Bismillahirrohmaanirrohiim

Tampilkan postingan dengan label MEMPERBANYAK DZIKIR SAMPAI DIKATAKAN GILA/PAMER. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MEMPERBANYAK DZIKIR SAMPAI DIKATAKAN GILA/PAMER. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 November 2020

*🌴😀• أَكْثِرُوا ذِكْرَ اللهِ حَتَّى يَقُولُوا: مَجْنُونٌ | ʍɛʍքɛʀɮǟռʏǟᏦ ɖʐɨᏦɨʀ ֆǟʍքǟɨ ɖɨǟռɢɢǟք ʍǟʝռʊռ / ɢɨʟǟ*

 


(edisi november tahun 2020 m pandemi covid - 19, banyak orang stress/gila bukan karena banyak berdzikir atau ingat tuhannya tapi karena panik dengan adanya pandemi)


حَدَّثَنَا حَسَنٌ ، حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ ، حَدَّثَنَا دَرَّاجٌ ، عَنْ أَبِي الْهَيْثَمِ ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ –ﷺ💞–، أَنَّهُ قَالَ :  

*_«أَكْثِرُوا ذِكْرَ اللَّهِ ، حَتَّى يَقُولُوا مَجْنُونٌ»_*
[رواه  أحمد ابن حنبل / مُسْنَدُ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ / رقم الحديث : ١١٥٠١].

Hasan telah  menuturkan kepada kami. Ibnu Lahi’ah telah menuturkan kepada kami. Darraj telah menuturkan kepada kami. Dari Abul Haitsam. Dari Abu Sa’id. Dari Rasulullah –ﷺ💞– bahwa sesungguhnya beliau pernah bersabda:

*_“Perbanyaklah dzikrullah sampai orang-orang mengatakan anda gila”._*
[HR. Ahmad / Musnad Abi Sa'id Al Khudriy RadliyyAllahu 'Anhu / No. 11501].


*📓✍️• Hadits Yang Senada :*

حَدَثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الشَّافِعِيُّ، بِبَغْدَادَ، ثنا أَبُو إِسْمَاعِيلَ مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ، ثنا سَعِيدُ بْنُ كَثِيرٍ، وَأَصْبَغُ بْنُ الْفَرَجِ، وَأَخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ أَيُّوبَ، أَنْبَأَ أَحْمَدُ بْنُ عِيسَى، وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ صَالِحٍ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ، ثنا أَبُو الطَّاهِرِ، قَالُوا: ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ، قَالَ: وَأَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ، أَنَّ دَرَّاجًا أَبَا السَّمْحِ حَدَّثَهُ، عَنْ أَبِي الْهَيْثَمِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ –ﷺ💞– قَالَ:

*_«أَكْثِرُوا ذِكْرَ اللَّهِ حَتَّى يَقُولُوا مَجْنُونٌ»_*

I
هَذِهِ صَحِيفَةٌ لِلْمِصْرِيِّينَ صَحِيحَةُ الْإِسْنَادِ، وَأَبُو الْهَيْثَمِ سُلَيْمَانُ بْنُ عُتْبَةَ الْعُتْوَارِيُّ مِنْ ثِقَاتِ أَهْلِ مِصْرَ "
{رواه الحاكم في المستدرك : ج ٢ ص ١٧٣ /  كتاب الدعاء والتكبير والتهليل والتسبيح والذكر    / ١٧١ - أكثروا ذكر الله حتى يقولوا مجنون / رقم الحديث : ١٨٨٢}.

Abu Bakar bin 'Abdillah Asy Syafi'iy telah menuturkan kepada kami dibaghdad. Abu Isma'il Muhammad bin Isma'il telah menuturkan kepada kami. Sa'id bin Katsir dan Ashbagh bin Al Faraj telah menuturkan kepada kami. 'Abdullah bin Musa telah mengabarkan kepadaku. Muhammad bin Ayyub telah menuturkan kepada kami. Ahmad bin 'Isa telah menceritakan. Dan Muhammad bin Shalih telah menuturkan kepada kami. Muhammad bin Isma'il telah menuturkan kepada kami. Abu Ath Thahir telah menuturkan kepada kami. Mereka mengatakan : 'Abdullah bin Wahb telah menuturkan kepada kami, ia berkata : 'Amr bin Al Harits telah mengabarkan kepadaku : bahwasannya Darrajan Aba Samhi telah menuturkan kepadanya. Dari Abi Al Haitsam. Dari Abi Sa'id Al Khudriy RadliyyAllahu 'Anhu : bahwasannya Rasulullah –ﷺ💞– pernah bersabda :

*_"Kalian perbanyaklah dzikir kepada Allah sampai orang-orang mengatakan kalian  gila”._*

Ini adalah shahifah/lembar/jurnal milik orang - orang Mesir SHAHIH ISNADNYA,
Abu Al Haitsam Sulaiman bin 'Utsbah Al 'Utswariy adalah termasuk orang yang tsiqot/dapat dipercaya dari ahli/warga Mesir.
[HR. Hakim Dalam Kitabnya Al Mustadrak 'Ala Ash Shahihain Juz 2 hal 173 / Kitabu Ad Du'a Wa At Takbir Wa At Tahlil Wa At Tasbih Wa Adz Dzikr / 171 - أَكْثِرُوا ذِكْرَ اللَّهِ حَتَّى يَقُولُوا مَجْنُونٌ / No. 1882].


*📓🌴• Hadits Yang Senada :*

Ibnu Hibban dalam Shahih-nya (817), Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman (523),

أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْهَمْدَانِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو الطَّاهِرِ، قَالَ: حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ، أَنَّ أَبَا السَّمْحِ حَدَّثَهُ، عَنْ أَبِي الْهَيْثَمِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ  –ﷺ💞–، قَالَ:

*_«أَكْثِرُوا ذِكْرَ اللَّهِ حَتَّى يَقُولُوا: مَجْنُونٌ»_*

ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ الْمُدَاوَمَةَ لِلْمَرْءِ عَلَى ذِكْرِ اللَّهِ مِنْ أَحَبِّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ جَلَّ وَعَلَا
[رواه ابن حبان في صحيحه / كتاب الرقائق / ٨ - باب الأذكار / ذِكْرُ اسْتِحْبَابِ الِاسْتِهْتَارِ لِلْمَرْءِ بِذِكْرِ رَبِّهِ جَلَّ وَعَلَا / رقم الحديث : ٨١٧].

Telah mengabarkan kepada kami : 'Umar bin Muhammad Al Hamdaniy, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami : Abu Thahir, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami : Ibnu Wahb. Telah mengabarkan kepada kami : 'Amr bin Al Harits : Bahwa sesungguhnya Aba As Samhi telah mengabarkan kepadanya. Dari Al Haitsam. Dari Abi Sa'id Al Khudriy : Bahwasannya Rasulullah –ﷺ💞–، pernah bersabda :

*_"Kalian perbanyaklah dzikir kepada Allah sampai orang-orang mengatakan kalian gila”._*

Ibnu Hibban berkata : Pernyataan yang menyebutkan bahwa mudawamah/melanggengkan dzikir kepada Allah bagi seseorang adalah salah satu dari sekian banyak amal yang paling dicintai oleh Allah Yang Maha Esa dan Diagungkan.
[HR. Ibnu Hibban Dalam Shahihnya / Kitabu Ar Raqaiqi / 8 - Babu Al Adzkari / Dzikru Istihbabi Al Istihtari Lilmar'i Bidzikri Rabbihi Jalla Wa 'Ala / No. 817].



أَخْبَرَنَا أَبُو عَبْدِ اللهِ الْحَافِظُ، حدثنا أَبُو بَكْرٍ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ الشَّافِعِيُّ، حدثنا أَبُو إِسْمَاعِيلَ مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ، حدثنا سَعِيدُ بْنُ كَثِيرُ، وَأَصْبَغُ بْنُ الْفَرَجِ قَالَا: أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ، أَنَّ دَرَّاجًا أَبَا السَّمْحِ حَدَّثَهُ، عَنْ أَبِي الْهَيْثَمِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ –ﷺ💞–، قَالَ:

*_" أَكْثِرُوا ذِكْرَ اللهِ حَتَّى يَقُولُوا مَجْنُونٌ "_*
[رواه البيهقي في شعب الإيمان / محبة الله عز وجل / فصل في إدامة ذكر الله عز وجل / رقم الحديث : ٥٢٣].

