyAllahu ta'åla 'anhu, beliau berkata :  Rasulullah ﷺ 💓 bersabda:

*_“Apalabila orang yang lewat kuburan saudaranya kemudian memberi salam, maka akan dibalas salam itu, dan dia mengenal siapa Yang menyalami. Demikian juga mereka (yang mati) akan menjawab salam orang-orang yang tidak kenal.”_*
{Lihat Kitab Ar Ruh : juz 1 hal 5. Karangan Ibnu Qoyyim Al Jauzi Al Hanbaliy}.


*📒🎤• قال ﺍﻟﻌﻼﻣﺔ ﺍﻟﺪﺍﻋﻲ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺤﺒﻴﺐ ﺯﻳﻦ ﺑﻦ ﺳﻤﻴﻂ حفظه الله تعالى في كتابه " الأجوبة الغالية ":*

قال الامام السيوطي رحمه الله:

قد تحصل من مجموع الاحاديث ان النبي  ﷺ 💓 حي بجسده وروحه وانه يتصرف حيث شاء في اقطار الارض والملكوت وهو بهيبته التي كان عليها قبل وفاته، وانه يغيب عن الابصار كما غيبت الملائكة، فاذا اراد الله رفع الحجاب عمن اراد كرامته برؤيته رآه على هيئته.
{انظر كتاب ﺍﻻﺟﻮﺑﺔ ﺍﻟﻐﺎﻟﻴﺔ : ص ١٣٨ / ﺩﺍﺭ ﺍﻟﻌﻠﻮﻡ ﺍﻻﺳﻼﻣﻴﺔ. للعلامة ﺍﻟﺪﺍﻋﻲ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺤﺒﻴﺐ ﺯﻳﻦ ﺑﻦ ﺳﻤﻴﻂ}.

*💓🎤• Berkata Al 'Alaamah Al Habib Zain bin Smith hafidzahullaahu ta'åla dalam Kitabnya " Al Ajwibah Al Ghaaliyyah ":*

Imam suyuthi berkata: benar2 bisa ditarik kesimpulan dari hadist2 yang sudah terkumpulkan, bahwa Nabi Muhammad  ﷺ ❤ adalah HIDUP dengan JASAD dan RUHnya,, dan beliau bertashorruf/berbuat apapun yang Beliau inginkan di seluruh penjuru bumi dan langit,, dan haibah, kewibawaan, keadaan Beliau masih sama persis seperti sebelum wafat,, dan Beliau tidak terlihat oleh mata sama seperti para malaikat,, akan tetapi sebagian dari hamba2 Allah yabg diberi kemuliaan dan ke khususan akan dibukakan hijab/penutupnya oleh Allah ta'ala sehingga bisa melihat Nabi Muhammad  ﷺ 💘 secara terjaga/langsung.
{Lihat Kitab Al Ajwibah Al Ghaaliyyah hal : 138. Karya Al 'Alaamah Al Habib Zain bin Smith}.


*📔🖍• جاء في كتاب " أنوار البروق في أنواء الفروق "  للإمام ابو العباس شهاب الدين أحمد بن إدريس بن عبد الرحمن المالكي الشهير بالقرافي (المتوفى: ٦٨٤هـ)، رحمه الله تعالى :*

ﻗﻠﺖ ﻭﻣﻦ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻘﻴﺎﻡ ﻋﻨﺪ ﺫﻛﺮ ﻣﻮﻟﺪﻩ  ﷺ 💓 ﻓﻲ ﺗﻼﻭﺓ ﺍﻟﻘﺼﺔ
ﻓﻘﺪ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻤﻮﻟﻰ ﺃﺑﻮﺍﻟﺴﻌﻮﺩ ﺍﻧﻪ ﻗﺪ
ﺇﺷﺘﻬﺮ ﺍﻟﻴﻮﻡ ﻓﻲ ﺗﻌﻈﻤﻴﻪ  ﷺ💞  ﻭﺍﻋﺘﻴﺪ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﻓﻌﺪﻡ
ﻓﻌﻠﻪ ﻳﻮﺟﺐ ﻋﺪﻡ ﺍﻹﻛﺘﺮﺙ ﺑﺎﻟﻨﺒﻲ  ﷺ 💓 ﻭﺍﻣﺘﻬﺎﻧﻪ ﻓﻴﻜﻮﻥ ﻛﻔﺮﺍ ﻣﺨﺎﻟﻔﺎ ﻟﻮﺟﻮﺩ ﺗﻌﻈﻴﻤﻪ  ﷺ🌹 ﺍﻩ ﺍﻱ ﺇﻥ ﻻ ﺣﻆ ﻣﻦ ﻟﻢ ﻳﻔﻌﻠﻪ
ﺗﺤﻘﻴﺮﻩ  ﷺ 💓 ﻭﺇﻻ
ﻓﻬﻲ ﻣﻌﺼﻴﺔ.
{انظر كتاب ﺍﻧﻮﺍر ﺍﻟﺒﺮﻭﻕ ﻓﻲ ﺍﻧﻮﺍﻉ ﺍﻟﻔﺮﻭﻕ : ﺝ ٤ ﺹ ٢٧٨. للإمام القرافي المالكي}.

*📁📝• Tersebut dalam kitab " Anwaaru Al Buruuq Fi Anwaa'i Al Furuuq " karya Imam Al Qarafiy Al Malikiy rahimahullahu ta'åla :*

Aku berpendapat : Berdiri tatkalanya di tutur maulid
nabi  ﷺ 💞 dalam pembacaan
kisahnya berkata tuan abu su’ud
sesungguhnya berdiri dalam
pembacaan maulid itu sudah
masyhur adanya dan sudah
menjadi kebiasaan maka adapun
tidak berdiri tatkalanya di bacakan
maulid nabi itu menyebabkan
tidak menaruh perhatiannya dan meremehkan nabi  ﷺ 💓 maka
demikian ini menyebabkan dirinya
kufur dan bertentangan dg adanya
menghormati nabi apabila
seseorang tidak berdiri
tatkalanya di bacakan maulid dan
tidak adanya unsur
meremehkan maka orang tersebut
berdosa/ma’siyat.
{Lihat Kitab Anwaru Al Buruq Fi Anwa'i Al Furuq : juz 4 hal 278 . Karya Imam Al Qarafiy Al Malikiy}.


*15• 📁🖊 Ruh Orang Beriman Seperti Burung Terbang Berwarna Kehijauan, Tinggal Di Dalam Sesuatu Yang Mirip Kubah Cahaya Yang Terbuat Dari Bahan Seperti Emas Di Bawah ‘Arasyi.*

Hal ini berkaitan tentang ruh para syuhada yang gugur dalam perang Uhud.

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ إِدْرِيسَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أُمَيَّةَ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ 💓 َ:

*_" لَمَّا أُصِيبَ إِخْوَانُكُمْ بِأُحُدٍ جَعَلَ اللَّهُ أَرْوَاحَهُمْ فِي جَوْفِ طَيْرٍ خُضْرٍ، تَرِدُ أَنْهَارَ الْجَنَّةِ، تَأْكُلُ مِنْ ثِمَارِهَا، وَتَأْوِي إِلَى قَنَادِيلَ مِنْ ذَهَبٍ مُعَلَّقَةٍ فِي ظِلِّ الْعَرْشِ، فَلَمَّا وَجَدُوا طِيبَ مَأْكَلِهِمْ، وَمَشْرَبِهِمْ، وَمَقِيلِهِمْ، قَالُوا: مَنْ يُبَلِّغُ إِخْوَانَنَا عَنَّا، أَنَّا أَحْيَاءٌ فِي الْجَنَّةِ نُرْزَقُ لِئَلَّا يَزْهَدُوا فِي الْجِهَادِ، وَلَا يَنْكُلُوا عِنْدَ الْحَرْبِ، فَقَالَ اللَّهُ سُبْحَانَهُ: أَنَا أُبَلِّغُهُمْ عَنْكُمْ "،_*

*_قَالَ: فَأَنْزَلَ اللَّهُ: {وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ} [آل عمران: ١٦٩] إِلَى آخِرِ الْآيَةِ."_*
{رواه ابو داود / ١٥ - كتاب الجهاد / باب في فضل الشهادة /  رقم الحديث : ٢٥٢٠. و[حكم الالبانى] : حسن}.

Telah menceritakan kepada kami : 'Utsman bin Abu Syaibah. Telah menceritakan kepada kami : 'Abdullah bin Idris. Dari Muhammad bin Ishaq. Dari Isma'il bin Umayyah. Dari Abu Az Zubair. Dari Sa'id bin Jubair. Dari Ibnu Abbas, beliau berkata; Rasulullah ﷺ 💓 bersabda:

*_"Tatkala saudara-saudara kalian tertimpa musibah di Uhud, Allah menjadikan nyawa mereka berada di dalam perut burung hijau, yang akan mendatangi sungai-sungai di Surga, dan makan sebagian dari buah-buahannya, serta kembali ke pelita-pelita emas yang tergantung dalam naungan 'arsy. Kemudian tatkala mereka mendapati makanan mereka, minuman, serta perkataan mereka yang baik maka mereka mengatakan; siapakah yang akan menyampaikan dari kami kepada saudara-saudara kami bahwa kami hidup di Surga, dan kami diberi rizqi. Agar mereka tidak bersikap zuhud dalam berjihad, serta tidak takut ketika berperang." Kemudian Allah berfirman: "Aku yang akan menyampaikan kepada mereka untuk kalian."_*

Ibnu Abbas berkata; kemudian Allah menurunkan ayat:

*_"Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati……….." hingga akhir ayat."_*
{HR. Abu Dawud / 15 - Kitaabu Al Jihaadi / Baabu Fi Fadli Asy Syahaadati / No. 2520. Albani Tokoh Wahhabiy Menghukumi *_"HASAN"_*}.


*16• 📔🖍Orang Yang Telah Meninggal Dunia Mengetahui Orang Yang Menziarahi Kuburnya.*

*🖍• Telah berkata Ibnu ‘Abdil-Barr Al Malikiy  rahimahullah ta'åla :*

أخبرنا أبو عبد الله عبيد بن محمد قراءة مني عليه سنة تسعين وثلاثمائة في ربيع الأول قال: أملت علينا فاطمة بنت الريان المستملي في دارها بمصر في شوال سنة اثنتين وأربعين وثلاثمائة قالت: حدثنا الربيع بن سليمان المؤذن، صاحب الشافعي، قال: حدثنا بشر بن بكير، عن الأوزاعي، عن عطاء، عن عبيد بن عمير، عن ابن عباس قال: قال رسول الله ﷺ 💓 :

*_"ما من أحد مر بقبر أخيه المؤمن كان يعرفه في الدنيا فسلم عليه إلا عرفه ورد عليه السلام"._*
{أخرجه ابن عبد البر في كتابه الاستذكار : ج ١ ص ١٨٤ / كتاب الطهارة / رقم الحديث : ١٨٥٨}.

Telah mengkhabarkan kepada kami : Abu ‘Abdillah ‘Ubaid bin Muhammad secara qira’at dariku kepadanya pada tahun 390 H bulan Rabi’ul-Awwal, ia berkata : Telah mengimlakan/mendiktekan kepada kami Faathimah bintu Ar-Rayyaan Al-Mustamiliy di rumahnya di Mesir pada bulan Syawal tahun 342 H, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Ar-Rabii’ bin Sulaimaan Al-Muadzdzin, salah seorang shahabat Asy-Syaafi’iy, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Bisyr bin Bukair, dari Al-Auzaa’iy, dari ‘Athaa’, dari ‘Ubaid bin ‘Umair, dari Ibnu ‘Abbaas, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah ﷺ ❤ :

*_“Tidaklah ada seorang pun yang melewati kuburan saudaranya yang mukmin yang ia ketahuinya sewaktu di dunia, lalu ia mengucapkan salam kepadanya, kecuali saudaranya yang mukmin (yang telah mati) itu mengetahuinya dan menjawab salam kepadanya”._*
{Dikeluarkan Oleh Ibnu Abdil Barr Dalam Kitabnya Al-Istidzkaar : juz  1 hal 184 / Kitaabu Ath Thahaarah / No. 1858. Riwayat ini dishahihkan Ibnul-Qayyim dalam Badaa’iul-Fawaaid : juz 2 hal 173-174}.


*📘• جاء في كتاب " أهوال القبور " للإمام  زين الدين عبد الرحمن بن أحمد بن رجب بن الحسن، السَلامي ، البغدادي، ثم الدمشقي، الحنبلي ( المتوفى: ٧٩٥هـ) ، رحمه الله تعالى :*

خرجه ابن عبد البر وقال عبد الحق الإشبيلي: إسناده صحيح يشير إلى أن رواته كلهم ثقات وهو كذلك إلا أنه غريب بل منكر.
{انظر كتاب أهوال القبور : ص ٨٥ - ٨٦.  للإمام بن رجب بن الحسن، السَلامي ، البغدادي، ثم الدمشقي، الحنبلي}.

*✏• Tersebut dalam kitab " Ahwaalu Al-Qubuur "  karya Imam Ibnu Rajab Al Hanbaliy  rahimahullahu ta'åla :*

“Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abdil-Barr, dan berkata ‘Abdul-Haqq Al-Isybiliy :

*_" shahih’, mengisyaratkan bahwa seluruh perawinya Sanadnya tsiqaat. Dan memang seperti itulah  keadaannya, kecuali hadits tersebut ghariib, bahkan munkar”._*
{Lihat Kitab Ahwaalul-Qubuur, hal : 85-86. Karya Ibnu Rajab Al Hanbaliy}.


*🖊•Al-Khaathib Al-Baghdaadiy Asy Syafi'iy  rahimahullahu ta'åla  meriwayatkan hadits semisal sebagai berikut :

أخبرنا أبو الخطاب عبد الصمد بن محمد بن محمد بن نصر بن مكرم وعلى بن المحسن التنوخي قالا أنبأنا عمر بن محمد بن على الناقد حدثنا أبو إسحاق إبراهيم بن عمران الكرماني في دار كعب سنة اثنتين وثلاثمائة حدثنا الربيع بن سليمان وأخبرنا أبو القاسم عبد الرحمن بن محمد بن عبد الله السراج بنيسابور حدثنا أبو العباس محمد بن يعقوب الأصم حدثنا الربيع بن سليمان حدثنا بشر بن بكير حدثنا عبد الرحمن بن زيد بن أسلم وفى حديث الكرماني عن عبد الرحمن بن زيد عن أبيه عن عطاء بن يسار عن أبى هريرة عن رسول الله ﷺ❤  قال :

*_"ما من عبد يمر بقبر رجل كان يعرفه في الدنيا فيسلم عليه الا عرفه ورد عليه السلام."_*
{رواه الخطيب في كتابه " تاريخ بغداد : ج ٦ ص ١٣٧. للإمام الخطيب البغدادي الشافعي}.

Telah mengkhabarkan kepada kami Abul-Khaththaab ‘Abdush-Shamad bin Muhammad bin Muhammad bin Nashr bin Mukarrim dan ‘Aliy Al-Muhsin At-Tanuukhiy,  mereka berdua berkata : Telah memberitakan kepada kami ‘Umar bin Muhammad bin ‘Aliy An-Naaqid : Telah menceritakan kepada kami Abu Ishaaq Ibraahiim bin ‘Imraan Al-Kirmaaniy di rumah Ka’b pada tahun 302 H : Telah menceritakan kepada kami Ar-Rabii’ bin Sulaiman. Dan telah menceritakan kepada kami Abul-Qaasim ‘Abdurrahmaan bin Muhammad bin ‘Abdillah As-Siraaj di Naisaabuur : Telah menceritakan kepada kami Abul-‘Abbaas Muhammd bin Ya’quub Al-Asham : Telah menceritakan kepada kami Ar-Rabii’ bin Sulaimaan : Telah menceritakan kepada kami Bisyr bin Bukair : Telah menceritakan kepada kami ‘Abdurrahmaan bin Zaid bin Aslam – dalam hadits Al-Kirmaaniy : dari ‘Abdurrahmaan bin Zaid - , dari ayahnya, dari ‘Athaa’ bin Yasaar, dari Abu Hurairah, dari Rasulullah ﷺ❤, beliau bersabda :

*_"Tidaklah ada seorang hamba yang melewati kuburan seseorang yang ia ketahuinya sewaktu di dunia, lalu ia mengucapkan salam kepadanya, kecuali orang (yang telah mati) itu mengetahuinya dan menjawab salam kepadanya”._*
{HR. Khathib Dalam Kitabnya Taariikh Baghdaad : juz  6 hal 137. Karya Imam Khathib Al Baghdaadiy Asy Syafi'iy}.

*17• 📕🖋 Orang Yang Telah Meninggal Dunia Saling Kunjung Mengunjungi Antara Yang Satu Dengan Yang Lainnya.*

Hal ini sesuai dengan riwayat hadits :

حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنْباعِ رَوْحُ بْنُ الْفَرَجِ ، ثنا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ ، ثنا ابْنُ لَهِيعَةَ ، عَنْ أَبِي الْأَسْوَدِ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ ، أَنَّهُ : سَمِعَ دُرَّةَ بِنْتَ مُعَاذٍ تُحَدِّثُ ، عَنْ أُمِّ هَانِئٍ ، أَنَّهَا سَأَلَتْ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ 💓َ :  أَنَتَزَاوَرُ إِذَا مِتْنَا وَيَرَى بَعْضُنَا بَعْضًا ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ 💞َ :

*_"يَكُونُ النَّسَمُ طَيْرًا تَعْلِقُ بِالشَّجَرِ حَتَّى إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ دَخَلَتْ كُلُّ نَفْسٍ فِي جَسَدِهَا."_*
{رواه احمد والطبراني في كتابه  المعجم الكبير للطبراني واللفظ له / مَا أَسْنَدَتْ أُمُّ هَانِئٍ  / رقم الحديث : ١٩٧٠٢}.

Telah menceritakan kepada kami : Abu Az Zinbaa' Rauh bin Al Faraj. Telah menceritakan kepada kami : Yahya bin Bukair. Telah menceritakan kepada kami : Ibnu Lahi'ah. Dari Abi Al Aswad Muhammad bin 'Abdirrahman, ia mendengar Dzurrah bintu Mu'adz menceritakan dari Ummi Haani' :

“Sesungguhnya Ummu Haani' bertanya kepada Rasulullah ِ ﷺ 💓:

*“Apakah kita akan saling mengunjungi jika kita telah mati, dan saling melihat satu dengan yang lainnya wahai Rarulullah ﷺ💓? Rasulullah ِ ﷺ 💘menjawab :*

*_“Ruh akan menjadi seperti burung yang terbang, bergelantungan di sebuah pohon, sampai jika datang hari kiamat, setiap roh akan masuk ke dalam jasadnya masing-masing.”_*
{HR. Ahmad dan Teks Milik  Thabarani *_dengan Sanad Jayyid/Baik_*}.

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ، ثني الْعَبَّاسُ بْنُ جَعْفَرٍ، نا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْأَزْدِيُّ، قَالَ: أَنْبَأَنَا عِكْرِمَةُ بْنُ عَمَّارٍ، عَنْ هِشَامِ بْنِ حَسَّانَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ، عَنْ أَبِي قَتَادَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ❤ :

*_«إِذَا وَلِيَ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ فَلْيُحْسِنْ كَفَنَهُ , فَإِنَّهُمْ يَتَزَاوَرُونَ فِي قُبُورِهِمْ»._*
{رواه ابن ابي الدنيا في كتابه المنامات / رقم الحديث : ١٦٢}.

Telah menceritakan kepada kami : Abu Bakr. Telah menceritakan kepada kami : Al "Abbas bin Ja'far. Telah menceritakan kepada kami : Muslim bin Ibrahim Al Azdiy, ia berkata ; Telah memberitakan kepada kami : 'Ikrimah bin 'Ammar. Dari Hisyaam bin Hassaan. Dari Muhammad bin Siiriin. Dari Abi Qatadah, beliau berkata : Rasulullah ﷺ 💞telah bersabda :

*_” jika salah seorang dari kamu mengurusi (jenazah)saudaranya, maka baguskanlah kain kafannya, karena mereka akan di bangkitkan dan saling berkunjung dengan kain kafan yang mereka kenakan”._*
{HR. Ibnu Abiddunya Dalam Kitabnya Al Manaamaati / No. 162}.

*📖✒• جاء في كتاب " التذكرة في احوال الموتى وامور الاخرة ", للإمام القرطبي المالكي رحمه الله تعالى :*

خرج الحافظ أبو نصر عبد الله بن سعيد بن حاتم الوائلي السجستاني في كتاب الإبانة له [ حدثنا هبة الله بن إبراهيم بن عمر قال : حدثنا علي بن الحسين بن بندار قال : حدثنا محمد بن الصفار قال : حدثنا معاوية قال : حدثنا زهير بن معاوية عن أبي الزبير عن جابر رضي الله عنه قال : قال رسول الله ﷺ 🌺:

*_"حسنوا أكفان موتاكم فإنهم يتباهون و يتزاورون في قبورهم."_*
{انظر كتاب التذكرة في احوال الموتى وامور الاخرة / باب ما جاء أن الموتى يتزاورون في قبورهم و استحسان الكفن لذلك / للإمام القرطبي المالكي}.

*📘✏• Tersebut dalam kitab " At Tadzkirah " karya Imam Qurthubiy Al Malikiy rahimahullahu ta'åla :*

Al Hafidz Abu Nashr bin 'Abdillah bin Sa'id bin Haatim Al Walaa'iliy As Sijistaaniy dalam kitab " Al Ibaanah " miliknya : Telah menceritakan kepada kami :  Hibbatullaahi bin Ibrahim bin 'Umar, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami : 'Aliy bin Al Husain bin Bundar, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami : Muhammad bin Ash Shafaar, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami : Mu'awwiyyah, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami : Zuhair bin Mu'awwiyyah. Dari Abi Az Zubair. Dari Jaabir RadliyyAllahu 'anhu, ia berkata : Rasulullah ﷺ💓 pernah bersabda :

*_" Baguskanlah kain-kain kafan  mayit-mayit kalian, karena mereka akan berbangga dan saling berkunjung (dengan kafan mereka) di kubur mereka”._*
{Lihat Kitab At Tadzkiratu Fi Ahwaali Al Mauta Wa Umuuri Al Akhirah / Baabu Ma Ja'a Anna Al Mauta Yatazaawaruuna Fi Qubuurihim ... / Karya Imam Qurthubiy Al Malikiy}.


*💓🎤• قال العلامة ملا علي القاري الحنفي رحمه الله تعالى في كتابه " عمدة القاري شرح صحيح البخاري :*

وَفِي رِوَايَة الْحَارِث بن أُسَامَة وَأحمد بن منيع:

*_( إِذا ولي أحدكُم أَخَاهُ فليحسن كَفنه فَإِنَّهُم يبعثون فِي أكفانهم ويتزاورون فِي أكفانهم) ._*

وَفِي رِوَايَة أبي نصر عَن جَابر، رَضِي الله تَعَالَى عَنهُ، أَيْضا قَالَ: قَالَ رَسُول الله، ﷺ 💞  :

*_( أَحْسنُوا أكفان مَوْتَاكُم فَإِنَّهُم يتباهون ويتزاورون) ._*
{انظر كتاب عمدة القاري شرح صحيح البخاري / كتاب الجنائز / باب موت يوم الاثنين / رقم الحديث : ١٣٣٢}.

*📔🖊• Berkata Al 'Alamah Mula 'Aliy Al Qaariy Al Hanafiy Rahimahullaahu ta'ala didalam Kitabnya 'Umdatu Al Qaari Syarhu Shahiih Al Bukhariy ":*

Dalam riwayat Al Haaritsah bin Usamah dan Ahmad bin Manii':

*_” jika salah seorang dari kamu mengurusi (jenazah)saudaranya, maka baguskanlah kain kafannya, karena mereka akan di bangkitkan dan saling berkunjung dengan kain kafan yang mereka kenakan”._*

Dan dalam riwayat Abu Nashr dari Jaabir lagi, radliyyAllahu 'anhu, beliau berkata : Rasulullah ﷺ 💓telah bersabda :

*_" Baguskanlah kain-kain kafan  mayit-mayit kalian, karena mereka akan berbangga dan saling berkunjung (dengan kafan mereka) di kubur mereka”._*
{Lihat Kitab 'Umdatu Al Qaariy Syarhu Shahiih Al Bukhariy / Kitaabu Al Janaa'iz / Baabu Mauti Yauma Al Isnaini / No. 1332. Karya Mula 'Aliy Al Qaariy Al Hanafiy}.

 ثنا مُحَمَّدُ بْنُ عَوْفٍ ، عَنْ عَمْرِو بْنِ هِشَامٍ الْحَرَّانِيِّ ، قَالَ : أَصَبْتُ فِي كِتَابِ عَتَّابِ بْنِ بَشِيرٍ ، عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ رَاشِدٍ ، عَنِ الزُّهْرِيِّ ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ ، وأَبِي سَلَمَةَ ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ 💐َ , قَالَ :

*_" كُلُّ ابْنِ آدَمَ تَأْكُلُهُ الأَرْضُ ، إِلا عَجِبَ الذَّنْبِ مِنْهُ يَنْبُتُ ،
ُ اللَّهُ مَاءَ الْحَيَاةِ ، فَيَنْبُتُونَ فِيهِ نَبَاتَ الْخَضِرِ ، حَتَّى إِذَا أُخْرِجَتِ الأَجْسَادُ ، أَرْسَلَ اللَّهُ الأَرْوَاحَ ، وَكَانَ كُلُّ رُوحٍ أَسْرَعَ إِلَى صَاحِبِهِ مِنَ الطَّرْفِ ، ثُمَّ يُنْفَخُ فِي الصُّوَرِ فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ "._*
{أخرجه ابن أبي عاصم في كتابه  السنة / بَابُ الإِيمَانِ بِالْبَعْثِ وَفِيهِ أَخْبَارٌ قَدْ ... / رقم الحديث : ٧٣٩}.

Telah menceritakan kepada kami : Muhammad bin 'Auf. Dari 'Amr bin Hisyaam Al Harraaniy, ia berkata : Aku menuangkan dalam kitab 'Ataab bin Basyiir. Dari Ishaaq bin Rashid. Dari Az Zuhriy. Dari Sa'id bin Musayyib dan Abi Salamah. Dari Abi Hurairah. Dari Nabi ﷺ 💞 :

*_" Bumi memakan setiap anak Adam kecuali tulang ekor yang dari situ Allah menumbuhkan air kehidupan, lalu tumbuh  didalamnya tetumbuhan yang hijau, sampai  ketika Allah mengeluarkan jasad-jasad, maka Allah mengirimkan ruh-ruhnya, dan Setiap ruh bergegas masuk  pada pemiliknya dari suatu titik, lalu ditiupkan dalam beberapa bentuk, maka ketika itu mereka berdiri dan saling memandang."_*
{HR. Ibnu Abi 'Ashim Dalam Kitabnya As Sunnah / Baabu Al Iimaani Bilba'tsi ... / No. 729}.


*18• 📘🖌 Orang Yang Telah Meninggal Dunia Merasa Senang Kepada Orang Yang Menziarahinya, Dan Merasa Sedih Kepada Orang Yang Tidak Menziarahinya.*

Hal ini dijelaskan dalam beberapa riwayat Atsar yang telah disepakati oleh ulama' salaf :

*📒🎤• قال الإمام ابن القيم الجوزي الحنبلي رحمه الله تعالى في كتابه "  الروح في الكلام على أرواح الأموات والأحياء بالدلائل من الكتاب والسنة ":*

وَالسَّلَف مجمعون على هَذَا وَقد تَوَاتَرَتْ الْآثَار عَنْهُم بِأَن الْمَيِّت يعرف زِيَارَة الْحَيّ لَهُ ويستبشر بِهِ

قَالَ أَبُو بكر عبد الله بن مُحَمَّد بن عبيد بن أَبى الدُّنْيَا فِي كتاب الْقُبُور بَاب معرفَة الْمَوْتَى بزيارة الْأَحْيَاء
حَدثنَا مُحَمَّد بن عون حَدثنَا يحيى بن يمَان عَن عبد الله بن سمْعَان عَن زيد بن أسلم عَن عَائِشَة رضى الله تَعَالَى عَنْهَا قَالَت قَالَ رَسُول الله :

مَا من رجل يزور قبر أَخِيه وَيجْلس عِنْده إِلَّا استأنس بِهِ

ورد عَلَيْهِ حَتَّى يقوم
حَدثنَا مُحَمَّد بن قدامَة الجوهرى حَدثنَا معن بن عِيسَى الْقَزاز أخبرنَا هِشَام بن سعد حَدثنَا زيد بن أسلم عَن أَبى هُرَيْرَة رضى الله تَعَالَى عَنهُ قَالَ :

إِذا مر الرجل بِقَبْر أَخِيه يعرفهُ فَسلم عَلَيْهِ رد عَلَيْهِ السَّلَام وعرفه وَإِذا مر بِقَبْر لَا يعرفهُ فَسلم عَلَيْهِ رد عَلَيْهِ السَّلَام.
{انظر كتاب الروح : ج ١ ص ٥. للإمام ابن القيم الجوزي الحنبلي}.

*📔🖍• Berkata Imam Ibnul Qayyim Al Jauziy Al Hanbaliy  dalam kitabnya " Ar Ruuh ":*

Bahkan menurut Ulama Salaf mereka telah ijma’ (sepakat) bahwa masalah orang yang mati itu mampu mengenal orang-orang yang masih hidup pada saat berziarah bahkan para ahli kubur mersasa gembira atas dengan kedatangan para peziarah.

Berkata Abu Bakar Abdullah bin Muhammad bin Abid biin Abidunya dalam kitab Kubur pada bab ma’rifatul mauta biziyaratil ahya. (Menyebut hadits sebagai berikut):

حَدثنَا مُحَمَّد بن عون حَدثنَا يحيى بن يمَان عَن عبد الله بن سمْعَان عَن زيد بن أسلم عَن عَائِشَة رضى الله تَعَالَى عَنْهَا قَالَت : قَالَ رَسُول الله ﷺ 💞:

*_«مَا من رجل يزور قبر أَخِيه وَيجْلس عِنْده إِلَّا استأنس بِهِ, وٙرٙدٙ عٙلٙيْهِ حٙتّٙى يٙقُوْمٙ»._*

Telah menceritakan kepada kami : Muhammad bin 'Aun. Telah menceritakan kepada kami : Yahya bin Yaman. Dari 'Abdillah bin Sam'aan. Dari Zaid bin Aslam. Dari Aisyah radliyyAllahu ta'åla 'anha, beliau berkata: Rasulullah ﷺ 💘  bersabda:

*_“Siapa saja yang berziarah (berkunjung) ke kuburan saudaranya, kemudian duduk di sisi kuburnya maka menjadi tenanglah si mayit, dan Allah akan mengembalikan ruh saudaranya yang meninggal itu untuk menemaninya sampai selesai berziarah.”_*

(Menjawab salam siapa saja
Orang yang meninggal dunia, akan menjawab salam baik yang dikenal maupun yang tidak dikenalnya sebagaimana dalam sebuah riwayat hadits berikut):

حَدثنَا مُحَمَّد بن قدامَة الجوهرى حَدثنَا معن بن عِيسَى الْقَزاز أخبرنَا هِشَام بن سعد حَدثنَا زيد بن أسلم عَن أَبى هُرَيْرَة رضى الله تَعَالَى عَنهُ قَالَ : قال رسول الله ﷺ 💘:

*_«إِذا مر الرجل بِقَبْر أَخِيه يعرفهُ فَسلم عَلَيْهِ رد عَلَيْهِ السَّلَام وعرفه وَإِذا مر بِقَبْر لَا يعرفهُ فَسلم عَلَيْهِ رد عَلَيْهِ السَّلَام»._*

Telah menceritakan kepada kami : Muhammad bin Qudamah Al Jauhariy. Telah menceritakan kepada kami : Ma'n bin 'Isa Al Qazaaz. Telah mengabarkan kepada kami : Hisyaam bin Sa'd. Telah menceritakan kepada kami : Dari Zaid bin Aslam. Dari Abi Hurairah radliyyAllahu ta'åla 'anhu, beliau berkata :  Rasulullah ﷺ 💓 bersabda:

*_“Apalabila orang yang lewat kuburan saudaranya kemudian memberi salam, maka akan dibalas salam itu, dan dia mengenal siapa Yang menyalami. Demikian juga mereka (yang mati) akan menjawab salam orang-orang yang tidak kenal.”_*
{Lihat Kitab Ar Ruh : juz 1 hal 5. Karangan Ibnu Qoyyim Al Jauzi Al Hanbaliy}.


*19• 📕🖊 Orang yang telah meninggal dunia mengetahui keadaan dan perbuatan orang yang masih hidup.*

Bahkan mereka merasakan sedih atas perbuatan dosa orang yang masih hidup dari kalangan keluarganya dan merasa gembira atas amal shaleh mereka.*

Hal ini sesuai dengan riwayat hadits

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَمَّنْ سَمِعَ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ 💓 :

*_«إِنَّ أَعْمَالَكُمْ تُعْرَضُ عَلَى أَقَارِبِكُمْ وَعَشَائِرِكُمْ مِنْ الْأَمْوَاتِ؛ فَإِنْ كَانَ خَيْرًا اسْتَبْشَرُوا بِهِ وَإِنْ كَانَ غَيْرَ ذَلِكَ قَالُوا: اللَّهُمَّ لَا تُمِتْهُمْ حَتَّى تَهْدِيَهُمْ كَمَا هَدَيْتَنَا»._*
{رواه أحمد في مسنده / باقي مسند المكثرين من الصحابة / حديث أنس بن مالك رضي الله عنه.  (ضعيف فيه رجل مجهول)}.

Telah menceritakan kepada kami : 'Abdurrazzaq. Telah menceritakan kepada kami : Sufyaan. Dari orang yang mendengar Anas berkata : Nabi  ﷺ ❤ bersabda :

*_“Sesungguhnya perbuatan kalian diperlihatkan kepada karib-kerabat dan keluarga kalian yang telah meninggal dunia. Jika perbuatan kalian baik, maka mereka mendapatkan kabar gembira, namun jika selain daripada itu, maka mereka berkata: “Ya Allah, janganlah engkau matikan mereka sampai Engkau memberikan hidayah kepada mereka seperti engkau memberikan hidayah kepada kami.”_*
{HR. Ahmad dalam musnadnya / Baaqi Musnad Al Muktsiriin Min Ash Shahaabati / Hadis Anas bin Malik RadliyyAllahu 'Anhu / *_Sanadnya Lemah_* didalamnya terdapat perawi yang majhul/tidak diketahui}.


*🖍• وجاء في كتاب " الحاوي للفتاوي " للإمام جلال الدين السيوطي واسمه عبد الرحمن بن الكمال بن محمد الخضيري السيوطي، رحمه الله تعالى :*

وروى الترمذي الحكيم في " نوادر الأصول " ، من حديث عبد الغفور بن عبد العزيز ، عن أبيه ، عن جده قال : قال رسول الله ﷺ 💞 :

*_«تعرض الأعمال يوم الاثنين ويوم الخميس على الله ، وتعرض على الأنبياء وعلى الآباء والأمهات يوم الجمعة ، فيفرحون بحسناتهم وتزداد وجوههم بياضا وإشراقا ، فاتقوا الله ولا تؤذوا أمواتكم»"_*
{انظر كتاب الحاوي للفتاوي /  الفتاوى الحديثية     / كتاب البعث / للإمام جلال الدين عبد الرحمن السيوطي الشافعي}.

*🖊• Tertulis dalam kitab " Al Haawi Lil Fatawi " karya Imam Suyuthi Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'åla :*

Tirmidzi Hakim meriwaytkan dalam kitab " Nawaadir Al Ushuul " hadits dari 'Abdul Ghafuur bin 'Abdul Aziz. Dari Bapaknya. Dari Kakeknya, ia berkata : Rasulullah  ﷺ 💞 bersabda :

*_“Seluruh amal perbuatan dilaporkan kepada Allah SWT pada hari Senin dan Kamis, dan diperlihatkan kepada para orangtua pada hari Jum’at. Mereka merasa gembira dengan perbuatan baik orang-orang yang masih hidup, wajah mereka menjadi tambah bersinar terang. Maka bertakwalah kalian kepada Allah dan janganlah kalian menyakiti orang-orang kalian yang telah meninggal dunia.”_*
{Lihat Kitab Al Haawi Lil Fatawi / Al Fatawi Al Haditsiyyah / Kitabu Al Ba'tsi / Riwayat
Tirmidzi Hakim dalam kitab Nawâdirul Ushûl / Karya Imam Suyuthi Asy Syafi'iy}.

*20• 📔✒ Orang-orang beriman hidup di dalam surga bersama anak-cucu dan keturuanan mereka yang shaleh.*

*📖✒• قال الله تعالى في كتابه الكريم :*

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ
{سورة الطور : ٠٥٢/ ٢١}.

Artinya :

*_“Dan orang-orang beriman yang anak-cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, kami pertemukan mereka dengan anak-cucu mereka. Kami tidak mengurangi dari pahala amal mereka sedikitpun. Setiap orang terkait denga apa yang telah dia kerjakan.”_*
{QS. At-Thur: 052/ 21}

*📒🌺• قال الإمام ابن كثير الشافعي رحمه الله تعالى في تفسيره :*

وَقَالَ الْحَافِظ الطَّبَرَانِيّ : حَدَّثَنَا الْحُسَيْن بْن إِسْحَاق التُّسْتَرِيّ حَدَّثَنَا مُحَمَّد بْن عَبْد الرَّحْمَن بْن غَزْوَان حَدَّثَنَا شَرِيك عَنْ سَالِم الْأَفْطَس عَنْ سَعِيد بْن جُبَيْر عَنْ اِبْن عَبَّاس أَظُنّهُ عَنْ النَّبِيّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ :

*_" إِذَا دَخَلَ الرَّجُل الْجَنَّة سَأَلَ عَنْ أَبَوَيْهِ وَزَوْجَتِهِ وَوَلَدِهِ فَيُقَال إِنَّهُمْ لَمْ يَبْلُغُوا دَرَجَتَك فَيَقُول يَا رَبّ قَدْ عَمِلْت لِي وَلَهُمْ فَيُؤْمَر بِإِلْحَاقِهِمْ بِهِ " وَقَرَأَ اِبْن عَبَّاس " وَاَلَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتهمْ بِإِيمَانٍ " الْآيَة ._*

وَقَالَ الْعَوْفِيّ عَنْ اِبْن عَبَّاس فِي هَذِهِ الْآيَة يَقُول وَاَلَّذِينَ أَدْرَكَ ذُرِّيَّتهمْ الْإِيمَان فَعَمِلُوا بِطَاعَتِي أَلْحَقْتهمْ بِإِيمَانِهِمْ إِلَى الْجَنَّة وَأَوْلَادهمْ الصِّغَار تُلْحَق بِهِمْ وَهَذَا رَاجِع إِلَى التَّفْسِير الْأَوَّل فَإِنَّ ذَلِك مُفَسَّرًا أَصْرَح مِنْ هَذَا . وَهَكَذَا يَقُول الشَّعْبِيّ وَسَعِيد بْن جُبَيْر وَإِبْرَاهِيم وَقَتَادَة وَأَبُو صَالِح وَالرَّبِيع بْن أَنَس وَالضَّحَّاك وَابْن زَيْد وَهُوَ اِخْتِيَار اِبْن جَرِير

وَقَدْ قَالَ عَبْد اللَّه بْن الْإِمَام أَحْمَد حَدَّثَنَا عُثْمَان بْن أَبِي شَيْبَة حَدَّثَنَا مُحَمَّد بْن فُضَيْل عَنْ مُحَمَّد بْن عُثْمَان عَنْ زَاذَان عَنْ عَلِيّ قَالَ :

*_"سَأَلَتْ خَدِيجَةُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ وَلَدَيْنِ مَاتَا لَهَا فِي الْجَاهِلِيَّة فَقَالَ رَسُول اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ " هُمَا فِي النَّار" فَلَمَّا رَأَى الْكَرَاهِيَة فِي وَجْههَا قَالَ " لَوْ رَأَيْت مَكَانَهُمَا لَأَبْغَضْتهمَا " قَالَتْ يَا رَسُول اللَّه فَوَلَدِي مِنْك قَالَ" فِي الْجَنَّة " قَالَ ثُمَّ قَالَ رَسُول اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ " إِنَّ الْمُؤْمِنِينَ وَأَوْلَادَهُمْ فِي الْجَنَّة وَإِنَّ الْمُشْرِكِينَ وَأَوْلَادَهُمْ فِي النَّار " ثُمَّ قَرَأَ رَسُول اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ " " وَاَلَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتهمْ بِإِيمَانٍ " " الْآيَة_*

هَذَا فَضْله تَعَالَى عَلَى الْأَبْنَاء بِبَرَكَةِ عَمَل الْآبَاء وَأَمَّا فَضْله عَلَى الْآبَاء بِبَرَكَةِ دُعَاء الْأَبْنَاء

فَقَدْ قَالَ الْإِمَام أَحْمَد حَدَّثَنَا يَزِيد حَدَّثَنَا حَمَّاد بْن سَلَمَة عَنْ عَاصِم بْن أَبِي النَّجُود عَنْ أَبِي صَالِح عَنْ أَبِي هُرَيْرَة رَضِيَ اللَّه عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُول اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

*_" إِنَّ اللَّه لَيَرْفَع الدَّرَجَة لِلْعَبْدِ الصَّالِح فِي الْجَنَّة فَيَقُول يَا رَبّ أَنَّى لِي هَذِهِ ؟ فَيَقُول بِاسْتِغْفَارِ وَلَدك لَك "._*

إِسْنَادُهُ صَحِيح وَلَمْ يُخْرِجُوهُ مِنْ هَذَا الْوَجْه وَلَكِنْ لَهُ شَاهِد فِي صَحِيح مُسْلِم عَنْ أَبِي هُرَيْرَة عَنْ رَسُول اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

*_" إِذَا مَاتَ اِبْن آدَم اِنْقَطَعَ عَمَله إِلَّا مِنْ ثَلَاث صَدَقَة جَارِيَة أَوْ عِلْم يُنْتَفَع بِهِ أَوْ وَلَد صَالِح يَدْعُو لَهُ "._*
{انظر تفسير ابن كثير / تفسير سورة الطور : ٠٥٢/ ٢١. للإمام ابن كثير الشافعي}.

*📖✏• Berkata Imam Ibnu Katsir Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'åla dalam kitab tafsirnya :*

قَالَ الْحَافِظُ الطَّبَرَانِيُّ: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْحَاقَ التُّسْتَرِي، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ غَزْوان، حَدَّثَنَا شَرِيكٌ، عَنْ سَالِمٍ الْأَفْطَسِ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ -أَظُنُّهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ-قَالَ:

*_"إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ الْجَنَّةَ سَأَلَ عَنْ أَبَوَيْهِ وَزَوْجَتِهِ وَوَلَدِهِ،

فَيُقَالُ: إِنَّهُمْ لَمْ يَبْلُغُوا دَرَجَتَكَ.

فَيَقُولُ: يَا رَبِّ، قَدْ عَمِلْتُ لِي وَلَهُمْ. فَيُؤْمَرُ بِإِلْحَاقِهِمْ بِهِ، وَقَرَأَ ابْنُ عَبَّاسٍ {وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ} الْآيَةَ

*✒•Al-Hafiz Imam Thabarani mengatakan :*

Telah menceritakan kepada kami : Al-Husain ibnu Ishaq At-Tusturi. Telah menceritakan kepada kami :  Muhammad ibnu Abdur Rahman ibnu Gazwan. Telah menceritakan kepada kami :  Syarik. Dari Salim Al-Aftas. Dari Sa'id ibnu Jubair. Dari Ibnu Abbas yang menurutnya Ibnu Abbas pasti dari Nabi ﷺ 💓  Disebutkan:

Apabila seseorang masuk surga, maka ia ditanyai tentang kedua orang tuanya, istrinya, dan anak-anaknya.

