Bismillahirrohmaanirrohiim

Sabtu, 28 Oktober 2017

*๐Ÿ’๐Ÿ’ ู…ُุญَุงุณَุจَุฉُ ุงู„ู†َّูْุณِ | ๐Ÿ‡ฐ ๐Ÿ‡ช ๐Ÿ‡จ ๐Ÿ‡ช ๐Ÿ‡ท ๐Ÿ‡ฉ ๐Ÿ‡ฆ ๐Ÿ‡ธ ๐Ÿ‡ฆ ๐Ÿ‡ณ ๐Ÿ’ ๐Ÿ‡ธ ๐Ÿ‡ช ๐Ÿ‡ด ๐Ÿ‡ท ๐Ÿ‡ฆ ๐Ÿ‡ณ ๐Ÿ‡ฌ ๐ŸŒบ ๐Ÿ‡ฒ ๐Ÿ‡บ ๐Ÿ‡ธ ๐Ÿ‡ฑ ๐Ÿ‡ฎ ๐Ÿ‡ฒ ๐Ÿ‘ณ๐Ÿ’*

ุญูƒู…ุฉ ุงู„ูŠูˆู… : ูขูจ ุงูƒุชูˆุจุฑ ูขู ูกูง ู…ู€ | Edisi : Sabtu legi, *_Muhasabun Nafsi / Interopeksi Diri_*
 *A• ๐ŸŒน๐Ÿ‘„  INTEROPEKSI DIRI๐Ÿ‡๐ŸŒบ*


*๐Ÿ’๐ŸŒฟFirman Allah subhaanahu wa ta'ala :*

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„ู‡َ ูˆَู„ْุชَู†ْุธُุฑْ ู†َูْุณٌ ู…َุง ู‚َุฏَّู…َุชْ ู„ِุบَุฏٍ ูˆَุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„ู‡َ ุฅِู†َّ ุงู„ู„ู‡َ ุฎَุจِูŠุฑٌ ุจِู…َุง   ุชَุนْู…َู„ُูˆู†َ. ูˆَู„ุง ุชَูƒُูˆู†ُูˆุง ูƒَุงู„َّุฐِูŠู†َ ู†َุณُูˆุง ุงู„ู„ู‡َ ูَุฃَู†ْุณَุงู‡ُู…ْ ุฃَู†ْูُุณَู‡ُู…ْ.
 {ุณูˆุฑุฉ ุงู„ุญุดุฑ : ู ูฅูฉ/ ูกูจ - ูกูฉ}.


Artinya:

“Wahai orang yang beriman!  Bertakwalah kepada Allah;  Renung dan fikirkanlah apakah yang dibekalan yang telah disediakan untuk hari esok. Bertaqwalah kepada Allah,  sesungguhnya Allah amat mengetahui setiap perbuatan yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu menjadi seperti orang yang telah melupakan Allah,  lalu Allah menjadikan mereka lupa pada diri mereka. Mereka itulah orang yang fasiq.
{QS. Al-Hasyr :  059/ 18-19}.


*๐ŸŒน๐Ÿ€ KRETERIA KECERDASAN  SEORANG MUSLIM TULEN adalah selalu  (ู…ุญุงุณุจุฉ ุงู„ู†ูุณ)  mengevaluasi diri,* agar tidak terjerumus dalam menggunjingkan orang lain daripada mengevaluasi diri sendiri didunia sebelum dihisab (dihitung)  diakhirat kelak,  karena diakhirat kelak yang dipertanggung jawabkan dan dihisab bukanlah kebaikkan atau keburukkan orang lain, tetapi yang dihisab adalah kebaikkan atau keburukkan diri sendiri. Walhasil mengapa mesti sibuk dengan mengevaluasi orang lain didunia?  Sedangkan diakhirat itu tidak dihisab untuk diri sendiri?

Hadits Nabi ๏ทบ ๐ŸŒน yang menjelaskan tentang hal tersebut diantaranya adalah :

ุญَุฏَّุซَู†َุง ุณُูْูŠَุงู†ُ ุจْู†ُ ูˆَูƒِูŠุนٍ ุญَุฏَّุซَู†َุง ุนِูŠุณَู‰ ุจْู†ُ ูŠُูˆู†ُุณَ ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ุจَูƒْุฑِ ุจْู†ِ ุฃَุจِูŠ ู…َุฑْูŠَู…َ ุญ ูˆ ุญَุฏَّุซَู†َุง ุนَุจْุฏُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุจْู†ُ ุนَุจْุฏِ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุฃَุฎْุจَุฑَู†َุง ุนَู…ْุฑُูˆ ุจْู†ُ ุนَูˆْู†ٍ ุฃَุฎْุจَุฑَู†َุง ุงุจْู†ُ ุงู„ْู…ُุจَุงุฑَูƒِ ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ุจَูƒْุฑِ ุจْู†ِ ุฃَุจِูŠ ู…َุฑْูŠَู…َ ุนَู†ْ ุถَู…ْุฑَุฉَ ุจْู†ِ ุญَุจِูŠุจٍ ุนَู†ْ ุดَุฏَّุงุฏِ ุจْู†ِ ุฃَูˆْุณٍ ุนَู†ْ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ  ๏ทบ ๐Ÿ‡  ู‚َุงู„َ :

*_" ุงู„ْูƒَูŠِّุณُ ู…َู†ْ ุฏَุงู†َ ู†َูْุณَู‡ُ ูˆَุนَู…ِู„َ ู„ِู…َุง ุจَุนْุฏَ ุงู„ْู…َูˆْุชِ ูˆَุงู„ْุนَุงุฌِุฒُ ู…َู†ْ ุฃَุชْุจَุนَ ู†َูْุณَู‡ُ ู‡َูˆَุงู‡َุง ูˆَุชَู…َู†َّู‰ ุนَู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ."_*

ู‚َุงู„َ ู‡َุฐَุง ุญَุฏِูŠุซٌ ุญَุณَู†ٌ

ู‚َุงู„َ ูˆَู…َุนْู†َู‰ ู‚َูˆْู„ِู‡ِ : "ู…َู†ْ ุฏَุงู†َ ู†َูْุณَู‡ُ ูŠَู‚ُูˆู„ُ ุญَุงุณَุจَ ู†َูْุณَู‡ُ ูِูŠ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ู‚َุจْู„َ ุฃَู†ْ ูŠُุญَุงุณَุจَ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ".