Telah mengabarkan kepada kami : Abu 'Abdillah Al Hafidz. Telah menceritakan kepada kami : Abu Bakar Muhammad bin 'Abdillah Asy Syafi'iy. Telah menceritakan kepada kami : Abu Isma'il Muhammad bin Isma'il. Telah menceritakan kepada kami : Sa'id bin Katsir dan Ashbagh bin Al Faraj , keduanya berkata : Telah mengabarkan kepada kami : Ibnu Wahb. Telah mengabarkan kepadaku : 'Amr bin Al Harits : Sesungguhnya  Darraj Aba As Samhi , telah menceritakan kepadanya. Dari Al Haitsam. Dari Abi Sa’id Al Khudriy bahwa sesungguhnya  Rasulullah–ﷺ💞–، pernah bersabda:

*_“Kalian perbanyaklah berdzikr kepada Allah sampai orang-orang (munafik)  mengatakan kalian gila“._*
[HR. Baihaqiy Dalam Syu'bu Al Iman / Mahabbatullaahi 'Azza Wa Jalla / Fashlun : Fi Idamati Dzikrillaahi 'Azza Wa Jalla / No. 523].



*🌴📓• Yang dimaksud dengan ORANG-ORANG DI SINI ADALAH ORANG-ORANG MUNAFIK dan yang sama dengan mereka yaitu orang-roang yang terkalahkan oleh kelalaian, orang-orang yang tenggelam dalam kenikmatan dunia, orang-orang yang meninggalkan akherat di belakang pungungnya dan orang-oorang yang asyik dalam kefasikan baik sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.


*💾✍️• Maksud dari MAJNUN adalah janganlah kalian tengok cacian mereka yang timbul dari hati mereka yang sakit, karena agungnya faedah dzikir. Karena dengan dzikir hati menjadi terang, dada menjadi lapang dan terpenuhi dengan kesenangan dan kebahagiaan.

Kemuliaan dzikir mengikuti kemuliaan yang di-dzikiri, kemuliaan ilmu mengikuti kemuliaan yang di-ilmui dan kemuliaan sesuatu karena adanya butuh terhadap sesuatu tersebut, sedangkan kebutuhan ruh terhadap sesuatu tidak ada yang lebih agung daripada berdzikir kepada penciptanya dan merasa gembira dengannya. Hal ini sesuai dengan penjelasan beberapa kitab karya para ulama , diantaranya :


*📓🌴• Tersebut Dalam Kitab Faidlul Qoodir Syarhu Al Jami'u Ash Shaghir karya Imam Al Munawiy rahimahullAhu ta'ala :*

(أَكْثِرُوا ذِكْرَ اللَّهِ حَتَّى يَقُولُوا) يَعْنِي الْمُنَافِقِينَ وَمَنْ أُلْحِقَ بِهِمْ فَمَنِ اسْتَوْلَتْ عَلَيْهِمُ الْغَفَلَاتُ وَاسْتَغْرَقَ فِي اللَّذَّاتِ وَتَرَكَ الْآخِرَةَ وَرَاءَ ظَهْرِهِ وَانْهَمَكَ فِي فِسْقِهِ فِي سِرِّهِ وَجَهْرِهِ وَإِنَّ مُكْثِرَ الذِّكْرِ (مَجْنُونٌ) وَفِي رِوَايَةٍ: لِعَبْدِ بْنِ حُمَيْدٍ حَتَّى يُقَالَ إِنَّهُ مَجْنُونٌ أَيْ لَا تَلْتَفِتُوا لِعَذَلِهِمُ النَّاشِئِ عَنْ مَرَضِ قُلُوبِهِمْ لِعِظَمِ فَائِدَةِ الذِّكْرِ إِذْ بِهِ يَسْتَنِيرُ الْقَلْبُ وَيَتَّسِعُ الصَّدْرُ وَيَمْتَلِئُ فَرَحًا وَسُرُورًا وَشَرَفُ الذِّكْرِ تَابِعٌ لِشَرَفِ الْمَذْكُورِ وَشَرَفُ الْعِلْمِ تَابِعٌ لِشَرَفِ الْمَعْلُومِ وَشَرَفُ الشَّيْءِ بِسَبَبِ الْحَاجَةِ إِلَيْهِ وَلَيْسَتْ حَاجَةُ الْأَرْوَاحِ بِشَيْءٍ أَعْظَمَ مِنْ ذِكْرِ بَارِئِهَا وَالِابْتِهَاجِ بِهِ .
[انظر كتاب فيض القدير شرح الجامع الصغير : ج ٢ ص ٨٤ / حرف الهمزة / رقم : ١٣٩٧ / للإمام زين الدين محمد المدعو بعبد الرؤوف بن تاج العارفين بن علي بن زين العابدين الحدادي ثم المناوي القاهري (المتوفى: ١٠٣١ هـ) / الناشر: المكتبة التجارية الكبرى - مصر الطبعة: الأولى، ١٣٥٦ هـ].

((Perbanyak mengingat Allah sampai mereka/orang munafik berkata)):

Berarti orang-orang munafik dan orang-orang yang disamakan dengan mereka, kemudian  orang-orang yang terkalahkan oleh kelalaian, orang-orang yang tenggelam dalam kenikmatan dunia, orang-orang yang meninggalkan akhirat di belakang pungungnya dan orang-orang yang asyik dalam kefasikan baik sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.

Dan sesungguhnya orang yang memperbanyak dzikir  itu dianggap ((gila)) dalam sebuah riwayat milik Abdul bin Hamid diriwayatkan : BAHKAN DIKATAKAN GILA artinya Jangan kalian berpaling karena celaan mereka yang muncul dari sakitnya hati mereka, karena  besarnya manfaat/faidah dzikir sehingga dengan dzikir hati dapat tercerahkan dan dada menjadi terlapangkan, dan  dipenuhi dengan kegembiraan dan kesenangan dan kehormatan/kemuliaan dzikir  mengikuti kehormatan yang di-sebut , dan  kehormatan/kemuliaan ilmu mengikuti kehormatan yang di-ilmui dan kemuliaan sesuatu karena adanya kebutuhan terhadap sesuatu tersebut, sedangkan kebutuhan ruh terhadap sesuatu tidak ada yang lebih agung daripada berdzikir kepada penciptanya dan merasa gembira dengannya.
[Lihat Kitab Faidlu Al Qadir Syarhu Al Jami'u Ash Shaghir : juz 2 hal 84 / Harfu Al Hamzati / No. 1397 / Karya Imam Al Munawiy / Al Maktabah At Tijariyyah Al Kubro - Mesir , Cet. Pertama , Th. 1356 H].



*📓🌴• Tersebut Dalam Kitab Tafsir Al Qur'an Al 'Adzim karya Imam Ibnu Katsir rahimahullAhu ta'ala :*

 قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا سُرَيج، حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ قَالَ: أَنَّ دَرّاجا أَبَا السَّمْحِ حَدَّثَهُ، عَنْ أَبِي الْهَيْثَمِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ؛ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

*_"أَكْثِرُوا ذِكْرَ اللَّهِ حَتَّى يَقُولُوا: مَجْنُونٌ."_*


قَالَ الطَّبَرَانِيُّ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَحْمَدَ، حَدَّثَنَا عُقْبَةُ بْنُ مُكرم العَمِّي، حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ سُفْيَانَ الجَحْدَرِي، حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ أَبِي جَعْفَرٍ، عَنْ عُقْبَةَ بْنِ أَبِي ثُبَيت الرَّاسِبِيِّ، عَنِ أَبِي الْجَوْزَاءِ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا [حَتَّى] يقول الْمُنَافِقُونَ: تُرَاءُونَ."


قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ مَوْلَى بَنِي هَاشِمٍ، حَدَّثَنَا شَدَّادٌ أَبُو طَلْحَةَ الرَّاسِبِيُّ، سَمِعْتُ أَبَا الْوَازِعِ جَابِرَ بْنَ عَمْرٍو يُحَدِّثُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "مَا مِنْ قَوْمٍ جَلَسُوا مَجْلِسًا لَمْ يَذْكُرُوا اللَّهَ فِيهِ، إِلَّا رَأَوْهُ حَسْرَةً يَوْمِ الْقِيَامَةِ."

وَقَالَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَلْحَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا فِي قَوْلِهِ تَعَالَى: اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْراً كَثِيراً إن الله تعالى لَمْ يَفْرِضْ عَلَى عِبَادِهِ فَرِيضَةً إِلَّا جَعَلَ لَهَا حَدًّا مَعْلُومًا، ثُمَّ عَذَرَ أَهْلَهَا فِي حال العذر غير الذكر، فإن الله تعالى لَمْ يَجْعَلْ لَهُ حَدًّا يَنْتَهِي إِلَيْهِ، وَلَمْ يَعْذُرْ أَحَدًا فِي تَرْكِهِ إِلَّا مَغْلُوبًا عَلَى تَرْكِهِ، فَقَالَ: فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِياماً وَقُعُوداً وَعَلى جُنُوبِكُمْ [النِّسَاءِ: 103] بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ، وفي السفر والحضر، والغنى والفقر، والسقم والصحة، والسر والعلانية، وعلى كل حال.
[انظر كتاب تفسير القرآن العظيم (ابن كثير) : ج ٦ ص ٤٣٢ /  سورة الأحزاب / [سورة الأحزاب (٠٣٣) : الآيات ٤١ إلى ٤٤] / للإمام أبو الفداء إسماعيل بن عمر بن كثير القرشي البصري ثم الدمشقي (المتوفى: ٧٧٤ هـ) / الناشر: دار الكتب العلمية، منشورات محمد علي بيضون - بيروت الطبعة: الأولى - ١٤١٩ هـ].