Maka dikatakan :  *_"Sesungguhnya mereka masih belum dapat mencapai derajatmu.”_*

Maka ia berkata :  *_"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah beramal untuk diriku dan juga untuk mereka, "_*

*Maka diperintahkan agar mereka dihubungkan (digabungkan) bersamanya.*

*Setelah itu Ibnu Abbas r.a. membaca firman-Nya: Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan. (Ath-Thur: 21), hingga akhir ayat.*

*🖍•Al-Aufi telah meriwayatkan :*

Dari Ibnu Abbas sehubungan dengan ayat ini, bahwa orang-orang yang anak cucunya beriman, lalu mengerjakan amal ketaatan kepada-Ku, maka Aku akan menghubungkan keturunan mereka dengan mereka di dalam surga, begitu pula anak-anak kecil mereka.
Pendapat ini merujuk kepada tafsir yang pertama, karena pada tafsir yang pertama dijelaskan hal yang lebih gamblang daripada ini.

Hal yang sama telah dikatakan oleh Asy-Sya'bi, Sa'id ibnu Jubair, Ibrahim, Qatadah, Abu Saleh, Ar-Rabi' ibnu Anas, Ad-Dahhak, dan Ibnu Zaid; pendapat inilah yang dipilih oleh Ibnu Jarir.

*🖊• وَقَدْ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْإِمَامِ أَحْمَدَ:*

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا حَمَدُ بْنُ فُضَيْل، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عُثْمَانَ، عَنْ زَاذَانَ، عَنْ عَلِيٍّ قَالَ:

سألتْ خَدِيجَةُ النَّبِيَّ ﷺ 💓 , عَنْ وَلَدَيْنِ مَاتَا لَهَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ؟,

فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ 💞 :

*_"هُمَا فِي النَّارِ"._*

فَلَمَّا رَأَى الْكَرَاهَةَ فِي وَجْهِهَا

*_قَالَ: "لَوْ رَأَيْتِ مَكَانَهُمَا لَأَبْغَضْتِهِمَا"._*

قَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، فَوَلَدِي مِنْكَ.

*_قَالَ: " فِي الْجَنَّةِ"._*

قَالَ: ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ❤َ:

*_"إِنَّ الْمُؤْمِنِينَ وَأَوْلَادَهُمْ فِي الْجَنَّةِ، وَإِنَّ الْمُشْرِكِينَ وَأَوْلَادَهُمْ فِي النَّارِ"._*

ثُمَّ قَرَأَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ 💓 : {وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ}

*🎤• Abdullah ibnu Imam Ahmad mengatakan :*

Telah menceritakan kepada kami :  Us'man ibnu Abu Syaibah. Telah menceritakan kepada kami : Hamad Ibnu Fudail. Dari Muhammad ibnu Us'man. Dari Zadzaan. Dari Ali yang mengatakan :  Bahwa Khadijah pernah bertanya kepada Nabi ﷺ 💓 tentang dua orang anaknya yang telah mati di masa Jahiliyah?.

Maka Rasulullah ﷺ ❤ bersabda :  *_"Keduanya berada di dalam neraka."_*

Tetapi ketika beliau melihat roman muka yang tidak enak pada wajah Khadijah r.a.,

Maka beliau bersabda :  *_"Seandainya engkau melihat kedudukan keduanya, niscaya engkau akan marah terhadap keduanya."_*

Khadijah r.a. bertanya : *_"Lalu bagaimanakah dengan anak-anakku yang darimu?"*

Rasulullah ﷺ 💓 bersabda:

*_"(Mereka) berada di dalam surga."_*

Kemudian Rasulullah ﷺ 💞 bersabda:

*_"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu dan anak-anak mereka berada di dalam surga. Dan sesungguhnya orang-orang musyrik itu dan anak-anak mereka berada di dalam neraka."_*

Lalu beliau ﷺ ❤ membacakan firman Allah Swt.:

*_[Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan]."_*(Ath-Thur: 21), hingga akhir ayat.

Ini merupakan karunia dari Allah Swt. kepada para anak berkat amal bapak-bapak mereka. Adapun mengenai karunia Allah kepada para bapak berkat doa anak-anak yang saleh, maka dalilnya telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad.

Disebutkan bahwa:

حَدَّثَنَا يَزِيدُ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ عَاصِمِ بْنِ أَبِي النَّجُود، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ 💓 :

*_"إِنَّ اللَّهَ لَيَرْفَعُ الدَّرَجَةَ لِلْعَبْدِ الصَّالِحِ فِي الْجَنَّةِ فَيَقُولُ: يَا رَبِّ، أَنَّى لِي هَذِهِ؟ فَيَقُولُ: بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ"._*

Telah menceritakan kepada kami :  Yazid. Telah menceritakan kepada kami :  Hammad ibnu Salamah. Dari 'Asim ibnu Abun Nujud, dari Abu Saleh. Dari Abu Hurairah radliyyAllahu 'anhu yang mengatakan :  Bahwa Rasulullah ﷺ 💓 pernah bersabda:

*_"Sesungguhnya Allah benar-benar meninggikan derajat hamba yang saleh di dalam surga,_*

*_lalu si hamba bertanya : "Ya Tuhanku, dari manakah semuanya ini buatku?”_*

*_Maka Allah Swt. menjawab :  "Berkat permohonan ampun anakmu untukmu.”_*

*Sanad Hadis ini Shahiih,* mereka tidak mengetengahkannya dari jalur ini, tetapi mempunyai syahid di dalam kitab Sahih Muslim.

Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah ﷺ 💓
yang telah bersabda:

"إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ"

Apabila anak Adam meninggal dunia, terputuslah amal perbuatannya, kecuali tiga hal, yaitu sedekah yang mengalir (pahalanya), atau ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.
{Lihat Tafsir Ibnu Katsir / Tafsir Surah Ath Thuur : 052/ 21. Karya Imam Ibnu Katsir Asy Syafi'iy}.


*21• 📁📌 Orang Mukmin Dapat Melihat Allah SWT Bagaikan Melihat Bulan Purnama.*

Hal ini telah dijelaskan dalam riwayat hadits :

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي عُمَرَ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ هَلْ نَرَى رَبَّنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ؟

قَالَ: «هَلْ تُضَارُّونَ فِي رُؤْيَةِ الشَّمْسِ فِي الظَّهِيرَةِ، لَيْسَتْ فِي سَحَابَةٍ؟»

قَالُوا: لَا،

قَالَ: «فَهَلْ تُضَارُّونَ فِي رُؤْيَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ، لَيْسَ فِي سَحَابَةٍ؟»

قَالُوا: لَا،

قَالَ: " فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا تُضَارُّونَ فِي رُؤْيَةِ رَبِّكُمْ، إِلَّا كَمَا تُضَارُّونَ فِي رُؤْيَةِ أَحَدِهِمَا، قَالَ: فَيَلْقَى الْعَبْدَ، فَيَقُولُ: أَيْ فُلْ أَلَمْ أُكْرِمْكَ، وَأُسَوِّدْكَ، وَأُزَوِّجْكَ، وَأُسَخِّرْ لَكَ الْخَيْلَ وَالْإِبِلَ، وَأَذَرْكَ تَرْأَسُ وَتَرْبَعُ؟

فَيَقُولُ: بَلَى،

قَالَ: فَيَقُولُ: أَفَظَنَنْتَ أَنَّكَ مُلَاقِيَّ؟

فَيَقُولُ: لَا،

فَيَقُولُ: فَإِنِّي أَنْسَاكَ كَمَا نَسِيتَنِي، ثُمَّ يَلْقَى الثَّانِيَ فَيَقُولُ: أَيْ فُلْ أَلَمْ أُكْرِمْكَ، وَأُسَوِّدْكَ، وَأُزَوِّجْكَ، وَأُسَخِّرْ لَكَ الْخَيْلَ وَالْإِبِلَ، وَأَذَرْكَ تَرْأَسُ، وَتَرْبَعُ، فَيَقُولُ: بَلَى، أَيْ رَبِّ فَيَقُولُ: أَفَظَنَنْتَ أَنَّكَ مُلَاقِيَّ؟

فَيَقُولُ: لَا،

فَيَقُولُ: فَإِنِّي أَنْسَاكَ كَمَا نَسِيتَنِي، ثُمَّ يَلْقَى الثَّالِثَ، فَيَقُولُ لَهُ مِثْلَ ذَلِكَ، فَيَقُولُ: يَا رَبِّ آمَنْتُ بِكَ، وَبِكِتَابِكَ، وَبِرُسُلِكَ، وَصَلَّيْتُ، وَصُمْتُ، وَتَصَدَّقْتُ، وَيُثْنِي بِخَيْرٍ مَا اسْتَطَاعَ، فَيَقُولُ: هَاهُنَا إِذًا، قَالَ: ثُمَّ يُقَالُ لَهُ: الْآنَ نَبْعَثُ شَاهِدَنَا عَلَيْكَ، وَيَتَفَكَّرُ فِي نَفْسِهِ: مَنْ ذَا الَّذِي يَشْهَدُ عَلَيَّ؟ فَيُخْتَمُ عَلَى فِيهِ، وَيُقَالُ لِفَخِذِهِ وَلَحْمِهِ وَعِظَامِهِ: انْطِقِي، فَتَنْطِقُ فَخِذُهُ وَلَحْمُهُ وَعِظَامُهُ بِعَمَلِهِ، وَذَلِكَ لِيُعْذِرَ مِنْ نَفْسِهِ، وَذَلِكَ الْمُنَافِقُ وَذَلِكَ الَّذِي يَسْخَطُ اللهُ عَلَيْهِ ".
{رواه مسلم / ٥٢ - كتاب الفتن وأشراط الساعة / ٢٨ - باب ما بين النفختين / رقم الحديث : ٢٩٦٨}.

Telah menceritakan kepadaku :  Muhammad bin Abu Umar. Telah menceritakan kepada kami :  Sufyan. Dari Suhail bin Abu Shalih. Dari Ayahnya. Dari Abu Hurairah berkata:

*_Mereka bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kita akan melihat Rabb kita pada hari kiamat?_*

*_Beliau balik bertanya: "Apakah kalian membahayakan (orang lain) saat melihat matahari disiang hari yang tidak ada awannya?"_*

*Mereka menjawab: Tidak.*

*_Beliau bertanya lagi: "Apakah kalian membahayakan (orang lain) saat melihat bulan dimalam purnama yang tidak ada awannya?"_*

*Mereka menjawab: Tidak.*

*_Beliau bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada ditanganNya, kalian tidak membahayakan (orang lain) saat melihat Rabb kalian kecuali seperti kalian membahayakan (orang lain) saat melihat salah satunya."_*

*_Beliau meneruskan: "Lalu Ia menemui hamba kemudian bertanya: 'Hai fulan, bukankah Aku telah memuliakanmu, menjadikanmu pemimpin, menikahkanmu, Aku tundukkan kuda dan unta untukmu, Aku membiarkanmu menjadi pemimpin dan ditaati? '_*

*ia menjawab: 'Benar.'*

*_Ia bertanya: 'Apa kau mengira akan bertemu denganku?_*

*ia menjawab: 'Tidak.' Allah berfirman: 'Sesungguhnya Aku melupakanmu seperti kau melupakanKu.' Setelah itu yang kedua datang menemui lalu Allah berfirman: 'Hai fulan, bukankah Aku telah memuliakanmu, menjadikanmu pemimpin, menikahkanmu, Aku tundukkan kuda dan unta untukmu, Aku membiarkanmu menjadi pemimpin dan ditaati? ' ia menjawab: 'Benar.' Ia bertanya: 'Apa kau mengira akan bertemu denganku? ' ia menjawab: 'Tidak.' Allah berfirman: 'Sesungguhnya Aku melupakanmu seperti kau melupakanKu.' Setelah itu yang ketiga datang menemui lalu Allah berfirman padanya seperti itu, ia berkata: 'Wahai Rabb, aku beriman padaMu, kitabMu, rasulMu, aku shalat, puasa dan bersedekah, ' lalu ia memuji kebaikan semampunya kemudian Allah berfirman: '(Berhentilah) disini kalau begitu.' Setelah itu dikatakan padanya: 'Sekarang, kami mengutus saksi kami untukmu.' Ia Berfikir dalam dirinya, siapa gerangan yang akan bersaksi untuknya. Mulutnya ditutupi dan dikatakan kepada paha, daging dan tulangnya: 'Berbicaralah.' Lalu paha, daging dan tulangnya mengucapkan perbuatannya. Demikian itu supaya menjadi alasan untuk dirinya. Itulah orang munafik, itulah orang yang dimurkai Allah."
{HR. Muslim / 52 - Kitabu Al Fitani Wa Asyraathi As Saa'ati / 28 - Baabu Ma Baina Al Nafakhataini / No. 2968}.


*22• 📒🖋 Ruh Orang Islam Yang Meninggal Berputar Putar Mengelilingi Rumahnya 40 Hari Dan Mengelilingi Pusaranya Selama Setahun.*

*✏• رُوِيٙ : عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ الله عَنْهُ عَنْ رَسُوْلِ الله ﷺ 💓 : إِذَا مَاتَ اْلمُؤْمِنُ حَامَ رُوْحُهُ حَوْلَ دَارِهِ شَهْراً فَيَنْظُرُ إِلَى مَنْ خَلَفَ مِنْ عِياَلِهِ كَيْفَ يَقْسِمُ مَالَهُ وَكَيْفَ يُؤَدِّيْ دُيُوْنَهُ فَإِذاَ أَتَمَّ شَهْراً رُدَّ إِلَى حَفْرَتِهِ فَيَحُوْمُ حَوْلَ قَبْرِهِ وَيَنْظُرُ مَنْ يَأْتِيْهِ وَيَدْعُوْ لَهُ وَيَحْزِنُ عَلَيْهِ فَإِذَا أَتَمَّ سَنَةً رُفِعَ رُوْحُهُ إِلَى حَيْثُ يَجْتَمِعُ فِيْهِ اْلأَرْوَاحُ إِلَى يَوْمِ يُنْفَخُ فِيْ الصُّوْرِ .
{انظر هذه الرواية في كتاب درة الناصحين للشيخ عثمان بن حسن بن أحمد الخوبري وفي دقاىٔق الاخبار للشيخ نصر بن محمد بن أحمد ( أبو الليث السمرقندي ) الوفاة:    ٣٧٣هـ - ٩٨٣مـ}.

*_(Diriwayatkan​) :*

*_Dari Abu Hurairah radliyyAllahu 'anhu. Dari Dariulullah ﷺ❤  bahwa apabila seorang Darimukmin meninggal dunia, maka arwahnya berkeliling di seputar rumahnya selama satu bulan. Ia memperhatikan keluarga yang ditinggalkannya bagaimana mereka membagi hartanya dan membayarkan hutangnya. Apabila telah sampai satu bulan, maka arwahnya itu dikembalikan ke makamnya dan ia berkeliling di seputar kuburannya selama satu tahun, sambil memperhatikan orang yang mendatanginya dan mendoakannya serta orang yang bersedih atasnya. Apabila telah sampai satu tahun, maka arwahnya dinaikkan ke tempat di mana para arwah berkumpul menanti hari ditiupnya sangkakala."_*
{Lihat Riwayat Ini Dalam Kitab Durrotun Nashihin Karya Syaikh 'Utsman bin Hasan bin Ahmad Al Khaubariy dan Kitab Daqoiq Al-Akhbar Karya Syaikh Nashr bin Muhammad bin Ahmad/Abu Laits As Samarkand}.


*🖍• وٙرُوِيٙ : اَلْمَيِّتُ إِذاَ مَاتَ دِيْرَ بِهِ دَارُهُ شَهْرًا يَعْنِيْ بِرُوْحِهِ وَحَوْلَ قَبْرِهِ سَنَةً ثُمَّ تُرْفَعُ إِلَى السَّبَبِ الَّذِيْ تَلْتَقِيْ فِيْهِ أَرْواَحُ اْلأَحْياَءِ وَاْلأَمْواَتِ .
{رواه الديلمي عن ابي الدرداء}.

*_(Dan diriwayatkan dari Abi Darda' radliyyAllahu 'anhu) :*

*_"Seseorang apabila meninggal, maka ruhnya dibawa berputar-putar di sekeliling rumahnya selama satu bulan, dan di sekeliling makamnya selama satu tahun, kemudian ruh itu dinaikkan ke suatu tempat di mana ruh orang hidup bertemu dengan arwah orang mati."_*
{HR. Dailami dari Abu Darda' ra.}.


*📒🍒• Takhrij hadits :*

Matan ini direkam oleh ad-Dailami (w. 509 H / 1115 M) dalam kitabnya al-Firdaus fi Ma’tsur al-Khithab [(Beirut: Dar al-Ma’rifah, 1417/1996), IV: 240, nomor 6722]. Selain itu matan ini juga dicatat oleh as-Sayuthi (w. 911 H / 1505 M) dalam dua kitabnya, yaitu Busyra al-Ka’ib bi Liqa’ al-Habib (h. 11) dan Syarh ash-Shudur bi Syarh Hal al-Mauta wa al-Qubur (h. 262)


*23• 📕🖍 Setiap Malam Jum'at Arwah Orang Yang Telah Meninggal Pulang Kerumahnya Memelas Memanggil 1000 x Kepada Keluarganya Agar Ingat Dan Memikirkannya.*

*📔✒• جاء في كتاب " هدية الأحياء للأموات وما يصل إليهم من النفع والثواب على ممر الأوقات "، للشيخ الإمام شيخ الإسلام علي بن أحمد بن يوسف القرشي (الوفاة : ٤٨٩ هـ)، رحمه الله تعالى :*

ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﷺ💓 : «ﺇﻥ ﺃﺭﻭﺍﺡ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﻳﺄﺗﻮﻥ ﻛﻞ ﺟﻤﻌﺔ ﺇﻟﻰ ﺳﻤﺎﺀ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻓﻴﻘﻔﻮﻥ ﺑﺤﺬﺍﺀ ﺩﻭﺭﻫﻢ ﻭﺑﻴﻮﺗﻬﻢ ﻓﻴﻨﺎﺩﻱ ﻛﻞ ﻭﺍﺣﺪ ﻣﻨﻬﻢ ﺑﺼﻮﺕ ﺣﺰﻳﻦ: ﻳﺎ ﺃﻫﻠﻲ ﻭﻭﻟﺪﻱ ﻭﺃﻫﻞ ﺑﻴﺘﻲ ﻭﻗﺮﺍﺑﺎﺗﻲ، ﺍﻋﻄﻔﻮﺍ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﺑﺸﻲﺀ، ﺭﺣﻤﻜﻢ ﺍﻟﻠﻪ، ﻭﺍﺫﻛﺮﻭﻧﺎ ﻭﻻ ﺗﻨﺴﻮﻧﺎ، ﻭﺍﺭﺣﻤﻮﺍ ﻏﺮﺑﺘﻨﺎ، ﻭﻗﻠﺔ ﺣﻴﻠﺘﻨﺎ، ﻭﻣﺎ ﻧﺤﻦ ﻓﻴﻪ، ﻓﺈﻧﺎ ﻗﺪ ﺑﻘﻴﻨﺎ ﻓﻲ ﺳﺤﻴﻖ ﻭﺛﻴﻖ، ﻭﻏﻢ ﻃﻮﻳﻞ، ﻭﻭﻫﻦ ﺷﺪﻳﺪ، ﻓﺎﺭﺣﻤﻮﻧﺎ ﺭﺣﻤﻜﻢ ﺍﻟﻠﻪ، ﻭﻻ ﺗﺒﺨﻠﻮﺍ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﺑﺪﻋﺎﺀ ﺃﻭ ﺻﺪﻗﺔ ﺃﻭ ﺗﺴﺒﻴﺢ، ﻟﻌﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺮﺣﻨﺎ ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﺗﻜﻮﻧﻮﺍ ﺃﻣﺜﺎﻟﻨﺎ، ﻓﻴﺎ ﺣﺴﺮﺗﺎﻩ ﻭﺍﻧﺪﺍﻣﺎﻩ ﻳﺎ ﻋﺒﺎﺩ ﺍﻟﻠﻪ، ﺍﺳﻤﻌﻮﺍ ﻛﻼﻣﻨﺎ، ﻭﻻ ﺗﻨﺴﻮﻧﺎ، ﻓﺄﻧﺘﻢ ﺗﻌﻠﻤﻮﻥ ﺃﻥ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻔﻀﻮﻝ ﺍﻟﺘﻲ ﻓﻲ ﺃﻳﺪﻳﻜﻢ ﻛﺎﻧﺖ ﻓﻲ ﺃﻳﺪﻳﻨﺎ، ﻭﻛﻨﺎ ﻟﻢ ﻧﻨﻔﻖ ﻓﻲ ﻃﺎﻋﺔ ﺍﻟﻠﻪ، ﻭﻣﻨﻌﻨﺎﻫﺎ ﻋﻦ ﺍﻟﺤﻖ ﻓﺼﺎﺭ ﻭﺑﺎﻻً ﻋﻠﻴﻨﺎ ﻭﻣﻨﻔﻌﺘﻪ ﻟﻐﻴﺮﻧﺎ، ﻭﺍﻟﺤﺴﺎﺏ ﻭﺍﻟﻌﻘﺎﺏ ﻋﻠﻴﻦ ﺍ« ، ﻗﺎﻝ: » ﻓﻴﻨﺎﺩﻱ ﻛﻞ ﻭﺍﺣﺪ ﻣﻨﻬﻢ ﺃﻟﻒ ﻣﺮﺓٍ ﻣﻦ ﺍﻟﺮﺟﺎﻝ ﻭﺍﻟﻨﺴﺎﺀ، ﺍﻋﻄﻔﻮﺍ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﺑﺪﺭﻫﻢ ﺃﻭ ﺭﻏﻴﻒ ﺃﻭ ﻛﺴﺮﺓ « ﻗﺎﻝ: ﻓﺒﻜﻰ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﺑﻜﻴﻨﺎ ﻣﻌﻪ، ﻓﻠﻢ ﻧﺴﺘﻄﻊ ﺃﻥ ﻧﺘﻜﻠﻢ ﺛﻢ ﻗﺎﻝ » : ﺃﻭﻟﺌﻚ ﺇﺧﻮﺍﻧﻜﻢ ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻓﻲ ﻧﻌﻴﻢ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ، ﻓﺼﺎﺭﻭﺍ ﺭﻣﻴﻤﺎً ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻨﻌﻴﻢ ﻭﺍﻟﺴﺮﻭﺭ « ، ﻗﺎﻝ» : ﺛﻢ ﻳﺒﻜﻮﻥ ﻭﻳﻨﺎﺩﻭﻥ ﺑﺎﻟﻮﻳﻞ ﻭﺍﻟﺜﺒﻮﺭ ﻭﺍﻟﻨﻔﻴﺮ ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻔﺴﻬﻢ ﻳﻘﻮﻟﻮﻥ: ﻳﺎ ﻭﻟﻴﺘﻨﺎ ﻟﻮ ﺃﻧﻔﻘﻨﺎ ﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﺃﻳﺪﻳﻨﺎ ﻣﺎ ﺍﺣﺘﺠﻨﺎ ﻓﻴﺮﺟﻌﻮﻥ ﺑﺤﺴﺮﺓ ﻭﻧﺪﺍﻣﺔ
{انظر هذه الرواية في كتاب " هدية الأحياء للأموات وما يصل إليهم من النفع والثواب على ممر الأوقات "، للشيخ الإمام شيخ الإسلام علي بن أحمد بن يوسف القرشي}.

*📁📌• Tertulis dalam kitab " Hadiyatul Ahya’ lil Amwat ". Karya Syaikh Abul Hasan Ali bin Ahmad bin Yusuf bin Ja’far Al-Hakkari (w=486 H), rahimahullahu ta'åla :*

*Rasulullah ﷺ❤  bersabda:*

*_"Sesungguhnya  ruh-ruh orang mukmin datang setiap malam jumat pada langit dunia. Lalu mereka berdiri di depan pintu-pintu rumah mereka. Masing-masing mereka memanggil-manggil dengan suara yang memelas: “Wahai isteriku (suamiku), anakku, keluargaku, dan kerabatku! Sayangilah kami dengan sesuatu, maka Allah akan merahmati kalian. Ingatlah kami, jangan kalian lupakan! Sayangilah kami dalam keterasingan kami, minimnya kemapuan kami dan segala apa yang kami berada di dalamnya. Sesungguhnya kami berada dalam tempat yang terpencil, kesusahan yang panjang dan duka yang dalam. Sayangilah kami, maka Allah akan menyayangi kalian. Jangan kalian kikir kepada kami dengan memberikan doa, shadaqah dan tasbih. Semoga Allah memberikan rasa nyaman kepada kami, sebelum kalian sama seperti kami. Sungguh rugi!, Sungguh menyesal! Wahai hamba Allah! Dengarkanlah ucapan kami, dan jangan lupakan kami. Kalian tahu bahwa keutamaan yang berada di tangan kalian sekarang adalah keutamaan yang sebelumnya milik kami. Sementara kami tidak menafkahkannya untuk taat kepada Allah. Kami tidak mau terhadap kebenaran, hingga ia menjadi musibah bagi kami. Manfaatnya diberikan kepada orang lain, sementara pertanggungjawaban dan siksanya diberikan kepada kami”. Masing-masing mereka memanggil-manggil sebanyak 1000 kali: “Kasihanilah kami dengan satu dirham atau sepotong roti!” Lalu Rasulullah menangis, dan kami pun (para sahabat) menangis. Dan kami tidak mampu bicara. Rasulullah bersabda: Mereka adalah saudara-saudara kalian yang sebelumnya berada dalam kenikmatan dunia. Dan kini mereka menjadi debu setelah sebelumnya berada dalam kenikmatan dan kegembiraan. Rasulullah ﷺ💞   bersabda: "Lalu mereka (para arwah) menangis dan mengucapkan kutukan kepada mereka sendiri dan berkata: 'Celakalah kita! Jika kami menafkahkan apa yang kita miliki, maka kita tidak akan membutuhkan ini'. Lalu mereka pulang dengan penyesalan”._*
{Lihat Riwayat Ini Dalam Kitab Hadiyatul Ahya’ lil Amwat hlm: 184-185. Karya Syaikh Abul Hasan Ali bin Ahmad bin Yusuf bin Ja’far Al-Hakkari (w=486 H)}.


Dan juga diterangkan dalam I'anah Ath-Thalibiin :

*📖🖊• وجاء في كتاب " ﺇﻋﺎﻧﺔ ﺍﻟﻄﺎﻟﺒﻴﻦ شرح فتح المعين " للشيخ السيد البكري بن محمد شطا الدمياطي الشافعي، رحمه الله تعالى :*

ﻭﻭﺭﺩ ﺃﻳﻀﺎ :

*_«ﺇﻥ ﺃﺭﻭﺍﺡ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﺗﺄﺗﻲ ﻓﻲ ﻛﻞ ﻟﻴﻠﺔ ﺇﻟﻰ ﺳﻤﺎﺀ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﺗﻘﻒ ﺑﺤﺬﺍﺀ ﺑﻴﻮﺗﻬﺎ ﻭﻳﻨﺎﺩﻱ ﻛﻞ ﻭﺍﺣﺪ ﻣﻨﻬﺎ ﺑﺼﻮﺕ ﺣﺰﻳﻦ ﺃﻟﻒ ﻣﺮﺓ ﻳﺎ ﺃﻫﻠﻲ ﻭﺃﻗﺎﺭﺑﻲ ﻭﻭﻟﺪﻱ ﻳﺎ ﻣﻦ ﺳﻜﻨﻮﺍ ﺑﻴﻮﺗﻨﺎ ﻭﻟﺒﺴﻮﺍ ﺛﻴﺎﺑﻨﺎ ﻭﺍﻗﺘﺴﻤﻮﺍ ﺃﻣﻮﺍﻟﻨﺎ ﻫﻞ ﻣﻨﻜﻢ ﻣﻦ ﺃﺣﺪ ﻳﺬﻛﺮﻧﺎ ﻭﻳﺘﻔﻜﺮﻧﺎ ﻓﻲ ﻏﺮﺑﺘﻨﺎ ﻭﻧﺤﻦ ﻓﻲ ﺳﺠﻦ ﻃﻮﻳﻞ ﻭﺣﺼﻦ ﺷﺪﻳﺪ ﻓﺎﺭﺣﻤﻮﻧﺎ ﻳﺮﺣﻤﻜﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻻ ﺗﺒﺨﻠﻮﺍ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﺗﺼﻴﺮﻭﺍ ﻣﺜﻠﻨﺎ ﻳﺎ ﻋﺒﺎﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻥ ﺍﻟﻔﻀﻞ ﺍﻟﺬﻱ ﻓﻲ ﺃﻳﺪﻳﻜﻢ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﺃﻳﺪﻳﻨﺎ ﻭﻛﻨﺎ ﻻ ﻧﻨﻔﻖ ﻣﻨﻪ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺣﺴﺎﺑﻪ ﻭﻭﺑﺎﻟﻪ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﻭﺍﻟﻤﻨﻔﻌﺔ ﻟﻐﻴﺮﻧﺎ ﻓﺈﻥ ﻟﻢ ﺗﻨﺼﺮﻑ ﺃﻱ ﺍﻷﺭﻭﺍﺡ ﺑﺸﻲﺀ ﻓﺘﻨﺼﺮﻑ ﺑﺎﻟﺤﺴﺮﺓ ﻭﺍﻟﺤﺮﻣﺎﻥ»._*

ﻭﻭﺭﺩ ﺃﻳﻀﺎ ﻋﻦ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﷺ💞 ﺃﻧﻪ ﻗﺎﻝ :

*_«ﻣﺎ ﺍﻟﻤﻴﺖ ﻓﻲ ﻗﺒﺮﻩ ﺇﻻ ﻛﺎﻟﻐﺮﻳﻖ ﺍﻟﻤﻐﻮﺙ ﻳﻨﺘﻈﺮ ﺩﻋﻮﺓ ﺗﻠﺤﻘﻪ ﻣﻦ ﺍﺑﻨﻪ ﺃﻭ ﺃﺧﻴﻪ ﺃﻭ ﺻﺪﻳﻖ ﻟﻪ ﻓﺈﺫﺍ ﻟﺤﻘﺘﻪ ﻛﺎﻧﺖ ﺃﺣﺐ ﺇﻟﻴﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﻣﺎ ﻓﻴﻬﺎ»._*
{انظر هذه الرواية في كتاب " ﺇﻋﺎﻧﺔ ﺍﻟﻄﺎﻟﺒﻴﻦ شرح فتح المعين " : ج ٢ ص١٤٢. للشيخ السيد البكري بن محمد شطا الدمياطي الشافعي}.

*📒🖌• Tertulis dalam kitab " ì'anathu Thaalibiin Syarhu Fathu Al Mu'in " karya Syaikh Sayyid Al Bakriy bin Muhammad Syatho Ad Dimyathi Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'åla :*

*(Ada hadits juga) :*

*_"Sesungguhnya arwahnya orang mukmin datang disetiap malam jum'at kelangit dunia dan berdiri dekat rumah mereka dan memanggil-manggil penghuni rumah dengan suara yang sedih sampai 1000x "wahai keluargaku, wahai kerabatku, wahai anakku wahai orang yang menempati rumahku dan memakai pakaianku dan membagi harta-hartaku apakah salah satu diantara kalian ada yang ingat pada kami. Adakah yang memikirkan ketidak adanya kami, kami berada dalam penjara yang panjang/lama dan benteng yang kuat, kasihilah kami maka Allh akan mengasihi kalian dan janganlah kalian kikir sebelum kalian menjadi seperti kami wahai hamba-hamba Allah sesungguhnya anugrah yang kalian raih/terima itu juga ada pada kami dan kami tidak menginfakkannya dijalan Allah sedangkan hisab dan cobaan itu menimpa kami sedangkan kemanfaatan itu untuk selain kami". Maka jika arwah-arwah tersebut tidak memperoleh apa-apa maka arwah-arwah tersebut memperoleh kerugian."_*

*(Juga ada hadits dari Nabi ﷺ❤) :*

*_" Sesungguhnya beliau berkata: "Tidaklah ada seorang mayyit dikuburannya kecuali seperti orang yang tenggelam yang minta pertolongan, dia menanti kiriman doa dari anaknya, saudaranya atau temannya, ketika ia mendapatkannya maka ia sungguh bahagia mengalahkan kebahagiaan dunia seisinya."_*
{Lihat Riwayat Ini Dalam Kitab I'aanatu Ath Thaalibiin Syarhu Fathu Al Mu'in : juz 2 hal 142. Karya Syaikh Sayyid Bakriy bin Muhammad Syatho Ad Dimyathi Asy Syafi'iy}.

Dalam Kitab Al-Jami' Al-Kabir jg dijelaskan sebagai berikut:

*📕🖊• جاء في كتاب " الجامع الكبير " للامام المجتهد العلامة، فقيه العراق، أبو عبد الله، محمد بن الحسن الشيباني، الكوفي، صاحب أبي حنيفة، رحمه الله تعالى ؛*

وقال ﷺ❤ : { إن أرواح المؤمنين يأتون في كل ليلة إلى سماء الدنيا ويقفون بحذاء بيوتهم وينادي كل واحد بصوت حزين ألف مرة يا أهلي وأقاربي وولدي يا من سكنوا بيوتنا ولبسوا ثيابنا واقتسموا أموالنا هل منكم من أحد يذكرنا ويفكرنا في غربتنا ونحن في سجن طويل وحصن شديد ؟ فارحمونا يرحمكم الله ولا تبخلوا علينا قبل أن تصيروا مثلنا يا عباد الله إن الفضل الذي في أيديكم كان في أيدينا وكنا لا ننفق منه في سبيل الله وحسابه ووباله علينا والمنفعة لغيرنا ؛ فإن لم تنصرف أي الأرواح بشيء فينصرفون بالحسرة والحرمان } ا هـ
{انظر هذه الرواية في كتاب " الجامع الكبير "
 للامام المجتهد العلامة، فقيه العراق، أبو عبد الله، محمد بن الحسن الشيباني، الكوفي، صاحب أبي حنيفة}.

*📗✒• Tertulis dalam kitab " Al Jaami'u Al Kabir " karya Imam Asy Syaibaaniy Al Hanafiy Rahimahullaahu ta'ala :*

*Nabi ﷺ❤  bersabda :*

*_"Sesungguhnya Arwah-arwah kaum mu’minin itu setiap malam mendatangi langit dunia dan mereka (arwah) berhenti atau berdiri dengan terompah mereka pada rumah rumah mereka (selama masih hidup), mereka memangil atau menyeru, setiap kali seruan dengan suara susah seribu (1000) kali seruan. "Wahai keluargaku, kerabatku dan anak anakku, Wahai orang yang telah menempati rumahku, dan memakai baju tinggalanku dan yang telah membagi warisan hartaku, Adakah darimu seseorang yang ingat padaku dan memikirkan rantauanku (merantau) Aku dalam penjara yang sangat lama, dan dalam benteng yang sangat kuat. Maka Kasianilah aku, maka Allah akan menghasihi kalian dan jangan lah kamu pelit terhadapku sebelum kalian menjadi seperti aku (mati) wahai hamba hamba Allah. Sesungguhnya apa yang utama di tanganmu itu juga di tanganku. Dan aku tidak menafkahkannya di jalan Allah dan aku tidak menghitungnya serta perduli terhadapnya (harta) dan sekarang manfaatnya terhadap selain ku."_*

*_"Maka bila kamu tidak memberikan sesuatu pada para arwah tadi dengan sesuatu, maka mereka para arwah akan pergi dengan kerugian dan dia akan tercengah”._*
{Lihat Riwayat Ini Dalam Kitab Al Jaami'u Al Kabir. Karya Imam Syaibaaniy Al Hanafiy}.


*24• 📚✒ Mayyit Dapat Menghinakan Orang Hidup Dari Segi Amal Dan Urusan Harga Diri.*

Dalam hal ini diwajibkan tidak boleh menyumpahi atau mengatai mayyit, karena mereka sudah lebih dulu bisa melihat amal perbuatan mereka semasa masih hidup, dibandingkan dengan orang yang masih hidup, amal perbuatan mereka masih mengambang belum jelas baik buruknya dan tertolak atau diterimanya.

Disamping itu mayyit juga bisa meninggikan atau  menjatuhkan harkat dan martabat orang yang masih hidup terutama keluarganya karena pujian atau cercaan yang mayyit terima. Hal-hal ini sesuai dengan riwayat hadits :

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْجَعْدِ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ : قَالَ النَّبِيُّ ﷺ❤ :

*_«لَا تَسُبُّوا الْأَمْوَاتَ فَإِنَّهُمْ قَدْ أَفْضَوْا إِلَى مَا قَدَّمُوا»._*
{رواه البخاري /  كتاب الجنائز     / باب ما ينهى من سب الأموات / رقم الحديث : ١٣٢٩}.

Telah menceritakan kepada kami : Ali bin Ja'd. Telah mengabarkan kepada kami : Syu'bah. Dari Al A'masy. Dari Mujahid. Dari 'Aisyah  mengatakan :  Nabi ﷺ❤  bersabda:

*_"Janganlah kalian mencaci orang yang telah mati, sebab mereka telah menghadapi apa yang mereka lakukan."_*
{HR.Bukhariy / Kitabu Al Janaa'iz / Baabu Ma Yanhaa Min Subbi Al Anwaati / No. 1329}.

حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ الْحَفَرِيُّ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ زِيَادِ بْنِ عِلَاقَةَ قَال : سَمِعْتُ الْمُغِيرَةَ بْنَ شُعْبَةَ يَقُولُ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ💞 :

*_«لَا تَسُبُّوا الْأَمْوَاتَ فَتُؤْذُوا الْأَحْيَاءَ»_*

قَالَ أَبُو عِيسَى وَقَدْ اخْتَلَفَ أَصْحَابُ سُفْيَانَ فِي هَذَا الْحَدِيثِ فَرَوَى بَعْضُهُمْ مِثْلَ رِوَايَةِ الْحَفَرِيِّ وَرَوَى بَعْضُهُمْ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ زِيَادِ بْنِ عِلَاقَةَ قَال سَمِعْتُ رَجُلًا يُحَدِّثُ عِنْدَ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ
{رواه الترمذي    / كتاب البر والصلة عن رسول الله صلى الله عليه وسلم     / باب ما جاء في الشتم / رقم الحديث : ١٩٨٢}.

Telah menceritakan kepada kami :  Mahmud bin Ghailan. Telah menceritakan kepada kami : Abu Dawud Al Hafari. Dari Sufyan. Dari Ziyad bin Ilaqah  ia berkata : Saya mendengar Al Mughirah bin Syu'bah berkata; Rasulullah ﷺ💓  bersabda:

*_"Janganlah kalian mengina mereka yang sudah mati, sehingga kalian menyakiti mereka yang masih hidup."_*

Abu Isa berkata; para teman (pengikut) Sufyan berselisih terkait dengan hadits ini. Sebagian mereka meriwayatkan sebagaimana riwayatnya Al Hafari, dan sebagian yang lain meriwayatkan dari Sufyan dari Ziyad bin Ilaqah, ia berkata, mendengar seorang laki-laki menceritakan di sisi Al Mughirah bin Syu'bah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, semisalnya.
{HR. Tirmidzi / Kitaabu Al Birri Wa Ash Shillati 'An Rasulillah ShallAllahu 'Alaihi Wa Sallama / No. 1982}.

*📘🎤• قال الإمام ابن حجر العسقلاني الشافعي رحمه الله تعالى في كتابه " فتح الباري شرح صحيح البخاري ":*

وَقَالَ بن بَطَّالٍ : سَبُّ الْأَمْوَاتِ يَجْرِي مَجْرَى الْغِيبَةِ فَإِنْ كَانَ أَغْلَبُ أَحْوَالِ الْمَرْءِ الْخَيْرَ وَقَدْ تَكُونُ مِنْهُ الْفَلْتَةُ فَالِاغْتِيَابُ لَهُ مَمْنُوعٌ وَإِنْ كَانَ فَاسِقًا مُعْلِنًا فَلَا غِيبَةَ لَهُ فَكَذَلِكَ الْمَيِّتُ ...(الى ان قال) ...

قَوْلُهُ أَفْضَوْا أَيْ وَصَلُوا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ خَيْرٍ أَوْ شَرٍّ وَاسْتُدِلَّ بِهِ عَلَى مَنْعِ سَبِّ الْأَمْوَاتِ مُطْلَقًا وَقَدْ تَقَدَّمَ أَنَّ عُمُومَهُ مَخْصُوصٌ وَأَصَحُّ مَا قِيلَ فِي ذَلِكَ أَنَّ أَمْوَاتَ الْكُفَّارِ وَالْفُسَّاقِ يَجُوزُ ذِكْرُ مَسَاوِيهِمْ لِلتَّحْذِيرِ مِنْهُمْ وَالتَّنْفِيرِ عَنْهُمْ وَقَدْ أَجْمَعَ الْعُلَمَاءُ عَلَى جَوَازِ جَرْحِ الْمَجْرُوحِينَ مِنَ الرُّوَاةِ أَحْيَاءً وَأَمْوَاتًا
{انظر كتاب فتح الباري شرح صحيح البخاري / كتاب الجنائز     / باب ما ينهى من سب الأموات / رقم الحديث : ١٣٢٩}.

*📔🍒• Imam Ibnu Hajar Al 'Asqalaaniy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'åla berkata dalam kitabnya " Fathu Al Baariy Syarhu Shahiih Al Bukhariy ":*

Dan Ibnu Bathtal berkata : Mencaci orang-orang yang sudah mati berlaku pada koridor ghibah (menggunjing orang lain), maka ketika tingkah laku seseorang itu lebih condong kepada kebaikkan, dan darinya ada unsur keburukkan akhlaq maka menggunjingnya dilarang. Dan apabila adanya orang tersebut fasiq yang dilaknat, maka tidak ada ghibah sama sekali baginya, maka begitu juga dengan perihal  mayyit ... (sampai pada perkataan Ibnu Hajar) ...

*(Sabda Nabi : sebab mereka telah menghadapi)* artinya mereka sudah sampai pada apa yang mereka lakukan dari perkara yang baik atau yang buruk, *_dan dengan ini diambil dalil akan dilarangnya mencaci maki orang-orang yang mati, secara mutlak._*

Dan sudah berlalu sesungguhnya  keumumannya itu dikhususkan, dan hal yang paling benar yang dikatakan dalam kasus ini,  sesungguhnya  mayyit-mayyit orang kafir dan mayyit-mayyit orang fasiq yaitu  bolehnya  menyebutkan keburukkan-keburukkan mereka, sebagai peringatan dari mereka dan untuk menghindar jauh dari mereka.

Dan ulama' telah sepakat bahwasannya boleh men-jarh (mencacati) para periwayat dan para saksi yang dikenal sebagai al-Majrûhîn (orang-orang yang dicacati karena riwayat yang disampaikannya tidak sesuai dengan kriteria riwayat yang boleh diterima baik dari sisi individunya, seperti hafalannya lemah, dan lain sebagainya-red), semasa mereka masih hidup ataupun sudah meninggal.
{Lihat Kitab Fathu Al Baariy Syarhu Shahiih Al Bukhariy / Kitabu Al Janaa'iz / Baabu Ma Yanhaa Min Subbi Al Anwaati / No. 1329}.