ูˆَูŠُุฑْูˆَู‰ ุนَู†ْ ุนُู…َุฑَ ุจْู†ِ ุงู„ْุฎَุทَّุงุจِ ู‚َุงู„َ :

" ุญَุงุณِุจُูˆุง ุฃَู†ْูُุณَูƒُู…ْ ู‚َุจْู„َ ุฃَู†ْ ุชُุญَุงุณَุจُูˆุง ูˆَุชَุฒَูŠَّู†ُูˆุง ู„ِู„ْุนَุฑْุถِ ุงู„ْุฃَูƒْุจَุฑِ ูˆَุฅِู†َّู…َุง ูŠَุฎِูُّ ุงู„ْุญِุณَุงุจُ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ุนَู„َู‰ ู…َู†ْ ุญَุงุณَุจَ ู†َูْุณَู‡ُ ูِูŠ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง."

ูˆَูŠُุฑْูˆَู‰ ุนَู†ْ ู…َูŠْู…ُูˆู†ِ ุจْู†ِ ู…ِู‡ْุฑَุงู†َ ู‚َุงู„َ :

" ู„َุง ูŠَูƒُูˆู†ُ ุงู„ْุนَุจْุฏُ ุชَู‚ِูŠًّุง ุญَุชَّู‰ ูŠُุญَุงุณِุจَ ู†َูْุณَู‡ُ ูƒَู…َุง ูŠُุญَุงุณِุจُ ุดَุฑِูŠูƒَู‡ُ ู…ِู†ْ ุฃَูŠْู†َ ู…َุทْุนَู…ُู‡ُ ูˆَู…َู„ْุจَุณُู‡ُ."
{ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ / ูฃูฅ -  ุฃุจูˆุงุจ ุตูุฉ ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ ูˆุงู„ุฑู‚ุงุฆู‚ ูˆุงู„ูˆุฑุน / ุจุงุจ /  ุฑู‚ู… ุงู„ุญุฏูŠุซ : ูขูคูฅูฉ}.

Telah menceritakan kepada kami : Sufyan bin Waqi'. Telah menceritakan kepada kami : 'Isa bin Yunus. Dari Abu Bakar bin Abu Maryam. Dan telah mengkhabarkan kepada kami : 'Abdullah bin Abdurrahman. Telah mengkhabarkan kepada kami : 'Amru bin 'Aun. Telah mengkhabarkan kepada kami : Ibnu Al Mubarak. Dari Abu Bakar bin Abu Maryam. Dari Dlamrah bin Habib. Dari Syaddad bin Aus. Dari Nabi ๏ทบ ๐Ÿ’  beliau bersabda:

*_"Orang yang cerdas adalah orang yang mempersiapkan dirinya dan beramal untuk hari setelah kematian, sedangkan orang yang bodoh adalah orang jiwanya mengikuti hawa nafsunya dan berangan angan kepada Allah (mengikuti tuntutan kepentingan naluriahnya ternyata dia sama sekali tidak merasa bermasalah bahkan ber-angan-angan kepada Allah bahwa Allah akan mengampuni dirinya atau dia melakukan banyak do-sa lalu berangan-angan masuk surga tanpa adanya upaya untuk memohon ampunan dan bertaubat kepada Allah subhaanahu wa ta'ala)."_*

Dia (Tirmidzi) berkata: Hadits ini hasan.

Dan dia berkata : *Makna ungkapan  dari sabda Rasulullah ๏ทบ  ( ุฏุงู† ู†ูุณู‡ ) ๐Ÿ’  menghisab/ mengevaluasi dirinya' adalah ( ุญุงุณุจ ู†ูุณู‡ ููŠ ุงู„ุฏู†ูŠุง ู‚ุจู„ ุฃู† ูŠุญุงุณุจ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ ) ‘orang yang menghisab (mengevaluasi diri) di dunia sebelum dihisab pada hari akhir.’*

Dan telah diriwayatkan dari Umar bin Al Khottob beliau  berkata:

*Hisablah (hitunglah) diri kalian sebelum kalian dihitung dan persiapkanlah untuk hari semua dihadapkan (kepada Rabb Yang Maha Agung), hisab (perhitungan) akan ringan pada hari kiamat bagi orang yang selalu menghisab dirinya ketika di dunia."*

Dan telah diriwayatkan dari Maimun bin Mihran dia berkata:

*Seorang hamba tidak akan bertakwa hingga dia menghisab dirinya sebagaimana dia menghisab temannya dari mana dia mendapatkan makan dan pakaiannya."*
{HR. Tirmidzi / 35 - Abwaabu Shifati Al Qiyamati Wa Al Raqaaiqi Wa Al Wara'i / No. 2459}.

*๐Ÿ’๐ŸŒบ Hadits diatas menjelaskan :*


1.       Istilah ุงู„ْูƒَูŠِّุณُ adalah :

ุงَู„ْุนَุงู‚ِู„ُ ุงู„ْู…ُุชَุจَุตِّุฑُ ูِูŠْ ุงู„ุฃُู…ُูˆْุฑِ ุงَู„ู†َّุงุธِุฑُ ูِูŠْ ุงู„ْุนَูˆَุงู‚ِุจِ ุงَูŠْ ุงَู„ْูَุทَู†َุฉُ ูˆَุงู„ุฐُّูƒَุงุกُ ุงَูŠْ ุนَุงู‚ِู„ٌ ู…ُุชَّุฒِู†ٌ ุณَุฑِูŠْุนُ ุงู„ْูَู‡ْู…ِ

*_“seorang yang beraqal dan jeli dalam mengkaji berbagai urusan/perkara yang akan dilakukan ser-ta memperhatikan dengan serius akibat-akibatnya atau seseorang yang pandai dan cerdas atau se-seorang yang beraqal cerdas sehingga sangat cepat memahami."_*

Sedangkan istilah ุงู„ْุนَุงุฌِุฒُ adalah :

ุงَู„ْู…ُู‚ْุตِุฑُ ูِูŠْ ุงู„ุฃُู…ُูˆْุฑِ ุงَูŠْ ุงَู„ุณَّูِูŠْู‡ُ ุงู„ุฑَّุฃْูŠُ

*_“seseorang yang sangat terbatas kemampuannya dalam mengkaji berbagai urusan/perkara atau seseorang yang kemampuan pikirannya sangat dungu."_*

Kemudian sifat yang dilekatkan kepada ุงู„ْูƒَูŠِّุณُ maupun ุงู„ْุนَุงุฌِุฒُ ditunjukkan oleh bagian ุงَู„ْุฎَุจَุฑُ dari ha-dits tersebut yakni :

ุงู„ْูƒَูŠِّุณُ ู…َู†ْ ุฏَุงู†َ ู†َูْุณَู‡ُ ูˆَุนَู…ِู„َ ู„ِู…َุง ุจَุนْุฏَ ุงู„ْู…َูˆْุชِ