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Syuraij, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, dari Amr ibnul Haris yang menceritakan bahwa Darij alias Abus Samah pernah menceritakan hadis berikut dari Abul Haisam, dari Abu Sa’id Al-Khudri radliyyAllahu 'anhu  yang mengatakan bahwa Rasulullah –ﷺ💞– pernah bersabda:

 *_"Berzikirlah menyebut nama Allah sebanyak-banyaknya hingga mereka mengatakan bahwa (kalian) tergila-gila."_*

Imam Tabaraniy mengatakan : telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Ahmad, telah menceritakan kepada kami Uqbah ibnu Makram yang tuna netra, telah menceritakan kepada kami Sa'id ibnu Safin Al-Juhdari, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Abu Ja'far, dari Uqbah ibnu Abu Syabib Ar-Rasi, dari Abul Jauza, dari Ibnu Abbas radliyyAllahu 'anhuma  yang menceritakan bahwa Rasulullah –ﷺ💞– pernah bersabda:

*_"Berzikirlah kepada Allah dengan sebenar-benarnya hingga orang-orang munafik mengatakan bahwa sesungguhnya kalian pamer."_*

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id maula Bani Hasyim, telah menceritakan kepada kami Syaddad Abu Talhah Ar-Rasi; ia pernah mendengar Abul Wazi' alias Jabir ibnu Amr menceritakan hadis berikut dari Abdullah ibnu Amr radliyyAllahu 'anhu yang mengatakan bahwa Rasulullah –ﷺ💞– pernah bersabda:

*_"Tidak sekali-kali suatu kaum duduk di suatu majelis tanpa berzikir menyebut nama Allah padanya, melainkan mereka akan menyaksikan majelis itu menjadi penyesalan kelak di hari kiamat."_*

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas radliyyAllahu 'anhuma  sehubungan dengan makna firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala :

*berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.* (QS. Al-Ahzab: 033/ 41)

Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak sekali-kali menetapkan suatu kefarduan (kewajiban) atas hamba-hamba-Nya, melainkan menjadikan baginya batasan yang telah dimaklumi, kemudian pelakunya dimaafkan jika sedang uzur, terkecuali zikir. Karena sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak pernah menjadikan baginya batasan yang mengakhirinya, tidak pernah pula memaafkan seseorang yang meninggalkannya, melainkan orang tersebut berada dalam keadaan yang terkalahkan karena meninggalkannya. Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah berfirman:

*ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk, dan di waktu berbaring.* (QS. An-Nisa: 004/ 103)

Yakni di malam hari dan di siang hari, di daratan maupun di lautan, dalam perjalanan maupun di tempat tinggal, dalam keadaan kaya maupun miskin, dalam keadaan sakit maupun sehat, sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, dan dalam semua keadaan.
***********
[Lihat Kitab Tafsir Al Qur'an Al 'Adzim (Ibnu Katsir) : juz 6 hal 432 / Surah Al Ahzab / (Surah Al Ahzab : 034 Ayat 41 - 44) / Karya Imam Ibnu Katsir Asy Syafi'iy / Dar Al Kutub Al Ilmiyyah - Beirut , Cet. Pertama , Th. 1419 H].


*💾✍️• Tersebut Dalam kitab As Siraju Al Munir Syarhu Al Jami'u Ash Shaghir karya Syaikh Al 'Aziziy hafidzhullahu ta'ala :*

(اكثروا ذكر الله حتى يقولوا) أي المنافقون (مجنون) أي مكثر الذكر مجنون فلا تلتفوا لقولهم الناشيء عن مرض قلوبهم وفيه ندب إدامة الذكر فإن عيي لسانه ذكر بقلبه [(حم) أحمد في المسند.  (ع) أبي يعلى.  (حب) ابن حبان.   (ك) الحاكم فإن كان في المستدرك أطلق ، وإلا بَيّنَ. (هب) البيهقي في شعب الإيمان)] عن أبي سعيد الخدري. قال المناوي : وصححه الحاكم واقتصر ابن حجر على تحسينه

• (اكثروا ذكر الله تعالى حتى يقول المنافقون أنكم مراؤن) قال المناوي : وفي رواية تراؤن أي إلى أن يقولوا أن إكثاركم الذكر إنما هو رياء وسمعة يعني اكثروا ذكره ولا تدعوه وأن رموكم بذلك [(ص) سعيد بن منصور.  (حم ) أحمد في المسند - في كتاب الزهد  (هب) البيهقي في شعب الإيمان - عن أبي الجوزاء بفتح الجيم (مرسلاً) واسمه أوس بن عبد الله تابعي
[انظر كتاب السراج المنير شرح الجامع الصغير في حديث البشير النذير  : ج ١ ص ٢٨١ / حرف الهمزة / للشيخ الشيخ علي بن الشيخ أحمد بن الشيخ نور الدين بن محمد بن الشيخ إبراهيم الشهير بالعزيزي].

((Perbanyaklah berdzikr/mengingat Allah sampai mereka berkata) yaitu, orang munafik ((gila)) artinya orang yang memperbanyak dzikir adalah gila,  maka jangan kalian terus  berpaling karena celaan mereka yang muncul dari sakitnya hati mereka, didalamnya terdapat KESUNNAHAN MELANGGENGKAN DZIKIR , ketika lisannya gagap/terbata - bata, maka berdzikirlah dengan hatinya.
[HR. Ahmad Dalam Al Musnad. Abu Ya'la. Ibnu Hibban. Hakim Dalam Al Mustadrak. Dan Baihaqiy Dalam Syu'abu Al Iman. Dari Abi Sa'id Al Khudriy. Al Munawiy berkata : Al Hakim MENSHAHIHKANNYA Dan Ibnu Hajar Meringkas Dengan MENGHASANKANNYA].

• ((Perbanyaklah dzikir kepada Allah Yang Maha Esa sehingga orang munafik mengatakan bahwa kalian termasuk orang-orang yang  pamer)) Al-Munawiy  mengatakan dalam sebuah riwayat : Taraun narasi artinya sampai orang-orang munafik mengatakan :  bahwa sesungguhnya dalam kalian memperbanyak dzikir ada unsur riya'/pamer dan sum'ah/pingin dipuji, yaitu sampai mereka mengatakan bahwa peningkatan dzikir kepada Allah hanya kemunafikan dan reputasi, artinya tetap kalian tingkatkanlah dzikir kepada Tuhan dan jangan sekali-kali meninggalkannya sekalipun mereka (orang-orang munafik) menuduh kalian seperti itu. [HR. Sa'id Bin Manshur Dan Ahmad Dalam Musnadnya Dalam Kitabu Az Zuhdi] - [Baihaqiy Dalam Syu'abu Al Iman] - Dari Abi Al Jauzaa', [Secara Mursal/terdapat seorang rawi dari golongan sahabat yang gugur atau terputus langsung diriwayatkan oleh tabiin dari Nabi–ﷺ💞–]. Nama Tabiin tersebut adalah Aus Bin Abdullah At Tabi'iy.
[Lihat Kitab As Siraju Al Muniru Syarhu Al Jami'u Ash Shaghir : juz 1 hal 281 / Harfu Al Hamzah / Karya Syaikh Al 'Aziziy].


*💾✍️• Tersebut Dalam Kitab At Taisir Syarhu Al Jami'u Ash Shaghir Karya Imam Al Munawiy rahimahullAhu ta'ala :*

(أَكْثرُوا ذكر الله حَتَّى يَقُولُوا) يَعْنِي الْمُنَافِقين إِن مكثر الذّكر (مَجْنُون) فَلَا تلتفتوا لقَولهم النَّاشِئ عَن مرض قُلُوبهم لعظم فَائِدَة ذكر الله وَرَأس الذّكر لَا إِلَه إِلَّا الله كَمَا فِي الْأَذْكَار وَفِيه ندب إدامة الذّكر فَإِن عيي لِسَانه ذكر بِقَلْبِه وَمَا وَقع لبَعْضهِم من تخبط عقله  واضطراب جِسْمه فِي الْخلْوَة فَهُوَ من عدم الْإِخْلَاص أما مَعَ الصدْق وَالْإِخْلَاص فَلَا يكون ذَلِك لِأَنَّهُ فِي حمايتهما (حم ع حب ك هَب عَن أبي سعيد) الْخُدْرِيّ صَححهُ الْحَاكِم وَاقْتصر ابْن حجر على تحسينه.