*🍒🖍•  قال الامام المناوي رحمه الله تعالى في كتابه " فيض القدير ":*

نهي عن سب الأموات لما فيه من المفاسد التي منها أنه يؤذي الأحياء, ومحله في غير كافر ومتظاهر بفسق أو بدعة, فلا يحرم سب هؤلاء ولا ذكرهم بشر بقصد التحذير من طريقتهم  والاقتداء بآثارهم كما يدل عليه عدة أحاديث مرت.
{انظر كتاب فيض القدير : ج ٦ ص ٤٢٧. للإمام المناوي}.

*🌹✏• Berkata Imam Al Munawiy rahimahullahu ta'åla didalam Kitabnya " Faidlu Al Qadiir ":*

Dilarang mencaci orang-orang yang sudah mati karena didalamnya bisa menimbulkan kerusakkan-kerusakkan yang berasal darinya, sesungguhnya hal tersebut bisa menyakiti orang-orang yang masih hidup.

Dan tempatnya tidak saja pada orang kafir, dan  orang yang memperlihatkan  kefasikkan atau kebid'ahan, maka *_tidak haram mencela mereka, dan tidak haram menyebutkan keburukkan mereka_*, dengan tujuan memberikan peringatan dari jalan mereka, dan mengikuti jejak-jejak mereka, seperti banyak hadits yang telah lewat menunjukkannya.
{Lihat Kitab Faidlu Al Qadiir : juz 6 hal 427. Karya Imam Al Munawiy}.


*💐🖋• وقال الإمام محمد بن حزم الظاهري رحمه الله تعالى في كتابه " المحلى ":*

ولا يحل سب الأموات على القصد بالأذى، وأما تحذير من كفر أو من عمل فاسد فمباح.
{انظر كتاب المحلى بالآثار    / كتاب الجنائز / صلاة الجنائز وحكم الموتى / رقم مسألة : ٥٩٤. للامام ابن حزم الظاهري}.

*🌺🖌• Berkata Imam Ibnu Hazm Adz Dzaahiriy rahimahullahu ta'åla dalam kitabnya " Al Muhalla Bi Al Atsaari ":*

Dan tidak halal mencaci orang-orang yang sudah mati dengan tujuan menyakiti, dan adapun dengan tujuan sebagai peringatan agar menjauhi kekafiran dan melakukan perbuatan yang buruk, maka hal tersebut diperbolehkan.
{Lihat Kitab Al Muhalla Bi Al Atsaari / Kitaabu Al Janaa'iz / Shalaatu Al Janaa'iz Wa Hukmu Al Mauta / Karya Imam Ibnu Hazm Adz Dzaahiriy}.


*📗🎤• قال الإمام  الشوكاني الشيعي الزيدي رحمه الله تعالى في شرح الحديث المذكور في كتابه " نيل الأوطار ":*

وَالْوَجْهُ تَبْقِيَةُ الْحَدِيثِ عَلَى عُمُومِهِ، إلَّا مَا خَصَّهُ دَلِيلٌ كَالثَّنَاءِ عَلَى الْمَيِّتِ بِالشَّرِّ، وَجَرْحِ الْمَجْرُوحِينَ مِنْ الرُّوَاةِ أَحْيَاءً وَأَمْوَاتًا؛ لِإِجْمَاعِ الْعُلَمَاءِ عَلَى جَوَازِ ذَلِكَ، وَذِكْرِ مَسَاوِئِ الْكُفَّارِ وَالْفُسَّاقِ لِلتَّحْذِيرِ مِنْهُمْ وَالتَّنْفِيرِ عَنْهُمْ،

قَالَ ابْنُ بَطَّالٍ: سَبُّ الْأَمْوَاتِ يَجْرِي مَجْرَى الْغِيبَةِ، فَإِنْ كَانَ أَغْلَبُ أَحْوَالِ الْمَرْءِ الْخَيْرَ وَقَدْ مِنْهُ تَكُونُ ! الْفَلْتَةُ، فَالِاغْتِيَابُ لَهُ مَمْنُوعٌ، وَإِنْ كَانَ فَاسِقًا مُعْلِنًا، فَلَا غِيبَةَ لَهُ، وَكَذَلِكَ الْمَيِّتُ. انتهى.
{انظر كتاب نيل الأوطار / باب الكف عن ذكر مساوئ الأموات / رقم الحديث : ١٥١٩ و ١٥٢٠. للإمام الشوكاني الشيعي الزيدي}.

*🌹🖍• Berkata Imam Syaukaaniy Asy Syi'iy Az Zaidiy rahimahullahu ta'åla dalam Kitabnya " Nailu Al Authaar ":*

Dan pandangannya yaitu penetapan hadits pada​ keumumannya kecuali perkara yang dalil telah mengkhususkannya, seperti memuji mayyit dengan keburukkan, men-jarh (mencacati) para periwayat dan para saksi yang dikenal sebagai al-Majrûhîn (orang-orang yang dicacati karena riwayat yang disampaikannya tidak sesuai dengan kriteria riwayat yang boleh diterima baik dari sisi individunya, seperti hafalannya lemah, dan lain sebagainya-red), semasa mereka masih hidup ataupun sudah meninggal,
berdasarkan kesepakatan ulama' akan bolehnya  menyebutkan keburukkan-keburukkan mereka, sebagai peringatan dari mereka dan untuk menghindar jauh dari mereka.

Dan Ibnu Bathtal berkata : Mencaci orang-orang yang sudah mati berlaku pada koridor ghibah (menggunjing orang lain), maka ketika tingkah laku seseorang itu lebih condong kepada kebaikkan, dan darinya ada unsur keburukkan akhlaq maka menggunjingnya dilarang. Dan apabila adanya orang tersebut fasiq yang dilaknat, maka tidak ada ghibah sama sekali baginya, maka begitu juga dengan perihal  mayyit.
{Lihat Kitab Nailu Al Authaar / Baabu Al Kuffi 'An Dzikri Masaawi'i Al Amwaati / No. 1519 & 1520 / Karya Imam Syaukaaniy Asy Syi'iy Az Zaidiy}.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ، أَخْبَرَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ هِشَامٍ، عَنْ عِمْرَانَ بْنِ أَنَسٍ الْمَكِّيِّ، عَنْ عَطَاءٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ 💓  :

*_«اذْكُرُوا مَحَاسِنَ مَوْتَاكُمْ، وَكُفُّوا عَنْ مَسَاوِيهِمْ»_*
{رواه ابو داود / ٤٠ - كتاب الأدب / باب في النهي عن سب الموتى / رقم الحديث : ٤٩٠٠. وقال الحاكم : هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحُ الْإِسْنَادِ ، وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ ،}

Telah menceritakan kepada kami : Muhammad Ibnul 'Ala, ia berkata : Telah mengabarkan kepada kami : Mu'awiyah bin Hisyam. Dari Imran bin Anas Al Makki. Dari 'Atha. Dari Ibnu Umar, beliau  berkata :  "Rasulullah ﷺ❤ bersabda:

*_"Ingatlah kebaikan orang-orang yang meninggal di antara kalian dan tahanlah dari menjelek-jelekkannya."_*
{HR. Abu Dawud / 40 - Kitaabu Al Adab / Baabu Fi An Nahyi 'An Subbi Al Mauta / No. 4900. Imam Hakim berkata : *_Hadits ini Shahih Isnadnya_*, dan Bukhariy Muslim tidak mengeluarkannya}.

حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ هِشَامٍ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ أَنَسٍ الْمَكِّيِّ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ 💓  قَالَ :

*_«اذْكُرُوا مَحَاسِنَ مَوْتَاكُمْ وَكُفُّوا عَنْ مَسَاوِيهِمْ»_*

قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ قَالَ سَمِعْت مُحَمَّدًا يَقُولُ عِمْرَا نُ بْنُ أَنَسٍ الْمَكِّيُّ مُنْكَرُ الْحَدِيثِ وَرَوَى بَعْضُهُمْ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ عَائِشَةَ قَالَ وَعِمْرَانُ بْنُ أَبِي أَنَسٍ مِصْرِيٌّ أَقْدَمُ وَأَثْبَتُ مِنْ عِمْرَانَ بْنِ أَنَسٍ الْمَكِّيِّ.
{رواه الترمذي /  ٨  - أبواب الجنائز / باب آخر / رقم الحديث : ١٠١٩}.

Telah bercerita kepada kami : Abu Kuraib. Telah bercerita kepada kami : Mu'awiyah bin Hisyam. Dari Imran bin Anas Al Maki. Dari 'Atha`. Dari Ibnu 'Umar :  Bahwa Rasulullah ﷺ 💓 bersabda:

*_"Ingatlah kebaikan-kebaikan orang yang telah meninggalkan kalian dan tutupilah kejelekan mereka."_*

Abu 'Isa berkata; *"Ini merupakan Hadits Ghorib.* Aku telah mendengar Muhammad berkata; Imran bin Anas Al Makki seorang yang derajat haditsnya ialah munkar. Sebagian mereka meriwayatkan dari ['Atha'] dari ['Aisyah] ' (Ahmad bin Hanbal) berkata : "Imran bin Abu Anas berasal dari Mesir ialah orang yang lebih dahulu dan dipercaya daripada Imran bin Anas Al Makki."
{HR. Tirmidzi / 8 - Abwaabu Al Janaa'iz / Baabu Aakhar / No. 1019}.


*📁🖊• قال الإمام ابن القيم الجوزي الحنبلي رحمه الله تعالى في كتابه " مدارج السالكين ":*

وَكُلُّ مَعْصِيَةٍ عُيِّرَتْ بِهَا أَخَاكَ فَهِيَ إِلَيْكَ يَحْتَمِلُ أَنْ يُرِيْدَ بِهِ أَنَّهَا صَائِرَةٌ إِلَيْكَ وَلاَ بُدَّ أَنْ تَعْمَلَهَا
{انظر كتاب مدارج السالكين : ج ١ ص ١٧٦. للإمام ابن القيم الجوزي الحنبلي}.

*📒🖍• Ibnul Qayyim Al Hanbaliy  rahimahullah berkata :

*_“Setiap maksiat yang dijelek-jelekkan pada saudaramu, maka itu akan kembali padamu. Maksudnya, engkau bisa dipastikan melakukan dosa tersebut.”_*
{Kitab Madarijus Salikin : juz 1 hal  176. Karya Ibnul Qayyim Al Jauziy Al Hanbaliy}.

*📚BAG III*

*📚✒• PЯΛ ΚΣMΛTIΛП.*

*A)•📒🖍 Husnudzon Dan Bersyukur Kepada Allah Ketika Sehat Dan Sakit.*

Hendaknya orang yang sehat dan  sakit merasa bersyukur disertai  ridha dengan ketatapan Allah ta’ala, bersabar atasnya serta berprasangka baik kepada Allah bahwa ketetapan Allah itu pasti baik.

Diriwayatkan bahwasannya Rasulullah  ﷺ 💐 bersabda dalam sebuah riwayat Imam Muslim :

حَدَّثَنَا هَدَّابُ بْنُ خَالِدٍ الْأَزْدِيُّ ، وَشَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ جَمِيعًا ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ الْمُغِيرَةِ وَاللَّفْظُ لِشَيْبَانَ ، حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ ، حَدَّثَنَا ثَابِتٌ ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى ، عَنْ صُهَيْبٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ 🍒 :

*_" عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ " ._*
{رواه مسلم    » كِتَاب الزُّهْدِ وَالرَّقَائِقِ    » بَاب " الْمُؤْمِنُ أَمْرُهُ كُلُّهُ خَيْرٌ " / رقم الحديث: ٥٣٢٢}.

Telah menceritakan kepada kami : Haddab bin Khalid Al Azdi dan Syaiban bin Farrukh semuanya dari Sulaiman bin Al Mughirah dan teksnya meriwayatkan milik Syaiban ; Telah menceritakan kepada kami : Sulaiman. Telah menceritakan kepada kami : Tsabit. Dari Abdurrahman bin Abu Laila. Dari Shuhaib berkata: Rasulullah ﷺ 🍒   bersabda:

*_"Perkara orang mu`min mengagumkan, sesungguhnya semua perihalnya baik dan itu tidak dimiliki seorang pun selain orang mu`min, bila tertimpa kesenangan, ia bersyukur dan syukur itu baik baginya dan bila tertimpa musibah, ia bersabar dan sabar itu baik baginya."_*
{HR. Muslim / Kitab Zuhdi Wa Roqooiq / Baabu Al Mu'minu Amruhu Kulluhu Khairun / No. 5322}.

حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عَمْرٍو حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَلْحَلَةَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ ﷺ💓 قَالَ :

*_«مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ»._*
{رواه البخاري / ٧٥ - كتاب المرضى / باب ما جاء في كفارة المرض /  رقم الحديث : ٥٦٤١}.

Telah menceritakan kepadaku : 'Abdullah bin Muhammad. Telah menceritakan kepada kami : 'Abdul Malik bin 'Amru. Telah menceritakan kepada kami : Zuhair bin Muhammad. Dari Muhammad bin 'Amru bin Halhalah. Dari 'Atha` bin Yasar. Dari Abu Sa'id Al Khudri dan dari Abu Hurairah. Dari Nabi ﷺ💞 beliau bersabda:

*_"Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan keletihan, kehawatiran dan kesedihan, dan tidak juga gangguan dan kesusahan bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya."_*
{HR. Bukhariy / 75 - Kitabu Al Mardlo / Baabu Ma Ja'a Fi Kafarati Al Maridli / No. 5641}.

*🍒✏ جاء في كتاب " دليل الفالحين لطرق رياض الصالحين " المؤلف: محمد علي بن محمد بن علان بن إبراهيم البكري الصديقي الشافعي (المتوفى: ١٠٥٧هـ)، رحمه الله تعالى :*

( وإن أصابته ضرّاء) أي: ما يضرّه في بدنه أو ما يتعلق به من أهل أو ولد أو مال ( صبر) واحتسب ذلك عند الله رجاء ثوابه ورضي به نظراً لكونه فعل مولاه الذي هو أرحم به ( فكان) صبره في الضراء ( خيراً له) لأنه حصل له بذلك خير الدارين،
{انظر كتاب " دليل الفالحين لطرق رياض الصالحين " للعلامة  محمد علي بن محمد بن علان بن إبراهيم البكري الصديقي الشافعي}.

*💐✏ Terdapat dalam kitab " Dalilu Al Faalihiin Lithuruqi Rihaadli Ash Shalihin " Karya Syaikh Muhammad 'Aliy Ash Shadiqiy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'åla :*

*_Sabda Nabi  : (dan bila tertimpa musibah)_* artinya tertimpa  perkara yang​ membahayakannya pada anggota badannya atau perkara yang berhubungan dengannya, dari istri, anak, dan hartanya.

*_( ia bersabar )_* hanya mengharapkan pahala dan ridlo dari semuanya itu kepada Allah dengan pengharapan supaya kesabarannya adalah merupakan perilaku Tuhannya yang Dia lebih Mengasihi dengan kesabarannya.

*_(dan sabar itu baik baginya)_* kesabarannya dalam musibah yang menimpa itu baik baginya karena sesungguhnya dengan hal  tersebut dapat membuahkan hasil kebaikkan dunia dan akhirat ...
{Lihat Kitab " Dalilu Al Faalihiin Lithuruqi Riyaadli Ash Shalihin " Karya Syaikh Muhammad 'Aliy Ash Shadiqiy Asy Syafi'iy}.


*B)• 📕🖊 Kadar Minimal Bersyukur Dan Bersabar Dengan Ucapan Ketika Mendapatkan Nikmat Dan Ketika Tertimpa Musibah.*

Seyogyanya ketika melihat kebaikkan atau perkara yang menyenangkan mengucapkan :

*🤲• Doa Melihat Kebaikan*

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

AL_HAMDU LILLAHIL LADZII BINI'MATIHI TATIMMUSH SHOOLI_HAAT

Artinya :
Segala puji bagi Alloh yang dengan ni'matNya  sempurnalah segala kebajikan.

*🤲•Dan doa Melihat Kejelekan.*


اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ
AL_HAMDU LILLAHI 'ALA KULLI_HAAL

Artinya:
Segala puji bagi Alloh pada setiap keadaan.

Hal ini dijelaskan dalam beberapa riwayat hadits, diantaranya :

حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ خَالِدٍ الْأَزْرَقُ أَبُو مَرْوَانَ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ مَنْصُورِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أُمِّهِ صَفِيَّةَ بِنْتِ شَيْبَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ❤  إِذَا رَأَى مَا يُحِبُّ قَالَ :

*_«الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ»،_*

وَإِذَا رَأَى مَا يَكْرَهُ قَالَ :

*_«الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ»._*
{رواه ابن ماجة / ٣٣ - كتاب الأدب / ٥٥ - باب فضل الحامدين /  رقم  الحديث : ٣٨٠٣. وقال الحاكم : هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحُ الإِسْنَادِ ، وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ. وفِي الزَّوَائِدِ إِسْنَادُهُ صَحِيحٌ وَرِجَالُهُ ثِقَاتٌ}.

Telah menceritaan: kepada kami : Hisyam bin Khalid Al Azraq Abu Marwan. Telah menceritakan kepada kami : Al Walid bin Muslim. Telah menceritakan kepada kami : Zuhair bin Muhammad. Dari Manshur bin Abdurrahman. Dari Ibunya yaitu Shafiyah binti Syaibah. Dari 'Aisyah, beliau  berkata;

"Apabila Rasulullah ﷺ❤  melihat sesuatu yang ia senangi, beliau mengucapkan:

*_"Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya semua kebaikan menjadi sempurna."_*

Dan apabila melihat sesuatu yang dibenci, beliau mengucapkan:

*_"Segala puji bagi Allah atas setiap keadaan."_*
{HR. Ibnu Majah / 23 - Kitaabu Al Adabi / 55 - Baabu Fadli Al Haamidiin / No. 2803. Imam Hakim berkata : *_Isnadnya Shahiih_*, Bukhariy Muslim tidak mengeluarkannya. Dan dalam Az Zawaa'id : *_Isnadnya Shahiih, dan perawi-perawinya Tsiqaat/Terpercaya_*}.


*✍• Hadits Yang Senada Riwayat Ibnu Sunniy :*

حَدَّثَنِي أَبُو أَيُّوبَ سُلَيْمَانُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْخُزَاعِيُّ ، حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ خَالِدٍ الأَزْرَقُ ، ثنا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ ، ثنا زُهَيْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ ، عَنْ مَنْصُورِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحَجَبِيِّ ، عَنْ أُمِّهِ ، صَفِيَّةَ بِنْتِ شَيْبَةَ ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا ، قَالَتْ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ
ﷺ💞  إِذَا رَأَى مَا يُحِبُّ قَالَ :

*_" الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ "_* ،

وَإِذَا رَأَى مَا يَكْرَهُ قَالَ :

*_" الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ " ._*
{رواه ابن السني في كتابه عمل اليوم والليلة / بَابُ : مَا يَقُولُ إِذَا رَأَى مَا يُحِبُّ وَيَكْرَهُ ... / رقم الحديث : ٣٧٤}.

Telah menceritakan kepadaku : Abu Ayyub Sulaiman bin Muhammad Al Khazaa'iy. Telah menceritakan kepada kami : Hisyam bin Khalid Al Arzaq. Telah menceritakan kepada kami : Al Walid bin Muslim. Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Muhammad. Dari Manshur bin  'Abdirrahman bin Al Hajabiy. Dari Ibunya Shafiyyah binti Syaibah. Dari 'Aisyah, radliyyAlla'anhu 'anha beliau  berkata;

"Apabila Rasulullah ﷺ❤  melihat sesuatu yang ia senangi, beliau mengucapkan:

*_"Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya semua kebaikan menjadi sempurna."_*

Dan apabila melihat sesuatu yang dibenci, beliau mengucapkan:

*_"Segala puji bagi Allah atas setiap keadaan."_*
{HR. Ibnu Suuniy Dalam 'Amalu Al Yaumi Wa Al Lailati / Baabu Ma Yaquulu Idzaa Raa'a Ma Yuhiibbu Wa Yukrahu / No. 274}.

أَخْبَرَنَا حَمْزَةُ بْنُ الْعَبَّاسِ الْقَعْنَبِيُّ بِبَغْدَادَ ، ثنا الْعَبَّاسُ بْنُ مُحَمَّدٍ الدُّورِيُّ ، ثنا قُرَادٌ أَبُو نُوحٍ ، ثنا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْمَسْعُودِيُّ ، عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ❤ :

*_«أَوَّلُ مَنْ يُدْعَى إِلَى الْجَنَّةِ الَّذِينَ يَحْمَدُونَ اللَّهَ فِي السَّرَّاءِ ، وَالضَّرَّاءِ»._*
{رواه الحاكم / بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ أَوَّلُ كِتَابِ الْمَنَاسِكِ / كِتَابُ الدُّعَاءِ ، وَالتَّكْبِيرِ ، وَالتَّهْلِيلِ ، وَالتَّسْبِيحِ وَالذِّكْرِ / رقم الحديث : ١٨٠٥.  وقال : هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ مُسْلِمٍ ، وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ}

Telah mengabarkan kepada kami : Hamzah bin Al 'Abbas Al Qa'nabiy dibaghdad. Telah menceritakan kepada kami : Al 'Abbas bin Muhammad Ad Duuriy. Telah menceritakan kepada kami : Quraad Abu Nuh. Telah menceritakan kepada kami : 'Abdurrahman bin 'Abdillah Al Mas'udiy. Dari Habib bin Abi Tsabit. Dari Sa'id bin Jubair. Dari Ibnu 'Abbas radliyyAllahu 'anhuma, beliau berkata : Rasulullah ﷺ💞  bersabda:

*_"Orang yang pertama kali dipanggil masuk surga adalah orang yang memuji, yaitu orang yang memuji kepada Allah, baik dalam keadaan bahagia maupun susah"._*
{HR. Hakim / Bismillahirrahmanirrahim Awwalu Kitaabi Al Manasik / Kitaabu Ad Du'aai Wa At Takbiiri Wa At Tahlil Wa At Tasbih Wa Adz Dzikri / No. 1805. Dan ia berkata : Dan *_Hadits Ini Shahih menurut syarat muslim,_* dan Bukhariy Muslim tidak mengeluarkannya}.

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ النُّفَيْلِيُّ وَإِبْرَاهِيمُ بْنُ مَهْدِيٍّ الْمِصِّيصِيُّ الْمَعْنَى قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو الْمَلِيحِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ خَالِدٍ قَالَ أَبُو دَاوُد قَالَ إِبْرَاهِيمُ بْنُ مَهْدِيٍّ السَّلَمِيُّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ وَكَانَتْ لَهُ صُحْبَةٌ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ
ﷺ💓 قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ💞  يَقُولُ :

*_«إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا سَبَقَتْ لَهُ مِنْ اللَّهِ مَنْزِلَةٌ لَمْ يَبْلُغْهَا بِعَمَلِهِ ابْتَلَاهُ اللَّهُ فِي جَسَدِهِ أَوْ فِي مَالِهِ أَوْ فِي وَلَدِهِ»_*

قَالَ أَبُو دَاوُد زَادَ ابْنُ نُفَيْلٍ ثُمَّ صَبَّرَهُ عَلَى ذَلِكَ ثُمَّ اتَّفَقَا حَتَّى يُبْلِغَهُ الْمَنْزِلَةَ الَّتِي سَبَقَتْ لَهُ مِنْ اللَّهِ تَعَالَى.
{رواه ابو داود / ٢٠ - كتاب الجنائز / باب الأمراض المكفرة للذنوب / رقم الحديث : ٣٠٩٠. وصححه الألباني في "السلسلة الصحيحة" (رقم ٢٥٩٩)}.

Telah menceritakan kepada kami : 'Abdullah bin Muhammad An Nufaili dan  Ibrahim bin Mahdi As Salami (secara makna), keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami : Abu Al Malih. Dari Muhammad bin Kholid. Abu Dawud berkata; Telah berkata Ibrohim bin Mahdi As Salami. Dari Ayahnya. Dari Kakeknya,  dan ia pernah menyertai Rasulullah ﷺ💞 beliau berkata; Aku mendengar Rasulullah ﷺ❤  bersabda:

*_"Sesungguhnya seorang hamba, apabila pernah memiliki kedudukan dari Allah, yang tidak ia peroleh dengan amalannya maka Allah mengujinya pada jasadnya, harta, atau pada anaknya."_*

Abu Dawud  berkata; kemudian Ibnu Nufail menambahkan; kemudian Allah memberikan kesabaran atas hal tersebut. -kemudian keduanya lafazhnya sama-:

*_"Hingga Allah menyampaikannya kepada kedudukan yang dahulu ia peroleh dari Allah ta'ala."_*
{HR. Abu Dawud / 20 - Kitaabu Al Janaa'iz / Baabu Al Amraadli Al Mukaffirah Lidzdzunuubi / No. 3090. *_Dinyatakan shohih_* oleh  Albany Tokoh Wahhabiy dalam ‘Silsilah Shohehah, no. 2599}.

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ، عَنْ سَعْدِ بْنِ سِنَانٍ، عَنْ أَنَسٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ❤ :

*_‏"‏ إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوبَةَ فِي الدُّنْيَا وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَفَّى بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ‏"‏ ‏.‏_*

وَبِهَذَا الإِسْنَادِ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ💓 قَالَ :

*_‏"‏ إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ ‏"‏ ‏.‏_*
{رواه الترمذي /  كِتَاب الزُّهْدِ     / بَاب مَا جَاءَ فِي الصَّبْرِ عَلَى الْبَلَاءِ / رقم الحديث: ٢٣٣٢. وقَالَ أَبُو عِيسَى : *_هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ ‏.‏_* وحسنه ، وصححه الشيخ الألباني في "السلسلة الصحيحة" (رقم ١٤٦)}.

Telah menceritakan kepada kami : Qutaibah. Telah menceritakan kepada kami : Al Laits. Dari Yazid bin Abu Habib. Dari Sa'id bin Sinan. Dari Anas, beliau  berkata: Rasulullah ﷺ❤  beliau bersabda:

*_“Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia. Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak.”_*

Dan dengan sanad ini (Yaitu; Telah menceritakan kepada kami : Qutaibah. Telah menceritakan kepada kami : Al Laits. Dari Yazid bin Abu Habib. Dari Sa'id bin Sinan. Dari Anas, beliau  berkata:) Dari Nabi ﷺ❤  beliau bersabda:

*_"Sesungguhnya besarnya balasan tergantung dari besarnya ujian, dan apabila Allah cinta kepada suatu kaum Dia akan menguji mereka, barangsiapa yang ridla maka baginya keridlaan Allah, namun barangsiapa yang murka maka baginya kemurkaan Allah."_*
{HR. Tirmidzi / Kitabu Az Zuhdi / Baabu Ma Ja'a Fi Ash Shabri 'Alaa Al Balaa'i / No. 2332. Abu Isa berkata: *_Hadits ini Hasan Gharib dari jalur sanad ini._* Dan Albani Tokoh Wahhabiy *_Menghasankannya_*}.


*📗💞Tanda Allah cinta, Allah akan menguji hamba-Nya. Dan Allah yang lebih mengetahui keadaan hamba-Nya.*

Kata Lukman -seorang sholih- pada anaknya,

*💓🖍• قال الإمام القاضي عياض المالكي رحمه الله تعالى في كتابه " الشفا بتعريف حقوق المصطفى ":*

كما روي عن لقمان أنه قال :

*_" يا بني ، الذهب والفضة يختبران بالنار ، والمؤمن يختبر بالبلاء "_*
{انظر كتاب الشفا بتعريف حقوق المصطفى / القسم الثالث‌‌‌‌‌‌‌ فيما يجب للنبي صلى الله عليه وسلم وما يستحيل في حقه أو يجوز عليه وما يمتنع أو يصح من الأحوال البشرية أن يضاف إليه     / الباب الثاني فيما يخصهم في الأمور الدنيوية ويطرأ عليهم من العوارض البشرية / للإمام القاضي عياض المالكي}.

*_“Wahai anakku, ketahuilah bahwa emas dan perak diuji keampuhannya dengan api sedangkan seorang mukmin diuji dengan ditimpakan musibah.”_*
{Lihat Kitab Asy Syifa Bita'riifi Huquqi Al Mushthafa / Al Qasmu Ats Tsalits ... / Al Baabu Ats Tsaaniy ... Karya Imam Qadli 'Iyadl Al Malikiy}.


*🍒✍•  قال الإمام الغزالي الصوفي الشافعي رحمه الله تعالى​ في كتابه " إحياء علوم الدين ":*

نعم من كمال الصبر كتمان المرض والفقر وسائر المصائب
{انظر كتاب احياء علوم الدين للإمام الغزالي الشافعي الصوفي}.

*❤🎤• Berkata  Iman Ghazaliy Ash Shuufiy Asy Syafi'iy  rahimahumullahu ta'åla dalam kitabnya " Ihya' 'Ulumiddin ":*

Benar, termasuk kesempurnaan sabar adalah mampu menyembunyikan rasa sakit​ , kefakiran , dan musibah-musibah yang lain.
{Lihat Kitab Ihya' 'Ulumiddin. Karya Imam Ghazaliy Ash Shuufiy Asy Syafi'iy}.


Disebutkan dalam bait syair :

*🌹🎤• قال الإمام زين الدين المليباري الشافعي رحمه الله تعالى في كتابه " منظومة شعب الإيمان ":*

وَاصْبِرْ تَزَهَّدْ وَائْتِيَنَّ بِغِيْرَةٍ * اَعْرِضْ عَنْ الْمَلْغَاةِ جُدْ تَتَكَرَّمُ

Bersabarlah, berzuhudlah, dan benar-benarlah engkau cemburu; berpalinglah dari hal yang tidak berguna, berbuatlah dermawan, niscaya engkau menjadi orang mulia.
{Lihat Kitab Mandzumatu Syu'abil Iman (منظومة شعب الإيمان لزين الدين المليبارى). Karya Imam Zainuddin Al Malibariy Asy Syafi'iy}.


*C)• 🍒✏ Nilai Kesabaran Yang Sempurna Dan  Diganjar.*

Pada umumnya bersabar itu setelah sekian lama berlalu menerima kenyataan pahit atau tertimpa musibah, sabar model seperti ini tidaklah sempurna dan mungkin tidak  mendapatkan pahala, sedangkan sabar yang sempurna dan  mendapatkan pahala adalah ketika pertama kali menerima kenyataan pahit atau saat  tertimpa musibah  langsung bisa  bersabar.

Hal ini sesuai dengan riwayat hadits, diantaranya :
 
      و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ عَنْ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ❤ أَتَى عَلَى امْرَأَةٍ تَبْكِي عَلَى صَبِيٍّ لَهَا ،

فَقَالَ لَهَا : *_«اتَّقِي اللَّهَ وَاصْبِرِي»_*

فَقَالَتْ : *"وَمَا تُبَالِي بِمُصِيبَتِي"*

فَلَمَّا ذَهَبَ قِيلَ لَهَا : *"إِنَّهُ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ💓 ،

فَأَخَذَهَا مِثْلُ الْمَوْتِ فَأَتَتْ بَابَهُ فَلَمْ تَجِدْ عَلَى بَابِهِ بَوَّابِينَ ،

فَقَالَتْ : *"يَا رَسُولَ اللَّهِ لَمْ أَعْرِفْكَ"* ،

فَقَالَ : *_«إِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ أَوَّلِ صَدْمَةٍ أَوْ قَالَ عِنْدَ أَوَّلِ الصَّدْمَةِ»_*

و حَدَّثَنَاه يَحْيَى بْنُ حَبِيبٍ الْحَارِثِيُّ حَدَّثَنَا خَالِدٌ يَعْنِي ابْنَ الْحَارِثِ ح و حَدَّثَنَا عُقْبَةُ بْنُ مُكْرَمٍ الْعَمِّيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عَمْرٍو ح و حَدَّثَنِي أَحْمَدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدَّوْرَقِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ قَالُوا جَمِيعًا حَدَّثَنَا شُعْبَةُ بِهَذَا الْإِسْنَادِ نَحْوَ حَدِيثِ عُثْمَانَ بْنِ عُمَرَ بِقِصَّتِهِ وَفِي حَدِيثِ عَبْدِ الصَّمَدِ : *_"مَرَّ النَّبِيُّ ﷺ💞 بِامْرَأَةٍ عِنْدَ قَبْرٍ"*.
{رواه مسلم /  كتاب الجنائز     / باب في الصبر على المصيبة عند الصدمة الأولى / رقم الحديث : ٩٢٦}

Telah menceritakan kepada kami :  Muhammad bin Al Mutsanna. Telah menceritakan kepada kami :  'Utsman bin 'Umar. Telah mengabarkan kepada kami :  Syu'bah. Dari Tsabit Al Bunani. Dari Anas bin Malik :

Bahwa Rasulullah ﷺ❤  mendatangi seorang wanita yang sedang menangisi bayinya yang telah meninggal.

Lalu beliau bersabda kepadanya: *_" Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah."_*

Wanita itu menjawab : *"Anda tidak merasakan bagaimana pedihnya musibah yang aku derita ini."*

Setelah beliau berlalu, dikatakanlah (diberitahukan)  kepada wanita itu bahwa yang berbicara kepadanya itu adalah Rasulullah  ﷺ💓.

Mendengar hal itu, wanita itu (setengah mati ketakutan), lalu dia pergi menemui Rasulullah ﷺ💞  dan didapatinya rumah beliau tidak dikawal, lalu ia masuk dan berkata : *"Tadi aku tidak mengenal Anda wahai Rasulullah, (maafkanlah aku)."*

Beliau bersabda: *_"Sesungguhnya kesabaran yang sebenarnya adalah pada goncangan yang pertama."_*

Dan telah menceritakannya kepada kami :  Yahya bin Habib Al Haritsi. Telah menceritakan kepada kami :  Khalid bin Harits -(dalam jalur lain)- Dan telah menceritakan kepada kami :  'Uqbah bin Mukram Al Ammi. Telah menceritakan kepada kami :  Abdul Malik bin Amru -(dalam jalur lain)- Dan telah menceritakan kepadaku : Ahmad bin Ibrahim Ad Dauraqi. Telah menceritakan kepada kami :  Abdush Shamad mereka berkata :  Telah menceritakan kepada kami :  Syu'bah dengan Isnad ini dan serupa dengan hadits 'Utsman bin 'Umar serta kisahnya.

Dan dalam hadits Abdush Shamad; *"Nabi ﷺ💘  melewati seorang wanita di sisi kuburan."*
{HR. Muslim / Kitabu Al Janaa'iz / Baabu Fi Ash Shabri 'Alaa Al Mushiibati 'Ìnda Ash Shadmati Al 'Uula / No. 926}.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ الْعَبْدِيُّ ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ يَعْنِي ابْنَ جَعْفَرٍ ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ ، عَنْ ثَابِتٍ ، قَالَ : سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ ، يَقُولُ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ  ﷺ 🌺 :

*_" الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الْأُولَى "._*
{رواه مسلم / كِتَابُ الْجَنَائِزِ  / بَابٌ فِي الصَّبْرِ عَلَى الْمُصِيبَةِ عِنْدَ أَوَّلِ الصَّدْمَة  / رقم الحديث : ١٥٩٧}.

Telah menceritakan kepada kami :  Muhammad bin Basysyar Al Abdiy. Telah menceritakan kepada kami :  Muhammad bin Ja'far. Telah menceritakan kepada kami :  Syu'bah. Dari Tsabit ia berkata :  saya mendengar Anas bin Malik berkata; Rasulullah  ﷺ 🍒 bersabda:

*_"Sesungguhnya kesabaran (yang sempurna dan  diganjar) itu letaknya pada goncangan yang pertama."_*
{HR. Muslim / Kitab Al Janaa'iz / Baabu Fi Ash Shabri 'Alaa Al Mushiibati 'Inda Awwali Ash Shadmati / No. 1597}.

*🍒✏ قال الامام النووي الشافعي رحمه الله تعالى في كتابه " المنهاج على شرح صحيح مسلم ":*

قَوْلُهُ - ﷺ 🌺 : ( الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الْأُولَى ) وَفِي الرِّوَايَةِ الْأُخْرَى ( إِنَّمَا الصَّبْرُ ) مَعْنَاهُ الصَّبْرُ الْكَامِلُ الَّذِي يَتَرَتَّبُ عَلَيْهِ الْأَجْرُ الْجَزِيلُ لِكَثْرَةِ الْمَشَقَّةِ فِيهِ ،
{انظر كتاب المنهاج  على شرح  و صحيح مسلم » كِتَابُ الْجَنَائِزِ » بَابٌ فِي الصَّبْرِ عَلَى الْمُصِيبَةِ عِنْدَ أَوَّلِ الصَّدْمَة »  رقم الحديث : ١٥٩٧}.

*💥🖍 Imam Nawawiy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'åla berkata didalam Kitabnya " Al Minhaaj 'Alaa Syarhi Shahiih Muslim :*

*_Sabda Nabi  ﷺ 🍒 : (sabar itu letaknya pada gebrakan/goncangan yang pertama), dalam riwayat lain dikatakan (sesungguhnya sabar)_*

Maknanya sabar yang sempurna yang dapat menghasilkan pahala yang agung karena banyaknya penderitaan didalamnya.
{Lihat Kitab Al Minhaaj 'Alaa Syarhi Shahiih Muslim / Kitab Al Janaa'iz / Baabu Fi Ash Shabri 'Alaa Al Mushiibati 'Inda Awwali Ash Shadmati / No. 1597}.


*📒💐 Hadits Yang Senada :*

 حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ النَّبِيِّ ﷺ 🍎 قَالَ : 

*_"الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الْأُولَى"._*

*قَالَ : هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ*.
{رواه الترمذي / ٨ - أبواب الجنائز / باب ما جاء أن الصبر في الصدمة الأولى /  رقم الحديث : ٩٨٨}.

Telah menceritakan kepada kami : Muhammad bin Basyar. Telah menceritakan kepada kami : Muhammad bin Ja'far. Dari Syu'bah. Dari
Tsabit Al Bunani. Dari Anas bin Malik. Dari Nabi ﷺ 💓 bersabda:

*_"Kesabaran (yang sempurna dan diganjar) itu ada pada saat pertama kali tertimpa (musibah) "._*

Abu 'Isa berkata; *"Ini merupakan Hadits Hasan Shahih."*
{HR. Tirmidzi /  8 - Abwaabu Al Janaa'iz / Baabu Ma Ja'a Anna Ash Shabra Fi Ash Shadmati Al Ula / No. 988}.


*D)•📘✏ Perintah Rasulullah Agar Mati Dalam Keadaan Husnudzon Kepada Allah.*

 وحَدَّثَنِي أَبُو دَاوُدَ سُلَيْمَانُ بْنُ مَعْبَدٍ ، حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ عَارِمٌ ، حَدَّثَنَا مَهْدِيُّ بْنُ مَيْمُونٍ ، حَدَّثَنَا وَاصِلٌ ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْأَنْصَارِيِّ ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ  ﷺ 💐 قَبْلَ مَوْتِهِ بِثَلَاثَةِ أَيَّامٍ ، يَقُولُ :

*_" لَا يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلَّا وَهُوَ يُحْسِنُ الظَّنَّ بِاللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ " ._*
{رواه مسلم    / كِتَاب الْجَنَّةِ وَصِفَةِ نَعِيمِهَا وَأَهْلِهَا ...    / بَاب الْأَمْرِ بِحُسْنِ الظَّنِّ بِاللَّهِ تَعَالَى ... / رقم الحديث: ٥١٢٩}.

Telah menceritakan kepadaku : Abu Dawud Sulaiman bin Ma'bad. Telah menceritakan kepada kami : Abu An Nu'man Arim. Telah menceritakan kepada kami : Mahdi bin Maimun. Telah menceritakan kepada kami : Washil. Dari Abu Az Zubair. Dari Jabir bin Abdullah Al Anshari berkata: Aku mendengar Rasulullah  ﷺ 💐 bersabda (3)  tiga hari sebelum beliau wafat:

*_"Jangalah salah seorang dari kalian meninggal dunia kecuali ia berbaik sangka kepada Allah 'azza wajalla."_*
{HR. Muslim / Kitab Al Jannah Wa Shifati Na'iimihaa Wa Ahlihaa / Baabu Al Amri Bihusnidz Dzon Billaahi Ta'åla / No. 5129}.

*📗✍• قال الإمام النووي الشافعي رحمه الله تعالى في كتابه " المنهاج على شرح مسلم ":*

*قَوْلُهُ ﷺ💐َ : ( لَا يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلَّا وَهُوَ يُحْسِنُ بِاَللَّهِ الظَّنَّ )* وَفِي رِوَايَةٍ : إِلَّا وَهُوَ يُحْسِنُ الظَّنَّ بِاَللَّهِ تَعَالَى ,

قَالَ الْعُلَمَاءُ : هَذَا تَحْذِيرٌ مِنَ الْقُنُوطِ ، وَحَثٌّ عَلَى الرَّجَاءِ عِنْدَ الْخَاتِمَةِ ،

Sabda Nabi ﷺ💐: *(Jangalah salah seorang dari kalian meninggal dunia kecuali ia kepada Allah berbaik sangka)."_* Dalam suatu riwayat : Kecuali ia berprasangka baik kepada Allah ta'ala.

Para 'Ulama' berkata : Ini adalah peringatån (menjauhi) dari perbuatan keputus asaan. Dan anjuran atas pengharapan (yang baik) ketika berakhir.
{Lihat Kitab Al Minhaaj Syarhu Shahih Muslim / Kitab Al Jannah Wa Shifati Na'iimihaa Wa Ahlihaa / Baabu Al Amri Bihusnidz Dzon Billaahi Ta'åla / No. 5255. Karya Imam Nawawiy Asy Syafi'iy}.

*📘✍• قال الإمام ابن القيم الجوزي الحنبلي رحمه الله تعالى في كتابه " الجواب  الكافي ":*

وقد تبين الفرق بين حسن الظن والغرور ، وأن حسن الظن إن حمَل على العمل وحث عليه وساعده وساق إليه : فهو صحيح ، وإن دعا إلى البطالة والانهماك في المعاصي : فهو غرور ، وحسن الظن هو الرجاء ، فمن كان رجاؤه جاذباً له على الطاعة زاجراً له عن المعصية : فهو رجاء صحيح ، ومن كانت بطالته رجاء ورجاؤه بطالة وتفريطاً : فهو المغرور
{انظر كتاب الجواب الكافي : ص ٢٤. للإمام ابن القيم الجوزي الحنبلي}.

*📒🍒• Berkata Imam Ibnul Qayyim Al Jauziy Al Hanbaliy rahimahullahu ta'åla dalam kitabnya " Al Jawab Al Kaafi ":*

Sangat jelas perbedaan antara husnudzan dengan ghurur (tertipu). Husnudzan kepada Allah yang mendorong dirinya untuk beramal, menggiringnya beramal, maka ini husnudzan yang benar. Namun jika husnudzan menyebabkan dirinya menjadi pengangguran, atau bahkan tenggelam dalam maksiat, ini ghurur (tertipu). Karena husnudzan adalah membangun harapan. Siapa yang harapannya menyebabkan dirinya semakin taat dan menjauhi maksiat, ini harapan yang benar. Sebaliknya, jika penganggurannya menjadi harapan dan harapannya menyebabkan dia pengagguran dan pelanggaran syariat, maka ini tertipu.
{Lihat Kitab al-Jawab al-Kafi, hlm. 24. Karya Ibnul Qayyim Al Jauziy Al Hanbaliy}.