Makna (ุฏَู„ุงَู„َุฉُ ุงู„ู„َّูْุธِ) yang diwakili oleh bagian hadits ู…َู†ْ ุฏَุงู†َ ู†َูْุณَู‡ُ adalah :

ุญَุงุณَุจَู‡َุง ูˆَุฃَุฐَู„َّู‡َุง ูˆَุงุณْุชَุนْุจَุฏَู‡َุง ูˆَู‚َู‡َّุฑَู‡َุง ุญَุชَّู‰ ุตَุงุฑَุชْ ู…ُุทِูŠْุนَุฉً ู…ُู†ْู‚َุงุฏَุฉً

“menghitungnya, menundukkannya, mengendalikannya dan menaklukannya sehingga menjadi taat dan dapat dikendalikan”

lalu bagian hadits ูˆَุนَู…ِู„َ ู„ِู…َุง ุจَุนْุฏَ ุงู„ْู…َูˆْุชِ menunjukkan makna :

ู‡ُูˆَ ูŠَุนْู…َู„ُ ู…َุงุฏَุงู…َ ุญَูŠًّุง ูِูŠْ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ุณَูŠْุฑًุง ูˆَุงุณْุชِุฌَุงุจًุง ุจِุฃَูˆَุงู…ِุฑِ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุชَุฑْูƒًุง ูˆَุงุฌْุชِู†َุงุจًุง ู†َูˆَุงู‡ِูŠَู‡ُ ุฐَู„ِูƒَ ِู„ุฃَู†َّู‡ُ ูŠَูْู‡َู…ُ ุงَู†َّ ุงู„ْู…َูˆْุชَ ุนَุงู‚ِุจَุฉُ ุฃَู…ْุฑِ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง

“dia selalu berbuat selama hidup di dunia sesuai dengan dan memenuhi perintah-perintah Allah serta meninggalkan dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Hal itu karena dia memahami bahwa maut adalah akibat dari urusan dunia”

Bagian ุงَู„ْุฎَุจَุฑُ dari ุงู„ْุนَุงุฌِุฒُ yakni ู…َู†ْ ุฃَุชْุจَุนَ ู†َูْุณَู‡ُ ู‡َูˆَุงู‡َุง ูˆَุชَู…َู†َّู‰ ุนَู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ maknanya adalah :

ู…ِู†َ ุงู„ุฅِุชِّุจَุงุนِ ุฃَูŠْ ุฌَุนَู„َู‡َุง ุชَุงุจِุนَุฉً ู„ِู‡َูˆَุงู‡َุง ุฃَูŠْ ูŠَูƒُูˆْู†ُ ุงู„َّุฐِูŠْ ุบَู„َุจَุชْ ุนَู„َูŠْู‡ِ ู†َูْุณُู‡ُ ูˆَุนَู…ِู„َ ู…َุง ุฃَู…َุฑَุชْู‡ُ ุจِู‡ِ ู†َูْุณُู‡ُ ูَุตَุงุฑَ ุนَุงุฌِุฒًุง ู„ِู†َูْุณِู‡ِ ูَุฃَุชْุจَุนَ ู†َูْุณَู‡ُ ู‡َูˆَุงู‡َุง ูˆَุฃَุนْุทَุงู‡َุง ู…َุง ุงุดْุชَู‡َุชْู‡ُ ูˆَุชَู…َู†َّู‰ ุนَู„َู‰ ุงู„ู„ู‡ِ ุงْู„ุฃَู…َุงู†ِูŠَّ ูَู‡ُูˆَ ู…َุนَ ุชَูْุฑِูŠْุทِู‡ِ ูِูŠْ ุทَุงุนَุฉِ ุฑَุจِّู‡ِ ูˆَุงุชِّุจَุงุนِ ุดَู‡َูˆَุงุชِู‡ِ ู„ุงَ ูŠَุนْุชَุฐِุฑُ ุจَู„ْ ูŠَุชَู…َู†َّู‰ ุนَู„َู‰ ุงู„ู„ู‡ِ ุงْู„ุฃَู…َุงู†ِูŠَّ ุฃَู†ْ ูŠَุนْูُูˆَ ุนَู†ْู‡ُ ุฃَูŠْ ู‡ُูˆَ ูŠَุฐْู†َุจُ ูˆَูŠَุชَู…َู†َّู‰ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ู…ِู†ْ ุบَูŠْุฑِ ุงْู„ุฅِุณْุชِุบْูَุงุฑِ ูˆَุงู„ุชَّูˆْุจَุฉِ

“mengikutinya atau menjadikannya mengikuti kepentingan naluriah atau dia adalah seseorang yang didominasi oleh kepentingan naluriahnya dan melakukan apa pun yang diperintahkan kepa-danya oleh kepentingan naluriahnya tersebut, sehingga jadilah dia lemah dalam menghadapi ke-pentingan naluriahnya itu lalu dia biarkan dirinya mengikuti kepentingan naluriahnya serta mem-berikan kepadanya apa pun yang sangat dihasratkannya, kemudian dia berangan-angan kepada Allah yakni dalam keadaan dirinya yang sangat sedikit sikap taat kepada Rabnya serta mengikuti tuntutan kepentingan naluriahnya ternyata dia sama sekali tidak merasa bermasalah bahkan ber-angan-angan kepada Allah bahwa Allah akan mengampuni dirinya atau dia melakukan banyak do-sa lalu berangan-angan masuk surga tanpa adanya upaya untuk memohon ampunan dan bertaubat kepada Allah SWT”

2.       bagian hadits ู…َู†ْ ุฏَุงู†َ ู†َูْุณَู‡ُ  selain sebagai ุงَู„ْุฎَุจَุฑُ yang menjelaskan sifat yang melekat pada ุงู„ْูƒَูŠِّุณُ, juga berkedudukan sebagai pujian (ุงَู„ْู…َุฏْุญُ) bagi ุงู„ْูƒَูŠِّุณُ itu sendiri sehingga memberikan makna secara ู…َู†ْุทُูˆْู‚ًุง (ู…َุฏْู„ُูˆْู„ُ ุงู„ู„َّูْุธِ) bahwa Islam telah mewajibkan umat Islam untuk mensifati dirinya dengan mak-na yang diwakili oleh istilah ุงู„ْูƒَูŠِّุณُ berikut realitas dari sifat ุงู„ْูƒَูŠِّุณُ itu. Demikian juga halnya dengan bagian hadits  ูˆَุนَู…ِู„َ ู„ِู…َุง ุจَุนْุฏَ ุงู„ْู…َูˆْุชِ menunjukkan bahwa sikap itu wajib dilakukan oleh umat Islam.