(أَكْثرُوا ذكر الله حَتَّى يَقُول المُنَافِقُونَ أَنكُمْ مراؤن) وَفِي رِوَايَة تراؤن أَي إِلَى أَن يَقُولُوا أَن إكْثَاركُمْ لذكره إِنَّمَا هُوَ رِيَاء وَسُمْعَة لَا إخلاص يَعْنِي أَكْثرُوا ذكره وَلَا تَدعُوهُ وَإِن رموكم بذلك (ص حم فِي) كتاب (الزّهْد) الْكَبِير (هَب عَن أبي الجوزاء) بِفَتْح الْجِيم (مُرْسلا) واسْمه أَوْس بن عبد الله الربعِي تَابِعِيّ كَبِير
[انظر كتاب التيسير بشرح الجامع الصغير : ج ١ ص ٢٠١ / حرف الهمزة / للإمام زين الدين محمد المدعو بعبد الرؤوف بن تاج العارفين بن علي بن زين العابدين الحدادي ثم المناوي القاهري (المتوفى: ١٠٣١ هـ) / الناشر: مكتبة الإمام الشافعي - الرياض الطبعة: الثالثة، ١٤٠٨ هـ = ١٩٨٨ مـ].

((Perbanyaklah dzikir kepada Allah sampai mereka (orang munafik) berkata)): artinya sesungguhnya orang yang memperbanyak dzikir adalah ((gila)) dan janganlah kalian berpaling sebab perkataan mereka yang muncul dari sakutnya hati mereka, dan karena agungnya faidah manfaat berdzikir kepada Allah,   dan penghulu daripada  dzikir adalah lafadz : LAA ILAAHA ILLALLAAH | Tiada  Tuhan yang wajib disembah selain Allah, seperti dalam disebutkan dalam "Kitab Al Adzkar".  Dan didalamnya terdapat KESUNNAHAN MELANGGENGKAN DZIKIR, ketika lidahnya  berkata terbata - bata maka berdzikirlah di dalam hatinya dan sesuatu yang menimpa pada sebagian mereka dari mengalahkan akalnya dan kebimbangan  yang terjadi pada sebagian Tubuhnya dalam berkhulwat/menyepi, dikarenakan  kurangnya keikhlasan, akan tetapi jika dibarengi dengan kejujuran dan keikhlasan maka hal tersebut tidak akan terjadi, karena hal tersebut dalam perlindungan keduanya. (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, Abi Ya'la, Hakim, dan Baihaqiy Dari Abi Sa'id Al Khudriy), DISHAHIHKAN oleh Al Hakim dan Ibnu Hajar meringkas dalam MENGHASANKANNYA.

((Perbanyaklah dzikir kepada Allah sampai orang munafik mengucapkan : kalian orang-orang yang pamer)) dalam sebuah riwayat dikatakan :  Taraaun artinya hingga  supaya mereka  mengatakan bahwa perlakuan kalian berdzikir banyak kepadaNya sesungguhnya ada unsur riya'/pamer dan sum'ah/mencari reputasi/ingin dilihat, tidak ada keikhlasannya sama sekali. Yakni tetap perbanyaklah dzikir kepada Allah dan jangan sekali-kali meninggalkannya walaupun mereka menuduhnya begitu.  (HR. Ahmad) Dalam Kitab (Az Zuhdi) Al Kabir (Baihaqiy. Dari Abi Al Jauzaa'). Dan namanya adalah Aus bin Abdullah al-Ruba'i, At Tabi'iy yang agung.
 [Lihat Kitab At Taisir Syarhu Al Jami'u Ash Shaghir : juz 1 hal 201 / Harfu Al Hamzah / Karya Imam Al Munawiy / Maktabah Al Imam Asy Syafi'iy - Riyadl , Cet. Ketiga , Th. 1408 H = 1988 M].


*💾🌴• Imam Nawawiy Asy Syafi'iy rahimahullAhu ta'ala  dalam kitabnya Al-Azkar menyebutkan bahwa keutamaan dzikir sangat banyak, di antaranya ORANG YANG BANYAK BERZIKIR LEBIH UTAMA DARIPADA ORANG YANG BERPERANG DI JALAN ALLAH. Sebagaimana penjelasan riwayat hadits :*

وَرُوِّينا فيه عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه، أن رسول الله –ﷺ💞– سئل: أيّ العبادة أفضل درجة عند الله تعالى يَوْمَ القِيامَةِ؟ قال: "الذَّاكِرُونَ اللَّهَ كَثِيراً" قُلْتُ: يَا رَسُول الله! ومِن الغازي في سبيل الله عزّ وجلّ؟ قال: "لَوْ ضَرَبَ بِسَيْفِهِ في الكُفَّارِ والمُشْرِكِينَ حتَّى يَنْكَسِرَ سيفه، ويختصب دماً، لكان الذَّاكرون الله أفضل درجة منه".
[انظر كتاب الأذكار : ص ١٥٥ / باب أذكار اليوم والليلة / باب مختصر في أحرف مما جاء في فضل الذكر غير مقيد بوقت / للإمام أبو زكريا محيي الدين يحيى بن شرف النووي (المتوفى: ٦٧٦ هـ) / الناشر: الجفان والجابي - دار ابن حزم للطباعة والنشر الطبعة: الطبعة الأولى ١٤٢٥ هـ = ٢٠٠٤ مـ].

Dan kami  mengetengahkan sebuah riwayat di dalam kitab Sunan Tirmidzi dan Musnad Ahmad disebutkan sebuah hadits melalui Abu Sa’id al-Khudriy radliyyAllahu 'anhu :

Bahwa Rasulullah –ﷺ💞– pernah ditanya :  “Ibadah apakah yang lebih utama derajat (pahala)nya di sisi Allah pada hari kiamat?”

Nabi –ﷺ💞– bersabda :  

*_“Orang-orang yang banyak berzikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.”_*

AKu bertanya, “Wahai Rasulullah, juga lebih utama dari orang yang berperang di jalan Allah?”

Nabi menjawab :  

*_“Seandainya ia memukulkan pedangnya di dalam pasukan kaum kafir dan kaum musyrik hingga pedangnya patah dan berlumuran darah, niscaya orang-orang yang berzikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala  masih lebih utama darinya.”_* (HR. Tirmizi, Ahmad & Hakim)
[Lihat Kitab Al Adzkar : hal 155 / Babu Adzkari Al Yaumi Wa Al Lailati / Babu Mukhtasharin Fi Ahrufin Mimma Ja'a Fi Fadhli Adz Dzikri Ghairi Muqayyadin Biwaqtin / Karya Imam Nawawiy Asy Syafi'iy / Al Jafan Wa Al Jabiy - Dar Ibnu Hazm , Cet. Pertama , Th. 1425 H = 2004 M].


*💾🌴• Hadits Senada Mengenai Keutamaan Dzikir Kepada Allah Lebih Baik Dibandingkan Berinfak Emas Dan Perak Sebagaimana Riwayat Di Dalam Kitab Sunan Tirmidzi Dan Sunan Ibnu Majah :*

حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ حُرَيْثٍ حَدَّثَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَعِيدٍ هُوَ ابْنُ أَبِي هِنْدٍ عَنْ زِيَادٍ مَوْلَى ابْنِ عَيَّاشٍ عَنْ أَبِي بَحْرِيَّةَ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ –ﷺ💞– :

*_«أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ وَأَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيكِكُمْ وَأَرْفَعِهَا فِي دَرَجَاتِكُمْ وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ إِنْفَاقِ الذَّهَبِ وَالْوَرِقِ وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ أَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوا أَعْنَاقَهُمْ وَيَضْرِبُوا أَعْنَاقَكُمْ»_*

قَالُوا : بَلَى . قَالَ :

*_«ذِكْرُ اللَّهِ تَعَالَى »_*

قَالَ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ مَا شَيْءٌ أَنْجَى مِنْ عَذَابِ اللَّهِ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَقَدْ رَوَى بَعْضُهُمْ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَعِيدٍ مِثْلَ هَذَا بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَرَوَى بَعْضُهُمْ عَنْهُ فَأَرْسَلَهُ
[رواه الترمذي /  أبواب الدعوات / باب منه / حديث رقم : ٣٤٥١، واللفظ له. وابن ماجة].