*E)• 📕✏ Keutamaan Husnudzon Allah Akan Menuruti Melebihi Apa Yang Dikehendaki Oleh Hamba Nya*

حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَفْصٍ، حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ، سَمِعْتُ أَبَا صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ 💐 :

*_" يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى: أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي، فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي، وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا، وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً "._*
{رواه البخاري / ٩٧ - كتاب التوحيد / باب قول الله تعالى: {وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ ... سورة آل عمران : ٠٠٣ اية ٢٨ / رقم الحديث : ٧٤٠٥}.

Telah menceritakan kepada kami : 'Amru bin Hafs. Telah menceritakan kepada kami : Ayahku. Telah menceritakan kepada kami : Al A'masy, aku mendengar Abu Shalih dari Abu Hurairah  radliyyAllahu 'anhu, beliau  berkata : "Nabi ﷺ 💐 bersabda:

*_"Aku (Allah)  berada dalam prasangka hamba-Ku, dan Aku selalu bersamanya jika ia mengingat-Ku, jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku, dan jika ia mengingat-Ku dalam perkumpulan, maka Aku mengingatnya dalam perkumpulan yang lebih baik daripada mereka, jika ia mendekatkan diri kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekatkan diri kepadanya sehasta, dan jika ia mendekatkan diri kepada-Ku sehasta, Aku mendekatkan diri kepadanya sedepa, jika ia mendatangi-Ku dalam keadaan berjalan, maka Aku mendatanginya dalam keadaan berlari."_*
{HR. Bukhariy / 97 - Kitabu At Tauhid / Baabu Qoulillaahi Ta'åla : {Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. QS. Ali Imran : 003/ 28} / No. 7405}.

*📗✍• قال الإمام النووي الشافعي رحمه الله تعالى في كتابه " المنهاج على شرح مسلم ":*

قَالَ الْعُلَمَاءُ : مَعْنَى ( حُسْنُ الظَّنِّ بِاَللَّهِ تَعَالَى ) أَنْ يَظُنَّ أَنَّهُ يَرْحَمُهُ وَيَعْفُو عَنْهُ ،
{انظر كتاب المنهاج على شرح صحيح مسلم : ج ١٤ ص ٢١٠ / كتاب الْجَنَّةِ وَصِفَةِ نَعِيمِهَا وَأَهْلِهَا / بَابُ الْأَمْرِ بِحُسْنِ الظَّنِّ بِاللَّهِ تَعَالَى عِنْدَ الْمَوْتِ / رقم الحديث : ٥٢٥٦.  للامام النووي الشافعي}.

*🍒✏Imam Nawawi Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'åla berkata dalam kitabnya " Al Minhaaj 'Alaa  Syarhi Shahih Muslim " :*

*_“ Para ulama mengatakan : makna husnu dzon kepada Allah adalah yakin bahwa Allah akan merahmatinya dan mengampuninya “._*
{Lihat Kitab Al Minhaaj 'Alaa Syarhi Shahih Muslim : juz 14 hal 210 / Kitab Al Jannah Wa Shifati Na'iimihaa Wa Ahlihaa / Baabu Al Amri Bihusnidz Dzon Billaahi Ta'åla / No. 5256. Karya Imam Nawawiy Asy Syafi'iy}.


*📔🖋• وقال الامام النووي الشافعي ايضا في كتابه " المنهاج على شرح صحيح مسلم :*

" قال القاضي : قيل معناه بالغفران له إذا استغفر ، والقبول إذا تاب ، والإجابة إذا دعا ، والكفاية إذا طلب ، وقيل : المراد به الرجاء وتأميل العفو وهو أصح "
{انظر كتاب المنهاج على شرح صحيح مسلم : ج ٢ ص ١٤ /    كتاب الذِّكْرِ وَالدُّعَاءِ وَالتَّوْبَةِ وَالِاسْتِغْفَارِ / بَابُ الْحَثِّ عَلَى ذِكْرِ اللَّهِ تَعَالَى / رقم الحديث : ٤٩٦١.   للامام النووي الشافعي}.

*🍒✏Imam Nawawi Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'åla berkata lagi  dalam kitabnya " Al Minhaaj 'Alaa  Syarhi Shahih Muslim " :*

“ Al-Qadhi berkata :

*_Mengampuninya jika seorang hamba meminta ampun, menerimanya jika seorang hamba bertaubat, mengabulkannya jika seorang hamba memohon, dan mencukupinya jika seorang hamba meminta. Ada pula yang mengatakan bahwa maksudnya adalah mengharap pengampunan “._*
{Lihat Kitab Al Minhaaj 'Alaa Syarhi Shahih Muslim : juz 2 hal 14 / Kitaabu Adz Dzikri Wa Ad Du'aai Wa At Taubati Wa Al Istighfari / Baabu Al Hitstsu 'Alaa Dzikrillaahi Ta'åla / No. 4961.  Karya Imam Nawawiy Asy Syafi'iy}.

*📁✏ـ قال الإمام ابن حجر رحمه الله تعالى في كتابه " فتح الباري شرح صحيح البخاري " :*

*قَوْلُهُ : [يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي]*

 أَيْ قَادِرٌ عَلَى أَنْ أَعْمَلَ بِهِ مَا ظَنَّ أَنِّي عَامِلٌ بِهِ
{انظر كتاب فتح الباري شرح البخاري : ج ١٧ ص ٣٩٧ / كتاب التوحيد / باب قول الله تعالى: {ويحذركم الله نفسه} [آل عمران: ٢٨] / رقم الحديث : ٧٠١٠. للامام ابن حجر العسقلاني الشافعي}.

*📗🎤• Berkata Imam Ibnu Hajar Al 'Asqalaaniy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'åla dalam " Fathu Al Baariy Syarhu Shahiih Al  Bukhariy ":*

Sabda Nabi : *(Allah ta'ala berfirman ,: Aku menurut prasangkaan  hambaKu terhadapKu)*

*_"Yakni : Allah mampu berbuat sesuatu (merealisasikan suatu perbuatan) atas dasar persangkaan hambaNya bahwa Allah akan berbuat demikian.”_*
{Lihat Kitab Fathu Al Bari Syarhu Shahih Al Bukhariy : juz 17 hal 397 / Kitab At Tauhid / Baabu Qoulihi Ta'åla : ... QS. Ali Imran : 28 / No. 7010. Karya Imam Ibnu Hajar Al 'Asqalaaniy Asy Syafi'iy}.


*📕✍• قال العلامة المباركفوري رحمه الله تعالى في كتابه " تحفة الأحوذي شرح سنن الترمذي ":*

قَالَ الْقُرْطُبِيُّ في " المفهم " قيل : معنى ظن عبد بِي ظَنُّ الْإِجَابَةِ عِنْدَ الدُّعَاءِ وَظَنُّ الْقَبُولِ عِنْدَ التَّوْبَةِ وَظَنُّ
الْمَغْفِرَةِ عِنْدَ الِاسْتِغْفَارِ وَظَنُّ الْمُجَازَاةِ عِنْدَ فِعْلِ الْعِبَادَةِ بِشُرُوطِهَا تَمَسُّكًا بِصَادِقِ وَعْدِهِ
{انظر كتاب تحفة الأحوذي شرح سنن الترمذي / ٣٤ - أبواب الزهد / باب ما جاء في حسن الظن بالله / رقم الحديث : ٢٣٨٨. للعلامة المباركفوري}.

*📗📌• Berkata Al 'Alaamah Al Mubarakfuriy dalam kitabnya " Tuhfatu Al Ahwadzi Syarhu Sunan Tirmidzi ":*

Al-Qurthubi berkata di dalam kitab Al-Mufhim (Al-Mufhim li Ma Asykala min Talkhishi Kitabi Muslim pen),

*_“Ada yang mengatakan bahwa makna prasangka hambaKu terhadapKu adalah prasangka dalam hal pengabulan doa ketika memanjatkan doa, prasangka tentang diterimanya taubat ketika hamba bertaubat, prasangka mengenai adanya ampunan ketika hamba beristighfar, dan prasangka akan diberi pahala ketika melaksanakan ibadah beserta syarat-syaratnya dalam rangka berpegang teguh pada kebenaran janjiNya.”_*
{Lihat Kitab Tuhfatu Al Ahwadzi Syarhu Sunan Tirmidzi / 34 - Abwaabu Az Zuhdi / Baabu Ma  Ja'a Fi Husnizdzdan Billahi Ta’ala / No. 2388. Karya Al 'Alaamah Al Mubarakfuriy}.


*🍒✏قال الامام المناوي رحمه الله في كتابه " فيض القدير ":*

 ” أي: إن ظن بي خيرًا أفعل به خيرًا، وإن ظن بي شرًا أفعل به شرًا ” .انتهى 
{انظر كتاب "فيض القدير" : ج ٢ ص ٣١٢. للامام المناوي. وانظر تحفة الأحوذي شرح سنن الترمذي : ج ٧ ص ٥٣. للعلامة المباركفوري}.


*🍒✏ Berkata Imam Al Munawiy rahimahullahu ta'åla dalam Kitabnya " Faidlu Al Qodir ":*

*_Maknanya : Allâh Ta’ala akan memperlakukan seorang hamba sesuai dengan persangkaan hamba tersebut kepada-Nya, dan Dia akan berbuat pada hamba-Nya sesuai dengan harapan baik atau buruk dari hamba tersebut."_*
{Lihat Kitab Faidhu Al Qadîr : juz 2 hal 312. Karya Imam Al Munawiy. Dan Tuhfatul Ahwadzi Syarhu Sunan Tirmidzi : juz 7 hal 53. Karya Al 'Alaamah Al Mubarakfuriy}.


*🌺✏• وقال الامام ابن كثير الشافعي رحمه الله تعالى في تفسيره :*

{فَلا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ} سورة الأعراف : ٠٠٧/ ٩٩

" وَلِهَذَا قَالَ الْحَسَنُ الْبَصْرِيُّ، رَحِمَهُ اللَّهُ: الْمُؤْمِنُ يَعْمَلُ بِالطَّاعَاتِ وَهُوَ مُشْفِق وَجِل خَائِفٌ، وَالْفَاجِرُ يَعْمَلُ بِالْمَعَاصِي وَهُوَ آمِنٌ " .
انتهى
{انظر كتاب "تفسير ابن كثير" : ج ٣ ص ٤٥١ / تفسير سورة الأعراف : ٠٠٧/ ٩٩. للامام ابن كثير الشافعي}.

*🌹✏ Berkata Imam Ibnu Katsir Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'åla dalam kitab tafsirnya :*

{فَلا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ}

Tiada yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi. (QS. Al A'raaf : 007/ 99)

"Karena itulah Al-Hasan Al-Basri rahimahullah pernah mengatakan : 

*_Bahwa orang mukmin mengerjakan amal-amal ketaatan, sedangkan hatinya dalam keadaan takut, bergetar, dan khawatir; sementara orang yang durhaka mengerjakan perbuatan-perbuatan maksiat dengan penuh rasa aman."_*
{Lihat Kitab Tafsir Ibnu Katsir : juz 3 hal 451 / Tafsir Surat Al A'raaf Ayat 99 / Karya Imam Ibnu Katsir Asy Syafi'iy}.


*🌿✏ وجاء في كتاب " الموسوعة الفقهية " :*

يجب على المؤمن أن يُحسن الظنَّ بالله تعالى ، وأكثر ما يجب أن يكون إحساناً للظن بالله : عند نزول المصائب ، وعند الموت ،

قال الحطاب : ندب للمحتضر تحسين الظن بالله تعالى ، وتحسين الظن بالله وإن كان يتأكد عند الموت وفي المرض ، إلا أنه ينبغي للمكلف أن يكون دائماً حسن الظن بالله .
انتهى .
{انظر كتاب الموسوعة الفقهية الكويتية : ج ١٠ ص ٢٢٠. وانظر كتاب " المنهاج على شرح مسلم " : ج ١٧ ص ١٠.  للنووي الشافعي}.

*🍒✏Dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah  dikatakan :*

*_" Seorang mukmin diharuskan berprasangka baik kepada Allah Ta’ala, dan lebih ditekankan dalam prasangkan baik kepada Allah ketika ditimpa musibah dan ketika akan meninggal dunia."_*

Al-Khatab berkata  :

*_"Dianjurkan bagi yang akan meninggal dunia berprasangka baik kepada Allah Ta’ala. Berprasangka baik kepada Allah meskipun sangat dianjurkan ketika mau meninggal dunia dan dalam kondisi sakit, akan tetapi sepantasnya seseorang senantiasa berprasangka baik kepada Allah. "_*
{Lihat Kitab Al Mausu'ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah : juz 10 hal 220. Dan Lihat Kitab Al Minhaaj 'Alaa Syarhi Shahiih Muslim : juz 17 hal 10}.


*🎭🌿 قال الامام ابن القيم الجوزي الحنبلي رحمه الله تعالى في كتابه "  الجواب الكافي لمن سأل عن الدواء الشافي أو الداء والدواء ":*

قال الحسن البصري رحمه الله :*

" إن المؤمن أحسنَ الظنّ بربّه فأحسن العملَ ، وإنّ الفاجر أساءَ الظنّ بربّه فأساءَ العمل .
{رواه أحمد في كتابه " الزهد " : ص ٤٠٢. وانظر كتاب الجواب الكافي لمن سأل عن الدواء الشافي أو الداء والدواء : ج ١ ص ٢٥    » فصل مغالطة النفس حول الأسباب » للامام ابن القيم الحنبلي}.

*🌺✏ Berkata Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyyah Al Hanbaliy rahimahullahu ta'åla dalam Kitabnya " Al Jawab Al Kaafi Liman Så'ala 'An Addawaa'i Asy Syaafi Au Ad Daa'i Wa Ad Dawaa'i ":*

Seperti Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:

*_“Sesungguhnya seorang mukmin ketika berbaik sangka kepada Tuhannya, maka dia akan memperbaiki amalnya. Sementara orang buruk, dia berprasangka buruk kepada Tuhannya, sehingga dia melakukan amal keburukan."_*
{HR. Ahmad, Dalam Kitabnya Az Zuhdu : hal. 402. Dan Lihat Kitab  Al Jawab Al Kaafi Liman Så'ala 'An Addawaa'i Asy Syaafi Au Ad Daa'i Wa Ad Dawaa'i : juz 1 hal 25 / Fashl Mughaalathati An Nafsi Haula Al Asbaabi / Karya Ibnul Qayyim Al Hanbaliy}.


*💐🍒 وقال الإمام ابن القيم الجوزي الحنبلي- رحمه الله - :*

ومن تأمل هذا الموضع حق التأمل علِم أن حُسن الظن بالله هو حُسن العمل نفسه ؛ فإن العبد إنما يحمله على حسن العمل ظنه بربه أنه يجازيه على أعماله ويثيبه عليها ، ويتقبلها منه ، فالذي حمله على العمل حسن الظن ، فكلما حسُن ظنُّه حسُنَ عمله ، وإلا فحُسن الظن مع اتباع الهوى : عجْز ... .
وبالجملة : فحُسن الظن إنما يكون مع انعقاد أسباب النجاة ، وأما مع انعقاد أسباب الهلاك : فلا يتأتي إحسان الظن .
{انظر كتاب " الجواب الكافي " : ص ١٣ - ١٥ ،  مختصراً}.

*🌹🍒 Imam Ibnu Qayim Al Hanbaliy  rahimahullahu ta'åla berkata dalam kitabnya   " Al Jawab Al Kaafi Liman Så'ala 'An Addawaa'i Asy Syaafi Au Ad Daa'i Wa Ad Dawaa'i ":*

*_“Siapa yang dengan sungguh-sungguh memperhatikan, akan mengetahui bahwa khusnuzhan kepada Allah adalah memperbaiki amal itu sendiri. Karena yang menjadikan amal seorang hamba itu baik, adalah karena dia memperkirakan Tuhannya akan memberi balasan dan pahala dari amalannya serta menerimanya. Sehingga yang menjadikan dia beramal adalah prasangka baik itu. Setiap kali baik dalam prasangkanya, masa semakin baik pula amalnya."_*
{Lihat Kitab Al Jawab Al Kaafi Liman Så'ala 'An Addawaa'i Asy Syaafi Au Ad Daa'i Wa Ad Dawaa'i : hal 13 - 15. Secara Ringkas}.


*🦋✏ وقال الامام أبو العباس القرطبي المالكي  – رحمه الله تعالى - :

قيل : معناه : ظنّ الإجابة عند الدعاء ، وظنّ القبول عند التوبة ، وظن المغفرة عند الاستغفار ، وظن قبول الأعمال عند فعلِها على شروطها ؛ تمسُّكًا بصادق وعْده ، وجزيل فضلِه .
قلت : ويؤيدهُ قولُه صلَّى الله عليه وسلَّم : ( ادْعوا الله وأنتم موقِنون بالإجابة ) – رواه الترمذي بإسناد صحيح - ، وكذلك ينبغي للتَّائب والمستغفر ، وللعامل أن يَجتهد في القيام بِما عليه من ذلك ، موقنًا أنَّ الله تعالى يقبل عملَه ، ويغفِر ذنبه ؛ فإنَّ الله تعالى قد وعد بقبول التَّوبة الصادقة ، والأعمال الصالحة ، فأمَّا لو عمل هذه الأعمال وهو يعتقد أو يظنُّ أنَّ الله تعالى لا يقبلُها ، وأنَّها لا تنفعُه : فذلك هو القنوط من رحْمة الله ، واليأس من رَوْح الله ، وهو من أعظمِ الكبائر ، ومَن مات على ذلك : وصل إلى ما ظنَّ منه .
فأمَّا ظن المغفرة والرحمة مع الإصرار على المعصية : فذلك محض الجهل والغرة ، وهو يجر إلى مذهب المرجئة .
{انظر كتاب المفهم لما أشكل من تلخيص كتاب مسلم : ج ٧ ص ٥ - ٦. المؤلف: أبو العباس أحمد بن عمر القرطبي المالكي}.

*🍒✏ Imam Abul Abbas Al-Qurtubi Al Malikiy  rahimahullahu ta'åla berkata dalam kitabnya " Al Mufhim Lima Asykala Min Talkhiishi Kitaabi Muslim ":*

“Pendapat lain mengatakan :  maknanya adalah: Mengira akan dikabulkan apabila berdoa, mengira diterima ketika bertaubat, mengira diampuni ketika memohon ampunan, mengira diterima amalnya ketika melaksanakannya  dengan memenuhi persyaratan, serta berpegang teguh terhadap kejujuran janji-Nya dan lapangnya KeutamaanNya.

Saya katakan demikian, karena dikuatkan dengan sabda Nabi ﷺ 💓; ‘Berdoalah kepada Allah dalam keadaan kalian yakin akan dikabulkan (doanya).’ (HR. Tirmizi dengan sanad shahih)

Begitu juga seyogyanya bagi orang yang bertaubat, orang yang memohon ampunan dan pelaku suatu amal yang bersungguhh-sungguh dalam melaksanakan semua itu, hendaknya meyakini bahwa Allah akan menerima amalnya dan memaafkan dosanya. Karena Allah Ta’ala telah berjanji akan menerima taubat yang benar dan amal yang shaleh. Sedangkan kalau dia beramal dengan amalan-amalan tersebut tapi berkeyakinan atau menyangka bahwa Allah Ta’la tidak menerimanya dan hal itu tidak bermanfaat, maka hal itu termasuk putus asa terhadap rahmat dan karunia Allah . Itu termasuk di antara dosa besar. Barangsiapa yang meninggal dunia dalam kondisi seperti itu, maka dia akan mendapatkan apa yang dia kira (yakini). Sebaliknya, mengira bakal diampuni dan mendapat rahmat sementara dia terus menerus melakukan kemaksiatan, maka hal itu termasuk kebodohan. Hal itu dapat menjerumuskannya kepada pemahaman murji’ah (seseorang tidak akan kafir dengan perbuatannya). "
{Lihat Kitab  Al Mufhim Lima Asykala Min Talkhiishi Kitaabi Muslim :
Juz 7 hal 5 - 6}.


*🍎✏قال الامام ابن القيم الحنبلي – رحمه الله تعالى - في كتابه " الجواب الكافي " :*

وقد تبين الفرق بين حسن الظن والغرور ، وأن حسن الظن إن حمَل على العمل وحث عليه وساعده وساق إليه : فهو صحيح ، وإن دعا إلى البطالة والانهماك في المعاصي : فهو غرور ، وحسن الظن هو الرجاء ، فمن كان رجاؤه جاذباً له على الطاعة زاجراً له عن المعصية : فهو رجاء صحيح ، ومن كانت بطالته رجاء ورجاؤه بطالة وتفريطاً : فهو المغرور .
{انظر كتاب " الجواب الكافي " : ص ٢٤. للامام ابن القيم الحنبلي}.

*🍒✏ Imam Ibnu Qayyim Al Hanbaliy  rahimahullahu ta'åla berkata dalam kitabnya " Al Jawaabu Al Kaafi ":*

“Telah jelas perbedaan antara husnuzhan dan ghurur (terpedaya  diri sendiri). Berprasangka baik mendorong lahirnya amal, menganjurkan, membantu dan menuntun untuk melakukannya. Inilah sikap yang benar. Tapi kalau mengajak kepada pengangguran dan bergelimang dalam kemaksiatan, maka itu adalah ghurur (terpedaya diri sendiri). Berprasangka baik itu adalah pengharapan (raja), barangsiapa pengharapannya membawa kepada kataatan dan meninggalkan kemaksiatan, maka itu adalah pengharapan yang benar. Dan barangsiapa yang keengganannya beramal dianggap sebagai sikap berharap, dan sikap berharapnya berarti  enggan beramal atau meremehkan, maka itu termasuk terpedaya.‘
{Lihat Kitab Al-Jawab Al-Kafi :  hal. 24. Karya Ibnul Qayyim Al Hanbaliy}.

*F)•📒💞Keutamaan Dan Doa Menjenguk Orang Sakit*

Allah telah janjikan pahala yang banyak dan ganjaran yang besar bagi orang yang menjenguk orang sakit. Di antara dalil-dalil yang menunjukkan hal tersebut adalah :

*1✍ • Senantiasa Berada Dalam Kebun Surga Sampai Dia Pulang.*

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى التَّمِيمِيُّ أَخْبَرَنَا هُشَيْمٌ عَنْ خَالِدٍ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ عَنْ ثَوْبَانَ مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ 🌺 قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ 💐 :

*_«مَنْ عَادَ مَرِيضًا لَمْ يَزَلْ فِي خُرْفَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ»_*
{رواه مسلم / ٤٥ - كتاب البر والصلة والآداب / ١٣ - باب فضل عيادة المريض /  رقم الحديث : ٢٥٦٨}.

Telah menceritakan kepada kami : Yahya bin Yahya At Tamimi. Telah mengabarkan kepada kami : Husyaim. Dari Khalid. Dari Abu Qilabah. Dari Abu Asma'. Dari Tsauban -bekas budak Rasulullah ﷺ 💓-, beliau berkata :  Rasulullah ﷺ🌹 pernah bersabda:

*_"Barangsiapa yang menjenguk orang sakit, maka dia senantiasa berada dalam sebuah taman surga (Yaitu taman buah surga) sampai dia pulang kembali."_*
{HR. Muslim / 45 - Kitabu Al Birri Wa Ash Shillati Wa Al Adaabi / 13 - Baabu Fadlu 'Iyaadati Al Maridli / No. 2568. Dishahihkan oleh Al-Albani Tokoh Wahhabiy dalam Shahih al-Jami' no. 6389. *_(Kata ‘Khurfatil jannah’ adalah memanennya. Diperumpamakan seperti orang yang kembali mendapatkan pahala sebagaimana orang yang memanen buah._*)}.

*📕• Hadits Yang Senada :*

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ جَمِيعًا عَنْ يَزِيدَ وَاللَّفْظُ لِزُهَيْرٍ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا عَاصِمٌ الْأَحْوَلُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ وَهُوَ أَبُو قِلَابَةَ عَنْ أَبِي الْأَشْعَثِ الصَّنْعَانِيِّ عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ الرَّحَبِيِّ عَنْ ثَوْبَانَ (مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ 💓) عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ ❤ قَالَ :

*_«مَنْ عَادَ مَرِيضًا لَمْ يَزَلْ فِي خُرْفَةِ الْجَنَّةِ»_*

*قِيلَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا خُرْفَةُ الْجَنَّةِ ؟*

قَالَ : *_«جَنَاهَا»_*

حَدَّثَنِي سُوَيْدُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا مَرْوَانُ بْنُ مُعَاوِيَةَ عَنْ عَاصِمٍ الْأَحْوَلِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ
{رواه مسلم / ٤٥ - كتاب البر والصلة والآداب / ١٣ - باب فضل عيادة المريض /  رقم الحديث : ٢٥٧٠}.

Telah menceritakan kepada kami : Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Zuhair bin Harb seluruhnya dari Yazid dan lafazh ini milik Zuhair; Telah menceritakan kepada kami :  Yazid bin Harun.  Telah mengabarkan kepada kami : 'Ashim Al Ahwal. Dari 'Abdullah bin Zaid (yaitu Abu Qilabah). Dari Abu Al Asy'ats Ash Shan'ani. Dari Abu Asma' Ar Rahabi. Dari Tsauban -(budak merdekanya  Rasulullah ﷺ💓). Dari Rasulullah ﷺ💘beliau bersabda:

*_"Apabila seorang muslim mengunjungi saudaranya sesama muslim, maka orang itu senantiasa berada dalam sebuah taman surga."_*

*Beliau ditanya; Bagaimana taman surga itu?*
*_Beliau menjawab: 'Taman yang penuh dengan buah-buahan yang dapat dipetiknya.'_*

Telah menceritakan kepadaku : Suwaid bin Sa'id.  Telah menceritakan kepada kami : Marwan bin Mu'awiyah. Dari 'Ashim Al Ahwal melalui jalur ini.
{HR. Muslim / 45 - Kitabu Al Birri Wa Ash Shillati Wa Al Adaabi / 13 - Baabu Fadlu 'Iyaadati Al Maridli / No. 2570}.

*📁🎤• الامام النووي الشافعي في كتابه " المنهاج على شرح صحيح مسلم ":*

( قِيلَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، مَا خُرْفَةُ الْجَنَّةِ ؟ قَالَ : جَنَاهَا ) أَيْ يَئُولُ بِهِ ذَلِكَ إِلَى الْجَنَّةِ وَاجْتِنَاءِ ثِمَارِهَا .
وَاتَّفَقَ الْعُلَمَاءُ عَلَى فَضْلِ عِيَادَةِ الْمَرِيضِ ، وَسَبَقَ شَرْحُ ذَلِكَ وَاضِحًا فِي بَابِهِ .

*🌺🖊• Imam Nawawiy Asy Syafi'iy berkata didalam Kitabnya​ " Al Minhaaj 'Alaa Syarhi Shahih Muslim ":*

*(Dikatakan : Wahai Rasulallah, apakah yang dimaksud dengan " Khurfatul Jannah "? Rasulullah menjawab : “Yaitu taman buah surga.”)* Artinya hal tersebut kembali bersamanya kesurga dan memetik buah-buahannya.

Dan ulama' sepakat akan KEUTAMAANNYA​  membesuk òrång yang sakit, dan penjabarannya​  sudah lewat dengan jelas didalam babnya.
{Lihat Al Minhaaj Syarhu Shahiih Muslim / 45 - Kitabu Al Birri Wa Ash Shillati Wa Al Adaabi / 13 - Baabu Fadlu 'Iyaadati Al Maridli / No. 2568. Karya Imam Nawawi Asy Syafi'iy}.

*📗• Hadits Yang Senada :*

حدثنا عبد الوارث بن سفيان قال : حدثنا قاسم بن أصبغ قال : حدثنا أبو قلابة عبد الملك بن محمد الرقاشي قال : حدثنا بكر بن بكار ، حدثنا عبد الحميد بن جعفر قال : حدثتني أمي مندوس بنت علي ، قالت : مرض عمر بن الحكم فعاده أهل المسجد ، فقال عمر بن الحكم سمعت جابر بن عبد الله يقول : قال رسول الله - ﷺ❤ :

*_«مَنْ عَادَ مَرِيْضًا خَاضَ الرَّحْمَةَ، فَإِذَا جَلَسَ عِنْدَهُ اِسْتَقْنَعَ فِيْهَا، فَإِذَا خَرَجَ مِنْ عِنْدِهِ خَاضَ الرَّحْمَةَ حَتَّى يَرْجِعَ إِلَى  بَيْتِهِ»._*
{رواه ابن عبد البر في كتابه " التمهيد لما في الموطأ من المعاني والأسانيد " / باب الياء  /  باب بلاغات مالك ومرسلاته /  الحديث الثالث والعشرون إذا عاد الرجل المريض خاض الرحمة حتى إذا قعد عنده}.

Telah menceritakan kepada kami : 'Abdul Warits bin Sufyan, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami : Qasim bin Ashbagh, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami : Abu Qilabah 'Abdul Mulk bin Muhammad Ar Raqasyiy, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami : Bakr bin Bakkaar. Telah menceritakan kepada kami : 'Abdul Hamid bin Ja'far, ia berkata : Telah menceritakan kepadaku : Ummi Mandus binti 'Aliy, ia berkata : 'Umar bin Al Hakam sakit dan ahli masjid menjenguknya.
Kemudian 'Umar bin Al Hakam berkata : Aku mendengar Jabir bin 'Abdillah berkåta : Rasulullah ﷺ💞 pernah  bersabda :

*_"Barang siapa yang menjenguk orang sakit, ia masuk ke dalam rahmat (Allah). Apabila duduk di sisinya, ia merasa puas/tenang di dalam rahmat itu. Apabila keluar darinya ia senantiasa berada di dalam rahmat itu hingga ia pulang ke rumahnya."_*
{HR. Ibnu Abdil Barr Didalam  kitab at-Tamhid : juz 24 hal 273}.


*2✍• Ketika Menjenguk Orang Sakit Dimintakan Ampunan Oleh 70.000 Malaikat.*

Dijelaskan dalam riwayat hadits :

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ، أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ، عَنِ الْحَكَمِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نَافِعٍ، عَنْ عَلِيٍّ، قَالَ:

*_«مَا مِنْ رَجُلٍ يَعُودُ مَرِيضًا مُمْسِيًا، إِلَّا خَرَجَ مَعَهُ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ يَسْتَغْفِرُونَ لَهُ حَتَّى يُصْبِحَ، وَكَانَ لَهُ خَرِيفٌ فِي الْجَنَّةِ، وَمَنْ أَتَاهُ مُصْبِحًا، خَرَجَ مَعَهُ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ يَسْتَغْفِرُونَ لَهُ حَتَّى يُمْسِيَ، وَكَانَ لَهُ خَرِيفٌ فِي الْجَنَّةِ»،_*

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ قَالَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ الْحَكَمِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ عَلِيٍّ عَنْ النَّبِيِّ ﷺ💘  بِمَعْنَاهُ لَمْ يَذْكُرْ الْخَرِيفَ

قَالَ أَبُو دَاوُد رَوَاهُ مَنْصُورٌ عَنْ الْحَكَمِ كَمَا رَوَاهُ شُعْبَةُ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ الْحَكَمِ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نَافِعٍ قَالَ وَكَانَ نَافِعٌ غُلَامُ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ قَالَ جَاءَ أَبُو مُوسَى إِلَى الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ يَعُودُهُ

قَالَ أَبُو دَاوُد وَسَاقَ مَعْنَى حَدِيثِ شُعْبَةَ

*_قَالَ أَبُو دَاوُد أُسْنِدَ هَذَا عَنْ عَلِيٍّ عَنْ النَّبِيِّ ﷺ💞 مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ صَحِيحٍ_*
{رواه ابو داود / ٢٠ - كتاب الجنائز / باب في فضل العيادة على وضوء / رقم الحديث : ٣٠٩٨. و[حكم الالبانى] : صحيح موقوف، الصحيحة (١٣٦٧)}.

Telah menceritakan kepada kami : Muhammad bin Katsir. Telah mengabarkan kepada kami : Syu'bah. Dari Al Hakam. Dari 'Abdullah bin Nafi'. Dari 'Aliy, beliau berkata;

*_"Tidaklah seorang laki-laki menjenguk orang yang saki pada sore hari melainkan akan keluar tujuh puluh ribu malaikat yang memintakan ampunan untuknya hingga pagi hari, dan baginya kebun di Surga. Dan barang siapa yang mendatanginya pada pagi hari, maka keluarg bersamanya tujuh puluh ribu malaikat yang memohonkan ampunan baginya hingga sore hari, dan baginya kebun di Surga."_*

Telah menceritakan kepada kami : Utsman bin Abu Syaibah. Telah menceritakan kepada kami : Abu Mu'awiyah, ia berkata; Telah menceritakan kepada kami : Al A'masy. Dari Al Hakam. Dari 'Abdurrahman bin Abu Laila. Dari 'Aliy. Dari Nabi ﷺ💞 dengan maknanya, ia tidak menyebutkan kebun.

Abu Dawud berkata; hadits tersebut diriwayatkan oleh Manshur dari Al Hakam, sebagaimana diriwayatkan oleh syu'bah. Telah menceritakan kepada kami : Ustman bin Abi Syaibah. Telah menceritakan kepada kami : Jarir. Dari Manshur. Dari Al Hakam. Dari Abu Ja'far Abdullah bin Nafi', ia berkata; dan Nafi' adalah budak Al Hasan bin Ali. Ia berkata; Abu Musa telah datang kepada Al Hasan bin Ali untuk mengunjunginya.

Abu Dawud berkata; dan ia menyebutkan makna hadits Syu'bah.

*Abu Dawud berkata; Hadits ini disandarkan dari Ali dari Nabi ﷺ❤ tidak hanya dari sisi yang benar.*
{HR. Abu Dawud / 20 - Kitabu Al Janaa'iz / Babu Fi Fadli Al 'Iyaadati 'Alaa Wudlu'in / No. 3098. *_Shahih Mauquf_* Menurut Albani Tokoh Wahhabiy}.


*📒• Hadits Yang Senada :*

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ ثُوَيْرٍ هُوَ ابْنُ أَبِي فَاخِتَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ أَخَذَ عَلِيٌّ بِيَدِي قَالَ انْطَلِقْ بِنَا إِلَى الْحَسَنِ نَعُودُهُ فَوَجَدْنَا عِنْدَهُ أَبَا مُوسَى فَقَالَ عَلِيٌّ عَلَيْهِ السَّلَام أَعَائِدًا جِئْتَ يَا أَبَا مُوسَى أَمْ زَائِرًا فَقَالَ لَا بَلْ عَائِدًا فَقَالَ عَلِيٌّ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ❤ يَقُولُ :

*_«مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَعُودُ مُسْلِمًا غُدْوَةً إِلَّا صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ وَإِنْ عَادَهُ عَشِيَّةً إِلَّا صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ وَكَانَ لَهُ خَرِيفٌ فِي الْجَنَّةِ»_*

قَالَ أَبُو عِيسَى : *_هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ_* وَقَدْ رُوِيَ عَنْ عَلِيٍّ هَذَا الْحَدِيثُ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ مِنْهُمْ مَنْ وَقَفَهُ وَلَمْ يَرْفَعْهُ وَأَبُو فَاخِتَةَ اسْمُهُ سَعِيدُ بْنُ عِلَاقَةَ.
{رواه الترمذي    / كتاب الجنائز عن رسول الله صلى الله عليه وسلم     / باب ما جاء في عيادة المريض / رقم الحديث : ٩٦٩}.

Telah menceritakan kepada kami : Ahmad bin Mani'. Telah menceritakan kepada kami : Al Husain bin Muhammad. Telah menceritakan kepada kami : Isra`il. Dari Tsuwair (yaitu Ibnu Abu Fakhitah). Dari Batu  berkata; "Ali menarik tanganku, sambil berkata; 'Mari kita menjenguk Hasan.' lalu kami dapati di dekatnya Abu Musa. 'Aliy  bertanya; 'Apakah engkau dalam rangka menjenguk atau sekedar berkunjung, wahai Abu Musa? ' Dia menjawab; 'Aku dalam rangka menjenguknya.' Ali AS berkata;

'Aku telah mendengar Rasulullah ﷺ💓  bersabda:

*_"Tidaklah seorang muslim menjenguk muslim yang lainnya pada pagi hari, kecuali akan dido'akan oleh tujuh puluh ribu Malaikat hingga sore hari. Jika dia menjenguknya pada sore hari, maka dia akan dido'akan oleh tujuh puluh ribu malaikat hingga pagi." Dan dia akan mendapatkan kebun di syurga kelak"._*

Abu 'Isa berkata; *_"Ini merupakan Hadits Hasan Ghorib._* Hadits ini telah diriwayatkan dari Ali melalui banyak jalur, di antaranya ada yang me-mauqufkannya. Abu Fakhitah bernama Sa'id bin 'Ilaqahِ.
{HR. Tirmidzi / Kitaabu Al Janaa'iz 'An Rasulillah ShallAllahu 'Alaihi Wa Sallama / Baabu Ma Ja'a Fi 'Iyaadati Al Mariidl / No. 969.  Dan ia berkata : *_Hadits  Hasan Gharib_*.  *Dishahihkan oleh al-Albani Tokoh Wahhabiy*  dalam Shahih al-Tirmidzi}.

*📘• Hadits Yang Senada :*

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ ، حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ ، حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ ، عَنِ الْحَكَمِ ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى ، عَنْ عَلِيٍّ ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ❤ يَقُولُ :

*_" مَنْ أَتَى أَخَاهُ الْمُسْلِمَ عَائِدًا ، مَشَى فِي خَرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ ، فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ ، فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ ، وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ " ._*
{رواه ابن ماجة / كتاب الجنائز     / باب ما جاء في ثواب من عاد مريضا / رقم الحديث : ١٤٤٢}.

Telah menceritakan kepada kami  : Utsman bin Abu Syaibah, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami : Abu Mu'awiyah, ia  berkata : Telah menceritakan kepada kami : Al A'masy. Dari Al Hakam. Dari 'Abdurrahman bin Abu Laila. Dari Aliy, beliau  berkata : "Aku mendengar Rasulullah ﷺ💘  bersabda:

*_"Barangsiapa mengunjungi saudaranya sesama muslim maka seakan ia berjalan di bawah pepohonan surga hingga ia duduk, jika telah duduk maka rahmat akan melingkupinya. Jika mengunjunginya di waktu pagi, maka tujuh puluh ribu malaikat akan bershalawat kepadanya hingga sore hari, dan jika ia mengunjunginya di waktu sore, maka tujuh puluh ribu malaikat akan bershalawat kepadanya hingga pagi hari."_*
{HR. Ibnu Majah / Kitabu Al Janaa'iz / Babu Ma Ja'a Fi Tsawaabi Man 'Aada Mariidlan / No. 1442}.


*3)✍• Diseru Dari Langit Sebagai Orang Yang Berhak Menghuni Surga._*

Sebagaimana dijelaskan didalam riwayat hadits :

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ ، وَالْحُسَيْنُ بْنُ أَبِي كَبْشَةَ الْبَصْرِيُّ ، قَالَا : حَدَّثَنَا يُوسُفُ بْنُ يَعْقُوبَ السَّدُوسِيُّ ، حَدَّثَنَا أَبُو سِنَانٍ الْقَسْمَلِيُّ هُوَ الشَّامِيُّ ، عَنْ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي سَوْدَةَ ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ💘 :

*_"مَنْ عَادَ مَرِيضًا ، أَوْ زَارَ أَخًا لَهُ فِي اللَّهِ ، نَادَاهُ مُنَادٍ أَنْ طِب
َطَابَ مَمْشَاكَ وَتَبَوَّأْت   الْجَنَّةِ مَنْزِلًا "،_*

قَالَ أَبُو عِيسَى : *_هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ ،_* وَأَبُو سِنَانٍ اسْمُهُ عِيسَى بْنُ سِنَانٍ ، وَقَدْ رَوَى حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ ، عَنْ ثَابِتٍ ، عَنْ أَبِي رَافِعٍ ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْئًا مِنْ هَذَا .
{رواه الترمذي / ٢٥ - أبواب البر والصلة / باب ما جاء في زيارة الإخوان / رقم الحديث : ٢٠٠٨. و
[حكم الالبانى]: حسن، المشكاة (٥٠١٥)}.

Telah menceritakan kepada kami : Muhammd bin Basysyar dan Al Husain bin Abu Kasybah Al Bashari,  keduanya berkata : Telah menceritakan kepada kami Yusuf bin Ya'qub As Sadusi. Telah menceritakan kepada kami : Abu Sinan Al Qasmali Asy Syami. Dari 'Utsman bin Abu Saudah. Dari Abu Hurairah, beliau  berkata; Rasulullah ِﷺ💓  bersabda:

*_"Barangsiapa yang menjenguk orang sakit atau mengunjungi saudaranya semata-mata karena Allah, maka seorang penyeru akan menyeru: Engkau telah berbuat baik dan berjalanmu pun baik serta engkau telah memesan sebuah tempat di surga."_*

Berkata Abu Isa: *_Ini merupakan Hadits Hasan Gharib_* dan Abu Sinan bernama Isa bin Sinan. Hammad bin Salamah telah meriwayatkan :  Dari Tsabit. Dari Abi Rafi'. Dari Abu Hurairah. Dari Nabi ِﷺ💞  sebagian dari hadits ini.
{HR. Tirmidzi / 25 - Abwaabu Al Birri   Wa Ash Shillati / Babu Ma Ja'a Fi Ziyaarati Al Ikhwaani / No. 2008.  Dan *_dihasankan_* oleh Al-Albani Tokoh Wahhabiy dalam al-Misykah no. 5015. *Ibnu Hibban juga menshahihkannya sebagaimana yang disebutkan Ibnul Hajar dalam Al-Fath}.*

*📁🎤• يقول العلامة المباركفوري رحمه الله تعالى في كتابه " تحفة الأحوذي شرح جامع الترمذي":*

(مَنْ عَادَ مَرِيضًا): أي محتسباً.
(أَوْ زَارَ أَخًا لَهُ): أي في الدين.
(فِي اللَّهِ): أي لوجه الله لا للدنيا.
(مُنَادٍ): أي ملك.
(أَنْ طِبْتَ): دعاء له بطيب عيشه في الدنيا والأخرة.
(وَطَابَ مَمْشَاكَ): مصدر أو مكان أو زمان مبالغة. قال الطيبي: كناية عن سيره وسلوكه طريق الاَخرة بالتعري عن رذائل الأخلاق والتحلي بمكارمها .
(وَتَبَوَّأْتَ): أي تهيأت.
(مِنَ الْجَنَّةِ): أي من منازلها العالية.
(مَنْزِلاً): أي منزلة عظيمة ومرتبة جسيمة بما فعلت.
{انظر كتاب تحفة الأحوذي شرح سنن الترمذي / ٢٥ - أبواب البر والصلة / باب ما جاء في زيارة الإخوان / رقم الحديث : ٢٠٠٨. للعلامة محمد بن عبد الرحمن بن عبد الرحيم المباركفوري}.

*📗🖊• Al 'Alaamah Al Mubarakfuriy rahimahullahu ta'åla berkata dalam kitabnya " Tuhfatu Al Ahwadziy Syarhu Sunan Tirmidzi ":*

*(Barangsiapa menjenguk orang sakit)* hanya dengan  mengharap pahala dan ridlo Allah,

*(Atau pergi  mengunjungi saudaranya)* yang seagama,

*(karena Allah)*  mengunjunginya  karena Allah semata  bukan karena urusan dunia,

*(Maka seorang penyeru akan menyeru)* yakni seorang malaikat akan menyerunya,

*(Engkau telah berbuat baik)* artinya malaikat penyeru mendoakan kebaikkan hidupnya didunia maupun dìåkhìråt,

*(Dan berjalanmupun baik)* sebagai asal , tempat , atau penghujung zaman. Ath Thibiy berkata : Itu merupakan sebuah kiasan dari jalan dan tingkah lakunya adalah jalan akhirat dengan melepaskan jauh  akhlak yang buruk dan berhias dengan akhlak yang mulia,

*(Dan engkau telah memesan)* atau mempersiapkan,

*(Dari surga)* tempat-tempatnya yang mulia, yakni

*(Tempat)* yang agung, dan kedudukan yang mencolok dengan apa yang telah diperbuat.
{Lihat Kitab Tuhfatu Al Ahwadziy Syarhu Sunan Tirmidzi / 25 - Abwaabu Al Birri   Wa Ash Shillati / Babu Ma Ja'a Fi Ziyaarati Al Ikhwaani / No. 2008. Karya Al 'Alaamah Al Mubarakfuriy}.