3.       bagian hadits ู…َู†ْ ุฃَุชْุจَุนَ ู†َูْุณَู‡ُ ู‡َูˆَุงู‡َุง selain sebagai ุงَู„ْุฎَุจَุฑُ yang menjelaskan sifat yang melekat pada ุงู„ْุนَุงุฌِุฒُ, juga berkedudukan sebagai celaan (ุงَู„ุฐَّู…ُّ) bagi ุงู„ْุนَุงุฌِุฒُ itu sendiri sehingga memberikan makna secara ู…َู†ْุทُูˆْู‚ًุง (ู…َุฏْู„ُูˆْู„ُ ุงู„ู„َّูْุธِ) bahwa Islam telah mengharamkan umat Islam mensifati dirinya dengan makna yang diwakili oleh istilah ุงู„ْุนَุงุฌِุฒُ berikut realitas dari sifat ุงู„ْุนَุงุฌِุฒُ itu. Demikian juga halnya dengan ba-gian hadits ูˆَุชَู…َู†َّู‰ ุนَู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ menunjukkan bahwa sikap itu haram dilakukan oleh umat Islam.

Jadi, umat Islam wajib menjadikan diri mereka sebagai ุงَู„ْูƒَูŠِّุณُูˆْู†َ yakni komunitas manusia yang kuat dalam dua aspek :

(a) kuat dalam proses berpikir (ุงَู„ْู‚ُูˆَّุฉُ ูِูŠْ ุชَูْูƒِูŠْุฑِู‡ِู…ْ) dan

(b) kuat dalam memberlakukan seluruh ketentuan Allah SWT (Islam) selama mereka hidup di dunia dan itu dapat muncul dalam diri mereka akibat adanya kekuatan proses berpikir dalam diri mereka

*๐Ÿ’๐Ÿ€ Hadits yang senada :*

ุฃَุฎْุจَุฑَู†َุง ุฃَุจُูˆ ุงู„ْุนَุจَّุงุณِ ุงู„ุณَّูŠَّุงุฑِูŠُّ ، ุซَู†َุง ุฃَุจُูˆ ุงู„ْู…ُูˆَุฌِّู‡ِ ، ุฃَู†ْุจَุฃَ ุนَุจْุฏَุงู†ُ ، ุฃَุฎْุจَุฑَู†َุง ุนَุจْุฏُ ุงู„ู„َّู‡ِ ، ุฃَู†ْุจَุฃَ ุฃَุจُูˆ ุจَูƒْุฑِ ุจْู†ُ ุฃَุจِูŠ ู…َุฑْูŠَู…َ ุงู„ْุบَุณَّุงู†ِูŠُّ ، ุนَู†ْ ุถَู…ْุฑَุฉَ ุจْู†ِ ุญَุจِูŠุจٍ ، ุนَู†ْ ุดَุฏَّุงุฏِ ุจْู†ِ ุฃَูˆْุณٍ ، ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ ู‚َุงู„َ : ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ๏ทบ  ๐ŸŒบ :

*_" ุงู„ْูƒَูŠِّุณُ ู…َู†ْ ุฏَุงู†َ ู†َูْุณَู‡ُ ูˆَุนَู…ِู„َ ู„ِู…َุง ุจَุนْุฏَ ุงู„ْู…َูˆْุชِ ، ูˆَุงู„ْุนَุงุฌِุฒُ ู…َู†ْ ุฃَุชْุจَุนَ ู†َูْุณَู‡ُ ู‡َูˆَุงู‡َุง ูˆَุชَู…َู†َّู‰ ุนَู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ุนَุฒَّ ูˆَุฌَู„َّ."_*

ู‡َุฐَุง ุญَุฏِูŠุซٌ ุตَุญِูŠุญُ ุงู„ْุฅِุณْู†َุงุฏِ ูˆَู„َู…ْ ูŠُุฎَุฑِّุฌَุงู‡ُ
{ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุญุงูƒู… ููŠ ูƒุชุงุจู‡ ู„ู…ุณุชุฏุฑูƒ ุนู„ู‰ ุงู„ุตุญูŠุญูŠู† / ูƒِุชَุงุจُ ุงู„ุชَّูˆْุจَุฉِ ูˆَุงู„ْุฅِู†َุงุจَุฉِ / ูˆَุฃَู…َّุง ุญَุฏِูŠุซُ ุดُุนْุจَุฉَ / ุฑู‚ู… ุงู„ุญุฏูŠุซ : ูงูงูคูง}.

Telah mengabarkan kepada kami : Abu Al 'Abbas As Sayyaari. Telah menceritakan kepadaku : Abu Al Muwajjih. Telah memberitakan kepada kami : 'Abdaan. Telah mengabarkan kepada kami : 'Abdullah. Telah memberitakan kepada kami : Abu Bakr bin Abi Maryam Al Ghassaniy. Dari Dlomrah bin Habiib. Dari Syaddaad bin Aus radliyyAllahu 'anhu, beliau berkata : Rasulullah ๏ทบ ๐ŸŒฟ  pernah bersabda:

*_"Orang yang cerdas adalah orang yang mempersiapkan dirinya dan beramal untuk hari setelah kematian, sedangkan orang yang bodoh adalah orang jiwanya mengikuti hawa nafsunya dan berangan angan kepada Allah 'Azza Wa Jalla."_*
{HR. Hakim Dalam Kitabnya Al Mustadrak 'Alaa Ash Shahihain / Kitab At Taubati Wa Al Inaabati / Wa 'Amma Haditsu Syu'bati / No. 7747. Hakim berkata : *HADITS INI SHAHIH  ISNADNYA* Dan Bukhari Muslim tidak mengeluarkannya}.