Telah menceritakan kepada kami : Al Husain bin Huraits. Telah menceritakan kepada kami : Al Fadhl bin Musa. Dari Abdullah bin Sa'id (yaitu Ibnu Abu Hindun). Dari Ziyad (mantan budak Ibnu 'Ayyasy). Dari Abu Bahriyyah. Dari Abu Ad Darda` radliyyAllahu 'anhu, beliau berkata; Nabi –ﷺ💞– pernah  bersabda:

*_"Maukah aku beritahukan kepada kalian mengenai amalan kalian yang terbaik, dan yang paling suci di sisi Raja (Allah) kalian, paling tinggi derajatnya, serta lebih baik bagi kalian daripada menginfakkan emas dan perak, serta lebih baik bagi kalian daripada bertemu dengan musuh kemudian kalian memenggel leher mereka dan mereka memenggal leher kalian?"_*

Mereka berkata; ya. Beliau berkata:

*_"Berdzikir kepada Allah ta'ala."_*

Mu'adz bin Jabal radliallahu 'anhu berkata; tidak ada sesuatu yang lebih dapat menyelamatkan dari adzab Allah daripada dzikir kepada Allah. Sebagian ulama telah meriwayatkan hadits ini dari Abdullah bin Sa'id seperti ini dengan sanad ini dan sebagian yang lain meriwayatkan dari Mu'adz dan memursalkan hadits tersebut.
[HR. Tirmidz / Abwabu Ad Da'awaati / Babu Minhu / No. 3451. Dan
Ibnu Majah. Dan Imam Hakim di dalam kitab al-Mustadrak ‘Ala Shahihain-nya mengatakan bahwa SANAD HADITS INI BERPREDIKAT SHAHIH].


*📒🌴• Pada zaman dahulu di mana Islam dimusuhi saja Nabi Muhammad mengatakan derajat orang yang berzikir lebih mulia daripada orang yang berperang, maka bagaimana dengan sekarang dimana umat Islam mampu menjalankan tuntutan agama dengan bebas dan aman. Tentu berzikir masih lebih mulia dari pada perang yang mengatasnamakan jihad, yang definisi jihadnya saja berbeda dengan jihad yang dilaksanakan Rasulullah.


*📓✍️• قال الإمام ابن القيم الحنبلي رحمه الله تعالى  في كتابه " الوابل الصيّب من الكلم الطيٌب " :*

ففيه الأمر بالذكر بالكثرة والشدة لشدة حاجة العبد إليه وعدم استغنائه عنه طرفة عين، فأي لحظة خلا فيها العبد عن ذكر الله عز وجل كانت عليه لا له وكان خسرانه فيها أعظم مما ربح في  غفلته عن الله.

وقال بعض العارفين: لو أقبل عبد على الله تعالى كذا وكذا سنة ثم أعرض عنه لحظة لكان ما فاته أعظم مما حصله.
[انظر كتاب الوابل الصيب من الكلم الطيب : ص ٨٩ / ذكر الله وفوائده / للإمام محمد بن أبي بكر بن أيوب بن سعد شمس الدين ابن قيم الجوزية الحنبلي (المتوفى: ٧٥١ هـ) / الناشر: دار الحديث - القاهرة رقم الطبعة: الثالثة، ١٩٩٩ مـ].

Di dalam fitmanNya : Perintah berdzikir dengan memperbanyaknya dan bersungguh-sungguh disebabkan karena mendesaknya kebutuhan seorang hamba akan dzikir tersebut dan tanpa tidak membutuhkan darinya sekejap matapun, lalu untuk setiap kesempatan apapun di dalamnya seorang hamba kosong dari dzikrullah -Azza wa Jalla-, maka hal itu akan menjadi petaka baginya, bukan kebahagiaan baginya. Penyesalannya akan lebih besar dibandingkan sesuatu yang ia dapatkan di saat ia lalai dari Allah".  

Dan berkata sebagian orang-orang yang ma'rifat kepada Allah :  Jika seorang hamba datang kepada Tuhan Yang Maha Kuasa selama begini dan begini selama  setahun dan kemudian berpaling dariNya sejenak, maka niscaya apa yang dia lewatkan akan lebih besar dari apa yang dia telah miliki.
[Lihat Kitab Al Wabil Ash Shayyib Min Al Kalimi Ath Thayyib : hal 89 / Dzikrullahi Wa Fawaiduhu / Karya Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyyah Al Hanbaliy / Dar Al Hadits - Kairo , Cet. Ketiga , Th. 1999 M].
 


*📒🎙️• Didalam Kitabnya Yang Lain Kitab " Jalaau Al Afham "  Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyyah Al Hanbaliy rahimahullAhu ta'ala berkata :*

وَالْمَقْصُود أَن دوَام الذّكر لما كَانَ سَببا لدوام الْمحبَّة وَكَانَ الله سُبْحَانَهُ أَحَق بِكَمَال الْحبّ والعبودية والتعظيم والإجلال كَانَ كَثْرَة ذكره من أَنْفَع مَا للْعَبد وَكَانَ عدوه حَقًا هُوَ الصَّاد لَهُ عَن ذكر ربه وعبوديته وَلِهَذَا أَمر الله سُبْحَانَهُ بِكَثْرَة ذكره فِي الْقُرْآن وَجعله سَببا للفلاح.

فَقَالَ تَعَالَى {وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيراً لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ} (سورة الْجُمُعَة :  ٠٦٢/ ١٠).

وَقَالَ تَعَالَى {يَا أَيهَا الَّذين آمنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرا} (سورة الأحزاب ٠٣٣/ ٤١).

وَقَالَ تَعَالَى {والذاكرين الله كثيرا وَالذَّاكِرَات} (سورة الْأَحْزَاب : ٠٣٣/ ٣٥).  انتهى.
[انظر كتاب " جلاء الأفهام : ص ٤٤٥ /  الفصل العاشر في الفوائد والثمرات الحاصلة بالصلاة عليه صلى الله عليه وسلم / للإمام محمد بن أبي بكر بن أيوب بن سعد شمس الدين ابن قيم الجوزية الحنبلي (المتوفى: ٧٥١ هـ) /  الناشر: دار العروبة - الكويت الطبعة: الثانية، ١٤٠٧ هـ = ١٩٨٧ مـ].

Yang dimaksud bahwa sesungguhnya selalu mengingat Allah Ta’ala adalah merupakan sebab terus- menerusnya munculnya kecintaan kepada Allah Ta’ala, Dan Allah lah yg paling berhak dicintai, disembah, diagungkan dan dimuliakan dengan kecintaan yang sempurna,

✏Dan banyak mengingat Allah Ta’ala merupakan perkara yang paling bermanfaat bagi seorang hamba, Dan musuh- Nya berhak menjauhkan dari berdzikir dan beribadah kepada Rabnya,

✏Maka oleh sebab itu Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan didalam Alquran agar banyak berdzikir mengingat-Nya, Dan menjadikannya sebab kemenangan.

Maka Allah Ta'ala telah berfirman: ... dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (QS. Al Jum'ah : 062/ 10)

Dan Allah Ta'ala berfirman : Hai orang-orang yang beriman berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.
(QS. Al Ahzab : 033/ 41).

Dan Allah Ta'ala berfirman : ... laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah,... (QS. Al Ahzab : 033/ 35).
[Lihat Kitab Jalaa'u Al Afham : hal 445 / Al Fashlu Al 'Asyiru Fi Al Fawaidi Wa Ats Tsamarati Al Hashilati Bishshalati 'Alaihi ShallAllahu 'Alaihi Wa Sallama / Karya Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyyah Al Hanbaliy / Dar Al Ma'rifah - Kuwait , Cet. Kedua , Th. 1407 H = 1987 M].


*📓✍️• Al-Imam Ibnu Qoyyim Al-Jawziyyah Al Hanbaliy -rahimahullahu ta'ala- dalam kitabnya ":Zaadu Al Ma'ad Fi Hadyi Khairi Al Ibadi " berkata :*

وَكَرِهَ –ﷺ💞– لِأَهْلِ الْمَجْلِسِ أَنْ يُخْلُوا مَجْلِسَهُمْ مِنْ ذِكْرِ اللّهِ عَزّ وَجَلّ.
[انظر كتاب زاد المعاد في هدي خير العباد : ج ٢ ص ٤٢٦ /  أنواع أخرى من الأذكار / الذكر عند نهيق الحمار والذكر في المجلس / للإمام  محمد بن أبي بكر بن أيوب بن سعد شمس الدين ابن قيم الجوزية (المتوفى: ٧٥١ هـ) / الناشر: مؤسسة الرسالة، بيروت - مكتبة المنار الإسلامية، الكويت الطبعة: السابعة والعشرون , ١٤١٥ هـ = ١٩٩٤ مـ].

"Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- membenci bagi orang-orang di majelis bila mereka mengosongkan majelisnya dari dzikir kepada Allah -Azza wa Jalla-".
[Lihat Zaadul Ma'ad fi Hadyi Khoiril Ibaad : juz 2 hal 426 / Anwa'u Ukhra Min Al Adzkari / Adz Dzikru Idzaa Nahiqi Al Himari Wa Adz Dzikru Fi Al Majlisi / Karya Imam  Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah Al Hanbaliy / Mu'assasah Ar-Risalah - Beirut, Maktabah Al Manar Al Islamiyyah -  Kuwait , Cet. 27, Th. 1415 H = 1994 M].