*4)•✍ *Akan Terus Dalam Naungan  Rahmat.* 

Dijelaskan dari riwayat hadits :

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ عَنْ عَبْدِ الْحَمِيدِ بْنِ جَعْفَرٍ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْحَكَمِ بْنِ ثَوْبَانَ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

*_«مَنْ عَادَ مَرِيضًا لَمْ يَزَلْ يَخُوضُ فِي الرَّحْمَةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ اغْتَمَسَ فِيهَا»_*
{رواه احمد / باقي مسند المكثرين من الصحابة / مسند جابر بن عبد الله رضي الله عنه / رقم الحديث : ١٣٧٤١}.

Telah menceritakan kepada kami : Husyaim. Dari Abdul Humaid Bin Ja'far. Dari 'Umar Bin Al Hakam Bin Tsauban. Dari Jabir bin Abdullah, beliau  berkata; Rasulullah ﷺ💘 pernah bersabda:

*_"Barangsiapa yang menjenguk orang yang sakit maka dia telah menceburkan diri ke dalam rahmat sampai dia duduk. Jika dia telah duduk maka dia diliputinya"._*
{HR. Ahmad / Sisa Musnad Al Muktsiriin Min Ash Shahaabati / Musnad Jabir bin 'Abdillah radliyyAllahu 'anhu / No. 13741. *Dishahihkan oleh Al-Albani Tokoh Wahhabiy*  dalam al-Silsilah al-Shahihah, no. 2504}.

أَخْبَرَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْقَارِئُ ، ثنا عُثْمَانُ بْنُ سَعِيدٍ الدَّارِمِيُّ ، ثنا عَمْرُو بْنُ عَوْنٍ ، أَنْبَأَ هُشَيْمٌ ، عَنْ عَبْدِ الْحَمِيدِ بْنِ جَعْفَرٍ ، عَنْ عُمَرَ بْنِ الْحَكَمِ بْنِ ثَوْبَانَ ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ِﷺ💞 :

*_«مَنْ عَادَ مَرِيضًا لَمْ يَزَلْ يَخُوضُ الرَّحْمَةَ حَتَّى يَجْلِسَ ، فَإِذَا جَلَسَ اغْتَمَسَ فِيهَا»_*
{رواه الحاكم / كِتَابُ الْجَنَائِزِ / بَابُ الْجَنَائِزِ /         فضيلة عيادة المريض
رقم الحديث : ١٣٣٥. وقال : هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ مُسْلِمٍ ، وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ}.

Telah mengabarkan kepada kami : Isma'il bin Ibrahim Al Qaariy. Telah menceritakan kepada kami : 'Utsman bin Sa'id Ad Daarimiy. Telah menceritakan kepada kami : 'Amr bin 'Aun. Telah memberitakan Husyaim : Dari Abdul Hamid bin Ja'far. Dari 'Umar bin Al Hakam bin Tsaubaan. Dari Jabir bin 'Abdillah, beliau berkata : Rasulullah ِﷺ💓 pernah bersabda :

*_"Siapa yang mejenguk orang sakit, ia terus dalam naungan rahmat sehingga duduk. Maka apabila ia duduk, ia tenggelam ke dalamnya."_*
{HR. Hakim / Kitabu Al Janaa'iz / Babu Al Janaa'iz / Fadlilatu 'Iyaadati Al Maridli / No. 1335. Dan dia berkata : *_Ini adalah Hadits Shahih atas syarat muslim,_* dan Bukhariy Muslim keduanya tidak mengeluarkannya}.


*5)• ✍  Sesungguhnya Menjenguk Orang Sakit Adalah Salah Satu Dari Jalan Surga._*

Seperti diriwayatkan dalam Shahih Muslim :

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي عُمَرَ الْمَكِّيُّ ، حَدَّثَنَا مَرْوَانُ بْنُ مُعَاوِيَةَ الْفَزَارِيُّ ، عَنْ يَزِيدَ وَهُوَ ابْنُ كَيْسَانَ ، عَنْ أَبِي حَازِمٍ الْأَشْجَعِيِّ ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالَ :

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ 💐 مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمُ الْيَوْمَ صَائِمًا ؟

قَالَ أَبُو بَكْرٍ : أَنَا ،

قَالَ : فَمَنْ تَبِعَ مِنْكُمُ الْيَوْمَ جَنَازَةً ؟

قَالَ أَبُو بَكْرٍ : أَنَا ،

قَالَ : فَمَنْ أَطْعَمَ مِنْكُمُ الْيَوْمَ مِسْكِينًا ؟

قَالَ أَبُو بَكْرٍ : أَنَا ،

قَالَ : *_"فَمَنْ عَادَ مِنْكُمُ الْيَوْمَ مَرِيضًا ؟_*

قَالَ أَبُو بَكْرٍ : أَنَا ،

فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ  ﷺ 🌹:

*_" مَا اجْتَمَعْنَ فِي امْرِئٍ إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ."_*
{رواه مسلم / كتاب فَضَائِلِ الصَّحَابَةِ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُمْ / بَابُ مِنْ فَضَائِلِ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ  / رقم الحديث : ٤٥٢٦}.

Diriwayatkan :  Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu، beliau berkata :  Rasulullah   ﷺ 💐 bersabda : 

"Siapa di antara kalian yang berpuasa di pagi ini?"

Abu Bakar menjawab, "Saya."

Beliau bertanya, "Siapa di antara kalian yang sudah menjenguk orang sakit hari ini?"

Abu Bakar menjawab, "Saya."

Beliau bertanya lagi, "Siapa di antara kalian yang telah menghadiri jenazah di pagi ini?"

Abu Bakar menjawab, "Saya."

Beliau bertanya lagi, "Siapa di antara kalian yang telah memberi makan orang miskin di pagi ini?

Abu Bakar menjawab, "Saya".

Kemudian Rasulullah  ﷺ 💐  bersabda :  *_"Tidaklah semua ini terkumpul  dalam diri seseorang kecuali pasti ia masuk surga."_*
{HR. Muslim / Kitaabu Fadloo'ili Ash Shahaabati RadliyyAllahu 'Anhum / Babu Min Fadlaaili Abi Bakr Ash Shiddiq radliyyAllahu 'anhu / No. 4526.
*_Dishahihkan oleh Al-Albani Tokoh Wahhabiy_* dalam al-Silsilah al-Shahihah, no. 88}.

*❤🎤• قال الإمام النووي الشافعي رحمه الله تعالى في كتابه " المنهاج على شرح صحيح مسلم ":*

قَالَ الْقَاضِي : مَعْنَاهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ بِلَا مُحَاسَبَةٍ وَلَا مُجَازَاةٍ عَلَى قَبِيحِ الْأَعْمَالِ وَإِلَّا فَمُجَرَّدُ الْإِيمَانِ يَقْتَضِي دُخُولَ الْجَنَّةِ بِفَضْلِ اللَّهُ تَعَالَى
{انظر كتاب المنهاج على شرح صحيح مسلم / كتاب فَضَائِلِ الصَّحَابَةِ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُمْ / بَابُ مِنْ فَضَائِلِ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ  / رقم الحديث : ٤٥٢٦. للإمام النووي الشافعي}.

*🌹✏• Imam Nawawiy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'åla dalam kitabnya " Al Minhaaj 'Alaa Syarhi Shahiih Muslim ":*

Berkata al-Qadhi ('Iyadh Al Malikiy) :*

*_“ artinya ( dari hadist di atas ) adalah masuk syurga tanpa hisab dan balasan atas amal perbuatan yang jelek, karena sekedar beriman saja, bisa menyebabkan seseorang masuk syurga dengan karunia Allah ta'åla. “_*
{Lihat Kitab Al Minhaj 'Alaa Syarhi Shahiih Muslim / Kitaabu Fadloo'ili Ash Shahaabati RadliyyAllahu 'Anhum / Babu Min Fadlaaili Abi Bakr Ash Shiddiq radliyyAllahu 'anhu / No. 4526. Karya Imam Nawawiy Asy Syafi'iy}.


*G)• 📗💓 Adab Adab Menjenguk Orang Sakit.*

Menurut medis Berbagai macam perubahan struktur wajah serta kondisi kulit wajah ternyata bisa mewakili tanda dari beberapa penyakit. Oleh karena itu segera perhatikan wajah Anda. Jika Anda menemukan sesuatu yang janggal, segera hubungi dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Sedangkan menurut Sunnah hal Diatas sudah diajarkan oleh Nabi  ﷺ 💐. Dan hendaknya orang yang menjenguk saudara mahromnya yang sakit menyentuh jidadnya, wajahnya,  dadanya, atau  perutnya, dengan tangannya sambil mendoakannya. Bagi yang bukan mahram Sunnah Mendoakannya saja dan memberikan nasihat nasihat yang tidak dirasa berat oleh si sakit. Diriwayatkan tentang tatacara,  pahala, adab, dan doa menjenguk orang sakit :

*_1). Mengusap Jidad Sendiri Kemudian Sambil Berdoa Diusapkan Keatas Wajah Dan Perut Sisakit_*

Tabarruk/mengambil berkah dari tangan, ruqyah (jampi-jampi, nyuwok, Jopo Montro: Jawa),  dan meminta doa kepada orang yang dianggap Shalih bukanlah hal yang baru lågi, bid'ah, dan dilarang, akan tetapi hal tersebut sudah ada zaman Nabi dan juga pernah dilakukan dan dicontohkan oleh Nabi lengkap dengan tatacara dan jampi-jampi doanya, sehingga  para sahabat dapat mengambil manfa'atnya kala itu. Berikut beberapa riwayat  *HADITS NYUWOK* yang Shahih, berikut penjabaran para Ulama' Madzhab :

حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ الْمَكِّيُّ ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ الدَّرَاوَرْدِيُّ ، عَنْ يَزِيدَ وَهُوَ ابْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أُسَامَةَ بْنِ الْهَادِ ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ ، عَنْ عَائِشَةَ ، زَوْجِ النَّبِيِّ ﷺ💓، أَنَّهَا قَالَتْ :

*_«كَانَ إِذَا اشْتَكَى رَسُولُ اللَّهِ ﷺ💞  رَقَاهُ جِبْرِيلُ ، قَالَ : بِاسْمِ اللَّهِ يُبْرِيكَ ، وَمِنْ كُلِّ دَاءٍ يَشْفِيكَ ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ، وَشَرِّ كُلِّ ذِي عَيْنٍ»_*
{رواه مسلم / كتاب السَّلَامِ / بَابُ الطِّبِّ وَالْمَرَضِ وَالرُّقَى / رقم الحديث : ٤١٧٢}.

Telah menceritakan kepada kami : Muhammad bin Abu 'Umar Al Makki. Telah menceritakan kepada kami : 'Abdul 'Aziz Ad Darawardi. Dari Yazid (yaitu Ibnu 'Abdillah bin Usamah bin Al Hadi). Dari Muhammad bin Ibrahim. Dari Abu Salamah bin 'Abdur Rahman. Dari 'Aisyah istri Nabi ﷺ❤, beliau berkata;

*_"Bila Rasulullah ﷺ💘 sakit, Jibril datang meruqyahnya (menyuwoknya). Jibril mengucapkan; 'BISMILLAAHI YUBRIIKA, WA MIN KULLI DAA-IN YUSYFIKA, WA MIN SYARRI HASIDIN IDZA HASAD, WA SYARRI KULLI DZI 'AININ.' (Dengan nama Allah yang menciptakanmu. Dia-lah Allah yang menyembuhkanmu dari segala macam penyakit dan dari kejahatan pendengki ketika ia mendengki serta segala macam kejahatan sorotan mata jahat semua makhluk yang memandang dengan kedengkian)."_*!
{HR. Muslim / Kitabu As Salaami / Baabu Ath Thibbi Wa Al Maridli Wa Ar Ruqaa / No. 4172}.


*🌹🎤• قال الإمام النووي الشافعي رحمه الله تعالى في كتابه " المنهاج شرح صحيح مسلم ":*

قَالَ كَثِيرُونَ أَوِ الْأَكْثَرُونَ : يَجُوزُ الِاسْتِرْقَاءُ لِلصَّحِيحِ لِمَا يَخَافُ أَنْ يَغْشَاهُ مِنَ الْمَكْرُوهَاتِ ، وَالْهَوَامِّ .
وَدَلِيلُهُ أَحَادِيثُ ، وَمِنْهَا حَدِيثُ عَائِشَةَ فِي صَحِيحِ الْبُخَارِيِّ ( كَانَ النَّبِيُّﷺ❤ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ تَفَلَ فِي كَفِّهِ ، وَيَقْرَأُ : قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ، وَالْمُعَوِذِّتَيْنِ ، ثُمَّ يَمْسَحُ بِهَا وَجْهَهُ ، وَمَا بَلَغَتْ يَدَهُ مِنْ جَسَدِهِ ) وَاللَّهُ أَعْلَمُ .
{انظر كتاب المنهاج شرح صحيح مسلم /  كتاب السَّلَامِ / بَابُ الطِّبِّ وَالْمَرَضِ وَالرُّقَى / رقم الحديث : ٤١٧٢. للإمام النووي الشافعي}.

*📒🖍• Imam Nawawiy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'åla berkåta dalam kitabnya " Al Minhaaj Syarhu Shahih Muslim ":*

Kebanyakkan Ulama' berkata : Boleh memantrai/Jopo montro bagi orang yang sehat, karena kawatir/takut apabila sesuatu dari hal - hal yang buruk dan menyusåhkan akan menaungi/menutupinya​.

Dan dalilnya adalah banyak hadits, diantaranya hadits 'Aisyah: (Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha beliau berkata:

*_“Jika Rasulullah ُّﷺ❤ berbaring ditempat tidurnya untuk tidur, maka beliau membaca surat Al-Ikhlas  dan dua surat Al-Mu’awidzatain (Al Falaq dan An Nas) lalu meniupkannya kepada kedua telapak tangan beliau, lalu beliau  mengusapkan kedua telapak tangannya kewajahnya dan seluruh anggota badannya yang bisa dijangkau dengan kedua tangannya)._*
{Lihat Kitab Al Minhaaj Syarhu Shahih Muslim / Kitabu As Salaami / Baabu Ath Thibbi Wa Al Maradli Wa Ar Ruqaa / No. 4172. Karya Imam Nawawiy Asy Syafi'iy}.


*✍• Hadits Yang Senada :*

حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى ، أَخْبَرَنَا هِشَامٌ ، عَنْ مَعْمَرٍ ، عَنِ الزُّهْرِيِّ ، عَنْ عُرْوَةَ ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا :

*_"أَنَّ النَّبِيَّ ُّﷺ💓  كَانَ يَنْفُثُ عَلَى نَفْسِهِ فِي المَرَضِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ ، فَلَمَّا ثَقُلَ كُنْتُ أَنْفِثُ عَلَيْهِ بِهِنَّ ، وَأَمْسَحُ بِيَدِ نَفْسِهِ لِبَرَكَتِهَا,_*

*فَسَأَلْتُ الزُّهْرِيَّ : كَيْفَ يَنْفِثُ ؟ قَالَ : كَانَ يَنْفِثُ عَلَى يَدَيْهِ ، ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا وَجْهَهُ.*   
{رواه البخاري / كتاب الطب / باب الرقى بالقرآن والمعوذات /  رقم الحديث : ٥٤٢٧}.

Telah menceritakan kepadaku : Ibrahim bin Musa. Telah mengabarkan kepada kami : Hisyam. Dari Ma'mar. Dari Az Zuhri. Dari 'Urwah. Dari 'Aisyah  radliyyAllahu 'anha :

*_"Bahwa Nabi  ُّﷺ💓 meniupkan kepada diri beliau sendiri dengan Mu'awwidzat (surat An nas dan Al falaq) ketika beliau sakit menjelang wafatnya, dan tatkala sakit beliau semakin parah, sayalah yang meniup dengan kedua surat tersebut dan saya megusapnya dengan tangan beliau sendiri karena berharap untuk mendapat berkahnya."*

Aku bertanya kepada Az Zuhri;

*"Bagaimana cara meniupnya?" dia menjawab; "Beliau meniup kedua tangannya, kemudian beliau mengusapkan ke wajah dengan kedua tangannya."*
{HR. Bukhariy / Kitabu Ath Thibbi / Babu Ar Ruqa Bilqur'ani Wa Al Mu'awwidaat / No. 5427}.


*✍✒• قال الإمام ابن حجر العسقلاني الشافعي رحمه الله تعالى في كتابه " فتح الباري شرح صحيح البخاري " :*

وَقَدْ أَجْمَعَ الْعُلَمَاءُ عَلَى جَوَازِ الرُّقَى عِنْدَ اجْتِمَاعِ ثَلَاثَةِ شُرُوطٍ أَنْ يَكُونَ بِكَلَامِ اللَّهِ تَعَالَى أَوْ بِأَسْمَائِهِ وَصِفَاتِهِ وَبِاللِّسَانِ الْعَرَبِيِّ أَوْ بِمَا يُعْرَفُ مَعْنَاهُ مِنْ غَيْرِهِ وَأَنْ يُعْتَقَدَ أَنَّ الرُّقْيَةَ لَا تُؤَثِّرُ بِذَاتِهَا بَلْ بِذَاتِ اللَّهِ تَعَالَى وَاخْتَلَفُوا فِي كَوْنِهَا شَرْطًا وَالرَّاجِحُ أَنَّهُ لَا بُدَّ مِنَ اعْتِبَارِ الشُّرُوطِ الْمَذْكُورَةِ
{انظر كتاب فتح الباري شرح صحيح البخاري و: ج ١١  ص ٣٥٢ - ٣٥٣ /  كتاب الطب /  باب الرقى بالقرآن والمعوذات / رقم الحديث : ٥٤٢٧. للإمام ابن حجر العسقلاني الشافعي}.

*💞🖊• Imam Ibnu Hajar Al 'Asqalaaniy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'åla berkåta dalam kitabnya " Fathu Al Baariy Syarhu Shahiih Al Bukhariy ":*

Ulama' bersepakat atas bolehnya mantra memantrai ketika sudah berkumpul tiga syarat : Adanya mantra dengan Kalamullaah ta'åla (Al Qur'an), atau dengan nama - nama Allah dan sifat - sifatNya, dan dengan bahasa Arab, atau dengan sesuatu yang bisa dimengerti maknanya dari  selain bahasa arab.

Dan supaya meyakini bahwasannya mantra tersebut tidak bisa berpengaruh dengan sendirinya, akan tetapi bisa berpengaruh berkat Dzat Allah Ta'åla.

Dan Para Ulama' berbeda pendapat tentang syarat yang ada  didalam ruqyah/memantrai,

Dan pendapat yang rajih/paling unggul adalah wajib menggunakan dari penggambaran syarat - syarat (mantra) yang telah disebutkan.
{Lihat Kitab Fathu Al Baariy Syarhu Shahiih Bukhariy / Kitabu Ath Thibbi / Babu Ar Ruqa Bilqur'ani Wa Al Mu'awwidaat / No. 5427. Karya Imam Ibnu Hajar Al 'Asqalaaniy Asy Syafi'iy}.

*💞🖋• قال الإمام النووي الشافعي رحمه الله تعالى في كتابه " المنهاج شرح صحيح مسلم ":*

قَالَ الْمَازِرِيُّ (وهو أبو عبد الله محمد بن علي بن عمر بن محمد التَّميمي المازَري، إمام المالكية في عصره) : جَمِيعُ الرُّقَى جَائِزَةٌ إِذَا كَانَتْ بِكِتَابِ اللَّهِ ، أَوْ بِذِكْرِهِ ، وَمَنْهِيٌّ عَنْهَا إِذَا كَانَتْ بِاللُّغَةِ الْعَجَمِيَّةِ ، أَوْ بِمَا لَا يُدْرَى مَعْنَاهُ ، لِجَوَازِ أَنْ يَكُونَ فِيهِ كُفْرٌ .
{انظر كتاب المنهاج شرح صحيح مسلم    /  كتاب السلام    / باب الطب والمرض والرقى / رقم الحديث : ٢١٨٥. للإمام النووي الشافعي}.

*📕🖍• Imam Nawawiy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'åla berkåta dalam kitabnya " Al Minhaaj Syarhu Shahih Muslim ":*

Al Maaziriy (Al Malikiy) berkata :

*_"Semua mantra memantrai itu diperbolehkan ketika dengan Al Qur'an, atau dengan  menyebutNya,_*

*_"Dan dilarang ketika dengan bahasa 'Ajam (selain bahas Arab), atau dengan sesuatu yang tidak diketemukan maknanya, karena kebolehan didalamnya adalah perbuatan  kufur."_*
{Lihat Kitab Al Minhaaj Syarhu Shahih Muslim / Kitabu As Salaami / Baabu Ath Thibbi Wa Al Maradli Wa Ar Ruqaa / No. 4172. Karya Imam Nawawiy Asy Syafi'iy}.

حَدَّثَنَا المَكِّيُّ بْنُ إِبْرَاهِيمَ ، أَخْبَرَنَا الجُعَيْدُ ، عَنْ عَائِشَةَ بِنْتِ سَعْدٍ ، أَنَّ أَبَاهَا ، قَالَ : تَشَكَّيْتُ بِمَكَّةَ شَكْوًا شَدِيدًا ، فَجَاءَنِي النَّبِيُّ ﷺ💓 يَعُودُنِي ، فَقُلْتُ : يَا نَبِيَّ اللَّهِ ، إِنِّي أَتْرُكُ مَالًا ، وَإِنِّي لَمْ أَتْرُكْ إِلَّا ابْنَةً وَاحِدَةً ، فَأُوصِي بِثُلُثَيْ مَالِي وَأَتْرُكُ الثُّلُثَ ؟ فَقَالَ : لاَ قُلْتُ : فَأُوصِي بِالنِّصْفِ وَأَتْرُكُ النِّصْفَ ؟ قَالَ : لاَ قُلْتُ : فَأُوصِي بِالثُّلُثِ وَأَتْرُكُ لَهَا الثُّلُثَيْنِ ؟ قَالَ : الثُّلُثُ ، وَالثُّلُثُ كَثِيرٌ ثُمَّ وَضَعَ يَدَهُ عَلَى جَبْهَتِهِ ، ثُمَّ مَسَحَ يَدَهُ عَلَى وَجْهِي وَبَطْنِي ، ثُمَّ قَالَ : اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا ، وَأَتْمِمْ لَهُ هِجْرَتَهُ فَمَا زِلْتُ أَجِدُ بَرْدَهُ عَلَى كَبِدِي - فِيمَا يُخَالُ إِلَيَّ - حَتَّى السَّاعَةِ    
{رواه البخاري / كتاب المرضى / باب وضع اليد على المريض /  رقم الحديث : ٥٣٥٩}.

Telah menceritakan kepada kami : Al Makki bin Ibrahim. Telah mengabarkan kepada kami : Al Ju’aid. Dari Aisyah binti Sa’d bahwa Ayahnya berkata;

*Aku pernah menderita rasa sakit yang amat berat ketika di Makkah, maka Nabi datang menjengukku, lalu aku berkata kepada beliau; “Wahai Nabi Allah, aku akan meninggalkan banyak harta benda, namun aku tidak memiliki seorang pun (ahli warits) selain seorang puteri, oleh karena itu aku wasiatkan dua pertiga dari harta bendaku dan aku tinggalkan sepertiganya”*

*_Beliau bersabda: “Jangan.”_*

*Kataku; “Kalau begitu, aku wasiatkan setengahnya dan aku sisakan setengah.”*

*_Beliau menjawab: “Jangan.”_*

*Kataku selanjutnya; “Kalau begitu aku wasiatkan sepertiga dan aku sisakan yang dua pertiganya.”*

*_Beliau bersabda: “Sepertiga, sepertiga pun masih banyak, ”_*

*_Lalu beliau meletakkan tangan beliau di atas keningnya kemudian beliau mengusap wajah dan perutku sambil berdo’a: “ALLAHUMMASYFII SA’D WA ATMIM LAHU HIJRATAHU (Ya Allah, sembuhkanlah penyakit Sa’d dan sempurnakanlah hijrahnya).”_*

*Maka aku masih merasakan rasa sejuk di hatiku hingga saat ini.”*
{HR. Bukhariy / Kitabu Al Mardlo / Babu Wadl'i Al Yadi 'Alåa Al Mariidl / No. 5359}.


*📁🖍• قال الإمام ابن حجر العسقلاني الشافعي رحمه الله تعالى في كتابه " فتح الباري شرح صحيح البخاري ":*

( قَولُهُ بَابُ وَضْعِ الْيَدِ
عَلَى الْمَرِيضِ)
قَالَ بن بَطَّالٍ فِي وَضْعِ الْيَدِ عَلَى الْمَرِيضِ تَأْنِيسٌ لَهُ وَتَعَرُّفٌ لِشِدَّةِ مَرَضِهِ لِيَدْعُوَ لَهُ بِالْعَافِيَةِ عَلَى حَسَبِ مَا يَبْدُو لَهُ مِنْهُ وَرُبَّمَا رَقَاهُ بِيَدِهِ وَمَسَحَ عَلَى أَلَمِهِ بِمَا يَنْتَفِعُ بِهِ الْعَلِيلُ إِذَا كَانَ الْعَائِدُ صَالِحًا. 
{انظر كتاب فتح الباري شرح صحيح البخاري / كتاب المرضى / باب وضع اليد على المريض /  رقم الحديث : ٥٣٥٩. للإمام ابن حجر العسقلاني الشافعي}.

*💓🖊• Imam Ibnu Hajar Al 'Asqalaaniy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'åla berkåta dalam kitabnya " Fathu Al Baariy Syarhu Shahiih Al Bukhariy ":*

*(Ungkapan Mushannif : Bab menaruh tangan pada orang yang sakit)*

Ibnu Bathal (Al Malikiy) berkata : Dalam masalah menaruh tangan pada sisakit adalah untuk menghiburnya dan untuk mengetahui seberapa berat sakitnya bertujuan agar bisa mendoakannya dengan doa  kesembuhan berdasarkan  seberapa kadar  apa yang sudah jelas dari penyakitnya، dan barangkali bisa meruqyahnya/menyuwoknya dengan tangannya dan mengusap tempat yang dirasa sakit dengan sesuatu yang mana sisakit bisa mengambil manfaat dengan sesuatu tersebut,  ketika orang yang menjenguknya adalah orang yang Shalih/baik.
{Lihat Kitab Fathu Al Baariy Syarhu Shahiih Bukhariy / Kitabu Al Mardlo / Babu Wadl'i Al Yadi 'Alåa Al Mariidl / No. 5359. Karya Ibnu Hajar Al 'Asqalaaniy Asy Syafi'iy}.


*🌹📌• قال العلامة مولا علي القاري الحنفي رحمه الله تعالى في كتابه عمدة القاري شرح صحيح البخاري ":*

هذا باب في بيان وضع عائد المريض يده عليه للتأنيس له، ولمعرفة مرضه ويدعو له على حسب ما يبدو منه، وربما يرقيه بيده ويمسح على ألمه فينتفع به العليل، خصوصا إذا كان العائد صالحا يتبرك بيده ودعائه، كما كان ﷺ💓 يفعله، وذلك من حسن الأدب واللطف بالعليل، وقد يكون واضع يده عارفا بالعلاج فيصف له بما يناسبه.
{انظر كتاب عمدة القاري شرح صحيح البخاري / كتاب المرضى    /  باب وضع اليد على المريض / رقم الحديث : ٥٣٣٥. للعلامة مولا علي القاري الحنفي}.

*💞✒• Berkata Al 'Alaamah Mula 'Aliy Al Qaariy Al Hanafiy dalam kitabnya " 'Umdatu Al Qaariy Syarhu Shahih Bukhariy ":*

Bab ini menjelaskan tentang meletakkan tangannya orang yang membesuk pada orng yang sakit untuk menghiburnya, dan untuk mengetahui apa sakitnya, dan mendoakannya sekadar penyakit yang sudah menjadi jelas darinya.
Dan barangkali bisa meruqyahnya/menyuwoknya dengan tangannya, dan mengusap pada bagian yang sakit  lalu sisakit bisa mengambil manfa'atnya, hal ini dikhususkan apabila si pembesuk adalah orang yang Shalih yang bisa diambil berkahnya melalui tangan dan doanya, seperti yang pernah dilakukan oleh Rasulullah ﷺ💓, dan semua itu termasuk sebaik baik tatakrama dan bersikap lembut kepada sisakit, dan sesungguhnya adanya orang yang meletakkan tangannya itu adalah orang yang tahu dengan penyembuhan/pengobatan, lalu dia menjelaskan pada sisakit dengan suatu perkara  yang  berhubungan dengan penyakitnya.
{Lihat Kitab 'Umdatu Al Qaari Syarhu Shahiih Bukhariy / Kitabu Al Mardlo / Babu Wadl'i Al Yadi 'Alåa Al Mariidl / No. 5335. Karya Al 'Alaamah Mula 'Aliy Al Qaariy Al Hanafiy}.

*📕🖋• جاء في كتاب إرْشَادُ السَّارِي لِشرح صَحِيح البخَاري] للعلامة  أحمد بن محمد بن أبى بكر بن عبد الملك القسطلاني القتيبي المصري، أبو العباس، شهاب الدين (المتوفى: ٩٢٣هـ)، رحمه الله تعالى :*

باب وَضْعِ الْيَدِ عَلَى الْمَرِيضِ
(باب وضع اليد) أي يد العائد (على المريض) تأنيسًا له وتعرفًا لشدة مرضه ليدعو له بالعافية ويرقيه أو يصفه له ما يناسب وإن كان عارفًا بالطب.
{انظر كتاب إرْشَادُ السَّارِي لِشرح صَحِيح البخَاري / كتاب المرضى    /  باب وضع اليد على المريض / رقم الحديث : ٥٣٣٥. للعلامة القسطلاني القتيبي المصري، أبو العباس، شهاب الدين}.

*🍒📝• Tertulis dalam kitab " Irsyaadu As Saari Syarhu Shahih Al Bukhariy " karya Al 'Alaamah Al Qasthalaaniy rahimahullahu ta'åla :*

Bab menaruh tangan pada orang yang sakit.
*(Bab menaruh tangan)* pembesuk *(pada orang yang sakit)* bertujuan  menghiburnya dan mengetahui seberapa parah sakitnya guna untuk mendoakannya dengan doa kesembuhan,  meruqyahnya, atau menjelaskan  sesuatu yang berhubungan dengan sakitnya, jikalau sipembesuk adalah memang  orang yang betul -  betul tahu tentang pengobatan.
{Lihat Kitab Irsyaadu As Saari Syarhu Shahiih Bukhariy / Kitabu Al Mardlo / Babu Wadl'i Al Yadi 'Alåa Al Mariidl / No. 5335. Karya Al 'Alaamah Al Qasthalaaniy Al Mishriy}.

*❤🖊• Boleh Méngâmbìl Mahar/Upah Setelah Meruqyah/Nyuwok/Jopo Montro Orang Sakit.*

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى التَّمِيمِيُّ أَخْبَرَنَا هُشَيْمٌ عَنْ أَبِي بِشْرٍ عَنْ أَبِي الْمُتَوَكِّلِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ :

أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ💓  كَانُوا فِي سَفَرٍ فَمَرُّوا بِحَيٍّ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ فَاسْتَضَافُوهُمْ فَلَمْ يُضِيفُوهُمْ ,

فَقَالُوا لَهُمْ : هَلْ فِيكُمْ رَاقٍ فَإِنَّ سَيِّدَ الْحَيِّ لَدِيغٌ أَوْ مُصَابٌ ،

فَقَالَ رَجُلٌ مِنْهُمْ : نَعَمْ فَأَتَاهُ فَرَقَاهُ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ فَبَرَأَ الرَّجُلُ فَأُعْطِيَ قَطِيعًا مِنْ غَنَمٍ فَأَبَى أَنْ يَقْبَلَهَا ،

وَقَالَ حَتَّى أَذْكُرَ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ   ﷺ❤ فَأَتَى النَّبِيَّ ﷺ💓 فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ ,

*فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَاللَّهِ مَا رَقَيْتُ إِلَّا بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ فَتَبَسَّمَ وَقَالَ :*

*_«وَمَا أَدْرَاكَ أَنَّهَا رُقْيَةٌ؟»_*,

ثُمَّ قَالَ : *_«خُذُوا مِنْهُمْ وَاضْرِبُوا لِي بِسَهْمٍ مَعَكُمْ»_*

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ وَأَبُو بَكْرِ بْنُ نَافِعٍ كِلَاهُمَا عَنْ غُنْدَرٍ مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَرٍ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ أَبِي بِشْرٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَقَالَ فِي الْحَدِيثِ فَجَعَلَ يَقْرَأُ أُمَّ الْقُرْآنِ وَيَجْمَعُ بُزَاقَهُ وَيَتْفِلُ فَبَرَأَ الرَّجُلُ.
{رواه مسلم / ٣٩ - كتاب السلام / ٢٣ - باب جواز أخذ الأجرة على الرقية بالقرآن والأذكار / رقم الحديث : ٢٢٠١}.

Telah menceritakan kepada kami : Yahya bin Yahya At Tamimi. Telah mengabarkan kepada kami : Husyaim. Dari Abu Bisyr. Dari Abu Al Mutawakkil. Dari Abu Sa'id Al Khudri bahwa beberapa orang sahabat melakukan perjalanan jauh dan berhenti untuk istirahat pada salah satu perkampungan 'Arab, lalu mereka minta dijamu oleh penduduk kampung itu. Tetapi penduduk enggan menjamu mereka.

Penduduk bertanya kepada para sahabat; 'Adakah di antara tuan-tuan yang pandai mantera? Kepala kampung kami digigit serangga.'

Menjawab seorang sahabat; 'Ya, ada!

Kemudian dia mendatangi kepala kampung itu dan memanterainya dengan membaca surat Al Fatihah. Maka kepala kampung itu pun sembuh. Kemudian dia diberi upah kurang lebih tiga puluh ekor kambing. Tetapi dia enggan menerima seraya mengatakan; 'Tunggu! Aku akan menanyakannya lebih dahulu kepada Nabi ﷺ❤, apakah aku boleh menerimanya.'

Lalu dia datang kepada Nabi ﷺ💓menanyakannya hal itu, katanya; 'Ya, Rasulullah! Demi Allah, aku telah memanterai seseorang dengan membacakan surat Al Fatihah.'

Beliau tersenyum mendengar cerita sahabatnya dan bertanya: *_'Bagaimana engkau tahu Al Fatihah itu mantera? '_*

Kemudian sabda beliau pula: *_'Terimalah pemberian mereka itu, dan berilah aku bagian bersama-sama denganmu.'_*

Telah menceritakan kepada kami : Muhammad bin Basysyar dan Abu Bakr bin Nafi',  keduanya dari Ghundar Muhammad bin Ja'far. Dari Syu'bah. Dari Abu Bisyr melalui jalur ini, dia menyebutkan di dalam Haditsnya; *'Kemudian orang itu mulai membacakan Ummul Qur'an, dan mengumpulkan ludahnya lalu memuntahkannya, setelah itu orang itu sembuh.*
{HR. Muslim / 39 - Kitabu As Salaami / 23 - Babu Jawaazi Akhdzi Al Ujrati 'Alaa Ar Ruqyati Bilqur'ani Wa Al Adzkaar / No. 2201}.


*📗🖌• قال الإمام النووي الشافعي رحمه الله تعالى في كتابه " المنهاج شرح صحيح مسلم ":*

*قَوْلُهُ ﷺ💞: ( مَا أَدْرَاكَ أَنَّهَا رُقْيَةٌ ؟ )* فِيهِ التَّصْرِيحُ بِأَنَّهَا رُقْيَةٌ ، فَيُسْتَحَبُّ أَنْ يُقْرَأَ بِهَا عَلَى اللَّدِيغِ وَالْمَرِيضِ وَسَائِرِ أَصْحَابِ الْأَسْقَامِ وَالْعَاهَاتِ .

*قَوْلُهُ ﷺ💘َ : ( خُذُوا مِنْهُمْ وَاضْرِبُوا لِي بِسَهْمٍ مَعَكُمْ )* هَذَا تَصْرِيحٌ بِجَوَازِ أَخْذِ الْأُجْرَةِ عَلَى الرُّقْيَةِ بِالْفَاتِحَةِ وَالذِّكْرِ ، وَأَنَّهَا حَلَالٌ لَا كَرَاهَةَ فِيهَا ، وَكَذَا الْأُجْرَةُ عَلَى تَعْلِيمِ الْقُرْآنِ ، وَهَذَا مَذْهَبُ الشَّافِعِيِّ وَمَالِكٍ وَأَحْمَدَ وَإِسْحَاقَ وَأَبِي ثَوْرٍ وَآخَرِينَ مِنَ السَّلَفِ وَمَنْ بَعْدَهُمْ ، وَمَنَعَهَا أَبُو حَنِيفَةَ فِي تَعْلِيمِ الْقُرْآنِ ، وَأَجَازَهَا فِي الرُّقْيَةِ .
{انظر كتاب المنهاج شرح صحيح مسلم /  كتاب السَّلَامِ / بَابُ جَوَازِ أَخْذِ الْأُجْرَةِ عَلَى الرُّقْيَةِ بِالْقُرْآنِ وَالْأَذْكَارِ / رقم الحديث : ٤١٩٧}.

*📕🖍• Imam Nawawiy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'åla berkåta dalam kitabnya " Al Minhaaj Syarhu Shahih Muslim ":*

*(Sabda Nabi ﷺ💘 :  'Bagaimana engkau tahu Al Fatihah itu mantera? ')*

Didalam hadits  menjelaskan, itu adalah mantera , maka diperbolehkan apabila dibacakan kepada orang yang tersengat serangga, orang sakit, dan beberapa orang yang sedang terkena penyakit dan gangguan - gangguan.

*(Sabda Nabi ﷺ💓 : 'Terimalah pemberian mereka itu, dan berilah aku bagian bersama-sama denganmu)•* Ini menjelaskan tentang diperbolehkannya mengambil upah atas memanterai  dengan Fatihah dan dzikir, dan itu halal tanpa ada keraguan lagi didalamnya, dan begitu juga boleh mengambil upah dari mengajarkan Al Qur'an.

Dan ini merupakan Madzhab Imam Syafi'iy, Malik, Ahmad, Ishaq, Abi Tsaur, dan yang lain - lain dari Ulama' Salaf dan Ulama' - ulama' setelah mereka, dan Abi Hanifah  melarang mengambil upah dari mengajarkan Al Qur'an, dan memperbolehkan mengambil upah dari Meruqyah/memantrai orang sakit.
{Lihat Kitab " Al Minhaaj Syarhu Shahih Muslim " / Kitabu As Salami / Babu Jawaazi Akhdzi Al Ujrati 'Alaa Ar Ruqyati Bilqur'ani Wa Al Adzkaari / No. 4197. Karya Imam Nawawiy Asy Syafi'iy}.


*_2). Mengusap Dengan Tangan  Wajah Dan Dada Sisakit Sambil Berdoa._*

 أَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرٍ مُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ فُورَكٍ ، أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرٍ ، حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ حَبِيبٍ ، حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ ، عَنِ الأَعْمَشِ , قَالَ : سَمِعْتُ أَبَا الضُّحَى يُحَدِّثُ عَنْ مَسْرُوقٍ ، عَنْ عَائِشَةَ :

*_" أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ  ﷺ🍒 كَانَ إِذَا عَادَ مَرِيضًا مَسَحَ وَجْهَهُ وَصَدْرَهُ أَوْ قَالَ : مَسَحَ عَلَى صَدْرِهِ , وَقَالَ :_*

*_" أَذْهِبِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ، وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لا شِفَاءَ إِلا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لا يُغَادِرُ سَقَمًا"._*

قَالَتْ : فَلَمَّا كَانَ فِي مَرَضِهِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ جَعَلْتُ آخُذُ بِيَدِهِ لأَجْعَلَهَا عَلَى صَدْرِهِ وَأَقُولُ هَذِهِ الْمَقَالَةَ ، فَانْتَزَعَ يَدَهُ مِنِّي ، وَقَالَ :

*_" اللَّهُمَّ أَدْخِلْنِي الرَّفِيقَ الأَعْلَى " ._*

وَرَوَاهُ جَرِيرٌ , عَنِ الأَعْمَشِ , وَقَالَ : مَسَحَهُ بِيَمِينِهِ .

وَرَوَاهُ هُشَيْمٌ , عَنِ الأَعْمَشِ , وَقَالَ : *وَضَعَ يَدَهُ حَيْثُ يَشْتَكِي .*
{انظر كتاب شعب الإيمان للبيهقي /  الثَّالِثُ وَالسِّتُّونَ مِنْ شُعَبِ الإِيمَانِ وَهُوَ ...
فَصْلٌ فِي آدَابِ الْعِيَادَةِ
السابق / رقم الحديث: ٨٦٠٢}.

Telah mengabarkan kepada kami : Abu Bakar Muhammad bin Al Hasan bin Furak. Telah memberitakan kepada kami : "Abdullah bin Ja'far. Telah menceritakan kepada kami : Yunus bin Habib. Telah menceritakan kepada kami : Abu Dawud. Telah menceritakan kepada kami : Syu'bah. Dari Al A'masy, ia berkata: Aku mendengar Abadl Dluhaa menceritakan dari Masruq. Dari 'Aisyah : Sesungguhnya Nabi ﷺ 💐 ketika menjenguk/membesuk orang sakit beliau *_menyentuh wajah dan dada sisakit atau rawi berkata : mengusap dada sisakit dengan tangan beliau_* dan sambil berdoa :

*_ADZHIBIL BA'TSA ROBBAN NAASI, WASYFI ANTASY SYAAFI, LAA SYIFAA'AN ILLA SYIFAAUKA, SYIFAA'AN LAA YUGHODIRU SAQOMAN (“Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah sakit (ini), sembuhkanlah ia, engkau adalah Dzat Yang menyembuhkan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan (dari)Mu, kesembuhan yang tidak menyisakan sakit.”)_*

'Aisyah berkata : Ketika Rasulullah sakit yang sakitnya menghantarkan beliau meninggal, aku meraih tangan beliau dan meletakkannya diatas dada beliau, dan aku ucapkan doa seperti yang beliau ucapkan.

'Aisyah berkata : Kemudian beliau menarik tangan beliau dariku dan bersabda :

*_ALLAAHUMMA ADKHILNIY FIR  ROFIIQIL A'LAA ((Ya Allah, tempatkanlah aku bersama teman (yang ditempatkan di tempat) yang paling tinggi))."_*

Dan Jarir telah meriwayatkannya dari Al A'masy, dan ia berkata : *_mengusapnya dengan tangan  kanan._*

Husyaim meriwayatkannya dari Al A'masy, dan ia berkata : *_meletakkan tangannya ketika sisakit mengeluh/mengaduh_*.
{Lihat Kitab Syu'abu Al Iman / Ats Tsalits Wa As Sittuuna Min Syu'abu Al Iman / Fadlu 'Iyaadati Al Maridli / No. 8602.  Karya Imam Baihaqiy}.