*๐Ÿ’๐ŸŒฟ Hadits Atsar  yang senada :*

ุญَุฏَّุซَู†َุง ุฅِุณْุญَุงู‚ُ ุจْู†ُ ุฅِุณْู…َุงุนِูŠู„َ ، ุซู†ุง ุณُูْูŠَุงู†ُ ุจْู†ُ ุนُูŠَูŠْู†َุฉَ ، ุนَู†ْ ุฌَุนْูَุฑِ ุจْู†ِ ุจُุฑْู‚َุงู†َ ، ุนَู†ْ ุซَุงุจِุชِ ุจْู†ِ ุงู„ْุญَุฌَّุงุฌِ ، ู‚َุงู„َ : ู‚َุงู„َ ุนُู…َุฑُ ุจْู†ُ ุงู„ْุฎَุทَّุงุจِ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ :

*_" ุญَุงุณِุจُูˆุง ุฃَู†ْูُุณَูƒُู…ْ ู‚َุจْู„َ ุฃَู†ْ ุชُุญَุงุณَุจُูˆุง ، ูˆَุฒِู†ُูˆุง ุฃَู†ْูُุณَูƒُู…ْ ู‚َุจْู„َ ุฃَู†ْ ุชُูˆุฒَู†ُูˆุง ، ูَุฅِู†َّู‡ُ ุฃَู‡ْูˆَู†ُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ูِูŠ ุงู„ْุญِุณَุงุจِ ุบَุฏًุง ، ุฃَู†ْ ุชُุญَุงุณِุจُูˆุง ุฃَู†ْูُุณَูƒُู…ُ ุงู„ْูŠَูˆْู…َ ، ูˆَุชَุฒَูŠَّู†ُูˆุง ู„ِู„ْุนَุฑْุถِ ุงู„ุฃَูƒْุจَุฑِ ، ูŠَูˆْู…َุฆِุฐٍ ุชُุนْุฑَุถُูˆู†َ ู„ุง ุชَุฎْูَู‰ ู…ِู†ْูƒُู…ْ ุฎَุงูِูŠَุฉٌ " ._*
{ุฑูˆุงู‡ ุงุจู† ุงุจูŠ ุงู„ุฏู†ูŠุง ููŠ ูƒุชุงุจู‡ ู…ุญุงุณุจุฉ ุงู„ู†ูุณ / ุงู„ْุนَุงู‚ِู„ُ ู…َู†ْ ูŠَุนْู…َู„ُ ู„ِู„ุขุฎِุฑَุฉِ / ุฑู‚ู… ุงู„ุญุฏูŠุซ: ูข}.

Telah menceritakan kepada kami : Ishaq bin Isma'il. Telah menceritakan kepada kami : Sufyan bin 'Uyainah. Dari Ja'far bin Burqaan. Dari Tsaabit bin Al Hajjaj, ia berkata : 'Umar Ibn al-Khattab RadliyyAllaahu 'anhu berkata:

*_“Nilailah diri kamu sebelum ia dinilai (oleh Allah pada hari akhirat kelak), timbanglah ia sebelum ia ditimbang (oleh Allah pada hari perhitungan kelak), hitunglah diri kamu pada hari ini (iaitu ketika masih hidup di dunia ini), pasti lebih mudah bagi kamu untuk menghitung pada hari esok (yakni hari akhirat). Berhiaslah (dengan perhiasan iman dan taqwa) sebagai persiapan untuk hari kebangkitan yang sungguh dahsyat dan mendebarkan), hari itu kamu dibangkitkan dalam keadaan tidak berpakaian."_*
{HR. Ibnu Abid Dunya Dalam Kitabnya Mahaasibatu An Nafsi / Al 'Aqaaqilu Man Ya'malu Lilaakhiirah / No. 2}.


*๐Ÿ’๐ŸŒ Dalam sebuah atsar disebutkan makna yang senada :*

*๐ŸŒฟ๐ŸŒบู‚ุงู„ ุนู…ุฑ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ :*

*_" ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„ู†َّุงุณُ ุงุญْุชَุณِุจُูˆุง ุฃَุนْู…َุงู„َูƒُู…ْ ، ูَุฅِู†َّ ู…َู†ِ ุงุญْุชَุณَุจَ ุนَู…َู„َู‡ُ ูƒُุชِุจَ ู„َู‡ُ ุฃَุฌْุฑُ ุนَู…َู„ِู‡ِ ูˆَุฃَุฌْุฑُ ุญِุณْุจَุชِู‡ِ ."_*
{ุงุฎุฑุฌู‡ ุงุจู† ุงู„ุงุซูŠุฑ ููŠ ูƒุชุงุจู‡ "ุงู„ู†ู‡ุงูŠุฉ ููŠ ุบุฑูŠุจ ุงู„ุญุฏูŠุซ ูˆุงู„ุฃุซุฑ" / ุญุฑู ุงู„ุญุงุก / ุจุงุจ ุงู„ุญุงุก ู…ุน ุงู„ุณูŠู† / ู„ู„ุงู…ุงู… ู…ุฌุฏ ุงู„ุฏูŠู† ุฃุจูŠ ุงู„ุณุนุงุฏุงุช ุงู„ู…ุจุงุฑูƒ ุจู† ู…ุญู…ุฏ (ุงุจู† ุงู„ุฃุซูŠุฑ)}.


*๐ŸŒ๐Ÿ‘ณBerkata Umar Bin Khattab Radhiyallahu  ‘anhu:*

*_“Wahai manusia hitung hitunglah amalan-amalan kalian, karena barang siapa menghitung-hitung amalnya maka akan dicatat baginya pahala amalnya dan pahala bermuhasabah diri.”_*
{Dikeluarkan Oleh Ibnu Atsir Dalam Kitabnya An Nihayatu Fii Ghariibi Al Hadits / Harfu Al Haa' / Baabu Al Haa' Ma'a Al Siin}.

*B• ๐ŸŒ๐ŸŒฟKisah Dialog Seorang Murabbi/Syaikh/Guru Yang Cerdas Dengan Seorang Pemuda๐Ÿ€๐Ÿ‘ณ‍♀*

*_Wahai Syaikh, manakah yang lebih baik, seorang muslim yang banyak ibadahnya tetapi akhlaqnya buruk ataukah seorang yang tak beribadah tapi amat baik perangainya pada sesama?",tanya seorang pemuda._*

"Subhaanallah, keduanya baik",
ujar sang Syaikh sambil tersenyum.

"Mengapa bisa begitu?",
desak si Pemuda.

"Karena orang yang tekun beribadah itu boleh jadi kelak akan dibimbing Allah untuk berakhlaq mulia bersebab ibadahnya. Dan karena orang yang baik perilakunya itu boleh jadi kelak akan dibimbing Allah untuk semakin taat kepadaNya."

"Jadi siapa yang lebih buruk?",
desak si Pemuda penasaran.

Air mata mengalir di pipi sang Syaikh.

"Kita Anakku", ujar Beliau.