*💾🌴• Di sebutan dalam riwayat yang lain, tentang kerugian dihari qiyamat karena tidak adanya dzikirullah dalam suatu majlis/perkumpulan :*

 حَدَّثَنَا حَامِدُ بْنُ يَحْيَى ، حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ ، عَنِ ابْنِ عَجْلَانَ ، عَنِ الْمَقْبُرِيِّ ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ –ﷺ💞–:

*_«مَنْ اضْطَجَعَ مَضْجَعًا لَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ تَعَالَى فِيهِ إِلَّا كَانَ عَلَيْهِ تِرَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، وَمَنْ قَعَدَ مَقْعَدًا لَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فِيهِ إِلَّا كَانَ عَلَيْهِ تِرَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ »_*
[رواه ابو داود / كِتَاب الْأَدَبِ / أَبْوَابُ النَّوْمِ / حديث رقم : ٤٤٦٤].

Telah menceritakan kepada kami : Hamid bin Yahya, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami : Abu Ahsim. Dari Ibnu Ajlan. Dari Al Maqburi. Dari Abu Hurairah, beliau berkata, "Rasulullah –ﷺ💞– pernah bersabda:

*_"Barangsiapa berbaring dan tidak berdzikir kepada Allah, maka pada hari kiamat baginya tidak ada sesuatu kecuali kerugian. Dan barangsiapa duduk dan tidak berdzikir kepada Allah, maka pada hari kiamat baginya tidak ada sesuatu kecuali kerugian."_*
[HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya / Kitabu Al Adabi / Abwabu An Naumi / No. 4464. Dan An-Nasa'iy dalam Sunan-nya (403-404). Hadits ini dinilai hasan oleh Al-Albaniy Tokoh Wahhabiy dalam Ash-Shohihah (78)].


Disebutkan di dalam hadits ini bahwa orang yang tidak berdzikir dalam majelis, ia akan mendapatkan (تِرَةً).

Dijelaskan oleh para ulama hadits dan bahasa bahwa makna kata (تِرَةً) ada dua: (1) kekurangan (نَقْصٌ) dan (2) pertanggungjawaban (تَبِعَةٌ). (3) Ada juga yang menafsirkannya dengan "neraka" atau "siksaan". [Lihat Taajul Arus min Jawahir Al-Qomus : juz 14 hal 238 /  Oleh Murtadho Az-Zubaidiy, cet. Dar Al-Hidayah - Tnp. Tahun]

Ini mengisyaratkan kepada bahwa berdzikir dan bersholawat kepada Rasulullah –ﷺ💞– di dalam suatu majelis yang kita hadiri adalah hukumnya wajib.


*📓✍️• Al-Imam Abu Ibrahim Al-Amir Ash-Shon'aniy -rahimahullah ta'ala- dalam kitabnya " Subulu As Salam Syarhu Bulughu Al Maram "  berkata :*

وَالْحَدِيثُ دَلِيلٌ عَلَى وُجُوبِ الذِّكْرِ وَالصَّلَاةِ عَلَى النَّبِيِّ –ﷺ💞– فِي الْمَجْلِسِ سِيَّمَا مَعَ تَفْسِيرِ التِّرَةِ بِالنَّارِ أَوْ الْعَذَابِ فَقَدْ فُسِّرَتْ بِهِمَا فَإِنَّ التَّعْذِيبَ لَا يَكُونُ إلَّا لِتَرْكِ وَاجِبٍ أَوْ فِعْلِ مَحْظُورٍ، وَظَاهِرُهُ أَنَّ الْوَاجِبَ هُوَ الذِّكْرُ وَالصَّلَاةُ عَلَيْهِ - –ﷺ💞– مَعًا
[انظر كتاب سبل السلام شرح بلوغ المرام : ج ٢ ص ٧٠١ / باب الذكر والدعاء / معنى الصلاة على النبي / رقم الحديث : ١٤٥١ / للإمام محمد بن إسماعيل بن صلاح بن محمد الحسني، الكحلاني ثم الصنعاني، أبو إبراهيم، عز الدين، المعروف كأسلافه بالأمير (المتوفى: ١١٨٢ هـ) / الناشر: دار الحديث - بدون السنة].

"Hadits ini adalah dalil tentang wajibnya berdzikir dan bersholawat kepada Nabi –ﷺ💞– di dalam majelis. Apalagi kata (تِرَةً) ditafsirkan dengan neraka atau siksaan. Sungguh kata tersebut telah ditafsirkan dengan keduanya. Karena, penyiksaan tidak terjadi, kecuali karena meninggalkan perkara wajib atau mengerjakan perkara yang terlarang. Lahiriah hadits ini bahwa yang wajib adalah berdzikir dan bersholawat kepada beliau –ﷺ💞– sekaligus".
[Lihat Kitab Subulu  As-Salam Syarhu Bulughu Al Maram : juz 2 hal 701 / Babu Adz Dzikri Wa Ad Du'a / Ma'na Ash Shalati 'Ala An Nabiy / No. 1451 / Karya Imam  Ash-Shon'aniy / Dar Al Hadits - Tnp. Tahun].


*📒🌴• Syaikh Ubaidullah Al-Mubarokfuriy -rahimahullahu ta'ala- mengomentari hadits " kerugian dihari qiyamat ", ia  berkata:*

أي : ندامة يوم القيامة بسبب تفريطهم في ذكر الله في ذلك المجلس وذلك لما يظهر لهم في موقف الحساب من أجور العامرين لمجالسهم بذكر الله تعالى، فيتحسرون على كل لحظة من أعمارهم لم يذكروا الله فيها.
((مرعاة المفاتيح شرح مشكاة المصابيح : ج ٧ ص ٤٠٧ /  (٩) كتاب الدعوات / (١) باب ذكر الله عز وجل والتقرب إليه / {الفصل الثاني} / للشيخ أبو الحسن عبيد الله بن محمد عبد السلام بن خان محمد بن أمان الله بن حسام الدين الرحماني المباركفوري (المتوفى: ١٤١٤ هـ) / الناشر: إدارة البحوث العلمية والدعوة والإفتاء - الجامعة السلفية - بنارس الهند الطبعة: الثالثة - ١٤٠٤ هـ = ١٩٨٤ مـ].

"Maksudnya, penyesalan pada hari kimat, akibat keteledoran mereka dalam berdzikir kepada Allah di majelis itu. Penyesalan itu akan terjadi saat tampaknya bagi mereka pahala orang-orang yang meramaikan majelis mereka dengan dzikir kepada Allah -Ta'ala-. Akhirnya, mereka menyesali setiap kesempatan dari umur mereka, yang mereka tidak berdzikir di dalamnya".
[Lihat Mir'aah Al-Mafaatih Syarhu Misykat Al Mashabih : juz 7 hal 701 / (9) Kitabu Ad Da'awati / (1) Babu Dzikrillahi 'Azza Wa Jalla Wa At Taqqarrubi Ilaihi / Al Fashlu Ats Tsaniy / Karya Abu Al Hasan 'Ubaidillah Al Mubarakfuriy Al Hindiy / Idarah Al Buhuts Al Ilmiyyah Wa Ad Da'awaati Wa Al Iftaa - Al Jami'ah As Salafiyyah - Naras India , Cet. Ketiga , Th. 1404 H = 1984 M].