*✍• Hadits Yang Senada :*

حَدَّثَنَا أَبُو مُسْلِمٍ الْكَشِّيُّ ، حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ مَرْزُوقٍ ، أَنْبَأَنَا شُعْبَةُ ، عَنِ الأَعْمَشِ ، عَنْ أَبِي الضُّحَى عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا :

*أَنّ رَسُولَ اللهِ ﷺ❤  كَانَ إِذَا عَادَ مَرِيضًا مَسَحَ وَجْهَهُ وَصَدْرَهُ بِيَدِهِ ،*

وَقَالَ : *_«أَذْهِبِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِ لاَ شِفَاءَ إِلا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا»_*

فَلَمَّا مَرِضَ مَرْضَتَهُ الَّتِي تُوُفِّيَ فِيهَا جَعَلْتُ آخُذُ بِيَدِهِ فَأَجْعَلُهَا عَلَى صَدْرِهِ وَأَقُولُ الَّذِي كَانَ يَقُولُ قَالَتْ فَانْتَزَعَ يَدَهُ مِنِّي ،

وَقَالَ : *_«اللَّهُمَّ أَدْخِلْنِي فِي الرَّفِيقِ الأَعْلَى»._*
{رواه الطبراني في كتابه " الدعاء " /  باب الدعاء للمريض عند عيادته / رقم الحديث : ١١٠١. للإمام سليمان بن أحمد الطبراني}.

Telah mengabarkan kepada kami : Abu Muslim Al Kasyayyi. Telah menceritakan kepada kami : 'Amr bin Marzuq. Telah memberitakan kepada kami : Syi'ah. Dari Al A'masy. Dari Abi Adl Dluha. Dari Masruq. Dari 'Aisyah radliyyAllahu 'anha : Sesungguhnya Nabi ﷺ 💐 ketika menjenguk/membesuk orang sakit beliau *_menyentuh wajah dan dada sisakit atau rawi berkata : mengusap dada sisakit dengan tangan beliau_* dan sambil berdoa :

*_ADZHIBIL BA'TSA ROBBAN NAASI, WASYFI ANTASY SYAAFI, LAA SYIFAA'AN ILLA SYIFAAUKA, SYIFAA'AN LAA YUGHODIRU SAQOMAN (“Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah sakit (ini), sembuhkanlah ia, engkau adalah Dzat Yang menyembuhkan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan (dari)Mu, kesembuhan yang tidak menyisakan sakit.”)_*

'Aisyah berkata : Ketika Rasulullah sakit yang sakitnya menghantarkan beliau meninggal, aku meraih tangan beliau dan meletakkannya diatas dada beliau, dan aku ucapkan doa seperti yang beliau ucapkan.

'Aisyah berkata : Kemudian beliau menarik tangan beliau dariku dan bersabda :

*_ALLAAHUMMA ADKHILNIY FIR  ROFIIQIL A'LAA ((Ya Allah, tempatkanlah aku bersama teman (yang ditempatkan di tempat) yang paling tinggi))."_*
{HR. Thabaroniy Dalam Kitabnya Ad Du'a / Babu Ad Du'aai Lilmariidli 'Inda 'Iyaadatihi / No. 1101}.


*_3). Meletakkan Tangan Pada Tempat Yang Dirasa Sakit Oleh  Sisakit._*

 حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ ، حَدَّثَنَا جَرِيرٌ ، عَنْ الْأَعْمَشِ ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ ، عَنْ الْحَارِثِ بْنِ سُوَيْدٍ ، قَالَ : قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْعُودٍ :

دَخَلْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ  ﷺ 🌹 وَهُوَ يُوعَكُ وَعْكًا شَدِيدًا ، فَمَسِسْتُهُ بِيَدِي ،

*فَقُلْتُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ لَتُوعَكُ وَعْكًا شَدِيدًا ،*

فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ 🌹 : *_«أَجَلْ ، إِنِّي أُوعَكُ كَمَا يُوعَكُ رَجُلَانِ مِنْكُمْ»_*

*فَقُلْتُ : ذَلِكَ أَنَّ لَكَ أَجْرَيْنِ*,

فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ 🌹 *_«أَجَلْ »_*, ثُمَّ ، قَالَ : رَسُولُ اللَّه ﷺ 🍒 :

*_«مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى مَرَضٌ فَمَا سِوَاهُ ، إِلَّا حَطَّ اللَّهُ لَهُ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا»._*
{رواه البخاري    / كِتَاب الْمَرْضَى/ باب وَضْعِ الْيَدِ عَلَى الْمَرِيضِ / رقم الحديث: ٥٢٥٥}.

Telah menceritakan kepada kami : Qutaibah. Telah menceritakan kepada kami : Jarir. Dari Al A'masy. Dari Ibrahim At Taimi.  Dari Al Harits bin Suwaid, dia berkata; Abdullah bin Mas'ud  berkata;

*"Aku pernah menjenguk Rasulullah ﷺ🍒, ketika itu beliau sedang menderita rasa sakit yang sangat berat, *_lalu aku memegang beliau dengan tanganku_* *sambil berkata; "Wahai Rasulullah, sepertinya anda sedang menderita sakit yang sangat berat, "*

Beliau menjawab: *_"Benar, rasa sakit yang menimpaku ini sama seperti rasa sakit yang menimpa dua orang dari kalian."_*

*Kataku selanjutnya; "Sebab itu anda *_mendapatkan pahala dua kali lipat."_*

Beliau menjawab: *_"Benar, "_*

Kemudian beliau bersabda lagi:

*_"Tidaklah seorang muslim yang menderita sakit atau yang lain, melainkan Allah akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya sebagaimana pohon menggugurkan dedaunannya."_*
{HR. Bukhariy / Kitaabu Al Mariidl / Baabu Wadl'i Al Yadi 'Alaa Al Mariidl / No. 5255}.

حَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ وَحَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى قَالَا أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ أَخْبَرَنِي نَافِعُ بْنُ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي الْعَاصِ الثَّقَفِيِّ أَنَّهُ شَكَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ💓 وٙجٙعًا يَجِدُهُ فِي جَسَدِهِ مُنْذُ أَسْلَمَ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ💞 :

*_«ضَعْ يَدَكَ عَلَى الَّذِي تَأَلَّمَ مِنْ جَسَدِكَ ، وَقُلْ :  بِاسْمِ اللَّهِ ثَلَاثًا ،  وَقُلْ سَبْعَ مَرَّاتٍ أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ»_*
{رواه مسلم / ٣٩ - كتاب السلام / ٢٤ - باب استحباب وضع يده على موضع الألم مع الدعاء / رقم الحديث : ٢٢٠٢. وقَالَ أَبُو عِيسَى : *_هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيح_*ٌ}.

Telah menceritakan kepadaku : Abu Ath Thahir dan Harmalah bin Yahya, keduanya berkata; Telah mengabarkan kepada kami : Ibnu Wahb. Telah mengabarkan kepadaku : Yunus. Dari Ibnu Syihab. Telah mengabarkan kepadaku : Nafi' bin Jubair bin Muth'im. Dari 'Utsman bin Abu Al 'Ash Ats Tsaqafi : Bahwa dia mengadukan kepada Rasulullah ﷺ💞  suatu penyakit yang dideritanya sejak ia masuk Islam. Maka Rasulullah ﷺ💓  bersabda kepadanya:

*_"Letakkan tanganmu di tubuhmu yang terasa sakit, kemudian ucapkan Bismillah tiga kali, sesudah itu baca tujuh kali: A'udzu billahi wa qudratihi min syarri ma ajidu wa uhadziru." (Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaanNya dari penyakit yang aku derita dan aku cemaskan)._*
{HR. Muslim / 39 - Kitabu As Salaami / 24 - Babu Istihbaabi Wadl'i Yadihi 'Alaa Maudli'i Alami Ma'a Ad Du'aai / No. 2202. Dan Abi 'Isa Tirmidzi berkata : *_Ini Hadits Hasan Shahih_*}.

*🍒✒• قال الإمام النووي الشافعي رحمه الله تعالى في كتابه " المنهاج شرح صحيح مسلم ":*

وَمَعْنَى الْحَدِيثِ أَنَّهُ يَأْخُذُ مِنْ رِيقِ نَفْسِهِ عَلَى أُصْبُعِهِ السَّبَّابَةِ ثُمَّ يَضَعُهَا عَلَى التُّرَابِ فَيَعْلَقُ بِهَا مِنْهُ شَيْءٌ فَيَمْسَحُ بِهِ عَلَى الْمَوْضِعِ الْجَرِيحِ أَوِ الْعَلِيلِ وَيَقُولُ هَذَا الْكَلَامَ فِي حَالِ الْمَسْحِ وَاللَّهُ أَعْلَمُ
{انظر كتاب المنهاج شرح صحيح مسلم / ٣٩ - كتاب السلام / بَابُ رُقْيَةِ الْمَرِيضِ بِالْمُعَوِّذَاتِ وَالنَّفْثِ / رقم الحديث : ٤١٨٢. للإمام النووي الشافعي}.

*🌺📌• Berkata Imam Nawawiy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'åla dalam kitabnya " Al Minhaaj Syarhu Shahih Muslim ":*

“Makna hadits: Beliau membasahi jari telunjuknya dengan ludah beliau sendiri, kemudian meletakkan jarinya di atas tanah sehingga menempel sedikit debu tanah tersebut, lalu beliau mengusap bagian tubuh orang yang terluka atau sakit dan membaca doa ini ketika mengusapnya, wallaahu a’lam.”
{Lihat Kitab Al Minhaaj Syarhu Shahih Muslim : juz 14 hal 184 / 39 - Kitabu As Salaami / Babu Ruqyati Al Mariidli  Bilmu'awwidaat Wannaftsi / No. 4182. Karya Imam Nawawiy Asy Syafi'iy}.


*💥🖊• قال الإمام النووي الشافعي رحمه الله تعالى في كتابه " الاذكار ":*

ومن السُّنَّة أن يَضَعَ العائدُ يدَه على جسد المريض عند ما يريد الدعاء له، ففي الصحيحين : لٙمّٙا عاد النَّبِيُّ ﷺ💓  سعد بنَ أبي وقاص رضي الله عنه وَضَعَ يدَه على جَبهتِه، ثمَّ مَسَحَ يدَه على وجهه وبَطنه، ثم قال: *_"اللهمَّ اشْفِ سَعْداً"_* ، وفي وَضْع اليد على المريض تأنيسٌ له، وتعرف على مرضه شدَّة وضعفاً، وتلطف به.
{انظر كتاب الاذكار : ج ١ ص ١٣٦. للإمام النووي الشافعي}.

*🎭🎤 Berkata Imam Nawawiy Asy Syafi'iy dalam Kitabnya " Al Adzkaar " :*

Termasuk dari Sunnah yaitu apabila pembesuk orang sakit meletakkan tangannya​ pada tubuh sisakit ketika ingin mendoakannya, didalam kitab Shahih Bukhariy dan muslim :  ketika Nabi ﷺ 🍒 menjenguk Sa'ad bin Abi  Waqqas radliyyAllahu 'Anhu meletakkan tangan beliau dijidad beliau kemudian mengusapkan tangan beliau kewajah dan perut Sa'ad bin Abi Waqqas، kemudian beliau berdoa :

*_"ALLAAHUMMA ISYFI SA'DAN (Ya Allah sembuhkanlah Sa'ad)."_*

Didalam meletakkan tangan terdapat hiburan bagi sisakit dan dapat mengetahui sakitnya berat ataukah ringan, dan bersikap lembut dengannya.
{Lihat Kitab Al Adzkar : juz 1 hal 136. Karya Imam Nawawiy Asy Syafi'iy}.


*✍• Hadits Yang Senada :*

قَالَ أَبُو يَعْلَى الْمَوْصِلِيُّ ثنا زَكَرِيَّا ، ثنا هُشْيَمٌ ، عَنِ الْأَعْمَشِ ، عَنْ أَبِي الضُّحَى ، عَنْ مَسْرِوقٍ ، عَنْ عَائِشَةَ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ💞 :

*" إِذَا عَادَ مَرِيضًا يَضَعُ يَدَهُ عَلَى الْمَكَانِ الَّذِي يَأْلَمُ ، ثُمَّ يَقُولُ :*

*_"بِسْمِ اللَّهِ لَا بَأْسَ " ._*
{رواه ابو يعلى الموصلي في كتاب " إتحاف الخيرة المهرة بزوائد المسانيد العشرة     " للإمام البوصيري الكناني الشافعي / كِتَابُ الطِّبِّ     /  بَابٌ : مَا جَاءَ فِي عِيَادَةِ الْمَرِيضِ ، وَفَضْلِهَا .../ رقم الحديث : ٣١٩٣}.

Berkata Abi Ya'la Al Maushiliy : Telah menceritakan kepada kami : Zakariyya. Telah menceritakan kepada kami : Husyyam. Dari Al A'masy. Dari Abi Adl Dluha. Dari Masruq. Dari 'Aisyah radliyyAllahu 'anha :

*Adalah Rasulullah ﷺ💓 ketika menjenguk  orang sakit, beliau meletakkan tangan beliau pada tempat yang dirasakan sakit di badannya,  kemudian beliau bersabda :*

*_"BISMILLAAHI LA BA'TSA". (Dengan menyebut Nama Allah tidak apa apa)."_*
{HR. Abu Ya'la Dalam Kitab  Ittihaf Al Khairah Al Mahrah Bizawaidi Al Masanidi Karya Imam Bushairiy Al Kinaniy Asy Syafi'iy / Kitabu Ath Thibbi / Babu Ma Ja'a Fi 'Iyaadati Al Mariidl Wa Fadliha / No. 3193}.

حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ زَحْرٍ عَنْ عَلِيِّ بْنِ يَزِيدَ عَنْ الْقَاسِمِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ❤ قَالَ :

*_«تَمَامُ عِيَادَةِ الْمَرِيضِ أَنْ يَضَعَ أَحَدُكُمْ يَدَهُ عَلَى جَبْهَتِهِ أَوْ قَالَ عَلَى يَدِهِ فَيَسْأَلُهُ كَيْفَ هُوَ وَتَمَامُ تَحِيَّاتِكُمْ بَيْنَكُمْ الْمُصَافَحَةُ»._*

قَالَ أَبُو عِيسَى : هَذَا إِسْنَادٌ لَيْسَ بِالْقَوِيِّ قَالَ مُحَمَّدٌ وَعُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ زَحْرٍ ثِقَةٌ وَعَلِيُّ بْنُ يَزِيدَ ضَعِيفٌ وَالْقَاسِمُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ يُكْنَى أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ وَهُوَ مَوْلَى عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ خَالِدِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ مُعَاوِيَةَ وَهُوَ ثِقَةٌ وَالْقَاسِمُ شَامِيٌّ
{رواه الترمذي /  كتاب الاستئذان والآداب     /  باب ما جاء في المصافحة / رقم الحديث : ٢٧٣١}.

Telah menceritakan kepada kami : Suwaid bin Nashr. Telah mengabarkan kepada kami : 'Abdullah. Telah mengabarkan kepada kami : Yahya bin Ayyub. Dari 'Ubaidullah bin Zahr. Dari Ali bin Yazid. Dari Al Qasim Abu Abdurrahman. Dari Abu Umamah  radliyyAllahu  'anhu : Bahwa Rasulullah ﷺ💓  bersabda:

*_"Termasuk kesempurnaan menjenguk orang sakit adalah seseorang dari kalian meletakkan tangannya di atas dahinya -atau bersabda; Di atas tangannya- lalu menanyakan kabarnya, dan termasuk kesempurnaan penghormatan di antara kalian adalah berjabat tangan."_*

Abu Isa berkata; *_Sanad ini Tidak Kuat._* Muhammad berkata; 'Ubaidullah tsiqah dan Ali bin Yazid lemah. Qasim bin Abdurrahman kun-yah (julukannya) adalah Abu Abdurrahman yaitu bekas budak Abdurrahman bin Yazid bin Muawiyah, ia tsiqah, sedangkan Al Qasim adalah penduduk Syam."
{HR. Tirmidzi / Kitab Al Isti'daad Wa Al Adaabi / Babu Ma Ja'a Fi Al Mushafahah / No. 2731}.

حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ ، قَالَ : حَدَّثَنَا ابْنُ الْغَسِيلِ ، عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُمَرَ ، عَنْ مَحْمُودِ بْنِ لَبِيدٍ , قَالَ : لَمَّا أُصِيبَ أَكْحُلُ سَعْدٍ يَوْمَ الْخَنْدَقِ فَثَقُلَ ، حَوَّلُوهُ عِنْدَ امْرَأَةٍ , يُقَالُ لَهَا : رُفَيْدَةُ ، وَكَانَتْ تُدَاوِي الْجَرْحَى ، فَكَانَ النَّبِيُّ
ﷺ💓 إِذَا مَرَّ بِهِ , يَقُولُ :

*_" كَيْفَ أَمْسَيْتَ ؟ " ،_*

وَإِذَا أَصْبَحَ :
*_" كَيْفَ أَصْبَحْتَ ؟ " ،_* فَيُخْبِرُهُ .
{رواه البخاري في كتابه " الأدب المفرد " /  بَابُ : كَيْفَ أَصْبَحْتَ ؟ / رقم الحديث : ١١١١}.

Abu Nuaim menceritakan pada kami: Ibnu Ghasil menceritakan pada kami: dari Ashim, Dari Mahmud bin Labid, ia berkata,

*"Ketika kelopak mata Sa'ad terluka pada perang Khandaq dan menjadi payah, mereka memindahkannya pada seorang perempuan yang dipanggil dengan Rufaidah, ia mengobati orang-orang yang terluka, Nabi ﷺ💘 bila melewatinya selalu berkata :*

*_" Bagaimana engkau sore ini?"_*

*dan bila waktu pagi :*

*_" Bagaimana engkau pagi ini?"_*

*lalu ia memberi tahu beliau.*
{HR. Bukhariy Dalam Kitabnya​ Al Adabu Al Mufrad / Baabu Kaifa Ashbahta / No. 1111}.

حَدَّثَنَا هَيْثَمُ بْنُ خَارِجَةَ ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ ، عَنْ رَاشِدِ بْنِ دَاوُدَ الصَّنْعَانِيِّ ، عَنْ أَبِي الْأَشْعَثِ الصَّنْعَانِيِّ ، أَنَّهُ رَاحَ إِلَى مَسْجِدِ دِمَشْقَ وَهَجَّرَ بِالرَّوَاحِ ، فَلَقِيَ شَدَّادَ بْنَ أَوْسٍ وَالصُّنَابِحِيُّ مَعَهُ ، فَقُلْتُ : أَيْنَ تُرِيدَانِ يَرْحَمُكُمَا اللَّهُ ؟ قَالَا : نُرِيدُ هَاهُنَا إِلَى أَخٍ لَنَا مَرِيضٍ نَعُودُهُ . فَانْطَلَقْتُ مَعَهُمَا حَتَّى دَخَلَا عَلَى ذَلِكَ الرَّجُلِ ، فَقَالَا لَهُ :

*كَيْفَ أَصْبَحْتَ ؟*

*قَالَ : أَصْبَحْتُ بِنِعْمَةٍ .*

فَقَالَ لَهُ شَدَّادٌ : أَبْشِرْ بِكَفَّارَاتِ السَّيِّئَاتِ وَحَطِّ الْخَطَايَا ، فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ💘  يَقُولُ :

*_«إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ : إِنِّي إِذَا ابْتَلَيْتُ عَبْدًا مِنْ عِبَادِي مُؤْمِنًا ، فَحَمِدَنِي عَلَى مَا ابْتَلَيْتُهُ ، فَإِنَّهُ يَقُومُ مِنْ مَضْجَعِهِ ذَلِكَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ مِنَ الْخَطَايَا ، وَيَقُولُ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ : أَنَا قَيَّدْتُ عَبْدِي ، وَابْتَلَيْتُهُ ، فَأَجْرُوا لَهُ كَمَا كُنْتُمْ تُجْرُونَ لَهُ وَهُوَ صَحِيحٌ»._*
{رواه احمد /  مُسْنَدُ الشَّامِيِّينَ / حَدِيثُ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ / رقم الحديث : ١٦٨٦٤}.

Telah menceritakan kepada kami : Husyaim bin Kharijah. Telah menceritakan kepada kami : Isma'il bin 'Ayasy. Dari Rasyid bin Dawud As-Shan'ani. Dari Abu Al Asy'ats As-Shan'ani : 

*Sesungguhnya dia berangkat ke Masjid Damaskus pada tengah hari dalam berjalan. lalu dia bertemu dengan [Syaddad bin Aus] dan As-Shunabihi bersamanya, lalu saya (Syaddad bin Aus Radliyallahu'anhu) bertanya :*

*"Kemana kalian hendak pergi, semoga Allah merahmati kalian."*

*Mereka berdua menjawab : "Kami hendak kesini, karena saudara sakit, kami hendak menjenguknya, " saya berangkat bersama mereka berdua sampai kami bertemu dengan orang itu."*

*Lalu mereka berdua berkata kepadanya :*

*_"Bagaimana kabarmu pagi ini?"_*

*dia menjawab, "Saya pagi ini dalam keadaan nikmat."*

*Lalu Syadad berkata kepadanya :  "Berilah kabar gembira dengan pelebur kejelekkan dan penghapus kesalahan. Sesungguhnya saya mendengar Rasulullah ﷺ💘  bersabda:

*_'Allah Azzawajalla berfirman, Aku jika menguji seorang hamba dari hamba-Ku yang beriman, lalu dia memuji-Ku atas apa yang Aku timpakan kepadanya, sesungguhnya dia bangun dari tempat tidurnya sebagaimana dia saat dari ibunya, dari kesalahan." Rabb AzzaWaJalla berfirman, "Aku telah menahan hamba-Ku (dari amal shalih), maka berilah dia ganjaran sebagaimana kalian memberinya ganjaran dikala dia sehat."_*
{HR. Ahmad / Musnad Asy Syaamiyyiin / Hadits Syadaad bin Aus radliyyAllahu 'anhu / No. 16864}.

أَخْبَرَنِي الْحُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ ، حَدَّثَنَـا يَزِيدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الصَّمَدِ ، ثنا سُلَيْمَانُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ ، ثنا عَبْدُ الأَعْلَى بْـنُ مُحَمَّدٍ الْبَصْرِيُّ ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ الْمَدَنِيِّ ، وَلَيْسَ هُوَ يَحْيَى بْنَ سَعِيدِ بْنِ قَيْسٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ ، عَنِ الْقَاسِمِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ ، عَنْ أَبِي أُمَامَةَ ، رَضِيَ اللَّـهُ عَنْهُ ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ❤ قَالَ :

*_" مِنْ تَمَامِ الْعِيَادَةِ أَنْ تَضَعَ عَلَى الْمَرِيضِ يَدَكَ ، فَتَقُولَ : كَيْفَ أَصْبَحْتَ ، أَوْ كَيْفَ أَمْسَيْتَ " ._*
{رواه ابن السني في عمل اليوم والليله / باب ما يقول اذا دخل على مريض / رقم الحديث : ٥٣١}.

Telah mengabarkan kepadaku Al Hasan bin Muhammad. Telah menceritakan kepada kami : Yazid bin Muhammad bin 'Abdushshamad. Telah menceritakan kepada kami : Sulaiman bin 'Abdurrahman. Telah menceritakan kepada kami: 'Abdul A'laa bin Muhammad Al Bashriy. Dari Yahya bin Sa'id Al Madaniy (dan dia bukan Yahya bin Sa'id bin Qais). Dari Az Zuhriy. Dari Al Qasim Abi 'Abdurrahman. Dari Abi Umamah radliyyAllahu 'anhu. Dari Rasulillaah ﷺ💞, beliau bersabda :

*_" Termasuk dari kesempurnaannya menjenguk orang orang sakit, yaitu apabila kau letakkan tanganmu pada orang yang sakit, lalu kamu berkåta : Bagaimana kabarmu pagi ini? atau Bagaimana kabarmu sore ini?"._*
{HR. Ibnu Sunniy Dalam Kitabnya 'Amalu Al Yaumi Wa Al Lailati / Babu Ma Yaquulu Idzaa Dakhala 'Alaa Mariidl / No. 531}.

*🌺✏ قال الامام ابن حجر العسقلاني الشافعي رحمه الله تعالى في كتابه " فتح الباري شرح صحيح البخاري ":*

وَهِيَ مَوْضِعُ التَّرْجَمَةِ وَجَاءَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ :  كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ 🍒 إِذَا عَادَ مَرِيضًا يَضَعُ يَدَهُ عَلَى الْمَكَانِ الَّذِي يَأْلَمُ ثُمَّ يَقُولُ :  بِسْمِ اللَّهِ أَخْرَجَهُ أَبُو يَعْلَى بِسَنَدٍ حَسَنٍ

وَأَخْرَجَ التِّرْمِذِيُّ مِنْ حَدِيثِ أَبِي أُمَامَةَ بِسَنَدٍ لَيِّنٍ رَفَعَهُ تَمَامٌ عِيَادَةُ الْمَرِيضِ أَنْ يَضَعَ أَحَدُكُمْ يَدَهُ عَلَى جَبهته فيسأله كَيفَ هُوَ

وَأخرجه بن السُّنِّيِّ وَلَفْظُهُ فَيَقُولُ كَيْفَ أَصْبَحْتَ أَوْ كَيْفَ أمسيت
{انظر كتاب فتح الباري شرح صحيح البخاري / ٧٥ - كتاب المرضى / باب وضع اليد على المريض /   رقم الحديث : ٥٦٦٠}.

*📕✍• Berkata Imam Ibnu Hajar Al 'Asqalaaniy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'åla dalam kitabnya " Fathu Al Baariy Syarhu Shahiih Al Bukhariy ":*

Dan itu tempat terjemahnya. Tertulis riwayat :
Dari 'Aisyah radliyyAllahu 'anha :

*Adalah Rasulullah ﷺ💓 ketika menjenguk  orang sakit, beliau meletakkan tangan beliau pada tempat yang dirasakan sakit ditubuhnya, kemudian beliau bersabda :*

*_"BISMILLAAHI". (Dengan menyebut Nama Allah)."_*. Dikeluarkan oleh Abu Ya'la *Dengan Sanad Hasan*.

Dan Imam Tirmidzi mengeluarkannya *Dengan Sanad Layyin* dari hadits Abi Umamah dengan memarfu'kannya :
*_"Termasuk kesempurnaan menjenguk orang sakit adalah seseorang dari kalian meletakkan tangannya di atas dahinya -atau bersabda; Di atas tangannya- lalu menanyakan kabarnya."_*

Ibnu Sunniy mengeluarkannya, dan lafadznya : Maka  berkata : Bagaimana kabarmu pagi ini? Atau  bagaimana kabarmu sore ini?
{Lihat Kitab Fathu Al Baariy Syarhu Shahiih Bukhariy / 75 - Kitabu Al Mardlo / Babu Wadl'i Al Yadi 'Alåa Al Maridli / No. 5660. Karya Imam Ibnu Hajar Al 'Asqalaaniy Asy Syafi'iy}.


*_4). Menghibur Dan Meringankan Beban Sisakit._*

Dijelaskan dalam sebuah riwayat  barangsiapa meringankan dari seorang mukmin suatu kesusahan dari kesusahan-kesusahan dunia Allah akan meringankan darinya suatu kesusahan dari kesusahan-kesusahan pada hari kiamat, termasuk membesuk orang sakit, menghiburnya, menasihatinya, menolongnya,  dsb. Hal ini sesuai dengan riwayat hadits :

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى التَّمِيمِيُّ وَأَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَمُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ الْهَمْدَانِيُّ وَاللَّفْظُ لِيَحْيَى قَالَ يَحْيَى أَخْبَرَنَا و قَالَ الْآخَرَانِ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ💓 :

*_«مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللَّهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيهِ وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ»_* ... الحديث.
{رواه مسلم / 48 - كتاب الذكر والدعاء والتوبة والاستغفار / 11 - باب فضل الاجتماع على تلاوة القرآن وعلى الذكر /  رقم الحديث : 4996}.

Telah menceritakan kepada kami : Yahya bin Yahya At Tamimi dan Abu Bakr bin Abu Syaibah dan  Muhammad bin Al 'Ala Al Hamdani -(dan lafadh ini milik Yahya)- dia berkata; telah mengabarkan kepada kami, dan berkata yang lainnya, telah menceritakan kepada kami : Abu Mu'awiyah. Dari Al A'masy. Dari Abu Shalih. Dari Abu Hurairah, beliau  berkata; Rasulullah ﷺ❤telah bersabda:

*_“Barangsiapa meringankan dari seorang mukmin suatu kesusahan dari kesusahan-kesusahan dunia Allah akan meringankan darinya suatu kesusahan dari kesusahan-kesusahan pada hari kiamat._* Dan barangsiapa memudahkan atas orang yang kesulitan Allah akan memudahkan atasnya di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi seorang muslim Allah akan menutupi (aibnya) di dunia dan akhirat. Dan Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama seorang hamba menolong saudaranya. Dan siapa menempuh suatau jalan padanya ia menuntut ilmu, Allah akan mudahkan baginya dengan sebab itu jalan menuju surga…al hadits”.
{HR. Muslim / Kitabu Adz Dzikri Wa Ad Du'aai Wa At Taubati Wa Al Istighfari / 11 - Babu Fadli Al Ijtima' 'Alaa Tilawati Al Qur'an Wa 'Alåa Adz Dzikri / No. 4996}.

*🍒✏• قال الامام النووي الشافعي رحمه الله تعالى في كتابه " المنهاج على شرح صحيح مسلم " :*

وَمَعْنَى ( نَفَّسَ الْكُرْبَةَ ) : أَزَالَهَا .
وَفِيهِ فَضْلُ قَضَاءِ حَوَائِجِ الْمُسْلِمِينَ ، وَنَفْعِهِمْ بِمَا تَيَسَّرَ مِنْ عِلْمٍ أَوْ مَالٍ أَوْ مُعَاوَنَةٍ أَوْ إِشَارَةٍ بِمَصْلَحَةٍ أَوْ نَصِيحَةٍ وَغَيْرِ ذَلِكَ ، ... الحديث.
{انظر كتاب المنهاج على ذرح صحيح مسلم / كتاب الذِّكْرِ وَالدُّعَاءِ وَالتَّوْبَةِ وَالِاسْتِغْفَارِ /  بَابُ فَضْلِ الِاجْتِمَاعِ عَلَى تِلَاوَةِ الْقُرْآنِ وَعَلَى الذّكر / رقم الحديث : ٤٩٩٦}.

*🌺✏ Imam Nawawiy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'åla berkata :*

*_Dan makna (Barangsiapa meringankan dari seorang mukmin suatu kesusahan)_* maknanya adalah : menghilangkannya. Didalamnya terdapat keutamaan menyelesaikan urusan-urusan orang islam, dan memberi kemanfaatan bagi mereka dengan sesuatu yang ringan/mudah dari ilmu, harta, pertolongan, isyarat dengan kebaikkan, nasihat, dan yang lainnya.
{Lihat Kitab Al Minhaaj ' Alaa Syarhi Shahih Muslim / Kitab Dzikir Doa Taubat Dan Istighfar / No. 4996}.


*_5)• Sunnah mendoakan dan meminta doa orang yang sakit._*

حَدَّثَنَا مُعَلَّى بْنُ أَسَدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُخْتَارٍ حَدَّثَنَا خَالِدٌ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ💞 دَخَلَ عَلَى أَعْرَابِيٍّ يَعُودُهُ قَالَ :  وَكَانَ النَّبِيُّ ﷺ💓 إِذَا دَخَلَ عَلَى مَرِيضٍ يَعُودُهُ فَقَالَ لَهُ :

*_«لَا بَأْسَ طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ»_*

قَالَ قُلْتَ طَهُورٌ كَلَّا بَلْ هِيَ حُمَّى تَفُورُ أَوْ تَثُورُ عَلَى شَيْخٍ كَبِيرٍ تُزِيرُهُ الْقُبُورَ فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ💘 فَنَعَمْ إِذًا
{رواه  البخاري / كتاب المناقب / باب علامات النبوة في الإسلام /   رقم الحديث : ٣٤٥١}. 

Telah menceritakan kepada kami : Mu'allaa bin Asad. Telah menceritakan kepada kami : Abdul Aziz bin Muhtar. Telah menceritakan kepada kami : Khalid. Dari Ikrimah. Dari Ibnu Abbas radliyyAllahu  'anhuma bahwa Nabi ﷺ💘  pernah menjenguk seorang Arab badui, Ibnu Abbas melanjutkan; "Setiap kali beliau menjenguk orang sakit, maka beliau akan mengatakan kepadanya:

*_"LA BA'TSA THAHURAN IN SYAA'A ALLAH "(Tidak apa-apa, Insya Allah baik-baik saja)."_*

Ibnu Abbas berkata; lalu aku bertanya; "Baik?!, tidak mungkin, sebab penyakit yang di deritanya adalah demam yang sangat kritis, yang apabila diderita oleh orang tua akan menyebabkannya meninggal dunia."

Maka Nabi ﷺ💞  bersabda:

*_"Kalau begitu, memang benar."_*
{HR. Bukhariy / Kitabu Al Manaaqib / Babu 'Alaamah An Nubuwwati Fi Al Islami / No. 3451}.

*✍• Doa yang disebutkan dalam riwayat yang lain :*

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ خَالِدٍ قَال سَمِعْتُ الْمِنْهَالَ بْنَ عَمْرٍو يُحَدِّثُ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ ﷺ❤ أَنَّهُ قَالَ :

*«مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَعُودُ مَرِيضًا لَمْ يَحْضُرْ أَجَلُهُ فَيَقُولُ سَبْعَ مَرَّاتٍ :»*

*_«أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ»_*, *إِلَّا عُوفِيٙ.*
{رواه الترمذي /  ٢٦ - أبواب الطب / باب /  رقم الحديث : ٢٠٨٣.  وقَالَ أَبُو عِيسَى : *_هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ_* لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ حَدِيثِ الْمِنْهَالِ بْنِ عَمْرٍو}.

Telah menceritakan kepada kami : Muhammad bin Al Mutsanna. Telah menceritakan kepada kami : Muhammad bin Ja'far. Telah menceritakan kepada kami : Syu'bah. Dari Yazid bin Khalid,  dia berkata; aku mendengar Al Minhal bin 'Amr bercerita dari Sa'id bin Jubair. Dari Ibnu 'Abbas. Dari Nabi ﷺ💓  bersabda:

*"Tidaklah seorang hamba muslim menjenguk orang yang sakit yang belium sekarat kemudian ia membaca sebanyak tujuh kali (7×) :* 

*_'AS`ALULLAAHAL 'AZHIIM RABBAL 'ARSYIL KARIIM AN YASYFIYAKA* *_(Aku meminta kepada Allah yang Maha Agung, Rabb-nya Arsy yang mulia untuk menyembuhkanmu) kecuali ia akan sembuh)."_*
{HR. Tirmidzi / 26 - Abwaabu Ath Thibbi / Baabu / No. 2683. Abu Isa berkata; *_Ini adalah Hadits Hasan Gharib,_* kami tidak mengetahuinya kecuali dari haditsnya Al Minhal bin Amr}.


*✍• Letakkan tangan di bagian tubuh yang dirasa sakit lalu ucapkan tiga kali :*

بِسْمِ اللهِ (٣×).

Dan ucapkan tujuh kali kalimat :

أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ (٧×).

“Aku berlindung kepada keagungan Allah dan kekuasaan-Nya dari kejahatan yang aku rasakan dan aku hindari.”

Doa untuk Orang Sakit Mata (Belekan dan Iritasi)

“Ya Allah, berikanlah kenikmatan kepadaku melalui pendengaran dan penglihatanku. Dan limpahkan pula hal tersebut kepada penerusku, perlihatkan kepadaku penuntutan balas terhadap musuh serta tolonglah aku dalam mengalahkan orang yang berbuat zalim kepadaku”


*✍• Mendoakan kesembuhan untuknya tiga kali._*

Dimana Nabi sallallahu alaihi wa sallam telah mengunjungi Sa’d bin Abi Waqqos dan berdoa:

اللهم اشف سعداً ، ثلاثاً  (رواه البخاري، رقم الحديث : ٥٦٥٩.  ومسلم، رقم الحديث : ١٦٢٨)

“Ya Allah beri kesembuhan kepada Sa’d. (Beliau baca sebanyak tiga kali).”
(HR. Bukhari, no. 5659 dan Muslim, no. 1628)

*✍• Macam - macam doa menjenguk orang yang sakit dari riwayat yang lain :*

 حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ قَالَ دَخَلْتُ أَنَا وَثَابِتٌ عَلَى أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ فَقَالَ ثَابِتٌ يَا أَبَا حَمْزَةَ اشْتَكَيْتُ فَقَالَ أَنَسٌ أَلَا أَرْقِيكَ بِرُقْيَةِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ💓 قَالَ بَلَى قَالَ :

*_«اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ مُذْهِبَ الْبَاسِ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إِلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا»_*
{رواه البخاري /  كتاب الطب / باب الرقى بالقرآن والمعوذات / رقم الحديث : ٥٤٠٣}.

Telah menceritakan kepada kami : Musaddad. Telah menceritakan kepada kami : Abdul Warits. Dari 'Abdul Aziz,  dia berkata; "Aku dan Tsabit pernah mengunjungi Anas bin Malik, lalu Tsabit berkata; "Wahai Abu Hamzah, aku sedang menderita suatu penyakit?."

Maka [Anas] berkata; "Maukah kamu aku ruqyah dengan ruqyah Rasulullah ﷺ❤?" dia menjawab; "Tentu." Anas berkata;

*"ALLAHUMMA RABBAN NAASI MUDZHIBIL BA`SA ISYFII ANTA SYAAFI LAA SYAAFIYA ILLA ANTA SYIFAA`AN LAA YUGHAADIRU SAQAMA (Ya Allah Rabb manusia, dzat yang menghilangkan rasa sakit, sembuhkanlah sesungguhnya Engkau Maha Penyembuh, tidak ada yang dapat menyembuhkan melainkan Engkau, yaitu kesembuhan yang tidak menyisakan rasa sakit)."*
{HR. Bukhariy / Kitabu Ath Thibbi / Babu Ar Raqyi Bi Al Qur'an i Wa Al Mu'awwidaati / No. 5403}.


*✍• Imam As Sakhaawiy rahimahullahu ta'åla  menyebutkan riwayat :


أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ ، أَنْ يُعَافِيَكَ وَيَشْفِيَكَ.
{انظر كتاب المقاصد الحسنة فيما اشتهر على الألسنة    / أسأل الله العظيم رب العرش العظيم ، أن يعافيك ويشفيك / رقم الحديث: ٩٦. للإمام السخاوي}.

*AS-ALULLOOHAL 'ADZIIMA ROBBAL'ARSYIL 'ADZIIMI AYYU'AAFIYAKA WA YUSYFIYAKA*

Aku memohon kepada Allah yanag Maha Agung Tuhan Arsy yang agung semoga memberi kesejahteraan kepada engkau dan menyembuhkan engkau (orang yang sakit).
{Lihat Didalam Kitab Al Maqaashidu Al Hasanati Fima Ishtahara 'Alaa Al Alsinati / No. 96. Karya Imam Sakhaawiy}.

*✍• Adapun untuk bacaan doa ketika menengok orang yang sedang sakit panas adalah sebagai berikut :*

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ الدَّبَرِيُّ ، عَنْ عَبْدِ الرَّزَّاقِ ، عَنْ أَبِي عُمَرَ الصَّنْعَانِيِّ ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ إِسْمَاعِيلَ ، عَنْ دَاوُدَ بْنِ الْحُصَيْنِ ، عَنْ عِكْرِمَةَ ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ🌹، يُعَلِّمُنَا مِنَ الأَوْجَاعِ كُلِّهَا ، وَمِنَ الْحُمَّى ، هَذَا الدُّعَاءَ :

*_" بِسْمِ اللَّهِ الْكَبِيرِ ، أَعُوذُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ ، مِنْ شَرِّ كُلِّ عِرْقٍ نَعَّارٍ ، وَمِنْ شَرِّ حَرِّ النَّارِ ._*
{رواه الطبراني في الدعاء /  باب : الدُّعَاءِ لِلْمَرِيضِ عِنْدَ عِيَادَتِهِ / رقم الحديث : ١٠١٥}.

*BISMILLAAHIL KABIIRI NA'UUDZU BILLAAHIL 'ADZIIMI MINSYARRI 'IRQIN NA'AARIN  WA MIN SYARRI HARRIN NAARI*

Dengan nama Allah yang Maha Agung, kami berlindung kepada Allah yang Maha luhur dari kejahatan urat yang berdarah dan dari kejahatan panasnya api neraka.
{HR. Thabaroniy dalam kitabnya Ad Du'a / Bab Ad Du'a Li Al Maridli 'Inda 'Iyaadatihi / No. 1015}.


*✍• Doa sisakit mustajab bagi orang yang menjenguknya.*

Seyogyanya jika memungkinkan dan keadaan tidak membuat sisakit semakin terganggu atau merasa berat, para penjenguknya dianjurkan meminta doa kepada sisakit, karena doanya laksana doa malaikat. Hal ini dijelaskan dalam riwayat hadits :

حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ مُسَافِرٍ ، حَدَّثَنِي كَثِيرُ بْنُ هِشَامٍ ، حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ بُرْقَانَ ، عَنْ مَيْمُونِ بْنِ مِهْرَانَ ، عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ ، قَالَ : قَالَ لِي النَّبِيُّ ﷺ 💞 :

*_" إِذَا دَخَلْتَ عَلَى مَرِيضٍ ، فَمُرْهُ أَنْ يَدْعُوَ لَكَ ، فَإِنَّ دُعَاءَهُ كَدُعَاءِ الْمَلَائِكَةِ " ._*
{رواه ابن ماجه / كِتَاب مَا جَاءَ فِي الْجَنَائِزِ     / بَاب مَا جَاءَ فِي عِيَادَةِ الْمَرِيضِ / رقم الحديث : ١٤٣١}.

Telah menceritakan kepada kami :  Ja'far bin Musafir,  ia berkata : Telah menceritakan kepadaku : Katsir bin Hisyam, ia  berkata : Telah menceritakan kepada kami Ja'far bin Burqan. Dari Maimun bin Mihran. Dari 'Umar bin Khaththab, beliau  berkata : "Nabi ﷺ ❤ bersabda kepadaku:

*_"Jika kamu mengunjungi orang sakit maka mintalah agar ia mendo'akanmu. Sebab do`anya seperti do`a para malaikat. "_*
{HR. Ibnu Majah / Kitabu Ma Ja'a Fi Al Janaa'iz / Babu Ma Ja'a Fi 'Iyaadati Al Maridli / No. 1431}.

*✍• Hadits Yang Senada Riwayat Ibnu Sunniy :*

أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عِيسَى التَّمَّارُ ، حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ ، ثنا كَثِيرُ بْنُ هِشَامٍ الْجَزَرِيُّ ، عَنْ عِيسَى بْنِ إِبْرَاهِيمَ الْهَاشِمِيِّ ، عَنْ جَعْفَرِ بْنِ بُرْقَانَ ، عَنْ مَيْمُونِ بْنِ مِهْرَانَ ، عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ💓 :

*_" إِذَا دَخَلْتَ عَلَى مَرِيضٍ ، فَمُرْهُ فَلْيَدْعُ لَكَ ؛ فَإِنَّ دُعَاءَهُ كَدُعَاءِ الْمَلائِكَةِ " ._*
{رواه ابن السني في عمل اليوم والليله  / بَابُ : دُعَاءِ الْمَرِيضِ لِلْعُوَّادِ / رقم الحديث : ٥٥٢}.