*_"Kitalah yang layak disebut buruk sebab kita gemar sekali menghabiskan waktu untuk menilai orang lain dan melupakan diri kita sendiri." Beliau terisak-isak. "Padahal kita akan dihadapkan pada Allah dan ditanyai tentang diri kita, bukan tentang orang lain."_*

ุฌู…ุนู‡ุง ูˆู†ู‚ู„ู‡ุง ุทุงู„ุจ ุงู„ุนู„ู… ู…ุญู…ุฏ ุนุจุฏ ุงู„ุญูƒูŠู… ุงู„ุฌุงูˆูŠ. ุฑุจّู†ุง ุชู‚ุจّู„ ู…ู†ّุง ูˆุงู‚ุจู„ู†ุง ุจุณุฑّ ุงู„ูุงุชุญุฉ :



 



 



 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PALING DIMINATI

Kategori

SHALAT (8) HADITS (5) WANITA (5) ADAB DAN HADITS (3) FIQIH HADIST (3) WASHIYYAT DAN FAWAID (3) 5 PERKARA SEBELUM 5 PERKARA (2) AQIDAH DAN HADITS (2) CINTA (2) PERAWATAN JENAZAH BAG VII (2) SIRAH DAN HADITS (2) TAUSHIYYAH DAN FAIDAH (2) TAWAJUHAT NURUL HARAMAIN (2) (BERBHAKTI (1) 11 BAYI YANG BISA BICARA (1) 12 BINATANG YANG MASUK SURGA (1) 25 NAMA ARAB (1) 7 KILOGRAM UNTUK RAME RAME (1) ADAB DAN AKHLAQ BAGI GURU DAN MURID (1) ADAB DAN HADITS (SURGA DIBAWAH TELAPAK KAKI BAPAK DAN IBU) (1) ADAT JAWA SISA ORANG ISLAM ADALAH OBAT (1) AIR KENCING DAN MUNTAHAN ANAK KECIL ANTARA NAJIS DAN TIDAKNYA ANTARA CUKUP DIPERCIKKI AIR ATAU DICUCI (1) AJARAN SUFI SUNNI (1) AKIBAT SU'UDZON PADA GURU (1) AL QUR'AN (1) AMALAN KHUSUS JUMAT TERAKHIR BULAN ROJAB DAN HUKUM BERBICARA DZIKIR SAAT KHUTBAH (1) AMALAN NISFHU SYA'BAN HISTORY (1) AMALAN SUNNAH DAN FADHILAH AMAL DIBULAN MUHARRAM (1) AMALAN TANPA BIAYA DAN VISA SETARA HAJI DAN UMRAH (1) APAKAH HALAL DAN SAH HEWAN YANG DISEMBELIH ULANG? (1) AQIDAH (1) ASAL MULA KAUM KHAWARIJ (MUNAFIQ) DAN CIRI CIRINYA (1) ASAL USUL KALAM YANG DISANGKA HADITS NABI (1) AYAT PAMUNGKAS (1) BAGAIMANAPUN BENTUKNYA VAGINA RASANYA TUNGGAL (1) BAHASA ALAM AKHIRAT (1) BELAJAR DAKWAH YANG BIJAK MELALUI BINATANG (1) BERITA HOAX SEJARAH DAN AKIBATNYA (1) BERSENGGAMA ITU SEHAT (1) BERSIKAP LEMAH LEMBUT KEPADA SIAPA SAJA KETIKA BERDAKWAH (1) BIRRUL WALIDAIN PAHALA DAN MANFAATNYA (1) BOLEH SHALAT SUNNAH SETELAH WITIR (1) BOLEHNYA MENDEKTE IMAM DAN MEMBAWA MUSHAF DALAM SHALAT (1) BOLEHNYA MENGGABUNG DUA SURAT SEKALIGUS (1) BOLEHNYA PATUNGAN DAN MEWAKILKAN PENYEMBELIHAN KEPADA KAFIR DZIMMI ATAU KAFIR KITABI (1) BULAN ROJAB DAN KEUTAMAANNYA (1) DAGING KURBAN AQIQAH UNTUK KAFIR NON MUSLIM (1) DAN FAKHR (1) DAN YANG BERHUBUNGAN DENGANNYA) (1) DARIMANA SEHARUSNYA UPAH JAGAL DAN BOLEHKAH MENJUAL DAGING KURBAN (1) DASAR PERAYAAN MAULID NABI (1) DEFINISI TINGKATAN DAN PERAWATAN SYUHADA' (1) DO'A MUSTAJAB (1) DO'A TIDAK MUSTAJAB (1) DOA ASMAUL HUSNA PAHALA DAN FAIDAHNYA (1) DOA DIDALAM SHALAT DAN SHALAT DENGAN SELAIN BAHASA ARAB (1) DOA KHUSUS (1) DOA ORANG MUSLIM DAN KAFIR YANG DIDZALIMI MUSTAJAB (1) DOA SHALAT DLUHA MA'TSUR (1) DONGO JOWO MUSTAJAB (1) DSB) (1) DURHAKA (1) FADHILAH RAMADHAN DAN DOA LAILATUL QADAR (1) FAIDAH MINUM SUSU DIAWWAL TAHUN BARU HIJRIYYAH (1) FENOMENA QURBAN/AQIQAH SUSULAN BAGI ORANG LAIN DAN ORANG MATI (1) FIKIH SHALAT DENGAN PENGHALANG (1) FIQIH MADZAHIB (1) FIQIH MADZAHIB HUKUM MEMAKAN SERANGGA (1) FIQIH MADZAHIB HUKUM MEMAKAN TERNAK YANG DIBERI MAKAN NAJIS (1) FIQIH QURBAN SUNNI (1) FUNGSI ZAKAT FITRAH DAN CARA IJAB QABULNYA (1) GAHARU (1) GAYA BERDZIKIRNYA KAUM CERDAS KAUM SUPER ELIT PAPAN ATAS (1) HADITS DAN ATSAR BANYAK BICARA (1) HADITS DLO'IF LEBIH UTAMA DIBANDINGKAN DENGAN PENDAPAT ULAMA DAN QIYAS (1) HALAL BI HALAL (1) HUKUM BERBUKA PUASA SUNNAH KETIKA MENGHADIRI UNDANGAN MAKAN (1) HUKUM BERKURBAN DENGAN HEWAN YANG CACAT (1) HUKUM BERSENGGAMA DIMALAM HARI RAYA (1) HUKUM DAN HIKMAH MENGACUNGKAN JARI TELUNJUK KETIKA TASYAHUD (1) HUKUM FAQIR MISKIN BERSEDEKAH (1) HUKUM MEMASAK DAN MENELAN IKAN HIDUP HIDUP (1) HUKUM MEMELIHARA MENJUALBELIKAN DAN MEMBUNUH ANJING (1) HUKUM MEMUKUL DAN MEMBAYAR ONGKOS UNTUK PENDIDIKAN ANAK (1) HUKUM MENCIUM MENGHIAS DAN MENGHARUMKAN MUSHAF AL QUR'AN (1) HUKUM MENGGABUNG