جمعها ورتبها " طالب العلم " عبد الحكيم الجاوي

Senin wage MTsN 1 Magelang

٩ نوفمبير ٢٠٢٠ مـ
٢٣ ربيع الأول/مولد ١٤٤٢ هـ
ـ


PALING DIMINATI

Kategori

SHALAT (8) HADITS (5) WANITA (5) ADAB DAN HADITS (3) FIQIH HADIST (3) WASHIYYAT DAN FAWAID (3) 5 PERKARA SEBELUM 5 PERKARA (2) AQIDAH DAN HADITS (2) CINTA (2) PERAWATAN JENAZAH BAG VII (2) SIRAH DAN HADITS (2) TAUSHIYYAH DAN FAIDAH (2) TAWAJUHAT NURUL HARAMAIN (2) (BERBHAKTI (1) 11 BAYI YANG BISA BICARA (1) 12 BINATANG YANG MASUK SURGA (1) 25 NAMA ARAB (1) 7 KILOGRAM UNTUK RAME RAME (1) ADAB DAN AKHLAQ BAGI GURU DAN MURID (1) ADAB DAN HADITS (SURGA DIBAWAH TELAPAK KAKI BAPAK DAN IBU) (1) ADAT JAWA SISA ORANG ISLAM ADALAH OBAT (1) AIR KENCING DAN MUNTAHAN ANAK KECIL ANTARA NAJIS DAN TIDAKNYA ANTARA CUKUP DIPERCIKKI AIR ATAU DICUCI (1) AJARAN SUFI SUNNI (1) AKIBAT SU'UDZON PADA GURU (1) AL QUR'AN (1) AMALAN KHUSUS JUMAT TERAKHIR BULAN ROJAB DAN HUKUM BERBICARA DZIKIR SAAT KHUTBAH (1) AMALAN NISFHU SYA'BAN HISTORY (1) AMALAN SUNNAH DAN FADHILAH AMAL DIBULAN MUHARRAM (1) AMALAN TANPA BIAYA DAN VISA SETARA HAJI DAN UMRAH (1) APAKAH HALAL DAN SAH HEWAN YANG DISEMBELIH ULANG? (1) AQIDAH (1) ASAL MULA KAUM KHAWARIJ (MUNAFIQ) DAN CIRI CIRINYA (1) ASAL USUL KALAM YANG DISANGKA HADITS NABI (1) AYAT PAMUNGKAS (1) BAGAIMANAPUN BENTUKNYA VAGINA RASANYA TUNGGAL (1) BAHASA ALAM AKHIRAT (1) BELAJAR DAKWAH YANG BIJAK MELALUI BINATANG (1) BERITA HOAX SEJARAH DAN AKIBATNYA (1) BERSENGGAMA ITU SEHAT (1) BERSIKAP LEMAH LEMBUT KEPADA SIAPA SAJA KETIKA BERDAKWAH (1) BIRRUL WALIDAIN PAHALA DAN MANFAATNYA (1) BOLEH SHALAT SUNNAH SETELAH WITIR (1) BOLEHNYA MENDEKTE IMAM DAN MEMBAWA MUSHAF DALAM SHALAT (1) BOLEHNYA MENGGABUNG DUA SURAT SEKALIGUS (1) BOLEHNYA PATUNGAN DAN MEWAKILKAN PENYEMBELIHAN KEPADA KAFIR DZIMMI ATAU KAFIR KITABI (1) BULAN ROJAB DAN KEUTAMAANNYA (1) DAGING KURBAN AQIQAH UNTUK KAFIR NON MUSLIM (1) DAN FAKHR (1) DAN YANG BERHUBUNGAN DENGANNYA) (1) DARIMANA SEHARUSNYA UPAH JAGAL DAN BOLEHKAH MENJUAL DAGING KURBAN (1) DASAR PERAYAAN MAULID NABI (1) DEFINISI TINGKATAN DAN PERAWATAN SYUHADA' (1) DO'A MUSTAJAB (1) DO'A TIDAK MUSTAJAB (1) DOA ASMAUL HUSNA PAHALA DAN FAIDAHNYA (1) DOA DIDALAM SHALAT DAN SHALAT DENGAN SELAIN BAHASA ARAB (1) DOA KHUSUS (1) DOA ORANG MUSLIM DAN KAFIR YANG DIDZALIMI MUSTAJAB (1) DOA SHALAT DLUHA MA'TSUR (1) DONGO JOWO MUSTAJAB (1) DSB) (1) DURHAKA (1) FADHILAH RAMADHAN DAN DOA LAILATUL QADAR (1) FAIDAH MINUM SUSU DIAWWAL TAHUN BARU HIJRIYYAH (1) FENOMENA QURBAN/AQIQAH SUSULAN BAGI ORANG LAIN DAN ORANG MATI (1) FIKIH SHALAT DENGAN PENGHALANG (1) FIQIH MADZAHIB (1) FIQIH MADZAHIB HUKUM MEMAKAN SERANGGA (1) FIQIH MADZAHIB HUKUM MEMAKAN TERNAK YANG DIBERI MAKAN NAJIS (1) FIQIH QURBAN SUNNI (1) FUNGSI ZAKAT FITRAH DAN CARA IJAB QABULNYA (1) GAHARU (1) GAYA BERDZIKIRNYA KAUM CERDAS KAUM SUPER ELIT PAPAN ATAS (1) HADITS DAN ATSAR BANYAK BICARA (1) HADITS DLO'IF LEBIH UTAMA DIBANDINGKAN DENGAN PENDAPAT ULAMA DAN QIYAS (1) HALAL BI HALAL (1) HUKUM BERBUKA PUASA SUNNAH KETIKA MENGHADIRI UNDANGAN MAKAN (1) HUKUM BERKURBAN DENGAN HEWAN YANG CACAT (1) HUKUM BERSENGGAMA DIMALAM HARI RAYA (1) HUKUM DAN HIKMAH MENGACUNGKAN JARI TELUNJUK KETIKA TASYAHUD (1) HUKUM FAQIR MISKIN BERSEDEKAH (1) HUKUM MEMASAK DAN MENELAN IKAN HIDUP HIDUP (1) HUKUM MEMELIHARA MENJUALBELIKAN DAN MEMBUNUH ANJING (1) HUKUM MEMUKUL DAN MEMBAYAR ONGKOS UNTUK PENDIDIKAN ANAK (1) HUKUM MENCIUM MENGHIAS DAN MENGHARUMKAN MUSHAF AL QUR'AN (1) HUKUM MENGGABUNG NIAT QODLO' ROMADLAN DENGAN NIAT PUASA SUNNAH (1) HUKUM MENINGGALKAN PUASA RAMADLAN MENURUT 4 MADZHAB (1) HUKUM MENYINGKAT SHALAWAT (1) HUKUM PUASA SYA'BAN (NISHFU SYA'BAN (1) HUKUM PUASA SYAWWAL DAN HAL HAL YANG BERHUBUNGAN DENGANNYA (1) HUKUM PUASA TARWIYYAH DAN 'ARAFAH BESERTA KEUTAMAAN - KEUTAMAANNYA (1) HUKUM SHALAT IED DIMASJID DAN DIMUSHALLA (1) HUKUM SHALAT JUM'AT BERTEPATAN DENGAN SHALAT IED (1) IBADAH JIMA' (BERSETUBUH) DAN MANFAAT MANFATNYA (1) IBADAH TERTINGGI PARA PERINDU ALLAH (1) IBRANI (1) IMAM YANG CERDAS YANG FAHAM MEMAHAMI POSISINYA (1) INDONESIA (1) INGAT SETELAH SALAM MENINGGALKAN 1 ATAU 2 RAKAAT APA YANG HARUS DILAKUKAN? (1) INOVASI BID'AH OLEH ULAMA' YANG DITUDUH MEMBID'AH BID'AHKAN (1) ISLAM (1) JANGAN GAMPANG MELAKNAT (1) JUMAT DIGANDAKAN 70 KALI BERKAH (1) KAIFA TUSHLLI (XX) - (1) KAIFA TUSHOLLI (III) - MENEPUK MENARIK MENGGESER DALAM SHALAT SETELAH TAKBIRATUL IHRAM (1) KAIFA TUSHOLLI (XV) - SOLUSI KETIKA LUPA DALAM SHALAT JAMAAH FARDU JUM'AH SENDIRIAN MASBUQ KETINGGALAN (1) KAIFA TUSHOLLI (I) - SAHKAH TAKBIRATUL IHROM DENGAN JEDA ANTARA KIMAH ALLAH DAN AKBAR (1) KAIFA TUSHOLLI (II) - MENEMUKAN SATU RAKAAT ATAU KURANG TERHITUNG MENEMUKAN SHALAT ADA' DAN SHALAT JUM'AT (1) KAIFA TUSHOLLI (IV) - SOLUSI KETIKA LUPA MELAKUKAN SUNNAH AB'ADH DAN SAHWI BAGI IMAM MA'MUM MUNFARID DAN MA'MUM MASBUQ (1) KAIFA TUSHOLLI (IX) - BASMALAH TERMASUK FATIHAH SHALAT TIDAK SAH TANPA MEMBACANYA (1) KAIFA TUSHOLLI (V) - (1) KAIFA TUSHOLLI (VI) - TAKBIR DALAM SHALAT (1) KAIFA TUSHOLLI (VII) - MENARUH TANGAN BERSEDEKAP MELEPASKANNYA ATAU BERKACAK PINGGANG SETELAH TAKBIR (1) KAIFA TUSHOLLI (VIII) - BACAAN FATIHAH DALAM SHOLAT (1) KAIFA TUSHOLLI (XI) - LOGAT BACAAN AMIN SELESAI FATIHAH (1) KAIFA TUSHOLLI (XII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XIV) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XIX) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XVI) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XVII) - BACAAN TASBIH BAGI IMAM MA'MUM DAN MUNFARID KETIKA RUKU' (1) KAIFA TUSHOLLI (XVIII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XX1V) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXI) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXIII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXIX) - BACAAN SALAM SETELAH TASYAHUD MENURUT PENDAPAT ULAMA' MADZHAB MENGUSAP DAHI ATAU WAJAH DAN BERSALAM SALAMAN SETELAH SHALAT DIANTARA PRO DAN KONTRA (1) KAIFA TUSHOLLI (XXV) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXVI) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXVII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXVIII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXX) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXXI) - DZIKIR JAHRI (KERAS) MENURUT ULAMA' MADZHAB (1) KAIFA TUSHOLLI (XXXII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (x) - (1) KAJIAN TINGKEPAN NGAPATI MITONI KEHAMILAN (1) KEBERSIHAN DERAJAT TINGGI DALAM SHALAT (1) KEMATIAN ULAMA' DAN AKIBATNYA (1) KEPADA ORANGTUA (1) KESUNNAHAN TABKHIR EMBAKAR DUPA (1) KESUNNAHAN TAHNIK/NYETAKKI ANAK KECIL (1) KETIKA HAJAT TERCAPAI SEMBELIHLAH SYAHWAT DAN MENDEKATLAH KEPADA ALLAH (1) KETIKA ORANG ALIM SAMA DENGAN ANJING (1) KEUTAMAAN ILMU DAN ADAB (1) KEWAJIBAN SABAR DAN SYUKUR BERSAMAAN (1) KHUTBAH JUM'AT DAN YANG BERHUBUNGAN (1) KIFARAT SUAMI YANG MENYERUBUHI ISTRI DISIANG BULAN RAMADHAN (1) KISAH INSPIRATIF AHLU BAIT (SAYYIDINA IBNU ABBAS) DAN ULAMA' BESAR (SAYYIDINA ZAID BIN TSABIT) (1) KISAH PEMABUK PINTAR YANG MEMBUAT SYAIKH ABDUL QADIR AL JAILANIY MENANGIS (1) KRETERIA UCAPAN SUNNAH MENJAWAB KIRIMAN SALAM (1) KUFUR AKIBAT MENCELA NASAB KETURUNAN (1) KULLUHU MIN SYA'BAN (1) KURBAN DAN AQIQAH UNTUK MAYYIT (1) LARANGAN MENYINGKAT SHALAWAT NABI (1) LEBIH UTAMA MANA GURU DAN ORANGTUA (1) MA'MUM BOLEH MEMBENARKAN BACAAN IMAM DAN WAJIB MEMBENARKAN BACAAN FATIHAHNYA (1) MA'MUM MEMBACA FATIHAH APA HUKUMNYA DAN KAPAN WAKTUNYA? (1) MACAM DIALEK AAMIIN SETELAH FATIHAH (1) MACAM MACAM NIAT ZAKAT FITRAH (1) MAKAN MINUM MEMBUNUH BINATANG BERBISA MEMAKAI PAKAIAN BERGAMBAR DAN MENJAWAB PANGGILAN ORANGTUA DALAM SHALAT (1) MALAIKAT SETAN JIN DAPAT DILIHAT SETELAH MENJELMA SELAIN ASLINYA (1) MELAFADZKAN NIAT NAWAITU ASHUMU NAWAITU USHALLI (1) MELEPAS TALI POCONG DAN MENEMPELKAN PIPI KANAN MAYYIT KETANAH (1) MEMBAYAR FIDYAH BAGI ORANG ORANG YANG TIDAK MAMPU BERPUASA (1) MEMBELI KITAB ULAMA' MENARIK RIZQI DAN KEKAYAAN (1) MEMPERBANYAK DZIKIR SAMPAI DIKATAKAN GILA/PAMER (1) MENDIRIKAN SHALAT JUM'AT DALAM SATU DESA KARENA KAWATIR TERSULUT FITNAH DAN PERMUSUHAN (1) MENGAMBIL UPAH DALAM IBADAH (1) MENGHADIAHKAN MITSIL PAHALA AMAL SHALIH KEPADA NABI ﷺ (1) MENGIRIM MITSIL PAHALA KEPADA YANG MASIH HIDUP (1) MERAWAT JENAZAH MENURUT QUR'AN HADITS MADZAHIB DAN ADAT JAWS (1) MUHASABATUN NAFSI INTEROPEKSI DIRI (1) MUTIARA HIKMAH DAN FAIDAH (1) Manfaat Ucapan Al Hamdulillah (1) NABI DAN RASUL (1) NIAT PUASA SEKALI UNTUK SEBULAN (1) NISHFU AKHIR SYA'BAN (1) ORANG GILA HUKUMNYA MASUK SURGA (1) ORANG SHALIHPUN IKUT TERKENA KESULITAN HUJAN DAN GEMPA BUMI (1) PAHALA KHOTMIL QUR'AN (1) PENIS DAN PAYUDARA BERGERAK GERAK KETIKA SHALAT (1) PENYELEWENGAN AL QUR'AN (1) PERAWATAN JENAZAH BAG I & II & III (1) PERAWATAN JENAZAH BAG IV (1) PERAWATAN JENAZAH BAG V (1) PERAWATAN JENAZAH BAG VI (1) PREDIKSI LAILATUL QADAR (1) PUASA SUNNAH 6 HARI BULAN SYAWAL DISELAIN BULAN SYAWWAL (1) PUASA SYAWWAL DAN PUASA QADLO' (1) QISHOH ISLAMI (1) RAHASIA BAPAK PARA NABI DAN PILIHAN PARA NABI DALAM TASYAHUD SHALAT (1) RAHASIA HURUF DHOD PADA LAMBANG NU (1) RESEP MENJADI WALI (1) SAHABAT QULHU RADLIYYALLAHU 'ANHUM (1) SANAD SILSILAH ASWAJA (1) SANG GURU ASLI (1) SEDEKAH SHALAT (1) SEDEKAH TAK SENGAJA (1) SEJARAH TAHNI'AH (UCAPAN SELAMAT) IED (1) SEMBELIHAN (1) SERBA SERBI PENGGUNAAN INVENTARIS MASJID (1) SETIAP ABAD PEMBAHARU ISLAM MUNCUL (1) SHADAQAH SHALAT (1) SHALAT DAN FAIDAHNYA (1) SHALAT IED DIRUMAH KARENA SAKIT ATAU WABAH (1) SHALAT JUM'AT DISELAIN MASJID (1) SILSILAH SYAIKH JUMADIL KUBRA TURGO JOGJA (1) SIRAH BABI DAN ANJING (1) SIRAH DAN FAIDAH (1) SIRAH DZIKIR BA'DA MAKTUBAH (1) SIRAH NABAWIYYAH (1) SIRAH NIKAH MUT'AH DAN NIKAH MISYWAR (1) SIRAH PERPINDAHAN QIBLAT (1) SIRAH THAHARAH (1) SIRAH TOPI TAHUN BARU MASEHI (1) SUHBAH HAQIQAH (1) SUM'AH (1) SUNNAH MENCERITAKAN NIKMAT YANG DIDAPAT KEPADA YANG DIPERCAYA TANPA UNSUR RIYA' (1) SURGA IMBALAN YANG SAMA BAGI PENGEMBAN ILMU PENOLONG ILMU DAN PENYEBAR ILMU HALAL (1) SUSUNAN MURAQIY/BILAL SHALAT TARAWIH WITIR DAN DOA KAMILIN (1) SYAIR/DO'A BAGI GURU MUROBBI (1) SYAIR/DO'A SETELAH BERKUMPUL DALAM KEBAIKKAN (1) SYARI'AT DARI BID'AH (1) TA'JIL UNIK LANGSUNG BERSETUBUH TANPA MAKAN MINUM DAHULU (1) TAAT PADA IMAM ATAU PEMERINTAH (1) TAHALLUL CUKUR GUNDUL ATAU POTONG RAMBUT SELESAI HAJI DAN UMROH (1) TAKBIR IED MENURUT RASULULLAH DAN ULAMA' SUNNI (1) TALI ALLAH BERSATU DAN TAAT (1) TATACARA SHALAT ORANG BUTA ATAU BISU DAN HUKUM BERMAKMUM KEPADA KEDUANYA (1) TEMPAT SHALAT IED YANG PALING UTAMA AKIBAT PANDEMI (WABAH) CORONA (1) TIDAK BOLEH KURBAN DENGAN KUDA NAMUN HALAL DIMAKAN (1) TIDAK PERLU TEST DNA SEBAGAI BUKTI DZURRIYYAH NABI -ﷺ- (1) TREND SHALAT MEMAKAI SARUNG TANGAN DAN KAOS KAKI DAN HUKUMNYA (1) T̳I̳P̳ ̳C̳E̳P̳E̳T̳ ̳J̳A̳D̳I̳ ̳W̳A̳L̳I̳ ̳A̳L̳L̳O̳H̳ (1) UCAPAN HARI RAYA MENURUT SUNNAH (1) UCAPAN NATAL ANTARA YANG PRO DAN KONTRA (1) ULANG TAHUN RASULILLAH (1) URUTAN SILSILAH KETURUNAN ORANG JAWA (1) Ulama' Syafi'iyyah Menurut Lintas Abadnya (1) WAJIB BERMADZHAB UNTUK MENGETAHUI MATHLA' TEMPAT MUNCULNYA HILAL (1) YAUMU SYAK) (1) ZAKAT DIBERIKAN SEBAGAI SEMACAM MODAL USAHA (1) ZAKAT FITRAH 2 (1) ZAKAT FITRAH BISA UNTUK SEMUA KEBAIKKAN DENGAN BERBAGAI ALASAN (1)
Back To Top