Telah mengabarkan kepada kami : Ibrahim bin Muhammad bin 'Isa At Tamar. Telah menceritakan kepada kami : Al Hasan bin 'Arafah. Telah menceritakan kepada kami : Katsir bin Hisyam Al Jazariy. Dari 'Isa bin Ibrahim Al Hasyimiy. Dari Ja'far bin Burqan. Dari Maimun bin Mihran. Dari 'Umar bin Khaththab radliyyAllahu 'anhu, beliau  berkata : "Nabi ﷺ ❤ bersabda kepadaku:

*_"Jika kamu mengunjungi orang sakit maka mintalah agar ia mendo'akanmu. Sebab do`anya seperti do`a para malaikat. "_*
{HR. Ibnu Sunniy Dalam Kitabnya 'Amalu Al Yaumi Wa Al Lailati / Baabu Du'au Al Mariidli Li Al 'Uwwaadi / No. 552}.


*✍• Ulama' Syi'ah Imamiyah juga mengatakan  doa sisakit kepada para pembesuknya cepat dikabulkan*

*🤲✍• قال الشيخ رضي الدين ابو نصر حسن ولد الشيخ ابو علي الفضل بن الحسن الطبرسي المعروف بأمين الإسلام، من أبرز علماء الشيعة الإمامية في القرن السادس الهجري (٤٦٨ هـ - ٥٦٨ هـ) ، في كتابه " مكارم الاخلاق " :"*

وقال أبو الحسن (عليه السلام):

إذا مرض أحدكم فليأذن للناس أن يدخلوا، فليس من أحد إلا وله دعوة مستجابة.

من أمالي الشيخ أبي جعفر بن بابويه، عن الصادق (عليه السلام) قال:

عاد رسول الله (صلى الله عليه وآله وسلم) سلمان الفارسي رضي الله عنه فقال: يا سلمان إن لك في علتك ثلاث خصال:
أنت قريب من الله بذكره ودعاؤك مستجاب، ولا تدع العلة عليك ذنبا إلا حطته، متعك الله بالعافية إلى انقضاء أجلك.

عن الصادق (عليه السلام) قال: قال رسول الله (صلى الله عليه وآله وسلم):

من عاد مريضا نادى مناد من السماء باسمه: يا فلان طبت وطاب ممشاك وتبوأت من الجنة.

وقال (عليه السلام): أعظمكم أجرا في العيادة أخفكم جلوسا.

وقال (عليه السلام):
إذا دخل أحدكم على أخيه عائدا له فليدع له وليطلب منه الدعاء، فإن دعاءه مثل دعاء الملائكة.

وقال (عليه السلام): من عاد مريضا في الله لم يسأل المريض للعائد شيئا إلا استجاب الله له.
{انظر كتاب مكارم الاخلاق للشيخ رضي الدين ابو نصر حسن بن الفضل بن الحسن الطبرسي المعروف بأمين الإسلام، من أبرز علماء الشيعة الإمامية في القرن السادس الهجري - الصفحة ٣٦١}.

*🤲📌• Ulama' Syi'ah Imamiyyah Sheikh Radiyyuddin Abu Nashr Hasan bin Al Fadl Ath Thabarsi Iran berkata dalam kitabnya " Makarima Al Akhlaq ":*

*🖍Berkata Abu Al Hasan ('alaihissalam) :*

Ketika diantara kalian sakit, maka minta izinlah kepada orang-orang agar kalian bisa masuk untuk membesuknya, karena tidak ada dari satu orangpun kecuali milik sisakit doa yang mustajab.


*✒• Dari kitab Amaliy karya Sheikh Abi Ja'far bin Babawaih, dari Ash Shaadiq ('alaihissalam), ia berkata :*

Rasulullah ShallAllahu 'alaihi Wa sallama membesuk Salman Al Farisiy radliyyAllahu 'anhu, kemudian beliau bersabda :

"Wahai Salman sesungguhnya ada tetap padamu dalam sakitmu tiga perkara : Kamu dekat dengan Allah dengan berdzikir padaNya, doamu mustajab, dan penyakitmu tidak meninggalkan dosa kecuali dihapusnya, Allah akan menganugerahimu kenikmatan dengan kesembuhan hingga akhir ajalmu.


*🖊• Dari Ash Shadiq ('alaihissalam), ia berkata :*

Rasulullah ShallAllahu 'alaihi Wa sallama bersabda :

Barangsiapa yang menjenguk orang sakit maka ada orang yang memanggil menyebut namanya dilangit : Hai Fulan kamu telah berbuat baik, dan lurus tempat berjalanmu, maka persiapkanlah dirimu untuk masuk surga.


*🖋• Dan Imam Ash Shadiq ('alaihissalam), ia berkata :*

Allah akan mengagungkan pahala kalian didalam membesuk orang sakit bagi kalian yang paling sebentar duduk menjenguknya.


*🖌• Dan Imam​ Ash Shadiq ('alaihissalam), ia berkata :*

Ketika diantara kalian masuk kepada saudaramu (yang sedang sakit)  membesuknya, maka doakanlah dia, dan mintalah doa darinya, karena doa orang yang sedang sakit itu laksana doa malaikat.

*✏• Dan Imam Ash Shadiq ('alaihissalam), ia berkata :*

Barangsiapa membesuk orang sakit hanya karena Allah, maka tidak ada satupun yang dipintakan sisakit bagi orang yang menjenguknya kecuali Allah akan mengabulkan baginya.
{Lihat Kitab Makarima Al Akhlaq : hal 361. Karya Ulama' Syi'ah Imamiyyah Sheikh Radiyyuddin Abu Nashr Hasan bin Al Fadl Ath Thabarsi Iran}



 *H)• 📔✍Bolehkah Menjenguk Orang Musyrik?*

*📝•Ulama' Abdullah Al Jibrin Tokoh Wahhabiy murid dari Ulama' Abdul Aziz bin Baz dalam kitabnya Tashiil Al 'Aqiidah Al Islamiyyah  mengklarifikasi kan  bahwa orang kafir itu ada empat macam:*

*1•🖍KAFIR MU’AHID* yaitu orang kafir yang tinggal di negeri mereka sendiri dan di antara mereka dan kaum muslimin memiliki perjanjian.
  
*2•✏ KAFIR DZIMMI* yaitu orang kafir yang tinggal di negeri kaum muslimin dan sebagai gantinya mereka mengeluarkan jizyah (semacam upeti) sebagai kompensasi perlindungan kaum muslimin terhadap mereka.
  
*3•🖊 KAFIR MUSTA’MAN*  yaitu orang kafir masuk ke negeri kaum muslimin dan diberi jaminan keamanan oleh penguasa muslim atau dari salah seorang muslim.
  
*4•🖋 KAFIR HARBI* yaitu orang kafir selain tiga jenis di atas. Kaum muslimin disyari’atkan untuk memerangi orang kafir semacam ini sesuai dengan kemampuan mereka.
{Lihat Kitab Tahdzib Tashil Al ‘Aqidah Al Islamiyah ( تسهيل العقيدة الإسلامية المؤلف: عبد الله بن عبد العزيز بن حمادة الجبرين): hal. 232-234}.

*✍🖍• فإن الكفار أربعة أقسام:*

*✍• القسم الأول:* المعاهدون وهم الذين يسكنون في بلادهم، وبينهم وبين المسلمين عهد وصلح وهدنة إلى وقت معلوم، ككفار قريش وقت صلح الحديبية وككفار الدول الكافرة في عصرنا الذين بينهم وبين الحاكم المسلم عهد، وسفارات: "وَإِن جَنَحُواْ لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ".
  
*✍•القسم الثاني:*
الذميون، وهم الكفار الذين يدفعون الجزية للمسلمين، لقوله تعالى: "حَتَّى يُعْطُواْ الْجِزْيَةَ عَن يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ".
  
*✍•القسم الثالث:* المستأمنون: وهم الذين يدخلون في بلاد المسلمين بأمانٍ من ولي أمر المسلمين أو من أحدٍ من المسلمين "وَإِنْ أَحَدٌ مِّنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّى يَسْمَعَ كَلاَمَ اللَّهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لاَّ يَعْلَمُونَ".
  
*✍•القسم الرابع:* الحربيون، وهم من عدا الأصناف الثلاثة السابقة من الكفار، فهؤلاء يشرع لإمام المسلمين أن يجاهدهم ويقاتلهم على حسب القدرة والطاقة، وقوة شعبه على ذلك. فالأقسام الثلاثة الأول يحرم غدرهم، وقتلهم ماداموا معاهدين أو مستأمنين، أو ذميين، ومن قتل أحداً منهم متعمداً فقد عصى الله ورسوله واستحق العقاب الأليم، واستحق لعنة الله وملائكته والناس أجمعين قال الله تعالى: "وَإِمَّا تَخَافَنَّ مِن قَوْمٍ خِيَانَةً فَانبِذْ إِلَيْهِمْ عَلَى سَوَاءٍ إِنَّ اللَّهَ لاَ يُحِبُّ الخَائِنِينَ"

Menurut pengikut Madzhab Syafi'i sebagian *MEMPERBOLEHKANNYA* dan sebagian yang lain *MELARANGNYA*. Imam Nawawiy memilih pendapat Imam Asy Syasyi (Imam Qaffal Asy Syasyi Asy Syafi'iy) yang beliau anggap bagus pendapatnya yakni : *_" Yang benar di sisiku adalah pendapat dari mereka yang membolehkan melawat orang kafir, padanya bernilai ibadah jika dilakukan sebagai menghormati hak kejiranan atau kekerabatan."_*

Hal ini berdasarkan riwayat hadits, yang mana  Rasulullah ﷺ❤ pernah melakukannya ketika menjenguk khadim/pembantunya yang beragama Yahudi dan pamannya Abu Thalib yang kala itu belum masuk Islam tetapi wallaahu a'lam diakhir hayatnya setelah ditalqin oleh Rasulullah sendiri, dan  juga pernah dilakukan oleh sahabat Abu Darda' radliyyAllahu​ 'anhu yang menjenguk tetangga yahudinya yang sedang sakit. Berikut riwayatnya :

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ وَهْوَ ابْنُ زَيْدٍ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ :

كَانَ غُلَامٌ يَهُودِيٌّ يَخْدُمُ النَّبِيَّ ﷺ💓 فَمَرِضَ فَأَتَاهُ النَّبِيُّ ﷺ❤  يَعُودُهُ فَقَعَدَ عِنْدَ رَأْسِهِ فَقَالَ لَهُ :

*_«أَسْلِمْ»._*

فَنَظَرَ إِلَى أَبِيهِ وَهُوَ عِنْدَهُ فَقَالَ لَهُ :

*"أَطِعْ أَبَا الْقَاسِمِ ﷺ💞"*

فَأَسْلَمَ فَخَرَجَ النَّبِيُّ ﷺ 💘 وَهُوَ يَقُولُ :

*_«الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْقَذَهُ مِنْ النَّارِ»._*
{رواه البخاري / كتاب الجنائز     / باب إذا أسلم الصبي فمات هل يصلى عليه وهل يعرض على الصبي الإسلام / رقم الحديث : ١٢٩٠}

Telah menceritakan kepada kami : Sulaiman bin Harb. Telah menceritakan kepada kami : Hammad (dia adalah Ibnu Zaid). Dari Tsabit. Dari Anas radliyyAllahu 'anhu, beliau berkata,:

*"Ada seorang anak kecil Yahudi yang bekerja membantu Nabi ﷺ💓 menderita sakit. Maka Nabi  ﷺ❤ menjenguknya dan Beliau duduk di sisi kepalanya lalu bersabda:*

*_"Masuklah Islam"._*

Anak kecil itu memandang kepada bapaknya yang berada di dekatnya, lalu bapaknya berkata,:

*"Ta'atilah Abu Al Qasim ﷺ💘.*

Maka anak kecil itu masuk Islam. Kemudian Nabi ﷺ💞 keluar sambil bersabda:

*_"Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan anak itu dari neraka"._*
{HR. Bukhariy / Kitabu Al Janaa'iz / Babu Idzaa Aslama Ash Shabiyyu Famaata Hal Yushalli 'Alaihi Wa Hal Yu'radlu 'Alaa Ash Shabiyyi Al Islaamu / No. 1290}.

*📔🎤• قال الحافظ ابن حجر العسقلاني الشافعي رحمه الله تعالى في كتابه " فتح الباري شرح صحيح البخاري ":*

وَفِي الْحَدِيثِ جَوَازُ اسْتِخْدَامِ الْمُشْرِكِ وَعِيَادَتِهِ إِذَا مَرِضَ.
{انظر كتاب فتح الباري  شرح صحيح البخاري / كتاب الجنائز     / باب إذا أسلم الصبي فمات هل يصلى عليه وهل يعرض على الصبي الإسلام / رقم الحديث : ١٢٩٠. للحافظ ابن حجر العسقلاني الشافعي}.

*📖🖊• Al Hafidz Ibnu Hajar Al 'Asqalaaniy Asy Syafi'iy berkata dalam kitabnya " Fathu Al Baariy Syarhu Shahiih Al Bukhariy ":*

Didalam hadits ini menjelaskan akan *BOLEHNYA* mempekerjakan orang musyrik  sebagai pembantu rumah tangga dan *BOLEH* menjenguknya saat ia sakit.”
{Lihat Kitab Fathu Al Baariy  Syarhu Bukhariy : juz 4 hal 138 - 139 / Kitabu Al Janaa'iz / Babu Idzaa Aslama Ash Shabiyyu Famaata Hal Yushalli 'Alaihi Wa Hal Yu'radlu 'Alaa Ash Shabiyyi Al Islaamu / No. 1290. Karya Al Hafidz Ibnu Hajar Al 'Asqalaaniy Asy Syafi'iy}.


*📘✒• روى ابن ابي شيبة رحمه الله تعالى في كتابه " المصنف " / كتاب الجنائز     / ١٤٣٣ (١١٦) في عيادة اليهود والنصارى :*

( 1 ) حدثنا إسماعيل بن عياش عن أرطاة بن المنذر :

*_" أن أبا الدرداء عاد جارًا له يهُودِيًّا ."_*

Telah menceritakan kepada kami : Isma'il bin 'Ayyasy. Dari Arthaah bin Al Mundzir :

*_" Sesungguhnya Aba Darda' menjenguk tetangganya yang beragama Yahudi yang sedang sakit._*

( 2 ) حدثنا يحيى بن سعيد عن سليمان هو الأعمش عن يحيى بن عمارة عن سعيد بن جبير عن ابن عباس :

*_" أٙنّٙ أبا طالب مرٙض فعٙادٙه النّٙبيُّ ﷺ💞 "._*

Telah menceritakan kepada kami : Yahya bin Sa'id. Dari Sulaiman (dia adalah Al A'masy). Dari Yahya bin 'Ammarah. Dari Sa'id bin Jubair. Dari Ibnu 'Abbas :

*_" Sesungguhnya Aba Thaalib sakit, maka Nabi ﷺ💞 menjenguknya."_*
{HR. Ibnu Abi Syaibah Dalam Kitabnya Al Mushannaf / Kitabu Al Janaa'iz / 1433 (166) Fi 'Iyaadati Al Yahudi Wa An Nashara}.


*✍• قال الإمام ابن عبد البر المالكي رحمه الله تعالى في كتابه " التمهيد ":*

وقد كره بعض أهل العلم عيادة الكافر لما في العيادة من الكرامة ،
{انظر كتاب التمهيد لما في الموطأ من المعاني والأسانيد    : ج ٢٤ ص ٢٧٦ / باب الياء    / باب بلاغات مالك ومرسلاته / الحديث الثالث والعشرون إذا عاد الرجل المريض خاض الرحمة حتى إذا قعد عنده . للإمام ابن عبد البر المالكي}.

*📒📌• Imam Ibnu Abdil Barr Al Malikiy rahimahullahu ta'åla dalam Kitabnya " At Tamhiid ":*

Menjenguk orang kafir oleh sabagian ulama dihukumi *MAKRUH*. Hal ini dikarenakan: secara implisit (tidak langsung) merupakan penghormatan kepada mereka.
{Lihat Kitab At-Tamhid : juz 24 hal 276. Karya Imam Ibnu Abdil Barr Al Malikiy}.

*📒🖋• وقد سئل شيخ الإسلام ابن تيمية عن عيادة المريض النصراني واتباع جنازته، فقال:

لا يتبع جنازته، وأما عيادته فلا بأس بها، فإنه قد يكون في ذلك مصلحة لتأليفه على الإسلام.
{انظر كتاب فتاوى الكبرى : ج ٣/ ٥. للإمام ابن تيمية الحنبلي}.

*📁🖌• Imam Ibnu Taimiyah al-Harrani Al Hanbaliy ditanya tentang masalah menjenguk orang Nasrani dan  mengikuti Jenazahnya? Beliau menjawab :*

“Jangan mengikuti jenazahnya. Dan  adapun menjenguknya saat ia sakit, maka hal itu *TIDAK MENGAPA*,  karena boleh jadi hal itu membawa maslahat sehingga membuatnya tertarik kepada agama Islam.”
{Lihat Kitab Al-Fatawa Al Kubra : juz 3 hal 5. Karya Imam Ibnu Taimiyyah Al Hanbaliy}.


*📘🍒• قال الإمام النووي الشافعي رحمه الله تعالى في كتابه ” الأذكار ” :*

اعلَم أن أصحابنا ـ الشافعيّة ـ اختلفوا في عيادة الذِّمِّيِّ، فاستحبَّها جماعة، ومنعها جماعة ـ وذكر الشاشي الاختلاف ثم قال : الصواب عندي أن يقال: عيادة الكافر في الجملة جائزة، والقُربة ـ أي الثواب ـ فيها موقوفة على نوع حُرمة تقترن بها من جوار أو قرابة.

قال النووي : قلت هذا الذي ذكره الشاشي حسن،

فقد روينا في صحيح البخاري عن أنس رضي الله عنه قال: كان غلام يهودي يخدُم النبيَّ، صلّى الله عليه وسلّم، فمرِض فأتاه النبي ـ صلّى الله عليه وسلّم ـ يعودُه، فقعد عند رأسه فقال له: ” أسْلِمْ ” فنظر إلى أبيه وهو عنده فقال: أطِعْ أبا القاسِم، فأسَلَمَ فخرج النبي ـ صلّى الله عليه وسلّم ـ وهو يقول : ” الحمد لله الذي أنقذَه من النار ” .

وروينا في صحيحي البخاري ومسلم عن المسيب بن حزن والد سعيد بن المسيب ـ رضِي الله عنه ـ قال : لما حضرتْ أبا طالِبٍ الوفاة جاءَه رسول الله صلّى الله عليه وسلّم، فقال: ” يا عَمّ، قل لا إله إلا الله … ” وذكر الحديث بطولِه.

يقول النووي: فينبغي لعائدِ الذِّمِّيّ أن يرغِّبه في الإسلام، ويبيِّن له محاسِنَه، ويحثّه عليه، ويحرّضه على معالجته قبل أن يصير إلى حال لا ينفعه فيه توبته، وإن دعا له دعا بالهداية ونحوها. انتهى ما قاله النووي.
{انظر كتاب الاذكار : ص ٢٥٤. للإمام النووي الشافعي}.

*🎤🌹• Berkata Imam Nawawiy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'åla dalam Kitabnya " Al Adzkaar " :*

*_"Ketahuilah, bahwa para sahabat kami (ahli ilmu dari kalangan mazhab Asy-Syafi’i – pent.) berbeda pendapat pada perkara melawat/membesuk ahli dzimmah, sebagian berpendapat  menganjurkannya, dan sebagian  yang lain melarangnya._*

Dan perselisihan ini telah disebutkan oleh Asy-Syaasyi (Beliau adalah Imam Qaffal Asy Syaasyi Asy Syafi'iy)  kemudian beliau berkata:

*“Yang benar menurutku adalah pendapat dari mereka yang membolehkan menjenguk orang kafir, baginya ada nilai ibadah jika dilakukan sebagai penghormatan terhadap hak bertetanggaan  atau kekerabatan.”*

“Aku (An-Nawawi) berpendapat : Apa yang disebutkan oleh Asy-Syaasyi ini adalah baik.

Kami meriwayatkan dari Shahih Al-Bukhari, dari  Anas radhiyyAllahu  ‘anhu, beliau berkata:

“Bahwa pernah ada seorang pemuda Yahudi yang menjadi pembantu Nabi ﷺ❤, lalu beliau mendapat sakit. Maka Nabi ﷺ💞 datang menjenguknya lalu mengambil posisi di sisi kepalanya. Maka beliau pun bersabda:

*_“Masuklah Islam.”_*

Pemuda tersebut melihat kepada ayahnya yang sedang berada di sisinya, lalu ayahnya berkata padanya:

*“Taatilah Abal Qaasim (yakni Nabi ﷺ💓).*

Maka diapun masuk Islam. Setelah itu Nabi pun keluar dan beliau bersabda:

*_“Alhamdulillah (segala puji hanya bagi Allah) yang telah menyelamatkannya dari Neraka.”_* (Shahih Al-Bukhari, no. 1356)

“Dan kami juga meriwayatkan dari Shahih Al-Bukhari dan Muslim, dari Al-Musayyib bin Hazn, yakni bapaknya Sa’id ibn Al-Musayyib RadhiyyAllahu ‘anhu, beliau berkata:

“Ketika Abu Thalib mengantarkan kepada  kewafatannya, Rasulullah ﷺ❤  mendatanginya lalu bersabda:

*_“Wahai ‘ammu (paman saudara  bapak), ucapkanlah laa ilaaha illallaah (tiada yang berhak diibadahi melainkan Allah),”_* Sebagaimana dalam hadis yang panjang.” (lihat: Shahih Al-Bukhari, no. 1360. Muslim, no. 24 – pent.)

“Aku (An-Nawawi) berpendapat : Orang yang menjenguk orang kafir yang sakit hendaklah berusaha mengajak (yakni mendakwahi atau menariknya) kepada Islam, menjelaskan kepadanya tentang keindahan Islam, mendorongnya, dan memotivasikannya (atau memberinya semangat) untuk bersegera kepada Islam sebelum dia sampai pada keadaan yang taubatnya tidak lagi bermanfaat. Jika dia mendoakan untuknya, maka  hendaklah dia mendoakannya dengan hidayah (agar menerima Islam) dan  semakna.”
{Lihat Kitab Al-Adzkar An-Nawawiyyah oleh Al-Imam An-Nawawi rahimahullah (Wafat: 676H), m/s. 465 – Tahqiq ‘Amir ‘Ali Yasin, Daar Ibn Khuzaimah (Cet. 1, 1422H, Riyadh)}.


*📌✍• وقال الإمام النووي الشافعي رحمه الله تعالى في كتابه " روضة الطالبين وعمدة المفتين " :*

 وَيَجُوزُ لِلْمُسْلِمِ أَنْ يُعَزِّيَ الذِّمِّيَّ بِقَرِيبِهِ الذِّمِّيِّ ، فَيَقُولُ: أَخْلَفَ اللَّهُ عَلَيْكَ، وَلا نَقَصَ عَدَدُكَ
{انظر كتاب روضة الطالبين وعمدة المفتين : ج ٢ ص ١٤٥ / كتاب الجنائز /  باب التعزية / للإمام النووي الشافعي}.

*📘🖍• Dan berkata Imam Nawawiy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'åla dalam kitabnya " Raudlotu Ath Thaalibiin Wa 'Umdatu Al Muftiin ":*

“Boleh bagi seorang Muslim bertakziyah kepada orang kafir dzimmi tetangga dekatnya, maka yang dia ucapkan adalah ;

“Semoga Alloh mengganti untukmu serta tidak berkurang jumlahmu”.”
{Lihat Kitab Raudlotu Ath Thalibin Wa 'Umdatu Al Muftiin : juz 2 hal 145 / Kitabu Al Janaa'iz / Babu At Ta'ziyyah /  Karya Imam Nawawiy Asy Syafi'iy}.


*📔🖊• ذكر في كتاب المجموع شرح المهذب للامام النووي الشافعي رحمه الله تعالى :*

عيادة المريض سنة متأكدة والاحاديث الصحيحة مشهورة في ذلك قال صاحب الحاوى وغيره ويستحب ان يعم بعيادته الصديق والعدو ومن يعرفه ومن لا يعرفه لعموم الاحاديث وأما الذى فقد أشار صاحب الشامل إلى انه لا يستحب عيادته فقال يستحب عيادة المريض ان كان مسلما وذكر صاحب المستظهرى قول صاحب الشامل ثم قال والصواب عندي ان عيادة الكافر جائزة والقربة فيها موقوفة علي نوع حرمة يقترن بها من جوار أو قرابة وهذا الذى قاله صاحب المستظهرى متعين وقد جزم به الرافعي وفي صحيح البخاري عن انس قال " كان غلام يهودى يخدم النبي ﷺ❤ فمرض فأتاه النبي ﷺ💓 يعوده فقعد عند رأسه فقال له اسلم فنظر إلى ابنه وهو عنده فقال له اطع ابا القسم فأسلم فخرج النبي ﷺ💞  وهو يقول الحمد لله الذى انقذه من النار)
{انظر كتاب المجموع  شرح المهذب / كتاب الجنائز    / عيادة المريض/ للإمام النووي الشافعي}.

*📘🖋• Imam Nawawiy Asy Syafi'iy rahimahullaahu ta'ala berkata dalam kitabnya " Al Majmu' Syarhu Al Muhadzab ":*

“Membesuk orang yang sedang sakit itu hukumnya “sunnah muakkad”, sedangkan beberapa hadits yang menjelaskan tentang hal tersebut yang shahih sangatlah masyhur”.

Pengarang kitab Al Haawi dan yang lainnya berkata : Dan diperbolehkan apabila meratakan dalam penjengukkannya bisa kepada teman, musuh, orang yang dikenal, dan orang yang tidak dikenal, karena berdasarkan  keumuman hadits - haditsnya.

Dan adapun apa  yang telah diisyaratkan oleh pengarang kitab Asy Syaamil pada persoalan tersebut adalah tidak boleh menjenguknya, kemudian ia berkata : Boleh menjenguk orang yang sedang  sakit apabila dia seorang muslim.

Dan pengarang kitab Al Mustadzhiriy menuturkan perkataan pengarang kitab Asy Syaamil, kemudian ia berkata : Dan yang benar menurutku sesungguhnya *_menjenguk orang kafir itu  diperbolehkan dan bisa mempererat hubungan kekerabatan,_*  pembahasan didalamnya dihentikan pada sebuah bentuk  kehormatan yang berbarengan dengan kondisi bertetangga dan persaudaraan.

Dan inilah perkara yang telah dikatakan oleh pengarang kitab Al Mustadzhiriy yang sudah cukup menjelaskannya. Dan dengan pendapat tersebut Ar Rafi'iy menetapkannya seperti didalam Shahih Al Bukhariy dari Anas beliau berkata :

“Bahwa pernah ada seorang pemuda Yahudi yang menjadi pembantu Nabi ﷺ❤, lalu beliau mendapat sakit. Maka Nabi ﷺ💞 datang menjenguknya lalu mengambil posisi di sisi kepalanya. Maka beliau pun bersabda:

*_“Masuklah Islam.”_*

Pemuda tersebut melihat kepada ayahnya yang sedang berada di sisinya, lalu ayahnya berkata padanya:

*“Taatilah Abal Qaasim (yakni Nabi ﷺ💓).*

Maka diapun masuk Islam.  Setelah itu Nabi pun keluar dan beliau bersabda:

*_“Alhamdulillah (segala puji hanya bagi Allah) yang telah menyelamatkannya dari Neraka.”_* (Shahih Al-Bukhari, no. 1356).
{Lihat Kitab Al Majmu' Syarhu Al Muhadzab / Kitabu Al Janaa'iz / 'Iyaadatu Al Maridli / Karya Imam Nawawiy Asy Syafi'iy}.

*📒🖍• ذكر في كتاب تحفة الحبيب على شرح الخطيب للشيخ محمد الشربيني الخطيب الشافعي رحمه الله تعالى :*

واعلم أن أصحابنا اختلفوا في عيادة الذمي فاستحبها جماعة ومنعها جماعة . وذكر الشاشي الاختلاف ثم قال : الصواب عندي أن يقال : عيادة الكافر في الجملة والقربة فيها موقوفة على نوع حرمة يقترن بها من جواز أو قرابة وهذا الذي ذكره الشاشي حسن . وينبغي لعائد الذمي أن يرغبه في الإسلام ويبين له محاسنه ويحثه عليه ويحرّضه على معاجلته قبل أن يصير إلى حال لا تنفعه فيها توبته وإن دعا له دعا له بالهداية ونحوها ،

*📒🌺• Berkata Imam Asy Syarbiniy Asy Syafi'iy rahimahullahu ta'åla berkåta didalam Kitabnya " Tuhfatu Al Habib 'Alaa Syarhi Al Khathib ":*

*_"Ketahuilah, bahwa para sahabat kami (ahli ilmu dari kalangan mazhab Asy-Syafi’i – pent.) berbeda pendapat pada perkara melawat/membesuk ahli dzimmah, sebagian berpendapat  menganjurkannya, dan sebagian  yang lain melarangnya._*

Dan perselisihan ini telah disebutkan oleh Asy-Syaasyi (Beliau adalah Imam Qaffal Asy Syaasyi Asy Syafi'iy)  kemudian beliau berkata:

*“Yang benar menurutku adalah pendapat dari mereka yang membolehkan menjenguk orang kafir, baginya ada nilai ibadah jika dilakukan sebagai penghormatan terhadap hak bertetanggaan  atau kekerabatan.”*

Dan perkara yang telah disebutkan oleh Asy Syasyi adalah baik.

Maka seyogyanya bagi orang yang menjenguk orang kafir dzimmi yang sedang sakit hendaklah berusaha mengajak (yakni mendakwahi atau menariknya) kepada Islam, menjelaskan kepadanya tentang keindahan Islam, mendorongnya, dan memotivasikannya (atau memberinya semangat) untuk bersegera kepada Islam sebelum dia sampai pada keadaan yang taubatnya tidak lagi bermanfaat. Jika dia mendoakan untuknya, maka  hendaklah dia mendoakannya dengan hidayah (agar menerima Islam) dan  semakna.”
{Lihat Kitab Tuhfatu Al Habib 'Alaa Syarhi Al Khathib. Karya Imam Asy Syarbiniy Asy Syafi'iy}.

*🎤✍• قال الإمام ابن قدامة الحنبلي رحمه الله تعالى في كتابه " المغني ":*

وتوقف أحمد عن تعزية أهل الذمة وهي تُخرَّج على عيادتهم وفيها روايتان إحداهما: لا نعودهم؛ فكذلك لا نعزيهم، لقول النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ :” لا تبدؤوهم بالسلام”، وهذا في معناه؛ والثانية: نعودهم لما ورد من حديث أنس ـ رضي الله عنه ـ قال: كان غلام يهودي يخدم النبي ـ ﷺ 💓 ـ فمرض فأتاه النبي ـ ﷺ 💞 ـ يعوده فقعد عند رأسه فقال له:” أسلم”، فنظر إلى أبيه وهو عنده فقال له: أطع أبا القاسم ـ ﷺ 💓ـ فأسلم فخرج النبي ـ ﷺ❤ ـ وهو يقول:

”الحمد لله الذي أنقذه من النار فعلى هذا نعزيهم
{انظر كتاب المغني : ج ٣ ص ٤٨٦. للإمام ابن قدامة المقدسي الحنبلي}.

*📗✏• Berkata Imam Ibnu Qudamah Al Hanbaliy​ rahimahullahu ta'åla dalam kitabnya " Al Mughniy ":*

“Imam Ahmad “bertawaquf/setuju” dalam masalah hukum takziah kepada ahli dzimmah (orang kafir yang hidup di tengah-tengah kaum muslimin (negara Islam) yang membayar jizyah), namun itu bisa di simpulkan dari hukum menjenguk orang kafir yang sakit menurut beliau, ada dua riwayat dalam hal ini (dari Imam Ahmad) ; pertama ; kita tidak boleh menjenguk mereka, maka berarti kita juga tidak boleh bertakziyah kepada mereka, dan ini di dasarkan pada sabda Rasululloh ﷺ 💓;

لا تبدأوا بالسلام

“Janganlah kalian memulai salam kepada mereka (orang kafir)”

Dan riwayat yang kedua ; kita boleh menjenguk mereka, ini berdasarkan hadis Anas Radhiyallohu anhu beliau mengatakan ; Ada anak kecil yang beragama Yahudi biasa membantu Nabi   ﷺ💞 sakit, lalu Nabi  ﷺ💓 pun menjenguknya, beliau duduk di samping kepala anak kecil tadi, dan berkata kepadanya ;

*_“Masuklah kamu ke dalam agama Islam,.”,_*

lantas anak kecil tadi memandang bapaknya yang berada di sampingnya, lalu berkatalah bapaknya ;

*“Taatilah Abul Qasim (Nabi ﷺ❤)”, lantas anak kecil tadi masuk Islam, dan Nabi pun berkata ;

*_“Segala puji bagi Alloh yang telah menyelamatkannya dari api neraka”. Berdasarkan hal ini maka BOLEH bagi kita untuk bertakziyah kepada mereka (orang kafir).”_*
{Lihat Kitab Al Mughniy : juz 3 hal 486. Karya Imam Ibnu Qudamah Al Hanbaliy}.


*📔🖍• وقال الإمام  البهوتي الحنبلي رحمه​ الله تعالى في كتابه " كشاف القناع على متن الإقناع ":*

( ويحرم تهنئتهم وتعزيتهم وعيادتهم ) ; لأنه تعظيم لهم أشبه السلام .

( وعنه تجوز العيادة ) أي : عيادة الذمي ( إن رجي إسلامه فيعرضه عليه واختاره الشيخ وغيره ) لما روى أنس { أن النبي صلى الله عليه وسلم عاد يهوديا , وعرض عليه الإسلام فأسلم فخرج وهو يقول : الحمد لله الذي أنقذه بي من النار } رواه البخاري ولأنه من مكارم الأخلاق .

( وقال ) الشيخ ( ويحرم شهود عيد اليهود والنصارى ) وغيرهم من الكفار ( وبيعه لهم فيه ) . وفي المنتهى : لا بيعنا لهم فيه ( ومهاداتهم لعيدهم ) لما في ذلك من تعظيمهم فيشبه بداءتهم بالسلام .
{انظر كتاب كشف القناع على متن الإقناع : ج ٣ ص ١٣١. للإمام البهوتي الحنبلي}.

*📗🎤• Imam Al Bahuutiy Al Hanbaliy rahimahullahu ta'åla dalam kitabnya " Kasyfu Al Qina' 'An Matni Al Iqnaa' x:*

Haram mengucapkan selamat, takziyah (ziarah orang mati), iyadah (ziarah orang sakit) kepada non-muslim karena itu berarti mengagungkan mereka menyerupai (mengucapkan) salam. Boleh iyadah kafir dzimmi apabila diharapkan Islamnya dan hendaknya mengajak masuk Islam. Karena, dalam sebuah hadits riwayat Bukhari, Nabi pernah iyadah pada orang Yahudi dan mengajaknya masuk Islam lalu si Yahudi masuk Islam lalu berkata, “Alhamdulillah Allah telah menyelamatkan aku dari neraka.” Dan karena iyadah termasuk akhak mulia.

Haram menghadiri perayaan Yahudi dan Nasrani dan kafir lain dan membeli untuk mereka pada hari itu. Dalam kitab Al-Muntaha dikatakan: Tidak ada jual beli kita pada mereka pada hari itu dan memberi hadiah mereka karena hari raya mereka karna hal itu termasuk mengagungkan mereka sehingga hal ini menyerupai memulai ucapan salam.
{Lihat Kitab Kasyfu Al Qina' 'Alaa Matni Al Iqnaa' : juz 3 hal 131. Karya Imam Al Bahuutiy Al Hanbaliy}.


*📁🖊• DR. Syaikh Wahbah Zuhayli seorang ulama madzhab Syafi’i kontemporer dalam salah satu fatwanya :*

Menyatakan bolehnya mengucapkan selamat natal dan melakukan aktifitas bersopan santun atau  semacamnya seperti melayat, dan menjenguk orang sakit dari kalangan mereka.
Zuhaili mengatakan:

لا مانع من مجاملة النصارى في رأي بعض الفقهاء في مناسباتهم على ألا يكون من العبارات ما يدل على إقرارهم على معتقداتهم.

Tidak ada halangan dalam bersopan santun (mujamalah) dengan orang Nasrani menurut pendapat sebagian ahli fiqh berkenaan hari raya mereka asalkan tidak bermaksud sebagai pengakuan atas (kebenaran) ideologi mereka.


*I)• 📗✍ Bolehnya Menjenguk Orang Sakit Yang Bukan Mahramnya.*

*1)•✍📖 Definisi Mahram.*

Definisi Mahram : Mahram (Arab : مٙحْرٙمًْ) adalah semua orang yang haram untuk dinikahi selamanya karena sebab keturunan, persusuan dan pernikahan dalam syariat Islam.

*💔✒Berkata Imam Ibnu Qudamah rahimahullahu ta'åla :*

“Mahrom adalah semua orang yang haram untuk dinikahi selama-lamanya karena sebab nasab, persusuan dan pernikahan.”
{Lihat Kitab Al-Mughni : juz 6 hal 555. Karya Ibnu Qudamah Al Hanbaliy}.

*_Muslim di Asia Tenggara sering salah dalam menggunakan istilah mahram ini dengan kata muhrim,_* sebenarnya kata muhrim (Arab : مُحْرِمًْ) memiliki arti yang lain. Dalam bahasa arab, kata muhrim (muhrimun : مُحْرِمُوْنْٙ) artinya orang yang berihram dalam ibadah haji sebelum bertahallul.

Sedangkan kata mahram (mahramun مٙحٔرٙمُوْنٙ) artinya orang-orang yang merupakan lawan jenis kita, namun haram (tidak boleh) kita nikahi sementara atau selamanya.

*💕🍒•Tafsiran mahram selengkapnya adalah sebagai berikut:*

*_💖• Mahram dari sebab nasab, dari fihak ayah :_*

1. : Ayah

2. : Ayah suami, kakek dan terus ke atas

3. : Anak laki-laki seorang perempuan dan  laki-laki keturunannya. Demikian juga anak laki-laki dari anak perempuannya, dan terus ke bawah.

4. :  Anak laki-laki dari suami, cucu  laki-laki suami  dan terus ke bawah baik dari jalur laki-laki  atau perempuan.

5. : Saudara laki-laki seorang perempuan

6. : Anak-anak laki-laki dari saudara laki-laki, berikut keturunannya

7. : Anak-anak laki-laki dari saudara perempuan, berikut keturunannya

8. :  Ibnu Katsir berkata, "Mujahid  menerangkan firman Allah "Aw Nisa'ihinna", yaitu wanita-wanita muslimat,  bukan  wanita musyrik. Karena  itu  seorang  wanita muslimah  tidak boleh membuka auratnya di hadapan  wanita musyrik.  "Ibnu Katsir menambahkan, "Maksudnya  memperlihatkan  hiasannya bagi wanita muslim bukan  wanita-wanita ahlu dzimmah"


*_💔• Mahrom dari sebab nasab, dari fihak ibu yakni :_*

1. Ibu, nenek dan seterusnya ke atas .

2. Anak perempuan, cucu perempuan dan seterusnya ke bawah .

3. Saudara perempuan sekandung, seayah atau seibu

4. Saudara perempuan bapak (bibi), saudara perempuan kakek (bibi orang tua) dan seterusnya ke atas baik sekandung, seayah atau seibu

5. Saudara perempuan ibu (bibi), saudara perempuan nenek (bibi orang tua) dan seterusnya ke atas baik sekandung, seayah atau seibu

6. Putri saudara perempuan (keponakan) sekandung, sebapak atau seibu, cucu perempuannya dan seterusnya ke bawah baik dari jalur laki-laki maupun wanita

7. Putri saudara laki-laki sekandung, sebapak atau seibu (keponakan), cucu perempuannya dan seterusnya ke bawah baik dari jalur laki-laki maupun wanita


*💚• Mahrom dari sebab persusuan seperti mahrom karena nasab yaitu :*

1. Ibu susu (wanita yang menyusui bayi orang lain dihukumi sama dengan ibu kandungnya), termasuk juga nenek persususan yaitu ibu dari ibu atau bapak persususan, juga ibu-ibu mereka ke atas.

2. Anak perempuan dari ibu susu, termasuk cucu dan seterusnya ke bawah.

3. Saudara perempuan sepersusuan, baik dia saudara kandung, sebapak maupun seibu.

4. Saudara perempuan bapak susu (bibi), saudara perempuan kakek (bibi orang tua) dan seterusnya ke atas baik sekandung, seayah atau seibu

5. Saudara perempuan ibu susu (bibi), saudara perempuan nenek (bibi orang tua) dan seterusnya ke atas baik sekandung, seayah atau seibu.

6. Putri saudara perempuan persusuan (keponakan), cucu perempuannya dan seterusnya ke bawah.

7. Putri saudara laki-laki persusuan (keponakan) cucu perempuannya dan seterusnya ke bawah.

*💙• Mahram sebab perkawinan, yakni :*

1. Isteri.

2. Ibu mertua.

3. Anak tiri.

4. Anak menantu.

5. Anak tiri.
Menurut Jumhurul `Ulàmà' termasuk juga anak tiri yang tidak dalam pemeliharaannya. Anak tiri menjadi mahram jika ibunya telah dicampuri, tetapi jika belum dicampuri maka dibolehkan untuk menikahi anaknya.

Sedangkan ibu dari seorang perempuan yang dinikahi menjadi mahram hanya sebab aqad nikah, walaupun si puteri belum dicampuri, kalau sudah aqad nikah maka si ibu haram dinikahi oleh yang menikahi puteri itu.
Wanita yang dinikahi oleh ayah menjadi mahram bagi anak ayah dengan hanya aqad nikah, walaupun belum dicampuri oleh ayah, maka anak ayah tak boleh menikahinya.


*2)• ✍📖 Hukum Khalwat/Menyepi Antara Yang Dilarang Dan Yang Tidak Dilarang.*

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ كِلَاهُمَا عَنْ سُفْيَانَ قَالَ أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ عَنْ أَبِي مَعْبَدٍ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ يَقُولُا سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ يَقُولُ :

*_«لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلَّا وَمَعَهَا ذُو مَحْرَمٍ وَلَا تُسَافِرْ الْمَرْأَةُ إِلَّا مَعَ ذِي مَحْرَمٍ»._*

*فَقَامَ رَجُلٌ فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ امْرَأَتِي خَرَجَتْ حَاجَّةً وَإِنِّي اكْتُتِبْتُ فِي غَزْوَةِ كَذَا وَكَذَا؟*

قَالَ : *_«انْطَلِقْ فَحُجَّ مَعَ امْرَأَتِكَ»_*

و حَدَّثَنَاه أَبُو الرَّبِيعِ الزَّهْرَانِيُّ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ عَمْرٍو بِهَذَا الْإِسْنَادِ نَحْوَهُ

و حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ يَعْنِي ابْنَ سُلَيْمَانَ الْمَخْزُومِيُّ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ نَحْوَهُ وَلَمْ يَذْكُرْ :

*_«لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلَّا وَمَعَهَا ذُو مَحْرَمٍ»_*
{رواه مسلم /  ١٥ - كتاب الحج / ٧٤ - باب سفر المرأة مع محرم إلى حج وغيره /  رقم الحديث : ١٣٤١}.