NIAT QODLO' ROMADLAN DENGAN NIAT PUASA SUNNAH (1) HUKUM MENINGGALKAN PUASA RAMADLAN MENURUT 4 MADZHAB (1) HUKUM MENYINGKAT SHALAWAT (1) HUKUM PUASA SYA'BAN (NISHFU SYA'BAN (1) HUKUM PUASA SYAWWAL DAN HAL HAL YANG BERHUBUNGAN DENGANNYA (1) HUKUM PUASA TARWIYYAH DAN 'ARAFAH BESERTA KEUTAMAAN - KEUTAMAANNYA (1) HUKUM SHALAT IED DIMASJID DAN DIMUSHALLA (1) HUKUM SHALAT JUM'AT BERTEPATAN DENGAN SHALAT IED (1) IBADAH JIMA' (BERSETUBUH) DAN MANFAAT MANFATNYA (1) IBADAH TERTINGGI PARA PERINDU ALLAH (1) IBRANI (1) IMAM YANG CERDAS YANG FAHAM MEMAHAMI POSISINYA (1) INDONESIA (1) INGAT SETELAH SALAM MENINGGALKAN 1 ATAU 2 RAKAAT APA YANG HARUS DILAKUKAN? (1) INOVASI BID'AH OLEH ULAMA' YANG DITUDUH MEMBID'AH BID'AHKAN (1) ISLAM (1) JANGAN GAMPANG MELAKNAT (1) JUMAT DIGANDAKAN 70 KALI BERKAH (1) KAIFA TUSHLLI (XX) - (1) KAIFA TUSHOLLI (III) - MENEPUK MENARIK MENGGESER DALAM SHALAT SETELAH TAKBIRATUL IHRAM (1) KAIFA TUSHOLLI (XV) - SOLUSI KETIKA LUPA DALAM SHALAT JAMAAH FARDU JUM'AH SENDIRIAN MASBUQ KETINGGALAN (1) KAIFA TUSHOLLI (I) - SAHKAH TAKBIRATUL IHROM DENGAN JEDA ANTARA KIMAH ALLAH DAN AKBAR (1) KAIFA TUSHOLLI (II) - MENEMUKAN SATU RAKAAT ATAU KURANG TERHITUNG MENEMUKAN SHALAT ADA' DAN SHALAT JUM'AT (1) KAIFA TUSHOLLI (IV) - SOLUSI KETIKA LUPA MELAKUKAN SUNNAH AB'ADH DAN SAHWI BAGI IMAM MA'MUM MUNFARID DAN MA'MUM MASBUQ (1) KAIFA TUSHOLLI (IX) - BASMALAH TERMASUK FATIHAH SHALAT TIDAK SAH TANPA MEMBACANYA (1) KAIFA TUSHOLLI (V) - (1) KAIFA TUSHOLLI (VI) - TAKBIR DALAM SHALAT (1) KAIFA TUSHOLLI (VII) - MENARUH TANGAN BERSEDEKAP MELEPASKANNYA ATAU BERKACAK PINGGANG SETELAH TAKBIR (1) KAIFA TUSHOLLI (VIII) - BACAAN FATIHAH DALAM SHOLAT (1) KAIFA TUSHOLLI (XI) - LOGAT BACAAN AMIN SELESAI FATIHAH (1) KAIFA TUSHOLLI (XII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XIV) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XIX) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XVI) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XVII) - BACAAN TASBIH BAGI IMAM MA'MUM DAN MUNFARID KETIKA RUKU' (1) KAIFA TUSHOLLI (XVIII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XX1V) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXI) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXIII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXIX) - BACAAN SALAM SETELAH TASYAHUD MENURUT PENDAPAT ULAMA' MADZHAB MENGUSAP DAHI ATAU WAJAH DAN BERSALAM SALAMAN SETELAH SHALAT DIANTARA PRO DAN KONTRA (1) KAIFA TUSHOLLI (XXV) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXVI) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXVII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXVIII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXX) - (1) KAIFA TUSHOLLI (XXXI) - DZIKIR JAHRI (KERAS) MENURUT ULAMA' MADZHAB (1) KAIFA TUSHOLLI (XXXII) - (1) KAIFA TUSHOLLI (x) - (1) KAJIAN TINGKEPAN NGAPATI MITONI KEHAMILAN (1) KEBERSIHAN DERAJAT TINGGI DALAM SHALAT (1) KEMATIAN ULAMA' DAN AKIBATNYA (1) KEPADA ORANGTUA (1) KESUNNAHAN TABKHIR EMBAKAR DUPA (1) KESUNNAHAN TAHNIK/NYETAKKI ANAK KECIL (1) KETIKA HAJAT TERCAPAI SEMBELIHLAH SYAHWAT DAN MENDEKATLAH KEPADA ALLAH (1) KETIKA ORANG ALIM SAMA DENGAN ANJING (1) KEUTAMAAN ILMU DAN ADAB (1) KEWAJIBAN SABAR DAN SYUKUR BERSAMAAN (1) KHUTBAH JUM'AT DAN YANG BERHUBUNGAN (1) KIFARAT SUAMI YANG MENYERUBUHI ISTRI DISIANG BULAN RAMADHAN (1) KISAH INSPIRATIF AHLU BAIT (SAYYIDINA IBNU ABBAS) DAN ULAMA' BESAR (SAYYIDINA ZAID BIN TSABIT) (1) KISAH PEMABUK PINTAR YANG MEMBUAT SYAIKH ABDUL QADIR AL JAILANIY MENANGIS (1) KRETERIA UCAPAN SUNNAH MENJAWAB KIRIMAN SALAM (1) KUFUR AKIBAT MENCELA NASAB KETURUNAN (1) KULLUHU MIN SYA'BAN (1) KURBAN DAN AQIQAH UNTUK MAYYIT (1) LARANGAN MENYINGKAT SHALAWAT NABI (1) LEBIH UTAMA MANA GURU DAN ORANGTUA (1) MA'MUM BOLEH MEMBENARKAN BACAAN IMAM DAN WAJIB MEMBENARKAN BACAAN FATIHAHNYA (1) MA'MUM MEMBACA FATIHAH APA HUKUMNYA DAN KAPAN WAKTUNYA? (1) MACAM DIALEK AAMIIN SETELAH FATIHAH (1) MACAM MACAM NIAT ZAKAT FITRAH (1) MAKAN MINUM MEMBUNUH BINATANG BERBISA MEMAKAI PAKAIAN BERGAMBAR DAN MENJAWAB PANGGILAN ORANGTUA DALAM SHALAT (1) MALAIKAT SETAN JIN DAPAT DILIHAT SETELAH MENJELMA SELAIN ASLINYA (1) MELAFADZKAN NIAT NAWAITU ASHUMU NAWAITU USHALLI (1) MELEPAS TALI POCONG DAN MENEMPELKAN PIPI KANAN MAYYIT KETANAH (1) MEMBAYAR FIDYAH BAGI ORANG ORANG YANG TIDAK MAMPU BERPUASA (1) MEMBELI KITAB ULAMA' MENARIK RIZQI DAN KEKAYAAN (1) MEMPERBANYAK DZIKIR SAMPAI DIKATAKAN GILA/PAMER (1) MENDIRIKAN SHALAT JUM'AT DALAM SATU DESA KARENA KAWATIR TERSULUT FITNAH DAN PERMUSUHAN (1) MENGAMBIL UPAH DALAM IBADAH (1) MENGHADIAHKAN MITSIL PAHALA AMAL SHALIH KEPADA NABI ๏ทบ (1) MENGIRIM MITSIL PAHALA KEPADA YANG MASIH HIDUP (1) MERAWAT JENAZAH MENURUT QUR'AN HADITS MADZAHIB DAN ADAT JAWS (1) MUHASABATUN NAFSI INTEROPEKSI DIRI (1) MUTIARA HIKMAH DAN FAIDAH (1) Manfaat Ucapan Al Hamdulillah (1) NABI DAN RASUL (1) NIAT PUASA SEKALI UNTUK SEBULAN (1) NISHFU AKHIR SYA'BAN (1) ORANG GILA HUKUMNYA MASUK SURGA (1) ORANG SHALIHPUN IKUT TERKENA KESULITAN HUJAN DAN GEMPA BUMI (1) PAHALA KHOTMIL QUR'AN (1) PENIS DAN PAYUDARA BERGERAK GERAK KETIKA SHALAT (1) PENYELEWENGAN AL QUR'AN (1) PERAWATAN JENAZAH BAG I & II & III (1) PERAWATAN JENAZAH BAG IV (1) PERAWATAN JENAZAH BAG V (1) PERAWATAN JENAZAH BAG VI (1) PREDIKSI LAILATUL QADAR (1) PUASA SUNNAH 6 HARI BULAN SYAWAL DISELAIN BULAN SYAWWAL (1) PUASA SYAWWAL DAN PUASA QADLO' (1) QISHOH ISLAMI (1) RAHASIA BAPAK PARA NABI DAN PILIHAN PARA NABI DALAM TASYAHUD SHALAT (1) RAHASIA HURUF DHOD PADA LAMBANG NU (1) RESEP MENJADI WALI (1) SAHABAT QULHU RADLIYYALLAHU 'ANHUM (1) SANAD SILSILAH ASWAJA (1) SANG GURU ASLI (1) SEDEKAH SHALAT (1) SEDEKAH TAK SENGAJA (1) SEJARAH TAHNI'AH (UCAPAN SELAMAT) IED (1) SEMBELIHAN (1) SERBA SERBI PENGGUNAAN INVENTARIS MASJID (1) SETIAP ABAD PEMBAHARU ISLAM MUNCUL (1) SHADAQAH SHALAT (1) SHALAT DAN FAIDAHNYA (1) SHALAT IED DIRUMAH KARENA SAKIT ATAU WABAH (1) SHALAT JUM'AT DISELAIN MASJID (1) SILSILAH SYAIKH JUMADIL KUBRA TURGO JOGJA (1) SIRAH BABI DAN ANJING (1) SIRAH DAN FAIDAH (1) SIRAH DZIKIR BA'DA MAKTUBAH (1) SIRAH NABAWIYYAH (1) SIRAH NIKAH MUT'AH DAN NIKAH MISYWAR (1) SIRAH PERPINDAHAN QIBLAT (1) SIRAH THAHARAH (1) SIRAH TOPI TAHUN BARU MASEHI (1) SUHBAH HAQIQAH (1) SUM'AH (1) SUNNAH MENCERITAKAN NIKMAT YANG DIDAPAT KEPADA YANG DIPERCAYA TANPA UNSUR RIYA' (1) SURGA IMBALAN YANG SAMA BAGI PENGEMBAN ILMU PENOLONG ILMU DAN PENYEBAR ILMU HALAL (1) SUSUNAN MURAQIY/BILAL SHALAT TARAWIH WITIR DAN DOA KAMILIN (1) SYAIR/DO'A BAGI GURU MUROBBI (1) SYAIR/DO'A SETELAH BERKUMPUL DALAM KEBAIKKAN (1) SYARI'AT DARI BID'AH (1) TA'JIL UNIK LANGSUNG BERSETUBUH TANPA MAKAN MINUM DAHULU (1) TAAT PADA IMAM ATAU PEMERINTAH (1) TAHALLUL CUKUR GUNDUL ATAU POTONG RAMBUT SELESAI HAJI DAN UMROH (1) TAKBIR IED MENURUT RASULULLAH DAN ULAMA' SUNNI (1) TALI ALLAH BERSATU DAN TAAT (1) TATACARA SHALAT ORANG BUTA ATAU BISU DAN HUKUM BERMAKMUM KEPADA KEDUANYA (1) TEMPAT SHALAT IED YANG PALING UTAMA AKIBAT PANDEMI (WABAH) CORONA (1) TIDAK BOLEH KURBAN DENGAN KUDA NAMUN HALAL DIMAKAN (1) TIDAK PERLU TEST DNA SEBAGAI BUKTI DZURRIYYAH NABI -๏ทบ- (1) TREND SHALAT MEMAKAI SARUNG TANGAN DAN KAOS KAKI DAN HUKUMNYA (1) T̳I̳P̳ ̳C̳E̳P̳E̳T̳ ̳J̳A̳D̳I̳ ̳W̳A̳L̳I̳ ̳A̳L̳L̳O̳H̳ (1) UCAPAN HARI RAYA MENURUT SUNNAH (1) UCAPAN NATAL ANTARA YANG PRO DAN KONTRA (1) ULANG TAHUN RASULILLAH (1) URUTAN SILSILAH KETURUNAN ORANG JAWA (1) Ulama' Syafi'iyyah Menurut Lintas Abadnya (1) WAJIB BERMADZHAB UNTUK MENGETAHUI MATHLA' TEMPAT MUNCULNYA HILAL (1) YAUMU SYAK) (1) ZAKAT DIBERIKAN SEBAGAI SEMACAM MODAL USAHA (1) ZAKAT FITRAH 2 (1) ZAKAT FITRAH BISA UNTUK SEMUA KEBAIKKAN DENGAN BERBAGAI ALASAN (1)
Back To Top