Telah menceritakan kepada kami : Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Zuhair bin Harb keduanya dari Sufyan -(Abu Bakr berakata):- Telah menceritakan kepada kami :  Sufyan bin Uyainah. Telah menceritakan kepada kami :  Amru bin Dinar. Dari Abu Ma'bad ia berkata : Saya mendengar Ibnu Abbas berkata; Saya mendengar Nabi ﷺ💓  berkhutbah seraya bersabda:

*_"Janganlah sekali-kali seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali wanita itu disertai mahramnya. Dan seorang wanita juga tidak boleh bepergian sendirian, kecuali ditemani oleh mahramnya."_*

Tiba-tiba berdirilah seorang laki-laki dan bertanya :

*"Ya, Rasulullah, sesungguhnya isteriku hendak menunaikan ibadah haji, sedangkan aku ditugaskan pergi berperang ke sana dan ke situ; bagaimana itu?"*

Rasulullah ﷺ❤ pun menjawab:

*_"Pergilah kamu haji bersama isterimu."_*

Dan Telah menceritakannya kepada kami : Abu Rabi' Az Zahrani. Telah menceritakan kepada kami :  Hammad. Dari Amru dengan isnad ini, semisalnya.

Dan Telah menceritakan kepada kami : Ibnu Abu Umar.  Telah menceritakan kepada kami :  Hisyam bin Sulaiman Al Makhzumi dari Ibnu Juraij dengan isnad ini, semisalnya. Dan ia tidak menyebutkan;

*_"Janganlah sekali-kali seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali wanita itu disertai mahramnya."_*
{HR. Muslim / 15 - Kitabu Al Hajj / 74 - Babu Safari Al Mar'ati Ma'a Mahramin Ilaa Hajjin Wa Ghairihi / No. 1341}.

*📘💞• قال الإمام النووي الشافعي رحمه الله تعالى في كتابه " المنهاج شرح صحيح مسلم ":*

*وَقَوْلُهُ ﷺ💓َ : ( وَمَعَهَا ذُو مَحْرَمٍ )* يَحْتَمِلُ أَنْ يُرِيدَ مَحْرَمًا لَهَا ، وَيَحْتَمِلُ أَنْ يُرِيدَ مَحْرَمًا لَهَا أَوْ لَهُ ، وَهَذَا الِاحْتِمَالُ الثَّانِي هُوَ الْجَارِي عَلَى قَوَاعِدِ الْفُقَهَاءِ ، فَإِنَّهُ لَا فَرْقَ بَيْنَ أَنْ يَكُونَ مَعَهَا مَحْرَمٌ لَهَا كَابْنِهَا وَأَخِيهَا وَأُمِّهَا وَأُخْتِهَا ، أَوْ يَكُونَ مَحْرَمًا لَهُ كَأُخْتِهِ وَبِنْتِهِ وَعَمَّتِهِ وَخَالَتِهِ ، فَيَجُوزُ الْقُعُودُ مَعَهَا فِي هَذِهِ الْأَحْوَالِ ، ثُمَّ إِنَّ الْحَدِيثَ مَخْصُوصٌ أَيْضًا بِالزَّوْجِ ، فَإِنَّهُ لَوْ كَانَ مَعَهَا زَوْجُهَا كَانَ كَالْمَحْرَمِ وَأَوْلَى بِالْجَوَازِ ،

وَأَمَّا إِذَا خَلَا الْأَجْنَبِيُّ بِالْأَجْنَبِيَّةِ مِنْ غَيْرِ ثَالِثٍ مَعَهُمَا فَهُوَ حَرَامٌ بِاتِّفَاقِ الْعُلَمَاءِ ،

وَكَذَا لَوْ كَانَ مَعَهُمَا مَنْ لَا يُسْتَحَى مِنْهُ لِصِغَرِهِ كَابْنِ سَنَتَيْنِ وَثَلَاثٍ وَنَحْوِ ذَلِكَ ، فَإِنَّ وُجُودَهُ كَالْعَدَمِ ،

وَكَذَا لَوِ اجْتَمَعَ رِجَالٌ بِامْرَأَةٍ أَجْنَبِيَّةٍ فَهُوَ حَرَامٌ ، بِخِلَافِ مَا لَوِ اجْتَمَعَ رَجُلٌ بِنِسْوَةٍ أَجَانِبَ ، فَإِنَّ الصَّحِيحَ جَوَازُهُ ،
{انظر كتاب المنهاج شرح صحيح مسلم : ج ٩ ص ١٥٥ - ١٥٦ /  ١٥ - كتاب الحج / ٧٤ - باب سفر المرأة مع محرم إلى حج وغيره /  رقم الحديث : ١٣٤١. للامام النووي الشافعي. طبعة مؤسسة القرطوبة}.

*📒❤• Imam Nawawiy Asy Syafi'iy rahimahullaahu ta'åla dalam kitabnya " Al Minhaaj Syarhu Shahiih Muslim ":*

*(Sabda Nabi ﷺ 💓 “bersamanya ada mahram”)*,  kemungkinan dimaksudkan adalah mahram si perempuan dan kemungkinan juga mahram si perempuan atau mahram si laki-laki. Namun kemungkinan yang kedua ini sesuai dengan qawaid  fuqaha, sesungguhnya tidak ada perbedaan antara bersama perempuan itu ada mahramnya seperti anak, saudara laki-laki, ibu atau saudara perempuannya maupun bersama perempuan itu ada mahram si laki-laki seperti saudara perempuan, anak perempuan, bibi pihak ayah atau bibi pihak ibunya. Maka dibolehkan duduk bersamanya pada keadaan-keadaan ini.

Kemudian sesungguhnya hadits ini dikhususkan pula dengan suami, karena seandainya bersamanya ada suaminya, maka suami sama seperti mahram dan lebih patut dibolehkan.

Adapun apabila khalwat laki-laki asing dengan perempuan asing tanpa ada pihak ketiga bersama perempuan tersebut, maka diharamkan dengan kesepakatan ulama. Demikian juga seandainya bersamanya ada orang yang tidak membuat dia malu karena kecil seperti anak berumur dua tahun, tiga tahun dan seumpamanya, maka adanya seperti tidak ada.

Demikian juga berkumpul beberapa laki-laki dengan seorang perempuan asing maka ini haram, berbeda seandainya seorang laki-laki dengan beberapa perempuan asing, maka menurut pendapat yang shahih boleh.
{Lihat Kitab Al Minhaaj Syarhu Shahih Muslim : juz 9 hal 155 - 156 / 15 - Kitabu Al Hajj / 74 - Babu Safari Al Mar'ati Ma'a Mahramin Ilaa Hajjin Wa Ghairihi / No. 1341. Karya Imam Nawawi Asy Syafi'iy. Cet.
Muassisah Qurthubah}.


*📁💞• ثم قال الإمام النووي الشافعي رحمه الله تعالى استثناء من ذلك لضرورة في كتابه " المنهاج شرح صحيح مسلم ":*

وَيُسْتَثْنَى مِنْ هَذَا كُلِّهِ مَوَاضِعُ الضَّرُورَةِ بِأَنْ يَجِدَ امْرَأَةً أَجْنَبِيَّةً مُنْقَطِعَةً فِي الطَّرِيقِ أَوْ نَحْوَ ذَلِكَ فَيُبَاحُ لَهُ اسْتِصْحَابُهَا بَلْ يَلْزَمُهُ ذَلِكَ إِذَا خَافَ عَلَيْهَا لَوْ تَرَكَهَا وَهَذَا لَا اخْتِلَافَ فِيهِ وَيَدُلُّ عَلَيْهِ حَدِيثُ عَائِشَةَ فِي قِصَّةِ الْإِفْكِ
{انظر كتاب المنهاج شرح صحيح مسلم : ج ٩ ص ١٥٥ - ١٥٦ /  ١٥ - كتاب الحج / ٧٤ - باب سفر المرأة مع محرم إلى حج وغيره /  رقم الحديث : ١٣٤١. للامام النووي الشافعي. طبعة مؤسسة القرطوبة}.

*📒❤• Imam Nawawiy Asy Syafi'iy rahimahullaahu ta'åla berkata lagi dalam kitabnya " Al Minhaaj Syarhu Shahiih Muslim " mengecualikan keharaman khalwat apabila dalam keadaan darurat :*

Dikecualikan dari ini semua tempat-tempat darurat seperti ditemui seorang perempuan asing tersesat pada jalan atau seumpamanya, maka diperbolehkan untuk  menemaninya, bahkan wajib hal itu apabila dikuatirkan atas perempuan tersebut seandainya ditinggal sendirian. Ini tidak ada  khilafiyahnya dan ditunjukkan oleh ‘Aisyah dalam kisah tuduhan palsu (kisah tuduhan palsu atas Aisyah r.a).
{Lihat Kitab Al Minhaaj Syarhu Shahih Muslim : juz 9 hal 155 - 156 / 15 - Kitabu Al Hajj / 74 - Babu Safari Al Mar'ati Ma'a Mahramin Ilaa Hajjin Wa Ghairihi / No. 1341. Karya Imam Nawawi Asy Syafi'iy. Cet.
Muassisah Qurthubah}.


*📗🍒• وذكر في كتاب تحفة المحتاج للإمام ابن حجر الهيتمي الشافعي رحمه الله تعالى :*

وَلَا تَجُوزُ خَلْوَةُ رَجُلٍ بِغَيْرِ ثِقَاتٍ وَإِنْ كَثُرْنَ،
{انظر كتاب تحفة المحتاج في شرح المنهاج وحواشي الشرواني والعبادي  للإمام أحمد بن محمد بن علي بن حجر الهيتمي الشافعي}.

Tidak boleh khalwat seorang laki-laki dengan beberapa perempuan yang  tidak bisa dipercaya, meskipun jumlahnya  banyak.
{Lihat Kitab Tuhfah al-Muhtaj, (dicetak pada hamisy Hasyiah al-Syarwani ‘ala Tuhfah al-Muhtaj) : juz 8 hal 269. Karya Imam Ibnu Hajar Al Haitsaamiy Asy Syafi'iy.   Mathba’ah Mushtafa Muhammad, Mesir}.


*📘🌹• وذكر ايضا في كتاب تحفة المحتاج للإمام ابن حجر الهيتمي الشافعي رحمه الله تعالى :*

فَإِنْ قُلْت ظَاهِرُ هَذَا أَنَّهُ لَا تَحْرُمُ خَلْوَةُ رِجَالٍ بِامْرَأَةٍ قُلْت مَمْنُوعٌ وَإِنَّمَا قَضِيَّتُهُ أَنَّ الرِّجَالَ إنْ أَحَالَتْ الْعَادَةُ تَوَاطُؤَهُمْ عَلَى وُقُوعِ فَاحِشَةٍ بِهَا بِحَضْرَتِهِمْ كَانَتْ خَلْوَةً جَائِزَةً وَإِلَّا فَلَا، ثُمَّ رَأَيْت فِي شَرْحِ مُسْلِمٍ التَّصْرِيحَ بِهِ حَيْثُ قَالَ تَحِلُّ خَلْوَةُ جَمَاعَةٍ يَبْعُدُ تَوَاطُؤُهُمْ عَلَى الْفَاحِشَةِ لِنَحْوِ صَلَاحٍ أَوْ مُرُوءَةٍ بِامْرَأَةٍ لَكِنَّهُ حَكَاهُ فِي الْمَجْمُوعِ حِكَايَةَ الْأَوْجُهِ الضَّعِيفَةِ وَرَأَيْت بَعْضَهُمْ اعْتَمَدَ الْأَوَّلَ وَقَيَّدَهُ بِمَا إذَا قُطِعَ بِانْتِفَاءِ الرِّيبَةِ مِنْ جَانِبِهِ وَجَانِبِهَا.
{انظر كتاب تحفة المحتاج في شرح المنهاج وحواشي الشرواني والعبادي للإمام أحمد بن محمد بن علي بن حجر الهيتمي الشافعي}.

Apabila kamu mengatakan :  dhahir ini sesungguhnya tidak haram khalwat beberapa orang laki-laki dengan seorang perempuan. Aku katakan : Ini dilarang. Semestinya kasusnya bahwa beberapa laki-laki apabila menurut adat kebiasaan dapat membelokkan kesepakatan  mereka untuk  melakukan perbuatan keji dengan siperempuan dengan sebab kehadiran mereka, maka khalwat itu diperbolehkan dan jika tidak seperti itu, maka tidak diperbolehkan.

Kemudian, aku pernah melihat dalam Syarah Muslim menerangkan  demikian, dimana dikatakan, apabila dihalalkannya  khalwat satu jama’ah dengan seorang perempuan dapat menjauhkan mereka dari kesepakatan  melakukan perbuatan keji dengan perempuan tersebut bisa melakukan  seumpama kebaikkan atau menjaga kehormatan wanita.

Namun al-Nawawi dalam al-Majmu’ telah menceritakan pendapat ini dalam kelompok pendapat yang dhaif. Dan aku melihat sebagian ulama menganggap mu’tamad pendapat pertama (pendapat dalam Syarah Muslim) dan batasannya  apabila dipastikan terhindar gelora syahwat dari pihak laki-laki maupun pihak perempuan.
{Lihat Kitab Tuhfah al-Muhtaj, (dicetak pada hamisy Hasyiah al-Syarwani ‘ala Tuhfah al-Muhtaj) : juz 8 hal 270. Karya Imam Ibnu Hajar Al Haitsaamiy Asy Syafi'iy.   Mathba’ah Mushtafa Muhammad, Mesir}.

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ إِسْحَاقَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ الْمُبَارَكِ أَنْبَأَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سُوقَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ خَطَبَ النَّاسَ بِالْجَابِيَةِ فَقَالَ : قَامَ فِينَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ💓 مِثْلَ مَقَامِي فِيكُمْ فَقَالَ :

*_«اسْتَوْصُوا بِأَصْحَابِي خَيْرًا ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ يَفْشُو الْكَذِبُ حَتَّى إِنَّ الرَّجُلَ لَيَبْتَدِئُ بِالشَّهَادَةِ قَبْلَ أَنْ يُسْأَلَهَا فَمَنْ أَرَادَ مِنْكُمْ بَحْبَحَةَ الْجَنَّةِ فَلْيَلْزَمْ الْجَمَاعَةَ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ مَعَ الْوَاحِدِ وَهُوَ مِنْ الِاثْنَيْنِ أَبْعَدُ لَا يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ ثَالِثُهُمَا وَمَنْ سَرَّتْهُ حَسَنَتُهُ وَسَاءَتْهُ سَيِّئَتُهُ فَهُوَ مُؤْمِنٌ»._*
{رواه احمد / مسند العشرة المبشرين بالجنة / أول مسند عمر بن الخطاب رضي الله عنه / رقم الحديث : ٣٠١٠٩}.

Telah menceritakan kepada kami : Ali Bin Ishaq. Telah memberitakan kepada kami :  Abdullah (yaitu Ibnul Mubarak).  Telah memberitakan kepada kami :  Muhammad Bin Suqah. Dari Abdullah Bin Dinar. Dari Ibnu Umar bahwa Umar Bin Al Khaththab berkhutbah di hadapan manusia di Jabiyah (suatu perkampungan di Damaskus) dan berkata;

*"Rasulullah ﷺ❤  berdiri di hadapan kami seperti aku berdiri di hadapan kalian, kemudian beliau bersabda:*

*_"Pujilah para sahabatku dengan kebaikan, kemudian kepada orang-orang setelah mereka, kemudian kepada orang-orang setelah mereka, kemudian setelah itu akan menyebar kedustaan, sehingga seorang lelaki memulai bersaksi sebelum dia ditanya, maka barangsiapa ingin mencium baunya syurga, hendaknya dia berpegang teguh kepada Jama'ah karena sesungguhnya setan beserta orang yang sendirian, sedangkan dari dua orang dia akan menjauh,_*

*janganlah salah seorang diantara kalian berduaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) karena setan adalah orang ketiganya,*

*_maka barangsiapa yang bangga dengan kebaikannya dan sedih dengan keburukannya maka dia adalah seorang yang mukmin."_*
{HR. Ahmad / Musnad Al 'Asyrah Al Mubasysyiriina Biljannati / Awwalu Musnad 'Umar bin Al Khaththab radliyyAllahu 'anhu / No. 30109}.

*3)• ✍📖 Dasar Diperbolehkannya Menjenguk Orang Sakit Yang Bukan Mahramnya.*

Namun dalam hal ini perlu diperhatikan bahwa *kebolehannya dengan syarat terhindar dari fitnah yang datang dari lawan jenis.* Jika berpotensi menimbulkan fitnah, yaitu keburukan semisal munculnya penyakit hati atau godaan syahwat maka sebaiknya dihindari mengingat banyaknya dalil yang mewanti-wanti mengenai bahaya fitnah dari lawan jenis.

Imam Bukhari rahimahullah membuat bab khusus mengenai hal ini dalam kitab shahihnya,

باب عيادة النساء للرجال” قال: وعادت أم الدرداء رجلاً من أهل المسجد من الأنصار

*a)💜• Wanita menjenguk laki-laki dan Ummu Ad-Darda’ menjenguk beberapa laki-laki ahli masjid dari kaum Anshar.*

Sebagaimana riwayat hadits yang menceritakan perihal  Sayyidatuna ‘Aisyah radliyyAllahu 'anha ketika  menjenguk Sayyidina Bilal radliyyAllahu 'anhu dan menanyakan keadaannya. Hal ini pernah terjadi di zaman Rasulullah dan diabadikan dalam riwayat hadits :

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ عَنْ مَالِكٍ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ :

*"لَمَّا قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ❤ الْمَدِينَةَ وُعِكَ أَبُو بَكْرٍ وَبِلَالٌ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا , قَالَتْ :  فَدَخَلْتُ عَلَيْهِمَا ، قُلْتُ : يَا أَبَتِ كَيْفَ تَجِدُكَ ؟ وَيَا بِلَالُ كَيْفَ تَجِدُكَ ؟  قَالَتْ : وَكَانَ أَبُو بَكْرٍ إِذَا أَخَذَتْهُ الْحُمَّى يَقُولُ :

كُلُّ امْرِئٍ مُصَبَّحٌ فِي أَهْلِهِ وَالْمَوْتُ أَدْنَى مِنْ شِرَاكِ نَعْلِهِ

وَكَانَ بِلَالٌ إِذَا أَقْلَعَتْ عَنْهُ يَقُولُ :

أَلَا لَيْتَ شِعْرِي هَلْ أَبِيتَنَّ لَيْلَةً بِوَادٍ وَحَوْلِي إِذْخِرٌ وَجَلِيلُ وَهَلْ أَرِدَنْ يَوْمًا مِيَاهَ مِجَنَّةٍ وَهَلْ تَبْدُوَنْ لِي شَامَةٌ وَطَفِيلُ ,

قَالَتْ عَائِشَةُ : فَجِئْتُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ💞 فَأَخْبَرْتُهُ فَقَالَ :

*_«اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْمَدِينَةَ كَحُبِّنَا مَكَّةَ أَوْ أَشَدَّ اللَّهُمَّ وَصَحِّحْهَا وَبَارِكْ لَنَا فِي مُدِّهَا وَصَاعِهَا وَانْقُلْ حُمَّاهَا فَاجْعَلْهَا بِالْجُحْفَةِ»._*
{رواه البخاري / ٧٥ - كتاب المرضى / باب عيادة النساء الرجال /  رقم الحديث : ٥٦٥٤}.

Telah menceritakan kepada kami : Qutaibah. Dari Malik. Dari Hisyam bin 'Urwah. Dari Ayahnya. Dari 'Aisyah, beliau  berkata;

*"Ketika Rasulullah ﷺ❤ sampai di Madinah Abu Bakar dan Bilal menderita sakit.*

*Lalu Aisyah menjenguk mereka berdua.*

*Aku bertanya; "Wahai ayahku, bagaimana keadaanmu? Dan engkau Bilal, bagaimana keadaanmu?"*

Aisyah melanjutkan; Dan setiap kali Abu Bakar menderita sakit panas, maka dia akan berkata;

"Setiap orang bertanggung jawab terhadap keluarganya dan kematian itu lebih dekat dari pada tali sandalnya."

Sedangkan jika Bilal menderita sakit demam, dia akan berkata;

"Alangkah baiknya syairku, apakah aku harus bermalam di suatu lembah sementara di sampingku terdapat orang-orang yang membanggakan lagi mulia. Apakah suatu hari mereka akan menginginkan airnya yang melimpah.

Apakah sudah tampak olehku gunung Syamah dan Thafil?"

Aisyah berkata; Kemudian aku mendatangi Rasulullah ﷺ💓  dan mengabarkan keadaan mereka kepada beliau. Lalu beliau berdo'a:

*_"ALLAHUMMA HABBIB ILAINAA ALMADINAH KAHUBBINA MAKKATA AW ASYADDA ALLAHUMMA WA SHAHHIHHA WA BAARIK LANAA FI MUDDIHA WA SHAA'IHAA WANQUL HUMMAHA FAJ'ALHA BIL JUHFAH (Ya Allah, jadikanlah kecintaan kami kepada Madinah seperti kecintaan kami kepada Mekkah atau lebih. Ya Allah, perbaikilah ia, Berkahilah kami pada takaran mudnya dan sha'nya dan pindahkanlah wabah penyakitnya ke Juhfah."_*
{HR. Bukhariy / 75 - Kitabu Al Mardla / Babu 'Iyaadati An
Nisaa'i Ar Rijaala / No. 5654}.

*🎥• قال الإمام ابن حجر العسقلاني الشافعي رحمه الله تعالى في كتابه " فتح الباري شرح صحيح البخاري ":*

وَقَدْ تَقَدَّمَ أَنَّ فِي بَعْضِ طُرُقِهِ وَذَلِكَ قَبْلَ الْحِجَابِ وَأُجِيبَ بِأَنَّ ذَلِكَ لَا يَضُرُّهُ فِيمَا تَرْجَمَ لَهُ مِنْ عِيَادَةِ الْمَرْأَةِ الرَّجُلَ فَإِنَّهُ يَجُوزُ بِشَرْطِ التَّسَتُّرِ وَالَّذِي يَجْمَعُ بَيْنَ الْأَمْرَيْنِ مَا قَبْلَ الْحِجَابِ وَمَا بَعْدَهُ الْأَمْنُ مِنَ الْفِتْنَةِ .
{انظر كتاب فتح الباري شرح صحيح البخاري / ٧٥ - كتاب المرضى / باب عيادة النساء الرجال /  رقم الحديث : ٥٦٥٤. للإمام ابن حجر العسقلاني الشافعي}.

*📡• Berkata Imam Ibnu Hajar Al 'Asqalaaniy rahimahullahu ta'åla dalam Kitabnya " Fathu Al Baariy Syarhu Shahiih Al Bukhariy ":*

Dan sesungguhnya sudah berlalu di sebagian jalan - jalannya. Dan kasus tersebut terjadi sebelum diwajibkannya hijab. Dan dijawab,  semuanya tidak akan membahayakan didalam perkara yang telah diterjemahkan baginya yakni kasus dari penjengukkan seorang wanita Kepada laki - laki, hal itu boleh selama memenuhi syarat dengan memakai  satir/penutup. *_Dan diantara dua perkara yang berkumpul adalah kasus yang terjadi sebelum diwajibkannya  hijab dan setelahnya yaitu harus aman dari fitnah."_*
{Lihat Kitab Fathu Al Baariy Syarhu Shahiih Al Bukhariy / 75 - Kitabu Al Mardla / Babu 'Iyaadati An
Nisaa'i Ar Rijaala / No. 5654. Karya Imam Ibnu Hajar Al 'Asqalaaniy Asy Syafi'iy}.


*b)💙• Demikian juga laki-laki boleh menjenguk wanita dan menanyakan keadaannya.*

Sebagaimana Rasulullah ﷺ💓  menjenguk sahabat wanita,

حَدَّثَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ الْقَوَارِيرِيُّ ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ ، حَدَّثَنَا الْحَجَّاجُ الصَّوَّافُ ، حَدَّثَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ ، حَدَّثَنَا جَابِرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ :

*أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ💓، دَخَلَ عَلَى أُمِّ السَّائِبِ أَوْ أُمِّ الْمُسَيِّبِ فَقَالَ :

*_«مَا لَكِ ؟ يَا أُمَّ السَّائِبِ أَوْ يَا أُمَّ الْمُسَيِّبِ تُزَفْزِفِينَ ؟»_*

*قَالَتْ : الْحُمَّى ، لَا بَارَكَ اللَّهُ فِيهَا ،*

فَقَالَ :

*_«لَا تَسُبِّي الْحُمَّى ، فَإِنَّهَا تُذْهِبُ خَطَايَا بَنِي آدَمَ ، كَمَا يُذْهِبُ الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ»._*
{رواه مسلم / كتاب الْبِرِّ وَالصِّلَةِ وَالْآدَابِ / بَابُ ثَوَابِ الْمُؤْمِنِ فِيمَا يُصِيبُهُ مِنْ مَرَضٍ ، أَوْ حُزْنٍ / رقم الحديث : ٤٨٠٠}.

Telah menceritakan kepadaku : 'Ubaidullah bin 'Umar Al Qawariri.  Telah menceritakan kepada kami : Yazid bin Zurai'.  Telah menceritakan kepada kami : Al Hajjaj Ash Shawwaf. Telah menceritakan kepadaku : Abu Az Zubair. Telah menceritakan kepada kami : Jabir bin 'Abdullah bahwa Rasulullah ﷺ💓  datang berkunjung ke rumah Ummu Saib atau Ummu Musayyib, maka beliau bertanya:

*_"Sakit apa kamu sampai menggigil begitu?"_*

*Jawab Ummu Saib; "Demam! Yang Allah Ta'ala tidak memberi berkah dengannya."*

Nabi ﷺ💓  bersabda:

*_"Janganlah kamu menyalahkan penyakit, karena penyakit itu dapat menghilangkan kesalahan (dosa-dosa) anak Adam, seperti halnya Kir (alat peniup atau penyala api) membersihkan karat-karat besi."_*
{HR. Muslim / Kitabu Al Birri Wa Ash Shillati Wa Al Adabi / Babu Tsawaabi Al Mu'mini Fima Yushiibuhu Min Maradli Au Huznin / No. 4800}.

*📒✒• قال الإمام ابن عبد البر المالكي (وهو أبو عمر يوسف بن عبد الله بن محمد بن عبد البر) رحمه الله تعالى في كتابه " التمهيد لما في الموطأ من المعاني والأسانيد ":*

وفيه: إباحة عيادة النساء، وإن لم يكن ذوات محرم، ومحل هذا عندي أن تكون المرأة متجالة ، وإن كانت غير متجالة فلا ، إلا أن يسأل عنها ولا ينظر إليها ،
{انظر كتاب التمهيد لما في الموطأ من المعاني والأسانيد : ج ٦ ص ١. للإمام ابن عبد البر المالكي}.

*📕🎥• Berkata Imam Ibnu Abdil Barr Al Malikiy rahimahullahu ta'åla dalam kitabnya " At Tamhiid Lima Fi Al Muwatho' Min Al Ma'aniy Wa Al Asaaniidi ":*

Didalam hadits tersebut menjelaskan akan *KEBOLEHÅNNYA* menjenguk wanita, walaupun tidak ada hubungan mahram, dan tempat ini menurutku apabila wanitanya adalah Mujahalah (wanita yang sudah tidak ada lagi gairah kepada pria), maka apabila kondisi  wanitanya bukan seperti itu, maka *HUKUMNYA TIDAK BOLEH*, kecuali hanya boleh bertanya kepadanya, dan tidak boleh melihatnya.
{Lihat At Tamhiid Lima Fi Al Muwatho' Min Al Ma'aniy Wa Al Asaaniidi : juz 6 hal 1. Karya Imam Ibnu Abdil Barr Al Malikiy}.

*📁🌹• وقال الإمام ابن عبد البر المالكي رحمه الله تعالى ايضا في كتابه " الاستذكار الجامع لمذاهب فقهاء الأمصار ":*

وفيه أي في هذا الحديث من الفقه عيادة المريض، وعيادة الرجال النساء المتجالات، وعيادة الأشراف والخلفاء المهتدين بهدي الأنبياء للفقراء، وما كان عليه رسول الله - ﷺ❤ - من التواضع في عيادة الفقراء والمساكين، وفيه الأسوة الحسنة -
ﷺ💖 -
{انظر كتاب الاستذكار : ج ٣ ص ٣٣ /  كتاب الجنائز    /  باب التكبير على الجنائز     / حديث أبي أمامة في صلاة النبي على مسكينة فكبر أربع تكبيرات / رقم  : ١١٢٧٧ و ١١٢٧٨. للإمام ابن عبد​ البر المالكي}.

*📒📡• Berkata Imam Ibnu Abdil Barr Al Malikiy rahimahullahu ta'åla dalam kitabnya " Al Istidzkaru Al Jaami'u Li Madzaahibi Fuqahaa'u Al Amshaar ":*

Didalam hadits ini menjelaskan dari masalah fikih tentang  menjenguk orang sakit, *_menjenguknnya lelaki kepada wanita sakit  yang sudah tidak bergairah lagi pada kaum pria_*, menjenguk para pembesar dan para Khalifah yang diberikan petunjuk dengan  petunjuk para  Nabi untuk orang orang miskin, dan ada atas diri Rasulullah ﷺ💘
kerendahan diri  dalam menjenguk fakir miskin.

Dan didalamnya : Menunjukkan sikap keteladanan baik Nabi ﷺ💖.
{Lihat Kitab Al Istidzkaru Al Jaami'u Li Madzaahibi Fuqahaa'u Al Amshaar : juz 3 hal 33 / Kitaabu Al Janaa'iz / Babu At Takbiiri 'Alaa Al Janaa'iz / No. 11277 dan 11278. Karya Ibnu Abdil Barr Al Malikiy}.

*📔🌺قال الإمام ابن القيم الجوزي رحمه الله تعالى :*

" وَالأَوْلَى حَمْلُ ذَلِكَ عَلَى مَنْ لا يُخَافُ مِنْهَا فِتْنَةٌ كَالْعَجُوزِ " انتهى .

*💙📌• Ibnul Qayyim Al-Jauzi Al Hanbaliy  Rahimahullah ta'åla berkata :*

“Dan lebih utama membawa maksud itu atas orang yang tidak khawatir fitnah, seperti wanita tua.”


*💝🎤• قال الدكتور الشيخ يوسف القرضاوي حفظه الله تعالى:*

لقد حث الإسلام على عيادة المريض ورتب على ذلك فضائل كثيرة، ولم تفرق النصوص الحاثة على زيارة المريض بين الرجل والمرأة ، بل وردت نصوص في السنة تؤكد على زيارة النبي ـ ﷺ💓 ـ لبعض النساء، وما دامت ضوابط التعامل بين الرجل والمرأة قائمة فلا مانع من زيارة الرجال للنساء أو العكس .

*📘📡• Berkata DR. Syaikh Yusuf Al Qardlowiy hafidzohullahu ta'åla :*

Sesungguhnya Islam sangat menganjurkan untuk menjenguk orang sakit, dan semua itu bisa  menghasilkan  keutamaan - keutamaan yang banyak.

Dan tidak berbeda teks - teks alur ceritanya tentang menjenguk orang sakit, diantara​ laki - laki dan perempuan, bahkan teks - teksnya disebutkan dalam As Sunnah yang menguatkan atas ziarahnya Nabi ﷺ💓 kepada sebagian kaum wanita.

Dan aturan pelaksanaanya sudah tetap secara kokoh  diantara laki - laki dan perempuan, *_maka tidak ada larangan dari lelaki mengunjungi wanita atau sebaliknya."_*
{Lihat Fatwa Yusuf Al Qardlowiy}.


*c)❤• Demikian  juga boleh menjenguk selain  mahram karena memandang nasab dan kedudukan yang mulia.*

Seperti kisah  Sayyidina Ibnu Abbas radliyyAllahu 'anhuma yang menjenguk Sayyidatuna ‘Aisyah radliyyAllahu 'anha ketika sakit yang mengantarkannya kepada kematian.

Dan bagaimana kisah Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina 'Umar radliyyAllahu 'anhuma membesuk Sayyidatuna Ummi Aiman radliyyAllahu 'anha, karena dulu sebelum Rasulullah wafat beliau sering mengunjunginya. Dan moment - moment ini diabadikan dalam riwayat hadits :

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عُمَرَ بْنِ سَعِيدِ بْنِ أَبِي حُسَيْنٍ قَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ أَبِي مُلَيْكَةَ قَالَ :

*اسْتَأْذَنَ ابْنُ عَبَّاسٍ قَبْلَ مَوْتِهَا عَلَى عَائِشَةَ وَهِيَ مَغْلُوبَةٌ*

*قَالَتْ أَخْشَى أَنْ يُثْنِيَ عَلَيَّ,*

*_فَقِيلَ : ابْنُ عَمِّ رَسُولِ اللَّهِ  ﷺ💓  وَمِنْ وُجُوهِ الْمُسْلِمِينَ_*,

*_قَالَتْ : ائْذَنُوا لَهُ_*,

*_فَقَالَ : كَيْفَ تَجِدِينَكِ ؟_*

*_قَالَتْ : بِخَيْرٍ إِنْ اتَّقَيْتُ_*,

*قَالَ : فَأَنْتِ بِخَيْرٍ إِنْ شَاءَ اللَّهُ زَوْجَةُ رَسُولِ اللَّهِ  ﷺ💞 وَلَمْ يَنْكِحْ بِكْرًا غَيْرَكِ وَنَزَلَ عُذْرُكِ مِنْ السَّمَاءِ*،

*وَدَخَلَ ابْنُ الزُّبَيْرِ خِلَافَهُ*,

*فَقَالَتْ : دَخَلَ ابْنُ عَبَّاسٍ فَأَثْنَى عَلَيَّ وَوَدِدْتُ أَنِّي كُنْتُ نِسْيًا مَنْسِيًّا.*

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ عَبْدِ الْمَجِيدِ حَدَّثَنَا ابْنُ عَوْنٍ عَنْ الْقَاسِمِ : أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ اسْتَأْذَنَ عَلَى عَائِشَةَ نَحْوَهُ وَلَمْ يَذْكُرْ : نِسْيًا مَنْسِيًّا.
{رواه البخاري / ٦٥ - كتاب تفسير القرآن / باب {ولولا إذ سمعتموه قلتم ما يكون لنا أن نتكلم بهذا سبحانك هذا بهتان عظيم} [النور: ١٦] / رقم الحديث : ٤٧٥٣}.

Telah menceritakan kepada kami : Muhammad bin Al Mutsanna.  Telah menceritakan kepada kami : Yahya. Dari 'Umar bin Sa'id bin Abu Hushain berkata; Telah  menceritakan kepadaku : Ibnu Abu Mulaikah, dia berkata;

*Sebelum wafat Aisyah, [Ibnu 'Abbas] meminta izin untuk menemuinya yang pada waktu itu Aisyah dalam keadan sangat lemah.*

*Aisyah berkata; Aku takut ia akan memujiku.*

*_Lalu di katakan kepadanya : ia adalah putra paman Rasulullah ﷺ💓  dan pembesar kaum muslimin._*

*_Maka Aisyah pun berkata; izinkanlah ia masuk._*

*_Setelah masuk Ibnu Abbas berkata; bagaimana keadaamu?_*

*_Aisyah menjawab; saya dalam keadaan baik-baik jika saya bertakwa._*

*Ibnu Abbas berkata; sebagai istri Rasulullah  ﷺ💘 Insya Allah engkau dalam akan selalu dalam keadaan baik, beliau tidak menikahi seorang perawan selain engkau. Dan dari langit Allah telah membebaskanmu dari tuduhan keji.*

*Ketika Ibnu Abbas pulang, Ibnu Jubair masuk.*

*Lalu Aisyah berkata; Barusan Ibnu Abbas masuk, dan ia telah memujiku. Aku ingin sekali bisa melupakannya (pujiannya).*

Telah menceritakan kepada kami : Muhammad bin Al Mutsanna.  Telah menceritakan kepada kami : 'Abdul Wahhab bin 'Abdul Majid.  Telah menceritakan kepada kami : Ibnu 'Aun. Dari Al Qasim bahwa [Ibnu 'Abbas radliyyAllahu 'anhuma] meminta izin untuk menemui Aisyah -dengan Hadits yang serupa- namun dia tidak menyebutkan kalimat;

*Aku ingin sekali bisa melupakannya.'*
{HR. Bukhariy / 65 - Kitab Tafsir Al Qur'an / Bab {QS. An Nuur : 16} / No. 4753}.


*d)💝• Hadits Senada Laki Laki Menjenguk Wanita Karena Rasulullah Sering  Menjenguknya.*

حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْخَلَّالُ قَالَ: حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَاصِمٍ قَالَ: حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ الْمُغِيرَةِ، عَنْ ثَابِتٍ، عَنْ أَنَسٍ، قَالَ:

*قَالَ أَبُو بَكْرٍ بَعْدَ وَفَاةِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ💓  لِعُمَرَ: انْطَلِقْ بِنَا إِلَى أُمِّ أَيْمَنَ نَزُورُهَا، كَمَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ💝 يَزُورُهَا،*

قَالَ: فَلَمَّا انْتَهَيْنَا إِلَيْهَا بَكَتْ،

فَقَالَا لَهَا: مَا يُبْكِيكِ؟ فَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ لِرَسُولِهِ،

قَالَتْ: «إِنِّي لَأَعْلَمُ أَنَّ مَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ لِرَسُولِهِ، وَلَكِنْ أَبْكِي لِأَنَّ الْوَحْيَ قَدِ انْقَطَعَ مِنَ السَّمَاءِ»

قَالَ: فَهَيَّجَتْهُمَا عَلَى الْبُكَاءِ، فَجَعَلَا يَبْكِيَانِ مَعَهَا.
{رواه مسلم / ٦ - كتاب الجنائز / ٦٥ -  باب ذكر وفاته صلى الله عليه وسلم / رقم الحديث : ١٦٣٥}.

Telah menceritakan kepada kami : Zuhair bin Harb.  Telah mengabarkan kepadaku : 'Amru bin 'Ashim Al Kilabi. Telah menceritakan kepada kami : Sulaiman bin Al Mughirah. Dari Tsabit. Dari Anas, beliau berkata;

*Tidak lama setelah Rasulullah ﷺ💝  wafat, Abu Bakar berkata kepada Umar; 'Ikutlah dengan kami menuju ke rumah Ummu Aiman untuk mengunjunginya sebagaimana Rasulullah ﷺ💝  selalu mengunjunginya.*

Dan ketika kami telah sampai di tempatnya, Ummu Aiman pun menangis. berduaan​

Lalu mereka  berkata kepadanya; Kenapa kau menangisi beliau, bukankah apa yang ada di sisi Allah itu lebih baik bagi RasulNya ﷺ💜? Ia menjawab: Bukanlah aku

menangis karena aku tidak tahu bahwa apa yang ada di sisi Allah itu lebih baik bagi RasulNya, akan tetapi aku menangis karena dengan wafatnya beliau berarti wahyu dari langit telah terputus.

Ummu Aiman pun membuat mereka berdua bersedih dan akhirnya mereka berduapun menangis bersamanya.
{HR. Muslim / 6 - Kitaabu Al Janaa'iz / 65 - Babu Dzikri Wafaatihi ﷺ💝 / No. 1625}.


*J)• 📕✍ Mempersingkat Waktu Kunjungan.*

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ ﷺ💖 قَالَ :

*_«أَطْعِمُوا الْجَائِعَ وَعُودُوا الْمَرِيضَ وَفُكُّوا الْعَانِيَ»._*

قَالَ سُفْيَانُ : وَالْعَانِي :  الْأَسِيرُ.
{رواه البخاري / كتاب الأطعمة / بَابُ وَقَوْلِ اللَّهِ تَعَالَى: {كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ} /  رقم الحديث : ٥٠٨١}

Telah menceritakan kepada kami : Muhammad bin Katsir. Telah mengabarkan kepada kami : Sufyan. Dari Manshur. Dari Abu Wa`il. Dari Abu Musa Al Asy'ari radliyyAllahu 'anhu. Dari Nabi ﷺ💜, beliau bersabda:

*_"Berilah makan kepada orang yang kelaparan, jenguklah orang sakit dan bebaskanlah Al 'Ani."_*

Sufyan berkata; "Al 'Ani adalah Al Asir (tawanan)."
{HR. Bukhariy / Kitabu Al Ath'immah / Babu Qaulihi Ta'åla (Kulluu Min Thayyibaati Ma Rozaqnaakum) / No. 5081}.

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ ، حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ ، عَنْ مَنْصُورٍ ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ ، عَنْ أَبِي مُوسَى الأَشْعَرِيِّ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ❤ :

*_«أَطْعِمُوا الجَائِعَ ، وَعُودُوا المَرِيضَ ، وَفُكُّوا العَانِيَ»._*
{رواه البخاري / كتاب المرضى / باب وجوب عيادة المريض / رقم الحديث : ٥٣٤٩}.

Telah menceritakan kepada kami : Qutaibah bin Sa'id. Telah menceritakan kepada kami : Abu 'Awanah. Dari Manshur. Dari Abi Waa'il. Dari Abi Musa Al Asy'ari, beliau berkata : Rasulullah ﷺ💕  beliau bersabda:

*_"Berilah makan kepada orang yang kelaparan, jenguklah orang sakit dan bebaskanlah Al 'Ani."_*
{HR. Bukhariy / Kitabu Al Mardlo / Babu Wujuubi 'Iyaadati Al Maridli / No. 5349}.

*📗❤• جاء في كتاب التمهيد لما في الموطأ من المعاني والأساند للإمام ابن عبد ابن عبد البر المالكي رحمه الله تعالى :*

وقال

الْأَثْرَمُ حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ قَالَ حَدَّثَنَا مِنْدَلُ بْنُ عَلِيٍّ عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي خَالِدٍ عَنِ الشَّعْبِيِّ قَالَ :

*_"عِيَادَةُ حَمْقَى الْقُرَى أَشَدُّ عَلَى أَهْلِ الْمَرِيضِ مِنْ مَرَضِ صَاحِبِهِمْ يَجِيئُونَ فِي غَيْرِ حِينِ عِيَادَةٍ وَيُطِيلُونَ الْجُلُوسَ"._*

 أَحْمَدُ بْنُ عُمَرَ قَالَ :  حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُطَيْسٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ السَّجْزِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ عَنْ مَعْمَرٍ عَنِ ابْنِ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ :

*_"أَفْضَلُ الْعِيَادَةِ أَخَفُّهَا"_*

وَقَالَ ابْنُ وَضَّاحٍ فِي تَفْسِيرِ الْحَدِيثِ :

*_"أَفْضَلُ الْعِيَادَةِ أَخَفُّهَا قَالَ هُوَ أَنْ لَا يُطَوِّلَ الرَّجُلُ فِي الْقُعُودِ إِذَا عَادَ الْمَرِيضَ."_*
{انظر كتاب التمهيد لما في الموطأ من المعاني والأسانيد / باب الياء    /  باب بلاغات مالك ومرسلاته    /  الحديث الثالث والعشرون إذا عاد الرجل المريض خاض الرحمة حتى إذا قعد عنده. للامام ابن عبد البر المالكي}.

*📒💙• Tertulis dalam kitab At Tamhiid Lima Fi Al Muwatho' Min Al Ma'aniy Wa Al Asaaniidi karya Imam Ibnu Abdil Barr Al Malikiy rahimahullahu ta'åla :*

Dan berkata Al Asram : Telah menceritakan kepada kami : Abu Al Walid, Ian berkata : Telah menceritakan kepada kami : Mindal bin 'Aliy. Dari Isma'il bin Khalid. Dari Asy-Sya’bi, ia  mengatakan :

*_‘Kunjungan orang dungu lebih berat dirasakan oleh keluarga si sakit daripada sakitnya salah seorang angota keluarga mereka. Yaitu, orang yang datang menjenguk pada waktu yang ti